cover
Contact Name
Siti Dahlia
Contact Email
sitidahlia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgel@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan
ISSN : 25798499     EISSN : 25798510     DOI : -
Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan (JGEL) ISSN 2579-8499 (print), ISSN 2579-8510 (online) is an national journal in Indonesia published by the Departement of Geography Education, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, concerns with physical geography, human geography, geography techniques, and geography education which releases twice in year (July and January).
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Kajian Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah Srikandi Di Kelurahan Sukamaju Baru Kecamatan Tapos Kota Depok Indah Meitasari; Resti Oktaviani
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.9962

Abstract

Lingkungan bersih menjadi tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Namun, permasalahan lingkungan masih ditemukan khususnya yang disebabkan oleh penumpukan sampah. Sebagian besar sampah di Indonesia berasal dari sisa makanan dan bersumber dari aktivitas rumah tangga. Keberadaan sampah ini memberikan dampak negatif seperti pencemaran limbah padat. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi dalam mengatasi dan mengelola permasalahan sampah, salah satunya melalui program Bank Sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan Bank Sampah Srikandi di Kelurahan Sukamaju Baru Kecamatan Tapos Kota Depok. Metode yang digunakan yaitu deskriptif. Sampel yang digunakan purposive sampling, berjumlah 22 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian diketahui pengelolaan sampah pada Bank Sampah Srikandi Kelurahan Sukamaju Baru Kecamatan Tapos Kota Depok mempunyai beberapa mekanisme seperti penggolongan sampah, penyetoran sampah, penimbangan dan pencatatan. Terdapat pembagian hasil penjualan sampah antara penabung dan pengurus bank sampah. Strategi dalam pengelolaan sampah pada Bank Sampah Srikandi yaitu pada strategi mikro terdapat sosialisasi dalam pengelolaan sampah di Bank Sampah Srikandi. Strategi mezzo dengan diadakannya pelatihan daur ulang sampah dan strategi makro belum diadakan karena membutuhkan sistem target yang luas, sedangkan pada Bank Sampah Srikandi ini masih terkendala dengan keterbatasan biaya dan keterbatasan dari pengurus bank sampah.
Analisis Dampak Aktivitas Antropogenik Terhadap Kualitas Air Sungai Bawah Tanah Seropan, Kawasan Karst Gunungsewu, Kabupaten Gunungkidul Tjahyo Nugroho Adji; Ahmad Cahyadi; Gifari Shadad Ramadhan; Eko Haryono; Setyawan Purnama; Naufal Fattah Tastian; Rasyiida Acitya; Rakhmat Dwi Putra
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10006

Abstract

Sungai Bawah Tanah Seropan memiliki peranan yang sangat penting dalam penyediaan air baku di Kabupaten Gunungkidul, sehingga kondisinya dari sisi kualitas dan kuantitas sangat penting untuk dijaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas antropogenik terhadap kualitas Sungai Bawah Tanah Seropan. Pengambilan sampel airtanah dilakukan setiap dua minggu selama Bulan Februari sampai dengan Juni 2022.  Analisis hidrogeokimia yang dilakukan meliputi analisis kimia, fisika dan biologi dengan berfokus pada beberapa parameter yang mengindikasikan terjadinya pencemaran oleh aktivitas antropogenik seperti Nitrat (NO3-), Fosfat (PO43-), Klorida (Cl-), Sulfat (SO4-) dan Koliform Total. Analisis yang dilakukan meliputi analisis matching dengan baku mutu kualitas air, analisis ion dominan dan proses dominan dengan diagram Schoeller dan Trilinear, serta analisis perbandingan ion untuk melihat indikasi dampak aktivitas antropogenik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun hanya dua parameter yang melebihi baku mutu (Fosfat dan Koliform Total), tetapi nilai Klorida yang melebihi Natrium pada 3 sampel, korelasi Sulfat yang rendah dibandingkan dengan Anion yang lain serta tingginya kandungan Nitrat dibandingkan Klorida menunjukkan adanya indikasi dampak dari aktivitas antropogenik. Aktivitas antropogenik yang berdampak pada kualitas air Sungai Bawah Tanah Seropan adalah pembuangan black water (tinja) dan pupuk pada aktivitas pertanian.
Potensi Gua Coban Perawan Dan Sekitarnya Untuk Menunjang Wisata Minat Khusus Di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang-Indonesia Fatiya Rosyida; Alfi Sahrina; Yuswanti Ariani Wirahayu; Akbar Wiguna; Galih Fajar Sukoco; Muhamad Fuad Chabib; Mohammad Ainul Labib
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10020

Abstract

Gua Coban Perawan berada pada Kawasan bentangalam karst di Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan. Tujuan penelitian adalah 1). menganalisis sebaran kenampakan karst di sekitar Gua Coban Perawan; 2). menganalisis karakteristik gua-gua di sekitar Gua Coban Perawan; 3) melakukan pemetaan Gua Coban Perawan dan sekitarnya; dan 4) menganalisis aspek edukasi wisata Gua Coban Perawan dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei lapangan, yaitu pengambilan kenampakan fitur karst dan survei bawah permukaan. Hasil survei lapangan digunakan untuk membuat peta gua dan analisis morfometri pada segmen lorong gua digunakan untuk melihat bentuk segmen lorong. Penggunaan software survex untuk membuat centerline gua dan penggunaan ArcGIS untuk membuat peta gua. Hasil inventarisasi gua memperlihatkan terdapat 15 gua yang berada di sekitar Gua Coban Perawan. Gua-gua tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Gua Coban Perawan merupakan gua yang berada pada kawasan karst dengan bentukan yang unik. Gua Coban memiliki lorong horizontal, dan terdapat lorong vertical pada pintu masuk yang lain. Aliran masuk dan keluar menjadi penciri dari gua ini. Kondisi lorong gua yang di dominasi antara aliran air bawahtanah dan bongkahan batuan. Ornament gua berkembang pada gua ini. Selain Gua Coban Perawan, terdapat pula Gua Jenggot. Gua ini memiliki kemelimpahan ornament gua. Gua ini merupakan lorong kering dengan kondisi gua horizontal. Kedua Dengan adanya kenampakan yang ada di Gua Coban Perawan, dapat dijadikan sebagai wisata minat khusus berupa petualang dan edukasi. Edukasi wisata gua terkait keanekaragaman ornament gua, sungai bawahtanah, batuan penyusun berupa batugamping, biota gua, karakteristik lorong gua. Disamping itu, Gua Coban Perawan dan Gua jenggot dapat dijadikan sebagi blok wisata dengan memberikan beberapa wahana bermain bagi wisatawan.
Analisis Kerentanan Wilayah Pesisir Terhadap Kenaikan Muka Air Laut Di Kabupaten Bantul Agasi Purnama Jatti; Djati Mardiatno
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10088

Abstract

Wilayah pesisir di Kabupaten Bantul merupakan wilayah pesisir yang memiliki ancaman berupa kenaikan muka air laut sebagai akibat dari pemanasan global. Kenaikan muka air laut ini secara lebih lanjut dapat berdampak pada penurunan potensi sumberdaya di wilayah pesisir. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan di wilayah pesisir Kabupaten Bantul sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran ancaman kenaikan muka air laut di wilayah setempat untuk dapat menjadi pertimbangan dalam pengelolaan wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan metode Indeks Kerentanan Pesisir (IKP) untuk menilai tingkat kerentanan di wilayah setempat. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data morfologi pesisir, kemiringan lereng, dinamika garis pantai, tinggi gelombang, pasang surut, dan kenaikan muka air laut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerentanan pesisir di Kabupaten Bantul bervariasi dengan nilai indeks berkisar antara 12,65 – 28,28. Wilayah pesisir dengan tingkat kerentanan tinggi berada pada wilayah dengan kemiringan landai dan tingkat abrasi yang tinggi. Tingkat kerentanan yang bervariasi memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan wilayah pesisir baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Deteksi Perubahan Jalur Lahar di Curah Lengkong Pasca Erupsi Gunungapi Semeru 2021 Menggunakan Google Earth Engine vischawafiq azizah; Listyo Yudha Irawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10321

Abstract

Pemetaan jalur aliran lahar memiliki relevansi dengan bahaya vulkanik pasca-erupsi terjadi. Teknik penginderaan jauh semakin banyak digunakan untuk memetakan daerah gunungapi aktif, berkat kemampuannya untuk mensurvei area yang luas dan berbahaya dengan keterbatasan waktu dan biaya serta memiliki keakuratan resolusi spasial cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi perubahan jalur lahar pasca erupsi Gunungapi Semeru 2021 menggunakan klasifikasi terbimbing dengan Algoritma Random Forest dalam cloud computing Google Earth Engine. Data optik dan SAR merupakan sumber data pelengkap yang dapat digunakan untuk memetakan jalur aliran lahar secara efektif, selain mengurangi awan, dan meningkatkan kinerja pendeteksian perubahan. Sementara itu, studi area yang digunakan adalah Area of Interest (AOI) perubahan jalur aliran lahar di saluran Curah Lengkong yang masuk pada wilayah administrasi Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi terbimbing dengan algoritma Random Forest berdasarkan platform Google Earth Engine (GEE) untuk menganalisis secara bersamaan citra yang diperoleh oleh Synthetic Aperture Radar (SAR) Sentinel-1, dan oleh sensor optik Sentinel-2 MSI. Hasilnya menunjukkan bahwa, meskipun beberapa piksel terisolasi salah diklasifikasikan sebagai dari jalur aliran lahar, pendekatan algoritma Random Forest dapat mengidentifikasi badan jalur aliran lahar utama dengan benar serta mencapai akurasi antara data training dan data uji serta validasi dominan melebihi >85% untuk OA dan Kappa >0.80. Artikel ini menyimpulkan bahwa teknik klasifikasi terbimbing dengan algoritma Random Forest dapat diaplikasikan untuk menganalisis data optik dan SAR sebagai upaya pemetaan perubahan jalur aliran lahar dengan jangkauan area yang luas dan berbahaya. Meskipun demikian, diperlukan proses pembuktian langsung ke lapangan untuk memvalidasi hasil pemetaan dan interpretasinya.
Analisis Risiko Bencana Pada Lokasi Wisata Di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Listiana; Enok Maryani; Lili Somantri; Iwan Setiawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10322

Abstract

Pariwisata rentan terhadap bencana alam, sehingga analisis risiko bencana di lokasi pariwisata menjadi isu penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko multi bencana (gempa bumi, kebakaran hutan, gunung api, dan longsor) pada lokasi wisata di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Unit analisis penelitian adalah 25 lokasi wisata alam di Kecamatan Lembang dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Indikator yang digunakan adalah tingkat bahaya, tingkat kerentanan dan tingkat kapasitas. Tingkat risiko bencana ditentukan berdasarkan tabel matriks dengan tiga klasifikasi rendah, sedang dan tinggi. Berdasarkan hasil analisis terdapat 12 lokasi wisata dengan risiko tinggi gempa bumi, 12 lokasi wisata berisiko rendah gempa bumi, satu wisata berisiko rendah gempa bumi, satu lokasi wisata berisiko sedang kebakaran hutan, lima lokasi wisata berisiko rendah kebakaran hutan, enam lokasi wisata berisiko sedang terdampak bencana gunung api, enam lokasi wisata berisiko rendah gunung api, sepuluh wisata berisiko tinggi longsor, satu lokasi wisata berisiko sedang longsor dan satu lokasi wisata berisiko rendah longsor. Risiko bencana di lokasi wisata perlu disertai kesiapsiagaan pengelola dan wisatawan dalam menghadapi bencana guna mengurangi dampak bencana.
Kerentanan Sosial pada Wilayah Potensi Bencana Tsunami di Pesisir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Ratu Nabillah; Iwan Setiawan; Bagja Waluya
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 2 (2020): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i2.4318

Abstract

Wilayah pesisir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi bencana tsunami karena berbatasan langsung dengan Selat Sunda Utara yang terdapat Gunung Anak Krakatau. Wilayah ini memerlukan adanya pembangunan sumberdaya manusia dalam upaya pengentasan kerentanan terhadap bencana. Penelitian ini membahas mengenai tingkat kerentanan sosial, faktor-faktor yang dapat memperbesar dan memperkecil peluang kerentanan sosial, dan upaya mengatasi kerentanan sosial. Tujuan penelitian ini 1) mengidentifikasi tingkat kerentanan sosial, 2) menganalisis faktor-faktor yang dapat memperbesar dan memperkecil peluang kerentanan sosial, 3) menganalisis upaya pengentasan kerentanan sosial. Analisis penskoran digunakan untuk pemetaan tingkat kerentanan sosial dan analisis persentase digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memperbesar dan memperkecil peluang terjadinya kerentanan sosial. Hasil penelitian yaitu tingkat kerentanan sosial dengan rentang nilai 53,37-168,86. Desa Tanjung Gading merupakan desa dengan kerentanan sosial tertinggi dan Desa Sukaraja merupakan desa dengan kerentanan sosial terendah. Faktor-faktor yang dapat memperbesar peluang kerentanan sosial diantaranya pendapatan kepala keluarga yang masih tergolong rendah, tidak memiliki pekerjaan sampingan, belum adanya integrasi pengentasan kerentanan bencana dengan posyandu balita dan Kelas Lansia, tidak adanya data detail mengenai penduduk disabilitas, sedikitnya jumlah wanita yang bekerja, dan belum terlibat aktifnya para wanita dalam forum kebencanaan. Upaya pengentasan kerentanan sosial yang telah dilakukan masih secara umum, dan belum menyentuh seluruh golongan masyarakat rentan.
Kajian Dampak Cuaca Ekstrem Saat Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia di Wilayah Jawa Barat Budi Suhardi; Agung Adiputra; Reeva Avrian
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 2 (2020): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i2.4354

Abstract

Angin merupakan massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan udara tinggi menuju tempat bertekanan udara rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kejadian cuaca ekstrem sebagai dampak terjadinya angin Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia agar kita dapat mengantisipasi dengan cara mengetahui dan mendapatkan informasi terkait dengan ketersediaan peta-peta lintasan siklon tropis naupun peta terdampak. Metode dalam mengkaji dampak siklom melalui analisis spasial dampak angin siklon tropis melalui data curah hujan dan perubahan temperatur Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode bulan November 2017 selama siklon tropis terjadi. Siklon tropis merupakan sistem badai yang memiliki karakteristik khusus berupa pusat bertekanan rendah. Siklon tropis juga merupakan gangguan ekstrim yang diawali adanya depresi tropis atau pusat tekanan rendah yang intensif di atas lautan sehingga memicu proses konveksi dan pembentukan awan secara intensif. Dampak cuaca ekstrim terhadap wilayah Jawa Barat yakni kejadian tingginya curah hujan di wilayah Sukabumi yang terlihat hujan sangat lebat berkisar antara 100-150 milimeter dalam sehari terutama di daerah Jampangkulon, Tegal Buleud dan Pangandaran-Ciamis.
Karakteristik Lorong Vertikal Dan Chambers Gua Karst Kabupaten Malang Mohammad Ainul Labib; Dwi Fitriani; Agung Suprianto; Alfi Sahrina; Syaiful Effendi; Khoirul Hidayat; Prasetyo Adi Irianto; Andika Aulya; Ayu Romadhoni; Joko Agus Triyono
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 2 (2020): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i2.4808

Abstract

Gua merupakan ruang alamiah yang dapat dimasuki oleh manusia. Gua memiliki kenampakan berupa lorong vertikal, horizontal, maupun kedua lorong tersebut. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pola yang terbentuk dari lorong vertikal dan ruangan dari gua-gua karst di Kabupaten Malang. Metode yang digunakan yaitu survei lapangan dan analisis data sekunder. Pengukuran dan dokumentasi digunakan untuk mengetahui gambaran dari gua tersebut dilihat dari peta. Hasil kajian menunjukkan kedalaman lorong vertikal di Kabupaten Malang bervariasi berkisar antara 4,33 - 33,77 m, berupa singlepits maupun multipits. Selain itu, lorong vertikal di Kabupaten Malang memiliki beberapa tipe yaitu, shaft dengan single atau multipits, chimney, dan canyon. Kondisi lorong vertikal di Kabupaten Malang diakibatkan oleh proses pengangkatan yang terjadi pada masa lampau dan diikuti dengan perubahan muka air tanah yang ada di daerah tersebut. Pada bentukan chamber di masing-masing gua, menunjukkan ceruk memiliki persentase chamber yang tinggi, mengingat lorong yang terbentuk memiliki panjang lorong yang pendek. Sistem lorong gua yang membentuk volume chamber yang besar terlihat adanya runtuhan dan pertemuan sungai bawah tanah. Pada kondisi lorong vertikal memiliki nilai volume chamber yang kecil. Proses terbentuknya chamber pada wilayah kajian berada pada kondisi vadose dan epifreatik, kondisi ini terjadi dari beberapa proses yang terjadi di dalam gua, baik proses struktural, hidrologis, maupun runtuhan yang hingga saat ini masih terjadi. Terjadinya runtuhan gua mengakibatkan adanya subsidence yang menyebabkan tereksposnya lorong gua ke permukaan.
Tingkat Kepuasan Wisatawan Terhadap Penerapan Sapta Pesona di Perkampungan Budaya Betawi Jakarta Selatan Rizka Hidayanti; Oot Hotimah; Suhardjo
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 2 (2020): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i2.4926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan wisatawan dan mengetahui indeks kepuasan wisatawan terhadap penerapan Sapta Pesona di Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Rengseng Sawah Jakarta Selatan. Analisis tersebut dapat memudahkan Unit Pengelola Kawasan PBB dalam upaya pengembangan dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Data primer diperoleh melalui pengisian angket dengan 33 item pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 5 item yang masuk ke dalam Kuadran I (Prioritas Utama) menjadi prioritas perbaikan, 11 item dalam Kuadran II (Pertahankan Prestasi) dengan tingkat kepuasan relatif tinggi, 12 item dalam Kuadran III (Prioritas Rendah) yang artinya dirasa kurang berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung dan pada kenyataannya tidak terlalu diperhatikan, dan 5 item dalam Kuadran IV (Berlebihan) yang artinya peningkatan pada item ini perlu dipertimbangkan kembali karena pengaruh terhadap manfaat yang dirasakan oleh wisatawan sangat kecil. Berdasarkan Customer Satisfation Indeks, dapat diketahui nilai CSI secara keseluruhan sebesar 88%. Nilai tersebut berada pada interval 81% - 100% yang berarti wisatawan merasa "Sangat Puas” terhadap penerapan Sapta Pesona di PBB Jakarta Selatan.

Page 10 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2017 2025