cover
Contact Name
M Taufik Rahmadi
Contact Email
taufikrahmadi@unimed.ac.id
Phone
+6281262337575
Journal Mail Official
jurnalgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20221, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20858167     EISSN : 25497057     DOI : -
Jurnal Geografi is published as a scientific communication media in the field of Geography Education in particular and Geography in general, as well as other related fields, for faculty members, alumni of Geography Education both from the Faculty of Social Sciences of State University of Medan and alumni of geography from other universities. As a medium of scientific communication, this magazine serves to provide a means of publication for the field of development of concepts and theoretical studies, including actual issues that are relevant in the field of Geography Education in particular and Geography in general. The content of the writing does not have to be in line with the editorial policy. The magazine is published twice a year in February and August and is distributed as a publication for geography education, geography or other related fields. Circulation for the limited circle and enthusiasts can get it by changing the cost of printing and postage.
Articles 324 Documents
KAJIAN GEOGRAFIS PERBATASAN LAUT ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA Riki Rahmad; Mona Adria Wirda; Ali Nurman
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i2.5782

Abstract

Terjadinya berbagai ketegangan antara Indonesia dengan Malaysia di kawasan perbatasan, salah satunya, adalah karena belum terselesaikannya batas maritim antara kedua negara di berbagai tempat. Ambalat adalah blok dasar laut (landas kontinen) yang berlokasi di sebelah timur Pulau Kalimantan. Sebagian besar atau seluruh Blok Ambalat berada pada jarak lebih dari 12 mil dari garis pangkal sehingga termasuk dalam rejim hak berdaulat (sovereign rights), bukan kedaulatan (sovereignty). Sengketa atas Blok Ambalat bermula saat Petronas memberikan blok konsesi kepada Shell untuk kawasan yang sebelumnya sudah dikonsesikan oleh Indonesia kepada Unocal dan ENI. Kunci penyelesaian kasus Ambalat pada dasarnya adalah penetapan batas maritim antara kedua negara di Laut Sulawesi. Penetapan garis batas maritim antarnegara adalah salah satu pekerjaan rumah yang harus selalu mendapat perhatian. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memandang laut sebagai satu kesatuan tak terpisahkan dari daratan, Indonesia memang sudah selayaknya memerhatikan wilayah dan yurisdiksi maritimnya.Kata Kunci: Indonesia, Batas Laut, Ambalat, UNCLOS, MaritimThe occurrence of tensions between Indonesia and Malaysia in the border region, one of which, is due to unresolved maritime boundaries between the two countries in various places. Ambalat is a block seabed (the continental shelf) located east of the island of Borneo. Most or all Ambalat located at a distance of more than 12 miles from the baselines that are included in the sovereign rights regime (sovereign rights) and not sovereignty (sovereignty). The dispute over Ambalat began when Petronas give concessions to Shell's block area that previously has been concessions by Indonesia to Unocal and ENI. Key completion Ambalat case is a maritime delimitation between the two countries in the Sulawesi Sea. The determination of the maritime boundary line between countries is one chore that should always get attention. As the largest archipelago in the world who see the ocean as a whole parcel of land, Indonesia had been properly noticed territory and maritime jurisdiction.Keywords: Indonesia, Sea Borders, Ambalat, UNCLOS, Maritime
Pengembangan Bahan Ajar Geografi Lingkungan Berbasis Konstruktivis Dengan Model Pembelajaran Cooperatif Learning Agus Herianto; Ibrahim Ali
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i01.10688

Abstract

AbstractAdapun produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini adalah buku ajar geografi lingkungan berbasis konstruktivis dengan model pembelajaran cooperatif learning. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, produk penelitin yang dihasilkan berupa buku ajar geografi lingkungan berbasis konstruktivis dengan model pembelajaran cooperatif learning layak digunakan oleh mahasiswa dan dosen geografi lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar, hal ini didasari oleh: 1) penilaian yang telah dilakukan oleh para ahli baik ahli isi, ahli bahasa, maupun ahli desain dengan nilai baik; 2) tanggapan atau penilaian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi dan dosen geografi lingkungan dengan kategori baik; dan 3) hasil uji coba, baik uji coba terbatas maupun uji coba lebih luas, menunjukkan peningkatan motivasi dan hasil belajar yang cukup signifikan hal ini bisa dilihat dari nilai pretes dan postes. Selanjutnya, hasil validasi model menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang diajarkan dengan produk hasil pengembangan memiliki motivasi dan hasil belajar yang lebih baik bila dibandingkan dengan kelas kontrol yang diajarkan mengunakan metode pembelajaran ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi utama dalam perbaikan mutu pembelajaran geografi lingkungan.Kata Kunci : bahan ajar, geografi lingkungan, konstruktivis, cooperatif learning, motivasi dan hasil belajarThe products produced in this development research are constructivicist-based environment teaching books with a cooperative learning model. Based on research done, the product that produced the results of a constructivist-based environmental geographic teaching book with a cooperative learning model is appropriate for students and environmental geography lecturers to Improve motivation and learning outcomes, this is based on: 1) assessments that have been performed by experts in both content experts, linguists, and good value design experts; 2) Responses or assessments conducted by students of Geography education study Program and lecturer of environmental geography with good category; and 3) test results, both limited trials and wider trials, demonstrate increased motivation and significant learning outcomes this can be seen from the value of pretes and postes. Further, model validation results show that experimental classes taught with product development have better motivation and learning outcomes when compared to the control class taught using learning methods Talks, discussions and FAQs. The results of this research are expected to be used as a major reference in improving the quality of environmental geography learning.Key words: teaching materials, environmental geography, constructivicist, cooperative learning, motivation and learning outcomes
Kompetensi Guru dan Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkannya Elfayetti Elfayetti
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 1 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i1.7285

Abstract

Dalam upaya meningkatan mutu pendidikan, kompetensi guru merupakan salah satu faktor yang amat penting. Kompetensi guru tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dapat dilakukan melalui optimalisasi peran kepala sekolah, sebagai : manajer, educator, administrator, supervisor, leader, pencipta iklim kerja dan wirausahawan. Seberapa jauh kepala sekolah dapat mengoptimalkan segenap peran yang diembannya, secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru, dan pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.Kata kunci : Kompetensi guru, Peran kepala sekolah
Potensi Objek Wisata Kabupaten Dairi Sediati Siregar; Mbina Pinem
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 1 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i1.7929

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi tentang potensi objek wisata dan upaya pemerintah dan masyarakat dalam peranannya mengembangkan objek wisata di Kabupaten Dairi. Penelitian ini dilaksanakan di 6 Kecamatan di Kabupaten Dairi. Pada bulan Desember 2010-2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh objek wisata di Kabupaten Dairi yang berjumlah 13 objek wisata dan sekaligus dijadikan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, analisa dokumen dan dokumentasi. Teknik analisa data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa deskriptif kualitatif yaitu menganalisis, menyajikan data secara sistematis dibantu dengan tabel penilaian interval potensi sehingga dapat mendeskripsikan kenyataan yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Potensi objek wisata (alam dan budaya) di Kabupaten Dairi kurang berkembang dengan baik. Dari hasil penelitian kurangnya kelengkapan fasilitas dan kurangnya atraksi wisata merupakan faktor utama yang mempengaruhi kurang berkembangnya objek wisata di Kabupaten Dairi. 2) Upaya pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan objek wisata dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kedua belah pihak belum optimal usahanya dalam mengembangkan objek wisata di Kabupaten Dairi. Kurangnya promosi mengakibatkan banyak lokasi objek wisata kurang dikenal oleh masyarakat. Upaya dari masyarakat dalam mengembangkan objek wisata di Kabupaten Dairi sudah baik dari hasil wawancara dengan pengelola objek wisata bahwa tidak pernah pengunjung mengeluhkan kepada pihak pengelola mengenai sikap masyarakat sekitar yang mengganggu kenyamanan pengunjung.Kata kunci : Potensi objek wisata
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Dalam Evaluasi Kinerja Penyediaan Air Minum Perpipaan (Studi Kasus Sistem Lendah Kabupaten Kulon Progo) Angga Budi Kusuma
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 1 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i1.8629

Abstract

Abstrak Evaluasi jaringan perpipaan merupakan bagian dari evaluasi kinerja penyediaan air minum. Sistem Informasi Geografis (SIG) memberikan informasi akurat mengenai informasi kebumian dan integrasinya dengan Epanet memberikan efisiensi dalam evaluasi jaringan perpipaan. Jaringan Perpipaan Sistem Lendah merupakan jaringan distribusi air minum dengan sistem pompa-gravitasi dengan sumber air baku Sungai Progo. Hasil analisis menunjukan bahwa Sistem Lendah mampu menyediakan kebutuhan air minum selama 24 jam. Sisa tekanan air di beberapa lokasi sangat tinggi diatas persyaratan menyebebabkan rentan kebocoran. Kecepatan aliran di beberapa ruas pipa masih dibawah kecepatan yang dipersyaratkan menyebabkan potensi pengendapan dalam pipa. Beberapa solusi dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengganti jenis pipa, mengganti diameter pipa sesuai dengan kriteria, menambahkan bak pelepas tekanan (BTP) atau pressure reducing valve (valve) untuk mengurangi sisa tekanan di beberapa titik. Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, Epanet, Sistem Lendah, Jaringan PerpipaanAbstractPipe network evaluation is a part of evaluation of drinking water supply performance. Geographic Information System (GIS) provides accurate information about earth and its integration with Epanet gives eficiency in pipe network evaluation. Lendah system pipe network is drinking water distribution networks with pump-gravitation system and water of Progo River as the water source. The analyst shows that Lendah System is capable of providing drinking water needs 24 hours daily.The remaining water pressure in several locations are exceeded standard causing leakage vulnerability. Water velocity of several pipe segments is below required velocity. Several solutions could be taken to solve those problems they change pipe type, change pipe diameter suited to standard, add pressure release tube (PRT) or pressure reducing valve (valve) to reduce remaining pressure in several nodes. Keywords: Geographic Information Systems, Epanet, Lendah System, Pipe Network
STUDI TENTANG KONDISI ALIRAN DISTRIBUSI KOMODITAS DAN PERMASALAHAN KEMACETAN DI PASAR TRADISIONAL PANCURBATU KECAMATAN PANCURBATU DELI SERDANG Agus Salim; Nurmala Berutu
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i1.5326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Jenis komoditas dagangan dan alirandistribusi komoditas di Pasar Tradisional Pancur Batu, dan (2) Permasalahan kemacetanlalulintas sebagai akibat dari keberadaan pasar Pancur Batu. Penelitian ini dilaksanakan diPasar Pancur Batu. Sebagai sumber data pada penelitian ini adalah pedagang dan petugaspasar. Data dikumpulkan dengan menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi,kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jeniskomoditas yang terdapat di pasar Pancur Batu sangat beragan seperti sayuran, sembako,pakaian, daging, perhiasan, dan peralatan dapur. Komoditas pakaian diperoleh dari daerahMedan dengan aliran distribusi tipe saluran 3 (Produsen – grosir – pedagang eceran -konsumen) komoditas sayuran dan daging diperoleh dari daerah Karo, Sibolangit, NamoRambe, Kutalimbaru, Sunggal dan daerah sekitar Pancur Batu dengan aliran distribusi tipesaluran 2, (Produsen - pedagang eceran - konsumen) komoditas sembako, emas, peralatandapur, bahan jahitan diperoleh dari daerah Medan dengan aliran distribusi tipe saluran 4(Produsen – agen – grosir - pedagang eceran - konsumen). (2) . Penyebab utama kemacetanadalah kehadiran pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan dan di kawasan terminalPancur Batu. Kemacetaan lalulintas paling padat terjadi pada hari sabtu dan minggudimana kemacetan maksimum terjadi pada pukul 16.00-17.00 dengan nilai LOS 0.80.Kata Kunci: Pasar Tradisional, Aliran distribusi Komunitas dagangan, Kemacetan lalulintas
Penilaian Kerentanan dan Kesiapsiagaan Bencana Tsunami di Pesisir Sadeng, Gunungkidul Fitria Nucifera; Widiyana Riasasi; Sutanto Trijuni Putro; Muhammad Aris Marfai
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i2.11475

Abstract

Kejadian tsunami di Indonesia mencapai 5% dari total kejadian tsunami secara global. Pesisir selatan Jawa menjadi salah satu kawasan yang berpotensi tsunami karena letaknya berada pada zona subduksi. Pelabuhan perikanan pesisir Sadeng terletak di pantai pesisir Selatan Yogyakarta dengan potensi terdampak bencana tsunami. Penilaian kerentanan fisik dan sosial di pesisir Sadeng serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana tsunami menjadi tujuan dari penelitian. Metode penilaian kerentanan dan kesiapsiagaan menggunakan parameter fisik dengan indikator infrastruktur dan parameter sosial dengan indikator masyarakat. Kawasan pesisir Sadeng tergolong memiliki tingkat kerentanan yang tinggi dikarenakan posisi infrastruktur yang sangat dekat dengan garis pantai (< 50 meter) dan kondisi penduduk yang padat menjadikan kawasan ini rentan mengalami kerusakan dan kerugian ketika bencana tsunami terjadi. Dari segi kesiapsiagaan, kawasan ini telah memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dalam menghadapi tsunami. Beberapa hal tentang kesiapsiagaan yang masih perlu untuk ditingkatkan lagi adalah tentang jalur evakuasi dan organisasi kebencanaan.Kata kunci: tsunami, kerentanan, kesiapsiagaan, pesisir, SadengTsunami occurance in Indonesia was 5% from total global tsunami worldwide. Java Southern Coast prones to tsunami because it is located in subduction zone. This made Sadeng Fishing Port, prones to tsunami because it is located in the Southern Coast of Yogjakarta. Physical and social vulnerability assessment along with community preparedness towards tsunami was the aim of this research. The vulnerability and preparedness assessment method utilized physical parameters with its infrastructure indicator and social parameter with its society indicatior. Sadeng Coastal Area categorized as high vulnerable area prone to tsuami because of their infrastructures built very close to the coastal line (<50 meters), also with dense population develop this area prone to devastation and loss due to tsunami. From the preparedness point of view, this area has a high level of preparedness in facing tsunami. Several points need to be elevated are evacuation routes and rganization of disaster management.Key words: tsunami, vulnerability, preparedness, coastal, Sadeng
Penilaian Erosi Berdasarkan Metode USLE dan Arahan Konservasi Pada DAS Air Dingin Bagian Hulu Kota Padang-Sumatera Barat Aprizon Putra; Triyatno Triyatno; Azhari Syarief; Dedi Hermon
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 1 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i1.7176

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi penggunaan lahan pada DAS Air Dingin bagian hulu di Kota Padang berdasarkan tingkat bahaya erosi dan arahan konservasi. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi ditentukan berdasarkan rumus Universal Soil Loss Equation (USLE) dan arahan konservasi mengacu pada modifikasi dari Kumajas (1992). Hasil penelitian menunjukan bahaya erosi sangat ringan yaitu 5.93 ton/ha/tahun dengan luas 58.61 ha, erosi ringan yaitu 43.9 ton/ha/tahun dengan luas 24.49 ha, erosi sedang yaitu 181.64 ton/ha/tahun dengan luas 3.91 ha, dan erosi berat yaitu 74.91 ton/ha/tahun dengan luas 4.33 ha. Sedangkan arahan konservasi pada erosi sangat ringan dibiarkan dalam keadaan alami, erosi ringan dilakukan dengan pembuatan teras bangku, erosi sedang dilakukan dengan rotasi tanaman dengan teras berdasarkan lebar (pemanfaatan mulsa), dan erosi berat dilakukan dengan teras bangku (penggarapan dengan tenaga manusia).Kata Kunci: Erosi, Konservasi, DAS, Air Dingin bagian hulu, Kota Padang Abstract This research was conducted to identify the land use on the upstream part of Air Dingin Watershed in Koto Tangah Sub-district, Padang City based on the level of erosion and conservation directives. The method used to determine the level of erosion is determined based on Universal Soil Loss Equation (USLE) formula and conservation directives refers to the modification by Kumajas(1992). The results showed very mild erosion is 5.93 tons/ha/year with an area of 58.61 ha, mild erosion is 43.9 tons/ha/year with an area of 24.49 ha, moderate erosion is 181.64 tons/ha/year with an area of 3.91 ha, and heavy erosion is 74.91 tons/ha/year with broad 4.33 ha. While conservation directives on very mild erosion were left in a natural state, mild erosion is performed with a bench terracing, moderate erosion is being done by crop rotation with a terrace based on a width (mulsa utilization), and heavy erosion is done with a bench porch (cultivating with human labour).Keywords: Erosion, Conservation, Watershed, Upstream Part of Air Dingin, Padang City
Pemilihan Media dan Cara Membuat Peta Statistik Untuk Pembelajaran Geografi di SMA Nahor M. Simanungkalit
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 2 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i2.7359

Abstract

Agar proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotifasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa dan kreatifitas, dibutuhkan bahan ajar/materi dan media pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar dan standar kompetensi. Media pembelajaran meningkatkan derajat kekonretan dari berbagai pengalaman siswa sehingga memberi ruang yang cukup bagi prakarsa dan kreatifitas. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu : (1) Maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran, (2) Karakteristik Media Pembelajaran, (3) Alternatif Pilihan. Pemilihan, pengemasan sarana dan media pembelajaran geografi lebih efektif dilakukan setelah mengidentifikasi jenis materi pembelajaran (bahan ajar) apakah berupa fakta, konsep, prinsip, atau prosedur. Peta statistik geografi menunjukkan nilai/kuantitas untuk data bersifat posisional (titik), linier (garis), dan luasan (bidang) yang terdiri dari : (1) peta statistik untuk simbol titik, (2) peta statistik untuk simbol garis (garis bentuk panah dan garis aliran, serta garis isopleth), dan (3)  peta statistik untuk simbol bidang (contoh : peta kelas kemiringan lereng).Kata Kunci : Pemilihan Media, Peta Pembelajaran Geografi SMA
Gambaran Pelayanan dan Perilaku Kesehatan di Indonesia Julismin Julismin; Nasrullah Hidayat
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8153

Abstract

Kesehatan didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan. Hanya segelintir publikasi telah difokuskan secara khusus pada definisi kesehatan dan evolusi dalam 6 dekade pertama. Beberapa dari mereka menyoroti kurangnya nilai operasional dan masalah diciptakan dengan menggunakan kata "lengkap." WHO dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa kesehatan adalah "sumber daya bagi kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan kesehatan dicapai melalui kombinasi dari fisik, mental, dan kesejahteraan sosial, yang, bersama-sama sering disebut sebagai "Segitiga Kesehatan". Perilaku kesehatan secara garis besar dikelompokkan menjadi 2 yakni Perilaku sehat dan perilaku orang sakit. Perilaku orang yang sehat agar tetap sehat dan meningkat. Oleh karena itu perilaku ini disebut perilaku sehat (helathy behaviour) yang mencakup perilaku-perilaku (overt dan covert behaviour) dan mencegah atau menghindari dari penyakit dan penyebab penyakit. Perilaku orang yang sakit atau telah terkena masalah kesehatan merupakan perilaku untuk memperoleh penyembuhan atau pemecahan masalah kesehatannya. Oleh karena itu perilaku ini juga disebut perilaku pencarian pelayanan pelayanan kesehatan (health seeking behaviour).Kata Kunci : Pelayana kesehatann, perilaku kesehatan