cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Volume 11, No 1, Juni 2022
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leksikon Nama Peralatan Rumah Tangga Masyarakat Minangkabau: Gambaran Dinamika Masyarakat Reniwati Reniwati; Khanizar Khanizar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4169

Abstract

Minangkabau language is not free from language contact with other languages. This language contact brought about a change in the Minangkabau language. This change also occurs in the lexicon associated with household furniture. This article aims to describe the lexicon in the meaning field of lost or potentially missing household furniture and explain its reasons. The data are provided by applying conversational method with a set of techniques. The research was carried out in areas, including suburbs. Informants consist of different generations intending to know the existence of the lexicon in that generation.  The data were analyzed using identity method namely translational and referencial identity methods with a set of techniques that are in accordance with this field research.  The data analysis shows that the old lexicon and the new lexicon are household appliances. The use of the new lexicon can have some impacts, namely, the loss of the use of the old lexicon and another lexicon that collocates with it. AbstrakBahasa Minangkabau tidak terbebas dari kontak bahasa dengan bahasa lain. Kontak bahasa ini membawa perubahan dalam bahasa Minangkabau. Perubahan itu juga terjadi pada lekson yang berkait dengan peralatan rumah tangga. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan penggunaan leksikon peralatan rumah tangga yang lama, penggunaan leksikon peralatan rumah tangga yang baru dan pengaruh penggunaannya pada leksikon yang lama dan lekskon yang terkait dengan leksikon lama tersebut. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode cakap dengan seperangkat teknik. Pengumpulan data dilakukan di daerah yang termasuk pinggiran kota. Informan terdiri dari generasi yang berbeda dengan tujuan mengetahui eksistensi dari leksikon di generasi tersebut. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan referensial dan translasional dengan seperangkat teknik yang sesuai dengan penelitian ini. Dari analisis data diperoleh leksikon lama dan leksikon baru di ranah peralatan rumah tangga.  Penggunaan leksikon baru dapat berdampak, yaitu hilangnya penggunaan leksikon lama dan leksikon yang lain yang berkolokasi dengannya. 
Proses Morfologis dan Makna Semantik Kosakata Pembelajar, Pebelajar, dan Pemelajar Gatut Susanto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.2289

Abstract

This paper aims to explain the morphological process and semantic meaning of the following three words, namely; pembelajar, pebelajar, and pemelajar. The method used in this study is descriptive analysis. The results show that morphological process of the words pembelajar and pebelajar are formed by giving the prefix peN- on the basic form of belajar (verb). These two words are categorized as agentive one-two in pairs. The first agentive acts as an ordinate, while the second agentive acts as a sub-ordinate. On the other hand, the word pemelajar is formed by the process of prefixing peN- on the basic form of pelajar (noun). Besides, semantically, the word pembelajar means a person who gives learning to students, and the word pebelajar means a person who receives learning. While the word pemelajar, semantically, it does not has a clear concept of meaning. Based on the findings above, it is recommended to the teachers of Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) and to those who concerned about BIPA to be aware of the Indonesian linguistics when they use the three vocabularies to someone who is learning BIPA. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses morfologis dan makna semantik kosakata pembelajar, pebelajar, dan pemelajar. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap proses morfologis dan makna semantik terhadap ketiga kosakata tersebut. Hasil analisis morfologis kosakata pembelajar dan pebelajar adalah nomina yang dibentuk dengan pengimbuhan peN- pada bentuk dasar belajar. Kedua kosakata tersebut berkategori agentif satu-dua secara berpasangan. Proses pembentukan nomina berkategori agentif satu-dua berlaku pada bentuk dasar berupa verba. Kosakata pemelajar adalah nomina yang dibentuk dengan pengimbuhan peN- pada bentuk dasar pelajar. Pembentukan kosakata pemelajar dari bentuk dasar pelajar tidak diperlukan karena pelajar sudah nomina, jadi tidak perlu dinominakan lagi. Secara semantik, pembelajar bermakna sebagai agentif satu dan pebelajar agentif dua. Secara semantik, kosakata pemelajar cenderung membingungkan pemakai bahasa Indonesia (BI). Oleh karena itu, disarankan kepada pemakai BI, terutama pengajar dan pegiat BIPA untuk peka linguistik bahasa Indonesia ketika menggunakan ketiga kosakata tersebut untuk menyebut orang asing yang belajar BIPA. 
Tindak Tutur Protokol Kesehatan CHSE di Kawasan Pariwisata Kabupaten Badung Bali Yohanes Kristianto; Made Budiarsa
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4669

Abstract

Health protocols set by the central and regional governments are closely related to the use of speech acts that state orders, appeals, and prohibitions both in agencies and in public spaces. This study aims to examine the form, function, and meaning of language in its implementation as a communication medium for health protocols campaigned by the government. CHSE includes Cleanliness, Health, Safety, Environment. CHSE is one of the strategies of the Ministry of Tourism and Creative Economy in restoring the tourism sector. The method used in this study is a qualitative descriptive with a natural setting to examine the dynamics of the form, function, and meaning of the health protocol language implemented in the Badung tourism area. The object of this research is illocutionary communicative acts in the language of health protocols. Research data in the form of language forms of health protocols were analyzed using a pragmatic perspective to find out how the context of the situation affects the way of interpreting sentences and utterances related to the language of health protocols by paying attention to certain contexts. Thus, it can be concluded that the CHSE health protocol can simply be referred to as a public service advertisement or commonly referred to as a social campaign using illocutionary communicative speech acts. The implications of this study can be used as a reference in designing a Health protocol language that is more effective and efficient for tourist destinations in Badung Regency, Bali. AbstrakProtokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah sangat terkait dengan penggunaan tindak tutur yang menyatakan perintah, himbauan, dan larangan baik di instansi maupun di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, fungsi, dan makna bahasa dalam implementasinya sebagai media komunikasi protokol kesehatan yang dikampanyekan oleh pemerintah. CHSE meliputi Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), Environment (ramah lingkungan). CHSE merupakan salah satu strategi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memulihkan sektor kepariwisataan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan setting alamiah untuk mengkaji dinamika bentuk, fungsi, dan makna bahasa protokol kesehatan yang diiplementasikan di kawasan pariwisata Badung. Objek dalam penelitian ini adalah tindak komunikatif ilokusi pada bahasa protokol kesehatan. Data penelitian yang berupa bentuk-bentuk bahasa protokol kesehatan dianalisis menggunakan perspektif Linguistik Pragmatik untuk mengetahui bagaimana konteks situasi mempengaruhi cara menafsirkan kalimat dan ujaran-ujaran berkaitan dengan bahasa protokol kesehatan dengan memperhatikan konteks tertentu. Hasil kajian dapat disimpulkan bahwa protokol kesehatan CHSE merupakan iklan layanan masyarakat dalam bentuk tindak tutur komunikatif ilokusi. Implikasi kajian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam merancang Bahasa protocol Kesehatan yang lebih efektif dan efisien bagi para pengelola destinasi wisata di Kabupaten Badung, Bali.
Javenglish: Permainan Bahasa di Era Masyarakat Multilingual. Alip Sugianto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.2146

Abstract

Javanglish is a combination of two languages, namely Java or Java with English or English. These two languages are very interesting to study with a sociolinguistic approach because both languages contain linguistic and social facts. This study aims to determine the form of language games used in Javenglish, and the similarities and differences between the two languages. The method in this study went through three stages, namely provision, analysis and exposure. The results show that Javenglish aims to play language by gathuk mathuk between Javanese and English so that it creates a uniqueness, and it's funny because there are several language element games in the form of phonological games or language sounds, and semantic games or language meanings. AbstrakJavenglish merupakan penggabungan dari dua bahasa yaitu bahasa Jawa atau Java dengan bahasa Inggris atau English. Kedua bahasa tersebut sangat menarik dikaji dengan pendekatan sosiolinguistik karena dalam dua bahasa tersebut mengandung fakta bahasa dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk permainan bahasa yang digunakan dalam Javenglish, dan kesamaan dan perbedaan di antara dua bahasa tersebut, metode dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu penyediaan data, analisis, dan pemaparan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Javenglish bertujuan untuk permainan bahasa dengan cara gathuk mathuk antara bahasa Jawa dan English sehingga memunculkan keunikan dan lucu karena terdapat beberapa permainan unsur bahasa berbentuk seperti permainan fonologi atau bunyi bahasa dan permainan semantik atau makna bahasa.
Konstruksi Interogatif dalam Bahasa Aceh: Teori X-Bar Mukramah Mukramah; Mulyadi Mulyadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.2114

Abstract

This study aims to describe the question word functional category and to frame the principle of interrogative construction structure in Acehnese by applying the X-Bar theory. The data is the utterances in Acehnese taken from the natives and the descriptive method is chosen in this research. This method is applied to find out what categories can be combined with question words in interrogative construction. This research results in the question word functional category which are the complement and complement. The function of the complement as the interrogative construction is occupied by the closed interrogative construction and open interrogative construction. Moreover, the function of the interrogative construction as complement is occupied by the echo interrogative sentences can be seen as follows: KT → (Pm) + Spes + I + Komp + Pm + (Spes + I + Komp).  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori fungsional kata tanya dan merumuskan kaidah struktur konstruksi interogatif dalam bahasa Aceh dengan menggunakan teori X-Bar. Data penelitian merupakan kalimat dalam bahasa Aceh yang bersumber dari penutur asli bahasa Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif menggunakan metode observasi atau wawancara. Teknik ini digunakan untuk mengetahui kategori apa saja yang dapat bergabung dengan kata tanya dalam konstruksi interogatif. Hasil ditunjukkan dengan kategori fungsi konstruksi interogatif dalam konstruksi interogatif bahasa Aceh yaitu komplemen dan pemerlengkap. Fungsi pemerlengkap sebagai konstruksi interogatif ditempati oleh konstruksi interogatif ya-tidak, konstruksi interogatif dengan kata tanya, lalu fungsi konstruksi interogatif sebagai komplemen ditempati oleh konstruksi interogatif gema/gaung tipe yang diikuti adalah: KT → (Pm) + Spes + I + Komp + Pm + (Spes + I + Komp).
Gim Edukasi Berbasis Android pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia Rianto Rianto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4667

Abstract

The use of android-based learning media when distance learning has not been optimized so that boredom arises in the learning process carried out by students, especially learning about the theory of writing scientific papers in Indonesian language courses. So it is necessary to design an innovative learning media so that students are motivated to learn better during distance learning. This study aims to describe the design process for making the Edu Karim game or short for an android-based scientific work educational game. The research method used in this research is Research and Development (R & D) about the analysis, design, development, implementation, and evaluation or ADDIE stages. The data analysis technique used in this research is quantitative-descriptive of the average score of the validator of learning media experts and student responses to the Edu Karim game. The results of the study show that educational games for Indonesian language courses are very suitable to be used in learning to write Indonesian language scientific papers in universities. AbstrakPenggunaan media pembelajaran berbasis android saat pembelajaran jarak jauh belum dioptimalkan sehingga timbul rasa bosan dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa khususnya belajar tentang teori menulis karya ilmiah pada mata kuliah bahasa Indonesia. Maka perlu dirancang sebuah media pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa termotivasi untuk belajar lebih baik saat pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses desain pembuatan gim Edu Karim atau kependekan dari gim edukasi karya ilmiah berbasis android. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R & D) dengan mengacu pada tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi atau ADDIE. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dari skor rata-rata validator ahli media pembelajaran serta respons mahasiswa terhadap gim Edu Karim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gim edukasi karya ilmiah mata kuliah bahasa Indonesia sangat layak digunakan dalam pembelajaran menulis karya ilmiah mata kuliah bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
Metafungsi Interpersonal Siberteks Vaksinasi Covid-19: Perspektif Multimodalitas R. Kunjana Rahardi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4196

Abstract

The purpose of this study was to describe the interpersonal metafunctions of the Covid-19 vaccination cybertext in a multimodality perspective. The source of the locational data for this research was the posters of Covid-19 vaccination obtained from google pictures which have been downloaded and acknowledged that their citation was in accordance with applicable scientific procedures, so that they did not conflict with ethical clearance principles of internet-based research. The data of this research were in the form of speeches and graphic images contained in Covid-19 vaccination posters which contain interpersonal metafunctions. Data were collected by reading and taking notes. The method that accommodates the two data collection techniques was the observation method. Data that had been collected properly is selected to separate good data from bad data. Good data were then classified to obtain data types to be subjected to data analysis methods and techniques. Data were validated against relevant experts and theories. The data were analyzed using the extra lingual equivalent analysis method. The matching process was carried out on the extra lingual aspects. The results of this research on interpersonal metafunctions in this multimodality perspective were: (1) Interpersonal metafunctions that provide clarity on the flow of the Covid-19 vaccination, (2) Interpersonal metafunctions that motivate people to undergo Covid-19 vaccination, (3) Interpersonal metafunctions for inviting the success of the Covid-19 vaccination program, (4) Interpersonal metafunctions that provide an explanation for the impact of Covid-19 vaccination, (5) Interpersonal metafunctions invite residents to administer Covid-19 vaccinations. With the findings of metafunction in cybertext through the research, it can be emphasized that interpersonal metafunctions in a multimodality perspective can manifest in various ways. The diversity of these manifestations cannot be separated from technology as a major part of culture which determines the development of language in this new era. AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan manisfetasi metafungsi interpersonal teks siber vaksinasi Covid-19 dalam perspektif multimodalitas. Sumber data lokasional penelitian ini adalah poster-poster vaksinasi Covid-19 yang diperoleh dari google pictures yang telah diunduh dan diakui penyitirannya sesuai dengan prosedur ilmiah yang berlaku, sehingga tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip etik (ethical clearance) penelitian berbasis internet. Data penelitian ini berupa tuturan dan gambar grafis yang terdapat dalam poster-poster vaksinasi Covid-19 yang di dalamnya terkandung metafungsi interpersonal. Data diperoleh di seputar waktu pelaksanaan penelitian, yakni pertengahan hingga akhir tahun 2021. Data dikumpulkan dengan teknik membaca dan mencatat. Metode yang mewadahi kedua teknik pengumpulan data tersebut adalah metode simak. Data yang telah dikumpulkan dengan baik diseleksi untuk memisahkan data baik dan data nakal atau tidak baik. Data yang baik selanjutnya diklasifikasi untuk mendapatkan tipe-tipe data untuk dikenakan metode dan teknik analisis data. Data divalidasikan kepada pakar dan teori yang relevan. Data dianalisis dengan metode analisis padan ekstralingual. Lanskap pemadanan dilakukan pada aspek-aspek ekstralingualnya. Hasil penelitian metafungsi interpersonal dalam perspektif multimodalitas ini ini adalah: (1) Metafungsi interpersonal pemberi kejelasan alur pelaksanaan vaksinasi Covid-19, (2) Metafungsi interpersonal pemotivasi orang menjalani vaksinasi Covid-19, (3) Metafungsi interpersonal pengajak menyukseskan program vaksinasi Covid-19, (4) Metafungsi interpersonal pemberi penjelasan dampak vaksinasi Covid-19, (5) Metafungsi interpersonal pengajak warga melaksanakan vaksinasi Covid-19. Dengan temuan-temuan metafungsi dalam siberteks tersebut dapat ditegaskan bahwa metafungsi interpersonal dalam perspektif multimodalitas dapat bermanifestasi beragam. Keberagaman manifestasi tersebut tidak lepas dari teknologi sebagai bagian pokok dari budaya yang menjadi penentu  perkembangan bahasa di era baru sekarang ini.
Sosiofonologi Leksikon Serapan dari Bahasa Arab yang Berfonem Asal ث , ذ, ,ص ض , dan ظ dalam Bahasa Indonesia Imam Baehaqie
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4677

Abstract

The aims of this study are to describe the form of the variation of the Arabic loan lexicon in Indonesian on social media, and to explain the possible social factors that cause its emergence. This research approach is a qualitative sociophonological approach. The data of this research is in the form of an absorption lexicon from Arabic in Indonesian. The data source of this research is speech on social media mass accounts (Facebook) in the religious domain which is thought to contain the Indonesian language lexicon which is absorbed from Arabic. The data collection method used is the listening method and the analysis method is the matching method. The method of presenting the results of data analysis is the informal method. From the results of data collection found 150 absorption lexicon. Based on the results of the discussion, it is stated that the variation of the absorption lexicon from Arabic in Indonesian is mostly found in lexicon containing the original phonemes ﺙ, ذ, ص, ض, and ظ and both in the first, second, third, and so on syllables, both in the onset position, nucleus, and coda. The possible factors causing the variation of the absorption lexicon are (1) a lack of understanding of the current Arabic-Latin transliteration guidelines; (2) the flexibility of the speaker's attitude in language; (3) differences in socio-humanities background: education level, field of science, and field of profession (livelihood); (4) speech channel. The results of this study can be useful as a contribution of ideas in language planning and Indonesian language teaching planning, both for native speakers and foreign speakers. AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsi wujud variasi  leksikon serapan dari bahasa Arab dalam bahasa Indonesia pada media social, dan menjelaskan kemungkinan faktor  sosial penyebab kemunculannya. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan sosiofonologis kualitatif. Data penelitian ini berupa leksikon serapan dari bahasa Arab dalam bahasa Indonesia. Sumber datanya adalah tuturan pada akun-massa media sosial (Facebook) dalam ranah agama yang diduga memuat leksikon bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Arab.  Metode penjaringan data yang digunakan adalah metode simak dan metode analisisnya adalah metode padan. Adapun metode penyajian hasil analisis datanya adalah metode informal. Dari hasil penjaringan data ditemukan 150 leksikon serapan. Berdasarkan hasil pembahasan dinyatakan bahwa variasi leksikon serapan dari bahasa Arab dalam bahasa Indonesia banyak ditemukan pada leksikon-leksikon yang memuat fonem asal ﺙ, ذ, ص, ض, dan ظ baik dalam silabel pertama, kedua, ketiga, maupun seterusnya, baik dalam posisi onset, nuklus, maupun koda.  Adapun kemungkinan faktor penyebab kemunculan variasi leksikon serapan tersebut adalah: (1) kurangnya pemahaman terhadap pedoman transliterasi Arab-Latin yang masih berlaku; (2) kelenturan sikap penutur  dalam berbahasa; (3) perbedaan latar sosial-humaniora: jenjang pendidikan, bidang ilmu, dan bidang profesi (mata pencaharian); (4) saluran tutur. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai sumbangan pemikiran dalam perencanaan bahasa dan perencanaan pengajaran bahasa Indonesia, baik untuk penutur jati maupun penutur asing. 
Dehumanisasi dalam Peribahasa Sunda Elda Mnemonica Rosadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4485

Abstract

This study aims to describe about the dehumanization present in Sundanese proverbs through Lakoff & Johnson's (1980) conceptual metaphor theory. The method in this study is a qualitative method with listening, reading, and note-taking techniques. This study used a conceptual metaphor theory that can be divided into three elements that formed the target source, target domain, and mapping. The data for this study are the collected of Sundanese proverbs from the book 1000 Babasan Jeung Paribasa Sunda by Tamsyah, et al (1994). This study found that there are a source language domain that comes from the use of animal names, object names and plant names to represent gender and human attitudes, which raises the concept of degrading human dignity. Some of the metaphors that contain the issue of dehumanization are found in animal names, plant names and inanimate objects. The use of metaphors containing the issue of dehumanization actually describes the habits, gender, nature and behavior of local people as reflected in their culture and way of life.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dehumanisasi hadir dalam peribahasa Sunda melalui teori metafora konseptual Lakoff & Johnson (1980). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik simak, baca, dan catat. Penelitian ini menggunakan teori metafora konseptual yang dapat dipahami melalui tiga elemen yang membentuk sumber target, domain target, dan pemetaan. Data penelitian ini bersumber dari buku 1000 Babasan Jeung Paribasa Sunda karya Tamsyah, dkk. (1994). Temuan dari penelitian ini yaitu adanya ranah bahasa sumber yang berasal dari penggunaan nama hewan, nama benda, serta nama tumbuhan guna merepresentasikan gender dan sikap manusia, yang mana hal tersebut memunculkan suatu konsep merendahkan harkat manusia. Beberapa metafora yang mengandung isu dehumanisasi terdapat pada nama hewan, nama tumbuhan, dan nama benda mati. Penggunaan metafora yang mengandung isu dehumanisasi tersebut ternyata menggambarkan kebiasaan, gender, sifat, dan perilaku masyarakat lokal yang tercermin dari budaya dan cara mereka hidup.