cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PENGARUH SUHU TERHADAP KELARUTAN DAN VISKOSITAS PADA GULA PASIR Sanni Indri Astuti; Puji Lestari; Tri Aprianingsih; Titi Zaidaturrohmah Sumardani; Gilar Cesear Wicaksana; Alfiyatun Sholiah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i1.52179

Abstract

Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan. Fluida disebut juga sebagai zat alir. Jika dalam keadaan tidak mengalir, zat cair dan gas disebut dengan fluida statis. Salah satu contoh dari fluida statis adalah viskositas. Pengaruh suhu terhadap viskositas larutan gula yaitu apabila suhu naik maka viskositas akan turun dan berlaku untuk sebaliknya. Hubungan suhu terhadap viskositas adalah berbanding terbalik. Kelarutan adalah jumlah maksimum zat terlarut yang dapat larut dalam pelarut. pengaruh suhu terhadap kelarutan gula yaitu semakin tinggi suhu maka kelarutan suatu zat padat dalam cairan atau larutan akan semakin besar. Hubungan suhu terhadap kelarutan yaitu berbanding lurus.Fluids are substances that can flow and provide little resistance to deformation when pressed. Fluids are also known as flowing substances. If in a non-flowing state, liquids and gases are called static fluids. One example of a static fluid is viscosity. The effect of temperature on the viscosity of the sugar solution is that if the temperature rises, the viscosity will decrease and vice versa. The relationship between temperature and viscosity is inversely related. Solubility is the maximum amount of solute that can dissolve in a solvent. The effect of temperature on the solubility of sugar is that the higher the temperature, the greater the solubility of a solid in a liquid or solution. The relationship between temperature and solubility is directly proportional.
STUDI LITERATUR PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN E-MODUL FISIKA Ayu Putri Rusmulyanti; Jhelang Annovasho; Mardaya Mardaya
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i2.63583

Abstract

Analisis kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media pembelajaran e-modul fisika terhadap pembelajaran fisika selama 10 tahun terakhir pada pembelajaran fisika SMP dan SMA. Proses penulisan makalah ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data untuk studi literatur jurnal nasional. Dalam pembelajaran fisika menggunakan media pembelajaran berupa E-modul dengan materi fisika SMP dan SMA 10 tahun terakhir. Hasil kegiatan penelitian ini menyatakan bahwa penerapan media pembelajaran Emodule dalam pembelajaran fisika mampu meningkatkan hasil belajar, meningkatkan motivasi dan minat belajar, keterampilan pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis. Dapat disimpulkan pengaruh media pembelajaran E-module sebagai alternatif Pembelajaran Fisika.The analysis of this activity aims to examine the influence of physics e-module learning media on physics learning during the last 10 years in junior and senior high school physics learning. The process of writing this paper uses a qualitative approach and data collection methods for national journal literature studies. In physics learning using learning media in the form of E-modules with junior high and high school physics material for the last 10 years. The results of this research activity stated that the application of the Emodule learning media in physics learning was able to improve learning outcomes, increase motivation and interest in learning, problem solving skills, and critical thinking skills. It can be concluded that the effect of E-module learning media as an alternative to Physics Learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN IPA SMP Gilar Cesear Wicaksana; Sabila Khoirina; Qonita Amelia Salsabila; Riva Ismawati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i2.57111

Abstract

Permasalahan dalam pembelajaran IPA adalah rendahnya hasil belajar IPA. Beberapa faktor yang memengaruhi hasil belajar yakni seperti faktor internal serta faktor eksternal. Agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan guru dituntut harus dapat menerapkan suatu pendekatan, model, metode, strategi, dan media pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran. Penerapan model pembelajaran inkuiri ini bertujuan agar siswa mampu berfikir kritis dan juga analitis dalam menyelesaikan masalah yang ada. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan proses sains siswa SMP, yang mana mencakup pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan metakognisi IPA, dan keterampilan berfikir kritis. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini yakni studi literatur. Data diperoleh dari hasil kompilasi, analisis, dan disimpulkan. Studi literatur ini dilakukan dengan mencari sumber referensi penelitian yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk menyelesaikan persoalan mengenai penerapan model pembelajaran inkuiri.The problem in learning science is the low learning outcomes of science. Several factors that influence learning outcomes, such as internal factors and external factors. In order for these problems to be resolved, teachers are required to be able to apply an approach, model, method, strategy, and learning media that will be used in learning. The application of this inquiry learning model aims to enable students to think critically and analytically in solving existing problems. This study was conducted with the aim of knowing whether there is an influence of the inquiry learning model on the science process skills of junior high school students, which includes the influence of the inquiry learning model on science metacognition and critical thinking skills. The method used in the implementation of this research is literature study. Data obtained from the results of compilation, analysis, and conclusion. This literature study was conducted by looking for research reference sources that can be used as a reference to solve problems regarding the application of the inquiry learning model.
KAJIAN PROBLEMATIKA DAN STANDARISASI ASISTEN LABORATORIUM DI PERGURUAN TINGGI Hikmah Fatimah; Dimas Fahrudin; Emy Shofiah Setyowati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i1.55964

Abstract

Perbedaan manajemen asisten dosen laboratorium pada berbagai jensi laboratorium disebabkan oleh adanya perbedaan kebijakan setiap kepala laboratorium. Untuk itu, dilakukan kajian mengenai problematika dan standarisasi asisten laboratorium di perguruan tinggi, utamanya prodi pendidikan sains pada jenjang sarjana. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis input, proses dan output dalam Perguruan Tinggi.  Data kualitatif diperoleh melalui kegiatan wawancara kepada asisten dosen di beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jember dan Universitas Sebelas Maret. Wawancara berisi pertanyaan terkait proses perekrutan, kegiatan dalam laboratorium saat praktikum dan setelah praktikum serta reward yang didapatkan setelah menjadi asisten dosen laboratorium. Hasil yang diperoleh bahwa manajemen laboratorium mengenai asisten laboratorium dilapangan menemui beberapa permasalahan seperti tidak ada standarisasi terkait syarat/kualifikasi perekrutan asisten laboratorium, tidak ada honorarium, dan mahasiswa tidak mendapat sertifikasi setelah selesai melaksanakan tugas. Selain itu, belum terdapat standarisasi manajemen asisten dosen laboratorium dalam skala nasional.Differences in the management of laboratory teaching assistants in various types of laboratories are caused by differences in the policies of each laboratory head. For this reason, a study was conducted on the problems and standardization of laboratory assistants in tertiary institutions, especially science education study programs at the undergraduate level. The research was conducted using a qualitative descriptive approach to analyze input, process and output in Higher Education. Qualitative data were obtained through interviews with teaching assistants at several universities such as Malang State University, Jember State University and Sebelas Maret University. The interview contains questions related to the recruitment process, activities in the laboratory during the practicum and after the practicum and rewards obtained after becoming a laboratory assistant lecturer. The results obtained were that laboratory management regarding laboratory assistants in the field encountered several problems such as there was no standardization regarding the requirements/qualifications for recruiting laboratory assistants, no honorarium, and students did not receive certification after completing assignments. In addition, there is no standardization of laboratory assistant management on a national scale.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VII PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA Jesika Rizki Octavia; Sri Widoretno; Supurwoko Supurwoko
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.66771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komponen motivasi belajar dan komponen keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian ex-post facto dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pabelan yang berjumlah 180 siswa. Sampel penelitian berjumlah 124 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling menggunakan rumus menurut Slovin dengan tingkat kesalahan atau tingkat kesalahan yang ditoleransi 5% atau 0,05. Instrumen penelitian berupa angket persepsi siswa terhadap motivasi belajar dan soal essay berpikir kritis yang divalidasi menggunakan RASCH. Prosedur pengumpulan data penelitian dilakukan secara tatap muka dengan menyebarkan angket motivasi belajar dan menjawab pertanyaan keterampilan berpikir kritis. Tahap analisis data dilakukan dengan pengujian prasyarat analisis yaitu uji normalitas dengan uji Kolmogorof-Smirnov, uji homogenitas dengan uji Harley, dan uji hipotesis dengan uji korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima aspek motivasi belajar dan komponen keterampilan berpikir kritis terdapat hubungan yang signifikan antara aspek ulet menghadapi kesulitan dengan: inferensi (Sig. 0,002; r 0,275); pengandaian dan integrasi (Sig. 0,030; r 0,195), aspek keinginan dan keinginan untuk berhasil dengan: klarifikasi terlebih dahulu (Sig. 0,040; r 0,184); anggapan dan integrasi (Sig. 0,021; r 0,207), dan aspek ketekunan belajar dengan: anggapan dan integrasi (sig. 0,025; r 0,201), sedangkan 20 uji korelasi lainnya menunjukkan hubungan yang tidak signifikanThis study aims to analyze the correlation in the components of learning motivation and the components of critical thinking skills. This research is a quantitative research using ex-post facto research method with a correlational approach. The research population was 180 students of 7th grade of SMP Negeri 2 Pabelan. The research sample amounted to 124 students. The sampling is using probability sampling technique with the type of simple random sampling using the formula according to Slovin with an error rate or error level that is tolerated 5% or 0.05. The research instrument consists of students' perceptions of learning motivation questionnaire and critical thinking essay questions which were validated using RASCH. The research procedure for collecting data was face-to-face by distributing learning motivation questionnaire and answering questions on critical thinking skills. The data analysis phase was carried out by testing prerequisite analysis, namely normality test using the Kolmogorof- Smirnov test, homogeneity test using the Harley test, and hypothesis testing using the Pearson product moment correlation test. The results showed that from the five aspects of learning motivation and components of critical thinking skills there was a significant correlation between the tenacious aspect of facing difficulties with: inference (Sig. 0.002; r 0.275); supposition and integration (Sig. 0.030; r 0.195), aspects of desire and desire to succeed with: advance clarification (Sig. 0.040; r 0.184); supposition and integration (Sig. 0.021; r 0.207), and aspects of persistence in learning with: supposition and integration (sig. 0.025; r 0.201), while the other 20 correlation tests showed an insignificant relationship
PENGEMBANGAN MODUL SETS PADA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK KELAS VIII SMP/MTS Wahyu Kodrat Listianthy; Sarwanto Sarwanto; Meti Indrowati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i1.50444

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk melihat kelayakan modul SETS (Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat) pada materi cahaya dan sifat optik untuk kelas VIII SMP dan respon siswa. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) yang mengadaptasi desain penelitian pengembangan model 4-D dari Thiagarajan, et al. yang meliputi 4 tahap: mendefinisikan, mendesain, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Namun penelitian hanya dilakukan sampai tahap develop (3-D). Penelitian pengembangan ini diawali dengan observasi lapangan dan studi pustaka, kemudian dikembangkan dengan desain awal modul. Rancangan awal modul kemudian divalidasi oleh ahli materi, ahli media, pengembangan pendidikan dan peer review. Selanjutnya dilakukan uji coba terbatas dengan melibatkan 10 orang siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis menggunakan analisis kuantitatif perolehan skor validasi kelayakan modul dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul SETS (Science, Environment, Technology, and Society) cahaya dan sifat optik untuk kelas VIII SMP memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan hasil validasi, dari validasi tersebut disimpulkan bahwa modul layak untuk digunakan. gunakan dalam pembelajaran sains.The development research is aimed to see the feasibility of SETS (Science, Environment, Technology, and Society) modules on light and optical properties for grade VIII in junior high school and the response of students. This study uses a Research and Development (R&D) design which adapts the 4-D model development research design from Thiagarajan, et al. which includes 4 stages: define, design, develop, and disseminate. However, the research is only done up to the develop stage (3-D). This development research begins with field observations and literature study, then developed with the initial design of the module. The initial design of the module is then validated by material experts, media experts, developing education and peer reviews. Furthermore, a limited trial was carried out involving 10 students as research subjects. The data technique was carried out through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The analysis technique uses quantitative analysis of the acquisition of module feasibility validation scores and descriptive analysis. The results showed that the SETS (Science, Environment, Technology, and Society) module light and optical properties for grade VIII in junior high school were measured as very valid criteria based on validation results, from the validation we conclude that the module is suitable for use in science learning.
PENGEMBANGAN MEDIA WEB MOBILE LEARNING BERBASIS ETNOSAINS PADA MATERI KONDUKTIVITAS Dewi Suryani; Rahmad Fajar Sidik; Wiwin Puspita Hadi; Mochammad Yasir; Maria Chandra Sutarja
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.64060

Abstract

Pembelajaran IPA dengan berpendekatan etnosains masih jarang diterapkan karena kurang maksimal dalam mengeksplorasi dalam mengintegrasikan materi IPA dalam sains ilmiah. Siswa cenderung kurang menyukai belajar IPA yang berkaitan dengan rumus perhitungan serta minimnya penggunaan media pembelajaran yang berbasis etnosains. Solusi yang dapat diberikan adalah dengan mengembangkan media web mobile learning berbasis etnosains pada materi konduktivitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dan respons siswa terhadap media. Pengembangan ini merupakan pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kamal kelas VII-A dengan 28 siswa pada semester genap tahun ajaran 2021-2022. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket validasi ahli media, ahli materi, guru IPA, serta respons siswa terhadap media. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) pengembangan media web mobile learning berbasis etnosains pada materi konduktivitas SMP layak digunakan dengan persentase dari ahli media 89.18% dan reliabilitas 93.76%, ahli materi memberikan penilaian dengan kategori layak digunakan dengan skor rata-rata 87.29% dan reliabilitas 95.41%. (2) Respons siswa dengan nilai rata-rata 88.19% dengan kategori sangat baik.Science learning with an ethnoscience approach is still rarely applied because it is not optimal in exploring and integrating science material in scientific science. Student tend not to like learning science related to calculation formulas and the lack of use of ethnoscience-based learning media. The solution that can be given is to develop an ethnoscience-based web mobile learning media on the conductivity material.The purpose of this development is to know the advisability, and responses of student to web mobile learning media. The development is developed by using ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research was conducted in SMP Negeri 2 Kamal with a sample of 28 students of class VII-A in the even semester of academic year 2021-2022. Data collection techniques using questionnaires are media expert validation questionnaires, material expert validation, science teacher validation, and student responses to the media. Based on the results of the study concluded that : (1) Development of ethnoscience-based mobile learning web mobile learning media on conductivity material for junior high schools is suitable for use with a percentage of media experts 89.18% and reliability 93.76%, material experts provide an assessment with a suitable category for use with an average score 87.29% and reliability 95.41%. (2) Student responses with an average of 88.19% with a very good category.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DARING BERBASIS APLIKASI SMART APPS CREATOR (SAC) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA Rima Reniesa Pelita Rianti; Puguh Karyanto; Daru Wahyuningsih
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i2.58704

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran online berbasis Smart Apps Creator (SAC) dan mengetahui keefektifan pengembangan media pembelajaran online berbasis Smart Apps Creator (SAC) terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan jenis penelitian pre-experimental design dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP IT Nur Hidayah Surakarta yang berjumlah 12 siswa. Sumber datanya adalah validasi ahli materi dan ahli media, respon guru dan siswa terhadap media pembelajaran, serta hasil pretes-postes untuk mengukur peningkatan hasil belajar kognitif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan, wawancara, angket dan tes dilakukan sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Secara keseluruhan hasil kelayakan ahli materi memiliki persentase 93,33% dan ahli media 95% memenuhi kriteria sangat layak. Respon guru terhadap produk media pembelajaran memiliki persentase 90,2% dan 91,85% respon siswa yang memenuhi kriteria sangat layak. Nilai n-gain sebesar 0,83 yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan pembelajaran online dengan media pembelajaran berbasis aplikasi Smart Apps Creator (SAC) layak digunakan dalam proses pembelajaran dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.The purpose of this study is to develop online learning media based on the Smart Apps Creator (SAC) and determine the effectiveness development of online learning media based on the Smart Apps Creator (SAC) to improve students cognitive learning outcomes. The research method is Research and Development with the type of research is pre-experimental design using one group pretest-posttest design. The research subjects were 12 students of class VIII SMP IT Nur Hidayah Surakarta. Source of data are the validation of material experts and media experts, teacher and student responses to learning media, and pretest-posttest results to measure the increase in cognitive learning outcomes. Data collection techniques using library studies, interviews, questionnaires and tests were carried out before and after being given treatment. The data analysis technique was carried out in a quantitative descriptive. Overall, the results of feasibility material experts have a percentage of 93.33% and 95% media experts meet the criteria are very feasible. The teacher’s response to learning media products has a percentage of 90.2% and 91.85% of student responses meet the criteria are very feasible. The n-gain score is 0.83 which indicate that there is a increase in students cognitive learning outcomes before and after being given treatment. Based on the results of the study, it can be concluded that the development of online learning using learning media based on the Smart Apps Creator (SAC) application is feasible to use in the learning process and is effective in improving students cognitive learning outcomes.
LITERATUR REVIEW PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS Hikmah Fatimah; Bramastia Bramastia
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v11i1.55966

Abstract

Pembelajaran sains membantu siswa menghubungkan fenomena yang terjadi dalam kehidupan dengan materi yang didapatkan disekolah. Konsep abstrak dalam sains menyebabkan siswa tidak dapat memahami materi dengan baik. Untuk itu, dibutuhkan media pembelajaran sains yang dapat membantu menyampaikan pesan dari sumber belajar kepada siswa. Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran meliputi media nyata dan digital. Desain penelitian berupa review terhadap jurnal yang terbit dalam sinta 6 hingga sinta 1 dalam kurun waktu 2016-2021. Hasil yang diperoleh bahwa terdapat 55 jurnal mengenai pengembangan media pembelajaran. Media pembelajaran cetak berupa kartu bergambar, scrapbook dan komik. Media pembelajaran digital berupa virtual lab, scholoogy, augmented reality, e-portofolio, animasi ,pageflip, edmodo, edumedia, appypie, mikroskop digital, power point dan flash. Berdasarkan analisis SWOT, terdapat kelemahan pada media pembelajaran sains yang telah dikembangkan seperti kurang mendukung apabila digunakan mandiri oleh siswa tanpa didampingi guru, membutuhkan teknologi lain untuk mengakses media tersebut dan dikembangkan pada materi yang fenomenanya sebenarnya mudah diamati oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.Learning science helps students connect phenomena that occur in life with material obtained at school. Abstract concepts in science cause students to not be able to understand the material properly. For this reason, science learning media is needed that can help convey messages from learning resources to students. Learning media used in learning include real and digital media. The research design is in the form of a review of journals published in sinta 6 to sinta 1 in the 2016-2021 period. The results obtained are that there are 55 journals regarding the development of learning media. Print learning media in the form of picture cards, scrapbooks and comics. Digital learning media in the form of virtual labs, schoology, augmented reality, e-portfolio, animation, pageflip, edmodo, edumedia, appypie, digital microscope, power point and flash. Based on the SWOT analysis, there are weaknesses in the science learning media that have been developed such as being less supportive when used independently by students without being accompanied by a teacher, requiring other technologies to access the media and being developed on material whose phenomena are actually easily observed by students in everyday life.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MATERI TUMBUHAN DAN FUNGSINYAPADA SISWA IV DI MI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG Anisah Fauziah; Muhammad Suwigyo Prayogo
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v12i1.68046

Abstract

Penelitian yang dilakukan gunu mengetahui tingkat keefektifan sebuah pendekatan kontekstual dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam materi bagian tumbuhan dan fungsinya pada siswa-siswi kelas IV di MI Miftahul Ulum Lumajang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpuan data dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasi dari penelitian yang dilakukan bahwasanya penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam terutama mater bagian tumbuhan dan fungsinya sangat efektif di gunakan. Hal ini dikarenakan karena dengan penggunakan model tersebut menjadikan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan menyenangkan. Dengan penerapan pendekatan model tersubut dapat menjadikan ilmu pengetahuan dan pemahaman yang peserta didik dapat lebih bermakna.Research conducted to determine the level of effectiveness of a contextual approach in learning natural science material parts of plants and their functions in fourth grade students at MI Miftahul Ulum Lumajang. The approach taken in this research is to use a qualitative approach with data collection techniques using documentation and interview methods. Based on the results of the research conducted, it is found that the application of a contextual approach in learning natural sciences, especially material for plant parts and their functions, is very effective in use. This is because using this model makes the learning process run effectively and fun. By applying this model approach, knowledge and understanding of students can be more meaningful.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue