JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2022)"
:
30 Documents
clear
Penentuan Harga Pokok Penjualan dan Perencanaan Laba Jangka Pendek Olahan Salak di UD Cristal, Sleman, Yogyakarta
Sasya Puti Novalianti;
Pudji Hastuti Purwantini;
Indah Widyarini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.10
UD. Cristal merupakan perusahaan yang memproduksi produk bersama dari bahan baku utama yaitu salak. Produk yang dihasilkan antara lain keripik salak dan dodol salak sebagai produk utama, serta kopi biji salak sebagai produk sampingannya. Oleh karena itu, diperlukan pengalokasian biaya secara tepat agar dapat memaksimalkan laba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan, 2) harga pokok penjualan, dan 3) perencanaan laba jangka pendek untuk produk keripik salak, dodol salak, dan kopi biji salak di UD. Cristal. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, analisis biaya produk bersama, dan perencanaan laba jangka pendek. Hasil penelitian menunjukkan 1) biaya produksi terbesar pada produksi dodol salak, penerimaan terbesar berasal dari keripik salak kemasan 80 gram, keuntungan terbesar yaitu pada kopi biji salak. Namun untuk produksi dodol salak mengalami kerugian. 2) Harga jual per unit seluruh produk olahan salak sudah melebihi harga pokok penjualan per unit sehingga perusahaan sudah mendapatkan keuntungan. 3) Perencanaan laba jangka pendek produk olahan salak menunjukkan keripik salak 80 gram memberikan laba kontribusi terbesar dalam pemilihan produk sehingga mampu menghasilkan laba per unit tertinggi dibandingkan produk lainnya. BEP penerimaan seluruh produk sudah berada di atas titik impas. Dodol salak mempunyai nilai MOS paling kecil sehingga kesempatan memperoleh laba lebih kecil dibandingkan produk lainnya. Nilai SDP keripik salak 250 gram mempunyai tingkat volume paling besar sehingga lebih rentan mengalami risiko penutupan usaha. Keripik salak 250 gram memiliki nilai DOL paling tinggi.
Evaluasi Efektivitas Pelatihan Tematik Padi Lahan Rawa dengan Metode Kirkpatrick Pembelajaran
Adhis Millia Windhy;
Tota Totor Naibaho
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.1
Pelatihan dapat dikatakan berhasil adalah jika pelatihan itu mampu mencapai tujuan dalam memperbaiki dan meningkatkan kompetensi peserta baik dari pengetahuan, ketrampilan maupun sikap selain dari baiknya pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan. Untuk melihat hal perlu dilakukan evaluasi pelatihan terhadap kegiatan pelatihan yang dilakukan. Evaluasi yang dilakukan bisa dengan melihat efektifitas pelatihan melalui level learning untuk melihat efektivitas peserta pelatihan tematik padi lahan rawa. Berdasarkan hal itu, maka penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik peserta pelatihan, 2) Mengevaluasi efektivitas pelatihan tematik padi lahan rawa dengan metode Kikpatrick pada tingkat pembelajaran (learning level). Diperoleh hasil karakteristik dari responden peserta pelatihan rata-rata berusia 41-50 tahun sebessar 31.81%,mayoritas berjenis kelamin laki-laki 89.10% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 40 orang (36.67%). Berdasarkan data tabel hasil uji t berpasangan diketahui nilai signifikansi 0.00 yang kurang dari taraf signifikansi 0.05 (0.00<0.05). Hal ini berarti ada perbedaan nyata antara nilai rata-rata pretest dan posttest dari peserta pelatihan. Sehingga dapat dinyatakan bahwa pelatihan tematik padi lahan rawa yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang di wilayah kerjanya efektif dilihat dari evaluasi learning dalam peningkatan kompetensi peserta.
Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Kelapa Sawit: Analisis Stochastic Frontier
Fildza Arief Syuhada;
Hasnah Hasnah;
Rusda Khairati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.24
Penelitian ini untuk menganalisis fungsi produksi usahatani kelapa sawit di Pasaman Barat, menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani kelapa sawit, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2019. Data dianalisis menggunakan fungsi produksi stochastic frontier Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor pupuk kandang, pupuk NPK, pestisida, dan herbisida berdampak positif terhadap produktivitas kelapa sawit, sementara penggunaan pupuk KCL, jumlah tenaga kerja dan umur tanaman berdampak negatif terhadap produktivitas kelapa sawit. Pada analisis tingkat efisiensi teknis usahatani kelapa sawit rata-rata tingkat efisiensi teknisnya adalah 0,70. Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata petani sudah efisien secara teknis. Efisiensi teknis usahatani kelapa sawit dipengaruhi secara signifikan pada taraf α 5 persen dan positif oleh faktor status pengelolaan lahan yang digunakan petani. Kemudian bibit berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap efisiensi.Kata kunci: produktivitas, efisiensi teknis, stochastic frontier. Cobb Douglas, Pasaman Barat.
Adopsi Teknologi Sapi Potong untuk Pengembangan Agribisnis Peternakan di Kabupaten Limapuluh Kota
Sri Nofianti;
Latifa Hanum;
Hidayat Raflis;
Salvia Salvia
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.15
Kontribusi sapi potong di Kabupaten Limapuluh Kota terhadap ketersediaan bibit dan daging relatif tinggi. Peternakan sapi di daerah ini umumnya masih dilakukan oleh peternakan rakyat dengan sistem kearifan lokal masing-masing daerah. Keberhasilan peningkatan produksi dan produktivitas sapi potong sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain pakan, pembibitan, dan pemeliharaan ternak. Perbaikan diperlukan melalui pengenalan inovasi teknologi pada faktor-faktor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi peternakan untuk mendukung agribisnis sapi potong di Kabupaten Limapuluh Kota. Data yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei mendalam dan wawancara terhadap responden dari 2 pusat desa di Kecamatan Luhak, yaitu Sungai Kamunyang dan Mungo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 78% responden telah mengetahui inovasi teknologi, namun hanya 43% yang telah menerapkannya. Adopsi teknologi peternak mandiri lebih tinggi (63%) dibandingkan adopsi teknologi yang dilakukan oleh petani yang tergabung dalam kelompok (52%). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi usaha sapi potong adalah faktor keuangan, status usaha, dan waktu kerja.
Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa (Crude Coconut Oil) Indonesia di Pasar Internasional
Ambarwati Dwi Pangestu;
Budi Dharmawan;
Ratna Satriani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.02.6
Perdagangan Internasional dapat didefinisikan sebagai aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Minyak kelapa mentah merupakan produk unggulan ekspor Indonesia, serta termasuk dalam ekspor terbesar kedua di dunia. Peningkatan konsumsi minyak kelapa mentah dunia menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor minyak kelapa mentah. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui posisi daya saing ekspor minyak kelapa mentah Indonesia di pasar internasional, (2) Mengetahui daya saing ekspor minyak kelapa mentah Indonesia apakah menunjukkan tren positif atau negatif, (3) Mengetahui kinerja ekspor minyak kelapa mentah Indonesia di pasar internasional.Penelitian ini dilaksanakan tanggal 20 Maret sampai 9 April 2020. Obyek penelitian ini adalah ekspor crude coconut oil (kode HS 151311) Indonesia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Competitiveness Index (ECI), dan Products Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor Indonesia berada pada kelompok A yang artinya memiliki keunggulan komparatif dengan spesialisasi ekspor. Daya saing ekspor Crude Coconut Oil Indonesia menunjukkan tren daya saing yang positif. Hasil analisis TBI menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan spesialisasi ekspor Crude Coconut Oil.
Pengaruh Social Distancing Selama Covid-19 terhadap Perilaku Pembelian Sayuran pada Ibu Rumah Tangga di Kota Bandung
Ira Ramayani;
Tri Hanifawati;
Agus Sutandi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.29
Social distancing merupakan kebijakan pemerintah dalam upaya untuk mengurangi penyebaran Covid-19, dimana masyarakat dihimbau untuk melakukan segala aktifitas di rumah saja. Namun demikian, selama kebijakan social distancing masyarakat tetap harus memenuhi berbagai kebutuhan pokok setiap harinya, khususnya sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social distancing selama pandemi Covid-19 terhadap perilaku pembelian sayuran pada Ibu Rumah Tangga di Kota Bandung dan untuk mengetahui perbedaan perilaku sebelum dan selama pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana data primer dikumpulkan melalui survey online terhadap 102 responden yang dihitung berdasarkan rumus Slovin pada taraf kesalahan 10%. Adapun responden merupakan Ibu Rumah Tangga yang berdomisili di Kota Bandung yang diambil secara acak. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel social distancing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dan terdapat perbedaan signifikan pada perilaku pembelian sayuran antara sebelum dan selama pandemi pada beberapa aspek, yakni tingkat konsumsi, intensitas konsumsi, cara pembayaran, saluran pembelian, dan cara belanja.
Analisis Keputusan Konsumen dalam Pembelian Sayuran Organik di Lampung
Febby Hardiyanti;
Fadila Marga Saty;
Bina Unteawati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.20
ABSTRAKPenelitian ini bertujuanuntukBack to NatureGaya hidup masyarakat berubah dari mengonsumsisayuranan anorganik menjadi sayuranan organikMenjadi peluang bagi ritel modern dalam memasarkan sayuranan organik contohnya di LampungKonsumenFaktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian sayuranan organikFaktor Internal KonsumenUsiaJumlah pendapatanTingkat pendidikanMotivasi pembelianJumlah tangungan keluargaAtributKemasanHargaKesegaran SayurananInformasiAnalisis Regresi Linear Bergandamenganalisis proses pengambilan keputusan pembelian konsumen terhadap sayuran organik, dan menganalisis sikap konsumen terhadap atribut sayuran organik. Metode penarikan sampel ditentukan dengan Proporsional Cluster Random Sampling. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Lampung dengan jumlah responden sebanyak 55 konsumen. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif dan multiatribut fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen mengetahui sayuran organik melalui rekomendasi teman atau keluarga. Alasan konsumen mengonsumsi sayuran organik karena sayuran organik lebih bervariasi serta manfaat dan kualitas yang terkandung dalam sayuran organik. Konsumen menyatakan puas terhadap sayuran organik dan akan mencari sayuran organik ke supermarket lain, apabila supermarket yang dikunjungi tidak tersedia sayuran organik. Sikap konsumen (Ao) terhadap sayuran organik adalah positif dengan skor total 90,90. Atributkeragaman sayuran organiktidak mempengaruhi konsumen dalam pembelian sayuran organik.
Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit di Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau
R Yulia Pratiwi;
A Hamid A. Yusra;
Dewi Kurniati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.11
Kesejahteraan adalah penataan hidup kemasyarakatan, materi, ataupun jasmani dan rohani melalui rasa aman, moral dan kedamaian lahir dan batin bagi warga negara dalam membangun bisnis usaha memenuhi keinginan yang semestinya pada diri, rumah tangga maupun masyarakat. Tujuan penelian ini mengetahui besarnya pendapatan tingkat kesejahteraan petani kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan metode survey, sedangkan penentuan sampel secara acak sederhana. Sampel penelitian sebanyak 40 responden dari 414 populasi petani kelapa sawit. Teknik pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Variabel penelitian yang digunakan yaitu pendapatan petani kelapa sawit bersumber pada pendapatan on farm, pendapatan off farm dan pendapatan non Farm serta pengeluaran rumah tangga bersumber dari pengeluaran pangan dan pengeluaran non pangan. Analisis tingkat kesejahteraan dihitung berdasarkan presentasi pengeluaran konsumsi pangan (Gilarso). Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata pendapatan sebesar Rp. 101.344,806/tahun, tingkat kesejahteraan berdasarkan analisis pengeluaran konsumsi pangan petani kelapa sawit masuk dalam katagori tingkat kesejahteraan tinggi sebesar 57,5% dan masuk dalam katagori tingkat kesejahteraannya sedang 42,5%.
Analisis Pengaruh Experiential Marketing terhadap Kepuasan Pelanggan di 372 Kopi Setiabudhi Kota Bandung
Syaqila Adila Hendrawan;
Totok Pujianto;
Dwi Purnomo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.2
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh experiential marketing dengan 5 aspek sense (panca indera), feel (perasaan), think (cara berpikir), act (kebiasaan), relate (pertalian) terhadap kepuasan pelanggan di 372 Kopi Setiabudhi yang dianggap sangat penting sebagai contoh dalam penerapan konsep experiential marketing. 372 kopi Setiabudhi melakukan pendekatan pemasaran experiential marketing dengan banyak menyentuh sisi psikologi pelanggan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif verifikatif dengan responden sebanyak 100 orang. Data dikumpulkan dengan metode observasi yang dibantu oleh alat business model canvas, emphaty map, customer journey dan kuesioner, yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis regresi berganda menggunakan SPSS for windows yang meliputi pengujian hipotesis. Variabel experiential marketing berpengaruh secara signifikan terhadap aspek kepuasan pelanggan di 372 Kopi Setiabudhi dengan nilai F hitung sebesar 31.523 dengan Sig. 000. Nilai sig 0,000 < 0,05 dan memiliki koefisien positif.
Karakteristik Usahatani Pisang Mulu Bebe di Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat
Musdhalifah Kholil;
Zakeus Dadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.25
Pisang mulu bebe merupakan jenis pisang yang penyebaran terbanyak di Maluku Utara. Proses budidaya petani pisang mulu bebe di Kecamatan Sahu Timur hanya mengandalkan pengalaman yang secara turun – temurun dari nenek moyang mereka. Petani pisang mulu bebe di Kecamatan Sahu Timur kurang memahami, bagaimana proses mengelola/manajemen pada lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik petani pisang mulu bebe di Kecamatan Sahu Timur sehingga dapat memberikan keterangan kondisi petani dan potensi sumberdaya yang dapat dikembangkan dan manganalisis pendapatan usahatani pisang mulu bebe di Kecamatan Sahu Timur yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi sosial ekonomi petani. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Lokasi penelitian adalah di Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat. Populasi dalam penelitian ialah seluruh petani yang menanam atau membudidaya pisang mulu bebe di Kecamatan Sahu Timur. Teknik penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling, sebanyak 74 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani pisang mulu bebe di Kecamatan Sahu Timur laki-laki sebanyak 34 orang dan perempuan 40 orang, usia petani tergolong pada usia produktif yakni 15-64 Tahun sebanyak 66 orang, mayoritas petani berpendidikan rendah sebanyak 36 orang, pekerjaan pokok mereka adalah sebagai petani 68 orang, 59 orang, petani memiliki jumlah tanggungan keluarga 2-5 orang dengan rata-rata lama pengalaman bertani adalah 6-10 sebanyak 51 orang dan luas lahan yang dimiliki berkisar 0,5 -2 Ha atau pada kategori sedang. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani pisang mulu bebe adalah Rp.3.322.400 per Tahun. Saran dari hasil penelitian, petani meningkatkan hasil produksi serta dibuat produk turunan pisang mulu bebe sehingga mempunyai nilai ekonomis serta menjadikan pisang mulu bebe sebagai komoditi unggulan daerah dan ikon Kabupaten Halmahera Barat.