cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 229 Documents
Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di RSUD SLG Kediri dengan Menggunakan Metode HOT-Fit Ilafi Nastiti; Dian Budi Santoso
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 2 (2022): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.72357

Abstract

Latar Belakang: RSUD SLG Kediri mengimplementasikan SIMRS sejak tahun 2018, tetapi belum pernah melakukan evaluasi. Di sisi lain, pengguna kerap kali menyampaikan keluhan. Oleh karena itu, evaluasi dilakukan terhadap SIMRS untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab munculnya keluhan tersebut.Tujuan: Mengevaluasi penerapan SIMRS di RSUD SLG Kediri dengan menggunakan metode HOT-Fit.Metode: Penelitian kuantitatif analitik dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online kepada pengguna SIMRS. Dari 54 responden, 39 data responsif yang dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda untuk melihat hubungan dari setiap variabel terhadap net benefit.Hasil: Persentase kepuasan tertinggi terdapat pada variabel system use sebesar 71,79%, sedangkan persentase ketidakpuasan tertinggi terdapat pada variabel vendor support sebesar 26,28%. P-value (CI 95%) hubungan dengan net benefit untuk system quality adalah 0,000 dan IT capability of staff 0,028, sehingga ini memiliki pengaruh terhadap net benefit. Pada user satisfaction (0,079), top management support (0,774), project management (0,446), vendor support (0,56), system quality (0,381), information quality (0,084), dan service quality (0,696) diketahui tidak memiliki pengaruh.Kesimpulan: Variabel system use dan it capability of staff terbukti memiliki pengaruh terhadap net benefit, dan variabel lainnya terbukti tidak memiliki pengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat dari SIMRS belum banyak dirasakan oleh pengguna.
Determinan Kontrasepsi Modern di Provinsi Maluku (Analisis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017) Devita Madiuw; Vanny Leutualy; Dian Thiofany Sopacua; Griennasty Clawdya Siahaya; Muhammad Ridwan Dasnel
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68349

Abstract

Latar Belakang: Tren penggunaan kontrasepsi modern di Maluku menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan kontrasepsi modern lebih rendah di perkotaan dibandingkan pedesaan.Tujuan: Mengetahui faktor penentu penggunaan kontrasepsi modern di Maluku berdasarkan hasil SDKI 2017.Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sumber data yaitu hasil SDKI 2017. Sebanyak 1139 data wanita usia subur menikah umur 15‒49 tahun disertakan dalam analisis. Uji bivariat menggunakan uji chi-square. Selanjutnya, dilakukan analisis mutivariat bagi variabel dengan nilai p<0,25.Hasil: Penggunaan kontrasepsi di antara wanita usia subur menikah adalah 39,9%. Umur (OR: 1,996; 95% CI: 1,471‒2,707), tingkat pendidikan (OR: 1,309; 95% CI: 1,015‒1,687) dan jumlah anak hidup (OR: 0,478; 95% CI: 0,360‒0,635) berhubungan secara signifikan dengan penggunaan kontrasepsi modern. Empat variabel lainnya tidak memiliki hubungan, yaitu daerah tempat tinggal, indeks kekayaan, sumber pelayanan KB dan kunjungan petugas.Kesimpulan: Diperlukan berbagai intervensi sebagai upaya peningkatan pengetahuan serta kesadaran wanita usia subur tentang pentingnya penggunaan metode kontrasepsi modern sebagai metode yang lebih efektif dalam mencegah kehamilan.
Faktor yang Berhubungan dengan Berat Badan Kurang pada Balita di Timor Leste Ardhiles Wahyu Kurniawan; Rifzul Maulina; Anggelina Fernandes
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69648

Abstract

Latar Belakang: Berat badan kurang adalah indikator status nutrisi dan kesehatan balita yang buruk di sebuah negara. Pada tahun 2013 angka kejadian Stunting di Timor Leste tergolong tinggi sekitar 50,2% dibandingkan angka rata-rata untuk wilayah Asia Timur Pasifik yaitu 11,3%. Diantara anak balita yang mengalami stunting terdapat 38% yang memiliki berat badan kurang.Tujuan:  Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dengan berat badan kurang balita di Timor Leste.Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional berdasarkan data sekunder Demographic and Health Survey (DHS) pada 13 Provinsi di Timor Leste tahun 2016.  Sampel pada penelitian ini sejumlah 3.723 balita.Hasil: Beberapa faktor yang berhubungan dengan berat badan rendah di Timor Leste adalah pendidikan Ibu (AOR = 0,50, 95% CI: 0,34-0,74), status gizi Ibu yang gemuk (AOR = 0,47, 95% CI:0,35-0,65) dan status gizi Ibu yang normal (AOR = 0,67, 95% CI: 0,55-0,81), jumlah kelahiran anak ≥ 7 (AOR = 1,67, 95% CI: 1,15-2,41), jenis kelamin anak perempuan (AOR 0,79, 95% CI: 0,67-0,94), kondisi ekonomi keluarga sangat kaya (AOR 0,66, 95% CI: 0,46-0,96), sumber air minum tidak higenis (AOR 1,37, 95% CI: 1,09-1,74)Kesimpulan: Upaya perbaikan status gizi balita dapat melalui peningkatan pendidikan dan nutrisi Ibu, ekonomi keluarga serta perbaikan kualitas air.
Pengaruh Latihan Fisik terhadap Kesehatan Pelaku Rawat Informal Lansia Demensia: Meta Analisis Anung Ahadi Pradana; Rohayati Rohayati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.70080

Abstract

Latar Belakang: Lanjut usia dengan demensia sering mengalami keadaan putus asa yang mencakup perasaan tidak berdaya, frustrasi dengan lingkungan mereka, ketergantungan ekonomi pada anggota keluarga, dan ketidakmampuan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Berbagai respons baik positif maupun negatif yang dialami oleh pelaku rawat menunjukkan bahwa menjadi pelaku rawat bagi penderita demensia merupakan hal sulit dan dapat mengakibatkan munculnya gangguan kesehatan.Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan fisik terhadap kondisi kesehatan pelaku rawat informal.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Meta Analysis menggunakan tools Review Manager (RevMan) 5.4. Metode pencarian dan pemilihan artikel dilakukan dengan menggunakan tools Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) pada artikel yang diterbitkan periode 2015-2021 di beberapa database seperti CINAHL, PubMed, EBSCO, dan ProQuest.Hasil: Hasil analisis didapatkan nilai p=0,15 yang berarti bahwa latihan fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi kesehatan pelaku rawat demensia, hal ini juga dapat dilihat pada diagram forest plot yang menunjukkan gambaran blok secara keseluruhan (diamond) yang memotong garis vertikal Ho (d = 0).Kesimpulan: Latihan fisik bukan menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi kesehatan pelaku rawat pada lansia dengan demensia, namun perlu memperhatikan faktor lain yang jauh lebih berpengaruh terhadap kondisi kesehatan pelaku rawat jika dibandingkan dengan latihan fisik.
Infection Control Risk Assessment Pelayanan Kebidanan di Klinik Pratama Kota dan Kabupaten Cirebon Ari Nurfikri; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.72014

Abstract

Latar Belakang: USAID mengeluarkan Infection Control Assessment Tool for Primary Health Care Facilities (ICAT) modul 7 yang menilai pengendalian infeksi terkait penanganan persalinan dan nifas, tetapi belum banyak dilakukan pada layanan primer yang melayani pertolongan persalinan di Indonesia.   Tujuan : Membandingkan capaian penilaian  risiko infeksi pelayanan kebidanan di Klinik Pratama kota dan kabupaten di Cirebon menggunakan instrument Infection Control Assessment Tool for Primary Health Care Facilities (ICAT) modul 7.Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan deksriptif. Perbandingan capaian penilaian  risiko infeksi pelayanan kebidanan dilakukan di dua klinik pratama kota dan kabupaten Cirebon yaitu Klinik Akbid Muhammadiyah dan Klinik Dunia Medika menggunakan instrument ICAT modul 7 yang terdiri dari 8 indikator penilaian.Hasil: Capaian dari bagian satu sampai delapan dari Klinik Akbid Muhammadiyah memiliki rerata 66, 33%, dan capaian Klinik Dunia Medika 67,70%, masuk dalam ketegori baik.Kesimpulan: Angka kematian ibu dapat ditekan apabila layanan primer dalam hal ini klinik yang melayani pertolongan persalinan memiliki capai 100% pada setiap bagian di modul tujuh ICAT.
Pengalaman Keluarga dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Pasca Strok Netti Netti; Yosi Suryarinilsih; Hendri Budi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.72136

Abstract

Latar Belakang: Strok merupakan kondisi medis akibat terganggunya aliran darah ke otak yang menyebabkan kematian sel sehingga sering mengakibatkan kelumpuhan. Kelumpuhan pada usia produktif dapat menyebabkan kepercayaan diri pasien menurun. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien di beberapa domain kehidupan, seperti fungsi fisik dan mental, kemampuan untuk melakukan aktivitas/peran sehari-hari.Tujuan: Menggali pengalaman keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca strok.Metode: Penelitian yang digunakan berbasis kualitatif melalui pendekatan fenomenologi, dengan partisipan sebanyak 6 orang. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode Colaizzi.Hasil: Keluarga sulit membedakan kondisi pasien strok berulang serta tanda dan gejala kerusakan, sedangkan respons emosional ketika terjadi strok berulang adalah menangis, cemas, takut kehilangan anggota keluarganya dan respons simpatik oleh keluarga. Massage ringan dan kompres hangat adalah tindakan yang sering dilakukan apabila ada permasalahan dengan gangguan sendi.Kesimpulan: Penelitian ini menghasilkan 4 tema, yaitu mengenal gejala awal terserang strok berulang, bagaimana respons psikososial keluarga menghadapi strok berulang, penyebab keterlambatan dibawa ke rumah sakit, dan pertolongan pertama sebelum pasien dibawa ke rumah sakit.
Penentuan Wilayah Reseptif Malaria di Perbukitan Menoreh dengan Menggunakan Basis Data Nasional Kebijakan Satu Peta Barandi Sapta Widartono; Suharyadi Suharyadi; Tri Baskoro Tunggul Satoto; Mujiyanto Mujiyanto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.75453

Abstract

Latar Belakang: Program eliminasi di Indonesia ditargetkan pada tahun 2030, tetapi hingga saat ini masih mengalami beberapa kendala, seperti terjadinya penyebaran kasus malaria secara impor melalui migrasi. Pendekatan yang umum digunakan saat ini adalah pendekatan wilayah administrasi, sedangkan pendekatan habitat nyamuk belum banyak dilakukan.Tujuan: Membuat pemetaan daerah reseptif malaria berbasis faktor lingkungan habitat nyamuk yang berkaitan dengan wilayah endemis di Perbukitan Menoreh yang meliputi Kabupaten Purworejo, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Kulon Progo.Metode: Penentuan daerah reseptif malaria dilakukan dengan pendekatan habitat nyamuk menggunakan faktor lingkungan fisik dari basis data spasial nasional Kebijakan Satu Peta (KSP).Hasil: Peta daerah reseptif dapat dihasilkan dari ekstraksi KSP. Selain itu, penanganan malaria pada model spasial ini dapat menunjukkan persentase dan luas area yang benar-benar memiliki ancaman terhadap kejadian malaria.Kesimpulan: Wilayah reseptif dengan model ini dapat memberikan gambaran jangka panjang ancaman malaria, menghasilkan sebaran wilayah reseptif dengan lebih baik dan mudah diberlakukan secara nasional.
Uji Tingkat Penerimaan Masyarakat terhadap Teknologi GAMA Rain Filter dengan Metode “UTAUT” dan Perbandingan Kualitas Air Hujan dengan Air Sumur Penduduk Agus Maryono; Andri Prasetyo Nugroho; Agus Prasetyo; Pratama Tirza Surya Sembada
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76934

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan air bersih di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat disebabkan peningkatan jumlah penduduk. Pemerintah DIY membantu penduduk sebanyak 59 instalasi pemanen air hujan GAMA RainfilterTujuan: Mengetahui faktor dominan pada penerimaan masyarakat (Behavioral Intention) terhadap bantuan alat GAMA Rainfilter dan menganalisis kualitas air hujan pada GAMA Rainfilter dibanding dengan air sumur penduduk.Metode: Penelitian crossectional dilakukan pada 59 intalasi GAMA Rainfilter dan masyarakat pengguna. Evaluasi tingkat penerimaan masyarakat terhadap GAMA Rainfilter menggunakan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang terdiri dari (Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, dan atau Facilitating Condition). Kualitas air hujan yang diuji di Laboratorium BTKLPP, Yogyakarta, dibandingkan dengan kualitas air sumur dari data DLHK Yogyakarta.Hasil: Effort Expectancy (kemudahan membuat, memasang, mengoperasikan, dan memelihara) berpengaruh mederat-dominan terhadap Behavior Intension (p = 0,005), sedangkan Performance Expectancy, Social Influence, and Facilitating Conditions tidak berpengaruh signifikan. Kualitas fisik, kimia, dan biologi air hujan secara umum pada 5 kabupaten di Provinsi DIY  lebih baik dibanding air sumur.Kesimpulan: Instalasi GAMA Rainfilter dapat diterima masyarakat karena faktor Effort Expectancy dan air hujan mempunyai kualitas fisika, kimia dan biologi lebih baik dari air sumur. Air hujan dapat dipakai sebagai alternatif air bersih dan air minum yang secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.
Efektivitas Mobilisasi Sendi dan Pelatihan Stabilisasi Lumbopelvis pada Non-Specific Low Back Pain Made Hendra Satria Nugraha; Ni Komang Ayu Juni Antari; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.70447

Abstract

Latar Belakang: Non-specific low back pain merupakan tipe nyeri muskuloskeletal yang sering dilaporkan. Permasalahan yang biasanya menyertai non-specific low back pain di antaranya adalah keterbatasan gerak sendi lumbopelvis, nyeri, serta disabilitas punggung bawah. Terdapat beberapa penanganan yang dapat diberikan untuk memperbaiki gerak dan fungsi pada non-specific low back pain,yaitu melalui pemberian modalitas elektroterapi, terapi latihan, serta manual terapi.Tujuan: Membandingkan efektivitas penambahan mobilisasi sendi dan pelatihan stabilisasi lumbopelvis (Mostab) pada penanganan standar fisioterapi berupa intervensi ultrasound therapy (UST) dan pelatihan peregangan dalam menurunkan disabilitas punggung bawah.Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dan peserta penelitian dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok. Kelompok kontrol (n=12) diberikan UST + pelatihan peregangan, sedangkan kelompok perlakuan (n=12) diberikan UST + pelatihan peregangan + Mostab. Alat ukur evaluasi terapi yang digunakan adalah modified oswestry disability index versi Indonesia (MODI).Hasil: Hasil uji komparasi antar kelompok didapatkan nilai yang signifikan (p=0,000) antarkedua kelompok. Penambahan Mostab pada intervensi ultrasound therapy dan pelatihan peregangan lebih signifikan daripada kombinasi ultrasound therapy dan pelatihan peregangan saja dalam menurunkan disabilitas pungggung bawah pada non-specific low back pain.Kesimpulan: Mostab efektif dalam menurunkan disabilitas pungggung bawah pada non-specific low back pain.
Pemberdayaan Orang Tua tentang Alih Teknologi Bayam terhadap Status Gizi Balita Era Pandemi COVID-19 Ari Damayanti Wahyuningrum; Abdul Qodir
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.71330

Abstract

Latar Belakang: Prinsip keragaman makanan merupakan upaya pencegahan anemia pada balita. Upaya pemenuhan gizi mikronutrien dilakukan dengan memanfaatkan bayam yang mengandung zat besi dan dimodifikasi menjadi makanan yang disukai balita melalui pemberdayaan orang tua.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberdayaan orang tua tentang alih teknologi bayam terhadap status gizi balita.Metode: Rancangan penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 300 orang tua balita, dengan 171 sampel yang diseleksi dengan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil: Pemberdayaan orang tua yang meliputi tingkat pengetahuan orang tua yang baik dengan status gizi anak baik sebesar 94,2%, sedangkan tingkat pengetahuan orang tua yang kurang dengan status gizi anak lebih sebesar 50%. Orang tua yang suka menyajikan makanan berbahan dasar bayam secara bervariasi dengan status gizi anak baik sebesar 99,3%, sedangkan orang tua yang tidak suka menyajikan makanan berbahan dasar bayam secara bervariasi dengan status gizi anak lebih sebesar 100%. Sikap orang tua yang mendukung dengan status gizi anak baik sebesar 99,1%, sedangkan sikap orang tua yang tidak mendukung dengan status gizi anak lebih sebesar 100%.Kesimpulan: Nilai p-value=0,001 berarti bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberdayaan orang tua terhadap status gizi balita.