cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 617 Documents
A sociolinguistic analysis of language style in Ghostbusters: Frozen Empire (2024) film Zenanda, Agiska Zerpi; Rahayu, Famala Eka Sanhadi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9 (2025): Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.23009

Abstract

This study investigates the use of language styles in the film Ghostbusters: Frozen Empire (2024) through the lens of Martin Joos’s theoretical framework, which classifies language into five distinct styles: frozen, formal, consultative, casual, and intimate. Grounded in sociolinguistic theory, the research examines how language serves as a reflection of social identity, interpersonal relationships, and the communicative context in which it is used. The film was selected as the research object due to its rich portrayal of interactions that span multiple genres, including family, comedy, and supernatural adventure, making it particularly suitable for examining variations in communication. A descriptive qualitative approach was employed, with data derived from the dialogues of the main characters. Data collection involved detailed observation, identification of key scenes, and systematic categorisation of dialogues according to Joos’s language style framework. Data analysis followed Miles and Huberman’s model, encompassing the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. The primary objectives of this study are to describe the range of language styles utilised by the main characters and to identify which style is most dominant within the film’s interactions. The findings are anticipated to provide both theoretical contributions to sociolinguistic scholarship and practical benefits for audiences, enhancing their understanding, appreciation, and critical engagement with language use in cinematic narratives. Ultimately, this study offers insights into how stylistic choices in film dialogue shape social meaning, influence audience perception, and illuminate the dynamic interplay between language, context, and social identity in contemporary media.
ANALISIS WACANA “AKAR PELECEHAN SEKSUAL” PADA MEDIA UMAT NEWS EDISI 236 TEORI TEUN A. VAN DIJK Jumiati, Nur; Dahlan, Dahri; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6188

Abstract

Media massa cetak surat kabar memiliki peran penting dalam pemberitaan karena dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif. Termasuk Media Umat News yang memuat wacana kritik RUU PKS. Wacana kritik itu mendapatkan perhatian karena menggunakan sudut pandang yang berbeda dengan media lainnya. Berdasarkan perbedaan tersebut sebagai latar belakang pemilihan objek penelitian. Objek akan dianalisis menggunakan analisis wacana struktur teks Teun A. Van Dijk. Penelitian berfokus pada penguraian struktur teks yang terdiri dari struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Tujuan penelitian yaitu mengungkap informasi yang terdapat dalam dimensi struktur teks wacana Akar Pelecehan Seksual.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yakni diuraikan secara deskriptif berupa kata-kata. Data penelitian yaitu wacana Akar Pelecehan Seksual dan sumber data penelitian adalah Media Umat News Edisi 236. Pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap, melalui teknik baca dan teknik catat. Analisis data pada struktur makro digunakan metode analisis tematik. Pada superstruktur dan struktur mikro menggunakan metode padan ekstralingual. Teknik penyajian data hasil penelitian diuraikan secara deskriptif dan dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu pendeskripsian struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro.Berdasarkan hasil penelitian, struktur makro yang terdapat dalam wacana Akar Pelecehan Seksual adalah perluasan kejahatan seksual bisa melalui RUU PKS. Makna umum yang dimunculkan tersebut untuk membentuk kesadaran sosial yakni mempengaruhi penafsiran pembaca dalam memandang RUU PKS secara negatif. Adapun superstruktur disusun berdasarkan kepentingan untuk mendukung struktur makro. Penyusunan tersebut bertujuan untuk mempertegas tema, strateginya dengan mengurutkan proses jalannya peristiwa menjadi tiga episode secara lengkap mulai dari fakta, sejarah, dan solusi. Sedangkan struktur mikro lebih ditekankan pada aspek sintaksis, untuk menampilkan pesan secara terang dan jelas. Secara keseluruhan penyusunan setiap struktur merupakan suatu strategi untuk mendukung informasi yang ingin disampaikan dalam wacana Akar Pelecehan Seksual.
KOMENTAR UJARAN KEBENCIAN KASUS PENANGKAPAN NURDIN ABDULLAH DI AKUN TWITTER CNN INDONESIA KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Pangestuti, Manesti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.5965

Abstract

Nowadays, the use of social media is a necessity to interact, socialize, communicate, and access various information, but in this use, there are still many cases of abuse such as carrying out prohibited actions. Actions on electronic social media have been regulated by the Information and Electronic Transaction Law (UU ITE) so that every action taken will be judged by applicable law. Hate speech in the comments column for electronic social media often occurs but there are still many users who do not understand the law. The purpose of this study is to present examples of hate speech in the comments column of electronic social media, namely Twitter in one of the CNN Indonesia account posts related to the case of Nurdin Abdullah's arrest. The theory used is a forensic linguistic study to find out the study of the language of the comments and then linked it with the applicable law. The method used is descriptive qualitative analysis with 5 comments. The results obtained show that the comments are hate speech which is included in the criminal act of defamation and can be punished by the ITE Law article 27 paragraph (3) regarding defamation in electronic mass media and the KUHP article 310 paragraph (2) related to defamation. Written.
Psychosocial analysis on Beth Harmon in Walter Tevis’ The Queen’s Gambit (1983) Azzahra, Karina Annisa; Muhajir, Fatimah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9 (2025): Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.23022

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana faktor psikososial mempengaruhi  kehidupan individu dengan menyoroti peran lingkungan dalam mendorong atau menghambat pertumbuhan kepribadian. Novel The Queen’s Gambit (1983) karya Walter Tevis dijadikan objek kajian karena secara mendalam merefleksikan perjalanan kepribadian tokoh Beth Harmon. Penelitian ini menggunakan teori perkembangan psikososial Erik H. Erikson melalui pendekatan psikoanalisis dengan metode kualitatif. Studi ini menerapkan teori perkembangan psikososial Erikson melalui pendekatan psikoanalisis dengan metodologi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beth berkembang melalui empat tahap perkembangan psikososial Erikson, yaitu usia bermain, usia sekolah, remaja, dan dewasa muda. Setiap tahap dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan lingkungan Beth, seperti kehidupan rumah tangga yang tidak stabil pada masa bermainnya, pengasuhan institusional pada usia sekolah, dunia catur yang kompetitif pada masa remajanya, dan konflik internal serta ketidakseimbangan emosi pada tahap dewasa muda. Terlepas dari semua itu, Beth mencapai pertumbuhan kepribadian melalui empat tahap tersebut, yang menyoroti peran lingkungan yang kuat yang membuatnya mampu mengatasi tantangan psikososial.
PENYIMPANGAN KEPRIBADIAN TOKOH MATARI DALAM NOVEL MISTERI PATUNG GARAM KARYA RUWI MEITA : KAJIAN PSIKOANALISIS Annisa, Annisa; Sari, Norma Atika; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6252

Abstract

Fokus dalam penelitian ini adalah analisis terhadap struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita dengan menggunakan teori Sigmund Freud dan psikologi abnormal. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur cerita, struktur kepribadian, dan faktor penyebab penyimpangan pada tokoh Matari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kata dan kutipan, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita. Teknik pengumpulan data ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan membuat simpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, struktur cerita dalam novel Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita terdiri atas alur, tokoh, dan latar. Alur dalam novel ini adalah maju. Tokoh utama dalam penelitian ini adalah Kiri Lamari dan tokoh mayor adalah Matari. Secara garis besar latar tempat dalam novel ini berada di kota Surabaya, Yogyakarta, dan Bojonegoro. Waktu penceritaan yang ada dalam novel ini terjadi pada kehidupan moderen masa kini. Latar sosial yang tergambar adalah lingkungan menengah ke atas. Kedua, struktur kepribadian tokoh Matari didominasi oleh struktur id daripada ego dan superego. Tidak adanya keseimbangan antara id, ego, dan superego pada tokoh Matari membuatnya memiliki perilaku menyimpang seperti melakukan pembunuhan berantai dengan cara yang sadis untuk memenuhi dorongan kepribadian id-nya. Perilaku menyimpang dan sadis ini terjadi karena faktor biologis, psikososial, dan sosiokutural.Kata Kunci: penyimpangan, psikoanalisis, struktur cerita, kepribadian, Sigmund Freud.
Behavioral psychology study of the main character in Room (2015) film Wati, Nurhaliza Fajar; Muhajir, Fatimah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9 (2025): Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.22632

Abstract

This study aims to explain the behavior of the main character, Jack, in the film Room (2015) using the behaviorist theories of John B. Watson and B.F. Skinner. The research uses a qualitative descriptive method with a behaviorist psychological approach. Data were collected through repeated viewing of the film, note taking, and identification of behavioralpatterns related to stimulus and response. The analysis focuses on classical conditioning, operant conditioning, and internal factors that influence behavior. The results of the study indicate that Jack’s behavior is shaped by various external stimuli, including conditioned responses to daily routines and social interactions within his limited environment. Operant conditioning is evident through Jack’s behavioral changes in response to consequences and rewards. Additionally, internal factors such as emotions, self-awareness, drives, and goal and intentions play a significant role in Jack’s responses and adaptation to his environment. These findings support the behaviorist perspective that human behavior is shaped and learned through interactions with the environment.
ANALISIS NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS: ASPEK RELIGIUS HUBUNGAN MANUSIA DENGAN DIRI SENDIRI Hamimah, Ilmu; Khofifah, Nur; Susetya, Hemas Haryas Harja
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.5933

Abstract

Menjadi manusia yang sempurna adalah hal yang tidak mungkin terjadi di dunia. Namun, menjadi manusia yang berusaha dan bertekad menuju sempurna adalah hal bisa dicapai dengan segala keyakinan hati dan permohonan kelurusan di jalan Alah SWT. disertai dengan usaha diri menuju kebaikan yang haqiqi. Hal ini dapat disebut sebagai dimensi religius seseorang diri manusia terhadap diri sendiri. Menanamkan sifat keagamaan yang kuat dan kesiapan hati untuk menuju ke jalan yang benar. Kekuatan sifat religius terhadap diri sendiri dapat diaplikasikan dalam berbagai keadaan. Seperti keadaan bahagia, sedih, kecewa, terkesan atau sebagainya. Keadaan tersebut sangatlah membuktikan seberapa besar seseorang menggunakan sikap kereligiusan terhadap diri sendiri. Artikel berikut berisi beberapa penggalan sikap religi terhadap diri sendiri yang mampu menambah wawasan kita terhadap dimensi sikap ini.
Hibriditas Damarwulan oleh Kelompok Keham Balai Tambek di Desa Lebak Cilong Saputra, Muhammad Iqbal; Vivian, Yofi Irvan; Gunawan, Asril
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9 (2025): Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.23025

Abstract

Pertunjukan teater tradisional Damarwulan oleh Kelompok Keham Balai Tambek di Desa Lebak Cilong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, merepresentasikan bentuk kesenian lokal yang memadukan unsur Mamanda Kutai. Fenomena ini mencerminkan proses hibriditas budaya sebagai hasil pertemuan dan percampuran dua identitas budaya berbeda. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis proses hibriditas dalam pertunjukan Damarwulandari aspek naratif, musikal, dan visual, dengan menggunakan perspektif teori hibriditas budaya Homi Kharshedji Bhabha. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya adaptasi naratif yang memasukkan elemen lokal Kutai, penggunaan instrumen tradisional seperti babon dan piul yang dipadukan dengan vokal, serta strategi visual yang memadukan unsur dua tradisi. Pertunjukan ini menjadi ruang negosiasi identitas budaya masyarakat Kutai sekaligus contoh seni pertunjukan tradisional yang membentuk identitas budaya secara dinamis dan dialogis di tengah masyarakat multikultural.
REFLECTION OF THE BRITISH SOCIETY DURING THE INDUSTRIAL REVOLUTION IN THE GREAT EXPECTATIONS NOVEL Makin, Yohanes Klaudius Bala; Sli, Surya; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6122

Abstract

‘The Great Expectations’ in the Victorian era was written where technology advancement began to emerge during the Industrial Revolution in Great Britain. This study was aimed at finding out about the setting of time and place in the novel and the society’s life in novel at the Industrial Revolution Period in the novel. Using qualitative content analysis, results of the study show that the setting of time and place reveal that the main characters and the minor characters interactively communicate with one another describing how a big dream of a young boy is finally fulfilled. Life style of living in a big city like London made the main character forget who he was and where he comes from leading him to a misery of losing all his assets and wealth due to his own life style. With the help of his forgotten neglected old friend he managed to get back up on being a gentleman again. Literary sociology describes the technology advancement as well as the differences among the rich and the poor in Britain during the Industrial Revolution that has turned agriculture-oriented period into the fast-moving machinery period making people richer and poorer. Conclusions reveal that a big dream can turn into a reality, but luxury should not blind a person from being appreciative to others and that the Industrial Revolution has created new classes in society dividing people up into newly formed new strata. Key words: The Great Expectations, British Society, the Industrial Revolution, a big dream, Victorian Era.  ABSTRAK       'The Great Expectations' di era Victoria ditulis di mana kemajuan teknologi mulai muncul selama Revolusi Industri di Inggris Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar waktu dan tempat dalam novel serta kehidupan masyarakat dalam novel pada masa Revolusi Industri dalam novel tersebut. Dengan menggunakan analisis kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa setting waktu dan tempat mengungkapkan bahwa karakter utama dan karakter minor berkomunikasi secara interaktif satu sama lain yang menggambarkan bagaimana impian besar seorang anak laki-laki akhirnya terpenuhi. Gaya hidup hidup di kota besar seperti London membuat tokoh utama lupa siapa dirinya dan dari mana asalnya menuntunnya pada kesengsaraan kehilangan semua aset dan kekayaannya karena gaya hidupnya sendiri. Dengan bantuan teman lamanya yang terlupakan, dia berhasil bangkit kembali menjadi pria terhormat. Sosiologi sastra menggambarkan kemajuan teknologi serta perbedaan antara orang kaya dan orang miskin di Inggris selama Revolusi Industri yang telah mengubah periode berorientasi pertanian menjadi periode mesin yang bergerak cepat membuat orang semakin kaya dan semakin miskin. Kesimpulan mengungkapkan bahwa mimpi besar dapat berubah menjadi kenyataan, tetapi kemewahan tidak boleh membutakan seseorang untuk menghargai orang lain dan bahwa Revolusi Industri telah menciptakan kelas-kelas baru dalam masyarakat yang membagi orang ke dalam strata baru yang baru terbentuk. Kata kunci: The Great Expectations, British Society, Revolusi Industri, mimpi besar, Era Victoria.
“JAMANG SANGSANG” IDENTITAS LAKI-LAKI SUKU BADUY, DESA KANEKES, KECAMATAN CIBOLEGER, KABUPATEN LEBAK, BANTEN Mustopa, Mustopa; Wiratama, Adi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6268

Abstract

Salah satu identitas kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Baduy adalah “Jamang Sangsang” atau pakaian alam yang serba biru gelap (warna tarum). Tujuan penelitian ini untuk mengungkap kearifan budaya lokal “Jamang Sangsang” pakaian alam laki-laki suku Baduy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Baduy luar di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwi Damar, Kabupaten Lebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kearifan lokal yang dimiliki oleh Jamang yaitu pengguna Jamang dapat dipakai oleh laki-laki dan perempuan. Jamang hanya memiliki dua warna, yaitu hitam dan putih yang berbahan dasar dari kapas. Bahan utama dalam pembuatan dan pewarnaan Jamang yaitu memanfaatkan bahan alam dari tumbuhan dan lumpur. Terdapat larangan khusus dalam pembuatan Jamang, diantaranya larangan pembuatan Jamang bagi perempuan yang sedang menstruasi dan bulan-bulan tertentu suku Baduy. Pemerintah perlu memberikan dukungan agar identitas budaya Jamang tetap terjaga, diantaranya dengan subsidi dalam penjualan produk Jamang, sosialisasi identitas Jamang pada media daring, dan ikut serta memakai Jamang pada acara resmi Pemerintah.