cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI MENIMBANG DENGAN NERACA ANALITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA SISWA KELAS X KI A SMK NEGERI 2 SUKOHARJO SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Teguh Pangajuanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan : (1) aktivitas siswa dalam pembelajaran menimbang dengan neraca analitis (2) kompetensi menimbang dengan neraca analitis, (3) perubahan perilaku siswa yang menyertai peningkatan kompetensi melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) pada siswa Kelas X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebagai tindakannya adalah penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization pada materi penimbangan dengan neraca analitis. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2019/ 2020 . Sumber data berupa kegiatan pembelajaran, kolaborator dan dokumen. Data diperoleh melalui observasi, tes tertulis dan praktik, dan kajian dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization dapat meningkatkan aktivitas dan kompetensi siswa pada materi penimbangan dengan neraca analitis kelas X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2019/ 2020. Hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas siswa yang semula terlalu lama menunggu giliran menimbang menjadi 100% siswa memperhatikan dan berlatih menimbang, serta terjadi peningkatan persentase ketercapaian aspek pengetahuan pada siklus I sebesar 85,20% menjadi 93,88% pada siklus II dan kompetensi aspek keterampilan seluruh(100%) siswa kompeten dengan tingkat ketercapaian 97,94%. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan aktivitas, kompetensi dan perilaku siswa dalam penimbangan dengan neraca analitis kelas X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo.Improving Weighing Competence with Analytical Balance Through the Team Assisted Individualization (TAI) Learning Model for Class X KI A Students of SMK Negeri 2 Sukoharjo Semester 1 of the 2019/2020 Academic Year. Classroom Action Research (CAR) SMK Negeri 2 Sukoharjo. This study aims to improve: (1) student activities in learning to weigh with an analytical balance (2) competence to weigh with an analytical balance, (3) changes in student behavior that accompanies increasing competence through the Team Assisted Individualization (TAI) learning model in Class X KI students. A SMK Negeri 2 Sukoharjo. This research is a Classroom Action Research (CAR). The action is the application of the Team Assisted Individualization learning model on weighing materials with analytical balances. The research was carried out in two cycles, with each cycle consisting of planning, implementing actions, observing and reflecting. The research subjects were students of class X KI A at SMK Negeri 2 Sukoharjo in the 2019/2020 school year. Sources of data in the form of learning activities, collaborators and documents. Data were obtained through observation, written and practical tests, and document review. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results showed that the application of the Team Assisted Individualization learning model could increase student activity and competence in weighing material with analytical balances for class X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo in the 2019/2020 school year. This can be seen from the activities of students who initially waited too long for their turn to weigh. to 100% students pay attention and practice weighing, and there is an increase in the percentage of achievement of the knowledge aspect in the first cycle by 85.20% to 93.88% in the second cycle and the competence of all skills aspects (100%) of competent students with an achievement level of 97.94% . The conclusion of this study is that the application of the Team Assisted Individualization (TAI) learning model can increase students' activities, competencies and behavior in weighing with analytical balances for class X KI A SMK Negeri 2 Sukoharjo.
PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN INDUKTIF MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X MA SAFINATUNNAJA NW REPOK OAK Tuti Zikriana Zikriana; Ahmad Zohdi; Muhammad Kafrawi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v10i1.34219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pengaruh pembelajaran fisika dengan  pendekatan induktif melalui metode eksperimen dan demonstrasi terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas X MA Safinatunnaja NW Repok Oak.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Semester II SM Safinatunnaja NW Repok Oak Tahun Ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik dokumentasi dan teknik tes. Implikasi dari hasil penelitian adalah bahwa pembelajaran Fisika dengan pendekatan induktif menggunakan metode eksperimen memberikan pengaruh yang lebih baik dengan mendapatkan nilai rata-rata terhadap hasil kognitif sebesar 90.21 dari 28 siswa, sedangkan pada penggunaan metode demonstrasi mendapatkan nilai rata-rata sebesar 80.87 dari 31 siswa. Selain itu kemampuan awal siswa kategori tinggi akan memberikan kemampuan kognitif yang lebih baik dibanding dengan kemampuan awal siswa kategori sedang dan rendah. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan pendekatan induktif melalui metode eksperimen terhadap hasil belajar kognitif siswa. Kemudian ada pengaruh penggunaan pendekatan induktif melalui metode demonstrasi terhadap hasil belajar kognitif siswa. Dan ada perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan induktif melalui metode eksperimen disertai pemberian tugas dan metode demonstrasi disertai pemberian tugas terhadap kemampuan kognitif siswa. Penggunaan metode eksperimen disertai pemberian tugas memberikan kemampuan kognitif lebih baik daripada melalui metode demonstrasi disertai pemberian tugas.This study aims to determine whether there is a difference in the effect of learning physics with an inductive approach through experimental and demonstration methods on cognitive learning outcomes of class X MA Safinatunnaja NW Repok Oak. This study uses an experimental method with a factorial design. The population in this study were all students of class X Semester II SM Safinatunnaja NW Repok Oak for the 2018/2019 academic year. Data collection techniques used are observation techniques, documentation techniques and test techniques. The implication of the research results is that learning Physics with an inductive approach using the experimental method has a better effect by getting an average score on cognitive outcomes of 90.21 out of 28 students, while using the demonstration method gets an average score of 80.87 out of 31 students. In addition, the initial ability of students in the high category will provide better cognitive abilities than the initial abilities of students in the medium and low categories. Based on the results of the research analysis, it can be concluded that there is an effect of using an inductive approach through the experimental method on students' cognitive learning outcomes. Then there is the effect of using an inductive approach through the demonstration method on students' cognitive learning outcomes. And there is a difference in the effect between the use of the inductive approach through the experimental method with assignments and demonstration methods with assignments on students' cognitive abilities. The use of the experimental method accompanied by assignments provides better cognitive abilities than through the demonstration method accompanied by assignments.
STUDI LITERATUR PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SMP Herdianna Indawati; Sarwanto Sarwanto; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v10i2.57269

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengkaji berbagai literatur mengenai model inkuiri terbimbing sebagai solusi guna tingkatkan keahlian berpikir kritis IPA SMP Negeri 4 Mojokerto. Bersumber pada hasil yang diperoleh dari hasil wawancara dengan guru, kemampuan berpikir kritis siswa masih terkategori rendah, dibuktikan dengan siswa yang pasif dalam memberikan jawaban dikala guru memberi pertanyaan. Masalah-masalah yang ada pada siswa membuat siswa menjadi kesulitan dalam menjelaskan uraian dasar, membangun keahlian dasar, merumuskan kesimpulan, membuat uraian lebih lanjut serta membuat strategi dan taktik, tidak hanya itu pada proses pembelajaran hanya mencermati penjelasan guru tanpa menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari. Proses pembelajaran oleh guru sudah disesuaikan pada kurikulum 2013 yaitu pembelajaran discovery learning, namun pada kenyataannya guru hanya menjelaskan di depan kelas. Instrumen yang digunakan yaitu tes wawancara untuk guru dan siswa kelas delapan SMP Negeri 4 Mojokerto. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dan wawancara. Berdasarkan hasil studi literatur diperlukan pemecahan guna mengatasi permasalahan tersebut dengan mempraktikkan model pembelajaran inkuiri terbimbing.This study aims to examine the literature on the guided inquiry model as a solution to improve science critical thinking skills at SMP Negeri 4 Mojokerto. Based on the results obtained from interviews with teachers, students' critical thinking skills are still categorized as low, as evidenced by students who are passive in providing answers when the teacher asks questions. The problems that exist in students make it difficult for students to explain basic descriptions, build basic skills, formulate conclusions, make further descriptions and make strategies and tactics, not only that in the learning process only pay attention to teacher explanations without connecting the concepts learned . The learning process by the teacher has been adjusted to the 2013 curriculum, namely discovery learning, but in reality the teacher only explains in front of the class. The instrument used was an interview test for teachers and eighth grade students of SMP Negeri 4 Mojokerto. The method used is literature study and interviews. Based on the results of the literature study, a solution is needed to overcome these problems by practicing the guided inquiry learning model.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU TIPE CONNECTED BERBASIS IQRA TEMA LINGKUNGAN PANTAI UNTUK MEMBERDAYAKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA SMP/MTs KELAS VII SEMESTER II Ambarsari Indraningrum; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul  IPA terpadu tipe Connected  berbasis Iqra tema lingkungan pantai untuk memberdayakan karakter religius siswa SMP/MTs Kelas VII Semester II; (2) mengembangkan modul  IPA terpadu tipe Connected  berbasis Iqra tema Lingkungan Pantai yang layak untuk memberdayakan karakter religius siswa SMP/MTs Kelas VII Semester II. (3) mengetahui efektivitas modul IPA terpadu tipe Connected berbasis Iqra tema lingkungan pantai untuk memberdayakan karakter religius siswa SMP/MTs Kelas VII Semester II. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research & Development / R&D) oleh Thiagarajan (1974), pengembangan yang digunakan adalah model 4-D, dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Sampel penelitian pengembangan meliputi:1) 2 validator ahli (ahli materi dan ahli media), 2 guru IPA, dan 2 teman sejawat, 2) sampel uji coba terbatas sejumlah 10 siswa kelas VIIB SMP Institut Indonesia Kutoarjo, dan 3) sampel uji lapangan operasional sejumlah 30 siswa kelas VIIA SMP Institut Indonesia Kutoarjo. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar observasi, dan tes. Uji coba pemakaian menggunakan  one group pretest-posttest design. Analisis data yang digunakan pada tahap define adalah analisis data deskriptif, pada tahap design dengan analisis SK dan KD untuk menentukan desain awal modul, pada tahap develop analisis data hasil validasi modul, data respon siswa dan data pemberdayaan karakter religius berupa data angket yang dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 4, dan pada tahap disseminate data yang didapatkan berupa data angket yang dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 4.  Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut:1) modul IPA terpadu tipe Connected berbasis Iqra tema lingkungan pantai untuk memberdayakan karakter religius siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan pada langkah pembelajaran Iqra, dan mengintegrasikan karakter religius pada setiap tahapnya, 2) modul dikategorikan layak karena telah melalui beberapa uji kelayakan. Uji kelayakan modul dinilai oleh validator ahli (ahli materi dan ahli media), 2 guru IPA, dan 2 teman sejawat. Berdasarkan uji kelayakan modul memiliki kategori layak yang didukung dengan hasil perhitungan dengan rata-rata presentase sebesar 90% yang dikategorikan “sangat baik”. Modul mendapatkan respon dari siswa dan guru dalam proses pembelajaran yang dinilai dari angket respon yang mengkategorikan modul sangat baik, serta didukung dengan hasil disseminate yang diserahkan pada 5 guru IPA yang mengkategorikan modul baik,3) efektifitas modul berbasis Iqra dengan tema lingkungan pantai untuk memberdayakan  karakter religius siswa didapatkan N-gain score sebesar 0, 58 untuk hasil belajar,serta pencapaian KKM didapatkan hasil 96,7%. Sedangkan hasil angket siswa dan lembar observasi terhadap pemberdayaan karakter religius didapatkan rata-rata keseluruhan nilai sebesar 85,3% yang dikategorikan “sangat baik” sehingga karakter religius dapat terberdayakan.
PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN CONCEPT ATTAINMENT MODEL DENGAN MEDIA RIIL DAN MEDIA GAMBAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KOGNITIF DAN PERSEPSI KREATIVITAS SISWA Farihatul Faizah Laela; Sugiyarto Sugiyarto; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i1.19800

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan Concept Attainment Model dengan media riil dan media gambar, kemampuan berpikir kognitif, persepsi kreativitas siswa, dan interaksinya terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas, yaitu kelas VIIB sebagai kelas eksperimen menggunakan Concept Attainment Model dengan media riil dan kelas VIID menggunakan Concept Attainment Model dengan media gambar. Pengambilan data kemampuan berpikir kognitif dengan tes, persepsi kreativitas dengan angket, hasil belajar kognitif dengan tes, hasil belajar afektif dan psikomotorik dengan teknik observasi. Uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji homogenitas menggunakan Uji Levene’s. Uji hipotesis dengan uji non parametrik menggunakan Kruskal-Wallis Test dari software SPSS versi 16. Kesimpulan penelitian ini sebagai berikut: 1) ada pengaruh media terhadap hasil belajar kognitif; 2) ada pengaruh kemampuan berpikir kognitif terhadap hasil belajar psikomotorik; 3) siswa yang mempunyai persepsi kreativitas tinggi memiliki hasil belajar psikomotorik lebih baik daripada siswa dengan persepsi kreativitas rendah; 4) ada interaksi antara media dengan kemampuan berpikir kognitif terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotorik; 5) ada interaksi antara media dengan persepsi kreativitas terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotorik; 6) ada interaksi antara kemampuan berpikir kognitif dengan persepsi kreativitas terhadap hasil belajar psikomotorik; 7) ada interaksi antara media, kemampuan berpikir kognitif, dan persepsi kreativitas terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotorik.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS HIGH ORDER THINKING SKILL (HOTS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP/MTs Emi Rofiah; Nonoh Siti Aminah; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i2.22992

Abstract

Pembelajaran IPA masih belum banyak mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik modul pembelajaran IPA berbasis High Order Thinking Skill (HOTS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperoleh modul pembelajaran IPA berbasis HOTS yang telah memenuhi kriteria layak, dan mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP N 2 Sragen setelah melakukan pembelajaran IPA menggunakan modul pembelajaran IPA berbasis HOTS. Penelitian pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis HOTS ini menggunakan prosedur pengembangan 4D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (dessiminate). Tahap pendefinisian terdiri dari proses analisis kebutuhan, analisis materi, serta perumusan pembelajaran pada modul. Tahap perancangan modul sesuai dengan tahap pendekatan saintifik yang diintegrasikan ke dalam modul. Tahap pengembangan terdiri dari proses validasi kelayakan modul, revisi, dan aplikasi modul pembelajaran IPA berbasis HOTS di kelas VIIIE SMP N 2 Sragen. Tahap penyebaran merupakan proses penyebaran modul ke empat SMP/MTS di Kabupaten Sragen. Analisis data pada tahap pendefinisian dilakukan secara deskriptif kuantitatif berdasarkan presentase jawaban angket. Pada tahap pengembangan, dilakukan analisis cut off score untuk menentukan kelayakan modul, analisis kriteria penilaian berdasarkan angket penilaian, analisis quest terhadap hasil uji coba instrumen tes, serta analisis gain score terhadap hasil pretest dan posttest. Pada tahap penyebaran dilakukan analisis kriteria penilaian berdasarkan hasil angket penilaian. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) karakteristik khusus modul pembelajaran IPA berbasis HOTS memiliki lima tahap pembelajaran sesuai dengan pendekatan saintifik yang dituangkan pada rubrik dalam modul; 2) modul pembelajaran IPA berbasis HOTS yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan pada aspek isi dan penyajian, bahasa, kegrafikan, dan aspek pembelajaran HOTS dengan nilai rata-rata 3,55 atau dalam kategori “sangat baik”; 3) modul pembelajaran IPA berbasis HOTS dengan tema sistem penglihatan manusia dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai gain 0,49 atau dalam kategori “sedang”.
PEMBELAJARAN KIMIA METODE CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) MENGGUNAKAN MODUL DAN MEDIA INTERAKTIF DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN MEMBACA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Novi Hendrastuti; Ashadi Ashadi; Sentot Budi Rahardjo
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i3.31732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan metode Creative problem solving menggunakan modul dan media interaktif terhadap prestasi belajar siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemahaman membaca terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, sampelnya ditentukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling, data dikumpulkan dengan tes untuk prestasi kognitif, kemampuan berpikir kritis, dan observasi untuk prestasi psikomotorik serta angket untuk prestasi afektif dan sikap percaya diri. Teknik analisis data menggunakan analisis non parametrik Kruskal Wallis. Kesimpulan hasil penelitian: 1) Metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media interaktif lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media modul, 2) Tidak ada pengaruh kemampuan pemahaman membaca terhadap prestasi belajar kimia ranah kognitif dan afektif, namun ada pengaruh terhadap prestasi belajar ranah psikomotor, 3)Tidak ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar ranah kognitif namun ada pengaruh terhadap prestasi belajar ranah afektif dan psikomotor, 4) Ada interaksi metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media modul dan metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media interaktif dengan kemampuan pemahaman membaca terhadap prestasi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik kompetensi laju reaksi, 5) Tidak ada interaksi metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media modul dan metode pembelajaran Creative Problem Solving  dengan media interaktif dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar peserta didik ranah kognitif, tetapi ada  interaksi yang signifikan antara metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media modul dan metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media interaktif dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar peserta didik ranah afektif dan psikomotorik, 6) Tidak ada interaksi yang signifikan antara kemampuan pemahaman membaca dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar peserta didik ranah kognitif dan afektif, tetapi ada interaksi yang signifikan antara kemampuan pemahaman membaca dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar peserta didik ranah  psikomotorik, 7) Tidak ada interaksi metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media modul dan metode pembelajaran Creative Problem Solving  dengan media interaktif dengan kemampuan pemahaman membaca dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar kognitif, tetapi ada interaksi antara metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media modul dan metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media interaktif dengan kemampuan pemahaman membaca dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP N 1 SUKOLILO Ratna Kumala Sari; Widha Sunarno; Sri Dwiastuti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37753

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, keefektifan dan studi kelayakan untuk modul keterampilan proses sains yang terintegrasi dengan isu pencemaran lingkungan (SPSM-EP). Ini adalah penelitian dan pengembangan dengan studi kasus one-shot sebagai desain pra-eksperimental. Model Four-D (Thiagarajan, 1974) yang terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan dan diseminasi yang digunakan untuk pengembangan SPSM-EP. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Sukolilo dan data dikumpulkan dan dianalisis dengan deskripsi kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPSM-EP memiliki kontribusi dan efektif untuk meningkatkan berpikir kritis siswa dan hasil belajar. Efektivitas SPSM-EP menunjukkan peningkatan berpikir kritis dan hasil belajar. Efektivitas SPSM-EP terhadap berpikir kritis siswa ditentukan oleh persentase siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal tes berpikir kritis. Pikiran kritis siswa meningkat relatif tinggi dalam setiap aktivitas belajar dengan 77,57%, 83,83%, 93,45%. Efektivitas SPSM-EP terhadap hasil belajar siswa ditentukan oleh persentase siswa yang mencapai nilai kognitif, psikomotor dan hasil afektif. Hasil belajar siswa meningkat cukup tinggi yaitu 83,60%, 88%, 92% untuk kognitif, 86%, 92%, 92,2% untuk psikomotor dan 89%, 93%, 96% untuk hasil belajar afektif. Para ahli, teman sejawat, mahasiswa, pascasarjana dan guru sarjana bertekad untuk melakukan studi kelayakan untuk SPSM-EP. Para ahli melakukan studi kelayakan untuk SPSM-EP berdasarkan konten, desain dan bahasa. Hasil studi kelayakan dari para ahli adalah 92,5% untuk materi, 92% untuk desain dan 100% untuk bahasa. Hasil studi kelayakan dari teman sejawat, mahasiswa, pascasarjana dan sarjana adalah 96%, 98%, 96% dan 88%. Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa SPSM-EP layak untuk digunakan bagi siswa.
ANALISIS DAYA SERAP UN SISWA SMP DI TINJAU DARI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Intan Mustikasari; Sajidan Sajidan; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41380

Abstract

Tuntutan di era kemajuan pendidikan dalam abad 21 dalam kurikulum 2013 revisi 2017 memiliki keterampilan yang harus saling berkesinambungan dalam mencetak peserta didik yang berkarakter dan memiliki wawasan ilmiah. Dalam proses pembelajaran sains di tingkat satuan Pendidikan khususnya tingkat menengah pertama dalam mata pelajaran ipa masih perlu adanya perbaikan bahan ajar yang di perbaharui guna peningkatan kompetensi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa daya serap UN pada satuan pendidikan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMP Boyolali. Data hasil UN siswa 3 tahun terakhir dikumpulkan menggunakan data Pusat Penilaian Pendidikan Nasional (PusPenDikNas) dan dianalisis menggunakan instrumen Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebanyak 8 Standar. Hasil analisis dari bahan ajar yang digunakan di sekolah tersebut  menunjukkan bahwa persentase gab atau permasalahan tertinggi pada standar proses yaitu sebesar 4,63 %. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang masih di gunakan di sekolah perlu untuk ditingkatkan, oleh karena itu bahan ajar harus menjadi perhatian dalam proses pembelajaran sains siswa.The demands in the era of educational progress in the 21st century in the 2013 revised 2017 curriculum have skills that must be mutually sustainable in producing students who have character and have scientific insight. In the process of learning science at the education unit level, especially the junior secondary level in science subjects, it is still necessary to improve teaching materials which are updated to increase student competence. The purpose of this study was to analyze the absorption of the National Examination in the education unit. This research was conducted by descriptive research method. The subjects of this study were students of class XI SMP Boyolali. Data on student exam results for the last 3 years was collected using data from the National Education Assessment Center (PusPenDikNas) and analyzed using the National Education Standards (SNP) instrument as many as 8 standards. The results of the analysis of the teaching materials used in the school showed that the highest percentage of problems or problems in the standard process was 4.63%. This shows that teaching materials that are still used in schools need to be improved, therefore teaching materials must be a concern in the students' science learning process.
POLA KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA KONSEP PERUBAHAN LINGKUNGAN ANTARA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SMA NEGERI 2 MRANGGEN Mira Esti Kusumaningrum; Joko Siswanto; Fenny Roshayanti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.39140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kreatif antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Mranggen. Penelitian ini termasuk dalam penelitian non eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI yang terdiri dari 9 kelas. Teknik sampling menggunakan stratified proportional random sampling, menggunakan rumus Slovin dengan taraf signifikan 10%, sehingga diperoleh 76 siswa dari 324 siswa, masing-masing 38 siswa untuk laki-laki dan perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes kemampuan koginitf dan keterampilan berpikir kreatif dalam bentuk soal pilihan ganda dan uraian pada materi perubahan lingkungan. Instrument yang digunakan berupa soal pilihan ganda yang memuat C1-C6 untuk kemampuan kognitif dan aspek berpikir kreatif untuk soal uraian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan anlisis deskriptif kuantitatif dan t-test independent, dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan t-hitung sebesar -1,067 dan t-tabel dengan signifikanasi (α) 5% sebesar 1,922 untuk kemampuan kognitif. Sementara itu, keterampilan berpikir kreatif diperoleh bahwa t-hitung sebesar -3,088 dan t-tabel dengan signifikanasi (α) 5% sebesar 1,922. Hasil perhitungan keduanya menunjukkan bahwa H0 gagal ditolak yang berarti tidak ada perbedaan nyata antara keterampilan berpikir kreatif siswa laki-laki dengan siswa perempuan.This study aims to determine patterns of cognitive abilities and creative thinking skills between male and female students in SMA Negeri 2 Mranggen. This research is included in non-experimental research. The study population was students of class XI consisting of 9 classes. The sampling technique uses stratified proportional random sampling, using the Slovin formula with a significant level of 10% so that 76 students are obtained from 324 students, 38 students each for male and female. The technique of data collection in this study is in the form of tests of cognitive abilities and creative thinking skills in the form of multiple-choice questions and descriptions of environmental change material. The instrument used was in the form of multiple-choice questions that contained C1-C6 for cognitive abilities and aspects of creative thinking for the problem description. The data collected was then analyzed using quantitative descriptive analysis and independent t-test, with a significance level of 0.05. The results showed a t-test of -1.067 and t-table with a significance (α) of 5% of 1.922 for cognitive abilities. Meanwhile, creative thinking skills were obtained that the t-count was -3.088 and the t-table with a significance (α) of 5% was 1.922. The results of both calculations show that H0 fails to be rejected which means there is no real difference between the creative thinking skills of male students and female students.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue