cover
Contact Name
rian rokhmad hidayat
Contact Email
rianrh@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rianrh@staff.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
ISSN : -     EISSN : 25804545     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling with register number ISSN 2580-4545 (Online) is a scientific journal published by Sebelas Maret University and Indonesian Association of Guidance and Counseling. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling publishes original research articles or review articles in educational psychology, guidance, and counseling. This journal is published biannually (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 76 Documents
Pengembangan Panduan Solution Focused Group Therapy untuk Meningkatkan Kontrol Diri Terhadap Alkohol Veronica Shania Christy Wuisang; Rian Rokhmad Hidayat; Ulya Makhmudah
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v5i2.51118

Abstract

Abstract: This study aims to produce a Prototype-2 approach to counseling solution-focused-group therapy to improve self-control skills towards alcoholic beverages for SMK students tested for expert validity. This research method is a research and development of Borg and Gall designs to the stage of testing the validity and product revision. Product test data analysis techniques were carried out quantitatively (inter-rater agreement model) and qualitatively (make product improvements following input and advice from experts). The results of this study are in the form of guides and student worksheets that have been tested valid by guidance and counseling experts.Abstrak:  penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Prototipe-2 pendekatan konseling solution focused-group therapy untuk meningkatkan keterampilan mengontrol diri terhadap minuman alkohol bagi peserta didik SMK yang telah dilakukan uji validitas ahli. Metode penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan desain Borg dan Gall hingga tahap uji validitas dan revisi produk. Teknik analisis data uji produk dilakukan secara kuantitatif  (inter-rater agreement model) dan kualitatif (melakukan perbaikan produk sesuai dengan masukan dan saran dari para ahli). Hasil dari penelitian ini berupa panduan dan lembar kerja siswa yang sudah teruji valid oleh para ahli bimbingan dan konseling.
Cognitive Restructuring untuk Mengurangi Kenakalan Peserta Didik MTs Ahsaniatil Muawanah; Asrowi Asrowi; Agus Tri Susilo
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v2i1.23492

Abstract

Abstract: This study aims to examine the effectiveness of cognitive restructuring in reducing juvenile delinquency in MTs students. This research is a quasi-experimental with an experimental design in the form of a Non-Equivalent Control Group Design. The subjects of this study were students, totaling 52 students. Sources of data are students. Data collection techniques in this study used a questionnaire. The data analysis technique used the independent sample t-test formula by comparing the averages of the two groups, namely the experimental group and the control group. The test results on the pretest scores of the experimental group and the control group obtained equivalent results. The test results on the experimental and control groups' post-test scores obtained significant results. Thus there is a difference after the treatment of cognitive restructuring. It shows that there is a significant difference between the control group and the experimental group. With this research, it can be concluded that it effectively reduces student delinquency. Based on these results, it is hoped that it will become a reference for implementing Guidance and Counseling services in helping students concerning cognitive restructuring and juvenile delinquency.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan cognitive restructuring dalam mengurangi kenakalan remaja pada siswa MTs. Penelitian ini merupakan eksperimental semu dengan desain eksperimen berbentuk Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah peserta didik yang berjumlah 52 peserta didik. Sumber data adalah peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan rumus independent sample t-test dengan membandingkan rata-rata dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pengujian terhadap skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh hasil yang setara. Hasil pengujian terhadap skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh hasil signifikan, dengan demikian terdapat perbedaan setelah adanya perlakuan pemberian cognitive restructuring. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan adanya penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini efektif untuk mengurangi kenakalan peserta didik. Berdasarkan hasil tersebut,diharapkan menjadi acuan pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling dalam membantu peserta didik berkaitan dengan cognitive restructuring dan kenakalan remaja
Pengembangan Media Bibliokonseling untuk Mengembangkan Empati Siswa SMA Nur Setyoningsih; Rian Rokhmad Hidayat; Wardatul Djannah
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v1i2.62020

Abstract

Abstract: The research objective is to produce bibliocounseling to foster the students' empathy. This is research and development. Subjects in the preliminary field testing are two experts in counseling. Subjects in the main field testing are two counselor teachers and five students. Subjects in the operational field testing were 15 students in the tenth grade of SMA Negeri 6 Surakarta. Data collection technique for measuring the acceptability of the product using a questionnaire that was analyzed by using the interrater agreement model. Data collection techniques for measuring the effectiveness of the product by using an empathy questionnaire that was analyzed using the Wilcoxon analysis technique. The result of the product validity test from the experts' assessment was the high validity, while the result of the product acceptability test from the counselor was very high validity, the students' assessment is in very high validity, and the result of the effectiveness test obtained p-value 0,001 (0,001<0,05). Thus, it can be concluded that the products have been developed in this research is valid and effective.Abstrak: Tujuan penelitian adalah menghasilkan bibliokonseling untuk meningkatkan empati siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan. Subjek dalam uji coba lapangan pendahuluan adalah dua orang ahli dalam bidang konseling. Subjek dalam uji coba lapangan utama adalah dua orang guru BK dan lima orang siswa. Subjek dalam uji coba operasional lapangan adalah 15 siswa kelas X SMA Negeri 6 Surakarta. Teknik pengumpulan data untuk mengukur akseptabilitas produk menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan menggunakan model kesepakatan antar penilai. Teknik pengumpulan data untuk mengukur keefektifan produk dengan menggunakan kuesioner empati yang dianalisis menggunakan teknik analisis Wilcoxon. Hasil uji validitas produk dari penilaian ahli adalah validitas tinggi, hasil uji akseptabilitas produk dari konselor validitas sangat tinggi, penilaian siswa validitas sangat tinggi. Hasil uji keefektifan menunjukkan skor p-value 0,001 (0,001<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk yang telah dikembangkan dalam penelitian ini valid dan efektif.
Krisis Kasih Sayang, Kesepian Jiwa, dan Kesiapan Kematian pada Lansia di Panti Jompo Noviatun Puji Astuti; Asrowi Asrowi; Naharus Surur
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v4i2.46027

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the behavior of the crisis of affection, the loneliness of the soul, and readiness for death. This research uses a qualitative approach with a case study method at Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta. Subjects were taken using snowball sampling. Data collection techniques using observation, interviews, and document studies. The results showed that all behaviors that occurred in Y, S, and J regarding the problem of crisis of affection, mental loneliness, and readiness for death, were almost the same. Both have an attitude of indifference, disrespect, and disobedience to personal, family, environmental, and spiritual aspects and feel alienated. The factors that caused Y, S, and J to fall into this problem include internal factors (his desires, desires, and physical conditions that have begun to decline), external factors (closeness to family, lack of friends or relations due to lack of activities outside the orphanage). And economic factors (unfit for habitation and no money). The impacts that occur on Y, S, and J are low self-confidence, fear of being abandoned, problems with closeness with other people, isolation, not having friends, boredom, and always being shrouded in excessive anxiety and fear.Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan perilaku krisis kasih sayang, kesepian jiwa, kesiapan kematian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta. Pengambilan subjek menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semua perilaku yang terjadi pada Y, S, J terhadap masalah krisis kasih sayang, kesepian jiwa, dan kesiapan kematian, sebenarnya hampir sama. Sama-sama memiliki sikap tidak peduli, sikap tidak menghargai, dan sikap durhaka pada pribadi, keluarga, lingkungan, dan spiritual, serta  memiliki perasaan-perasaan terasing. Faktor-faktor yang menyebabkan Y, S, J terjerumus pada masalah tersebut antara lain faktor internal (keinginannya, hasratnya, dan kondisi fisik yang sudah mulai menurun), faktor eksternal (kedekatannya dengan keluarga, berkurangnya teman atau relasi akibat kurangnya aktifitas di luar panti) dan faktor ekonomi (rumah tidak layak huni dan tidak ada uang). Dampak yang terjadi pada Y, S, J yaitu kepercayaan diri rendah, takut ditelantarkan, masalah kedekatan bersama orang lain, isolasi, tidak mempunyai sahabat, bosan, dan selalu diselimuti rasa cemas dan takut berlebihan.
Hambatan Keterbukaan Diri dengan Teman Sebaya: Studi Kasus Dua Siswa SMK Rakhmawati Oktaviani; Ma&#039;rifatin Indah Kholili; Agus Tri Susilo
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v4i2.46748

Abstract

Abstract: This study aims to reveal and describe the factors that influence self-disclosure, the way students express themselves, and the impact of self-disclosure on students who have communication difficulties in peer groups. This research is a case study with snowball sampling participants. The research subjects were DS and R. The data collection techniques were interviews, observation, and documentation. Validation of research data using triangulation of sources and techniques. The results showed that the factors that influence students' self-disclosure are the character of friends, the desire to give reciprocity, fear of not being accepted in expressing opinions to friends, difficulty socializing with friends in class, and understanding the topic. Students also open themselves up by paying attention to situations and conditions, are willing to pay attention to friends when expressed by listening and giving feedback, and are aware of the risks obtained before conveying something to friends. The impact of self-disclosure for DS is being ignored by his classmates, and R is embarrassed to open up with his female friends.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan diri, cara siswa mengungkapkan diri dan dampak pengungkapan diri siswa yang mengalami kesulitan komunikasi dalam kelompok sebaya. Penelitian ini merupakan studi kasus  dengan partisipan snowball snowball sampling. Subjek penelitian adalah DS dan R. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi data penelitian menggunakan  triangulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keterbukaan diri siswa adalah karakter teman, keinginan untuk memberi timbal balik, takut tidak diterima dalam mengungkapkan pendapat kepada teman, sulit bersosialisasi dengan teman di kelas, dan memahami topik. Siswa juga membuka diri dengan memperhatikan situasi dan kondisi, mau memperhatikan teman ketika diungkapkan dengan mendengarkan dan memberi umpan balik, sadar akan resiko yang akan didapat sebelum menyampaikan sesuatu kepada teman. Dampak keterbukaan diri bagi DS adalah diabaikan oleh teman-teman sekelasnya dan R malu untuk terbuka dengan teman-teman wanitanya.
Penggunaan Teknik Role Playing and Modeling untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik Risky Desi Permatasari; Asrowi Asrowi; Edy Legowo
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v5i1.49734

Abstract

Abstract: This research aims to obtain data related to the Use of Role-Playing and Modeling Techniques to Improve Students' Interpersonal Communication Skills. The research method used is library research. The data analysis technique used is the content analysis reviewed from several references and literature. The results showed increased students' interpersonal communication skills after the intervention. This is evidenced by (1) The theoretical basis; (2) Purpose of use; (3) the successful use of role-playing and modeling techniques; (4) Implementation procedure; (5) The technique used; (6) learning objectives; (7) Recommendations for the use of role-playing techniques; (8) The relationship between the use of role-playing and modeling techniques in improving interpersonal communication skills by imitating and playing role play until these skills increase so that over time it will shape individual traits and behavior.Abstrak: Tujuan penelitian untuk mendapatkan data terkait Penggunaan Teknik Role Playing dan Modeling untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi yang ditinjau dari beberapa referensi dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal siswa setelah dilakukan intervensi. Hal ini dibuktikan dari (1) Landasan teori; (2) Tujuan penggunaan; (3) Keberhasilan penggunaan teknik role playing dan modeling; (4) Prosedur pelaksanaan; (5) Teknik yang digunakan; (6) Sasaran belajar; (7) Rekomendasi penggunaan teknik role playing; (8) Hubungan penggunaan teknik role playing dan modeling dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal dengan meniru dan memerankan role play sampai keterampilan tersebut meningkat sehingga lama kelamaan akan membentuk sifat dan perilaku individu.
Perbedaan Pengetahuan dan Kesadaran Multikultural Mahasiswa Calon Konselor dua LPTK Indonesia Irene Maya Simon; Rian Rokhmad Hidayat
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v6i1.62497

Abstract

This study aims to determine the profile of knowledge and multicultural awareness of prospective counselor students from two different LPTKs in Indonesia. This study uses survey and comparative research methods. The research data uses an adapted Multicultural Counseling Knowledge and Awareness Scale-Refined (MCKAS-R) questionnaire, which has been retested for validity and reliability using Indonesian students as subjects. The results showed that the students' multicultural competence level was in moderate condition. There is no difference in the level of multicultural competence between students in the two LPTKs. Viewed from the aspect of knowledge and multicultural awareness, students in both LPTKs are also in moderate condition. Efforts that can be made to improve students' multicultural competence start with self-awareness, knowledge, and multicultural skills so that students can later internalize these multicultural competencies.
Perbandingan Pelaksanaan Audit Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif pada Tiga SMK Rima Hazrati; Herdi Herdi; Khilda Wulidatin Noor
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v4i2.27056

Abstract

Abstract: This study aims to compare program audits and the results of counseling services in three vocational high schools. This research uses a descriptive method. The data collection technique used was a research observation sheet with five alternative answers. Researchers researched two public vocational schools and one private vocational school in Jakarta. The assessment results show that the audit of First state vocational school's comprehensive guidance and counseling program is in the Good Enough category with a score of 53%. At first Private vocational school, it was concluded that the comprehensive audit of the guidance and counseling program was in the Good category with a score of 78%. In a second state vocational school, it was concluded that the comprehensive audit of the counseling program was in the Good category with a score of 98%. Researchers suggest that school counselors and administrators work together and build exemplary communication. There needs to be supervision and assistance from the manager so that the counseling program implementation goes well.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan audit program dan hasil layanan BK di SMK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi penelitian dengan 5 alternatif jawaban. Peneliti melakukan penelitian di dua SMK negeri dan satu SMK swasta di Jakarta. Hasil penilaian menunjukkan bahwa audit program bimbingan dan konseling komprehensif SMA Negeri A Jakarta termasuk dalam kategori Cukup Baik dengan skor 53%. Di SMK Swasta A disimpulkan bahwa audit komprehensif program bimbingan dan konseling termasuk dalam kategori Baik dengan skor 78%. Di SMKN Negeri B disimpulkan bahwa audit komprehensif program bimbingan dan konseling termasuk dalam kategori Baik dengan skor 98%. Peneliti menyarankan kepada konselor sekolah dan juga administrator untuk bekerja sama dan membangun komunikasi yang baik. Perlu adanya pengawasan dan juga pendampingan dari pengelola agar pelaksanaan program bimbingan dan konseling berjalan dengan baik.
Studi Kasus Perilaku Membolos Dua Siswa SMK Cahya Adi Nugraha; Rian Rokhmad Hidayat; Agus Tri Susilo
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v3i1.28752

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the concrete form of truancy behavior, the causal factors behind truancy students, and the impact on personal, social, and learning aspects arising from truancy behavior. This research is qualitative research with a case study method. Researchers collected data through interviews and document observations related to truancy behavior. The study results show that the form of truancy behavior carried out is not attending school without permission and leaving school when learning hours are still in progress. The causative factors behind this behavior come from family, environment, peers, and self factors. The peer factor is the most influential. The impact on the personal aspect is making students lazy and not enthusiastic about participating in learning activities. The impact on the social aspect is that students fall into a hostile social environment. Meanwhile, the impact of learning is a low achievement and a lack of understanding of the subject matter.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui wujud konkret perilaku membolos, faktor-faktor penyebab yang melatarbelakangi siswa membolos, serta dampak pada aspek pribadi, sosial dan belajar yang ditimbulkan dari perilaku membolos. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, observasi serta pengamatan dokumen yang terkait dengan perilaku membolos. Hasil penelitian menunjukan jika bentuk perilaku membolos yang dilakukan yaitu tidak masuk sekolah tanpa izin serta meninggalkan sekolah ketika jam pembelajaran masih berlangsung. Faktor penyebab yang melatarbelakangi perilaku ini berasal dari faktor keluarga, lingkungan, teman sebaya, dan diri sendiri. Faktor teman sebaya merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya. Dampak yang terjadi pada aspek pribadi yaitu menjadikan siswa menjadi pribadi yang pemalas dan tidak bergairah mengikuti kegiatan belajar. Dampak yang terjadi pada aspek sosial yaitu siswa terjerumus dalam lingkungan pergaulan yang tidak baik. Sedangkan dampak belajar yang terjadi yaitu rendahnya prestasi dan pemahaman materi yang kurang.
Keberhasilan Teknik Psikodrama untuk Meningkatkan Sikap Asertif Siswa SMK Pratiwi Kusumaning Tyas; Asrowi Asrowi; Agus Tri Susilo
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v4i1.40632

Abstract

Abstract: This study aims to examine the success of psychodrama techniques in improving assertive communication in vocational students. This experimental study used a pretest-posttest matching control group design. The research subjects were eighteen students selected by the purposive sampling technique. The data collection instrument used an assertive attitude scale—data analysis using Mann-Whitney. The analysis results showed a p-value of 0.000 (0.000<0.05). This difference occurs because of the treatment for the experimental group in the form of psychodrama techniques. The conclusion that can be accepted from the analysis results is that psychodrama techniques are effective for increasing assertiveness in research subjects. This research is expected to become literature in further research on psychodrama to increase assertiveness.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji keberhasilan teknik Psikodrama dalam meningkatkan komunikasi asertif pada siswa SMK. Penelitian eksperimen ini menggunakan pretest posttest matching control group design. Subjek penelitian berjumlah delapan belas siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala sikap asertif. Analisis data menggunakan Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan p-value 0,000 (0,000<0,05). Perbedaan ini terjadi karena adanya perlakuan untuk kelompok eksperimen berupa teknik psikodrama. Kesimpulan yang dapat diterima dari hasil analisis adalah teknik psikodrama efektif untuk meningkatkan sikap asertif pada subjek penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi literatur dalam penelitian-penelitian selanjutnya tentang penggunaan teknik psikodrama untuk meningkatkan sikap asertif.