cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education
ISSN : -     EISSN : 25982931     DOI : -
The Indonesian Journal of Civil Engineering Education (IJCEE) is a scientific journal promoting the study of, and interest in, civil engineering education. It is a national journal published by the Civil Engineering Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH KACA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS DAN FLY ASH 30% DARI BERAT SEMEN DITINJAU DARI KUAT TARIK BELAH, DAYA SERAP DAN POROSITAS BETON Cahyo Didit Prasetyo, Ernawati Sri Sunarsih, Taufiq Lilo Adi Sucipto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 6, No 2 (2020): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v6i2.53672

Abstract

Perkembangan IPTEK di Indonesia semakin maju, terutama di bidang bangunan, hal ini memunculkan ide untuk menciptakan bahan bangunan yang relatif murah dan tidak merusak keseimbangan alam.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui, 1)  pengaruh limbah kaca sebagai bahan pengganti agregat halus terhadap kuat tarik belah beton 2)  pengaruh limbah kaca sebagai bahan pengganti agregat halus terhadap daya serap air beton 3) pengaruh limbah kaca sebagai bahan pengganti agregat halus terhadap porositas beton 4) persentase kuat tarik belah makisimal yang dihasilkan  dari penggantian agregat halus dengan kaca 5) persentase daya serap air minimal yang dihasilkan  dari penggantian agregat halus dengan kaca 6) persentase porositas minimal yang dihasilkan  dari penggantian agregat halus dengan kaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium dengan pengujian sampel. Adapun pengujian yang dilakukan berupa pengujian kuat tarik belah, daya serap dan porositas beton.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, variasi penggantian serbuk kaca sebagai agregat halus berpengaruh negatif sebesar 46,2% terhadap kuat tarik belah. Variasi penggantian serbuk kaca sebagai agregat halus berpengaruh negatif sebesar 63,9% terhadap daya serap air beton. Variasi penggantian serbuk kaca sebagai agregat halus berpengaruh negatif sebesar 73% terhadap porositas beton. Persentase serbuk kaca optimal sebagai pengganti agregat halus yang menghasilkan kuat tarik belah beton maksimal terdapat pada persentase penggantian serbuk kaca 10% yaitu sebesar 2,258 MPa, Persentase serbuk kaca optimal sebagai pengganti agregat halus yang menghasilkan daya serap beton minimal terdapat pada persentase penggantian serbuk kaca 10% yaitu sebesar 6,407%, Persentase serbuk kaca optimal sebagai pengganti agregat halus yang menghasilkan porositas beton minimal terdapat pada persentase penggantian serbuk kaca 10% yaitu sebesar 14,006%.
PENGARUH PENAMBAHAN POTONGAN LIMBAH PLASTIK KEMASAN SUSU DENGAN BENTUK POTONGAN MEMANJANG TERHADAP BERAT JENIS, KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON Deny Priambodo, Roemintoyo, Ernawati Sri Sunarsih
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 6, No 2 (2020): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v6i2.53666

Abstract

Pembangunan dibidang konstruksi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini tidak lepas dari tuntutan dan kebutuhan masyarakat terrhadap infrastruktur yang semakin maju.Dalam bidang konstruksi terdapat berbagai macam material yang digunakan, salah satu material yang digunakan yaitu beton.sementara itu sisi sampah plastik kegiatan manusia jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya salah satunya plastik kemasan susu.Untuk dapat memanfaatkan limbah kemasan susu dan mutu beton maka diperlukan penelitian.Penelitian ini memanfaatkan limbah plastik kemasan susu guna meningkatakan karakteristik dan kualitas beton.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui(1)Pengaruh variasi penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap berat jenis beton,(2)Pengaruh variasi penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat tekan beton,(3)Pengaruh variasi penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat lentur beton,(4)Persentase optimal penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat tekan maksimal dan kuat lentur maksimal.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen.Perencanaan pembuatan campuran beton menggunakan metode Mix Design sesuai dengan SNI 03-3449-2002. Variasi persentase penambahan limbah plastik kemasan susu yang digunakan adalah 0,00%, 0,10%, 0,20%, 0,30%, 0,40%, dan 0,50% dari berat campuran beton.Dengan mutu beton yang direncanakan yaitufc’20 MPa.Karakteristik beton yang diuji dalam penelitian ini adalah berat jenis, kuat tekan, dan kuat lentur beton pada usia 28 hari.Benda uji untuk pengujian berat jenis dan kuat tekan berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm.Benda uji untuk pengujian lentur berbentuk balok dengan dimensi 150 x 150 x 600 mm.Hasil pengujian (1)Beton usia 28 hari denganvariasi persentase penambahan potongan plastik kemasan susu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap berat jenis beton.(2)Terdapat pengaruh yang signifikan pada variasi persentase penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat tekan beton.(3)Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada variasi persentase penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat lentur beton.(4)Persentaseoptimal penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat tekan beton maksimal yang dihasilkan yaitu berada pada persentase penambahan 0,10 % dengan kuat tekan maksimal 16,63 N/mm2. (5)Persentase optimal penambahan potongan plastik kemasan susu terhadap kuat kuat lentur maksimalbeton  yang dihasilkan yaitu berada pada persentase penambahan 0,40 % dengan kuat lentir maksimal 6,19 N/mm2.
RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN SMK KOMPETENSI KEAHLIAN DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN DENGAN KEBUTUHAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (DUDI) Febriana Haryati; AG thamrin; Aryanti Nurhidayati
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 5, No 2 (2019): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v5i2.52403

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) relevansi lulusanSMK Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan dengankebutuhan perusahaan jasa konsultan konstruksi, (2) usaha yang dilakukanperusahaan jasa konsultan konstruksi terhadap kompetensi lulusan SMKKompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah silabusdan wawancara. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan tekniksampel purposive sampling yang bersifat snowball sampling. Berdasarkan hasilpenelitian disimpulkan bahwa: (1) relevansi kompetensi sekolah dengan DUDIsebesar 100%; tidak ada kompetensi yang diajarkan di sekolah tetapi tidakdibutuhkan DUDI; dan tidak ada kompetensi yang dibutuhkan DUDI tetapi tidakdiajarkan di sekolah, (2) kompetensi yang dimiliki oleh lulusan SMK sudah sesuaidengan perusahaan namun masih perlu dilakukan pengembangan diri dari individuuntuk dapat menghadapi tantangan dalam dunia kerja; diperlukan kompetensipengetahuan dan sikap dalam dunia kerja; lulusan SMK diharapkan untukmelajutkan pendidikan S1 agar dapat mengembangkan diri tidak hanya sebagaiseorang drafter; kesempatan saat Kerja Praktek harus dimanfaatkan untukmendapatkan ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin yang nantinya akanberguna saat memasuki dunia kerja.
TEKNIK PELAKSANAAN PEKERJAAN PILE CAP PADA PONDASI GEDUNG RUMAH SAKIT GRAND MITRA MEDIKA DI JALAN S.PARMAN MEDAN Jonathan Gopas Sinaga; Nelly Arta Sari Siallagan; Suhairiani Suhairiani
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 6, No 1 (2020): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v6i1.53685

Abstract

ondasi adalah struktur yang digunakan untuk menumpu kolom dan dinding danmemindahkan beban ke lapisan tanah. Diantara beberapa tipe pondasi beton bertulang yangbiasa digunakan adalah jenis pondasi dinding, pondasi kolom tunggal atau pondasi setempat,pondasi gabungan, pondasi rakit atau mat atau terapung, pondasi strap, dan kepala tiang/PileCap. Pile cap digunakan untuk mengikat tiang pancang yang sudah terpasang. Perencaaandimensi pile cap dapat berbeda-beda tergantung dari jumlah tiang yang tertanam. Fungsi daripile cap adalah untuk menerima beban dari kolom yang kemudian akan terus disebarkan ketiang pancang. Dalam pekerjaan pile cap harus diperhatikan mulai dari pekerjaan awal pilecap seperti penggalian tanah hingga pile cap yang telah di cor sampai perawatannya. Betonadalah campuran semen, agregat, air dan bahan tambah dengan takaran yang tepat dandiciptakan dengan bahan-bahan pilihan, berkualitas dan lulus uji kelayakan untuk keperluanpengecoran. Dalam hal ini, penulis melakukan penelitian terhadap teknik pelaksanaanpekerjaan pile cap pada pondasi gedung rumah sakit Grand Mitra Medika di Jalan S. ParmanMedan.
DETERMINAN KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN SMK NEGERI 2 SUKOHARJO Nida Nur Afifah, A. G. Tamrin, Aryanti Nurhidayati
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 6, No 2 (2020): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v6i2.53674

Abstract

Kesiapankerjaadalahketerampilan,pengetahuandansikapyangakan memungkinkanuntukmembantululusanbaruagardapatberkontribusisecara produktifditempatindividutersebutbekerja.Kesiapankerjadipengaruhioleh banyakfaktor,olehkarenaituperludiadakananalisisuntukmengetahuifaktor dominanyangmempengaruhikesiapankerjasiswa.Populasiyangdigunakan adalahkelasXII kompetensikeahlianDesainPemodelandanInformasiBangunan SMKNegeri2Sukoharjo.Sampelyangdigunakansebanyak52siswayang dihitungmenggunakanrumusSlovindengantarafkesalahan10%.Pengambilan sampel menggunakanteknikproportionalrandomsampling.Metodeyang digunakanadalahmetodekuantitatifdeskriptifdengananalisisdatadeskriptif persentase.Pengumpulandatadilakukandenganangketataukuesionerdan dokumentasidilapangan.Darianalisisdatadidapatkanhasilsebagaiberikut:(1) terdapat7faktoryangmenentukankesiapankerjasiswayaitufaktordasaratau bawaan,faktorkemampuan,faktorcitradiri,faktorakademis,faktorperilaku, faktorcita-citadanpotensidiri,danfaktorpendukungataueksternal;(2)faktor dominanataufaktoryangsangatmenentukankesiapankerjasiswaadalahfaktor dasarataubawaansebesar 83,9% danfaktor kemampuan sebesar 81,7%.
PERILAKU KEGAGALAN GESER PADA BALOK LAMINASI JABON-BAMBU Kundari Rahmawati; Ernawati Sri Sunarsih; roemintoyo roemintoyo
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 6, No 1 (2020): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v6i1.58119

Abstract

The development of engineering timber technology such as laminated veneer lumber, cross-laminated timber, and others proposes to satisfy the timber demand deficit in terms of both strength and material dimensions. In addition to being green and sustainable, timber has a higher mass strength ratio than concrete or steel materials. Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) is fast-growing species of timber produced by community plantations commonly used for furniture. Jabon timber including classified as strength timber IV causes this type of timber is not used as a structural element. To increase the strength of Jabon wood, researchers assembled the timber with Petung bamboo  (Dendrocalamus asper) which mechanically has a better toughness. This is what underlies the researchers made an innovation to make the timber laminated beam of bamboo-Jabon. The purpose of this research was to determine the mechanical behavior of bamboo-Jabon lamination due to shear failure. The method used in this study is experimental. The dimensions of the beam in this research are 60 x 120 mm with a length of 900 mm, a static bending test is performed. There are three variations in this research, namely variations in the thickness of timber slabs 10 mm, 15 mm, 20 mm, and bamboo thickness of 5 mm. The results of this research show that the shear stress of the laminated beam experimental results of jabon-bamboo is 1.9 times, 1.67 times, 1.71 times greater compared to the analysis of sequential appearance transformations for the thickness variation of 10 mm, 15 mm, and 20 mm. When compared with the analysis using SNI 7973:2013, the jabon-bamboo laminate beam has a greater shear stress value of 1.89 times, 1.45 times, and 1.31 times respectively for variations in the thickness of the blade of jabon timber 10 mm, 15 mm, and 20 mm.
PENGARUH TUNDAAN KENDARAAN DAN PANJANG ANTRIAN TERHADAP KADAR EMISI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) KENDARAAN Uni Aidita; Eko Supri Murtiono; Aryanti Nurhidayati
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 7, No 1 (2021): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v7i1.60726

Abstract

Abstrak: Permasalahan  yang sering terjadi di zona simpang stagger jalan raya adalah kendaraan harus berhenti di zona stagger berturut-turut karena sinyal merah sebelum masuk ke zona berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh: (1) tundaan kendaraan terhadap kadar emisi gas karbon monoksida (CO) kendaraan; (2) panjang antrian terhadap kadar emisi gas karbon monoksida (CO) kendaraan; serta (3) pengeluaran kadar emisi gas karbon monoksida (CO) kendaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan survey di lapangan untuk mendapatkan data volume kendaraan, perhitungan tundaan kendaraan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997), pengeluaran emisi gas karbon monoksida (CO) kendaraan berdasarkan metode LAPI ITB (1996). Hasil penelitian ini adalah: (1) Tundaan kendaraan tidak berpengaruh terhadap pengeluaran kadar emisi gas karbon monoksida (CO) kendaraan dengan tundaan tertinggi di jalan Slamet Riyadi sebesar sebesar 96,67 meter dan kadar emisi karbon monoksida sebesar 12675 µg/Nm³. (2) Panjang antrian berpengaruh terhadap pengeluaran kadar emisi gas karbon monoksida (CO) kendaraan dengan panjang antrian tertinggi terjadi di jalan Slamet Riyadi sebesar 65.42 det/smp, konsumsi bahan bakar sebesar 13,73 liter, kadar gas karbon monoksida sebesar 12675 µg/Nm³. (3). Pengeluaran kadar emisi gas karbon monoksida (CO) kendaraan, di masing-masing jalan masih memenuhi standar kualitas udara yang diizinkan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999, yang dimana tidak melebihi 30.000 µg/Nm³.Abstract: The problem with stagger intersections that often occurs is that the vehicle must stop in the stagger zone in a row due to a red signal before entering the next road arm.This study aims to determine the influence of: (1) vehicle delay to vehicle carbon monoxide (CO) emissions levels; (2) vehicle queue length to vehicle carbon monoxide (CO) emissions levels; as well as (3) Release of carbon monoxide (CO) emission levels for vehicles. Quantitative descriptive by field study design is used for the research method. The data gathered by doing field surveys on vehicle volume, calculating the vehicle delay using Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997), and calculating fuel Consumption and production of vehicle carbon monoxide (CO) gas emissions using the LAPI ITB method (1996). The results of this study indicate: (1) ) vehicle delay affects the production of vehicle carbon monoxide (CO) emissions levels with the highest volume of the vehicle on Slamet Riyadi road at 1267.20 pcs/hour and carbon monoxide emissions levels at 12675 µg/Nm³; (2) vehicle queue length affects vehicle carbon monoxide (CO) emissions levels with the highest delay occur on Slamet Riyadi road at 65.42 sec/pcs, 13.73 liters fuel consumption, and carbon monoxide gas levels are at 12675 µg/Nm³; (3) The release of vehicle carbon monoxide (CO) emission levels on each road still meets the air quality standards permitted under Government Regulation No. 41 of 1999, which does not exceed 30,000 µg / Nm³.
SUBSTITUSI FLY ASH DAN LIMBAH KACA PADA KOLOM MODULAR BETON PRAPABRIKASI YANG EKONOMIS Muhammad Nur Alifi; Chundakus Habsya; Rima Sri Agustin
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 7, No 1 (2021): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v7i1.60714

Abstract

Abstrak: Percepatan pembangunan daerah perkotaan memerlukan inovasi komponen bangunan yang ramah lingkungan. Menciptakan bangunan yang ramah lingkungan dilakukan dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan pengganti sebagian dari material beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan variasi limbah kaca dan 10% fly ash yang mampu menghasilkan produk komponen bangunan ramah lingkungan dan menjadi alternatif komponen bangunan yang ekonomis. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif. Pembuatan kolom praktis dilakukan dengan prapabrikasi segmen kolom. Hasil pengujian dievaluasi berdasarkan pengaruh variasi limbah kaca terhadap daya serap air segmen kolom praktis modular dan kuat tekan aksial kolom praktis modular beton. Hasil eksperimen menunjukkan substitusi fraksi limbah kaca dan 10 % fly ash dapat menurunkan daya serap air pada segmen dan meningkatkan kuat tekan aksial pada kolom praktis modular beton. Nilai daya serap air minimal sebesar 10,826% tercapai pada komposisi kaca 15%. Kuat tekan aksial maksimal kolom praktis modular beton pada umur 28 hari sebesar 8,98 MPa dengan variasi limbah kaca 10%. Prapabrikasi kolom praktis modular beton menghemat biaya pembuatan hingga 47% dibandingkan menggunakan kolom praktis konvensional.Abstract: Accelerating urban development requires environmentally friendly building component innovations. Creating environmentally friendly buildings is done by utilizing waste as a substitute for some of the concrete material. This study aims to determine the use of glass waste and  fly ash to produce environmentally friendly building components and become an alternative in creating an economical building component. This research applies quantitative methods. Column manufacturing was done by prefabricated column segments. The test results are evaluated based on the effect of variations in glass waste on the water absorption capacity of the practical modular column segment and the axial compressive strength of the concrete modular practical column. The experimental results show that glass fraction substitution and 10% fly ash can reduce water absorption in the segment and increase the axial compressive strength of practical concrete modular columns. The minimal water absorption value of 10,826% was achieved at the glass composition of 15% and the maximum axial compressive strength of practical concrete modular columns at 28 days was 8,98 MPa at a composition of 10% variations glass waste. Prefabricated concrete modular columns save up to 47% manufacturing costs compared to conventional columns.
PEMANFAATAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN PADA SEGMEN KOLOM STRUKTUR MODULAR BETON RAMAH LINGKUNGAN Imasruroh Janah; Chundakus Habsya; Rima Sri Agustin
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 7, No 1 (2021): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v7i1.60715

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh fly ash sebagai substitusi parsial semen dengan variasi 10%, 15%, dan 20% terhadap: 1) penyerapan air segmen kolom struktur modular; 2) kuat tekan segmen kolom struktur modular; 3) kriteria beton ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan melakukan uji penyerapan air dan uji kuat tekan segmen kolom struktur modular yang mengacu pada SNI dengan perawatan selama 28 hari. Komposisi bahan yang digunakan untuk setiap segmen yaitu 3,273 kg PC:8,75 kg PS:9,477 Kr dan FAS 0,55. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penambahan fly ash sebagai substitusi parsial semen berpengaruh pada penyerapan air segmen kolom struktur modular beton dan diperoleh penyerapan air minimal pada variasi fly ash 15% yaitu sebesar 5,523%; 2) penambahan fly ash sebagai substitusi parsial semen berpengaruh pada kuat tekan maksimal segmen kolom struktur modular beton dan kuat tekan maksimal didapatkan pada variasi fly ash 15% yaitu sebesar 168,80 kgf/cm2; 3) fly ash sebagai substitusi parsial semen pada kolom struktur modular masuk kategori ramah lingkungan dan dapat mengurangi semen sebanyak 49,09 kg/m3 serta mereduksi gas CO2 sebanyak 15%.Abstract: This study aims to analyze the effect of fly ash as a partial cement substitution with variations of 10%, 15%, and 20% toward 1) water absorption in the column segment of the modular structure; 2) the compressive strength in the column segment of the modular structure; 3) concrete environmentally friendly criteria. This research was experimental research by testing the water absorption segment of the modular structure column and the compressive strength test of the modular structure column with 28 days of treatment. The composition of the material used for each segment was 3,273 kg Portland Cement: 8,75 kg Sand:9,477 Coarse Aggregate and 0,55 of Water Cement Ratio. This study confirms that: 1) fly ash as a partial cement substitution effect on water absorption of the modular structural column segment with minimal water absorption at 15% fly ash, which is 5,523%; 2) the maximum compressive strength of the modular structural column segment is 168.80 kg/cm2 at 15% fly ash; 3) fly ash as a partial substitution of cement produces environmentally friendly structural columns and can reduce cement use by 49.09 kg/m3 and reduce CO2 gas by 15%.
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI LIMBAH KACA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA SEGMEN KOLOM PRAKTIS MODULAR RAMAH LINGKUNGAN Nafilah Khoiriyah; Chundakus Habsya; Rima Sri Agustin
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 7, No 1 (2021): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijcee.v7i1.60708

Abstract

Abstrak  : Material berbentuk segmen kolom praktis modular merupakan salah satu solusi untuk pembuatan kolom praktis bangunan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: (1) pengaruh penggantian limbah kaca dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap berat isi segmen kolom praktis modular; 2) pengaruh penggantian limbah kacadengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap kuat tekan segmen kolom praktis modular; 3) pengaruh penggantian limbah kacadengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% terhadap kriteria ramah lingkungan. Penelitian  kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen. Standar uji berat isi segmen kolom praktis modular mengacu pada SNI 1973:2008 dan standar kuat tekan segmen kolom praktis modular mengacu pada SNI 03-0349-1989. Perawatan benda uji selama 28 hari. Variasi penggantian limbah kaca adalah 0%, 5%, 10%, dan 15%. Sampel segmen kolom praktis modular berdimensi 150 mm x 150 mm tinggi 150 mm untuk uji berat isi sebanyak 12 sampel dan uji kuat tekan sebanyak 12 sampel. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penggantian limbah kaca berpengaruh terhadap berat isi segmen kolom praktis modular, semakin besar penambahan variasi limbah kaca mengakibatkan penurunan berat isi, dengan nilai terendah sebesar 1900,423 kg/m3 pada variasi 15%; 2) penggantian limbah kacaberpengaruh terhadap kuat tekan segmen kolom praktis modular, kuat tekan maksimal pada persentase 10% sebesar 74,700 kgf/cm2; 3) pengaruh penggantian limbah kacadengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% berpengaruh terhadap kriteria ramah lingkungan sesuai dengan aspek penilaian sumber dan siklus material (Material Resource and Cycle-MRC) pada perangkat greenship bangunan baru versi 1.2 dari Green Building Council Indonesia pengantian limbah kaca penelitian ini mencapai 15% atau 236,3 kg/m3 terhadap agregat halus. Abstract : Practical modular column segment-shaped material is one solution for the manufacture of practical columns of buildings. The purposes of this research are to analyze the effect of substitution of waste glass with variation 0%, 5%, 10%, 15% toward (1) the density of modular practical column segment; (2) the compressive strength; (3) the suitability with criteria of environmentally friendly. The experimental quantitative research has been conducted with standard density test for modular practical column segment based on SNI 1973:2008 and standard compression strength test for modular practical columns segment based on SNI 03-0349-1989. Curing of the test object was carried out for 28 days. The samples of practical modular column segment were in the dimension of 150 mm x 150 mm x 150 mm totaling 24 samples. This research resulted: 1) the substitution of the waste glass has an effect on the density, the greater the addition of variations in waste glass resulting in a decrease in density, with the lowest is 1900,423 kg/m3 in 15% waste glass substitution; 2) the substitution of the waste glass has an effect to the compressive strength, with maximum compressive strength found in 10% waste glass substitution with a compressive strength of 74,700 kgf/cm2; 3) the substitution of waste glass with variations of 5%, 10%, and 15% has an effect on the criteria for environmentally friendly with the assessment aspects of Material Resource and Cycle (MRC) on the greenship device for new buildings version 1.2 of Green Building Council Indonesia then waste glass substitution in this research are 15% or 236.3 kg/m3 of fine aggregate.