cover
Contact Name
M Taufik Rahmadi
Contact Email
taufikrahmadi@unimed.ac.id
Phone
+6281262337575
Journal Mail Official
jurnalgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20221, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20858167     EISSN : 25497057     DOI : -
Jurnal Geografi is published as a scientific communication media in the field of Geography Education in particular and Geography in general, as well as other related fields, for faculty members, alumni of Geography Education both from the Faculty of Social Sciences of State University of Medan and alumni of geography from other universities. As a medium of scientific communication, this magazine serves to provide a means of publication for the field of development of concepts and theoretical studies, including actual issues that are relevant in the field of Geography Education in particular and Geography in general. The content of the writing does not have to be in line with the editorial policy. The magazine is published twice a year in February and August and is distributed as a publication for geography education, geography or other related fields. Circulation for the limited circle and enthusiasts can get it by changing the cost of printing and postage.
Articles 324 Documents
PENINGKATAN SOFT SKILLS DAN HARD SKILLS MAHASISWA MELALUI PROJECT-BASED LEARNING PADA MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI Fitra Delita; Elfa Yetti; Tumiar Sidauruk
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i2.5776

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih minimnya kemampuan soft skills dan hard skills mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills dan hard skills mahasiswa melalui penerapan Project Based Learning pada mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Geografi serta untuk mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap penerapan Project Based Learning. Penelitian ini tergolong penelitian PTK dengan pengamatan selama 2 siklus. Indikator soft skills yang diamati adalah komunikasi lisan, kejujuran, partisipasi dan kreativitas. Sedangkan indikator hard skills yang digunakan adalah nilai mahasiswa, kemampuan merancang perangkat pembelajaran dan media. Data diperoleh melalui lembar observasi, kuesioner, penilaian product dan hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan indikator soft skill yaitu komunikasi lisan (0,54), partisipasi (0,92), kejujuran (0,42) dan kreativitas (1,4) Peningkatan jumlah mahasiswa yang mendapat nilai A pada Siklus II yaitu 8 orang (naik 25 % dari total mahasiswa), nilai B meningkat menjadi 2 orang (naik 6 % dari total mahasiswa). Indikator hard skills berupa kemampuan merancang perangkat pembelajaran dan media juga mengalami kenaikan pada Siklus II yaitu 21 orang (68 %) kategori sangat baik dan 10 orang (32 %) kategori baik. Mahasiswa memberi tanggapan positif terhadap penerapan Project Based Learning pada mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Geografi.Kata kunci: Soft Skills, Hard Skills, Project Based Learning
Dinamika Luweng Belimbing, Kawasan Karst Gunungsewu Pasca Siklon Tropis Cermpaka Tahun 2017 Eko Haryono; Ahmad Cahyadi; Muchammad Amin Nurrohman; Gemasakti Adzan; Lely Andriani Nasution; Husna Diah; Risma Sari Septianingrum
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i01.14769

Abstract

AbstractSiklon tropis cempaka yang terjadi pada tahun 2017 tidak hanya meninggalkan jejak berupa dampak bencana, tetapi juga pelajaran berharga tentang bencana banjir di kawasan karst serta dinamikan bentuklahan yang menyertainya. Salah satu kawasan yang terdampak parah siklon tersebut adalah Luweng Belimbing yang terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika Luweng Belimbing pasca Siklon Tropis Cempaka. Analisis dinamika dilakukan dengan menganalisis perubahan luas luweng berdasarkan kajian sebelumnya menggunakan hasil pencitraan pesawat tanpa awak, survei lapangan dan wawancara dengan masyarakat sekitar Luweng Belimbing. Hasil analisis menunjukkan bahwa dinamika dapat dibagi menjadi lima tahapan yang saling berurutan.Kata Kunci: Siklon Tropis Cempaka, Dinamika Bentuklahan, Karst, Banjir, Luweng BelimbingTropical cyclones Cempaka that occurred in 2017 not only left the impact of disasters but also valuable lessons about flooding in the karst region and the accompanying landform dynamics. One of the areas badly affected by the cyclone is Belimbing Doline located in Pacarejo Village, Semanu District, Gunungkidul Regency. This research aims to analyze the dynamics of Belimbing Doline after Tropical Cyclone Cempaka. Dynamics analysis is done by analyzing changes in doline area based on previous studies using drone imaging results, field surveys and interviews with communities around Belimbing Doline. The analysis shows that the dynamics can be divided into five sequential stages, Keywords: Tropical Cyclone Cempaka, Landform Dynamic, Karst, Flood, Belimbing Doline
Analisis Sikap Peduli Lingkungan Siswa Melalui Program Adiwiyata Di SMA Negeri 1 Medan Fadila Azmi; Elfayetti Elfayetti
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 2 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i2.6901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Bentuk program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia. (2) Sikap peduli lingkungan siswa melalui program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia.Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia tahun 2017. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa/i SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia yang berjumlah 1.712 siswa. Pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin, sehingga didapatkan sampel sebanyak 95 siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak (propotional random sampling).Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik komunikasi langsung, teknik studi dokumenter dan teknik komunikasi tidak langsung yaitu angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Bentuk program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia meliputi: (a) kebijakan sekolah berbasis lingkungan dilihat dari visi dan misi sekolah, program pengembangan diri yang terdiri dari kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan, keteladanandan dan pengkondisian. (b) Kurikulum sekolah berbasis lingkungan meliputi pengintegrasian dalam mata pelajaran. (c) Kebijakan sekolah berbasis partisipatif dilihat dari kegiatan ekstrakulikuler yaitukegiatan UKS dan KIR. (d) Pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah. (2) Sikap peduli lingkungan siswa melalui program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Medan Kecamatan Medan Polonia cukup tinggi, sebagian besar siswa (77,90%) tergolong dalam kategori baik dengan rentang nilai 48 - 57 yang terdapat di kelas X, XI dan XII, kategori cukup (16,80%) dengan rentang nilai 34 – 47 yang terdapat di kelas X dan XII dan sebagian kecil siswa (5,30%) tergolong dalam kategori kurang dengan rentang nilai <33 terdapat  yang terdapat di kelas X. Artinya lebih banyak yang peduli lingkungan di SMA Negeri 1 MedanKata Kunci : Adiwiyata, Sikap Peduli Lingkungan
Pembuatan Pupuk Organik kascing dari Berbagai Jenis Limbah Sebagai Alternatif Meningkatkan Life Skill Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan Elfayetti Elfayetti; Rohani Rohani
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 1 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i1.7925

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan berat cacing tanah pada pupuk kascing berdasarkan jenis limbah yang berbeda dan kemampuan cacing memperbaiki beberapa sifat kimia  tanah ultisol.Pada penelitian ini digunakan cacing tanah spesies Lumbricus rubeltus,  sedangkan media hidup cacing tanah digunakan sekam kayu, kotoran sapi dan kotoran ayam. Untuk perlakuan jenis makanan cacing tanah digunakan kol dan ampas tahu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I adalah inkubasi tanah, tahap II pembudidayaan cacing dengan memelihara cacing tanah selama 3 minggu, yang diberi makanan berbeda sekali dalam tiga hari. Selanjutnya dilakukan analisis unsur hara tanah di laboratoriumHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pertumbuhan cacing tanah yang dapat dilihat melalui pengamatan bobot cacing tanah serta perubahan sifat kimia tanah pada setiap aspek kimia tanah yang dinilai setelah dilakukan inkubasi pada tanah ultisol.Kata kunci : Pupuk Organik Kascing
Pelatihan Penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 Bagi Guru IPS SMP di Kabupaten Serdang Bedagai Tumiar Sidauruk; Elfayetty Elfayetty; Rosni Rosni; Nurjannah Nurjannah; Ali Nurman; Meilinda Suriani Harefa
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8158

Abstract

Hasil identifikasi pada tahun 2012 tentang kesiapan guru memenuhi 25 dokumen yang dibutuhkan dalam penilaian kinerja guru pada berbagai kegiatan pembinaan guru yang telah dipaparkan dimuka diperoleh, bahwa umumnya guru belum menyusun silabus dan RPP sendiri, dokumen yang ada adalah hasil perumusan di MGMP dan atau mengadopsi langsung model silabus dan RPP yang diterbitkan oleh PUSKUR.  Hal ini memerlukan pendampingan untuk membantu kesiapan guru dalam menyusun silabus, pembuatan RPP IPS kurikulum 2013 dan perbaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Model Pembelajaran Saintifik, untuk itu diadakanlah pelatihan kepada guru-guru  IPS SMP dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan SMP di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kegiatan pokok yang dilakukan pada kegiatan pelatihan penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 bagi guru IPS SMP di Kabupaten Serdang Bedagai ada 4 (empat) yaitu: (1) diawali dengan penjajakan dan kesepakatan mekanisme pendampingan yang dilakukan kepada Guru IPS SMP yang dikoordinasikan dengan pihak Kepala dan Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serdang Bedagai, (2) kegiatan membuat perencanaan  penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 pada pelajaran IPS di SMP, (3) kegiatan praktek perbaikan RPP IPS Kurikulum 2013 pada pelajaran IPS di SMP dan (4) kegiatan pengukuran efektifitas pendampingan.Hasil yang dicapai pada kegiatan ini terdiri dari: (1) pelaksanaan action plan pendampingan, pelaksanaan pre test (2) Diperolehnya laporan dan evaluasi serta refleksi melalui metode inovasi penyusunan RPP IPS SMP Kurikulum 2013 dan workshop (3) Diperolehnya laporan dan evaluasi serta refleksi melalui metode lesson study (4) Diperolehnya laporan akhir kegiatan yang didukung oleh metode wawancara, Observsi dan post tes yang merupakan proses dari kegiatan pengukuran efektifitas pendampingan.Kata Kunci :     Kurikulum 2013, SMP, Ilmu Pengetahuan Sosial, RPP dan pengabdian kepada masyarakat
IDENTIFIKASI TIPOLOGI DAN DINAMIKA, POTENSI DAN PERMASALAHAN, DAN STRATEGI PENGELOLAAN WILAYAH KEPESISIRAN DI WILAYAH KEPESISIRAN DEMAK Eni Yuniastuti
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i1.5314

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di zona kepesisiran Demak, Provinsi Jawa Tengah. Tujuanpembuatan artikel ini adalah mengidentifikasi tipologi dan dinamika wilayah kepesisirDemak, mengidentifikasi potensi dan permasalahan wilayah kepesisiran Demak, danmengetahui strategi pengelolaan wilayah kepesisiran Demak.Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengumpulan data dengan samplingdan metode analisisnya secara kualitatif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan dariwilayah kepesisiran Demak. Metode pengumpulan data dengan cara sampling. Teknikpengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Teknik penggumpulan datadengan analisis data sekunder dan observasi lapangan, dan analisis hasilnya secaradeskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi pesisir Demak ini termasuk dalam tipologipesisir primer akibat deposisional sub-arial (Sub-areal deposition coast), yaitu pesisir yangterbentuk akibat akumulasi secara langsung bahan-bahan sedimen sungai, glasial, angin,atau akibat longsor lahan ke arah laut. Dinamika kawasan Pesisir yang terjadi di Demak ada2 dinamika yang terjadi yaitu terjadi proses akresi dan proses abrasi. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat lima potensi utama yang dapat dikembangkan di wilayah kepesisiranDemak, sedangkan hasil identifikasi permasalahannya terdapat delapan permasalahan utamayang mampu teridentifikasi. Strategi pengelolaan pesisir secara terpadu di pesisir Demakyang difokuskan pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut, (1) identifikasi pengguna ruangdan kebutuhannya, (2) penyusunan rencana tata ruang, (3) penetapan sempadan pantai danpenanaman mangrove, (4) pengendalian reklamasi pantai, (5) pengetatan baku mutu limba,(6) penataan permukiman kumuh, (7) perbaikan sistem drainase, dan (8) penegakan hukumsecara konsisten.Kata kunci: wilayah kepesisiran, strategi pengelolaan, tipologi dan dinamika pesisir
Keterjangkauan Fasilitas Publik di Kawasan Pulau-Pulau Kecil : Studi Kasus Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Hafidz Wibisono; Azis Musthofa; Indrawan Haryanto
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i2.10638

Abstract

Ukuran daratan yang kecil, populasi yang sedikit, sumber daya terbatas, dan isolasi geografis merupakan karakteristik khusus yang menjadikan kawasan pulau-pulau kecil objek yang menarik untuk diteliti. Dalam konteks penyediaan fasilitas publik, bukan hanya ketersediaan fasilitas yang menjadi fokus perhatian, namun keterjangkauan fasilitas dari kawasan permukiman yang tersebar di berbagai pulau menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Terbatasnya jaringan transportasi, serta moda transportasi publik merupakan beberapa keterbatasan yang harus diatasi dalam menyediakan pelayanan publik di kawasan pulau-pulau kecil. Dengan menggunakan studi kasus di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, penelitian ini memberikan gambaran secara empiris terkait dengan isu ketersediaan dan keterjangkauan  fasilitas publik di kawasan pulau-pulau kecil. Adapun penelitian ini menemukan bahwa masyarakat di beberapa pulau berpenghuni masih membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama untuk mengakses layanan beberapa fasilitas public.Kata kunci: pulau kecil, keterjangkauan, ketersediaan, fasilitasLimited land size and resources, small population, and geographically isolated are particular characteristics that make small islands an interesting research object. In the context of facilities provision, the accessibility of the facilities from residential areas which spread across several island is as important as the facilities availability. Lack of network between islands, limited publik transportation are some of constraints that have to overcome in providing equitable facilities. By using a case study in Administration Regency of Kepulauan Seribu, this research provides an empirical description related to the availability and accessibility of public facilities in small islands. Furthermore, this research found that several public facilities are still difficult to be accessed by communities in certain islands.Key words: small islands, accessibility, availability, facilities
KEADAAN SOSIAL EKONOMI DI DESA TERPENCIL KECAMATAN STABAT Marlinang Sitompul; Refina Situmorang
JURNAL GEOGRAFI Vol 2, No 2 (2010): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v2i2.6372

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanafaktor fisik meliputi : Topografi, Letak dan Faktor Non Fisikmeliputi pertumbuhan penduduk mata pencaharian pendidikanyang menyebabkan terdapatnya desa tertinggal di KecamatanStabat Kabupaten Langkat.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluargayang bermukim di desa Banyumas, Pantai Gemi, Ara Condong,Kwala Begumit dan desa Karangrejo yang berjumlah 7340 RT diKecamatan Stabat sedangkan jumlah sampel sebanyak 120 KKyang ditentukan secara acak proporsi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya desa tertinggaldi kecamatan stabat dipengaruhi oleh : (1) kondisi fisik, a) desapenelitian merupakan daerah dataran rendah agak berombakdengan keadaan tanah yang sangat subur (jenis tanah) GleiHumus yang sangat baik untuk bercocok tanam selain ituKecamatan Stabat memiliki beberapa sungai yang dapat mengairipertanian penduduk tetapi potensi tersebut belum dapatdimanfaatkan penduduk desa secara optimal, b) kondisijalan – jalan desa yang kurang baik dan mahalnya biaya untukmelakukan perjalanan keluar atau masuk desa menjadikan desa –desa penelitian jarang dikunjungi orang luar termasuk aparatpemerintahan sehingga masing – masing desa penelitian lambanuntuk melakukan perubahan yang lebih baik, (2) kondisi non fisik,a) Tingkat pendidikan penduduk tergolong masih rendah (62,5%)tamat SD dan SMP, sehingga belum dapat memanfaatkan sumberdaya alam dengan baik, (b) Mata pencaharian mereka cukupbervariasi namun yang paling banyak adalah bertani (45,8%)dengan sistem pertanian yang masih sederhana dan belummengenal pertanian yang modern, sehingga sulit untukmemperbaiki keadaan ekonomi keluarga.Kata Kunci : Sosial Ekonomi, Desa Terpencil
Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Untuk Tempat Rekreasi dengan Reklamasi di Sungai Bingai Kecamatan Binjai Selatan Kodya Binjai Mahara Sintong
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 2 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i2.7355

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengurangi dampak negatif yang terjadi terhadap lingkungan dan menaikkan daya dukung lahan bekas tambang. Penelitian dilaksanakan di aliran sungai Bingai, Kecamatan Binjai Selatan Kodya Binjai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pengamatan langsung dilapangan dan studi pustaka. Tahapan yang dilalui dalam pelaksanaan penetian ini antara lain adalah: 1) mempelajari peta daerah, 2) mempersiapkan alat, seperti meteran, tali, kompas geologi Brunton, 3) Mengumpulkan data dan informasi di lapangan, 4) mempelajari rona awal dari keadaan sekitarnya, 5) mempelajari keterkaitan proyek dan lingkungan. Tujuan  dari reklamasi adalah memulihkan daya dukung yakni meningkatkan kegunaan tanah pada daerah lahan bekas tambang, mengurangi efek pelumpuran pada saat pencucian dan mengurangi keruskan alam secara dini. Untuk menghindari terjadinya kerusakan-kerusakan selama tahap penambangan, reklamasi dan perencanaan tat aguna lahan, perlu keterpaduan konsep ketiga rencana tersebut. Dengan melaksanakan pemanfaatan lahan akan dapat menaikkan daya dukung lahan, meskipun bentuk permukaan lahan telah berubah dan dampak negatip dapat ditekan sekecil mungkin.Kata Kunci : Lahan Bekas Tamban, Rekreasi, Reklamasi
Penggunaan Teknologi Konservasi Tanah Pada Pertanian Lahan Kering di Desa Motung Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir Dedy Gusnaryo Pandiangan; Nahor M. Simanungkalit
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 1 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i1.8087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui(1) Keadaan kemiringan lereng dan ketinggian lahan yang terdapat di desa Motung,(2) Persebaran pertanian lahan kering menurut kondisi kemiringan dan ketinggian lahan di desa Motung (3) Kesesuaian penggunaan teknologi konservasi tanah dengan kemiringan lereng dan ketinggian tempat lahan yang diusahakan.Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pertanian kering di desa motung . Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah desa motung dan yang menjadi sampel penelitian adalah pertanian lahan kering yang ada di desa motung, untuk  memperoleh informasi pertanian lahan kering secara insidentil ditentukan sebanyak 20 orang petani sebagai responden/sumber data. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan komunikasi langsung (wawancara),observasi langsung dan studi dokumenter. Tehnik analisa data yang digunakan adalah tehnik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keadaan kemiringan lereng lahan di desa Motung terdiri dari 5 kelas lereng yaitu lereng I ,0-7% (datar-berombak) dengan luas 725 ha,(37,20%) dari luas daerah penelitian, lereng II ,8-14% (landai-agak miring) dengan luas 350 ha (17,94%) dari luas daerah penelitian; lereng III,15-24 % ( miring) dengan luas 450 ha (23,07%) dari luas daerah penelitian; lereng IV, 25-39% (terjal) dengan luas 350 ha (17,94%) dari luas daerah penelitian; lereng V, kemiringan >40% (sangat terjal) seluas 75 ha(3,85%) dari luas daerah penelitian. Ketinggian lahan di desa Motung berada >1000 meter di atas permukaan laut yang di kategorikan menurut I Made Sandy sebagai daerah terbatas 2. (2) Jenis pertanian lahan kering yaitu menurut jenis tanaman : semusim dan tahunan  tersebar dari lereng I sampai lereng V dengan ketinggian lahan terbatas 2 dimana terdapat 15 jenis pertanian lahan kering dan 52 satuan lahan pertanian lahan kering di desa Motung.(3) Kesesuaian penggunaan teknologi konservasi tanah dengan keadaan kemiringan lereng dan ketinggian, terdapat 49 satuan lahan pertanian lahan kering yang sesuai dan 3 satuan lahan pertanian lahan kering yang tidak sesuai.Kata Kunci : Teknologi Konservasi Tanah, Pertanian Lahan Kering