cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 904 Documents
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Dan Faktor Yang Berkorelasi Dengan Konsumsi Kopi Wulan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso Kunti Rachma Aulia; Luh Putu Suciati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.15

Abstract

Kopi Robusta banyak dinikmati oleh masyarakat. Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu sentra kopi di Jawa Timur. Kecamatan Maesan daerah penghasil kopi kedua di Bondowoso. Kopi Wulan merupakan produk dari Kecamatan Maesan Bondowoso yang memiliki potensi untuk dikembangkan, ditinjau dari segi agrokilmat wilayahnya namun belum memiliki pasar yang luas. Petani Kopi Wulan juga telah mendapatkan pembinaan terkait pengelolaan pasca panen kopi petik merah dan teknik pasca panen dan pengolahan kopi semi wash. Tujuan penelitian ini 1) mengetahui tingkat  kepuasan konsumen, 2) mengetahui tingkat kepentingan atribut, dan 3) mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang berkorelasi dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap Kopi Wulan. Lokasi penelitian di Jawa Timur. Penentuan responden menggunakan quota sampling 40 responden. Analisis data menggunakan CSI (Customers Satisfaction Index), IPA (Importance Performance Analysis), dan Korelasi Rank Spearman. Hasil analisis diperoleh tingkat kepuasan konsumen sebesar 83,97% (sangat memuaskan). Atribut aksesibilitas dan promosi pada kuadran I (perlu diprioritaskan). Atribut pada kuadran II yaitu cita rasa, higienitas, dan kemasan. Kuadran III yaitu aftertaste dan kesesuaian harga. Kuadran IV atribut aroma. Variabel yang berkorelasi dengan kepuasan konsumen adalah jenis kelamin (X1) dan pendapatan (X4). Sedangkan usia (X2), pendidikan (X3), pekerjaan (X5), dan lokasi (X6) tidak berkorelasi dengan kepuasan konsumen.
Nilai Multiplier Pendapatan Agribisnis Padi (Oryza Sativa) Terhadap Perekonomian di Kabupaten Klaten Siska Ardiana; Wiludjeng Roessali; Titik Ekowati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.5

Abstract

Penelitian tentang nilai multiplier pendapatan telah dilaksanakan bulan Juli-September 2021 di Kabupaten Klaten. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan Kabupaten Klaten merupakan lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan agribisnis padi, menganalisis pengeluaran yang dibelanjakan untuk sehari-hari, pengeluaran dari biaya produksi yang menghasilkan pendapatan serta nilai multiplier pendapatan dari petani padi dan pelaku usaha agribisnis padi terhadap perekonomian di Kabupaten Klaten. Analisis pengeluaran yang dibelanjakan untuk konsumsi sehari-hari menggunakan rumus MPC, pengeluaran biaya produksi menghasilkan pendapatan menggunakan rumus PSY, nilai multiplier pendapatan menggunakan rumus multiplier pendapatan. Agribisnis padi di Kabupaten Klaten terdiri dari penyediaan sarana produksi pertanian, pengolahan lahan, pembibitan dan penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen. Nilai MPC dan PSY pelaku agribisnis padi sudah baik memiliki nilai antara 0 dan 1. Nilai pengganda pendapatan pelaku agribisnis padi mampu meningkatkan perekonomian di Kabupaten Klaten karena memiliki nilai lebih dari 1.
Analisis Efisiensi Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Tebu di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Andhika Ayu Anggrainingrum; Edy Prasetyo; Wiludjeng Roessali
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.38

Abstract

Kabupaten Pati merupakan salah satu sentra produksi tebu di Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi tebu dan menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif dan efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi.Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan petani tebu dibakukan sebagai responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan. Responden penelitian ini diambil melalui sensus dengan jumlah responden sebanyak 53 petani. Pengaruh faktor produksi terhadap produksi tebu dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas. Efisiensi teknis menggunakan pendugaan Maximum Likelihood. Efisiensi alokatif melalui perbandingan nilai produk marginal dengan harga input. Efisiensi ekonomi hasil perkalian efisiensi teknis dengan efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi teknis tercapai pada faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk organik, pupuk ZA dan pestisida amegrass menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi tebu di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Faktor produksi yang belum mencapai efisiensi secara alokatif yaitu luas lahan, bibit, pupuk ZA, dan pestisida amegrass, sedangkan faktor produksi yang tidak efisiensi secara alokatif yaitu pupuk organik. Hasil perkalian nilai efisiensi teknis dengan efisiensi harga menunjukkan bahwa faktor produksi usahatani tebu di Kecamatan Kayen belum efisien secara ekonomi.Kata kunci: faktor-faktor produksi, efisiensi, usahatani tebu.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah pada Rumah Tangga di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Titin Mariyah; Wiludjeng Roessali; Titik Ekowati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.8

Abstract

Bawang merah merupakan komoditi hortikultura yang sudah menjadi kebutuhan konsumen rumah tangga sebagai pelengkap bumbu masak sehari-hari. Ketersediaan bawang merah dapat berubah-ubah di pasaran yang menyebabkan fluktuasi harga dan nantinya berpengaruh terhadap permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan bawang merah, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang merah dan menganalisis elastisitas permintaan bawang merah pada rumah tangga di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2021 pada rumah tangga di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa bawang merah menjadi tanaman sayuran terbanyak yang diproduksi di Kecamatan Banjarharjo. Metode yang digunakan adalah survei dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian yaitu rata-rata responden mengkonsumsi bawang merah sebanyak 1,55 kg perbulan. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa harga bawang merah, harga bawang putih, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga dan frekuensi pembelian secara serempak berpengaruh signifikan terhadap permintaan bawang merah. Secara parsial, harga bawang putih, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga dan frekuensi pembelian berpengaruh signifikan terhadap permintaan bawang merah, sedangkan harga bawang merah tidak berpengaruh terhadap permintaan bawang merah. Elastisitas harga bawang merah bersifat inelastis. Elastisitas silang harga bawang putih bersifat inelastis dan merupakan barang komplementer dari bawang merah. Elastisitas pendapatan bersifat inelastis dan bertanda negatif menunjukkan bahwa bawang merah termasuk barang inferior.
Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Produk Mie Mocaf pada Kelompok Wanita Tani "Ceria", Kendal Naufal Fadhil Heriawan; Siswanto Imam Santoso; Titik Ekowati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.31

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pendapatan usaha mie mocaf Kelempok wanita tani (KWT) Ceria, Menganalisis faktor internal (strengths dan weaknesses) dan faktor eksternal (opportunities dan threats) mie mocaf KWT Ceria dan Merumuskan strategi alternatif serta mengurutkan prioritas strategi alternatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dimana kasus yang terjadi pada KWT Ceria yaitu bagaimana mengembangkan usaha mie mocaf dalam pasar yang lebih memilih mie yang menggunakan terigu. Responden yang digunakan yaitu diambil secara Purposive sampling dengan 4 responden pakar, Accidental sampling dengan 26 respoden pembeli dari produk mie mocaf dan Sampel Jenuh dengan 30 responden dari seluruh anggota KWT Ceria. Metode analisis data dengan analisis perhitungan pendapatan dan analisis, matriks Internal Factor Evaluation, matriks External Factor Evaluation, matriks Internal-External, Matriks Strenght-Weakness- Opportunity-Threats dan matriks Quantitative Strategic Planning. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bisnis Mie Pelangi didapatkan rata-rata Rp. 945.055 dalam sebulan. Perhitungan R/C ratio sebesar 1,3. Perhitungan B/C ratio didapatkan sebesar 0,3. Hasil analisis faktor internal diperoleh bahwa kekuatan utama adalah produk tidak menggunakan penyedap makanan kimia sedangkan kelemahan utama yaitu varian rasa/bumbu hanya satu macam. Hasil analisis faktor ekstenal diperoleh bahwa peluang utama yaitu adanya pelatihan dan kesempatan penjualan dengan bantuan pemerintah sedangkan ancaman utama yaitu harga mie pesaing lebih murah. Prioritas tertinggi strategi alternatif yaitu melakukan promosi untuk mengenalkan mie sehat dan mie mocaf ke masyarakat
Faktor yang Mempengaruhi Produksi Sawi Putih (Brassica Rapa Subsp. Pekinensis) di P4S Tranggulasi Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Totok Suriyo; Shofia Nur Awami; Endah Subekti; Dewi Hastuti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.22

Abstract

Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Tranggulasi Kabupaten Semarang merupakan pusat kegiatan pelatihan kelompok tani dengan sistem organik dalam proses budidaya pertaniannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi sawi putih, penerimaan, pendapatan dan faktor yang mempengaruhi produksinya. Metode dasar menggunakan deskriptif analitis, pelaksanaan dengan metode studi kasus pada periode musim tanam bulan September-Oktober. Penentuan lokasi dengan metode purposive, penentuan responden dengan metode sensus. Analisis data menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan rata-rata produksi 415 Kg/MT dengan rata-rata total biaya produksi Rp 978.350/MT pada luasan 1.200 m2. Rata-rata penerimaan Rp 3.112.500/MT dan rata-rata pendapatan Rp 2.134.150/MT. Hasil uji regresi menunjukkan variabel yang berpengaruh nyata terhadap produksi sawi putih adalah luas lahan (X1), jumlah pupuk (X3), jumlah bibit (X4) dan jumlah pestisida organik (X5).
Analisis Daya Saing Pisang Indonesia ke Negara Tujuan Ekspor Serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Eka Purna Yudha; Esa Noerbayinda
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.13

Abstract

Pisang merupakan komoditas ekspor buah-buahan terbesar kedua di Indonesia yang telah memiliki repurasi dan berdaya saing di pasar Internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing (keunggulan komparatif) ekspor pisang Indonesia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan United Nations Commodity and Trade (UN COMTRADE). Keunggulan komparatif diukur dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya digunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor pisang Indonesia pada tahun 2016 sampai 2020 memiliki keunggulan komparatif berdasarkan hasil perhitungan RCA dengan nilai RCA > 1. Hasil regresi menunjukkan bahwa RCA dipengaruhi oleh nilai tukar, indeks harga konsumen, dan luas lahan dengan signifikansi 99% . Nilai tukar dan luas lahan secara signifikan memiliki pengaruh positif dengan koefisien nilai tukar sebesar 0,0103217 dan koefisien luas lahan sebesar 0.000182. Sedangkan indeks harga konsumen secara signifikan memiliki pengaruh negatif dengan koefisien sebesar 0.7213652.
Hubungan Sewa Lahan Antar Pertani pada Usahatani Tembakau di Lombok Tengah ibnu Sulaiman; Kliwon Hidayat; Mangku Purnomo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.5

Abstract

Sewa lahan merupakan salah satu pranata sosial di bidang petanian dan selalu berkembang mengikuti pola pertanian di pedesaan. Di Lombok Tengah, sewa lahan dilakukan oleh petani yang berasal dari Desa Semoyang di setiap musim kemarau dan hanya ditujukan untuk usahatani tembakau. Mayoritas dari mereka menyewa lahan di Desa Gapura. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk hubungan sosial antara petani penyewa yang berasal dari Desa Semoyang dengan pemilik lahan yang berada di Desa Gapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini ditentukan dengan cara purposive di Desa Semoyang dan Desa Gapura, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Agustus 2021. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan metode snowball, dengan petani tembakau Desa Semoyang sebagai key informan-nya. Data penelitian dikumpulkan melalui dokumen, wawancara, dan observasi lalu dianalsisis menggunakan teori pertukaran sosial Peter M. Blau dan teknik analisis data Miles dan Huberman. Data diuji kebasahaanya menggunakan triangulasi sember dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyewa dengan pemilik lahan membentuk hubungan yang saling menguntungkan pada aspek ekonomi dan memeguhkan jalinan pertemanan pada aspek sosial melalui spesialisasi peran yang dikembangkan. Petani penyewa menjadi “bos baru” sementara petani pemilik menjadi pekerja tetap. Penyewa diuntungkan dengan adanya peningkatan lahan produksi dan kemudahan tenaga kerja. Sementara pemilik lahan mendapkan kepastian pendapatan dan luasnya lapangan pekerjaan.
Analisis Permintaan Jahe Selama Pandemi Covid-19 di Kota Payakumbuh (Studi Kasus: Pasar Ibuh Payakumbuh) Laila Wahyuni; Mega Amelia Putri; Darnetti Darnetti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.27

Abstract

Jahe merupakan tanaman hortikultura jenis biofarmaka (tanaman obat) jahe memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk bumbu masakan tapi juga dapat dijadikan obat-obatan herbal. Selama pandemi permintaan jahe mengalami peningkatan karena dipercaya mampu meningkatkan imunitas tubuh dikala masa pandemi. Tujuan penelitian yakni 1) Menganalisis perbedaan permintaan, harga dan pendapatan konsumen selama pandemi 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan jahe selama pandemi covid-19 di pasar Ibuh Kota Payakumbuh. Jenis penelitian berupa deskriptif kuantitatif dengan sumber data berasal dari data primer melalui wawancara, kuesioner, dan observasi sedangkan  data sekunder diperoleh dari study pustaka dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan data terdokumentasi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Alat analisis paired sample t-test dan regresi linier berganda. Selama pandemi perekonomian mengalami ketidakstabilan, ditandai oleh jumlah permintaan jahe yang mengalami peningkatan sebesar 38%, seiring dengan meningkatnya harga jahe sebesar 141,6% dari hari biasanya serta pendapatan konsumen mengalami penurunan rata-rata sebesar 14%. Setelah dilakukan uji paired sample t-tes hasil menunjukan bahwa pendapatan, harga dan pendapatan konsumen selama pandemi menunjukan adanya perbedaan signifikan dari sebelum pandemi Covid-19. Hasil uji regresi linier berganda permintaan jahe selama pandemi di pasar Ibuh Kota Payakumbuh secara parsial dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu harga, pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan produk pengganti namun umur dan motivasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap permintaan jahe selama pandemi Covid-19 di pasar Ibuh Kota Payakumbuh. Sedangkan secara simultan seluruh variabel yang digunakan memiliki pengaruh nyata signifikan terhadap permintaan jahe selama pandemi di pasar Ibuh Kota Payakumbuh.
Analisis Kinerja Rantai Pasok Produk Olahan Bawang Merah PT Sinergi Brebes Inovatif Kamila Nur Imaniyah; Wiludjeng Roessali; Suryani Nurfadillah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.18

Abstract

Analisis kinerja rantai pasok diperlukan dalam manajemen perusahaan dengan mengukur kinerja melalui indikator-indikator yang terlibat dalam keseluruhan proses bisnis mencakup seluruh kegiatan yang berkaitan dengan arus dan transportasi produk, penciptaan nilai dari produsen ke konsumen, dan arus informasi yang terhubung di dalamnya. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, serta menganalisis kinerja rantai pasok produk olahan bawang merah PT Sinergi Brebes Inovatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Food Supply Chain Network (FSCN) untuk membahas kondisi rantai pasok pasta bawang merah dan model Supply Chain Operation Refference (SCOR) serta perbandingan berpasangan untuk mengetahui tingkat kinerja rantai pasok pasta bawang merah. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling dengan partisipan yaitu petani pemasok, informan kunci perusahaan, dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok produk olahan bawang merah PT Sinergi Brebes Inovatif dimulai dari rantai pasok hulu yaitu petani pemasok, PT Sinergi Brebes Inovatif sebagai rantai pasok internal, dan konsumen sebagai bagian terakhir pada rantai pasok hilir. Saat ini, kinerja rantai pasok PT Sinergi Brebes Inovatif untuk produk pasta bawang merah yaitu 88,179 termasuk kategori sedang (average); kinerja rantai pasok untuk produk bawang crispy yaitu 79,064 termasuk kategori kurang (below average); dan kinerja rantai pasok untuk produk bawang goreng yaitu 86,542 termasuk kategori sedang (average).