cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education
ISSN : -     EISSN : 25982931     DOI : -
The Indonesian Journal of Civil Engineering Education (IJCEE) is a scientific journal promoting the study of, and interest in, civil engineering education. It is a national journal published by the Civil Engineering Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN MODEL KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU BAHAN BANGUNAN KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 4 SUKOHARJO Khoerun Nisa; AG Thamrin; Rima Sri Agustin
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 4, No 1 (2018): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.093 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v4i1.22554

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah kognitif antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan model Konvensional; (2) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah afektif antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan model Konvensional; (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah psikomotorik antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan model Konvensional pada mata pelajaran Ilmu Bahan Bangunan kelas X TGB di SMK Negeri 4 Sukoharjo. Penelitian ini termasuk jenis kuantitatif eksprimen, model penelitian yang digunakan model penelitian semu (Quasi Experimental research). Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMK Negeri 4. Teknik pengambilan sampel yang digunakan nonprobability sampling dengan model Purposive Sampling. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X TGB B sebagai kelas eksperimen (Jigsaw) dengan jumlah siswa 35 dan kelas X TGB C sebagai kelas kontrol (Konvensional) dengan jumlah siswa 35. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes dan observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan hasil belajar ranah kognitif antara menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dengan model pembelajaran Konvensional(0.036 < 0,05). Kedua, tidak ada perbedaan hasil belajar ranah afektif antara menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dengan model pembelajaran Konvensional(0.270 > 0.05). Ketiga, ada perbedaan hasil belajar ranah psikomotorik antara menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dengan model pembelajaran Konvensional(0.002 < 0.05).
PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH TERAK SEBAGAI BAHAN PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TARIK. Siti Nur Slaraswati; Anis Rahmawati; Ida Nugroho Saputro
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 2, No 2 (2016): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.884 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v2i2.22776

Abstract

ujuan  penelitian ini adalah,  (1)  mengetahui  pengaruh  terak  sebagai pengganti pasir dengan variasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terhadap kuat tarik beton dengan metode perbandingan 1:2:3, (2) mengetahui apakah berat jenis beton  yang  dihasilkan  masuk  dalam  kategori  berat  jenis  beton  normal,  (3)mengetahui besar kuat tarik optimal beton yang dihasilkan dari penggantian terak sebagai pasir dengan variasi  0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% dengan metode perbandingan  1:2:3. Penelitian  ini  menggunakan  metode  kuantitatif korelasional. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah (1) variabel terikat: kuat tarik, (2) variabel bebas: persentase terak sebagai pengganti agregat halus dengan variasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100% dari volume beton dengan perbandingan 1:2:3. Berdasarkan  hasil  penelitian  disimpulkan  bahwa,  (1) tidak  ada  pengaruh antara variasi penggantian terak sebagai agregat halus terhadap kuat tarik beton atau penggantian  terak  sebagai  agregat  halus  tidak  berpengaruh  secara  signifikan terhadap kuat tarik beton, (2) hasil pengujian berat jenis beton menunjukan variasi penggantian  terak  0%,  20%,  40%,  60%,  80%,  100%  telah  mencapai  berat  jenis beton normal yaitu 2200 kg/m3 – 2500 kg/m3. (SNI 03-2834-2000), (3) persentase terak optimal sebagai pengganti agregat halus yang menghasilkan kuat tarik beton maksimal terdapat pada persentase penggantian terak 80% yaitu sebesar 5,700 MPa.
COMPARISON OF DISCOVERY LEARNING TEACHING MODEL AND STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) ON COGNITIVE ACHIEVEMENT ABOUT SCIENCE OF BUILDING THE TENTH YEAR STUDENTS SMK NEGERI 1 KENDAL Fajar Purnandita; Agus Efendi; Budi Siswanto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 2, No 1 (2016): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.307 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v3i3.14776

Abstract

width: 0px; "> </The goals of this research to examines the differences, to examines the influences and to determine the effectiveness of the using of Discovery Learning Teaching Model and Student Team Achievement Division (STAD) in increasing students’ cognitive achievement. This research includes to comparative/experimental research. The research populations are the tenth year students TGB of SMK Negeri1 Kendal. There were 54 students divided into two groups, each of them consist of 27 students, they are the TGB A group and the TGB B group that use. The techniques of collecting data are test, observation and documentation. Instruments of validity use validity test, reliability test, level of difficulty and distinctive. The analyzing of pretest with normality test that uses Shapiro-Wilk Test, balancing test uses T test, the homogeneity test uses F test. The technique of the analyzing data uses hypothesis test with ANOVA using SPSS. The result showed that: 1) There were difference about learning achievement using of Discovery Learning teaching model and Student Team Achievement Division (STAD) (Fscore(9.415)›Ftable(4,03) and Sig. (0.003)‹ α(0.005)), 2) There were difference using of Discovery Learning teaching model and Student Team Achievement Division (STAD) to wards students cognitive achievement (Sig. (0.00) ‹ α (0.005) and F(0.05,1,104) (14,386) › Ftable (3.93)), 3) STAD teaching model were more effective in increasing students cognitive achievement that can be seen from the average score of students cognitive achievement about science of building (Mean STAD = 60.59 › Mean DL = 54.20). .Keywords: Teaching Model
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) TIPE EXAMPLES NONEXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN SISWA KELAS XI TGB DI SMK NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Subeqi Nur Hikmah; Anis Rahmawati; Abdul Haris Setiawan
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 1, No 2 (2015): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.799 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v2i2.17938

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui penerapan model pembelajaran Kontekstual tipe Examples Non-Examples dalam meningkatkan hasil belajar (2) Mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Kontekstual tipe ExamplesNon-Examples. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual tipe Examples Non- Examples. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, Subyek penelitian adalah siswa kelas XI TGB SMK Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Triangulasi data digunakan untuk menjaga validasi data, sedangkan untuk teknik analisis data digunakan teknik analisis interaktif. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Penerapan model pembelajaran Kontekstual tipe Examples Non-Examples dapat meningkatkan hasil belajar. (2) Adanya peningkatan efektivitas penerapan model pembelajaran Kontekstual tipe Examples Non-Examples.Kata Kunci: Kontekstual
PERANCANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR BANGUNAN GEDUNG Eva Yulianingsih; Chundakus Habsya; Budi Siswanto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 3, No 2 (2017): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.481 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v1i2.18226

Abstract

Interior bangunan gedung merupakan pelajaran yang menarik namun tidak mudah untuk dikuasai. Oleh karena itu perlu dilakukan peracangan multimedia pembelajaran yang mampu menjelaskan materi secara lebih jelas dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur perancangan multimedia interaktif sebagai suplemen bahan ajar mata pelajaran gambar interior bangunan gedung. Penelitian diharapkan menghasilkan multimedia interaktif yang layak untuk digunakan sebagai suplemen bahan ajar mata pelajaran gambar interior bangunan gedung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan. Perancangan multimedia interaktif dilakukan dengan beberapa tahap antara lain: tahap pertama yaitu pendahuluan dengan melakukan analisis kebutuhan isi dan analisis kebutuhan perangkat, tahap kedua yaitu perancangan yang terdiri dari perancangan desain media, pembuatan multimedia interaktif, validasi tim ahli, dan uji coba produk, tahap ketiga yaitu evaluasi dengan penyempurnaan produk untuk menghasilkan model final multimedia interaktif. Subjek uji coba produk multimedia interaktif ini yaitu siswa SMK Negeri 2 Sukoharjo kelas XI. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskripkif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dirancang mempunyai kriteria baik sehingga multimedia interaktif sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil penilaian pada uji coba kelompok kecil memiliki presentase sebesar 80,6% termasuk dalam kategori sangat layak. Penilaian dari uji coba kelompok besar memiliki presentase 81,2% termasuk dalam kategori sangat layak.Kata kunci : Interior, Multimedia Interaktif, Perancangan Media Pembelajaran
PENGARUH VARIASI LEBAR BILAH BAMBU SUSUNAN HORIZONTAL TERHADAP PERILAKU MEKANIKA BALOK BAMBU LAMINASI YANG MENGALAMI KERUNTUHAN LENTUR Heru Aji Pradana; Ernawati Sri Sunarsih; Abdul Haris Setyawan
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 5, No 1 (2019): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.742 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v5i1.34600

Abstract

ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisika dan mekanika bambupetung, yaitu kadar air, kerapatan, kuat tarik sejajar serat, kuat tekan sejajar serat, kuattekan tegak lurus serat, kuat lentur, kuat geser dan modulus elastisitas, mengetahuipengaruh variasi lebar bilah bambu yang disusun horizontal terhadap MOR dan MOE, danmengetahui nilai MOR dan MOE yang dihasilkan jika dibandingkan dengan kelas kuatkayu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif ekperimen dan teknik analisa datamenggunakan analisis Regresi linier sederhana. Pengambilan sampel dilakukan dengansampling jenuh yaitu sebanyak 9 sampel,masing-masing variasi terdiri dari 3 sampel. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa, hasil uji sifat fisika dan mekanika bambu petung sesuaidengan sifat fisika dan mekanika yang terdapat pada kayu kelas kuat II. Kuat lentur baloklaminasi susunan bilah horizontal dengan variasi lebar bilah 10 mm, 15 mm dan 20 mmberpengaruh signifikan terhadap nilai MOR yang dihasilkan. Semakin besar lebar bilahbambu yang digunakan maka semakin besar nilai MOR yang didapatkan. Namun tidakberpengaruh signifikan terhadap nilai MOE yang dihasilkan. Nilai MOR dan MOE ratarata balok bambu laminasi susunan horizontal termasuk kelas kuat kayu I.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG KELAS XI TGB SMK GANESHA TAMA BOYOLALI TAHUN AJARAN 2017/2018 Euis Lailatul Fauziah; Ernawati Sri Sunarsih; Budi Siswanto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 5, No 1 (2019): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.542 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v5i1.34594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan keaktifanbelajar siswa pada mata pelajaran Gambar Interior Dan Eksterior BangunanGedung. (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaranGambar Interior Dan Eksterior Bangunan Gedung. Penelitian ini merupakanpenelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran ProjectBased Learning pada kelas XI TGB SMK Ganesha Tama Boyolali. Data penelitianini diperoleh dari observasi, wawancara, dan tes evaluasi. Penelitian inimenggunakan analisis data secara statistik deskriptif untuk menilai hasilpembelajaran yang kemudian ditarik kesimpulan sebagai akhir proses penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran ProjectBased Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dari setiap siklus, yaitudengan persentase sebesar 9,09% pada pra siklus menjadi 27,27% pada siklus I, dankemudian kembali meningkat menjadi 63,63% pada siklus II (2) Penerapan modelpembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa padaranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor yaitu dilihat pada peningkatan hasil nilaisiswa dari tahap pra siklus, siklus I, dan Siklus II. Persentase pada ranah Kognitifyaitu dari 9,09% pada tahap Prasiklus menjadi sebesar 59,1% pada Siklus I, dankemudian kembali meningkat menjadi 72,73% pada Siklus II. Pada ranah Afektifdengan kriteria lebih dari sama dengan (≥) baik yaitu dari 9,09% pada Prasiklusmenjadi 27,27% pada Siklus I, dan kemudian kembali meningkat menjadi 63,64%pada Siklus II. Sedangkan pada ranah Psikomotor dengan kriteria lebih dari samadengan (≥) baik yaitu dari 9,09% pada Prasiklus menjadi sebesar 22,73% padaSiklus I, dan kemudian kembali meningkat menjadi 81,82% pada Siklus II.
STUDI KESESUAIAN RUANG BENGKEL KERJA KAYU PROGRAM KEAHLIAN KONSTRUKSI KAYU BERDASARKAN PERMENDIKNAS NOMOR 40 TAHUN 2008 DI SMK N 5 SURAKARTA Kurnia Aprilliany; Roemintoyo Roemintoyo; Sukatiman sukatiman
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 5, No 1 (2019): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.641 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v5i1.34686

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian ukuran luas bengkelkerja kayu berdasarkan Permendiknas No. 40 Tahun 2008, meninjau tata letak peralatandan perabotan di ruang bengkel kerja kayu mesin terkait dengan alur kerja praktik yangsistematis, dan mengetahui kenyamanan pengguna dengan desain ruang bengkel kerjakayu yang ada. Hal ini diharapkan dapat mendukung pengembangan ruang bengkel kerjakayu agar memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Penelitian ini merupakan jenispenelitian kualitatif. Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder, denganteknik pengambilan sampel berupa snowball sampling. Sedangkan metode pengumpulandata dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis datamenggunakan model analisis interaktif dengan tahapan: pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah(1) Luas bengkel kerja kayu belum memenuhi standar Permendiknas No.40 Tahun 2008,karena jumlah peserta didik yang menggunakan ruang bengkel kayu melebihi kapasitasyang tercantum; (2) Tata letak peralatan dan perabotan di ruang bengkel kerja kayu belumsesuai dengan alur kerja praktik, dikarenakan terdapat kegiatan yang dilakukan diluarruang bengkel sehingga membuat pekerjaan seperti sudah sesuai dengan alur kerja praktikkayu; (3) Desain ruang dan tata letak peralatan/perabotan belum memberikan kenyamananbagi penggunanya, dan dalam aspek ketinggian meja kerja pada mesin sudah dirasanyaman.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN DENGAN MODEL TUTOR SEBAYA (PEER TUTORING) PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK DI SMK N 5 SURAKARTA Qusnul Angga Rosita; A G Thamrin; Chundakus Habsya
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 1, No 1 (2015): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.245 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v1i1.16914

Abstract

The purpose of this study was to determine: (1) Improving student learning outcomes in subjects Engineering Drawing by using Peer Tutoring learning model in class X Civil Engineering Program in SMK N 5 Surakarta. (2) The effectiveness of the application of the Peer Tutoring learning model in subjects Engineering Drawing in class X Civil Engineering Program SMK N 5 Surakarta. This study is a classroom action research conducted in class X Civil Engineering Program in SMK N 5 Surakarta with 31 students. This study was conducted in two cycles. Each cycle consists of a phase of implementation, observation and reflection. The instrument used in this study consisted of a test of learning outcomes and assessment sheets of observation. Test the data validity by using member check and analyze data by using interactive analysis, which consists of: data reduction, data presentation, drawing conclusions or verification. The results research with Peer Tutoring model indicate improvement of cognitive is 15.49%; psychomotor domains is 20.26%; affective is 20%; and effectiveness of learning increased up to 8.52%. Key word :  Peer Tutoring, Learning outcomes, and Effectiveness
PERBANDINGAN CAPAIAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA 4 (EMPAT) KATEGORI MATA PELAJARAN PRODUKTIF Toni Hartanto; Roemin toyo; Anis Rahmawati
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 4, No 1 (2018): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.047 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v4i1.22542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan capaian hasil belajar ranah kognitif siswa pada penerapan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada kategori mata pelajaran hitungan (mekanika teknik), kategori mata pelajaran teori (konstruksi bangunan), praktek (ukur tanah)dan gambar (gambar teknik) dan mengetahui capaian hasil belajar kognitif siswa yang paling tinggi pada penerapan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining diantara empat kategori mata pelajaran produktif di SMK teknik bangunan. Penelitian ini termasuk jenis kuantitatif yang digunakan untuk rancangan penelitian metode komparatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X Teknik Gambar Bangunan SMK tahun pelajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling(Pengambilan sampel dengan sengaja), kelas X TGB B dipilih sebagai sampel. Teknik pengumpulan data digunakan tes dan dokumen sekolah. Uji hipotesis yang digunakan analisis variansi (anava). Kesimpulan dalam penelitian ini setelah dilakukan uji anava menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tinggi pada capaian hasil belajar kognitif siswa pada penerapan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada kategori mata pelajaran hitungan (Mekanika Teknik), kategori mata pelajaran teori (Konstruksi Bangunan), praktek (Ukur Tanah) dan gambar (Gambar Teknik). Dapat diketahui juga pada kategori mata pelajaran produktif yang mendapat hasil belajar kognitif siswa yang paling baik pada penerapan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining yaitu pada kategori mata pelajaran hitungan (Mekanika Teknik) dengan melihat selisih capaian hasil belajar kognitif siswa saat pre-test dan post-test.

Page 6 of 18 | Total Record : 176