cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 2502647X     EISSN : 25031902     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan (P-ISSN 2502-647X dan E-ISSN 2503-1902) adalah jurnal ilmu kefarmasian dan kesehatan Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin yang dipublikasikan 2 kali dalam setahun (Maret dan Oktober) dalam bentuk cetak dan versi online. JIIS menerima artikel atau review yang meliputi bidang Farmasi dan Kesehatan. Artikel yang akan dimuat harus belum pernah dipublikasikan, original, dan tidak sedang dalam tahap review untuk kemungkinan dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang masuk akan direview oleh tim editor JIIS yang berasal dari dalam dan dari luar Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 92 Documents
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL LENDIR BELUT (Monopterus albus) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR Sani K., Fathnur; Samudra, Agung Giri; Mayora, Enda Oktri
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Lendir belut (Monopterus albus) mengandung senyawa bioaktif seperti glikoprotein, lectin, hemaglutinin dan hemolysin yang dikeluarkan melalui kelenjar mucus dari kulit belut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi gel lendir belut serta menguji efektivitasnya. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorik rancangan acak terkontrol menggunakan 5 hewan uji kelinci jantan (Orytolagus cuniculus) dengan 5 kelompok perlakuan, yaitu pengolesan gel lendir belut (Monopterus albus) konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5%, kontrol negatif menggunakan aquadest, kontrol positif menggunakan bioplacenton 0,1 gram. Data diameter luka dianalisa secara statistik menggunakan Anova satu arah. Hasil penelitian telah didapatkan empat fomula yaitu F0, F1, F2, F3. Setelah dilakukan uji evaluasi pada sediaan gel, hasil yang terbaik yaitu pada F3, karena memiliki daya sebar yang lebih luas dibandingkan formula lainnya. Hasil uji Anova didapatkan nilai yang signifikan antara kelompok perlakuan yang dibandingkan dengan kontrol negatif (p<0,005), dimana F3 merupakan dosis terbaik dengan persentase penyembuhan luka 94,79%, diikuti dengan F2 dan F1.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SERUNAI (Chromolaena odorata L.) SEBAGAI ANALGETIKA Helmidanora, Rusdiati; Chairunnisa, Chairunnisa; Sukawaty, Yullia
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Daun serunai (Chromolaena odorata L) mengandung senyawa utama yaitu senyawa flavonoid, saponin, triterpen, steroid dan tanin. Diketahui daun serunai memiliki aktivitas farmakologi antelmintik, antimalaria, analgesik, antiinflamasi, antipiretik, antispasmodik, antimikroba, antifungi dan diuretik. Efek analgetika daun serunai berasal dari flavonoid yang terkandung di dalamnya. Metode penyarian daun serunai dilakukan secara maserasi menggunakan alkohol 70%, bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun serunai sebagai analgetik pada mencit putih jantan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan metode pengumpulan sampel secara purposive sampling, menggunakan hewan uji mencit jantan putih yang terbagi menjadi 5 kelompok (kontol positif (kalium diklofenak), kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), dosis (50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, dan  200 mg/kg BB), diinduksi nyeri dengan menggunakan asam asetat 0,5%. Daya analgetik dihitung dengan menghitung jumlah geliat mencit selama 1 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kruskal wallis. Ekstrak etanol daun serunai memiliki potensi efektivitas sebagai daya analgetik terhadap mencit putih jantan (p 0,043 > 0,05) dengan persentase daya analgetik pada dosis 50 mg/kg BB (28,5%), dosis 100 mg/kg BB (58,8%), dosis  200 mg/kg BB (67,3%).
STUDI FARMAKOVIGILANS OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Isnani, Nazhipah; Muliyani, Muliyani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan diabetes melitus yang paling banyak di Indonesia. Penyakit DM tipe II disebabkan resistensi insulin. Penggunaan obat DM menyebabkan terjadinya adverse drug reaction (ADR) sehingga perlu dilakukan pemantauan penggunaan obat melalui studi farmakovigilans. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan mengetahui persentase angka kejadian ADR pada pasien rawat jalan DM tipe II di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Subyek penelitian adalah pasien rawat jalan DM tipe II di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin yang telah menderita DM tipe II selama ≥ 6 bulan dan mendapat obat antidiabetes tunggal maupun kombinasi. Sampel yang digunakan sebanyak 95 sampel. Pengumpulan data melalui rekam medis pasien dan algaroritma naranjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia 51 – 60 tahun paling banyak menderita DM yaitu 42,1%, jenis kelamin perempuan sebesar 55,6%. Angka kejadian ADR dengan total skor 1 – 4 kategori “cukup mungkin” memiliki nilai persentase yang paling besar yaitu 31,57% dan penggunaan obat kombinasi yang paling banyak menghasilkan ADR yaitu sebesar 22,1% untuk kategori cukup mungkin.
POTENSI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine sp) SEBAGAI OBAT HERBAL TERSTANDAR (OHT) PADA PENGOBATAN MEDIS Poerwosusanta, Hery; Ali, Mulyohadi; Noor, Zairin; Mintaroem, Karyono; Widjajanto, Edi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Bawang Dayak (Eleutherine sp) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh liar di hutan Kalimantan yang berpotensi dikembangkan menjadi Obat Herbal Terstandard. Berdasarkan studi etnofarmakologi, tanaman ini dimanfaatkan masyarakat suku Dayak sebagai obat diabetes, stroke, kanker payudara, antihipertensi, mempercepat penutupan luka, dan pengobatan jantung. Meski sudah digunakan turun temurun dan riset yang berkelanjutan, bawang Dayak belum dimanfaatkan dokter formal untuk pengobatan klinis. Hal ini disebabkan belum adanya uji y akurat dan terstandar yang dapat digunakan sebagai bukti ilmiah. Pada sisi lain, masyarakat berpendapat bahwa penggunaan bawang Dayak sebagai jamu dapat berbahaya karena komplikasi akibat bercampur dengan Bahan Kimia Obat (BKO). Dengan demikian, bawang Dayak perlu diupayakan dalam Program Saintifikasi Jamu untuk mewujudkan jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka yang berkualitas, bermutu serta aman. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas beberapa riset tentang bioaktifitas bawang Dayak mulai fitokimia hingga tahapan uji praklinik
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI HCl DAN WAKTU DEMINERALISASI TERHADAP SIFAT FISIK GEL GELATIN TULANG CEKER AYAM Choirunnisa, Fina; Putranti, Widyasari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Uji pengaruh perbedaan konsentrasi HCl dan waktu demineralisasi terhadap sifat fisik gel gelatin tulang ceker ayam dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh perbedaan konsentrasi HCl yang digunakan sebagai katalis dan waktu demineralisasi terhadap rendemen, pH, viskositas, kadar air, dan kadar abu gelatin tulang ceker ayam yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu variasi konsentrasi HCl (0,05 N, 0,15 N dan 0,2 5N) dan variasi waktu demineralisasi (12 jam dan 24 jam). Gel gelatin tulang ceker ayam diperoleh dengan proses hidrolisa tulang ceker ayam yang sudah didemineralisasi dengan larutan asam. Hasil dari hidrolisa tersebut dikeringkan untuk menghasilkan gelatin kering yang akan dilakukan pengujian sifat fisiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan konsentrasi HCl dan waktu demineralisasi berpengaruh terhadap rendemen, viskositas, dan kadar air gelatin yang dihasilkan. Perbedaan konsentrasi HCl dan waktu demineralisasi tidak berpengaruh terhadap pH dan kadar abu gelatin yang dihasilkan.
ANALISIS BIAYA KEMOTERAPI PADA PASIEN RAWAT INAP KANKER PAYUDARA PESERTA JKN DI RSUD ULIN BANJARMASIN Aisyah, Noor; Andayani, Tri Murti; Puspandari, Diah Ayu
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis penyakit katastropik yaitu penyakit yang high cost, high volume dan high risk yang menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya penyakit. Berdasarkan data klaim Indonesian-Case Based Groups sampai dengan bulan bayar Januari 2016, penyakit kanker menduduki urutan kedua setelah jantung yang paling banyak membutuhkan biaya pengobatan, yaitu Rp1,8 triliun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kemoterapi dan mengetahui berapa besar perbedaan biaya riil dengan tarif INA-CBGs pada pasien kemoterapi kanker payudara rawat inap peserta JKN di RSUD Ulin  Banjarmasin.Penelitian ini merupakan penelitian analisis farmakoekonomi dengan perspektif rumah sakit terhadap biaya medis langsung (direct medical cost) dan data diambil secara retrospektif. Objek pada penelitian ini adalah berkas keuangan rumah sakit pelayanan rawat inap dan rekam medis pasien kanker payudara peserta JKN periode bulan Januari – Oktober 2017 di RSUD Ulin Banjarmasin. Sampel yang digunakan sebanyak 259 episode perawatan. Analisis data dilakukan dengan one sample test untuk membandingkan rata-rata biaya riil dengan tarif INA-CBGs.Hasil penelitian menunjukkan gambaran kemoterapi pada pasien kanker payudara rawat inap peserta Jaminan Kesehatan Nasional di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari-Oktober 2017 adalah docetaxel 62,36%, siklofosfamid 52,35% dan epirubicin 40%. Besarnya perbedaan antara biaya riil dengan tarif paket INA-CBGs yaitu sebesar Rp662.143.091 (259 episode perawatan). Sedangkan rata-rata biaya riil dengan kemoterapi per episode perawatan yaitu pada tingkat keparahan I sebesar Rp.4.502.210, pada tingkat keparahan II sebesar Rp8.239.624 dan pada tingkat keparahan III sebesar Rp7.403.713.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Del.) PADA MENCIT JANTAN DDY Meidiawati, Christine; Zuhri, Ummu Mastna; Keban, Sesilia Andriani; Winarti, Wiwi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Salah satu tanaman berkhasiat antifertilitas yang banyak tumbuh adalah daun afrika (Vernonia amygdalina Del). Tanaman ini secara empiris untuk mengobati berbagai penyakit, namun belum ada data ilmiahnya. Penelitian ini bertujuan memperoleh ekstrak etanol 70% daun Vernonia amygdalina Del. yang aman digunakan dalam dosis tertentu terhadap hewan uji mencit DDY. Penapisan fitokimia dilakukan berdasarkan pustaka Farnsworth dan Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2000. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode kolorimetri aluminium klorida dan alkaloid total dengan metode kompleks bromocresol green. Uji keamanan I yang dilakukan adalah uji toksisitas akut (LD₅₀) dengan metode Weil C.S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Afrika mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, kuinon, dan steroid/triterpenoid. Kadar flavonoid totalnya adalah 1,27%, sedangkan uji keamanan I ditemukan bahwa ekstrak etanol 70% daun Afrika memiliki LD50 yang lebih  besar dari 16 g/kg BB termasuk dalam kategori praktis tidak toksik.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ALPRAZOLAM DAN DIAZEPAM PADA PASIEN DEPRESI DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Musdalipah, Musdalipah; Tee, Selfyana Austin
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Depresi merupakan gangguan mood berkepanjangan yang mempengaruhi seluruh proses mental seseorang, dengan prevalensi pada populasi dunia adalah 3 – 8% dengan 50% kasus terjadi pada usia produktif yaitu 20 – 50 tahun. Di Indonesia, gangguan ini menghabiskan biaya pelayanan kesehatan yang besar, sehingga diperlukan peningkatan efisiensi atau penggunaan dana secara lebih rasional. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis efektivitas biaya obat psikotropika pada pasien depresi di rumah sakit jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Efektivitas pengobatan dianalisis menggunakan ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) yang dihitung berdasarkan rasio biaya dan % outcome klinis obat psikotropika dan ICER (Incremental Cost Effectiveness Ratio) dihitung berdasarkan rasio antara selisih biaya dan % outcome klinis pada kedua kelompok terapi. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas terapi dan nilai ACER yang diperoleh dari 35 pasien depresi sedang dan berat ialah alprazolam 1 mg sebesar 45% (16.392), alprazolam 0,5 mg sebesar 33% (23.420), diazepam 2 mg dan 5 mg sebesar 0%. Nilai ICER alprazolam berturut-turut adalah -3.680 dan -16.538. Terapi depresi yang paling cost-effective ialah alprazolam 1 mg.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) METODE DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhidrazyl) SERTA APLIKASINYA PADA KRIM ANTIOKSIDAN Kartikasari, Dian; Hairunisa, Hairunisa; Ropiqa, Meri
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Buah senggani berwarna ungu ketika matang, mengindikasikan tingginya kandungan antioksidannya. Antioksidan digunakan untuk melindungi kulit dari oksidasi sehingga dapat mencegah penuaan dini. Pada sediaan krim, bagian yang berperan dalam menentukan sifat fisik dan stabilitas adalah emulgator. Tween 80 dan span 80 merupakan emulgator yang sering digunakan bersamaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak buah senggani dengan melihat nilai IC50 dengan metode reaksi DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhidrazyl) serta memformulasikannya menjadi sediaan krim dengan perbandingan konsentrasi tween 80 dan span 80, kemudian dievaluasi sifat fisik krim. Ekstrak diformulasi dalam sediaan krim kemudian dievaluasi sifat fisik meliputi, uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, tipe krim, pH, dan viskositas. Nilai IC50 yang didapat yaitu 52,032 ppm. Hasil evaluasi sifat fisik krim yang menghasilkan sediaan yang baik adalah formula 3 dengan konsentrasi 8% tween 80 dan 4% span 80.
UJI EFEK EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) TERHADAP BAKTERI Salmonella pullorum SECARA IN VITRO Imran A.B, A. Ika H.A.; Jamaluddin, Abdul Wahid; Arifah, Sitti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Salmonella pullorum merupakan bakteri yang mempunyai hospes spesifik dan infeksius terhadap unggas, terutama pada anak ayam dan anak kalkun. Salah satu gejala klinis dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini adalah diare. Untuk menangani masalah bakteri ini umumnya digunakan antibiotik, namun penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan residu dan resistensi antibiotik. Untuk menghindari hal tersebut dibutuhkan alternatif pengobatan. Daun jambu biji dikenal sebagai obat tradisional diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun jambu biji terhadap bakteri Salmonella pullorum secara in vitro. Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan dengan 3 pengulangan diantaranya menggunakan disk tetrasiklin sebagai kontrol positif, DMSO 10% sebagai kontrol negatif, dan variasi konsentrasi ekstrak daun jambu biji 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek ekstrak daun jambu biji untuk menghambat bakteri Salmonella pullorum, dimana konsentrasi tertinggi (40%) memiliki efek yang paling baik.

Page 9 of 10 | Total Record : 92