Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Memengaruhi Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit: Kajian Literatur Made Karma Maha Wirajaya; Vitalia Fina Carla Rettobjaan
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.66282

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis adalah dokumen penting dalam sebuah layanan kesehatan. Indikator kunci penyelenggaraan rekam medis yang bermutu adalah pengembalian rekam medis secara tepat waktu. Kenyataannya masih terdapat pengembalian rekam medis yang terlambat di rumah sakit.Tujuan: Mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap keterlambatan pengembalian rekam medis pasien di rumah sakit.Metode: Studi literatur ini yang disajikan secara deskriptif menggunakan kata kunci “faktor keterlambatan pengembalian rekam medis” yang ditelusuri pada google scholar. Database jurnal yang digunakan adalah semua jurnal yang terindeks oleh google scholar.Hasil: Terdapat 11 variabel yang dikelompokkan dalam 5 faktor, yang berpengaruh terhadap keterlambatan pengembalian rekam medis pasien, beberapa di antaranya belum terisi dengan lengkap berkas rekam medis oleh dokter, tidak adanya petugas yang khusus menangani kelengkapan rekam medis, serta tingginya beban kerja dokter dan perawat.Kesimpulan: Terdapat 11 variabel yang memengaruhi keterlambatan rekam medis pasien, yang dikelompokkan dalam 5 faktor, yakni faktor SDM, keuangan, material, dan metode. Rumah sakit diharapkan dapat memperhatikan hal tersebut untuk menjaga kualitas layanan rumah sakit. 
Analysis of Financial Ratios for Predicting Bankruptcy in SMEs Listed on PEFINDO25 Vitalia Fina Carla Rettobjaan
Journal of Management and Business Vol 19, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Department of Management - Faculty of Business and Economics. Universitas Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/jmb.v19i2.466

Abstract

This study aims to analyze the Financial Ratio for Predicting Bankruptcy. The sample used in this study are SMEs according PEFINDO25 period 2013 to 2017. The independent variables in this study is liquidity, profitability, debt structure, solvency and activity ratio; and control variables is size and age, as well as the dependent variable is bankruptcy. The amount of sample in this study 32 companies PEFINDO25 by using purposive sampling. The method of data analysis is done by using logistic regression with SPSS version 23. The result of this research showed that liquidity, profitability and age has significant negative effect on bankruptcy. Debt structure has significant positive effect on bankruptcy. While solvency, activity ratio and size does not significantly effect on bankruptcy
Overview of Self Leadership during the COVID-19 Pandemic A A Ngurah Bagus Aristayudha; Ni Made Widyani; Vitalia Fina Carla Rettobjaan
International Journal of Social Science and Business Vol. 5 No. 4 (2021): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijssb.v5i4.38592

Abstract

During the current covid-19 crisis, Bali's economic growth in 2020 shows that economic conditions in Bali are not going well. It makes organizational/company leaders adapt new strategies to survive the pandemic crisis. The behavior of leaders during a crisis will shape their qualifications as a good leader or a bad leader. Therefore, leaders must integrate this problem through a different approach than before. The purpose of this study was to analyze the differences in Self Leadership in entrepreneurial organizations, entrepreneurial individuals, non-entrepreneurial organizations, and non-entrepreneurial individuals. This research was conducted in Financial Evolution Bali with its members as respondents. The number of samples in this study was 90 respondents and used the Cluster Sampling method. The analytical technique used in this study is a different test analysis technique. Based on the analysis, it can be seen that there are differences in Self Leadership between organizational entrepreneurs and individual entrepreneurs. There are differences in Self-Leadership between organizational non-entrepreneurs and individual non-entrepreneurs. There are differences in Self Leadership between entrepreneurial organizations and non-entrepreneurial organizations. There are differences in Self Leadership between individual entrepreneurs and non-individual entrepreneurs. These differences can occur due to various factors, including the mindset, responsibilities, and burdens of each group.
Peran Media Sosial sebagai Pengembangan Wisata Daerah dan Media Sosial sebagai Dasar Komunikasi vitalia fina carla rettobjaan carla
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.1 Desember (2022): SPECIAL ISSUE
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.266 KB)

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini semakin mengalami perkembangangan, hal ini membuat pelaku usaha terutama dalam bidang pariwisata untuk mengikuti perubahan. Perubahan ini juga harus diikuti oleh SDM yang paham tentang penggunaan teknologi sehingga dapat membantu mempromosikan daerah wisata masing-masing daerah. Penggunaan teknologi ini harus diikuti dengan membuat konten promosi yang bisa memajukan daerah wisata serta penting peran dasar komunikasi yang baik dalam cara mengembangkannya menggunakan media sosial. Media sosial adalah alternatif kekinian yang dijadikan untuk memperkenalkan destinasi desa di Daerah agar dapat dikenal oleh orang lain, selain itu penggunaan media sosial harus diimbangi dengan informasi yang diberikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi dan praktik menggunakan media sosial. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan gambaran bahwa kehadiran media sosial ini membantu masyarakat desa untuk memperkenalkan daerahnya terutama pariwisata yang ada di desa setempat sehingga perlunya sebuah penggunaan secara bijak media sosial yang baik sehingga terjalin komunikasi yang baik dalam pengembangan desa Adat
MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENINGKATAN PENJUALAN UMKM DI KOTA DENPASAR Ni Made Widnyani; Vitalia Fina Carla Rettobjaan; A. A. Ngurah Bagus Aristayudha; Ni Luh Putu Surya Astitiani; Kadek Riyan Putra Richadinata
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.1435

Abstract

Media sosial adalah Tren terbaru. Sejak merebaknya Pandemi Covid-19 di Indonesia, terjadi beberapa permasalahan yang berdampak besar pada sektor ekonomi. Penurunan pendapatan dan penjualan dari pemilik usaha usaha kecil hingga besar. Melihat situasi ini menuntut perlunya fokus pada pertumbuhan hubungan kerja yang saling bergantung, ini dapat dilakukan dengan media online untuk menjual dan memperkenalkan produk lewat media digital atau dikenal sebagai media sosial. Kegiatan ini bertujuan agar dapat memberikan pemahaman dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk melakukan kegiatan bisnis. Media sosial ini mampu mengoptimalkan penjual berinteraksi dengan pelanggan dari mana saja dan kapan saja. Sasaran kegiatan ini adalah pelaku usaha UMKM di Kota Denpasar berjumlah 15 orang yang dilaksanakan pada bulan juni 2021. Metode yang digunakan dengan pemberian materi dan pelatihan pembuatan akun media sosial serta membuat content menarik, penggunaan media sosial Instagram dan Google My Business, serta membuat logo usahakepada pelaku usaha UMKM di Kota Denpasar. Hasil dari kegiatan ini dapat menjadikan pelaku usaha UMKM di Kota Denpasar paham akan penggunaan media sosial sebagai alternatif dalam meningkatkan penjualan.
Pemberdayaan Masyarakat Mengenai Literasi Data Dalam Pemasaran Wisata Di Desa Batuan, Sukawati Gde Palguna Reganata; I Kadek Arya Sugianta; Khadijah Febriana Rukhmanti Udhayana; I Gede Wahyu Surya Dharma; I Gede Karang Komala Putra; Ni Kadek Winda Patriani; Kadek Riyan Putra Richadinata; Vitalia Fina Carla Rettobjaan; Ni Made Widnyani; A. A. Ngurah Bagus Aristayudha; Ni Putu Surya Astitiani
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 4 Vol. 2 April, 2023
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v4i2.105

Abstract

Pariwisata di Bali sedang mengalami tantangan akibat pandemi. Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu cara untuk mengembangkan potensi wisata di era post pandemic. Namun, perjalanan usaha pariwisata di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar masih menerapkan pola tradisional yang sebagian besar mengandalkan pihak ketiga dan kunjungan tamu secara insidentil. Selain itu, masyarakat Desa Batuan belum memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia secara maksimal dalam rangka mengelola pariwisata berbasis digital. Pemberdayaan skill digital dalam konteks literasi data, komunikasi dan kolaborasi, kreasi konten digital, keamanan, dan pemecahan masalah perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya eksistensi pariwisata budaya berbasis digital. Berdasarkan sosialisasi yang diberikan, diperoleh hasil bahwa seluruh aspek skill digital telah dipahami dengan baik dimana skor total 3,29 (skor maksimum 4,00). Aspek keamanan direspon paling baik dengan skor 3,52, sedangkan aspek menciptakan konten digital dengan skor paling rendah yaitu 3,06. Gambaran ini menunjukkan bahwa walaupun skor pemahaman responden telah baik, beberapa aspek perlu ditingkatkan seperti bagaimana menciptakan konten digital yang baik. Penyuluhan ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan dan pola pikir yang berkembang dalam menghadapi situasi pandemic ini dan dapat diimplementasikan dalam bidang pariwisata
PENGENALAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBAYARAN DIGITAL BAGI WARGA PENGGIAT USAHA DI WILAYAH DESA TANDEG Vitalia Fina Carla Rettobjaan; Ni Made Widnyani; A.A. Ngurah Bagus Aristayudha; Ni Luh Putu Surya Astitiani; Kadek Riyan Putra Richadinata
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i2.1445

Abstract

Teknologi masa kini memberikan perubahan pada pola perilaku konsumen dalam memanfaatkan teknologi digital terlihat dari penggunaan digital dalam transaksi pembayaran yang menjadi trend dimasa kini. Pembayaran transaksi tunai tanpa menggunakan uang tunai disebut dengan digital payment. sebagai inovasi baru financial technology di era revolusi industri 4.0. Pelaksanaan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sebagai pelaku dunia usaha untuk lebih memahami metode pembayaran secara digital. Kegiatan ini diikuti oleh 270 orang masyarakat desa Adat Tandeg, baik secara online maupun offline. Kegiatan berlangsung selama 2 jam di mana diawali dengan narasumber menyampaikan materi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pemanfaatan metode pembayaran secara digital. Setelah sesi pemberian materi dilanjutkan dengan diskusi di mana terlihat antusiame peserta untuk mengenai digital payment. Hasil kegiatan ini yaitu masyarakat dapat memanfaatan teknologi pembayaran digital yang mempermudah mereka dalam melakukan transaksi.
Increasing productivity of tile craftsman in Darmasaba Village, Badung District I Made Dhita Prianthara; Putu Vierda Lya Suandari; Vitalia Fina Carla Rettobjaan
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 4 (2023): November 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i4.11404

Abstract

The lack of knowledge of tile craftsmen regarding ergonomic working attitudes, lack of knowledge regarding business management starting from bookkeeping and marketing strategies, as well as knowledge regarding innovation in clay-based products has caused the tile crafts industry in Darmasaba Village to experience many problems ranging from health problems and economic problems. This community service implementation is carried out to overcome partner problems through training in work attitudes, business management and product innovation to increase the productivity of roof tile craftsmen. This method of implementing community service is generally carried out through several stages, namelypreliminary survey, coordination with related parties, socialization of activities, and implementation of activities and evaluation of activities. The results of community service showed that roof tile craftsmen had an understanding of appropriate work attitudes for ergonomics, business management and product innovation based on the results of the pre-test and post-test questionnaire assessments. Roof tile craftsmen were also enthusiastic about participating in community service events from start to finish. Of all the participants who attended the implementation of community service, they showed an increase in knowledge of the material presented.  
MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENINGKATAN PENJUALAN UMKM DI KOTA DENPASAR Ni Made Widnyani; Vitalia Fina Carla Rettobjaan; A. A. Ngurah Bagus Aristayudha; Ni Luh Putu Surya Astitiani; Kadek Riyan Putra Richadinata
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.1435

Abstract

Media sosial adalah Tren terbaru. Sejak merebaknya Pandemi Covid-19 di Indonesia, terjadi beberapa permasalahan yang berdampak besar pada sektor ekonomi. Penurunan pendapatan dan penjualan dari pemilik usaha usaha kecil hingga besar. Melihat situasi ini menuntut perlunya fokus pada pertumbuhan hubungan kerja yang saling bergantung, ini dapat dilakukan dengan media online untuk menjual dan memperkenalkan produk lewat media digital atau dikenal sebagai media sosial. Kegiatan ini bertujuan agar dapat memberikan pemahaman dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk melakukan kegiatan bisnis. Media sosial ini mampu mengoptimalkan penjual berinteraksi dengan pelanggan dari mana saja dan kapan saja. Sasaran kegiatan ini adalah pelaku usaha UMKM di Kota Denpasar berjumlah 15 orang yang dilaksanakan pada bulan juni 2021. Metode yang digunakan dengan pemberian materi dan pelatihan pembuatan akun media sosial serta membuat content menarik, penggunaan media sosial Instagram dan Google My Business, serta membuat logo usahakepada pelaku usaha UMKM di Kota Denpasar. Hasil dari kegiatan ini dapat menjadikan pelaku usaha UMKM di Kota Denpasar paham akan penggunaan media sosial sebagai alternatif dalam meningkatkan penjualan.
PENGENALAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBAYARAN DIGITAL BAGI WARGA PENGGIAT USAHA DI WILAYAH DESA TANDEG Vitalia Fina Carla Rettobjaan; Ni Made Widnyani; A.A. Ngurah Bagus Aristayudha; Ni Luh Putu Surya Astitiani; Kadek Riyan Putra Richadinata
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i2.1445

Abstract

Teknologi masa kini memberikan perubahan pada pola perilaku konsumen dalam memanfaatkan teknologi digital terlihat dari penggunaan digital dalam transaksi pembayaran yang menjadi trend dimasa kini. Pembayaran transaksi tunai tanpa menggunakan uang tunai disebut dengan digital payment. sebagai inovasi baru financial technology di era revolusi industri 4.0. Pelaksanaan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sebagai pelaku dunia usaha untuk lebih memahami metode pembayaran secara digital. Kegiatan ini diikuti oleh 270 orang masyarakat desa Adat Tandeg, baik secara online maupun offline. Kegiatan berlangsung selama 2 jam di mana diawali dengan narasumber menyampaikan materi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pemanfaatan metode pembayaran secara digital. Setelah sesi pemberian materi dilanjutkan dengan diskusi di mana terlihat antusiame peserta untuk mengenai digital payment. Hasil kegiatan ini yaitu masyarakat dapat memanfaatan teknologi pembayaran digital yang mempermudah mereka dalam melakukan transaksi.