cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
Characteristics of Silica Sand Shipyard Sandblasting Waste as Construction Materials Kiki Dwi Wulandari; Widya Emilia Primaningtyas; Benedicta Dian Alfanda; Wahyuniarsih Sutrisno
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2865

Abstract

Silica sand as by-product waste is a major contributor to the volume of waste generated by sandblasting activities in the shipping industry. Based on a survey conducted during 2020-2022, silica sand in the shipping industry in East Java is around 450 tons/year. Silica sand has potential utilization based on its material characteristics, similar to natural sand in construction materials. This research analyzed the characteristics of silica sand from sandblasting waste to develop as construction material. The tests carried out included physical properties (particle size and shape, specific gravity, moisture content, absorption, mud content, specific gravity, and organic content) and chemical properties (X-Ray Fluorescence (XRF) and Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-Ray tests (SEM-EDX)). The results show that silica sand from sandblasting waste has 548.93 ± 6.46 m average particle size, 2.730 t/m3 specific gravity angular grain with medium sphericity, 0.06% water content, 3.381% absorption capacity, 1.22% mud content, 0.09 kg/liter bulk density, and a clear solution on the organic content test. As chemical content of sandblasting waste, the amount of SiO2, Al2O3, Fe2O3, and CaO are 93.02%, 1.02%, 2%, and 0.63%, respectively. This research concluded that shipyard sandblasting waste has characteristics that can be used as fine aggregate for sustainable building construction materials.
Studi Perancangan Drillship Untuk Eksploitasi Minyak di Wilayah Selat Makassar Mohammad Ganesha Husada; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2564

Abstract

Indonesia merupakan negara yang melimpah akan kekayaan alam, salah satunya dibuktikan dengan tersebarnya minyak dan gas bumi. Produksi minyak mentah Indonesia menempati urutan ke-22 terbesar dunia dengan produksi sebesar 707 ribu barel per hari (BPH) per November 2020. Salah satu wilayah dengan cadangan minyak adalah Selat Makassar yang terdapat beberapa lapangan minyak di perairan dalam (offshore). Oleh karena itu potensi tersebut seharusnya dimaksimalkan dengan cara dieksploitasi menggunakan offshore platform seperti drillship. Drillship merupakan kapal yang dilengkapi dengan peralatan pengeboran untuk eksploitasi minyak di perairan dalam. Kapal ini memiliki keunggulan karena dirancang dapat berpindah tempat ketika cadangan minyak di tempat sebelumnya telah habis. Tujuan penelitian ini yaitu merancang drillship yang disesuaikan dengan Selat Makassar. Perancangan drillship dilakukan dengan metode parent design approach yang kemudian dianalisa hambatan, stabilitas dan olah gerak kapal. Drillship dirancang dengan LOA 235,2 m, LPP 219,4 m, lebar 42 m, sarat 12 m, tinggi 19 m, Cb 0,79 dan kecepatan 12 knot. Analisa hambatan menggunakan metode Holtrop didapatkan nilai hambatan sebesar 564,4 kN. Analisa stabilitas dilakukan berdasarkan 6 kondisi muatan kapal didapatkan hasil yang memenuhi kriteria IMO. Kemudian analisa olah gerak kapal dianalisa berdasarkan kondisi perairan Selat Makassar untuk mengetahui nilai heaving, pitching, dan rolling.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Kaitannya Dengan Perubahan Garis Pantai di Kabupaten Bintan Menggunakan Citra Satelit Landsat Dengan Klasifikasi Support Vector Machine Nur Audina; Septi Ayu Angrayni
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2897

Abstract

Tutupan lahan  dapat didefinisikan sebagai permukaan fisik suatu lahan yang akan dimanfaatkan oleh manusia sesuai kebutuhan. Informasi mengenai tutupan lahan sangat berguna untuk mengidentifikasi fungsi lahan tersebut. Lahan yang sudah berubah fungsinya tentunya akan berpengaruh baik dari segi ekonomi serta sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan menggunakan citra satelit Landsat pada tahun 2005-2017 menggunakan citra satelit Landsat 5 dan Landsat 8. Lokasi yang digunakan adalah 3 Desa yang ada di Kabupaten Bintan yaitu : Desa Berakit, Teluk Sesah dan Bintan Buyu. Pada tahap klasifikasi menggunakan algoritma Support Vector Machine dengan tipe kernel Radial Basis Function (RBF). Kelas penutup lahan pada penelitian ini adalah badan air, perkebunan, pemukiman, lahan terbuka dan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan pemukiman dan perkebunan mengalami pertambahan luasan di Desa Teluk Sesah, Berakit dan Bintan Buyu. Klasikasi menggunakan algoritma Support Vector Machine dengan kernel Radial Basis Function (RBF) menunjukkan akurasi 70, 42 % dengan koefisien kappa 0,61. Adanya alih fungsi lahan mengakibatkan terjadinya perubahan garis pantai. Abrasi pantai terjadi di Desa Berakit sedangkan akresi terjadi di Desa Teluk Sesah dan Bintan Buyu.  
Pengaruh Variasi Heat Input pada Pengelasan Dissimillar antara Baja ASTM A36 Dan ASTM A131 Terhadap Tensile Strength dan Struktur Makro Muhammad Musta'in; Khoiruman khoiruman; Heni Siswanti; Arisessy Maharani Mulananda
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2774

Abstract

In some structural engineering applications, sometimes necessary to weld two different metals, called dissimilar welding. In the shipbuilding process, the method commonly used for dissimilar welding is FCAW (Flux Cored Arc Welding). Due to the difference in material properties between the two welded metals, the quality of the welded joint needs to be studied. Several things affect the mechanical properties of the dissimilar welded joint, one of them is heat input. To evaluate the dissimilar welded joint strength, it is necessary to carry out mechanical testing. Dissimilar welding of ASTM A36 and ASTM A131 steel with three different heat inputs was analyzed experimentally by tensile test and macrostructure observation. The analysis result shows that the yield stress increases when the heat input increases but then decreases when the heat input continues to be increased up to 60 Kj/mm. The opposite result is shown by the ultimate stress value. However, in all heat input conditions at 22 Kj/mm, 52 Kj/mm, and 60 Kj/mm the yield stress and ultimate stress meet the acceptance criteria. In this study, heat input variation has no significant effect on changes in mechanical strength of dissimilar welding results. The macrostructure observations show that the higher the heat input, the wider the Heat Affected Zone (HAZ) area.
PENERAPAN MODEL KAPAL KATAMARAN TIPE ASIMETRI UNTUK KAPAL NELAYAN 3GT DI PULAU BENGKALIS Muhammad Helmi; Nurussalamun Nurussalamun; Siswandi B Siswandi B
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2879

Abstract

Kapal nelayan merupakan salah satu penentu sumber pendapatan yang dimiliki oleh masyarakat nelayan di Pulau Bengkalis maka, memerlukan sentuhan inovasi yang lebih baik. Inovasi yang penulis rencanakan adalah modifikasi lambung kapal nelayan 3GT menjadi lambung kapal katamaran dengan tipe Asimetris bentuk lambung kapal lurus dalam. Adanya perubahan bentuk lambung kapal ini akan berdampak pada pengurangan operasional kapal nelayan di sebabkan adanya penurunan besar mesin kapal dan berdasarkan kelebihan kapal katamaran kapal lebih nyaman. Untuk hasil analisa perbandingan antara kapal nelayan 3GT dengan kapal katamaran tipe simetris bentuk lambung kapal lurus dalam lebih memiliki tahanan total kapal lebih keci dibandingkan kapal nelayan 3GT monohull, sehingga performa kapal yang lebih baik.Kata kunci : kapal katamaran, monohull, Asimetris, tahanan total, mesin induk
Pengaruh Sudut Sudu Turbin Crossflow Pada Pembangkit Listrik Pikohidro Menggunakan Aliran Danau PCR Jupri Yanda Zaira
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2601

Abstract

Pikohidro merupakan pembangkit listrik alternatif sebagai pengganti pembangkit listrik tenaga diesel berbahan bakar fosil seperti solar atau bensin. Dari penelitian sebelumnya bahwa aliran Danau PCR mempunyai energi yang potensial untuk menghasilkan listrik, dimana alat yang digunakan adalah turbin crossflow dan genarator listrik DC menghasilkan energi listrik. Penelitian ini menggunakan sudut sudu turbin crossflow yang bervariasi pada pembangkit listrik pikohidro, dimana variasi sudut sudu turbin crossflow yaitu 20o, 30o, 40o. Selanjutnya, masing – masing variasi sudut dilakukan pengujian berupa tanpa beban (0 Watt) dan menggunakan beban berupa bola lampu pijar sebanyak 4 buah yang masing – masing mempunyai daya 60 Watt. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh performance terbaik terjadi pada pembangkit listrik pikohidro dengan sudut sudu turbin crossflow 400, dengan pemakaian beban sebanyak 4 buah bola lampu pijar (240 Watt) menghasilkan tegangan sebesar 185 Volt dan arus 0,78 Ampere. Daya listrik yang dihasilkan oleh generator setelah melewati inverter DC to AC adalah sebesar 144,3 Watt, Daya turbin sebesar 168,77 Watt, dan Effisiensi mekanik turbin crossflow sebesar 65,49%.
Kajian Eksperimental Pebandingan B20 Multi Feedstock Biodiesel Terhadap Unjuk Kerja Two Stroke Marine Diesel Engine Pada Beban Simulasi Balast Load Edi Haryono
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2946

Abstract

 Seiring dengan pesatnya perkembangan sarana transportasi dan aktivitas industri di Indonesia dari tahun ke tahun menyebabkan kebutuhan bahan bakar semakin meningkat. Salah satu sarana transportasi yang kian berkembang adalah sektor perkapalan, dimana perkapalan termasuk dalam moda transportasi laut. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa sebagian besar kapal menggunakan motor diesel berbahan bakar utama solar. Solar merupakan minyak bumi yang persediaannya semakin menipis seiring dengan meningkatnya kebutuhan bahan bakar. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui ketersediannya. Biodiesel merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan, yang dapat dipakai sebagai bahan bakar kendaraan bermotor diantaranya digunakan pada semua jenis motor diesel, khususnya pada motor diesel kapal. Keunggulan dari biodiesel adalah bersifat biodegradable, tidak beracun, dan memiliki emisi yang lebih sedikit daripada dari minyak diesel yang berbasis minyak bumi ketika dibakar. Biodiesel terbuat dari minyak nabati yang berasal dari sumber daya yang dapat diperbaharui. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan multi feedstock biodiesel dengan bahan dasar multi feedstock 1(minyak kelapa sawit, minyak kemiri, dan minyak jagung), multi feedstock 2(minyak kelapa sawit, minyak zaitun dan minyak canola) dan multi feedstock 3(minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan minyak jelantah) yang akan dicampurkan dengan minyak diesel (solar) sehingga menjadi bahan bakar B20 multi feedstock. Bahan bakar variasi B20 multi feedstock tersebut diuji cobakan ke motor diesel marine two-stroke untuk mendapatkan data unjuk kerja. Hasil uji karateristik bahan bakar nilai kalori paling tinggi B20 Multi Feedstock 2, nilai viskositas paling rendah B20 Multi Feedstock 2, nilai flash point paling rendah B20 Multi Feedstock 2 dan nilai cetane number paling tinggi  B20 Multi Feedstock 3. Dari hasil uji karateristik bisa diambil kesimpulan yang mempunyai karateristik bahan bakar yang baik adalah B20 Multi Feedstock 2. Hasil analisa unjuk kerja yang paling optimum dari ketiga bahan bakar B20 Multi Feedstock 1, 2 dan 3 baik ditinjau dari daya motor, torsi motor dan Brake Specific Fuel Consumption(BSFC) adalah B20 Multi Feedstock 1. Melihat fenomena hasil uji karateristik dan uji unjuk kerja,  peneliti mengambil kesimpulan bahwa uji karateristik bahan bakar tidak sebatas hanya item nilai kalori, viskositas, flash point dan cetane number. Idealnya hasil uji karateristik bahan bakar dan hasil uji analisa unjuk kerja menghasilkan rekomendasi komposisi bahan bakar yang sama
Pengaruh Penggunaan Mesin Las Augmented Reality terhadap Juru Las Pemula pada Proses SMAW untuk Posisi 1G (Flat) Berdasarkan Hasil Uji Penetrant Arief Syarifuddin; Erdina Arianti; Aurista Miftahatul Ilmah; Rosi Dwi Yulfani; Taufan Prasetyo
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2838

Abstract

Industri perkapalan tidak akan lepas dari proses pengelasan karena dalam proses pembangunan kapal baru atau perbaikan kapal lama, proses pengelasan akan dibutuhkan untuk menyambung bagian-bagian yang ada di kapal. Kompetensi juru las merupakan faktor penting karena kapal tidak hanya digunakan untuk mengangkut material tetapi juga manusia, sehingga kualitas hasil pengelasan menjadi faktor yang harus diperhatikan. Seorang juru las yang kompeten dibuktikan dengan sertifikat kompetensi. Biaya sertifikasi kompetensi proses SMAW (Shielded Metal Arc Welding) untuk posisi 1G (flat) masih cukup mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan mesin las Augmented Reality (AR) dengan membandingkan hasil proses SMAW posisi 1G (flat) untuk juru las pemula (tiga mahasiswa semester II) sebelum dan sesudah menggunakan mesin las AR . Material yang digunakan untuk pengelasan adalah baja karbon A-36 dengan ketebalan 10 mm dan sudut alur 70°. Juru las akan melakukan pengelasan dengan mesin las AR untuk proses SMAW posisi 1G dalam tiga tingkat kesulitan (pemula, menengah, dan lanjutan). Juru las dinyatakan memenuhi syarat ketika mereka telah melewati ketiga tingkat kesulitan pada mesin las AR. Hasil pengelasan juru las sebelum menggunakan mesin las AR menunjukkan hasil uji penetrant yang tidak memenuhi standar ASME Section VIII Mandatory Appendix 8. Hasil uji penetrant pada hasil pengelasan proses SMAW untuk 1G (flat ) posisi setelah menggunakan mesin las AR menunjukkan dua mahasiswa telah berhasil memenuhi standar akseptabilitas dan satu mahasiswa masih belum memenuhi tetapi hasil pengelasan lebih baik dari sebelum menggunakan mesin las AR.
Performa Mesin dengan Menggunakan Bahan Bakar Minyak Plastik Hasil Teknologi Pirolisis Alfansuri Alfansuri; Irwan Kurniawan
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3250

Abstract

Terdapat kebutuhan mendesak untuk mengatasi akumulasi sampah plastik. Bengkalis, suatu daerah di mana volume sampah plastik mencapai 80 meter kubik per hari. Dalam studi ini, reaktor pirolisis dirancang khusus dan dibangun untuk menangani limbah plastik jenis PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak yang dihasilkan dari proses pirolisis ini memiliki nilai kalor bawah (LHV) sebesar 40450 kJ/kg. Meskipun LHV ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai LHV bahan bakar premium (43966 kJ/kg), penemuan penting lainnya adalah bahwa pembakaran menggunakan minyak plastik ini jauh lebih bersih dibandingkan dengan premium. Hal ini terbukti dari ruang bakar mesin dan elektroda busi yang lebih bersih saat menggunakan minyak plastik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada bahan bakar premium, putaran mesin (n) meningkat seiring dengan peningkatan jumlah lampu. Daya (P) yang dihasilkan juga meningkat seiring dengan peningkatan jumlah lampu. Sementara itu, pada bahan bakar minyak plastik, putaran mesin relatif stabil dengan penambahan jumlah lampu. Daya yang dihasilkan juga meningkat seiring dengan peningkatan jumlah lampu. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi pirolisis dalam mengkonversi limbah plastik menjadi minyak menunjukkan potensi yang baik. Meskipun bahan bakar minyak plastik memiliki putaran mesin yang sedikit lebih tinggi daripada premium, namun minyak plastik mampu menghasilkan daya yang sama atau lebih tinggi dengan torsi yang lebih besar. Hal ini menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih tinggi dan potensi sebagai alternatif bahan bakar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, teknologi pirolisis dapat menjadi solusi efektif dalam pengelolaan limbah plastik dan memberikan alternatif sumber energi baru di tengah kelangkaan bahan bakar minyak.
Perbandingan Seakeeping Sebelum dan Sesudah Modifikasi Bentuk Lambung (Studi Kasus. KM Proff Jigging) Edy Haryanto
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.2881

Abstract

AbstrakProff Jigging merupakan sebuah kapal penumpang yang dimodifikasi panjang dan bentuk lambungnya. Tujuan modifikasi ini  adalah mengubah fungsi dari kapal penumpang menjadi kapal kargo. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kondisi olah gerak sebelum dan sesudah dimodifikasi menggunakan program simulasi maxsurf, sehingga dengan mengetahui nilai pergerakan kapal dapat diketahui kondisi kapal jika mengalami gangguan akibat gelombang. Hasil evaluasi Sebelum dimodifikasi pada 0 knot kapal memiliki nilai amplitudo yang lebih besar pada gerakan roll RAO dengan nilai amplitudo sebesar 6.654 deg dan pitch RAO sebesar 2.013 deg. Setelah dilakukan modifikasi kapal memiliki nilai amplitudo terbesar pada pergerakan RAO heave dengan nilai amplitudo 1,206 m. Kemudian setelah dimodifikasi pada kecepatan 20 knot, kapal memiliki nilai amplitudo terbesar pada pergerakan RAO heave dengan nilai 2.058 m, RAO roll sebesar 6.684 deg dan pitch RAO sebesar 1.884 deg. Secara keseluruhan, hasil evaluasi setelah dimodifikasi memiliki kinerja pergerakan yang lebih baik dibandingkan dengan model sebelum modifikasi sebesar 6,8%. ABSTRACTProf Jigging is a passenger ship that has been modified in length and shape of the hull. The purpose of this modification is to change the function of a passenger ship into a cargo ship. The evaluation was carried out to determine the condition of the movement before and after being modified using the maxsurf simulation program, so that by knowing the value of the ship's movement, the condition of the ship can be known if it experiences disturbances due to waves. Evaluation results Before being modified at 0 knots the ship has a larger amplitude value in the RAO roll motion with an amplitude value of 6.654 deg and an RAO pitch of 2.013 deg. After modification, the ship has the largest amplitude value in the RAO heave movement with an amplitude value of 1,206 m. Then after being modified at a speed of 20 knots, the ship has the largest amplitude value in the RAO heave movement with a value of 2.058 m, RAO roll of 6.684 deg and RAO pitch of 1.884 deg. Overall, the evaluation results after being modified have a better movement performance compared to the model before the modification of 6.8%.