cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 229 Documents
Literature Review: Kepuasan Pasien BPJS Rawat Inap Ditinjau dari Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan Ida Nurmawati; Bunga Adina Pramesti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.72737

Abstract

Latar Belakang: Fasilitas pelayanan kesehatan diharuskan memberikan mutu pelayanan yang profesional dan sesuai harapan pasien sehingga pasien puas, tetapi masih banyak keluhan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan sehingga pasien tidak puas. Ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diperoleh dikarenakan pelayanan tidak tepat waktu, petugas yang tidak dapat memberikan penjelasan, kurangnya perhatian petugas, dan lingkungan rawat inap yang penuh.Tujuan: Menganalisis mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien BPJS rawat inap menggunakan dimensi kepuasan pasien (reliability, responsiveness, tangible, assurance, dan empathy)Metode: Literature review digunakan dengan mencari artikel menggunakan Publish or Perish dan bagan PRISMA sehingga ditemukan 10 jurnal dan 1 skripsi yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan.Hasil: Hasil analisis 11 artikel menunjukkan keluhan pasien berupa kurang ramahnya dokter dan perawat, sarana dan prasarana yang tidak lengkap, perawat yang kurang tanggap, keterampilan yang tidak profesional, dan pelayanan yang tidak tepat waktu.Kesimpulan: Faktor-faktor yang membuat pasien lebih mudah puas adalah pendidikan pasien yang rendah, pasien yang berusia pasien, hubungan yang baik antara pasien dan petugas (empathy), fasilitas dan lingkungan rawat inap bersih (tangible), ketanggapan petugas dalam memberikan informasi (responsiveness), ketelitian dan ketepatan diagnosis (assurance), dan pelayanan berjalan tepat waktu (reliability).
Pengalaman Perawat Bekerja dengan Sistem Informasi Kesehatan dan EHR: Scoping Review Betty Isana; Kumboyono Kumboyono; Heni Dwi Windarwati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.73874

Abstract

Latar Belakang: Penerapan sistem informasi kesehatan dan electronic health record (EHR) meningkat secara signifikan di era digital. Perawat sebagai pengguna terbanyak sistem informasi kesehatan memiliki peran penting dalam penerapan sistem.Tujuan: Menggambarkan pengalaman perawat ketika bekerja menggunakan sistem informasi kesehatan dan EHR.Metode: Penelitian menggunakan metode scoping review berdasarkan petunjuk PRISMA dan menelusuri tiga database, yaitu ProQuest, EBSCO, dan ScienceDirect. Pencarian menggunakan kata kunci “nurse”, “experiences”, “health”, “information”, “technology”, “electronic”, dan “record” dikombinasikan dengan kata “AND”, “OR”, dan “NOT”. Artikel dipilih dari publikasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir dan menggunakan Bahasa Inggris.Hasil: Didapatkan 17 artikel yang berhubungan dengan pengalaman perawat selama bekerja menggunakan sistem informasi kesehatan dan EHR. Perawat mengalami peningkatan interaksi dengan sistem dan perangkatnya. Kepuasan, kesejahteraan, dan stres kerja perawat dapat dipengaruhi oleh kualitas sistem. Dukungan organisasi berupa pelatihan dan pendampingan diperlukan selama proses adaptasi perawat terhadap penerapan sistem baru. Sistem informasi juga dapat mempermudah komunikasi antar perawat maupun petugas lain.Kesimpulan: Perawat menggambarkan berbagai pengalaman berkaitan dengan penerapan sistem informasi kesehatan dan EHR. Implikasi penelitian ini adalah memberikan wawasan dan masukan bagi organisasi kesehatan yang mengembangkan atau menerapkan sistem baru agar berjalan optimal.Kata kunci: pengalaman, perawat, sistem informasi, EHR.
Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Pendengaran: Studi Pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit Kebun COT Girek, Aceh Utara Tarianna Ginting; Putranto Manalu; Rizki Luthfita Sari; Dameria Dameria; Putri Yunita Pane
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.74109

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan alat pelindung pendengaran telah direkomendasikan meskipun dalam praktiknya banyak pekerja tidak menggunakannya selama bekerja.Tujuan: Mengukur asosiasi antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan penggunaan alat pelindung pendengaran pada pekerja bagian pengolahan kelapa sawit.Metode: Studi ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada 61 pekerja bagian pengolahan kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit Kebun Cot Girek, Aceh Utara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji regresi logistik.Hasil: Mayoritas pekerja memiliki pengetahuan baik (90,2%), sikap yang positif (55,7%), dan tindakan yang baik (80,3%). Sebagian besar pekerja telah menggunakan alat pelindung pendengaran selama bekerja (70,5%). Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa pengetahuan (0,036), sikap (0,025), dan tindakan (0,015) berkaitan dengan penggunaan alat pelindung pendengaran oleh pekerja, sedangkan dari hasil uji regresi didapatkan data bahwa tindakan merupakan faktor paling dominan dan dapat diprediksikan bahwa pekerja dengan tindakan baik 4,6 kali lebih mungkin menggunakan alat pelindung pendengaran.Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan faktor pengetahuan, sikap dan tindakan berkontribusi signifikan pada penggunaan alat pelindung pendengaran. Disarankan agar perusahaan mengadakan pelatihan dan penyuluhan rutin tentang pentingnya penggunaan alat pelindung pendengaran agar timbul kesadaran pada setiap pekerja untuk lebih memperhatikan keselamatan selama bekerja. 
Kondisi Psikologis dan Kualitas Tidur pada Lansia Kelompok Prolanis Joko Susanto; Makhfudli Makhfudli; Ilkafah Ilkafah; Ali Sairozi; Anestasia Pangestu Mei Tyas; Endah Sri Wijayanti; Iswatun Iswatun; Khotibul Umam
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.74460

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penyakit kronis terutama diabetes melitus (DM) dan hipertensi pada lanjut usia (lansia) terus meningkat. Hal ini berisiko menimbulkan kecacatan, penurunan kualitas hidup, bahkan kematian. Sebagian besar lansia mengeluh mengalami gangguan tidur sehingga mempengaruhi status kesehatan dan kualitas hidup. Aspek psikologis diidentifikasi sebagai salah satu faktor penyebab utama masalah tidur pada lansia penderita DM dan hipertensi.Tujuan: Menganalisis hubungan kondisi psikologis dengan kualitas tidur lansia penderita DM dan hipertensi.Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional di Puskesmas Sukodadi Kabupaten Lamongan pada bulan Oktober‒Desember 2019. Sampel penelitian adalah 104 lansia kelompok prolanis secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner psychological distress dan Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dengan uji Spearman.Hasil: Sebagian besar 65,4% lansia mengalami tekanan psikologis ringan, dan 54,8% lansia memiliki kualitas tidur baik. Hasil uji Spearman rho p=0,004 dan r=0,282, berarti terdapat hubungan kondisi psikologis dengan kualitas tidur lansia penderita penyakit kronis, kekuatan korelasi lemah dan bersifat positif.Kesimpulan: Kondisi psikologis secara statistik berhubungan dengan kualitas tidur pada lansia penderita penyakit kronis pada kelompok prolanis.
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Mencegah Depresi Postpartum melalui Intervensi Self-Help Psychological Syarifah Rauzatul Jannah; Rini Asnuriyanti; Fithria Fithria
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.75933

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum merupakan depresi yang berisiko dan jika tidak ditangani dengan benar dapat berakibat buruk pada ibu dan anak. Hal tersebut memberikan pandangan tentang perlunya upaya untuk mencegah terjadinya depresi postpartum kepada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh intervensi self-help psychological terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah depresi postpartum.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan model kuasi eksperimental. Jumlah populasi penelitian adalah 155 ibu hamil pada wilayah kerja Puskesmas Darussalam di Kecamatan Aceh Besar pada tahun 2021. Jumlah sampel terpilih adalah 74 orang ibu hamil dengan 37 responden pada kelompok intervensi dan 37 responden pada kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner The Knowledge about Postpartum Depression Questionnaire (KPPD-Q) dan kuesioner Attitudes Toward Postpartum.Hasil: Intervensi self-help psychological berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah depresi postpartum (p=0,000). Terdapat perbedaan yang signifikan dari sisi pengetahuan dan sikap antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah intervensi Self-help psychological (p=0,000).Kesimpulan: Intervensi self-help psychological dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah depresi postpartum. Karakteristik responden berupa usia, tingkat pendidikan, dan usia kehamilan menjadi faktor pendorong peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut
Pengendalian Infeksi pada Pasien Kanker: Literature Review Dimas Utomo Hanggoro Putro; Anisa Rayu Ike Darmayanti; Rosdiana Tandiola; Khudazi Aulawi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67677

Abstract

Latar Belakang: Kanker salah penyakit kronis yang mematikan di dunia. Upaya perawatan pasien kanker dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu komplikasi yang sering timbul pada pasien kanker adalah infeksi. Perkembangan pengendalian infeksi berperan penting dalam kemajuan pengobatan kanker. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian infeksi pada pasien kanker.Tujuan: Mengetahui tindakan-tindakan pengendalian infeksi pada pasien dengan kankerMetode: Systematic literature review menggunakan database Clinical Key dan Pubmed. Keyword yang digunakan Cancer Patient OR Chemoteraphy Patient AND Infection Control AND Reduce the spread of infectionHasil: Empat artikel memenuhi kriteria inklusi. Artikel yang dianalisis dipublikasikan pada tahun 2011‒2021. Metode dalam 1 artikel penelitian yaitu rancangan quasi eksperimen. Pengendalian infeksi pasien kanker yaitu kebersihan tangan, penggunaan APD, menempatkan pasien di ruang terpisah, pemilihan antibiotik & antifungal profilaksis pada keganasan hematologis, pengendalian lingkungan yang baik dan tepat, dan pemberian edukasi serta penerapan bundle pencegahan infeksi pada kateter.Kesimpulan: Kanker merupakan salah satu penyakit di mana pasien mengalami defisiensi imun dan merupakan sasaran utama berbagai penyakit infeksi sehingga memerlukan upaya untuk mengontrol infeksi pada pasien dengan kanker. Pengendalian infeksi pada pasien kanker yaitu kebersihan tangan, prinsip diet, Antibiotik and Antifungal Prophylaxis, Protective Environment, perlindungan isolasi, dan infeksi terkait kateter 
Kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja dengan Gerakan Menekan dan Berulang Ulfa Nurullita; Rizky Wahyudi; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69159

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi karena gerakan berulang yang menekan saraf median terowongan karpal, dengan gejala berupa nyeri yang berlanjut menjadi mati rasa. Pekerjaan membuka buah kapuk membutuhkan gerakan menekan dan berulang. Terdapat keluhan nyeri dan kesemutan pada sebagian pekerja dan sebagian lain mengeluhkan tremor pada tangannya. Keluhan ini sangat dirasakan saat malam hari.Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian CTS pada pekerja pembuka buah kapuk.Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 34 pekerja pembuka buah kapuk. Variabel usia, jenis kelamin, masa kerja, dan riwayat arthritis reumathoid dikumpulkan melalui wawancara, status gizi dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan, frekuensi gerakan berulang diobservasi. Kejadian CTS diidentifikasi melalui tes Phalen.Hasil: Umur pekerja berkisar 35‒80 tahun, mayoritas perempuan (88,2%), masa kerja 1‒8 tahun, 23,5% pekerja terdapat riwayat arthritis reumathoid, status gizi tidak normal 64,7%, 61,8% melakukan gerakan berulang, dan kejadian CTS sebesar 32,3%. Kejadian CTS berhubungan dengan masa kerja (p= 0,000), riwayat arthritis reumathoid (p=0,000), dan frekuensi gerakan berulang (p=0,001).Kesimpulan: Kejadian CTS yang cukup tinggi perlu ditindaklanjuti dengan pengendalian faktor masa kerja, riwayat arthritis reumathoid, dan frekuensi gerakan berulang. 
Pengaruh Custom-Made Insole (CMI) terhadap Kenyamanan dan Keseimbangan Pasien dengan Fleksibel Flatfoot Agusni Karma; Raden Achmad Candra Putra; Fika Trifani; Nita Noviani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.74184

Abstract

Latar Belakang: Kondisi flatfoot pada anak dapat menyebabkan penurunan kemampuan mobilitas seperti keseimbangan sehingga risiko jatuh akan meningkat. Bahan Ethylene-Vinyl Acetate (EVA) sering digunakan dalam pembuatan custom-made insole (CMI) untuk pasien dengan fleksibel flatfoot. Namun, EVA di Indonesia sering dikeluhkan elastisitas dan durabilitasnya dalam meredam tekanan.Tujuan: Membandingkan CMI bahan neoprene dan EVA terhadap kenyamanan dan keseimbangan pada anak dengan fleksibel flatfoot.Metode: Desain studi cross over randomized. Sejumlah 15 partisipan (9 laki-laki dan 6 perempuan) dengan kondisi bilateral dennis grade 2–3 mendapatkan CMI dengan bahan EVA dan neoprene secara acak. Kenyamanan dengan Visual Analog Score (VAS) dan keseimbangan statis dengan one leg standing yang diukur sebelum dan sesudah partisipan tanpa dan dengan menggunakan CMI dengan bahan neoprene dan EVA selama 2 minggu.  Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan tanpa dan dengan menggunakan CMI dengan bahan neoprene maupun EVA (p<0,01). Berdasarkan analisis, terdapat perbedaan tingkat kenyamanan yang signifikan antara insole berbahan neoprene dan EVA (p=0,022). Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara CMI neoprene dan EVA dalam meningkatkan keseimbangan statis (p=0,195).Kesimpulan: CMI secara signifikan meningkatkan kenyamanan dan keseimbangan pada anak dengan fleksibel flatfoot. CMI neoprene secara signifikan meningkatkan kenyamanan dibandingkan EVA.
Pengaruh Latihan Plyometric terhadap Peningkatan Vertical Jump pada Pemain Basket Farid Rahman; Afrizal Bintang Ramadhan; Ardianto Kurniawan; Dinda Ayudya Puspitaningrum
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.75286

Abstract

Latar Belakang: Permainan bola basket membutuhkan kemampuan untuk bergerak dan merubah arah bola dengan cepat (ability), kelincahan (agility), serta melompat (jumping). Kemampuan melompat vertikal dan  horizontal diperlukan pemain basket untuk dapat bermain optimal. Latihan plyometric merupakan latihan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan vertical jump.Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan plyometric berbasis progresif untuk meningkatkan vertical jump pemain basket.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment yang dilakukan untuk mencari sebab dan akibat dengan desain penelitian pre and post-test with control group. Responden dalam penelitian berjumlah sebanyak 14 orang yang dibagi menjadi dua kelompok ataupun golongan serta dipilih secara acak, yaitu kelompok perlakuan dan kontrol masing-masing 7 orang.Hasil: Analisis pengaruh pemberian latihan plyometric terhadap vertical jump terdapat hasil p <0,05 dengan nilai sig 0,018 terhadap kelompok perlakuan serta hasil p >0,05 dengan nilai sig 0,053 pada kelompok kontrol, sedangkan analisis beda pengaruh antara kelompok perlakuan dan kontrol diperoleh hasil p < 0,05 dengan nilai sig 2 tailed sejumlah 0,001.Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian latihan plyometric terhadap peningkatan vertical jump pemain basket.
Pengalaman Perawat dalam Melakukan Resusitasi Jantung Paru pada Pasien Covid-19 Yoany Maria Vianney B. Aty; Gadur Blasius; Elisabeth Herwanti; Pius Selasa; Dominggos Gonsalves; Firdawsyi Nuzula; Muhtar Muhtar
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76178

Abstract

Latar Belakang: Tantangan perawat pada masa pandemi Covid-19 saat memberikan bantuan pasien yang mengalami henti jantung adalah penularan virus Covid-19. Perawat yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan menggunakan APD lengkap masih mungkin mengalami penularan virus yang bisa melalui droplet atau aerosol dari pasien yang terdapat di udara yang masuk melalui celah yang terbentuk tanpa sengaja oleh perawat saat bekerja.Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman perawat dalam  melakukan RJP pada pasien Covid-19 di ruang IGD, ICU, dan ICCU RSUD Prof. W. Z Johannes Kupang.Metode: Penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis fenomenologi. Indeepth interview dilakukan untuk menggali pengalaman perawat dalam melakukan RJP pada pasien Covid-19 yang mengalami henti jantung dan napas. Jumlah partisipan sebanyak 4 orang.Hasil: Penelitian menemukan 6 tema yakni keputusan melakukan RJP pasien, keterbatasan gerak dan mudah lelah, kesulitan memonitor kondisi pasien, cemas tertular Covid-19, rasa empati, dan kerja sama tim.Kesimpulan: Tindakan RJP pasien terkonfirmasi Covid-19 memerlukan keputusan yang tepat. Selama tindakan ini perawat mengalami kelelahan, sulit mengecek kondisi pasien karena APD yang digunakan. Perawat juga merasa takut tertular. Namun, rasa empati kepada pasien membuat perawat melakukan tindakan RJP ini dengan baik yang didukung oleh kerja sama tim yang baik.