cover
Contact Name
Nurfitriany Fakhri
Contact Email
nurfitriany.fakhri@unm.ac.id
Phone
+6282190788118
Journal Mail Official
jurnal.talenta@unm.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Gedung BM Lantai 2 Kampus Gunungsari Baru, Jalan A.P. Pettarani, Makassar 90222.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Psikologi Talenta
ISSN : 24608750     EISSN : 26151731     DOI : https://doi.org/10.26858/talenta
Core Subject : Humanities,
urnal Psikologi Talenta (Talenta Psychology Journal) is an open journal system that uses a peer-reviewed system in the journals, with e-ISSN: 2615-1731 and p-ISSN: 2460-8750 published by the Faculty of Psychology, Makassar State University. Jurnal Psikologi Talenta is an Open-Access journal and published twice a year every March and September. Articles/Journals published with aims and scope around: (1) psychology of organizational behavior; (2) entrepreneurship; (3) positive psychology; (4) human developmental dynamics; (5) values and character education; (6) family and community resilience; (7) Indigenous Psychology; and (8) psychology of peace.
Articles 165 Documents
Peran Grit terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Selama Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19 Tirza Nahamani
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.145 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v7i2.23911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran grit terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19. Subyek penelitian adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret sejumlah 407 orang yang ditentukan dengan teknik pengambilan sampel berstrata disproporsional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala penyesuaian diri dan skala grit. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS 25. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan koefisien determinasi sebesar 0,539. Hasil ini membuktikan bahwa grit berperan secara signifikan terhadap penyesuaian diri pada mahasiswa yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19. Grit berkontribusi terhadap penyesuaian diri sebesar 53,9%.
Gambaran Possible selves Pada Remaja SMP Desy Chrisnatalia
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.315 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v7i2.21244

Abstract

Possible selves are the part of the self that describe a person’s future self. The developed cognitive abilities and hypothetical thinking in adolescence allow them to conceptualize and speculate about who they are and what they hope to be in the future. Possible selves consist of two selves, the expected self  (hoped-for possible selves ) and the feared self (feared possible selves). Possible selves can provide an overview of adolescent identity and what motivates their behavior at present. The relationship between possible selves and self-regulation had motivated many researchers to research possible selves in adolescents. The majority of research on possible selves in adolescents was conducted in Western countries, although social and cultural contexts also play a role in forming possible selves.  This study aims to obtain an overview of the possible selves of middle high school adolescents aged 13-15 years. The study has used a survei method using an open-ended question questionnaire to get data regarding the description of possible selves from the research participants. A total of 66 participants were asked to write down a description of their possible- selves; both hoped-for possible selves and feared possible selves . The results showed that most of the participants in the study had possible selves related to work/occupation and relationships/interpersonal functions.  The study has found that female participants have more interpersonal relations/functions category than men. On the other side, male participants have more occupational categories than females. None of the study participants had possible- selves regarding health; physical appearance, and sexuality Keywords: Possible selves ; Adolescent; Hoped-for possible selves ; Feared possible selves ; Self concept                                                                                                                                                                                               Possible selves  adalah bagian dari self yang memberikan gambaran tentang diri seseorang di masa depan. Kemampuan kognitif dan berpikir hipotetis  yang berkembang pada usia remaja memampukan remaja untuk mengkoseptualisasi dan berspekulasi  dan mampu berpikir secara hipotetis memampukan remaja untuk memikirkan siapa diri mereka dan harapan akan diri mereka di masa depan. Possible selves  terdiri dari dua aspek self, yaitu gambaran diri yang diharapkan di masa depan (hoped- for possible selves ) dan gambaran diri yang ditakutkan di masa depan (feared possible selves ). Gambaran diri remaja di masa depan dapat memberikan gambaran tentang identitas remaja dan hal-hal apa saja yang memotivasi perilaku remaja pada saat ini. Hal tersebut memotivasi banyak peneliti melakukan penelitian tentang possible selves  pada remaja. Mayoritas penelitian tentang possible selves  pada remaja dilakukan di negara Barat walaupun konteks sosial dan budaya turut memiliki peran dalam pembentukan possible selves. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang possible selves  remaja SMP usia 13-15 tahun. Metode survei dengan menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka digunakan untuk mendapatkan data mengenai gambaran possible selves  dari partisipan penelitian. Sejumlah 66 partisipan penelitian diminta untuk menuliskan gambaran possible selves  mereka baik hoped- for possible selves  dan feared possible selves. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja laki-laki dan perempuan dalam penelitian memiliki possible selves yang bekaitan dengan pekerjaan dan relasi/fungsi interpersonal. Namun demikian,  kategori relasi/fungsi interpersonal lebih banyak ditemukan pada perempuan daripada laki-laki dan kategori pekerjaan lebih banyak ditemukan pada remaja laki-laki.  Tidak satupun partisipan penelitian yang memiliki possible selves  dalam hal kesehatan fisik, penampilan fisik, dan seksualitas. Kata Kunci: Possible selves ; Remaja; Hoped-for possible selves ; Feared possible selves ; Konsep diri  
Efektivitas Smart Empowerment Technique dalam Meningkatkan Pemaafan Mahasiswa Fuad Nashori
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 8, No 1 (2022): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.447 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v8i1.35839

Abstract

This research aimed to determine the effectiveness of Smart Empowerment Technique (SET) on forgiveness. Subject in this research were 12 university students, Yogyakarta, which are divided into two groups the experimental group and the control group. The data was collected using a scale of forgiveness. The research design used was pre-post control group design. Analysis of the study were quantitative analysis. Quantitative analysis using Independent Sample T-test to determine forgiveness after the Smart Empowerment Technique given. The result of this research were Smart Empowerment Technique increased forgiveness university students.
Football Fan Aggression: The Role of Democratic Parenting and Emotion Regulation Desy Maria Ulfa; Mujidin Mujidin; Ahmad Muhammad Diponegoro
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 8, No 1 (2022): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.897 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v8i1.36565

Abstract

This study aims to empirically examine the relationship between democratic parenting and emotion regulation with the aggressiveness of soccer fans. The research subjects were students of class XI SMA Negeri 1 Sleman, totalling 71 students. The Likert model scale is the main instrument to obtain data on aggressiveness, democratic parenting, and emotion regulation. The data was then analyzed using multiple regression with the SPSS V26 program. The analysis results show that simultaneously there is a very significant relationship between democratic parenting and emotion regulation with aggressiveness (R = 0.604 with a sig. 0.000). While partially, democratic parenting with aggressiveness and emotion regulation with aggressiveness proved to have a very significant negative relationship (partial = -0.460 with sig. 0.000 level and partial = -0.315 with sig. 0.008). The contribution of democratic parenting to aggressiveness is more dominant (24%) than the contribution of emotion regulation to aggressiveness (12.4%). In conclusion, democratic parenting as an external factor from the family environment plays a vital role in controlling children's behaviour in adolescence (aggressiveness) than factors originating from within the child (emotion regulation).
Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique untuk Menurunkan Kecemasan pada Lansia Firda Ikhsan Nurrohmah
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 8, No 1 (2022): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.34 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v8i1.35382

Abstract

Lansia atau lanjut usia memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan. Terapi spiritual emotional freedom technique (seft) diberikan untuk mengurangi tingkat kecemasan yang dirasakan oleh para subjek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif tipe eksperimen. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 7 wanita lansia dengan rentang usia 60 – 70 tahun di Pedukuhan D di wilayah kerja Puskesmas X. Hasil analisis data menggunakan analisis SPSS uji paired sample t test menunjukkan nilai sig = 0,062 untuk nilai pretest dan sig = 0,602 untuk nilai posttest dengan nilai p = 0,05 artinya ada penurunan kecemasan antara sebelum dan sesudah pemberian terapi spiritual emotional freedom tehnique (rerata skor pretest = 11,14 dan rerata posttest = 6,43). Berdasarkan perbandingan hasil skor pretest dan posttest dapat disimpulkan bahwa terapi spiritual emotional freedom technique (seft) dapat menurunkan kecemasan pada lansia.
Phubbing Terhadap Kualitas Kelekatan Dewasa pada Perempuan Menikah di Kota Makassar Sitti Murdiana; Ismalandari Ismail
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.955 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v7i2.33286

Abstract

This study aims to determine relationship between phubbing and adult attachment. This research was conducted on 72 married women spread across the city of Makassar using simple regression analysis methods in processing the data results. The results revealed that phubbing behavior influenced anxiety attachment and avoidance attachment. The effect of phubbing on anxious attachment appears to be less strong, but the effect of phubbing on attachment avoidance appears to be stronger. Based on these results, it can be concluded that phubbing affects adult attachment on the anxious aspect and on the avoidance aspect with a different magnitude of influence
Hubungan Antara Self-Efficacy dengan Academic Burnout pada Mahasiswa Lestari Relinda Romauli Rumapea; Maria Nugraheni Mardi Rahayu
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 8, No 1 (2022): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.18 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v8i1.33971

Abstract

Selama masa pandemi, banyak mahasiswa yang menunjukkan adanya penurunan motivasi dalam melaksanakan aktivitas perkuliahan, kelelahan secara fisik dan mental, stress yang berkepanjangan hingga kejenuhan kronis (academic burnout).  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan negatif antara self-efficacy dengan academic burnout pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Satya Wacana di masa pandemi. Variabel dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan dua skala yaitu skala Maslach Burnout inventory - Student survey dan General self-efficacy. Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yang mengacu pada teknik “quota sampling”, yaitu teknik sampling dengan menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan dari populasi tersebut. Partisipan sampel ditentukan dengan menggunakan tabel Isaac & Micheal dengan taraf kesalahan 5% dengan jumlah 186 mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui r= -0.144 maka terdapat hubungan negatif antara self-efficacy dan academic burnout dan hubungan tersebut dikatakan signifikan karena nilai Sig 0,025 (p<0,05), hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki oleh mahasiswa keperawatan maka semakin rendah academic burnout dan sebaliknya semakin rendah self-efficacy maka semakin tinggi academic burnout.
Efektivitas Pelatihan Konseling Al Qur’an dalam Meningkatkan Resiliensi Mahasiswa Ahmad Razak; M. Ahkam Alwi; Muhrajan Piara
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.198 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v7i2.33773

Abstract

This study examined the effectiveness of Al-Quran Counseling training in improving the resilience of students. This study aimed to determine differences in the resilience of students before and after al-Quran counseling training. There were 40 students as participants in this study. Purposive sampling was used in this study to acquire the participants. The research program was quasi experiment one group pretest-posttest design. Data analysis was performed using paired samples t test. The results showed that there are differences in the resilience of students before and after al-Quran Counseling training.
Resiliensi dan Subjective Well-Being pada Ibu yang Bekerja Refana Noviyanti
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 8, No 1 (2022): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.171 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v8i1.33357

Abstract

This study aims to determine the correlation between resilience and subjective well-being in mother that works. The method used in this study is a quantitative method with a correlational design. The subjects in this study amounted to 88 people who have characteristic that is a woman which married and have children, work in the formal sector, and have a minimum age of 21 years and a maximum of 60 years. The data collection method in this study used 2 scales, namely the Subjective Well-Being and the Scale Resilience Scale. Data analysis used is correlation product moment from Karl Pearson. Of analysis data collected gives the coefficient of correlation (rxy) of = 0.580 (p <0.05), which means there correlation a positive significant between resilience with subjective well-being.
Kontribusi Mindful Parenting Terhadap Self-Esteem Orang Tua Veronica Kristiyani
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 8, No 1 (2022): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.004 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v8i1.36409

Abstract

Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak. Untuk dapat mendidik anak secara optimal dibutuhkan sikap dan perilaku dari orang tua berdasarkan pandangannya sendiri sehingga dapat melalui pengasuhan secara sadar dan efektif. Penelitian ini ingin menguji kontribusi mindful parenting terhadap self-esteem orang tua. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah The Self-Esteem Inventory (SEI) yang dikembangkan oleh Coopersmith (1981). Sedangkan alat ukur untuk mengukur Mindful Parenting adalah Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) yang dikembangkan oleh  McCaffrey, Reitman, dan Black (2017). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner secara langsung (offline) dan online kepada orang tua yang memiliki anak Sekolah Dasar. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode nonprobability sampling secara spesifik digunakan teknik convenience sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana (simple linier regression) yang diolah dengan menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontribusi  antara mindful parenting terhadap self-esteem orang tua.

Page 11 of 17 | Total Record : 165