cover
Contact Name
Siti Dahlia
Contact Email
sitidahlia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgel@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan
ISSN : 25798499     EISSN : 25798510     DOI : -
Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan (JGEL) ISSN 2579-8499 (print), ISSN 2579-8510 (online) is an national journal in Indonesia published by the Departement of Geography Education, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, concerns with physical geography, human geography, geography techniques, and geography education which releases twice in year (July and January).
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Field Study Terintegrasi Hybrid Learning: Solusi Pembelajaran Dasar-Dasar Geologi Selama Pandemi Covid-19 Angga Oktavianto
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5, No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i1.6068

Abstract

Pandemi COVID-19 memaksa dunia pendidikan untuk segera berbenah. Hal ini berlaku dalam proses pembelajaran, berubah dari mode tatap muka menuju mode pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan aktivitas pembelajaran field study terintegrasi hybrid learning dalam pembelajaran Dasar-Dasar Geologi, dan apakah pembelajaran tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan dalam penelitian ini. Subjek pada penelitian ialah Kelas X SMK Negeri 1 Binuang pada Program Keahlian Geologi Pertambangan Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah 32 siswa. Analisis data PTK menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, yang dilakukan dengan menelaah data hasil belajar sebelum dan setelah siklus, kemudian dilakukan sintesis dengan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan Siklus II menghasilkan angka 77,78% siswa tuntas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau turun dari Siklus pertama 84,374%. Saat Pra Siklus menunjukkan jumlah siswa tuntas KKM hanya 18,75%. Hasil yang diperoleh dalam PTK ini menandakan bahwa field study terintegrasi hybrid learning berpotensi untuk menjadi model pembelajaran Dasar-Dasar Geologi di masa Pandemi COVID-19.
Peran Guru Geografi Dan Pembelajaran Jarak Jauh (E-Learning) Google Classroom Terhadap Pendidikan Bencana Pandemi COVID-19 di SMAN 5 Depok Provinsi Jawa Barat Ning Setianti
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5, No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i1.6126

Abstract

Dampak serius pandemi COVID-19 di sektor pendidikan membuat pemerintah merubah kebijakan dalam sistem pembelajaran di Indonesia. Peran guru geografi dituntut untuk menggunakan pembelajaran jarak jauh, dengan sarana dan prasarana apa adanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parsial dan simultan peran guru geografi dan pembelajaran jarak jauh (e-learning) google classroom terhadap pendidikan bencana pandemi COVID-19. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan format eksplanasi digunakan untuk memperoleh data hasil penelitian dari responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh parsial positif dan signifikan antara peran guru geografi terhadap pendidikan bencana pandemi COVID-19; terdapat pengaruh parsial positif dan signifikan pembelajaran jarak jauh (e-learning) google classroom terhadap pendidikan bencana pandemi COVID-19; dan terdapat pengaruh simultan positif dan signifikan peran guru geografi dan pembelajaran jarak jauh (e-learning) google classroom terhadap pendidikan bencana pandemi COVID-19. Pengaruh yang paling besar terhadap pendidikan bencana pandemi COVID-19 adalah peran guru geografi. Peran guru geografi dan pembelajaran jarak jauh (e-learning) google classroom memberikan kontribusi terhadap pendidikan bencana pandemi COVID-19 sebesar 58,8%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah peran guru geografi bukanlah satu-satunya yang mempengaruhi pendidikan bencana pandemi COVID-19, tetapi perlu dipertimbangkan pula variabel pembelajaran jarak jauh (e-learning) google classroom. Rekomendasi penelitian, sebaiknya saat pandemi COVID-19 guru geografi melakukan pembelajaran jarak jauh (e-learning) menggunakan google classroom, agar mudah dimengerti siswa saat proses pembelajaran.
Analisis Persebaran Luapan Air Pasang Dengan Permodelan Hidrotopografi Di Desa Losari Lor Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Rendy Prayogi; Suwarno; Sakinah Fathrunnadi Shalihati
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.6729

Abstract

ABSTRAK Banjir akibat air laut pasang terjadi pada lahan pertanian dan merusak saluran-saluran pembawa air di Desa Losari Lor Kabupaten Brebes. Tujuan artikel ini untuk menganalisis tipe dan waku pasang surut, menganalisis kedudukan elevasi muka air laut, dan menganalisis persebaran luapan air pasang pada lokasi tersebut dengan permodelan hidrotopografi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi, interpetasi citra dan analisis dokumen kejadian pasang surut. Data diolah dengan software Matlab 2008a compailer 8.0 dan ArcGIS 10.4. Analisis hidrotopografi dilakukan melalui perbandingan nilai muka air saat terjadi pasang dengan DEM ketinggian tempat, kemudian di overlay dengan peta penggunaan lahan untuk mengidentifikasi lokasi persebaran luapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tipe pasang surut di Desa Losari Lor termasuk kedalam tipe Mixed tide prevailing semidiurnal. Pasang tertinggi HHWL terjadi di bulan Februari dengan nilai 0,470 m dan pasang terrendah LLWL terjadi pada bulan April dengan nilai -0,440 m. Kondisi topografi di lokasi penelitian berada pada ketinggian 0-2,5 m pada titik terendah dan tertinggi >2,5 m atau mencapai 10,8 mdpl. Analisis permodelan hidrotopografi juga menunjukkan area luapan air pasang tersebar di 124,18 Ha, meliputi penggunaan lahan berupa tambak, sawah irigasi, area terbuka atau tanah kosong, kebun campuran, pemukiman, sarana pendidikan dan olahraga serta bangunaan perdagangan dan jasa.
Model Pembelajaran Penginderaan Jauh Di Sekolah Menengah Atas Lili Somantri; Riki Ridwana
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.6890

Abstract

Pembelajaran penginderaan jauh di sekolah menengah atas belum mampu dilakukan secara maksimal. Dikarenakan berbagai keterbatasan diantaranya guru kurang memahami materi yang behubungan dengan penerapan atau aplikasi dari konsep penginderaan jauh, guru kurang menguasai penggunaan perangkat lunak penginderaan jauh, guru masih menggunakan metode ceramah dan tugas, dan guru menggunakan media pembelajaran yang kurang lengkap. Untuk memberikan solusi pada permasalahan pembelajaran penginderaan jauh di sekolah, maka artikel ini akan mencoba memaparkan hasil penelitian tentang model pembelajaran penginderaan jauh yang paling tepat agar dapat diterapkan oleh guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Artikel ini memaparkan model pembelajaran penginderaan jauh di sekolah dengan metode mengulas beberapa hasil penelitian. Analisis pembahasan dilakukan dengan cara mendeskripsikan model pembelajaran penginderaan jauh, pendekatan pembelajaran, dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi kurikulum 2013. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran untuk materi penginderaan jauh kelas X paling tepat menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning), kelas XI menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), dan kelas XII paling tepat menggunakan model pembelajaran berbasis penelitian (research based learning). Hasil temuan model pembelajaran ini dapat diterapkan pada materi penginderaan jauh berdasarkan jenjang Pendidikan.
Evaluasi Pengembangan Tata Ruang Wilayah Terhadap Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Aditya Ramadhan; Muhamad Kurniawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7019

Abstract

Pengembangan wilayah yang terjadi di suatu daerah sejatinya harus sesuai dengan perencanaan tata ruang agar tejadinya sinergi antara kelestarian, rasa aman, dan kesejahteraan dalam kualitas hidup penduduknya. Kecamatan Cisarua termasuk wilayah di sisi selatan Kabupaten Bogor serta berbatasan dengan Kabupaten Cianjur yang memilki topografi dataran tinggi sehingga diasumsikan dengan zona rawan bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta kerawanan tanah longsor berdasarkan tiga klasifikasi yaitu rendah, sedang, dan tinggi serta mengevaluasi perencaan pola ruang khususnya area permukiman terhadap peta kerawanan tanah longsor tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring dan pembobotan. Selanjutnya, dilakukan teknik tumpang susun (overlay) dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografi menggunakan lima variabel fisik yaitu kondisi geologi, kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan, Kecamatan Cisarua memiliki zona kerawanan rendah seluas 20,84 Km2 atau sebesar (31,24%), zona kerawanan sedang seluas 32,21 Km2 atau sebesar (48,28%), dan zona kerawanan tinggi seluas 13,66 Km2 atau sebesar (20,48%). Pada evaluasi pola ruang terhadap zona rawan tanah longsor, tidak terdapat zona kerawanan tinggi dalam deliniasi kawasan permukiman. Kesimpulannya, rencana pola ruang khususnya permukiman yang telah dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah sudah tepat untuk pengembangan wilayah di Kecamatan Cisarua.
Perubahan Kondisi Variasi Land Surface Temperature di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Kota Kediri, Jawa Timur) Frandika Haris Nando
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7032

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada pemerintah Kota Kediri yang memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan aktivitas masyarakat guna menekan angka penyebaran Covid-19. Dampak kebijakan menimbulkan perubahan di berbagai aspek seperti kepadatan lalu lintas, interaksi sosial, dan operasional tempat umum masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan suhu permukaan lahan di Kota Kediri saat sebelum dan sesudah adanya Pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan teknologi remote sensing serta menggunakan metode analisis pada hasil pengolahan citra satelit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan hasil pengolahan citra. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil pengunduhan citra Landsat 8 OLI/TIRS di laman USGS. Teknik analisis data citra menggunakan software ArcMap 10.4 dengan tahap analisis Land Surface Temperature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu permukaan lahan mengalami penurunan selama awal pandemi Covid-19 pada April-Juni dikarenakan berkurangnya aktivitas masyarakat di luar ruang akibat kebijakan PPKM.
Analisis Pola Spasial Pesebaran Kasus Covid-19 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di DKI Jakarta Siti Dahlia
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7098

Abstract

Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibukota Negara Indonesia, sehingga merupakan pusat ekonomi, pemerintahan, perdagangan, dan lainnya, yang mengakibatkan tingginya mobilitas dan kepadatan penduduk di DKI Jakarta. Pada masa pandemi Covid-19 kasus positif di Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia, sehingga menjadi episentrum penyebaran Covid-19. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola distribusi spasial kasus positif Covid-19 pada Maret hingga September tahun 2020 di DKI Jakarta menggunakan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan yaitu berbasis data sekunder terkait penduduk terpapar Covid-19 di DKI Jakarta pada Maret - September Tahun 2020, yang bersumber dari laman resmi Gugus Tugas Covid-19 DKI Jakarta. Analisis pola spasial berdasarkan prinsip auto corelasi spasial dengan parameter kepadatan pemukiman, jaringan transportasi dan fasiltas umum. Teknik analisis yang data berdasarkan prinsip ketetanggaan melalui aplikasi ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Maret, pola spasial wilayah penelitian berupa Cold spot atau menyebar, sedangkan pada April sampai September terdapat titik Hot Spot yaitu mengelompok dan peningkatan kasus positif yang tinggi. Hal tersebut terjadi di beberapa kecamatan di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Selain itu, pola kasus positif Covid-19 tertinggi terjadi pada area dengan kepadatan penduduk tinggi. Keberadaan fasilitas umum seperti perniagaan, layanan kesehatan, dan tempat ibadah, dan lokasi layanan transportasi seperti stasiun, bandara, dan Pelabuhan juga mempengaruhi tingginya jumlah kasus positif.
SMA Insan Cendekia Madani: Environmentally Friendly School Policy And Implementation Of Environment Based Curriculum As An Ef-Fort In Building Students’ Eco-Friendly Character Jakiatin Nisa; Anissa Windarti; Mirza Desfandi; Abdul Mufahir
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7118

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan pada kebijakan berwawasan lingkungan dalam upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan mengetahui tingkat efektifitas penerapan kurikulum berbasis lingkungan da-lam upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan di SMA Insan Cendekia Madani (ICM). Pendekatan penelitian ini adalah Mix Method Research, dengan Strategi Embedded Konkuren, yaitu strategi yang menerapkan satu tahap pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa: Pertama, gambaran penerapan kebijakan sekolah berwawasan ling-kungan dalam upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan di SMA Insan Cendekia Madani termuat pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS); Kedua, tingkat efektifitas Program Adiwiyata pada penerapan kurikulum berbasis lingkungan dalam upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan di SMA ICM dinyatakan Efektif. Berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada pihak sekolah untuk menguatkan program sekolah berbasis lingkungan.
Kajian Spasial Tingkat Kerentanan COVID-19 Di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan Aditya Ramadhan; Mangapul Parlindungan Tambunan; Rudy Parluhutan Tambunan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6, No. 1 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 di Jakarta mengalami lonjakan tinggi dikarenakan provinsi ini merupakan tingkat interaksi sosial yang tinggi, salah satunya di Kecamatan Pesanggrahan. Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisa kerentanan penularan COVID-19 dari beragam parameter. Metode yang digunakan berbasis spasial berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat dengan skoring dan pembobotan metode rangking berdasarkan enam variabel kerentanan fisik, sosial dan ekonomi. Selanjutnya, diintegrasikan Sistem Informasi Geografi untuk analisis overlay. Data penelitian menggunakan data sekunder yang berasal dari instansi terkait, sedangkan data primer diperoleh dari kegiatan langsung ke lapangan seperti melakukan penandaan lokasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kelurahan Petukangan Utara dan Kelurahan Ulujami, seluruh wilayahnya terklasisfikasi kerentanan tinggi. Selanjutnya, Kelurahan Petukangan Selatan sebagian besar wilayahya memiliki kerentanan rendah namun terdapat wilayah dengan kerentanan sedang seluas ± 1,19 km². Kelurahan Bintaro seluruh wilayahnya memiliki kerentanan sedang ditambah sebagian kecil wilayah Kelurahan Pesanggrahan seluas ± 4,64 km² sedangkan sisanya terklasifikasi kerentanan rendah. Untuk kerentanan rendah secara keseluruhan terdapat pada Kelurahan Pesanggrahan dan Petukangan Selatan. Secara persentase keruangan Kecamatan Pesanggrahan, sebesar 20,88% luas wilayah memiliki kerentanan rendah, kerentanan sedang sebesar 43,33%, dan 35,8% terklasifikasi kerentanan tinggi.
Distribusi Spasial dan Temporal Urban Heat Island dan Penggunaan Lahan di Wilayah Perkotaan Yogyakarta Tahun 1999-2019 Cornelius Deni Wijaya Putra; Fitria Nucifera; Sola Tri Astuti
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6, No. 1 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i1.7785

Abstract

Kota Yogyakarta hingga tahun 2018 tercatat memiliki jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa. Peningkatan jumlah penduduk akibat urbanisasi berdampak pada kebutuhan akan lahan yang semakin tinggi sehingga menyebabkan dampak negatif terhadap perkembangan kota. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah penurunan kualitas lingkungan salah satunya peristiwa efek pulau panas atau urban heat island (UHI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi spasial dan temporal perubahan penggunaan lahan dan UHI di wilayah perkotaan Yogyakarta tahun 1999-2019, serta mengidentifikasi hubungan antara tipe penggunaan lahan dan suhu permukaan. Data yang digunakan adalah citra Landsat dengan interval waktu 5 tahunan dari tahun 1999-2019. Metode pengukuran menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra Landsat. Pengolahan data yang dilakukan menggunakan pendekatan NDBI untuk mengetahui lahan terbangun, LST untuk mengetahui suhu permukaan, dan perhitungan UHI untuk mengetahui intensitas dan distribusi yang terjadi. Hasil pengolahan menunjukkan peningkatan intensitas UHI Pada tahun 1999 -2009 sebesar 0,08°C, dan pada tahun 2009- 2019 sebesar 0,1°C. Perkembangan UHI di Kota Yogyakarta dan sekitarnya mengalami peningkatan disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan lahan terbangun yang mengakibatkan peningkatan suhu. Wilayah yang termasuk dalam cluster UHI tinggi cenderung memiliki titik panas. Lokasi yang menjadi sumber titik panas paling besar berada di Kecamatan Banguntapan, Depok, Gamping, Kasihan, Mlati, Sewon, dan Depok.

Page 8 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2017 2025