cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 229 Documents
Pengembangan Aplikasi Jagabunda Sebagai Pendampingan Ibu Hamil dalam Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Arif Kurniadi; Dyah Ernawati; Kismi Mubarokah; Oki Setiono
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76549

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) masih menjadi permasalahan bahkan Indonesia menempati rangking tertinggi AKI di ASEAN.Tujuan: Mengembangkan model aplikasi pendampingan dan pemantauan ibu hamil untuk menekan AKI dan AKB dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.Metode: Research and development melalui pendekatan prototyping dengan pengujian whitebox dan blackbox. Subjek penelitian terdiri atas kader, programmer KIA, bidan, kepala puskesmas, dan Kasie KIA Dinas Kesehatan Kota Semarang dan ibu hamil. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan FGD kepada subyek sebagai materi dalam analisis kebutuhan, serta dilengkapi dengan studi dokumen. Data kuantitatif lewat kuesioner pengujian sistem dan penggunaan aplikasi.Hasil: Hasil evaluasi prototipe aplikasi Jagabunda mendapatkan skor rata-rata 4,8 pada aspek system usefulness. Kemudian, skor 5,3 diperoleh pada aspek information quality, 5,8 pada aspek interface quality, dan 5,2 yang terakhir pada aspek kepuasan pengguna secara umum. Aplikasi Jagabunda terbukti mampu digunakan sebagai media pendampingan serta warning system informasi kegawatan selama kehamilan terutama dengan risiko tinggi.Kesimpulan: Prototipe melewati uji whitebox dan blackbox dan dinyatakan membantu bumil berkonsultasi dengan bidan, Bidan bisa mendampingi dan pemantauan bumil terutama risiko tinggi, programmer dan kasie KIA terbantu dalam pemantauan program penurunan AKI dan AKB. 
Promosi Pelayanan Pengobatan Tradisional di Jawa Tengah: Siapakah Sasaran yang Tepat? Sidiq Purwoko; Marizka Khairunnisa; Taufiq Hidayat; Dian Susanti; Agung Dwi Laksono; Suharmiati Suharmiati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.77089

Abstract

Latar Belakang: Kementerian kesehatan mendorong pemanfaatan pengobatan tradisional sebagai alternatif maupun komplemen pengobatan medis modern.Tujuan: Menganalisis sasaran promosi pelayanan pengobatan tradisional di Jawa Tengah.Metode: Metode ini menggunakan studi cross-sectional  yang menganalisis data Riset Kesehatan Dasar 2018. Populasi pada studi ini adalah orang dewasa (≥15 tahun) di Jawa Tengah. Peneliti menganalisis 63.118 sampel responden dari Riskesdas. Hasil: Mereka yang tinggal di pedesaan memiliki kemungkinan 0,943 kali dibanding tinggal di perkotaan (95% CI 0,911‒0,976), umur 46‒65 kemungkinan 1,137 kali lebih tinggi dibanding ≤25 untuk memanfaatkan (95% CI 1,058‒1,222), menikah memiliki kemungkinan 1,650 kali lebih tinggi dibanding mereka yang belum menikah (95% CI 1,543‒1,765), janda/duda memiliki kemungkinan 1,579 kali lebih tinggi dibanding mereka yang belum menikah (95% CI 1,443‒1,727) untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional. Seluruh tingkat pendidikan memiliki kemungkinan lebih baik dibanding SLTP ke bawah, dan seluruh jenis pekerjaan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak bekerja serta seluruh tingkat sosio-ekonomi memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dibanding mereka yang paling miskin dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional.Kesimpulan: Ada enam karakteristik sasaran yang tepat untuk promosi pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional di Provinsi Jawa Tengah, yaitu tinggal di wilayah perdesaan, berumur muda, belum menikah, berpendidikan rendah, tidak bekerja, dan miskin.
Efek Akupunktur Telinga dengan Press Needle terhadap Kecemasan Pasien yang Menjalani Prosedur Esofagogastroduodenoskopi Sri Wahdini; Adiningsih Srilestari; Hasan Mihardja; Murdani Abdullah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68503

Abstract

Latar Belakang: Prosedur invasif seperti esofagogastroduodenoskopi (EGD) dapat menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan pada pasien. Diperlukan intervensi tambahan seperti pemberian obat sedasi, intervensi perilaku atau akupunktur untuk membuat pasien tenang dan rileks.Tujuan: Mengetahui efektivitas tindakan  press needle di titik akupunktur telinga terhadap kecemasan pasien yang menjalani prosedur EGDMetode: Penelitian randomized controlled trial ini melibatkan 40 pasien yang menjalani EGD tanpa sedasi. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan perangsangan menggunakan press needle di titik  akupunktur telinga dan kelompok kontrol yang diberikan jarum placebo.  Titik telinga yang dipilih adalah shenmen, relaksasi, dan zero point. Penelitian dilakukan di Pusat Endoskopi Saluran Cerna, RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pasien mengisi kuesioner Spielberger State Anxiety Inventory (SAI) sebelum intervensi dan 10 menit setelah endoskopi selesai melalui wawancara langsung. Perbedaan skor SAI sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji paired t-test atau mann whitney.Hasil: Skor SAI kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah EGD terdapat penurunan yang bermakna (man whitney p=0,003). Rerata selisih skor SAI  kelompok perlakuan lebih besar bermakna dibandingkan  kelompok kontrol (man whitney p<0,001)Kesimpulan: Aplikasi press needle di titik akupunktur telinga shenmen, relaksasi, dan zero point membantu  menurunkan kecemasan pasien selama prosedur EGD yang diukur mengunakan kuesioner SAI
Terapi Komplementer untuk Mengatasi Fatigue pada Pasien Hemodialisis: Literatur Review Swastika Sekar Utami; Siti Arifah; Faizah Betty Rahayuningsih
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68769

Abstract

Latar belakang: Masalah fisik yang paling banyak dirasakan oleh pasien hemodialisis di antaranya kelelahan. Fatigue atau kelelahan diartikan sebagai perasaan kelelahan luar biasa, baik saat istirahat ataupun ketika melakukan aktivitas. Kondisi ini akan memengaruhi semua sisi kualitas hidup pada penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis. Terapi komplementer adalah salah satu terapi yang saat ini berkembang dengan pesat untuk membantu menurunkan fatigue pascahemodialisis melalui pikiran dan tubuh.Tujuan: Mengetahui jenis dan efektivitas terapi komplementer untuk mengatasi kelelahan pada pasien yang menjalani hemodialisis.Metode: Tahap yang digunakan dalam review ini adalah mengidentifikasi berdasarkan kata kunci, mengskrining judul dan abstrak, menyeleksi kelayakan artikel, menyeleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi, dan mengekstraksi data. Review ini menggunakan artikel jangka waktu dari 2016‒2021.Hasil: Total keseluruhan artikel yang di-review sebanyak 17 artikel. Terapi komplementer yang dapat dilakukan adalah terapi pijat, aromaterapi, relaksasi, terapi musik, dan terapi footbath.Kesimpulan: Secara keseluruhan, terapi komplementer dapat menurunkan skala fatigue pasien hemodialisis.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Puskesmas Umbulharjo II Kota Yogyakarta Susilawati Susilawati; Ratna Lestari Budiani; Iswari Paramita; Prakasita Puspitasiwi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.72671

Abstract

Latar belakang: Pengendalian risiko di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) menciptakan lingkungan kerja sehat, nyaman, selamat, dan aman sehingga fasyankes perlu menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Puskesmas Umbulharjo II sudah mengorganisasikan SMK3 sejak 2019 sehingga  penerapan SMK3 dan kendala yang dihadapi perlu diteliti.Tujuan: Mengetahui penetapan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, peninjauan dan peningkatan kinerja dan kendala dalam  penerapan SMK3.Metode: Jenis penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari manajemen beserta tim K3. Objek penelitian adalah pelaksanaan SMK3 dan dokumen terkait. Instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan sebagai pedoman wawancara. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.Hasil: Penetapan kebijakan internal dan perencanaan K3 tersedia dan sudah disosialisasikan. Delapan standar K3 di fasyankes sudah dilaksanakan. Tim K3 melaksanakan pemantauan  rutin setiap bulan, dan evaluasi K3 setiap semester. Belum pernah ada kegiatan peninjauan dan peningkatan kinerja oleh pihak eksternal. Kendala internalnya adalah masih banyak yang belum memahami K3 di fasyankes sehingga pelaksanaan K3 belum komprehensif dan kurangnya dukungan sumber dana. Kendala eksternal terdeteksi belum adanya dukungan dari dinas terkait selaku pembina pelaksanaan SMK3 di puskesmas.Kesimpulan: Penetapan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi SMK3 sudah dilaksanakan sesuai regulasi, sedangkan tahap peninjauan dan peningkatan kinerja K3 pihak eksternal belum ada sehingga peran dinas kesehatan sebagai pembina dan pengawasan sangat diperlukan. 
Faktor yang Berhubungan dengan Minat Masyarakat dalam Memanfaatkan Layanan PUSTAKA (Puskesmas Tanpa Antrean Kota Semarang) Khoerunnisak Khoerunnisak; Septo Pawelas Arso; Wulan Kusumastuti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.75695

Abstract

Latar   Belakang: Puskesmas Krobokan Semarang mempunyai antrean rawat jalan yang cukup banyak di tempat pendaftaran. Dalam mengatasinya, Puskesmas Krobokan menerapkan layanan Puskesmas Tanpa Antrean Kota Semarang (PUSTAKA) yang telah dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Namun, dalam pelaksanaannya layanan ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.Tujuan: Mengetahui hubungan antara kondisi fasilitasi, motivasi hedonis, nilai harga dan kebiasaan dengan minat masyarakat dalam memanfaatkan PUSTAKA.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Dalam penelitian ini dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif untuk menggali informasi lebih dalam terhadap responden.Hasil: Sebanyak 71,3% responden berminat dalam memanfaatkan layanan PUSTAKA. Terdapat hubungan antara kondisi fasilitasi, motivasi hedonis, nilai harga dan kebiasaan dengan minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan PUSTAKA dengan p-value ≤ 0,05.Kesimpulan: Sebagian besar responden berminat menggunakan layanan PUSTAKA di Puskesmas Krobokan.
Hubungan antara Jumlah Gigi dan Jumlah Oklusi Gigi Posterior dengan Kekuatan Genggaman Tangan pada Populasi Lansia di Yogyakarta Christia Aye Waindy Vega; Bekti Nur’aini; Bambang Priyono; Elastria Widita; Lisdrianto Hanindriyo; Dewi Agustina; Fimma Naritasari; Rini Widyaningrum; Budi Rodestawati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76423

Abstract

Latar Belakang: Penurunan jumlah gigi dan oklusi gigi posterior dapat memengaruhi kemampuan mengunyah yang dapat berakibat pada berkurangnya asupan nutrisi. Hal ini dapat berdampak pada aktivitas otot, terutama masa dan kekuatan otot yang tercermin melalui kekuatan genggaman tangan.Tujuan: Mengetahui hubungan antara jumlah gigi dan jumlah oklusi gigi posterior dengan kekuatan genggaman tangan populasi lansia di Yogyakarta.Metode: Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dilakukan pada 75 lansia berusia ≥60 tahun. Pemeriksaan rongga mulut dilakukan oleh empat dokter gigi terlatih. Pemeriksaan Indeks Masa Tubuh dan pemeriksaan fisik dilakukan oleh dua higienis gigi terlatih. Gigi dihitung dengan menjumlahkan gigi asli, jumlah oklusi gigi dihitung menggunakan Index Eichner’s. Indeks Masa Tubuh (IMT) dihitung dengan satuan kg/m2. Kekuatan genggaman tangan diukur menggunakan hand dynamometer dalam satuan kilogram. Tingkat aktivitas fisik dievaluasi menggunakan kuesioner terstandar IPAQ. Uji chi-square dan regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan antara jumlah gigi, jumlah oklusi gigi dan variabel covariat dengan kekuatan genggaman tangan.Hasil: Uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat perbedaan kekuatan genggaman tangan antara subjek yang memiliki jumlah gigi ≥20 dan <20 serta antara subjek dengan ≥2 dan <2 zona oklusi gigi posterior. Faktor risiko penurunan kekuatan genggaman tangan adalah aktivitas fisik (OR= 6,342, p=0,010). Kesimpulan: Mempertahankan jumlah gigi ≥20 dan aktivitas fisik bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan oral dan sistemik.
Hubungan Komunikasi Informasi Edukasi dengan Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Jakenan Kabupaten Pati Bayu Arif Prasetiyo; Merita Arini
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.77051

Abstract

Latar   Belakang:     Total fertility rate (TFR) Indonesia mencapai 2,4,  lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata TFR Asia Tenggara (2,3). Pengguna KB aktif metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Kabupaten Pati  masih rendah bila dibandingkan dengan provinsi dan nasional. Beragam faktor mempengaruhi keputusan pasangan usia subur (PUS) memutuskan menggunakan MKJP. Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) yang menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan menggunakan MKJP yang belum pernah diteliti di Kabupaten Pati.Tujuan:        Menganalisis hubungan KIE terhadap keputusan penggunaan MKJP di Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.Metode:        Desain penelitian adalah cross sectional. Jumlah sampel 151 dan diambil secara consecutive sampling dari wanita usia subur (WUS) yang merupakan anggota grup WhatsApp bersama kader-kader kesehatan Puskesmas Jakenan. Kuesioner yang telah divalidasi digunakan untuk pengambilan data secara online (Google Form). Data dianalisis menggunakan chi square.Hasil:        Hasil data survey dari 151 responden menunjukkan bahwa tingkat  KIE yang didapatkan beragam dan tidak merata. Hasil analisis didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05) atau terdapat hubungan yang signifikan antara KIE dengan keputusan pemakaian MKJP. Selain itu, variabel KIE, jumlah anak, usia, dan pekerjaan secara parsial dan bersama-sama berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap keputusan pemakaian MKJP (p=0,001, R2 Nagelkerke=0,537).Kesimpulan: KIE yang berkualitas potensial meningkatkan keputusan pemakaian MKJP pada WUS di Kabupaten Pati.                                
Indikator Input Sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat di Kota Surabaya Muh Zul Azhri Rustam; Maya Ayu Riestiyowati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.79073

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi merupakan salah satu tujuan dari ke 17 goals yang ingin dicapai dari Sustainable Development Goals (SDGs) Kesehatan Indonesia. Survailans gizi merupakan kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap masalah gizi masyarakat dan indikator pembinaan gizi.Tujuan: Mengevaluasi sistem elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) pada indikator input yakni petugas, pembiayaan, Standard Operating Procedure (SOP), formulir dan laporan surveilans, dan komputerMetode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional descriptive. Sample dalam penelitian ini adalah petugas surveilans gizi di 22 puskesmas Kota Surabaya.Hasil: Indikator petugas meliputi rata-rata berusia 32 tahun, <60% telah mengikuti beberapa pelatihan, serta >80% memiliki rangkap jabatan sehingga hal-hal ini dapat menghambat pelaporan dan pencatatan permasalahan gizi. Aspek pembiayaan dalam operasional surveilans gizi masih bersumber dari APBD. Beberapa SOP dan pedoman di puskesmas tidak tersedia seperti renstra di bidang Gizi, Formulir SDIDTK, dan KSPS.Kesimpulan: Indikator man ditemukan bahwa petugas seharusnya dibekali dengan pemberian pelatihan surveilans gizi berbasis IT, sedangkan untuk indikator material perlu diputuskan oleh stakeholder dalam membuat regulasi terkait monev khususnya pada kelengkapan laporan di beberapa puskesmas yang masih belum lengkap.
Terapi Komplementer Oukup Terstandar terhadap Penyembuhan Luka Perineum di Komunitas Kepulauan Maluku Asriaty Dinopawe; Melawati Wakano; Dewi Arwini Bugis; Harianti Fajar; Wildia Nanlohy
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.75723

Abstract

Latar   Belakang: Luka perineum akibat persalinan dapat mengakibatkan infeksi postpartum jika luka tidak dirawat dengan tepat dan benar. Oukup merupakan perawatan mandi uap dari campuran daun cengkeh dan pala  untuk penyembuhan luka pascapersalinan.Tujuan: Melihat pengaruh oukup terstandar pada ibu nifas terhadap penyembuhan luka perineum pascajahitan.Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan prestest and posttest with control group. Jumlah sampel 24 orang ibu nifas primi dengan luka perineum derajat II pasca jahitan yang memenuhi kriteria penelitian. Terdapat 3 kelompok yaitu kontrol (non-oukup), intervensi I (oukup takaran 400 gram) dan intervensi II (oukup takaran 600 gram). Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dan Kruskal Wallis.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penyembuhan luka perineum pascajahitan yang signifikan antara kedua kelompok intervensi  (p= 1,00 > 0.05), namun ada perbedaan yang signifikan antara kelompok oukup terstandar dan kelompok kontrol dengan  p= 0,041 dan 0,007. Perbedaan nilai mean tertinggi terdapat pada kelompok intervensi II (16,00) dengan hasil yang signifikan untuk ketiga kelompok (p=0,002).Kesimpulan: Oukup terstandar sebagai terapi komplementer dapat mempengaruhi penyembuhan luka perineum derajat II pascajahitan pada ibu nifas primi.