cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 617 Documents
NILAI ETIKA DALAM NOVEL SERIBU WAJAH AYAH KARYA AZHAR NURUN ALA DAN PERANANNYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Andriansyah, Alvin; Mulyono, Tri; Nirmala, Afsun Aulia
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.5807

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan nilai etika yang terkandung dalam novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala, 2)  Mendeskripsikan peranan pembelajaran nilai-nilai etika pada novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yaitu novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala, dengan wujud data berupa penggalan kata dan kalimat yang mengandung nilai etika dalam novel. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca simak dan catat. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dengan penyajian hasil analisis secara informal. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga jenis nilai etika dalam novel Seribu Wajah Ayah, yaitu (1). Nilai religi berjumlah 15 data 34,88%, (2). Nilai moral berjumlah 22 data 51,16% yang terdiri dari kejujuran, tanggung jawab, kesetiaan, keberanian, kemandirian, pengorbanan, dan pantang menyerah, (3). Nilai sosial berjumlah 6 data 13,96% yang terdiri dari sikap peduli dan kerja sama. Nilai etika yang paling dominan dalam novel Seribu Wajah Ayah adalah nilai moral yang berjumlah 22 data 51,16%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai etika yang ada pada novel Seribu Wajah Ayah dapat memberikan peranan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA dan dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia sebagai bahan kajian dalam pembelajaran materi bahasa Indonesia kepada peserta didik di SMA Kelas XII Semester II, dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan dalam novel dengan indikator menganalisis isi (unsur intrinsik dan ekstrinsik). Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi guru untuk memberikan motivasi kepada peserta didik di SMA. Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat untuk pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran yang positif bagi peserta didik di SMA.
Resistensi Sanggar Seni Bergulur Mapan dalam mempertahankan Rijoq di Kampung Linggang Mapan Kawulusan, Frans Rivaldo; Vivian, Yofi Irvan; Pratama, Zamrud Whidas
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9 (2025): Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.23003

Abstract

Sanggar Seni Bergulur Mapan merupakan kelompok kesenian di Kampung Linggang Mapan yang masih mempertahankan Rijoq. Rijoq merupakan nyanyian vokal serupa pantun dan syair yang berbahasa Dayak Tunjung dan Benuaq. Seiring waktu, penampilan Rijoq dari Sanggar Seni Bergulur Mapan mengalami penurunan, akibat populernya lagu pop daerah yang menimbulkan kesalahan persepsi pemuda-pemudi Kampung Linggang Mapan terkait Rijoq. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur musik pada Rijoq dan resistensi Sanggar Seni Bergulur Mapan dalam mempertahankan Rijoq. Penelitian ini menggunakan pendekatan Musikologi dari Jean Ferris untuk menganalisis unsur musik Rijoq dan pendekatan Sosiologi dari James C. Scott untuk menganalisis resistensi dalam mempertahankan Rijoq. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk Rijoq (jangan berpacaran dan janji dari kecil) yang memiliki unsur musik berupa tema, melodi, frase, skala, serta melismatis dan silabis. Rijoq yang masih dipertahankan melalui dua bentuk resistensi: resistensi tertutup (argumentasi dari pemerintah kampung dan adat, serta diskusi internal Sanggar Seni Bergulur Mapan) dan resistensi terbuka (pembelajaran Rijoq dan kegiatan workshop Rijoq).
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM SURAU DAN SILEK KARYA ARIEF MALINMUDO (KAJIAN PRAGMATIK) Putra, Ananda; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6127

Abstract

Film Surau dan Silek mempunyai bentuk ilokusi yang variatif, mengandung pesan, dan memiliki nilai-nilai tindak tutur untuk melaksanakan, menerapkan, atau mengedukasi nilai tersebut. Nilai-nilai yang dimaksud, yaitu agama, kekeluargaan, persahabatan, semangat juang, dan budaya pendidikan surau yang mulai jarang ditemui saat ini menjadi alasan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam film Surau dan Silek karya Arief Malinmudo, ditinjau dari kajian pragmatik khususnya tindak tutur ilokusi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Adapun data penelitian berupa tuturan percakapan antartokoh dalam bentuk dialog, sumber data penelitian film Surau dan Silek karya Arief Malinmudo. Waktu penelitian yang digunakan dari bulan Oktober 2020 sampai April tahun 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, catat, transkripsi, dan terjemahan. Teknik analisis data menggunakan analisis padan ekstralingual. Temuan jenis dan fungsi tuturan dianalisis menggunakan teori tindak tutur ilokusi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan empat jenis tindak tutur ilokusi yang terdiri dari “asertif, direktif, ekspresif, dan komisif”. Sedangkan untuk fungsi ditemukan empat jenis ilokusi di antaranya terdiri dari “kompetitif, konvivial, kolaboratif, dan konfliktif”. Dalam hal ini pada “konvivial” fungsi memuji merupakan temuan baru, yaitu berusaha menyenangkan mitra tutur dengan memberikan pujian. Selain itu film Surau dan Silek juga memberikan pesan dan nilai-nilai kepada penonton tentang kiat anak-anak menemukan sebuah makna silat. Salat, Salawat, dan Silek yang merupakan tiga hal beriringan dan membentuk karakter dan kepribadian anak-anak Minang dalam belajar silat.
Dreams, depths, and dual meanings: A semiotic analysis of symbols in Inception (2010) film Saputra, Andrey; Rahayu, Famala Eka Sanhadi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9 (2025): Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.23012

Abstract

This study discusses the symbolism in the film “Inception” by Christopher Nolan (2010) using Roland Barthes semiotic approach. Films are understood not only as visual entertainment, but also as cultural texts that contain social, ideological and philosophical messages. Through qualitative analysis, data is collected from movie scenes, dialogues and visual elements, and then interpreted based on three layers of meaning: denotation, connotation and myth. An analysis of the seven main scenes shows that “Inception” features several major themes: (1) trauma and uncertainty that continue to haunt humans, depicted through Cobb's characters and rotating totem symbols; (2) reality as fragile and reconstructable, seen from the folds of Paris and the rotating corridors of hotels; (3) Science and technology as a form of control over the unconscious, shown by Joseph; (4) the human subconscious as a battleground of ideas and resistance, visualized through snow; and (5) family and personal relationships as an important part of identity formation, for example through Fischer's conflict with his father. These findings confirm that “Inception” presents a grand narrative about human life, full of ambiguity, trauma and the search for meaning. Thus, the film can be read as a representation of the modern human condition, living between reality and illusion, technological control and inner freedom, as well as past demands and future expectations.
CITRA PEREMPUAN DALAM TIGA CERPEN DARI KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN YANG MENUNGGU KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY Muna, Usniatul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6135

Abstract

Cerpen merupakan karangan fiktif yang hanya mempunyai satu alur. Cerpen yang dikaji dalam penelitian ini yaitu tiga cerpen dalam kumpulan cerpen Perempuan yang Menunggu karya DRH. Ketiga cerpen tersebut berjudul “Kawin Lah!”, “Bunga Dalam Gelas”, dan “Sepotong Bulan Luka”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra perempuan dalam tiga cerpen yang berjudul “Kawin Lah!”, “Bunga Dalam Gelas”, dan “Sepotong Bulan Luka”. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Perempuan yang Menunggu karya Dorothea Rosa Herliany (DRH). Adapun data dalam penelitian ini kata, klausa, kalimat, paragraf yang terdapat dalam cerita kehidupan “Aku”, Rini, dan Dina yang merupakan tokoh perempuan dalam cerpen “Kawin Lah!”, “Bunga Dalam Gelas”, dan “Sepotong Bulan Luka” karya DRH. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis isi untuk mengerjakan simpulan dengan cara menentukan karakteristik secara sistematis dan objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra perempuan dari cerpen yang berjudul “Kawin Lah!”, “Bunga Dalam Gelas”, dan “Sepotong Bulan Luka” tidak menyajikan citra perempuan yang monolitik. Ketiga karakter yang menjadi fokus kajian penelitian ini, tokoh “Aku”, Dina, dan Rini menghadirkan citra perempuan yang unik di setiap masing-masing.
THE HERO’S JOURNEY OF MONSTER IN FRANKENSTEIN: OR MODERN PROMETHEUS NOVEL BY MARY SHELLEY Hajrah, Siti; Arifin, M. Bahri; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6167

Abstract

ABSTRACTThis research focuses on the journey of Monster’s character as the hero in Frankenstein: or Modern Prometheus novel by Mary Shelley. The purposes of this research are to present the extent of plot connected to the hero’s journey of Monster and identify how Monster can be depicted as hero by Joseph Campbell theory. Monomyth or Hero’s Journey theory by Joseph Campbell was used as the main theory to find out the stages of hero’s journey in Monster’s character. The method used in this research is a qualitative method. The data source of this research is a novel entitled Frankenstein: or Modern Prometheus by Mary Shelley. The data are words, sentences, paragraphs, narrations and dialogue that contain the description of the plot and hero’s journey.There are two results of this research. Firstly, it is found that the plot pattern in this novel is connected to the hero’s journey theory. Secondly, it showed that the Monster’s character undergoes all the eleven stages which are in line with Campbell’s Monomyth. These eleven stages are, 1. the call to adventure, 2. refusal of the call, 3. supernatural aid, 4. the crossing of the first threshold, 5. the belly of the whale, 6. the road of trials, 7. atonement with the father, 8. apotheosis, 9. the ultimate boon, 10. refusal of the return and 11. freedom to live. Therefore, this research had concluded that the Monster can be depicted as a hero based on his journey that followed the theories of plot and hero’s journey. Key words:  Hero’s Journey, Plot, the Monster, Frankenstein or Modern Prometheus.  ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada karakter monster sebagai pahlawan dalam novel Frankenstein: or Modern Prometheus karya Mary Shelley.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan sejauh mana plot yang berhubungan dengan perjalanan Monster dan mengidentifikasi bagaimana Monster dapat digambarkan sebagai pahlawan menurut teori Joseph Campbell. Teori Monomyth atau Perjalanan Pahlawan oleh Joseph Campbell digunakan sebagai teori utama untuk mengetahui tahapan perjalanan pahlawan dalam karakter Monster. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Frankenstein: or Modern Prometheus karya Mary Shelley. Data berupa kata-kata, kalimat, paragraf, narasi dan dialog yang memuat deskripsi plot dan perjalanan pahlawan. . Ada dua hasil dari penelitian ini. Pertama, ditemukan bahwa pola plot dalam novel ini terkait dengan teori perjalanan pahlawan. Kedua, ini menunjukkan bahwa karakter Monster mengalami kesebelas tahap yang sejalan dengan Campbell's Monomyth. Kesebelas tahapan tersebut adalah, 1. the call to adventure, 2. refusal of the call, 3. supernatural aid, 4. the crossing of the first threshold, 5. the belly of the whale, 6. the road of trials, 7. atonement with the father, 8. apotheosis, 9. the ultimate boon, 10. refusal of the return and 11. freedom to live. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa Monster dapat digambarkan sebagai pahlawan berdasarkan perjalanannya yang mengikuti teori plot dan perjalanan pahlawan.Kata Kunci: Perjalanan Pahlawan, Alur, Monster, Frankenstein or Modern Prometheus.
HEGEMONI TOKOH RADEN KASLAN DALAM NOVEL SENJA DI JAKARTA KATYA MOCHTAR LUBIS Fitriansyah, Haicdil
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.4061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fakta cerita dalam novel Senja Di Jakarta karya Mochtar Lubis (2) Hegemoni tokoh Raden Kaslan dalam novel Senja Di Jakarta karya Mochtar Lubis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik baca dan cata. Data dianalisis menggunakan metode (1) Reduksi Data, (2) Penyajian Data, dan (3) Penarikan Simpulan. Dalam menganalisis Novel Senja Di Jakarta dengan menggunakan teori hegemoni Gramsci, analisis awal yang dilakukan terlebih dahulu adalah menguraikan novel tersebut berdasarkan fakta cerita, yaitu alur, tokoh, dan latar agar dapat menganalisis bentuk hegemoni yang terdapat dalam novel Senja Di Jakarta Karya mochtar Lubis. Selanjutnya kajian hegemoni Gramsci digunakan untuk menganalisis bentuk hegemoni tokoh Raden Kaslan terdiri dari ideologi, kebudayaan, Kaum Intelektual, dan negara yang ada dalam novel Senja Di Jakarta Karya Mochtar Lubis.
Exploring schizophrenia and language disorder in the main character of A Beautiful Mind (2001) film: A psycholinguistic study Lathifah, Arzeta Zulfa; Rahayu, Famala Eka Sanhadi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9 (2025): Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.23008

Abstract

This research investigates language difficulties brought on by schizophrenia as they are represented in the character John Nash from the 2001 movie A Beautiful Mind. Finding signs of a language disorder in the main character's speech patterns, such as paralogia, affective flatness, and disordered speech patterns, is the goal. Selected conversation and scenes from the movie are analyzed as data in this qualitative descriptive study. According to the analysis, schizophrenia severely hinders communication skills by causing problems with speech coherence and emotional expression. This study advances our knowledge of the relationship between language and psychological diseases and emphasizes the significance of truthful media portrayals in lowering stigma toward people with schizophrenia. Programs for mental health education and awareness could use the practical consequences as a guide.
THE REBELLION BEHAVIOR OF CARRIE WHITE’S CHARACTER IN CARRIE MOVIE (2013) Lifu, Atika Rosita Lifu; Natsir, Muhammad; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.6009

Abstract

The purposes of this research are to found out about the rebellion behavior of Carrie White’s character and how it portrayed through her characterization and also to found out about the resolution of her rebellion behavior in Carrie movie (2013).  The design of this research was qualitative research. The data in this research were from the dialogue, action, scene, and script of the movie which is Carrie movie (2013).  The data were analyzed using the rebellion theory by Arnett and the characterization theory by Kenan. This research has three research questions, the first one is what is the rebellion behavior of Carrie White’s character portrayed in the movie based on Arnett’s adolescent theory?, the second one is how is Carrie White’s rebellion behavior portrayed in the movie through the characterization theory by Rimmon Kenan?, and the last one is what are the resolutions of Carrie White’s rebellion behavior portrayed in the movie?. The result showed that Carrie White has three kinds of rebellion behavior according to the first research question based on Arnetts theory which is the conflict with parents, mood disruption, and risk behavior, and also the second research question that Carrie White characterization was portrayed through Kenan’s theory which is the indirect definition. The resolution of this research is that Carrie White at the end of the movie felt sorry that she had rebelled against her mom. 
A conversation analysis of turn-taking strategies in the 2024 U.S. presidential debate Zuhayr, Muhammad Rizqullah; Rahayu, Famala Eka Sanhadi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9 (2025): Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.23021

Abstract

This study investigates turn-taking strategies employed by Donald Trump and Joe Biden in the 2024 U.S. presidential debate. Using Conversation Analysis (CA) as the methodological framework, the research examines how interruptions, overlaps, pauses, and topic shifts are managed to negotiate control, assert dominance, or maintain authority in a high-stakes political context. Data were drawn from the official debate recording and analyzed qualitatively. The findings reveal that both verbal and nonverbal cues function as strategic tools in shaping debate dynamics and influencing audience perceptions of leadership and credibility. By situating turn-taking within the field of political communication, this study contributes to understanding the structural mechanisms underlying political discourse and shows how conversational strategies reflect power relations and persuasion beyond rhetoric and content.