cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25811800     EISSN : 25974122     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ELSE adalah jurnal ilmiah tentang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 613 Documents
Media Visual untuk Membelajarkan Menggambar Bentuk pada Siswa Tuna Rungu Wati, Tri Linggo; Wulandari, Fitria Eka; Meisa, Rugaya; Ikawati, Ikawati
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.4655

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang penerapan media visual untuk membelajarkan menggambar bentuk siswa tuna rungu, tempat penelitiannya dilakukan di Sekolah Dasar Luar Biasa di Sidoarjo. Jumlah nara sumber dari penelitian ini adalah 3 orang siswa tuna rungu kelas 1. Melalui media visual yang sudah diterapkan guru tersebut terbukti dapat membantu siswa dalam melakukan kegiatan menggambar bentuk, dan siswa tetap dapat berimajinasi karena di akhir kegiatan guru mengguankan cara evaluasi dengan meminta siswa merangkai gambar-gambar yang sudah di tutorialkan sesuai dengan imajinasi siswa. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori tentang pemanfaatan media sebagai fasilitas belajar, yang dapat membantu siswa dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga hasil menggaambar bentuk siswa tampak perubahannya dari tahapan-ke tahapan berikutnya.Kata Kunci: Media Visual, Menggambar Bentuk, Tuna RunguAbstract: This study is a qualitative phenomenological research, the purpose of this study is to describe the application of visual media to teach drawing the shape of deaf students, where the research was conducted at the Extraordinary Elementary School in Sidoarjo. The number of resource persons from this study was 3 deaf students in grade 1. Through the visual media that has been appliedthe teacher is proven to be able to assist students in doing shape drawing activities, and students can still imagine because at the end of the activity the teacher uses an evaluation method by asking students to compile the pictures that have been tutorials are in accordance with the imagination of students. The results of this study are in accordance with the theory of the use of media as a learning facility, which can help students and teachers in the learning process, so that the results of drawing the shape of students appear to change from stage to the next stage.Keywords: Visual Media, Drawing Shapes, Deaf
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Esai Berbasis Lingkungan Menggunakan Model Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Putra, Ihwan Riskya; Sukartiningsih, Wahyu; Indarti, Titik
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.4750

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran berpusat pada guru. Proses pembelajaran guru hanya mengajar menggunakan buku tematik tanpa ada bahan ajar penunjang lainnya. Guru lebih menerapkan keterampilan berbicara, menyimak daripada keterampilan menulis, sehingga minat siswa dalam mengembangkan kemampuan menulis berkurang. Tujuan penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penggunaan bahan ajar menulis esai. Desain dalam penelitian menggunakan model yang dikembangkan oleh Borg and Gall, eksperimen one-group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi,tes. Teknik analisis data untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, keefektifan bahan ajar dengan bantuan software SPSS 24 for windows. Hasil Kualitas produk bahan ajar pada aspek kevalidan bahan ajar sebesar 91% menjadi 95%. Kualitas produk aspek kepraktisan meliputi hasil respon guru dan siswa setelah digunakan bahan ajar memiliki persentase 82,5% meningkat  95%, Kualitas produk aspek keefektifan didasarkan pada hasil belajar siswa. Berdasarkan nilai derajat kebebasan adalah 48 dan nilai signifikansi adalah 0,05/2 = 0,025. Nilai tersebut dijadikan dasar acuan mencari pada ttabel, sehingga didapatkan nilai Ttable (0,05, 48) =2.01063. Dengan nilai thitung > dari ttabel maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan bahan ajar menulis esai berbasis lingkungan dengan menggunakan model problem solving.Kata Kunci: Bahan Ajar, Menulis Esai, Berpikir KritisAbstract: This research is motivated by Indonesian language learning in the teacher-centered learning process. The learning process of the teacher only teaches using thematic books without any other supporting teaching material. The teacher applies more speaking, listening skills than writing skills, so that students' interest in developing writing skills is reduced. The purpose of this study can improve students' critical thinking skills through the use of essay writing teaching materials. The design in this study uses a model developed by Borg and Gall, a one-group pretest-posttest design experiment. Data collection techniques through observation, documentation, tests. Data analysis techniques to determine the validity, practicality, effectiveness of teaching materials with the help of SPSS 24 for windows software. Results The quality of teaching material products on the validity aspects of teaching materials by 91% to 95%. Product quality aspects of practicality include the results of teacher and student responses after use of teaching materials have a percentage of 82.5% increased 95%, Product quality aspects of effectiveness are based on student learning outcomes. Based on the value of degrees of freedom is 48 and the significance value is 0.05 / 2 = 0.025. This value is used as a reference base for looking at the table, so that the obtained value of Ttable (0.05, 48) = 2.01063. With the tcount> of ttable, it can be concluded that Ha is accepted, it means there is a significant difference in students' critical thinking skills after using teaching materials to write an environment-based essay using the problem solving model.Keywords: Teaching Material, Essay, Critical Thinking
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Kampung Nambangan Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Siswa pada Pembelajaran IPS di SD Haerunnisa, Nining; Wahyudi, Ari; Nasution, Nasution
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.4771

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter perlu ditanamkan dalam pembelajaran. Kearifan lokal dapat dijadikan alternatif instrument yang tepat dalam penguatan pendidikan karakter karena nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi filter budaya asing yang tidak sesuai kepribadian bangsa. Salah satu upaya penguatan karakter dalam pembelajaran adalah dengan menyediakan bahan ajar yang menuntun pada perubahan karakter siswsa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas bahan ajar berbasis kearifan lokal. Desain penelitian ini menerapakan model pengembangan 4-D (four D Models ) yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Tahap pengumpulan data menggunakan dokumentasi, validasi ahli, angket, dan instrument non test pretest posttest. Kelayakan bahan ajar berbasis kearifan lokal menunjukkan persentase 93% dengan keterangan sangat layak. Hasil angket siswa dan guru menunjukkan 89,8% dengan keterangan sangat praktis. Hasil peningkatan karakter siswa dibuktikan dari perbandingan hasil posttes kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan uji Independent Samples T- Test pada aspek religious diketahui nilai thitung = 6,675 >ttabel =0,000, aspek mandiri diketahui nilai thitung = 6,298 >ttabel =0,000, data aspek gotong royong diketahui nilai thitung = 5,112 >ttabel =0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas kontol dan kelas eksperimen maka H0 di tolak dan Ha di terima. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal Kampung Nambangan sebagai sumber pendidikan karakter yang telah dikembangkan dinyatakan layak digunakan, praktis diterapkan, dan efektif meningkatkan karakter siswa.Kata Kunci: Bahan Ajar, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter Abstract: Character education needs to be embedded in learning. Local wisdom can be used as an appropriate alternative instrument in strengthening character education because the values of local wisdom can be a filter of foreign culture that does not fit into the nation's personality. One effort to strengthen character in learning is to provide teaching materials that lead to changes in student character. The purpose of this study was to determine the feasibility, practicality, and effectiveness of teaching materials based on local wisdom. This research design applies the 4-D (four D Models) development model developed by Thiagarajan. The data collection stage uses documentation, expert validation, questionnaires, and non-pretest posttest instruments. The feasibility of teaching materials based on local wisdom shows a percentage of 93% with very decent information. The results of student and teacher questionnaires showed 89.8% with very practical information. The results of the improvement of student character are evidenced by the comparison of the results of the experimental class posttes with the control class. Based on the Independent Samples T-Test on the religious aspect it is known that the value of tcount = 6.675> ttable = 0.000, the independent aspect is known the value of tcount = 6.298> ttable = 0.000, the aspect of mutual cooperation data is known the tcount value = 5.112> ttable = 0.000. This shows that there is a difference between the dick class and the experimental class then H0 is rejected and Ha is accepted. This shows that the teaching materials based on local wisdom of Kampung Nambangan as a source of character education that has been developed are declared to be appropriate, practical, and effective in improving student character.Keywords: Teaching Materials, Local Wisdom, Character Education
Perubahan Perilaku Seksual Anak Terpapar Pornografi Usia Sekolah Dasar dan Dampaknya Terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus pada Siswa Sekolah Dasar di Surabaya) Luthfiyatin, Luthfiyatin; Suprijono, Agus; Yani, Muhammad Turhan
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.5280

Abstract

Abstrak: Kecanggihan teknologi memberikan pengaruh terhadap kalangan. Kebebasan dalam mengakses konten pornografi memiliki dampak krusial bagi kalangan remaja dan anak-anak. Meningkatnya kasus kejahatan seksual anak baik menjadi pelaku maupun korban menjadi salah satu masalah yang harus dipecahkan penanganannya oleh banyak pihak. Pemecahan ini merupakan tanggungjawab pemerintah, pemangku pendidikan, serta orang tua. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif diskriptif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perubahan perilaku seksual anak usia sekolah dasar yang telah terpapar konten pornografi, bentuk penanganan guru kelas dan orang tua serta dampaknya pada hasil belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mulai mengkonsumsi video porno kelas 2 SD dengan bentuk perubahan perilaku sering terbayang-bayang atau berimaginasi isi video porno, menyentuh bagian sensitif teman lawan jenis, melakukan onani baik telah mengeluarkan sperma maupun tidak. Bentuk penanganan guru kelas diantaranya konseling, membangun komunikasi, kolaborasi dengan orang tua, dan kontrol perilaku. Bentuk penanganan orang tua diantaranya memberikan kegiatan positif, membatasi pertemanan, membangun komunikasi dua arah, pendekatan agama serta kolaborasi dengan guru kelas. Konten pornografi berpengaruh terhadap fokus belajar tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar.Kata Kunci: Perilaku Seksual, Konten Pornografi, Hasil BelajarAbstract: Sophisticated technology increasingly showed the big influence to many people. Freedom to access pornographic content has a crucial impact on youth and children. The increase in cases of child sexual crimes, both perpetrators and victims that is one of the problems that must be solved by many parties. This solution is the responsibility of the government, education stakeholders, and parents. This research was a descriptive qualitative research with a case study approach that aimed to identify forms of sexual behavior changes in elementary school-age children who have been exposed to pornographic content, forms of handling classroom teachers and parents and their impact on student learning outcomes. Data collection was done through in-depth interviews and documentation. The results showed that children began to consume porn videos are in second grade of elementary school with a form of behavior change often shadowed or imagined the contents of pornographic videos, touching sensitive parts of the opposite sex, doing masturbation either had sperm or not. Forms of classroom teacher handling include counseling, building communication, collaboration with parents, and behavioral control. Forms of handling parents include providing positive activities, limiting friendships, building two-way communication, religious approaches and collaboration with classroom teachers. Pornographic content affected the focus of learning that did not show a significant effect on learning outcomes.Keywords: Sexual Behavior, Pornographic Content, Learning Outcomes
Problematika Pembelajaran Daring dalam Perspektif Mahasiswa Widodo, Arif; Nursaptini, Nursaptini
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.5340

Abstract

Abstrak: Pandemic Covid-19 memaksa pembelajaran dilakukan secara online. Pembelajaran online memiliki banyak kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi mahasiswa terhadap pembelajaran online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan survey. Instrument yang digunakan berupa angket. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD. Lokasi penelitian di Universitas Mataram. Melalui penelitian ini permasalahan yang dihadapi mahasiswa dapat terdata. Pendataan terhadap masalah yang dihadapi mahasiswa dapat digunakan untuk perbaikan sistem pembelajaran online di kemudian hari. Masalah utama dalam penelitian ini antara lain apa saja masalah yang dihadapi mahasiswa selama pembelajaran daring? Apakah mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan model pembelajaran daring? Masalah apa saja yang harus dilakukan evaluasi dalam perspektif mahasiswa? Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi mahasiswa selama pembelajaran daring antara lain koneksi internet, media daring sering eror dan keterbatasan kuota internet. Sebagian besar mahasiswa tidak dapat mengikuti pembelajaran online dengan baik. Banyak mahasiswa yang mengaku jenuh dan kurang fokus jika belajar secara online. Kriteria media daring yang disukai mahasiswa adalah menggunakan media yang irit kuota, tidak butuh jaringan kuat, dan mudah digunakan. Masalah yang harus dievaluasi dalam pembelajaran daring menurut mahasiswa adalah metode pembelajaran, penggunaan media daring dari dosen, ketersediaan koneksi dan kuota internet mahasiswa.Kata kunci: Covid-19, Pembelajaran Online, Perspektif MahasiswaAbstract: Covid-19 pandemic forces learning to be done online. Online learning has many obstacles. This study aims to determine the problems faced by students in online learning. This study uses a quantitative approach. Data collection uses surveys. The instrument used in the form of a questionnaire. Data analysis uses descriptive statistics. The subjects in this study were PGSD students. Research location at the University of Mataram. Through this research, the problems faced by students can be recorded. Data collection on problems faced by students can be used to improve online learning systems in the future. The main problems in this study include what are the problems faced by students during online learning? Are students able to adjust to the online learning model? What issues should be evaluated in online learning from the perspective of students? The results showed that problems faced by students during online learning include internet connections, online media often an error, and limited internet quota. Most students cannot participate in online learning well. Many students claim to be bored and lack of focus when studying online. Online media criteria that students like are using quota-efficient media, do not need strong networks and are easy to use. Problems that must be evaluated in online learning according to students are learning methods, use of online media from lecturers, availability of connections and student internet quota.Keywords: Covid-19, Online Learning, Student Perspective
Kompetensi Guru SD Muhammadiyah Manyar Gresik dalam Memanfaatkan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Hariyanto, Shofan; Warsono, Warsono; Harmanto, Harmanto
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.5732

Abstract

Abstrak: Penguasaan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) bagi guru sekolah dasar merupakan sebuah keniscayaan dalam mendukung pelaksanaan tugasnya. Pemanfaatan teknologi harus dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi guru SD Muhammadiyah Manyar dikorelasikan dengan umur serta latar belakang pendidikan, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi dan angket. Level kompetensi TIK yang ditentukan dalam peneilitian ini dasar, menengah, dan mahir, Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kompetensi guru SD Muhammadiyah Manyar level dasar 4%, level menengah 82%, dan level mahir 14%. Berdasarkan umur golongan guru muda antara 20-34 tahun level dasar 0%, level menengah 93%, dan level mahir 7%, sedangkan golongan guru senior antara 35-60 tahun level dasar 13%, level menengah 69%, dan level mahir 19%. Berdasarkan latar belakang pendidikan digolongkan menjadi tiga yakni Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) level dasar 0%, level menengah 75%, dan level mahir 25%. Matematika/IPA (MIPA) level dasar 0%, level menengah 79%, dan level mahir 21%. IPS level dasar 29%, level menengah 71%, dan level mahir 0%, dan Bahasa levenya 100% menengah. Secara umum umur dan latar belakang pendidikan mempunyai korelasi dengan kompetensi  guru dalam penguasaan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).Kata kunci: Kompetensi Guru, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Sekolah Dasar Abstract: Mastery of Information Communication Technology (ICT) for elementary school teachers is a necessity in supporting the implementation of their duties. The use of technology must be integrated in learning activities. The purpose of this study was to determine the competence of SD Muhammadiyah Manyar teachers to be correlated with age and educational background. This research is a descriptive study using a qualitative approach. Collecting data through observation and questionnaires. The level of ICT competency determined in this study is basic, intermediate, and proficient. The results of the study indicate that in general the competency of elementary school teachers in Muhammadiyah Manyar is 4% basic, 82% intermediate and 14% advanced. Based on the age of the young teacher group between 20-34 years old, the basic level is 0%, the intermediate level is 93%, and the advanced level is 7%, while the senior teacher group is between 35-65 years old at the basic level of 13%, the middle level is 69%, and the advanced level is 19% . Based on the educational background, it is classified into three, namely Islamic Religion Teachers at the basic level is 0%, intermediate level is 75%, and advanced level is 25%. Mathematics Sciences teacher, 0% basic level, 79% intermediate level, and 21% advanced level. Social teacher for basic level is 29%, middle level is 71%, and advanced level is 0%, and for Bahasa teacher is 100% intermediate. In general, age and educational background have a correlation with teacher competence in mastering and utilizing learning media based on Information Communication Technology (ICT).Keywords: Teacher Competence, Information and Communication Technology, Elementary School
Implementasi Pak Buya (Pembelajaran Aktif dan Budaya Baca) Mewujudkan Excelennce School di Sekolah Dasar Yantoro, Yantoro; Kurniawan, Agung Rimba
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.5745

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran aktif dan budaya baca di sekolah Mitra Universitas Jambi dalam mewujudkan sekolah unggul. Tempat penelitian yaitu SDN 197/IX Mendalo dan SDN 131/IV Kota Jambi. Informan penelitian adalah guru dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Milles dan Huberman yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) implementasi pembelajaran aktif di sekolah mitra  dimulai pada tahap perencanaan, guru membuat rencana pembelajaran, skenario pembelajaran dan menyiapkan media pembelajaran yang mengacu pada ciri pembelajaran aktif dengan menerapkan konsep MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan refleksi) yang didapatkan melalui kerjasama dengan Tanoto Fondation. Pada tahap Pelaksanaan, guru menerapkan konsep MIKIR dalam proses pembelajaran. Pada tahap penilaian belum semua guru melakukan penilaian yang variatif, kebanyakan penilaian dilakukan dengan cara tes. 2). Implementasi budaya baca yang dilakukan sekolah mitra dilakukan dengan cara melakukan kegiatan pembiasaan di sekolah secara terus menerus, pemenuhan  dan peningkatan sarana dan prasarana untuk  mendukung pengembangan  budaya baca di sekolah, memberikan contoh atau keteladanan secara nyata oleh kepala sekolah dan guru, membangun kerjasama dengan berbagai pihak seperti dengan Universitas Jambi maupun Lembaga Swasta Tanoto Fondation untuk mendukung pengembangan budaya baca dan membuat klinik baca di sekolah.Kata Kunci: Implementasi, Pembelajaran aktif, Budaya Baca, Excellence School Abstract: The purpose of this study was to determine the implementation of active learning and reading culture in Jambi University's partner schools in realizing superior schools. The research sites were SDN 197 / IX Mendalo and SDN 131 / IV Jambi City. Research informants were teachers and school principals. Data were collected through direct observation, interviews and documentation study. Data analysis was performed using the Milles and Huberman approach, namely data reduction, data display and data verification. Testing the validity of the data using the method triangulation technique. The conclusions of this study are: 1) the implementation of active learning in partner schools begins at the planning stage, the teacher makes lesson plans, learning scenarios and prepares learning media that refers to the characteristics of active learning by applying the concept of MIKiR (Experiencing, Interaction, Communication and reflection) which obtained through collaboration with Tanoto Foundation. At the implementation stage, the teacher applies the MIKiR concept in the learning process. At the assessment stage, not all teachers have made varied assessments, most of the assessments are carried out by means of tests. 2). The implementation of a reading culture carried out by partner schools is carried out by continuously carrying out habituation activities in schools, fulfilling and improving facilities and infrastructure to support the development of a reading culture in schools, providing real examples or exemplary by school principals and teachers, building cooperation with various parties such as the Jambi University and the Tanoto Foundation Private Institution to support the development of a reading culture and set up reading clinics in schools.Keywords: Implementation, Active Learning, Reading Culture, Excellence School
Budaya Literasi Sebagai Upaya Pengembangan Karakter pada Siswa di Sekolah Dasar Muhammadiyah Bantul Kota Sari, Maya Kartika; Rulviana, Vivi; Suyanti, Suyanti; Budiartati, Sri; Rodiyatun, Rodiyatun
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v5i1.6382

Abstract

Abstrak: Membudayakan Literasi di sekolah menjadi langkah paling penting untuk pengembangan kemampuan dan wawasan pada siswa. SD Muhammadiyah Bantul Kota telah berpartisipasi dalam membudayakan literasi. Oleh karena itulah penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya literasi yang ada di SD Muhammadiyah Bantul Kota dan bagaimana budaya literasi dapat mengembangkan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data kepala sekolah, guru, pustakwan, siswa, dan komite sekolah. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yakni reduksi data, sajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian yakni SD Muhammadiyah Bantul Kota telah membudayakan literasi dengan sangat optimal. Hal ini dibuktikan dengan tersedianya perpustakaan yang memadai dan nyaman untuk para siswa, adanya pagupon literasi dihalaman sekolah, dan pembuatan mading kelas setiap bulannya untuk membiasakan anak membaca dan mencari informasi. Pelaksanaan budaya literasi ini dapat menumbuhkan karakter pada anak yakni karakter tanggungjawab, peduli sosial, toleransi, saling menghargai teman, disiplin, gemar membaca, karakter menghargai prestasi, karakter rasa ingin tahu, karakter kerja keras, karakter kreatif, karakter bersahabat/komunikatif, karakter cinta damai dan peduli lingkungan. Budaya Literasi yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Bantul Kota dapat meningkatkan potensi, kualitas diri dan karakter positif pada siswa.   Kata Kunci: Budaya Literasi, KarakterAbstract: Culture literacy in schools is the most important step for the development of skills and insights in students. SD Muhammadiyah Bantul Kota has participated in culture literacy. Therefore, this research aims to describe the implementation of literacy culture in SD Muhammadiyah Bantul Kota and How culture literacy can develop the character of students. This study uses qualitative descriptive methode. Data sources of Principals, Teachers, Librarian, students, and School Committees. Data retrieval techniques using interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data feed, and conclusion. The results of the study is SD Muhammadiyah Bantul Kota has cultured literacy very optimally, this is evidenced by the availability of adequate and convenient libraries for students, the availability of literacy pagupon in the school yard, and the creation of mading classes every month to get used to children reading and looking for information. The implementation of this literacy culture can foster character in children namely character responsibility, social care, tolerance, mutual respect of friends, discipline, love of reading, character appreciate achievement, character curiosity, character hard work, creative character, friendly/communicative character, peace loving character and caring environment. Literacy culture implemented in SD Muhammadiyah Bantul Kota is expected to increase potential, self-quality and positive character in student.  Keywords: Literacy Culture, Character
Kecerdasan Spiritual Siswa Melalui Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Teologis di SDN Talang 1 Saronggi Kabupaten Sumenep Dewi, Ike Yuli Mestika; Asiah, Khoirul; Suhaidi, Mohammad
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v5i1.6466

Abstract

Abstrak: Tujuan utama dalam kajian ini adalah analisis terhadap pengembangan kecerdasan spiritualitas siswa sekolah dasar melalui pembelajaran matematika teologis yang ditekankan pada nilai-nilai shiddiq, amanah, tabligh, fathona dan istiqomah. Kemudian untuk mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran matematika teologis dalam membangun kecerdasan spiritual siswa sekolah dasar serta mendiskirpsikan kepraktisan, kefektifan dan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran yang dilakukan. Pengembangan pembelajaran matematka teologis merupakan salah satu bagian dari upaya membentuk kecerdasan spiritual di kalangan siswa yang pada gilirannya akan menjadi generasi milenial dalam peradaban teknologi saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran matematika teologis, yang menggambarkan tentang validitas (perangkat pembelajaran), kepraktisan (keterlaksanaan pembelajaran), dan keefektifan (aktivitas siswa, respon siswa, ketuntasan hasil belajar siswa, serta kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran). Penelitian ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan. Pertama, tahap pengembangan perangkat pembelajaran scientific yang dilaksanakan dengan mengadopsi model pengembangan pembelajaran 4-D, diantaranya Define, Design, Develop, dan Dissiminate. Kedua, tahap penelitian terhadap perangkat pembelajaran di SDN Talang 1 Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Hasil analisis terhadap kecerdasan spiritual siswa juga menunjukkan perkembangan yang positif. Rata-rata siswa dengan aspek-aspek spiritualitas dalam matematika menunjukkan tentang adanya perubahan sikap yang mengarah kepada pengembangan aspek-aspek spiritual serta dapat meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Dengan penguasaan materi-materi yang diberikan dan didukung dengan perangkat pembelajaran berkualitas telah berdampak terhadap penguasaan siswa atas materi tersebut.Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Matematika Teologis, Kecerdasan SpiritualAbstract: The main objective in this study was to analyze the development of  students spiritual intelligence in elementary school through mathematics learning which emphasized the values of shiddiq, amanah, tabligh, fathona and istiqomah. This study was to describe the validity of theological mathematics learning tools in building the students spiritual intelligence in elementary school and to describe the practicality, effectiveness and activities and student learning outcomes in the learning carried out. The development of theological mathematics learning is one part of the effort to form spiritual intelligence among students that became the millennial generation in technological civilization. This research was the development of theological mathematics learning tools, which described the validity (learning tools), practicality (learning implementation), and effectiveness (student activities, student responses, completeness and student learning outcomes). This research was carried out in several stages. First, the development stage of scientific learning tools which is carried out by adopting a 4-D learning development model, Including Define, Design, Develop, and Dissiminate. Second, the research phase of learning tools is at SDN Talang 1, Saronggi –Sumenep that the results showed positive developments toward the students spiritual intelligence. The average of students with aspects of mathematical spirituality showed that there was a change in attitude that conducted to the development of spiritual aspects and was able to increase students' spiritual intelligence. The mastery of the materials were provided and supported by quality learning tools that would impact on students' mastery of these materialsKeywords: Learning Tools, Theological Mathematics, Spiritual Intelligence
PENERAPAN TEORI KONSTRUKTIVISTIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Abdiyah, Lathifah; Subiyantoro, Subiyantoro
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v5i2.6951

Abstract

Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan merupakan hasil konstruksi (bentukan). Pengetahuan merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif dari kenyataan yang terjadi melalui aktivitas seseorang. Berdasarkan pandangan konstruktivistik belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan. Pembentukan ini harus dilakukan individu yang belajar. Ia harus aktif melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang dipelajari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teori kontruktivistik dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan teori belajar konstruktivistik membutuhkan partisipasi aktif siswa dalam proses belajarnya. Partisipasi aktif sebagai penerapan teori konstruktivistik dapat dilaksanakan dalam pembelajaran secara tematik. Pembelajaran tematik sendiri lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing), sesuai dengan prinsip dasar dari kontruktivisme yang harus dipegang oleh pengajar adalah bahwa siswa lebih baik belajar dengan berbuat (learning by doing) daripada belajar dengan mengamati.