cover
Contact Name
Hery Winarsi
Contact Email
jurnalgizisoedirman@unsoed.ac.id
Phone
+6221-621122
Journal Mail Official
jurnalgizisoedirman@unsoed.ac.id
Editorial Address
Street of Dr. Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Central Java, 53123 Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman (JGPS)
Journal Gizi dan Pangan Soedirman advances to publish scientific and authentic research articles with various topic regarding nutrition and food sciences. The relevants aspects to the topic are clinical nutrition, dietetics, public health nutrition, paediatrics and maternal nutrition, nutrigenomic and nutrigenetic, food science, food processing and technology, supplement and functional foods, food fortification, sport nutrition and physical activity, socio-culture, environmental and behaviour nutrition, nutrition and aging, nutrition education,food services and counselling. This journal has an official affiliation with Department of Nutrition Science, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman. The Editors will perform peer-reviewed process to all submitted materials, and accepted paper will be published periodically twice a year (May and November).
Articles 276 Documents
PERBEDAAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI BADUTA YANG MENGONSUMSI SUSU FORMULA DAN ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN CIMUNING Rhanum Darmayanti; Lintang Purwara Dewanti; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.599 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.1.4040

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan Asupan Energi, zat gizi makro dan status gizi pada baduta (6-24 bulan) yang mengonsumsi susu formula dan ASI eksklusif di kelurahan Cimuning Kota Bekasi. Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian yaitu observasional dengan pendekatan cross sectional dimana observasi untuk variabel independent dan dependent yang diteliti dalam waktu bersamaan. Populasi berjumlah 1027 orang dengan sampel 80 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematic random sampling. Instrument yang digunakan adalah timbangan berat badan dan tinggi badan, lembar formulir food recall. Analisis data menggunakan uji statistic Uji T-test Independen pada Variabel asupan Energi, Lemak dan Karbohidrat karena berdistribusi normal. Untuk data yang tidak terdistribusi normal yaitu Asupan Protein dan Status Gizi menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney dengan p = 0,05. Dan didapatkan hasil bahwa ada perbedaan Asupan Energi, Karbohidrat, Lemak pada Baduta yang konsumsi Susu Formula dan ASI eksklusif. Tidak ada perbedaan Asupan Protein dan Status Gizi Baduta yang konsumsi Susu Formula dan ASI eksklusif. Melalui penelitian ini diharapkan ibu baduta lebih memilih untuk memberikan ASI eksklusif kepada baduta nya dibandingkan dengan Susu Formula.
ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN ASIN DI PASAR TRADISIONAL SUKABUMI SERTA HUBUNGANNYA DENGAN PENGETAHUAN PENJUAL TENTANG FORMALIN siti ulfah fauzia hasanah
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.273 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4569

Abstract

Ikan merupakan bahan pangan yang sering dijadikan sumber protein hewani oleh manusia, ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah membusuk, agar tidak cepat busuk maka ikan bisa diawetkan dengan penggaraman dan penjemuran, tetapi banyak produsen bahkan penjual yang menambahkan formalin kedalam ikan asin agar lebih awet. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan formalin pada ikan asin dan pegetahuan pedagangnya di pasar X dan Y Sukabumi serta korelasi keduanya. Analisis kandungan formalin menggunakan test kit, sedangkan analisis pengetahuan pedagang tentang formalin menggunakan data kuesioner. Selanjutnya dilakukan uji chi square dan fisher exact test untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pedagang tentang formalin dengan penggunaan formalin. Hasilnya didapatkan bahwa 4 dari 30 sampel ikan asin mengandung formalin. Analisis pengetahuan tentang formalin didapatkan hasil bahwa 9 penjual memiliki pengetahuan tinggi dan 6 orang memiliki pengetahuan rendah tentang formalin. Hasil analisis chi square didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan formalin pada ikan asin dengan pengetahuan penjual tentang formalin dengan nilai signifikasi 0,634 (P>0,05) dan nilai fisher exact test sebesar 1 (>0,05)
KADAR ANTOSIANIN, AMILOSA DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR KACANG MERAH PRATANAK DAN UBI UNGU SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN BAGI PENYANDANG DIABETES MELLITUS Fitriana Mustikaningrum
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.127 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4772

Abstract

Latar Belakang : Pengaturan diet merupakan salah satu cara dalam mengendalikan kadar glukosa darah bagi penderita diabetes mellitus. Bahan makanan yang mengandung antosianin dan pati resisten akan lambat dicerna di dalam pencernaan sehingga dapat membantu menjaga kadar glukasa darah. Snack bar kacang merah pratanak dan ubi jalar ungu merupakan salah satu alternatif makanan tinggi antosiain dan pati. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui proporsi terbaik tepung kacang merah pratanak dan ubi jalar ungu pada pembuatan snack bar berdasarkan kadar antosianin, amilosa dan daya terimanya. Metode : Penelitian ini menggunakan 3 variasi perbandingan kacang merah pratanak:ubi jalar ungu yaitu 10%:90; 20%:80%; 30%:70%. Analisis antosianin menggunakan metode pH differential, sedangkan analisis amilosa menggunakan metode spektrophotometri. Uji organoleptik menggunakan uji hedonic test. Analisis statistik menggunakan uji One way ANOVA, apabila terdapat perbedaan yang signifikan diteruskan dengan uji Duncan Test dengan signifikansi P-value <0,05. Hasil : Semakin tinggi proporsi ubi jalar ungu, maka semakin tinggi kadar antosianin dan amilase pada snack bar (P-value<0,01). Snack bar dengan proporsi 10%:90% secara signifikan lebih disukai panelis (P-value= 0,04). Kesimpulan: Snack bar dengan proporsi10%:90% memiliki kadar antosianin, amilosa dan secara keseluruhan lebih dapat diterima oleh panelis dibandingkan proporsi 30%:70% dan 20%:80%.
POLA MAKAN, STATUS GIZI, KONSUMSI PROBIOTIK, KESEHATAN, FREKUENSI DEFEKASI, KUALITAS FESES MAHASISWA INDEKOS FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UGM SAAT PANDEMI COVID-19 Aulia Pasha Adiyani; Aprilia Nur Khasanah; Dina Aulia Nurfiana; Tyas Utami; Endang Sutriswati Rahayu; Dwi Larasatie Nur Fibri
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 6 No 1 (2022): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.27 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2022.6.1.5272

Abstract

Saat ini pandemi Covid-19 membuat pola hidup sehat menjadi kunci daya tahan tubuh yang baik. Untuk memastikan perilaku hidup sehat dan menunjang kampanye Health Promoting University Universitas Gadjah Mada, maka dilakukan survei gambaran pola hidup khususnya mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada yang indekos di Yogyakarta. Survei dilakukan selama 10 hari pada 60 responden pada google form. Pengolahan data menggunakan Nutrisurvey2007, Microsoft Excel, dan SPSS. Responden memiliki frekuensi makan 2 kali/hari (63,33%), rata-rata asupan gizi tidak mencukupi AKG dan skor PPH hanya pangan hewani yang mencapai skor maksimum. Sebanyak 70% mahasiswa tidak pernah/jarang mengkonsumsi probiotik. Frekuensi defekasi mahasiswa 90% normal dengan 93% konsistensi feses normal dan 95% warna feses normal. Sebanyak 65% responden memiliki rata-rata lama tidur 5,90 jam dan terdapat beberapa keluhan kesehatan. Hasil uji korelasi Spearman (5%) menunjukan tidak terdapat hubungan antara konsumsi probiotik dengan frekuensi defekasi, pola makan dengan kesehatan dan pola tidur dengan kesehatan.
POTENSI JUS KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus linn) MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA WANITA HIPERKOLESTEROLEMIA Choirun Nissa; Indah Asrifah; Dian Kartika Ratnasari
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 6 No 1 (2022): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.775 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2022.6.1.5329

Abstract

Cholesterol total level is a risk factor for cardiovascular disease. Mung beans contain soluble fiber and isoflavones that decrease cholesterol levels. The aim of this research is to find out the potency of mung beans juice to decrease total cholesterol total level of hypercholesterol woman. Research design was quasi experimental with pretest - posttest control group. The subjects were 34 women with hypercholesterolemia, and divided into two groups ie 17 womens in Penarukan Village which is treatment group and 17 womens in Ketapang Village which is control groups. All the subjects have met the inclusion criteria. The treatment group consumed juice of 300 ml/day for 14 days while the control group did not get juice. It was a single blind treatment. Cholesterol total level measurement used Electrode Based Biosensor and CHOD-PAP methods. The mean of cholesterol total level of control group before and after was increasing 5,7% ie 240,1 mg/dl and 253,9 mg/dl, but intervention group was decreasing 11% ie 220 mg/dl and 195,7 mg/dl. Paired t-test result shows that there is a significant difference between total cholesterol levels before and after in the treatment group and control group (p= 0.000). The conclusion of this research is the provision of mung beans juice 300 ml/day for 14 days reduce total cholesterol levels. Keywords : Hypercholesterolemia Women; Mung beans Juice; Total Cholesterol Level;
PENGARUH TELE-NUTRITION EDUCATION TERHADAP POLA KONSUMSI PANGAN PADA REMAJA Prasetyo, Teguh Jati; Amalia, Gina; Khoiriani, Izzati Nur; Hapsari, Pramesthi Widya; Subardjo, Yovita Puri
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 7 No 1 (2023): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.188 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2023.7.1.5888

Abstract

Masalah gizi yang terjadi pada remaja umumnya disebabkan oleh pola konsumsi pangan yang tidak sesuai dengan pola konsumsi gizi seimbang. Salah satu usaha untuk memperbaiki pola konsumsi dapat dilakukan dengan edukasi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tele-nutrition education terhadap variasi makanan pokok, konsumsi protein hewani, protein nabati, sayur, buah, gula, garam, dan lemak minyak pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Jumlah sampel penelitian sebanyak 49 orang. Data pola konsumsi diukur dengan metode SQ-FFQ. Analisis data menggunakan uji Paired sample t-test dan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukan ada pengaruh tele-nutrition education pada konsumsi buah (p=0,005), konsumsi gula (p=0,000) dan konsumsi lemak minyak (p=0,000). Tidak ada pengaruh pada variasi makanan pokok (p=0,155), konsumsi protein hewani (p=0,198), konsumsi protein nabati (p=0,885), konsumsi sayur (p=0,413) dan konsumsi garam (p=0,052). Ada pengaruh antara tele-nutrition education terhadap konsumsi buah, gula dan lemak minyak. Tidak ada pengaruh antara tele-nutrition education terhadap variasi makanan pokok, konsumsi protein hewani, protein nabati, sayur dan garam.
PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP KADAR PROKSIMAT, ASAM AMINO SITRULIN DAN SIFAT ORGANOLEPTIKSELAI ALBEDO KULIT SEMANGKA Mauidzoh, Imroah al; Iswahyudi, Iswahyudi; Putri, Imawati Eka
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 7 No 1 (2023): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.729 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2023.7.1.6769

Abstract

The watermelon rind contained 60% higher citrulline than the watermelon rind albedo. Citrulline has the benefit of lowering blood pressure.This study aimed to determine the effect of heating time of watermelon rind (albedo) on the citrulline amino acids, chemical properties (proximate), and organoleptic properties. This study conducted using a randomized complete block design (RCBD). The treatment wear heating for 35, 40, 45, and 50 minutes. The results showed that heating time had no significant effect on proximate and citrulline levels (p>0.05). The results of the organoleptic test analysis showed that the heating time had a significant effect on liking (<0.05). The results of the analysis of the viscosity test showed that the heating time had a significant effect on the viscosity of the jam (p<0.05). F4 (heating time 50 minutes) is the chosen option with nutritional content per 100 g, namely energy 192.52 Kcal, protein 0.24 g, fat 0.02 g, carbohydrates 47.83 g, water 51.02 g, ash 0 , 08 g, and the amino acid citrulline 96.94 mg.
HUBUNGAN ASUPAN SERAT, ADVANCED GLYCATION END PRODUCTS (AGEs) DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR HBA1C PASIEN RETINOPATI DIABETIK DI RAWAT JALAN PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG Rahmawati, Mutia Fadhillah
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 7 No 1 (2023): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.789 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2023.7.1.6879

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder disease characterized by blood sugar levels exceeding normal limits. Based on medical record data, it shows that diabetic retinopathy is the highest complication of diabetes mellitus in the National Eye Center Cicendo Eye Hospital Bandung. The purpose of this study was to determine the relationship between fiber intake, advanced glycation end products (AGEs) and physical activity with HbA1c levels in diabetic retinopathy patients at the National Eye Center Outpatient Center Cicendo Eye Hospital Bandung. The study was conducted in December 2021 using a cross sectional research design with accidental sampling technique involving 40 samples, namely patients with a diagnosis of diabetic retinopathy based on doctors. Data collection using a questionnaire includes primary data and secondary data. Data on HbA1c levels were obtained from secondary data in the electronic medical record (EMR), data on fiber intake and AGEs were obtained by interview using the SQFFQ form, and physical activity data obtained by interview using the IPAQ form. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the Chi Square test on AGEs and physical activity, as well as Spearman's test on fiber intake. The results showed that 40 samples had less fiber intake (100%), 30 samples had more AGEs (75%) intake and 16 samples had moderate (40%) physical activity. Based on the Chi Square test, the p-value of AGEs intake was 0.032 where p <0.05 and physical activity p-value was 0.028 (p <0.05). In fiber intake, the p-value is 0.663 (> 0.05) and the correlation coefficient is 0.071. Conclusion: there is a relationship between intake of AGEs, physical activity with HbA1c levels in diabetic retinopathy patients and there is no relationship between fiber intake and HbA1c levels in diabetic retinopathy patients. Keywords: Fiber Intake, Advanced Glycation End Products (AGEs), Physical Activity, HbA1c Levels, Diabetic Retinopathy
FORMULASI DAN KARAKTERISASI SIFAT SENSORIS MINUMAN KESEHATAN SARI SALAK DENGAN PENAMBAHAN BUNGA TELANG DAN ROSELA Purnawijayanti, Hiasinta Anatasia; Nai, Hildagardis Meliyani Erista; Setyaji, Diyan Yunanto
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 7 No 1 (2023): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.969 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2023.7.1.7575

Abstract

Berbagai jenis bunga yang dapat dimakan (edible flower) kaya akan pigmen yang potensial digunakan sebagai pewarna. Edible flower juga berpotensi sebagai sumber senyawa fungsional seperti antioksidan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan formula sari salak kaya antioksidan dengan penambahan bunga telang dan rosela serta mengetahui karakteristik sensorisnya. Penelitian eksperimental dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap dengan 3 kali ulangan perlakuan. Data dianalisis dengan ANOVA dan perbedaan antar sampel diuji dengan least significance difference, menggunakan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi dengan perebusan potongan salak dalam air mendidih selama 15 menit menghasilkan sari salak dengan kenampakan paling menarik (jernih) dan kadar padatan terlarut paling tinggi (1175 mg/l), vitamin C (7,04 mg/100ml), total fenolik (40,73mg GAE/100 ml), dan aktivitas antioksidan (56,75% RSA). Survey dengan 55 responden menunjukkan responden lebih tertarik pada sari salak dengan warna biru yang kurang pekat dan warna merah yang lebih pekat. Pengujian sensoris dengan melibatkan 44 panelis menunjukkan penambahan bunga telang tidak mempengaruhi citarasa dan after taste, menurunkan skor kenampakan dan keseluruhan sari salak. Penambahan rosela meningkatkan skor kenampakan, citarasa dan aftertaste dan tidak mempengaruhi skor kesukaan keseluruhan sari salak.
HUBUNGAN PERILAKU PEMBERIAN MP-ASI DAN KEJADIAN DIARE DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-24 BULAN DI RSIA PKU MUHAMMADIYAH CIPONDOH Susanti, Tazkiyyah Khanifah; Dewanti, Lintang Purwara; Sitoayu, Laras; Nuzrina, Rachmanida
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 7 No 1 (2023): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.425 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2023.7.1.7800

Abstract

Based on RISKESDAS 2018, diarrhea prevalence in Banten was 7.5%. While national prevalence was 6.8%. Diarrhea is the number one causal of inpatients at Indonesian hospitals. Incorrect breastfeeding and complementary feeding practices were some causal of nutritional problems. Complementary feeding practices need a proper delivery time, frequency, type, foods amount, and how to made. This was due to mothers’ ignorance of benefits and the correct way of giving complementary feeding so that it affects the mother's attitude. This study aimed to know the correlation of complementary feeding practices and diarrhea incidence toward nutrition status for infants at 6-24 months of age at RSIA PKU Muhammadiyah Cipondoh. This is a descriptive quantitative study with cross-sectional approach using primary data through interview with questionnaire and Recall 24-Hours. Total sample of infants (6-24 months of age) were 80. Statistical data processed using chi-square test. Data statistically showed that the age of complementary feeding had pValue=0.589, frequency with pValue=0.193, total energy intake pValue=0.22, OR=0.754, total protein intake p=0.016, OR=4.952, texture pValue=0.341, portion pValue=0.009, and the incidence of diarrhea had pValue=0.079. There was a correlation between total energy intake, protein intake, and portion of complementary foods toward nutrition status at RSIA PKU Muhammadiyah Cipondoh. Keywords: complementary feeding practices, diarrhea, nutrition status