cover
Contact Name
Siti Dahlia
Contact Email
sitidahlia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgel@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan
ISSN : 25798499     EISSN : 25798510     DOI : -
Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan (JGEL) ISSN 2579-8499 (print), ISSN 2579-8510 (online) is an national journal in Indonesia published by the Departement of Geography Education, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, concerns with physical geography, human geography, geography techniques, and geography education which releases twice in year (July and January).
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Evaluasi Pengembangan Tata Ruang Wilayah Terhadap Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Aditya Ramadhan; Muhamad Kurniawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7019

Abstract

Pengembangan wilayah yang terjadi di suatu daerah sejatinya harus sesuai dengan perencanaan tata ruang agar tejadinya sinergi antara kelestarian, rasa aman, dan kesejahteraan dalam kualitas hidup penduduknya. Kecamatan Cisarua termasuk wilayah di sisi selatan Kabupaten Bogor serta berbatasan dengan Kabupaten Cianjur yang memilki topografi dataran tinggi sehingga diasumsikan dengan zona rawan bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta kerawanan tanah longsor berdasarkan tiga klasifikasi yaitu rendah, sedang, dan tinggi serta mengevaluasi perencaan pola ruang khususnya area permukiman terhadap peta kerawanan tanah longsor tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring dan pembobotan. Selanjutnya, dilakukan teknik tumpang susun (overlay) dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografi menggunakan lima variabel fisik yaitu kondisi geologi, kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan, Kecamatan Cisarua memiliki zona kerawanan rendah seluas 20,84 Km2 atau sebesar (31,24%), zona kerawanan sedang seluas 32,21 Km2 atau sebesar (48,28%), dan zona kerawanan tinggi seluas 13,66 Km2 atau sebesar (20,48%). Pada evaluasi pola ruang terhadap zona rawan tanah longsor, tidak terdapat zona kerawanan tinggi dalam deliniasi kawasan permukiman. Kesimpulannya, rencana pola ruang khususnya permukiman yang telah dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah sudah tepat untuk pengembangan wilayah di Kecamatan Cisarua.
Perubahan Kondisi Variasi Land Surface Temperature di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Kota Kediri, Jawa Timur) Frandika Haris Nando
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7032

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada pemerintah Kota Kediri yang memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan aktivitas masyarakat guna menekan angka penyebaran Covid-19. Dampak kebijakan menimbulkan perubahan di berbagai aspek seperti kepadatan lalu lintas, interaksi sosial, dan operasional tempat umum masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan suhu permukaan lahan di Kota Kediri saat sebelum dan sesudah adanya Pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan teknologi remote sensing serta menggunakan metode analisis pada hasil pengolahan citra satelit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan hasil pengolahan citra. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil pengunduhan citra Landsat 8 OLI/TIRS di laman USGS. Teknik analisis data citra menggunakan software ArcMap 10.4 dengan tahap analisis Land Surface Temperature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu permukaan lahan mengalami penurunan selama awal pandemi Covid-19 pada April-Juni dikarenakan berkurangnya aktivitas masyarakat di luar ruang akibat kebijakan PPKM.
Analisis Pola Spasial Pesebaran Kasus Covid-19 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di DKI Jakarta Siti Dahlia
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7098

Abstract

Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibukota Negara Indonesia, sehingga merupakan pusat ekonomi, pemerintahan, perdagangan, dan lainnya, yang mengakibatkan tingginya mobilitas dan kepadatan penduduk di DKI Jakarta. Pada masa pandemi Covid-19 kasus positif di Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia, sehingga menjadi episentrum penyebaran Covid-19. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola distribusi spasial kasus positif Covid-19 pada Maret hingga September tahun 2020 di DKI Jakarta menggunakan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan yaitu berbasis data sekunder terkait penduduk terpapar Covid-19 di DKI Jakarta pada Maret - September Tahun 2020, yang bersumber dari laman resmi Gugus Tugas Covid-19 DKI Jakarta. Analisis pola spasial berdasarkan prinsip auto corelasi spasial dengan parameter kepadatan pemukiman, jaringan transportasi dan fasiltas umum. Teknik analisis yang data berdasarkan prinsip ketetanggaan melalui aplikasi ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Maret, pola spasial wilayah penelitian berupa Cold spot atau menyebar, sedangkan pada April sampai September terdapat titik Hot Spot yaitu mengelompok dan peningkatan kasus positif yang tinggi. Hal tersebut terjadi di beberapa kecamatan di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Selain itu, pola kasus positif Covid-19 tertinggi terjadi pada area dengan kepadatan penduduk tinggi. Keberadaan fasilitas umum seperti perniagaan, layanan kesehatan, dan tempat ibadah, dan lokasi layanan transportasi seperti stasiun, bandara, dan Pelabuhan juga mempengaruhi tingginya jumlah kasus positif.
SMA Insan Cendekia Madani: Environmentally Friendly School Policy And Implementation Of Environment Based Curriculum As An Ef-Fort In Building Students' Eco-Friendly Character Jakiatin Nisa; Anissa Windarti; Mirza Desfandi; Abdul Mufahir
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7118

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan pada kebijakan berwawasan lingkungan dalam upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan mengetahui tingkat efektifitas penerapan kurikulum berbasis lingkungan da-lam upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan di SMA Insan Cendekia Madani (ICM). Pendekatan penelitian ini adalah Mix Method Research, dengan Strategi Embedded Konkuren, yaitu strategi yang menerapkan satu tahap pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa: Pertama, gambaran penerapan kebijakan sekolah berwawasan ling-kungan dalam upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan di SMA Insan Cendekia Madani termuat pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS); Kedua, tingkat efektifitas Program Adiwiyata pada penerapan kurikulum berbasis lingkungan dalam upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan di SMA ICM dinyatakan Efektif. Berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada pihak sekolah untuk menguatkan program sekolah berbasis lingkungan.
Aplikasi Metode Spatial Multi Criteria Analisysis untuk Pengembangan Kawasan Permukiman (Studi Kasus: Re-Evaluasi RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara) Septianto Aldiansyah; Adi Wibowo
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 2 (2022): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i2.7481

Abstract

Southeast Sulawesi is a province that has become one of the destinations for transmigration and urbanization due to its low population density and abundant natural resources. This area is supported by the existence of supporting sectors such as agriculture, service industry, animal husbandry, fisheries, tourism and culture. This potential can lead to an increase in population and have an impact on increasing the need for residential land. Land suitability analysis is very important and relevant as a basis for reference in regional development to anticipate impacts that will occur in the future. This study aims to analyze and evaluate the suitability of residential areas in Southeast Sulawesi Province based on the RTRW of Southeast Sulawesi Province and the Regional Regulation of Southeast Sulawesi Province No. 2 of 2014. The method used is Spatial Multi Criteria Analysis (SMCA) because it excels in location determination analysis and decision making. The results show that there are 373,598.3 hectares of land in Southeast Sulawesi that are suitable and can be developed for residential areas. The evaluation of the RTRW found deviations in the actualization of spatial planning, especially in the Protected and Cultivated Areas. Therefore, this study can be used as an initial reference in re-evaluating the RTRW of Southeast Sulawesi Province.
Kajian Spasial Tingkat Kerentanan COVID-19 Di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan Aditya Ramadhan; Mangapul Parlindungan Tambunan; Rudy Parluhutan Tambunan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 1 (2022): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i1.7535

Abstract

Pandemi COVID-19 di Jakarta mengalami lonjakan tinggi dikarenakan provinsi ini merupakan tingkat interaksi sosial yang tinggi, salah satunya di Kecamatan Pesanggrahan. Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisa kerentanan penularan COVID-19 dari beragam parameter. Metode yang digunakan berbasis spasial berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat dengan skoring dan pembobotan metode rangking berdasarkan enam variabel kerentanan fisik, sosial dan ekonomi. Selanjutnya, diintegrasikan Sistem Informasi Geografi untuk analisis overlay. Data penelitian menggunakan data sekunder yang berasal dari instansi terkait, sedangkan data primer diperoleh dari kegiatan langsung ke lapangan seperti melakukan penandaan lokasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kelurahan Petukangan Utara dan Kelurahan Ulujami, seluruh wilayahnya terklasisfikasi kerentanan tinggi. Selanjutnya, Kelurahan Petukangan Selatan sebagian besar wilayahya memiliki kerentanan rendah namun terdapat wilayah dengan kerentanan sedang seluas ± 1,19 km². Kelurahan Bintaro seluruh wilayahnya memiliki kerentanan sedang ditambah sebagian kecil wilayah Kelurahan Pesanggrahan seluas ± 4,64 km² sedangkan sisanya terklasifikasi kerentanan rendah. Untuk kerentanan rendah secara keseluruhan terdapat pada Kelurahan Pesanggrahan dan Petukangan Selatan. Secara persentase keruangan Kecamatan Pesanggrahan, sebesar 20,88% luas wilayah memiliki kerentanan rendah, kerentanan sedang sebesar 43,33%, dan 35,8% terklasifikasi kerentanan tinggi.
Distribusi Spasial dan Temporal Urban Heat Island dan Penggunaan Lahan di Wilayah Perkotaan Yogyakarta Tahun 1999-2019 Cornelius Deni Wijaya Putra; Fitria Nucifera; Sola Tri Astuti
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 1 (2022): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i1.7785

Abstract

Kota Yogyakarta hingga tahun 2018 tercatat memiliki jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa. Peningkatan jumlah penduduk akibat urbanisasi berdampak pada kebutuhan akan lahan yang semakin tinggi sehingga menyebabkan dampak negatif terhadap perkembangan kota. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah penurunan kualitas lingkungan salah satunya peristiwa efek pulau panas atau urban heat island (UHI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi spasial dan temporal perubahan penggunaan lahan dan UHI di wilayah perkotaan Yogyakarta tahun 1999-2019, serta mengidentifikasi hubungan antara tipe penggunaan lahan dan suhu permukaan. Data yang digunakan adalah citra Landsat dengan interval waktu 5 tahunan dari tahun 1999-2019. Metode pengukuran menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra Landsat. Pengolahan data yang dilakukan menggunakan pendekatan NDBI untuk mengetahui lahan terbangun, LST untuk mengetahui suhu permukaan, dan perhitungan UHI untuk mengetahui intensitas dan distribusi yang terjadi. Hasil pengolahan menunjukkan peningkatan intensitas UHI Pada tahun 1999 -2009 sebesar 0,08°C, dan pada tahun 2009- 2019 sebesar 0,1°C. Perkembangan UHI di Kota Yogyakarta dan sekitarnya mengalami peningkatan disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan lahan terbangun yang mengakibatkan peningkatan suhu. Wilayah yang termasuk dalam cluster UHI tinggi cenderung memiliki titik panas. Lokasi yang menjadi sumber titik panas paling besar berada di Kecamatan Banguntapan, Depok, Gamping, Kasihan, Mlati, Sewon, dan Depok.
Determination of Priority Pillars of Safe School Facilities in Supporting the Realization of Disaster-Safe Education Unit (SPAB) Program in Public High School 1 Karangdowo, Klaten District, Central Java Province Muhammad Rizal Pahleviannur; Siti Hadiyati Nur Hafida
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 1 (2022): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i1.7834

Abstract

Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana. Kerentanan yang terdapat di Indonesia mengakibatkan kerugian pada beberapa sektor, salah satunya sektor pendidikan, seperti guru, peserta didik, kegiatan belajar mengajar, dan fasilitas pendidikan. Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini yaitu untuk: (1) mengetahui prioritas pilar fasilitas sekolah aman yang terdapat di SMA Negeri 1 Karangdowo dalam pengelolaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), dan (2) mendeskripsikan strategi pengelolaan SPAB di SMA Negeri 1 Karangdowo terhadap pilar fasilitas sekolah aman. Jenis penelitian yang terdapat dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif untuk mendeskripsikan pilar prioritas dan strategi pengelolaan fasilitas sekolah aman dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung pilar prioritas fasilitas sekolah aman. Hasil dalam penelitian ini yaitu: (1) penentuan prioritas pilar fasilitas sekolah aman diperoleh hasil bahwa, ketinggian aman dari banjir, struktur stabil dan kokoh, perbaikan kerusakan, ruangan dengan pintu terbuka ke luar, pengontrolan kualitas, dan penguatan bangunan menjadi prioritas utama, dan (2) strategi pengelolaan SPAB yang terdapat di SMA Negeri 1 Karangdowo yaitu berupa peningkatan kapasitas terhadap fasilitas sekolah aman dengan memperbaiki terhadap pilar yang tidak diprioritaskan.
Efektivitas Penyaringan Air Berbasis Kulit Durian Kering Sebagai Media Filtrasi Kadar Logam Berat Kadmium Dan Timbal Wa Ndibale; Arsal Kadir; Dwiprayogo Wibowo; Ilham; Sumarlin
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 1 (2022): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i1.7982

Abstract

Limbah kulit durian menjadi salah satu permasalahan yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bioadsorben ramah lingkungan. Penelitian ini menghadirkan pemanfaatan limbah kulit durian sebagai media filtrasi untuk mengurangi kadar logam berat kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yang terkandung pada air sumur galian. Penyiapan kulit durian dilakukan dengan mengeringkan kulit durian dan memberikan variasi ukuran media filtrasi yaitu 10 cm, 20 cm, dan 30 cm. Media filtrasi kulit durian dimasukkan dalam alat filtrasi yang telah didesain berbasis aliran gravitasi yang mudah dan murah. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan awal kadar Cd dalam air sumur galian sebesar 0,0073 mg/L dan setelah dilakukan perlakuan dapat menurunkan kadar Cd sampai dengan 0,0032 mg/L atau efektifitasnya sampai dengan 55,76% dengan menggunakan media filtrasi 30 cm. Demikian pula kadar Pb sebelum perlakuan memiliki kadar sebesar 0,062 mg/L dan setelah dilakukan perlakuan terjadi penurunan kadar Pb sampai dengan 0,024 mg/L atau efektifitasnya sampai dengan 61,3%. Penurunan kadar logam ini sangat signifikan dan dapat memenuhi standar baku mutu air yang ditetapkan sebesar 0,005 mg/L. Selain itu, faktor penurunan kadar Pb dan Cd dipengaruhi oleh semakin tinggi tumpukan media maka semakin lama waktu kontak air dengan media filter sehingga semakin banyak ikatan kompleks antara selulosa dengan logam berat.
Pola Spasial Masyarakat Dalam Pemanfaatan Ruang Terbuka Selama Pandemi Covid-19: Studi kasus : Waduk 1 dan Waduk 2 di Kelurahan Rambutan Nur Aliyah; Mangapul Parlindungan Tambunan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 1 (2022): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i1.8104

Abstract

Kebiasaan baru mengubah perilaku dan aktivitas masyarakat di ruang terbuka. Ruang terbuka di wilayah Kelurahan Rambutan yang di dalamnya terdapat aktivitas berada di RW 06 yaitu waduk 1 dan waduk 2. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola spasial masyarakat dalam pemanfaatan ruang terbuka selama pandemi COVID-19 dan melihat keterikatan antara pola masyarakat dengan penambahan kasus COVID-19. Metode pendekatan yang digunakan adalah keruangan dengan analisis deskriptif. Penentuan responden dengan teknik sampel aksidental menggunakan teknik wawancara dengan kuisioner. Aktivitas yang dilakukan di kedua waduk beragam seperti berolahraga, bermain, memancing atau bersosialisasi. Waduk 2 memiliki jumlah pengunjung lebih banyak karena memiliki akses dan lokasi yang baik. Pola aktivitas masyarakat di Waduk 1 didominasi oleh masyarakat yang berolahraga. Sedangkan pola aktivitas masyarakat di waduk 2, saat pagi hari didominasi oleh masyarakat yang berolahraga dan saat sore hari didominasi oleh aktivitas bermain layangan dan bersosialisasi. Dalam beraktivitas masyarakat hanya 60,7 % untuk waduk 1 dan 71,9% untuk waduk 2 yang menggunakan masker. Sebaran kasus positif COVID-19 tertinggi ada di RW 06 kemudian diikuti oleh RW 04. Pola aktivitas masyarakat di ruang terbuka memiliki risiko yang tinggi terhadap penambahan kasus positif COVID-19.

Filter by Year

2017 2025