cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2024)" : 8 Documents clear
In vitro antimicrobial screening of Manihot esculenta Sao Pedro Petro Extract and Identification of Active Compounds Widiastuti, Diana; Sinaga, Siska Elisahbet; Sofian, Yayan; Mulyati, Ade Heri; Warnasih, Siti; Sadjarwa, Boedi; Dhiandani, Sri Boedi; Herlina, Eka; Triastinurmiatiningsih, Triastinurmiatiningsih; Agustine, Dine
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.50154

Abstract

Sao Pedro Petro cassava tubers (Manihot esculenta Ctro) are one of the cassava varieties, generally cultivated in tropical and subtropical areas. This plant has the potential to contain antimicrobial bioactive compounds. This research aimed to demonstrate the antibacterial activity of each fraction and subsequently identify the specific active fraction for in-depth analysis of its bioactive compounds. The evaluation of antimicrobial activity and the identification of bioactive compounds were conducted using the well-diffusion method and UPLC-QTOF MS (Ultra Performance Liquid Chromatography-Quadrupole Time of Flight Mass Spectrometry). Results indicated that the ethanol, n-hexane, and n-butanol fractions exhibited no inhibitory effects on the tested microorganisms. In contrast, the ethyl acetate fraction displayed the highest level of antimicrobial activity (Staphylococcus aureus ATCC 6538, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, and Candida albicans ATCC 1023). Further analysis of the ethyl acetate fraction revealed key bioactive compounds, including Coixol (phenol-group), Trigonelline and 2,6-Dimethyl quinoline (alkaloid-group), and Chebuloside-II (terpenoid-group). In summary, this pioneering research represents the first-ever exploration of the antimicrobial potential of cassava tubers, specifically focusing on the Sao Pedro Petro variety. The study not only underscores the antimicrobial properties of Manihot esculenta tubers but also identifies specific bioactive compounds within them, providing valuable insights into their potential therapeutic applications
Kinerja Inhibisi Antioksidan Ekstrak Daun Miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) pada Variasi Waktu Ekstraksi dan sebagai Bahan Tambahan Sabun Mandi Cair Sakalaty, Evanda Enggelina; Nugrahani, Ratri Ariatmi; Fithriyah, Nurul Hidayati
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.47348

Abstract

Kulit menjadi salah satu organ penting dari tubuh manusia, sehingga perlu untuk dijaga dan dilindungi. Sabun mandi merupakan salah satu produk yang dapat membersihkan kulit, sehingga diharapkan selain dapat membersihkan kulit sabun mandi juga harus dapat melindungi kulit dari reaksi oksidasi. Daun miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth.)dapat dimanfaatkan sebagai salah satu zat tambahan dalam sabun mandi, hal ini karena daun miana memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat bermanfaat sebagai antioksidan alami.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi ultrasonikasi dan pengaruh penambahan ekstrak daun miana terhadap inhibisi antioksidan dalam pembuatan sabun mandi cair. Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas yaitu waktu ekstraksi (60, 90, 120, 150 dan 180 menit) dan konsentrasi ekstrak (0%, 1%, 2%, 3% dan 4%) dalam formula sabun, dengan menggunakan metode ekstraksi ultrasonikasi. Adapun proses ekstrasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil perhitungan rendemen tertinggi yaitu pada ekstraksi 150 menit, dengan nilai 2,30. %Inhibisi antioksidan tertinggi juga didapat pada ekstrak dengan waktu ekstraksi 150 menit, yaitu 81,486. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu y = -0,4427x4 + 4,9163x3 - 19,212x2 + 32,665x + 56,91 dan R² = 1. Kemudian untuk %inhibisi antioksidan sabun mandi cair yang paling tinggi yaitu pada sabun mandi dengan konsentrasi esktak daun miana 4% (v/v) yaitu sebesar 59,322. Dengan persamaan regresi yang diperoleh yaitu y = -1,1874x2 + 17,939x - 1,7731 dan R² = 0,9866. Hasil pengujian organoleptik dari 30 Panelis didapatkan bahwa konsentrasi ekstrak yang ditambahkan dalam sabun tidak mempengaruhi hasil pengujian organoleptik.
Chemical Fingerprint Berbasis Spektroskopi Inframerah (ATR-FTIR) Dipadukan dengan Kemometrik Untuk Kontrol Kualitas Daun Kratom (Mitragyna Speciosa Korth.) Ragil, Ragil; Aninda, Dea; Pitri, Rosiana; Sailendra, Pingkan Ramadhan; Masriani, Masriani; Heryanto, Rudi
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.51276

Abstract

Kratom dijuluki sebagai daun narkotika dari Kalimantan yang memiliki berbagai efek biologi seperti antiinflamasi dan antinoseptif. Secara tradisional daun kratom digunakan untuk menambah stamina, mengobati diare, sakit perut, susah tidur, kolesterol, asam urat, dan diabetes. Permintaan daun kratom di pasaran begitu tinggi sehingga memunculkan masalah berupa pemalsuan daun tersebut dari tanaman yang memiliki kemiripan morfologi.Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode  analisis  untuk mengidentifikasi dan mengautentikasi  daun kratom  dari daun jambu biji. Data hasil analisis ATR-FTIR dikombinasikan dengan analisis kemometrika untuk mengklasifikasikan serta mengelompokan data tersebut, sehingga dapat membedakan daun kratom dan daun jambu biji. Metode analisis ATR-FTIR yang dipadukan dengan analisis kemometrik melalui pemodelan PCA (Principal Component Analysis) dan PLS-DA (Partial Least SquaresDiscriminant Analysis) mampu membedakan daun kratom dan daun jambu biji. PCA dengan nilai PC 90% mampu mengelompokkan sampel daun kratom dan daun jambu biji. Model PLSDA berhasil memprediksi keaslian sampel uji daun kratom yang telah dicampur dengan daun jambu biji. Pembuatan model prediksi daun kratom dengan PLS menghasilkan R2 kalibrasi, R2 prediksi, RMSEC, dan RMSEV masing-masing sebesar 0,9068; 0,8641; 0,1366 dan 0,1666.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spektra ATR-FTIR dan kemometrik dapat digunakan untuk membedakan daun kratom dengan daun jambu biji serta mampu memprediksi keaslian daun kratom yang dipalsukan. 
Prediksi Epitop Sel T Sitotoksik dari Protein Selubung Virus Dengue melalui Pendekatan Imunoinformatika sebagai Kandidat Vaksin Dengue Berbasis Peptida Mony, Siti Rasnawati; Yusuf, Muhammad; Subroto, Toto; Widayat, Wahyu; Syani, Mamay
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.45400

Abstract

Infeksi virus dengue (DENV) menjadi ancaman kesehatan global yang terus mengalami peningkatan kasus pada setiap tahun terutama pada musim penghujan, di daerah beriklim tropis maupun subtropis. Vaksin dengue yang tersedia saat ini berbahan dasar virus yang dilemahkan dinilai memiliki potensi antibody-dependent enhancement (ADE) yang memicu terbentuknya badai sitokin, berujung pada kondisi imunopatogenik. Melalui pendekatan imunoinformatika, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peptida sebagai epitop potensial dari protein selubung DENV serotipe 1-4 yang dapat berinteraksi dengan salah satu HLA dominan dan paling banyak dipelajari yaitu HLA-A*02:01, serta HLA-A*24:02 dan HLA-A*24:07, keduanya merupakan HLA kelas I yang paling dominan di populasi Indonesia. Sebanyak 43 protein selubung DENV disejajarkan dan diamati nilai entropi untuk memilih satu urutan residu dari setiap serotipe DENV yang lestari. Penyaringan imunoinformatika dilanjutkan sampai mendapatkan peptida yang memenuhi kriteria seleksi epitop sebagai kandidat epitop vaksin dengue yaitu bersifat antigenik, tidak homolog dengan protein manusia, bukan alergen, dan tidak toksik. Didapatkan 20 peptida memenuhi kriteria diantaranya 10/20 untuk HLA-A*02:01 serta 4/17 dan 6/17 yang mengikat HLA-A*24:02 dan HLA-A*24:07 secara berurutan. Penelitian ini merupakan awal dalam perancangan vaksin peptida dengue yang masih harus dilanjutkan dan dibuktikan secara in silico dengan melihat interaksi molekuler tiga dimensi antara kandidat epitop dengan masing – masing alel.
Identifikasi Senyawa Aktif Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Kandidat Antikanker Melalui Studi In Silico terhadap Reseptor Lymphocyte-Specific Protein Tyrosine Kinase Maharani, Devita Salsa; Redjeki, Sarah Gustia; Emamia, Evelyn Stepania; Mulyadi, Ananda Putri Aulia; Nurviana, Destawesty; Aulifa, Diah Lia; Amirah, Siti Rafa; Karim, Bilqisti Kanzabila
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.49427

Abstract

Curcuma longa L. dapat meningkatkan efek agen kemoterapi dalam pengobatan kanker kolorektal. Kanker kolorektal diekspresikan oleh peningkatan Lck pada sel epitel kolon. Perancangan obat dengan aktivitas sebagai inhibitor Lck dapat menjadi strategi penting untuk mengobati kanker kolorektal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi aktivitas senyawa aktif yang terkandung dalam rimpang kunyit terhadap reseptor Lck melalui studi in silico metode penambatan molekuler sebagai kandidat obat antikanker, khususnya kanker kolorektal. Studi ini dilakukan dengan cara simulasi penambatan molekuler dengan AutoDock Tools-1.5.6., prediksi Lipinski dengan LigandScout, dan ADMET dengan PreADMET. Senyawa bidesmetoksikurkumin memiliki nilai ∆G sebesar -6,36 kkal/mol, konstanta inhibisi 13.71 µM dan interaksi dengan asam amino GLU317 dan MET319. Nilai HIA (Human Intestinal Absorption) dan Caco2 adalah 93,750% dan 21,402 nm/detik dengan nilai PPB (Plasma Protein Binding) dan BBB (Brain-blood Barrier) adalah 93,826% dan 0,785. Senyawa ini tidak bersifat mutagen namun karsinogen, serta memenuhi aturan Lipinski. Senyawa bidesmetoksikurkumin dapat dijadikan sebagai lead compound yang memiliki aktivitas terhadap reseptor Lck sebagai kandidat obat antikanker kolorektal.
Sintesis Karbon Aktif Magnetik dari Tempurung Kelapa menggunakan Aktivator Soda Kue dengan Variasi Perbandingan Massa Karbon Aktif dan Oksida Besi Suryani, Elma; Destiarti, Lia; Nurlina, Nurlina
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.42382

Abstract

Tempurung kelapa mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif (KA) dan karbon aktif magnetik (KAM) yang dibuat dengan variasi massa karbon aktif :oksida besi (KA:OB) 1:1, 2:1 dan 3:2 serta uji kinerjanya dalam mengadsorpsi ion Pb(II). Tahapan penelitian dimulai dari pirolisis tempurung kelapa (t=2 jam, T=230oC) hingga menjadi karbon selanjutnya diaktivasi dengan larutan natrium bikarbonat (soda kue) 4% dengan perendaman 24 jam menghasilkan KA. Karbon aktif disintesis menjadi KAM dengan metode kopresipitasi refluks pada suhu 70°C dengan mencampurkan larutan besi FeCl3 dan FeSO4 (rasio molar 2:1), dengan penambahan larutan NaOH 5M. Material KAM dikarakterisasi menggunakan FTIR, kemudian diuji kemampuan adsorpsinya terhadap ion Pb(II). Hasil uji kadar air, kadar abu, serapan iodin dan methylene blue KA berturut-turut sebesar 10,85%; 6,48%, dan 676,7916 mg/g, memenuhi SNI No. 06-3730-1995. Analisis FTIR KAM menunjukan puncak khas Fe-O pada bilangan gelombang 546,54 cm-1 (KAM 1:1), 406,38 cm-1 (KAM 2:1) dan 406,78 cm-1 (KAM 3:2). Adsorpsi ion Pb(II) oleh KAM 2:1 memberikan efektivitas adsorpsi 98,444 % mengikuti model isoterm Jovanovich.
Pemanfaatan Zeolit Alam Bayah sebagai Katalisator Biodiesel dan Turunannya dan Adsorben Ammonium: Pengaruh Pretreatment Nuryoto, Nuryoto; Rahmayetty, Rahmayetty
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.48601

Abstract

Katalisator dan adsorben seringkali digunakan di dalam sistem proses yang ada di industri, dalam rangka mendapatkan sistem proses yang efektif dan efisien. Penelitian ini mencoba melakukana kajian literatur guna mengetahui tingkat keefektivitasan penggunaan zeolit alam Bayah-Banten sebagai katalisator atau adsorben. Hal ini dilakukan karena zeolit alam bayah dari segi kuantitas sangat melimpah, tetapi pemanfaatannya masih sangat rendah khususnya di bidang industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perlakuan awal yang dilakukan terhadap zeolit alam bayah (ZAB) terhadap performanya sebagai katalisator pada reaksi biodiesel dan turunannya (sintesis triacetin dan solketal), serta adsorben pada proses penjerapan ammonium di dalam air.  Harapannya dengan ditulisnya artikel ini dapat memberikan informasi terkait kelebihan dan kekurangan dari zeolit alam bayah, sehingga dapat dijadikan informasi awal guna perbaikan atau mengadopsi metode yang telah diterapkan oleh peneliti sebelumnya yang dianggap baik ketika ingin digunakan sebagai katalisator maupun adsorben alternatif ke depan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlakuan awal yang dilakukan terhadap ZAB berdampak positif terhadap perannya sebagai katalisator pada sintesis biodiesel dan turunannya (pada sintesis triacetin dan solketal), dan sebagai adsorben dalam mereduksi ammonium di dalam air dengan tingkat persentase konversi reaktan dan persentase penjerapan yang tinggi.
TiO2-Activated Carbon Elaeis Guineensis Jacq Composite Degraded COD and BOD at Batua Raya Waterways Rasyid, Firnanelty; Chadijah, Sitti; Windasari, Windasari
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.48959

Abstract

Activated carbon is an important material for purification, adsorbent and catalyst in the chemical industry. This research has been carried out to determine the photocatalytic activity of the modified catalyst and adsorbent TiO2-activated carbon for reduce of COD and BOD of canal water. Carbon composite was successfully synthesized with mixture of two materials that have different physical and chemical properties. Modification TiO2 with porous material was carried out to determine the optimum mass and contact time for reduce COD and BOD in waterways using photocatalysis method. Activated carbon have made from oil palm bunches through the carbonization process. The composite was tested the optimum TiO2-activated carbon with a ratio of 2:0.4 g which was applied into canal water for 60 minutes. The result showed that COD value was 99.65% and BOD 94.44%. The result of SEM data image showed that activated carbon blocked TiO2 clotting and spread on activated carbon. So that TiO2-activated carbon composite can be used to reduce of COD and BOD level in waterways

Page 1 of 1 | Total Record : 8