cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25811800     EISSN : 25974122     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ELSE adalah jurnal ilmiah tentang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 613 Documents
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pecahan Berbasis Model Penemuan Terbimbing untuk Kelas IV SD Fernandes, Mimik; Syarifuddin, Hendra
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i1.4011

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran pecahan berbasis model penemuan terbimbing yang valid, praktis dan efektif untuk kelas IV SD, berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Plomp terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap penelitian pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap penilaian. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.Hasil analisis terhadap lembar validasi RPP dan LKPD menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid.Perangkat pembelajaran juga praktis berdasarkan hasil analisis terhadap angket respon pendidik, angket respon peserta didik dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran.Selain itu, perangkat pembelajaran yang dikembangkan juga efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Pecahan, Model Penemuan Terbimbing Abstract: The purpose of this study was to produce a fraction learning tool based on a valid, practical and effective guided discovery model for grade IV elementary school, in the form of a Learning Implementation Plan (RPP) and a Fractional Student Worksheet (LKPD). This research is a development research with the Plomp model consisting of three stages, namely the preliminary research stage, the development stage, and the assessment stage. This research produces learning tools that meet the valid, practical and effective criteria. The results of the analysis of the RPP and LKPD validation sheets showed that the learning tools developed were valid. Learning tools are also practical based on the results of the analysis of the teacher's response questionnaire, student response questionnaire and observation sheet of the implementation of learning. In addition, the learning tools developed are also effective for improving students' mathematical problem solving abilities.Keywords: Learning Tools, Fraction, Guided Discovery Model
Pembentukan Karakter Siswa Berorientasi Higher Order Thinking Skils (HOTS) di Sekolah Dasar Rahayu, Desti; Narimo, Sabar; Fathoni, Achmad; Rahmawati, Laili Etka; Widiyasari, Choiriyah
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i1.4071

Abstract

Abstrak: Pembentukan pendidikan karakter berorientasi HOTS di sekolah dasar merupakan gebrakan baru dalam mengembangkan karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk karakter siswa dan membentuk siswa berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan pendidikan karakter siswa berorientasi HOTS dapat dilaksanakan sesuai dengan target capaian pembelajaran. Nilai karakter yang dibentuk yaitu nilai displin, religius, tanggungjawab, dan jujur. Pembentukan ini melalui integrasi pendidikan karakter berorientasi HOTS dalam proses pembelajaran di dalam kelas dan diluar kelas. Integrasi di dalam kelas yaitu dengan mengintegrasikan pendidikan berorientasi HOTS dalam RPP dan di laksanakan selama pembelajaran sedangkan intergasi diluar kelas yaitu dengan pembiasan nilai karakter religius dengan sholat dhuha, pembiasaan nilai karakter disiplin  datang tepat waktu ke sekolah, penanaman nilai karakter tanggungjawab dalam kepengurusan kelas, dan nilai karakter jujur dengan menulis kegiatan keseharian siswa dalam buku “mathur jujur”. Kata Kunci: Karakter, HOTS, Sekolah Dasar Abstract: The formation of character education-oriented HOTS in elementary school is a new breakthrough in developing the character of students. The purpose of this study is to form the character of students and shaping the students ' high level thinking. This research is a descriptive research using a qualitative approach. Data collection through interview, observation, and documentation. The results showed that the formation of character education student-oriented HOTS can be implemented in accordance with the target learning outcomes. The value of the characters that formed the values of discipline, religious, responsible, and honest. The formation of this through the integration of character education-oriented HOTS in the learning process in the classroom and outside the classroom. Integration in the classroom by integrating the education-oriented HOTS in LESSON plans and implemented during the learning while the intergasi outside the classroom, i.e. with a refraction value of a religious character with sholat dhuha, habituation character value of discipline come to school on time, planting the character value of responsibility in the management of the class, and the value of honest character by writing daily activities of the students in the book “Mathur Jujur” Keywords: Character, HOTS, Elementary School
Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Juniarso, Triman
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i1.4197

Abstract

Abstrak: Berpikir kreatif merupakan salah kemampuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi diri menghadapi tantangan abad-21. Seseorang harus mempunyai ide-ide kreatif dan inovatif terkait pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan berpikir kreatif calon guru sekolah dasar pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPA. Efektivitas dilihat dari hasil tes kemampuan berpikir kreatif dan hasil angket self confidence. Penelitian ini merupakan studi quasi eksperimen di PGSD, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Populasinya mahasiswa Angkatan 2019. Melalui teknik simple random sampling, terpilih mahasiswa kelas 2019 E dan B sebagai sampel. Metode yang digunakan adalah tes dan angket. Data tes kemampuan berpikir kreatif dianalisis dengan uji beda rerata, sedangkan data angket self confidence dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) berpikir kreatif yang diajar menggunakan discovery learning lebih baik daripada pembelajaran klasikal; (2) self confidence mahasiswa yang diajar menggunakan discovery learning menunjukkan kriteria baik. Kata Kunci:Bberpikir Kreatif, Discovery Learning, Eksperimen Abstract: Creative thinking is one of the abilities needed to develop one's potential to face the challenges of the 21st century. One must have creative and innovative ideas related to knowledge. The purpose of this study was to determine the effectiveness of discovery learning on the creative thinking abilities of elementary school teacher candidates in Konsep IPA Dasar Course. Effectiveness is seen from the results of tests of creative thinking ability and self confidence. This research is a quasi-experimental study in PGSD, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. The population is student class of 2019. Through the simple random sampling technique, 2019 class E and B students are selected as samples. The method used is a test and questionnaire. The creative thinking ability test data was analyzed by means of different mean tests, while the self confidence questionnaire data was analyzed descriptively. The results showed that: (1) creative thinking taught using discovery learning is better than classical learning; (2) students' self confidence taught using discovery learning shows good criteria. Keywords: Creative Thinking, Discovery Learning, Eksperiment
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak melalui Gerakan Tari pada Siswa Kelas V SDLB Negeri Tuban Darti, Fera Dwi; Fatimah, Iis Daniati
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i1.4223

Abstract

Abstrak: Tunagrahita diklasifikasikan menjadi tiga berdasarkan tingkat ketunaannya yaitu tunagrahita ringan, tunagrahita sedang, dan tunagrahita berat. Anak tunagrahita ringan disebut juga dengan tunagrahita mampu didik. Pada kategori ini mereka tidak mempunyai perbedaan secara signifikan secara fisik dengan anak normal. Mereka mempunyai keterlambatan dalam intelektual, kekurangan penyesuaian tingkah laku, kurang komunikasi, dan sosialisasi terhadap lingkungan. Dilihat dari konsepnya, secara umum motorik mengacu pada pengertian gerakan. Sedangkan psikomotor merupakan gerakan-gerakan yang dialihkan melalui gerakan-gerakan elektronik dari pusat otot besar. kemampuan motorik kasar anak dapat dilakukan dengan melatih anak untuk meloncat, memanjat, memeras, bersiul, membuat muka ekspresi senang, sedih, gembira, berlari, berjinjit, berdiri di atas satu kaki, berjalan di titian dan sebagainya. Pada kegiatan Tari ini merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak terutama bagi anak- anak tuna grahita. Setelah diadakan siklus I meningkat menjadi 53% (8 anak), pada siklus II meningkat menjadi 87% (13 anak). Dari aspek keseimbangan gerak tubuh setelah diadakan siklus I meningkat menjadi 33% (5 anak), pada siklus II meningkat menjadi 66% (10 anak). Dari aspek anak dapat mengekspresikan berbagai gerakan setelah diadakan siklus I meningkat menjadi 40% (6 anak), pada siklus II meningkat menjadi 60% (9 anak), dan dari aspek anak mendengarkan musik sesuai dengan gerakan tari. Kata Kunci: Kemampuan Motorik Kasar, Anak Tuna Grahita, TariAbstract: Developmental impairment is classified into three based on the level of disability, namely mild mental retardation, moderate mental retardation, and severe mental retardation. Children with mental retardation are also called mentally retarded. In this category they do not have significant differences physically with normal children. They have intellectual delays, lack of behavior adjustment, lack of communication, and environmental socialization. Judging from the concept, in general motor refers to the notion of movement. Whereas psychomotor is movements that are diverted through electronic movements of large muscle centers. gross motor skills of children can be done by training children to jump, climb, squeeze, whistle, make faces happy, sad, happy, running, standing on tiptoe, standing on one foot, walking on the footbridge and so on. In this dance activity is one alternative to improve the gross motor skills of children, especially for mentally disabled children. After holding the first cycle increased to 53% (8 children), in the second cycle increased to 87% (13 children). From the aspect of bodily balance after the first cycle was held it increased to 33% (5 children), in the second cycle it increased to 66% (10 children). From the aspect of children being able to express various movements after the first cycle was increased to 40% (6 children), in cycle II it increased to 60% (9 children), and from the aspect of children listening to music in accordance with dance movements. Keywords: Gross Motor Skills, Mentally Disabled Children, Dance
Analisis Kompetensi Guru Kelas dalam Mengimplementasikan Model Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 di SD Wilayah III Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba Arfin, Muhammad; Rosleny, Rosleny; Nawir, Muhammad
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i1.4224

Abstract

Abstrak: Kesiapan guru dalam proses implementasi kurikulum 2013 memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak guna mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kompetensi guru kelas dalammengimplementasikan model pembelajaran kurikulum 2013di SD Wilayah III Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba. Model pembelajaran yang menjadi fokus adalahProblem Based Learning. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptifkualitatif.Instrumen berupa catatan seluruhaktivitas guru dalam proses pembelajaran,peneliti mengumpulkan data secara langsung melalui observasi dan wawancara.Subjek penelitian adalah guru kelas yang sudah sertifikasimengajar di kelas III dan kelas VI. Hasil penelitian yaitu: 1) Pelaksanaan standar kompetensi guru kelas terlaksana sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dengan catatan bahwa pelaksanaan kompetensi profesional khususnya aspek mengembangkankeprofesianmelaluitindakanreflektifmasih butuh perhatian khusus karena semua guru kelas yang menjadi subjek dalam penelitian ini jarang melakukannya. 2) Implementasi model pembelajaran Problem Based Learningterlaksana dengan baik dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran.Kesimpulkan penelitian ini bahwa guru kelas III dan Kelas VI SD Wilayah III Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba yang telah tersertifikasi merupakan guru profesional yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta mampu mengimplementasikan model pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Kata Kunci: Kompetensi Guru, Model Pembelajaran, Kurikulum 2013 Abstract: Teacher readiness in the process of implementing the 2013 curriculum plays a very important role in shaping the personality of children in order to develop quality human resources. This study aims to determine the competence of classroom teachers in implementing the 2013 curriculum learning model in SD area III Ujungbulu District, Bulukumba Regency. The learning model is used as the focus in this study is Problem Based Learning. This study uses the type of qualitative research with a qualitative descriptive approach. Instrument in the form of a record of all teacher activities in the learning process, researchers collect data directly through observation and interviews. The object of the study was classroom teachers who had certified teaching in class III and class VI. The results of the study are: 1) The implementation of classroom teacher competency standards is carried out in accordance with established standards with a note that the implementation of professional competence especially aspects of developing professionalism through reflective action still needs special attention because all classroom teachers who are the subjects in this study rarely do so. 2) The implementation of the Problem Based Learning model is implemented well and quite effective in learning. The conclusion of the study is that class III and class VI teachers of SD area III in Ujungbulu District, Bulukumba District who have been certified are professional teachers who have competencies that are in accordance with established standards and are able to implement the 2013 curriculum-based learning model.Keywords: Teacher Competency, Learning Model, 2013 Curriculum
Penerapan Teknologi Augmented Reality pada Media Pembelajaran Bahasa Arab: Durus Al-Lughah Jilid 1 Fauzan, Ady; Muriyatmoko, Dihin; Utama, Shoffin Nahwa
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i1.4379

Abstract

Abstrak: Saat ini penggunaan teknologi telah banyak dikembangkan sebagai media pembelajaran diberbagai lembaga pendidikan. Sebagai Universitas berbasis pesantren yang sehari-hari menggunakan Bahasa Arab, Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) telah memiliki media pembelajaran baik dalam bentuk buku bahasa arab (Durusullughah Al-Arabiyah), dan dalam bentuk aplikasi, diantaranya aplikasi android menggunakan metode terjemahan (bit.ly/tamrinlughah) dan metode langsung (http://bit.ly/duruslughah). Seiring berkembangkan teknologi augmented reality (AR) maka diperlukan sebuah trobosan baru pada media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Bahasa arab dengan memanfaatkan teknologi AR. Konten diambil dari buku Bahasa Arab Durusullughah Al-Arabiyah karya KH. Imam Zarkasyi dan KH. Imam Syubani sebagai trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Media ini berbasis Android dan dibuat menggunakan tools seperti Blender 3D, Corel Draw, dan Unity 3D. Aplikasi ini dapat berjalan pada smartphone berspesifikasi minimal android versi OS 4.0 Jelly Bean, ukuran layar 4 inches, RAM 512 MB, ruang kosong memori minimal 200 MB dan kamera belakang 13 MP. Hasil penelitian dengan teknologi AR ini diharapkan dapat memperkaya media pembelajaran Bahasa arab UNIDA Gontor dan dapat bermanfaat untuk pengembangan media pembelajaran Bahasa arab di lingkungan kampus pesantren maupun masyarakat umum. Untuk pengembangan kedepan bisa memanfaatkan teknologi lain misalnya Virtual Reality dan lain sebagainya. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Augmented Reality, Bahasa Arab, Android Abstract: Currently, the use of technology has been widely developed as a medium of learning in various educational institutions. As a pesantren-based university that uses arabic language for daily activities, the University of Darussalam Gontor  (UNIDA Gontor) already has a learning medium in the form of Arabic books (Durusullughah Al-Arabiya), and in the form of applications, including Android applications using the translation method (bit.ly/tamrinlughah ) and direct method (bit.ly/duruslughah ). Along with developing augmented reality (AR) technology, a breakthrough in learning media is desired. This research aims to develop Arabic language learning media by utilising AR technology. Content is taken from the Arabic book Durusullughah Al-Arabiyah by KH. Imam Zarkasyi and KH. Imam Syubani as the founding father of Pondok Modern Darussalam Gontor. This media is based on Android and is made using tools such as Blender 3D, Corel Draw, and Unity 3D. This application can run on a minimum android smartphone specification OS 4.0 Jelly Bean, 4 inches screen size, 512 MB RAM, free memory space of at least 200 MB and a 13 MP rear camera. The results of this research with AR technology are expected to be able to enrich UNIDA Gontor's Arabic language learning media and can be useful for the development of Arabic language learning media in the pesantren-based university environment and for pesantren based university specifically and the public generally. For future development, it can utilise other technologies such as Virtual Reality and others. Keywords: Learning Media, Augmented Reality, Arabic, Android
Pengembangan Karakter Toleran Siswa dalam Pembelajaran IPA melalui Pendekatan Saintific Approach di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Sumenep Dewi, Ike Yuli Mestika
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i1.4380

Abstract

Abstrak: Tujuan utama penelitian ini untuk mengembangkan karakter toleran di kalangan siswa sekolah (SD) melalui pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA.  Dengan perangkat yang dikembangkan, transformasi nilai karakter toleran dapat dilakukan dengan maksimal dalam rangka membentuk generasi milenial yang dapat memahami substansi toleransi sebagai kekuatan dalam membangun kehidupa yang damai,aman dan menyejukkan, apalagi dengan karaktertistik kebhinnekaan seperti Bangsa Indonesia, membentuk karater toleran itu, menjadi sesuatu yang penting. Dengan pendekatan saintifik, pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi salah satu jalan dalam memperkuat karakter anak didik, sehingga bisa memberikan kontribusi nyata dalam  pembangunan bangsa menuju bangsa yang berkarakter.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran karakter toleran pada pembelajaran IPA melalui pendekatan saintifik (saintific approach), yang menggambarkan tentang validitas (perangkat pembelajaran), kepraktisan (keterlaksanaan pembelajaran), dan keefektifan (aktivitas siswa, respon siswa, ketuntasan hasil belajar siswa, serta kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran). Penelitian ini dilaksanakan dengan pengembangan perangkat pembelajaran penelitian terhadap perangkat pembelajaran di SDN di kabupaten Sumenep.Hasil penelitian menunjukkan semua perangkat pembelajaran yang digunakan dapat disimpulkan layak dengan sejumlah indikator telah tercapai, baik keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas, respon dan tes hasil belajar siswa. Bahkan, asil analisis terhadap sikap toleran siswa juga menunjukkan perkembangan yang positif. Rata-rata sisa dengan aspek-aspek karakter toleran yang diberikan, menunjukkan kesadaran dan peningkatan karakter toleran yang dimiliki siswa. Kata Kunci : Pengembangan, Karakter Toleran, Saintific Approach Abstract: The main purpose of this research was to develop tolerant character among students (Primary School Students) in science class through a scientific approach. Nowadays, it was needed to develop the value of tolerant character among students in order to form a young generation who can apply the substance of tolerance as a powerful character in creating a peaceful situation, comfort feeling, and soothing life, since Indonesian people is a multi-cultural society. Therefore, the use of scientific approach in science class was expected to be one way to strengthen the tolerant character of students, so that they can make a real contribution in nation building towards a nation of character. This study was a research and development study in which develop a tolerant character learning tools in science class by using a scientific approach, which describes the validity (learning devices), practicality (implementation of learning), and effectiveness (student activities, student responses, completeness of student learning outcomes, and obstacles encountered during the learning process). This research was carried out a development of research learning tools on learning devices at primary school in Sumenep regency. The results showed that all learning tools used during the learning process can be concluded as appropriate tool with a number of indicators have been achieved, both the implementation of learning, activities, responses and tests of student learning outcomes. In fact, the results of the analysis of students' tolerant attitudes also showed positive developments. Remaining average with aspects of tolerant character given shows the awareness and improvement of tolerant character possessed by students. Keywords: Development, Tolerant Character, Scientific Approach
Analisa Kesalahan Konsep Materi Pecahan pada Mahasiswa Calon Guru SD Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon Santi, Dina Pratiwi Dwi; Maharani, Anggita; Setiyani, Setiyani
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i1.4381

Abstract

Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep pecahan pada mahasiswa dengan menganalisa lebih dalam kesalahan yang mahasiswa lakukan saat mengerjakan beberapa soal cerita dalam bentuk pecahan yang diberikan. Penelitian  ini merupakan penelitian deskriptif, dengan mengambil subjek penelitian mahasiswa calon guru SD yang sedang menempuh mata kuliah materi matematika lanjut sebanyak 45 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes. Tes yang digunakan merupakan tes uraian pemecahan masalah yang berjumlah lima soal dengan indikator soal yang berbeda-beda. Sedangkan instrumen wawancara digunakan untuk membantu peneliti mengetahui lebih dalam  cara berfikir mahasiswa saat mengerjakan tes. Setelah dilakukan analisa ditemukan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan soal bentuk cerita pada pecahan diantaranya: (1) mahasiswa tidak mampu menotasikan bilangan pecahan saat diberikan gambar, (2) tidak mengetahui makna pecahan, (3) tidak bisa menjumlahkan pecahan campuran dengan penyebut berbeda, (4) tidak bisa melakukan operasi pengurangan pecahan campuran, (5) tidak mampu melakukan pembagian bilangan asli dengan pecahan, dan (6) tidak bisa mengubah bentuk pecahan campuran ke pecahan biasa Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Pecahan, Mahasiswa Calon Guru SD Abstract: This study discusses the concept of fractions to students through error analysis when working on multiple story problems in the form of fractions. This research is descriptive, by taking the research subject of prospective elementary school teacher students who are taking advanced mathematics courses as many as 45 people. The instruments used were tests. The test used is a problem-solving description test which consists of five questions with different question indicators. While the interview instrument is used to help researchers find out more about the way students think when taking tests. After analyzing it was found that the mistakes made by students in solving questions in the form of stories in fractions of them : (1) students are not able to denote fractions when given a picture, (2) don't know the meaning of fractions, (3) cannot add mixed shards with different denominators, (4) cannot do mixed fraction reduction operations, (5) unable to do the division of natural numbers with fractions, and (6) cannot change the form of mixed fractions to ordinary fractions. Keywords: Error Analysis, Fraction, Students of Prospective Teacher of Elementary
Pembelajaran Menulis Kata dengan Media Kartu Kata Bergambar Pada Anak Tunagrahita Ringan Ghufron, Syamsul; Toha, Adi Irawan; Markub, Markub; Nafiah, Nafiah
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.4493

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis kata dengan media KKB pada anak tunagrahita ringan. Tujuan penelitian tersebut diperinci ke dalam beberapa tujuan khusus berikut: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis kata dengan media KKB, (2) mendeskripsikan respons siswa terhadap pembelajaran menulis kata dengan media KKB, dan (3) mendeskripsikan ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran menulis kata dengan media KKB pada anak tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini berupa pembelajaran menulis kata dengan media KKB yang meliputi (1) pelaksanaan pembelajaran, (2) respons siswa, dan (3) efektivitas pembelajaran menulis kata dengan media KKB. Semua data bersumber dari guru dan siswa di kelas 4 SLB Bina Harapan Desa Paji, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, teknik angket, dan teknik tes. Data tersebut dikumpulkan dengan instrumen berupa rubrik observasi, angket, dan soal tes. Data dianalisis secara desktiptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media KKB dapat membantu siswa dan sangat efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis kata. Hal ini terbukti dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa diperoleh rata-rata skor sebesar 88%, sedangkan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas guru diperoleh skor sebesar 95%. Respons siswa terhadap pembelajaran menghasilkan skor rata-rata sebesar 88%. Ketuntasan belajar siswa menghasilkan  skor rata-rata sebesar 88%..Kata kunci: pembelajaran, menulis kata, media KKB, tunagrahita ringan Abstract: The purpose of this study is to describe the learning of word writing with KKB media in mildly retarded children. The research objectives are detailed into the following specific objectives: (1) describe the implementation of learning to write words with KKB media, (2) describe students 'responses to learning to write words with KKB media, and (3) describe students' mastery learning in learning to write words with KKB media for mildly retarded children. This study uses descriptive qualitative and quantitative methods. This research data in the form of learning to write words with KKB media which includes (1) the implementation of learning, (2) student responses, and (3) the effectiveness of learning to write words with KKB media. All data were sourced from teachers and students in grade 4 SLB Bina Harapan, Paji Village, Pucuk District, Lamongan Regency. The research data was collected by observation technique, questionnaire technique, and test technique. The data was collected with instruments in the form of observation rubrics, questionnaires, and test questions. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed that the KKB media can help students and are very effectively used to improve students' ability to write words. This is evident from the results of observations of student activities obtained an average score of 88%, while the results of observations of teacher activities obtained a score of 95%. Student responses to learning produce an average score of 88%. Mastery learning students produce an average score of 88%.Keywords: learning, word writing, KKB media, mild retardation
Problem Based Learning dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Sosial Syamsudin, Syamsudin
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.4610

Abstract

Abstrak: Salah satu tujuan pendidikan adalah menyiapkan peserta didik untuk mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Siswa menerapkan apa yang dipelajari di sekolah yang memberikan pengalaman belajar terencana ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis Problem Based Learning (PBL) dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian adalah bahwa pembelajaran menggunakan model PBL diawali dengan pemberian masalah. Hal ini untuk merangsang siswa agar mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah dan menemukan solusi yang tepat. PBL ditandai dengan siswa yang bekerjasama dengan siswa lain dalam kelompok yang mendatangkan motivasi untuk keterlibatan berkelanjutan dalam tugas-tugas kompleks dan memperkaya kesempatan berdiskusi, serta untuk pengembangan keterampilan-keterampilan sosial. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan sosial siswa.Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Keterampilan Sosial Abstract: One of the aims of education is for preparing students to contribute in social life. School is part of society that provides planned learning experience, students apply what is learned in the school to society and utilize society as a source of learning. The purpose of this research is to describe the analysis of Problem-Based Learning (PBL) in developing critical thinking ability and social skills. This research uses library research with a qualitative descriptive approach. The result of this research shows that PBL model begins with giving a problem. It stimulates students to think critically in solving problems and find the right solution. PBL is characterized by students who collaborate with the other students in groups that increase their motivation for ongoing involvement in complex tasks and enrich discussion opportunities, moreover for the development of social skills. Based on that, it can be concluded that PBL learning model can be used to develop students' critical thinking ability and social skills.Keywords: Problem-Based Learning, Critical thinking ability, Social skill