cover
Contact Name
Manpan Drajat
Contact Email
Manpan Drajat
Phone
-
Journal Mail Official
alafkarjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
al-Afkar, Journal For Islamic Studies
ISSN : 26144883     EISSN : 26144905     DOI : -
Core Subject : Social,
al-Afkar, Journal for Islamic Studies is published by Association of Secondment Lecturers (Asosiasi Dosen DPK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Indonesia. Focus of al-Afkar, Journal for Islamic Studies is on publishing original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, it covers various issues on the Islamic studies within such number of fields as Islamic Education, Islamic thought, Islamic law, political Islam, and Islamic economics from social and cultural perspectives and content analysis from al-Qur’an and Hadist. In other than forementioned field in Islamic Studies, al-Afkar, Journal for Islamic Studies also accepts articles which cover the topic on the cross section between Islam Studies and other scientific field, such as sociology, law, economics, and others.
Arjuna Subject : -
Articles 1,567 Documents
Moderasi Beragama Dalam Perspektif Hadits Tematik Mursidin; Mahmudin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.466

Abstract

Islam wasathiyah adalah islam yang rahmatan lil ‘alamin, bukan Islam seperti pemahaman para ekstremis yang cenderung mengedepankan sikap keras tanpa kompromi (ifrâth), atau pemahaman kelompok liberalis yang sering menginterpretasikan ajaran agama dengan sangat longgar, bebas, bahkan nyaris meninggalkan garis kebenaran agama sekalipun (tafrîth). Artikel ini bertujuan untuk menggali hadits-hadits nabawi yang menjadi dasar untuk bersikap moderat dalam beragama Islam, baik dalam beraqidah, beribadah, dan bermuamalah. Sehingga akan menghasilkan pemahaman yang utuh tentang moderasi beragama yang sesungguhnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui studi pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode tematik, dengan cara pengumpulan hadis dan mengorelasikan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hadis yang melarang umat Islam untuk bersikap ekstrim dalam beragama baik dalam beraqidah, beribadah, dan bermuamalah dengan sesama. Hadits-hadits shahih yang ada mengajak untuk memahami dan mengamalkan agama harus melalui jalur keseimbangan dan berada di jalan tengah sehingga agama terkesan ramah, lembut dan kasih sayang. Prinsip moderasi dalam beragama (wasathiyah) yang diterangkan dalam hadis nabawi adalah prinsip al-khairiyah (menjadi yang terbaik).
Thoughts Of Madzhab Imams About Corruption And Its Sanctions (Preventive Measures Against Corruption) Dedi
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.508

Abstract

This research was done to find out what Imams of Madzhab thought about corruption and what their basic beliefs were. Normative juridical research was used to study this, and the conclusion was that corruption violates sharia. Shari'a Islam aims to protect human health by ensuring that what is called maqashidussy syaria'ah is realized. In broader terms, corruption practices go against principles of fairness, accountability, and responsibility. Corruption can have a negative impact on the life of the state and society, leading to damage in advance. The rationale for punishment for perpetrators of corruption according to the Imams of Madzhab is to place corruption in the category of takzir takzir. Takzir is a legal sanction that is imposed on a person who commits a crime that violates both Allah's rights and human rights. This form of sanction is not explicitly determined in the texts of the Quran and hadith, because no specific determination has been made. This means that the decision to impose it is left to the discretion of the judge or local authorities. Takzir legal sanctions can take a number of forms, such as imprisonment, ending punishment, entering a list of people, or legal dismissal.  
Penerapan Metode Edutainment Pada Program Literasi Anak Di Desa Cibening Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Willa Putri; Saiful Falah; Gugun Gunawan
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.468

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang mana peneliti ingin menguraikan bagaimana penerapan metode edutainment pada program literasi sebagai upaya menumbuhkan minat baca anak. Penelitian ini berlokasi di Desa Cibening Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, adapun yang menjadi sasaran kegiatan adalah anak-anak seusia sekolah dasar.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode edutainment sangat cocok dan efektif digunakan dalam program literasi karena metode ini memiliki konsep bermain tanpa meninggalkan belajar, sehingga kegiatan sangat asyik, anak-anak merasa tidak jenuh, dan bebas dari tekanan. Hal ini dibuktikan dengan respon dan perkembangan kognisi yang dimiliki oleh anak, yang mana anak-anak mulai suka dengan membaca, menulis dan bahkan tidak lagi bosan dengan pelajaran berhitung. Tentunya di setiap kegiatan yang dilakukan pasti akan menemukan kendala yang mengiringinya, salah satu kendala yang ditemukan pada saat pelaksanaan adalah tidak maksimalnya kehadiran anak-anak dalam kegiatan ini
Analisis Pendidikan Religius Anak Jalanan Di Rumah Kreatif Keboen Sastra Imas Kania Rahman; Lukman Anwar
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.469

Abstract

Diketahui, anak- anak jalanan di Kota Bogor dengan sangat mudah ditemukan dan tersebar disekitaran lampu merah di Kota Bogor. Kadinsos Kota Bogor Fahrudin menjelaskan, upaya itu sudah dilakukan dengan cara sosialisasi dan pembinaan. "Dinsos melakukan pembinaan lewat komunitas anak- anak jalanan seperti kebun sastra. Dinsos pun terus lakukan motivasi kepada anak jalanan di Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan religius anak jalanan dengan perubahan perilaku anak jalanan. Penelitian ini dilakukan di Bubulak, Kota Bogor dengan menggunakan pendekatan melalui metode kualitatif library reasech, dan penelusuran dokumen di Rumah Kreatif Keboen Sastra. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan religius anak jalanan sangatlah penting. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendidikan religius di Rumah Keboen Sastra belum begitu detail, program ini lebih ke pengembagan musik yang tadinya mengamen di terminal atau angkot kini lebih mengarah ke tempat- tempat wisata atau taman- taman di Kota Bogor dengan menggunakan alat musik pada umumnya diantaranya gitar melodi, gitar bas, dan drum sehingga musik lebih terlihat professional dan tidak asal-asalan.
Studi Pendidikan: Moderasi Islam Untuk Menangkal Radikalisme di Jawa Barat Syarif Hidayat; Nurjanah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.470

Abstract

[Studi Pendidikan: Moderasi Islam Untuk Menangkal Radikalisme di Jawa Barat] Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga diperlukan pemahaman tentang demokrasi berdasarkan Islam agar dapat diterima dengan mudah. Pluralisme di Indonesia termasuk Jawa Barat tidak akan berjalan dengan baik, jika tidak memiliki konsep yang dapat diterima oleh semua kalangan. Karena kelompok radikalisme sering kali menyuarakan pemurnian ajaran Islam dengan menolak sistem demokrasi, dan berujung dengan melakukan aksi teror. Konsep tersebut adalah pemahaman moderasi Islam, sehingga pendidikan mampu memberikan jawaban semua kebutuhan masyarakat yang majemuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis kritis dengan tujuan untuk mengkaji gagasan primer mengenai suatu “ruang lingkup permasalahan” yang diperkaya oleh gagasan sekunder yang relevan. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dengan cara mengumpulkan beberapa dokumen, baik yang berbentuk buku, jurnal, majalah, artikel maupun karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan pembahasan. Teknik analisa data dilakukang dengan cara analisis deskriptif dan content analysis atau analisis isi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Radikalisme berbasis agama di Jawa Barat tumbuh dan berkembang karena didukung oleh situasi masyarakat yang mengalami tekanan politik, ketidakadilan sosial, dan adanya jurang yang dalam antara kaya dan miskin. Moderasi Islam hadir sebagai wacana atau paradigma baru untuk memahami Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai tasamuh, pluralisme dan ukhuwah. Islam rahmatan lil ‘lamin yang mengedepankan persatuan dan kesatuan umat, serta Islam yang membangun peradaban dan kemanusiaan dalam bingkai Islam Nusantara. Konstruksi, aktualisasi dan upaya moderasi Islam di Jawa Barat dilakukan oleh lembaga pendidikan agama dan keagamaan terutama Pesantren dengan mengedepankan karakter fikrah tawashshutiyyah, fikrah tasamuhiyyah, fikrah ishlahiyyah, fikrah tathawwuriyyah, dan fikrah manhajiyyah.
Konsep Manusia Dalam Pandangan Sayyed Hossein Nasr Sayyid Musthofa Ahmad; Munir; Maman Lukmanul Hakim
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.471

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan memberikan penjelasan tentang konsep manusia dalam pandangan Seyyed Hossein Nasr. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan Library Research dalam menganalisis sebuah objek penelitian. Selain dari pada itu dalam metode tersebut memiliki dua sumber data yaitu primer dan sekunder. Yang dimaksud dengan sumber primer yaitu sumber utama penelitian yang disusun langsung atau yang berkaitan langsung dengan penelitan. Sedangkan sumber sekunder yaitu sumber pendukung terhadap objek penelitian baik itu berupa artikel, jurnal, buku-buku atau lain sebagainya. Menurut Sayyid Hossein Nasr kodrat manusia dalam istilah yang disebutnya filsafat tradisional, filsafat abadi, tetapi argumennya sungguh berbeda dengan sudut pandang modern yang berbasis sains. Nasr percaya bahwa penjelasan lengkap tentang sifat manusia dapat ditemukan dengan jelas dalam teks-teks tradisional dan agama. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai kodrat manusia bahwa manusia adalah cerminan dari Nama-nama dan Sifat-sifat Tuhan. Pantulan sifat Tuhan dalam diri manusia adalah seperti cermin yang memantulkan cahaya matahari. Dia menghubungkan ini dengan meniupkan Roh Tuhan ke dalam tanah liat yang menjadi sumber asli manusia. Nasr juga mengungkapkan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk menjadi perwujudan Tuhan, sebagai cerminan dari atribut dan namanya. Lebih jauh, ia menemukan konsep umum dalam agama dan tradisi, khususnya Yahudi dan Kristen, tentang peristiwa manusia yang diberkahi dengan aspek ilahi. Dalam penelitian ini menjelaskan juga mengenai upaya Sayyid Hossein Nasr dalam mengkritik modernitas dan rasionalitas barat, karena Sayyid Hossein Nasr disini terpengaruhi oleh sebuah konsep insan kamil atau manusia tradisional. Manusia telah menjadi alam, dia adalah struktur yang paling sempurna dengan tiga fungsi dasar. Sebagai bagian dari alam, sebagai sarana penyataan wahyu Tuhan, dan sebagai pancaran spiritual dari Tuhan. Ketiga hal ini menempatkan orang pada sisi sebenarnya.
Syahadah Sebagai Pandangan Hidup Persfektif Ali Syariati Muhammad Sidik Abdul Karim; Munir; Ayi Rahman
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.472

Abstract

Wacana atau kajian tentang syahadah jarang dibicarakan, seolah wacana tentang syahadah sudah final. Penelitian ini memiliki tujuan yakni membahas mengenai syahadah sebagai pandangan hidup persfektif Ali Syariati. Penelitian ini sangat penting, sebab masih sedikit kajian tentang konsep bersaksi (syahadah). Oleh karena itu, penelitian ini hadir sebagai bentuk pengingat, bahwa wacana tentang syahadah itu belum final. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif yakni metodedeskriptif analisis. Teknik dalam pengumpulan datanya menggunakan studi pustaka (library research). Adapun hasil dari penelitian ini ialah syahadah merupakan kebersaksian seorang muslim terhadap segala sesuatu. Oleh sebab itu, orang yang telah bersaksi harus menanamkan nilai-nilai keislaman, melawan segala bentuk kedzaliman. Hal ini sudah dicontohkan oleh Ali Syariati melalui Imam Husein pada peristiwa karbala. Dalam pandangan hidup islam, seorang muslim selalu menyandarkan dirinya pada Al-qur’an, dan hadist disertai semangat tauhid. Yang telah dilakukan oleh Imam Husein ialah bentuk syahdah sebagai pandangan hidup.
Konsep Manusia Perspektif Syaikh Siti Jenar Dalam Novel Heptalogi Karya Agus Sunyoto Muhammad Aldi Kurniawan; R. Yuli Ahmad Hambali; Neng Hannah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan memberikan penjelasan tentang konsep manusia dalam pandangan Syaikh Siti Jenar dalam novel heptalogi karya Agus Sunyoto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah buku novel heptalogi karya dari Agus Sunyoto yang berjumlah tujuh buku. Sedangkan data sekunder berupa artikel jurnal, makalah, dan juga dokumen lain yang mendukung dengan penelitian tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah suatu penggambaran tentang bagaimana hakikat manusia dalam Al-Qur’an dan juga bagaimana konsep manusia menurut Syaikh Siti Jenar dalam novel heptalogi karya Agus Sunyoto. Dalam pandangan Al-Quran, manusia itu memiliki tugas utama yaitu untuk beribadah kepada Allah, menjadi Khalifah di muka bumi ini dan juga memakmurkan bumi. Dan menurut Syaikh Siti Jenar, setiap manusia itu pada firtahnya adalah merdeka, tidak dibenarkan adanya konsep kawula-gusti dalam manusia juga manusia itu adalah makhluk yang memiliki keistimewaan dan makhluk yang sempurna (insan al-kamil) yang memiliki tugas sebagai wakil Allah di muka bumi ini (khalifah Allah fi al-ardh) mengubah dan memberikan pembaharuan ke arah yang lebih baik lagi bagi umat manusia.
Penguatan Agama Dan Wawasan Budaya Sebagai Upaya Dalam Menumbuhkan Spirit Moderasi Beragama Choirul Muna; Puji Lestari
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.483

Abstract

Konsekuensi hidup dalam masyarakat multikultural seharusnya dapat terwujudnya rasa menghormati perbedaan. Akan tetapi hal ini belum sepenuhnya terwujud, dikarenakan isu mengenai SARA masih hangat diperbincangkan terutama diberbagai media sosial. Jika hal demikian dibiarkan begitu saja, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah intervensi agar dapat mewujudkan suatu keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kiat-kiat dalam menumbuhkan spirit moderasi beragama. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan literature review, yakni melakukan telaah pustaka lalu dikomparasi dan ditambahkan sesuai dengan konsep yang dikembangkan. Hasilnya menunjukkan bahwa penguatan agama berbasis wawasan budaya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan harus senantiasa melekat bersatu. Perlunya upaya dalam menumbuhkan sikap toleransi dalam merawat keberagaman dapat dijembatani melalui penyadaran akan penguatan agama dan wawasan budaya. Oleh karena itu, hal ini menjadi urgensi di era disrupsi ini. Model-model penguatan pemahaman agama dan budaya ini diperlukan sebagai langkah strategis untuk menata kembali sekaligus menguatkan hubungan antara agama dan budaya dalam bingkai toleransi.
Model Komunikasi KUA Kecamatan Binjai Selatan Dalam Prosedur Pelayanan Pernikahan Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Binjai Mailin; Dyna Mardiana
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.484

Abstract

Penelitian ini ingin mencari tahu prosedur pelayanan pernikahan di KUA Kecamatan Binjai Selatan di kota Binjai pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini termasuk penelitian Kualitatif dengan jenis penelitian kelapangan (field research). Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. KUA kecamatan Binjai Selatan memanfaatkan new media berbasis internet untuk berinteraksi dan memperkenalkan aplikasi simkah yang mempermudah prosedur pelayanan pernikahan masa pandemi covid-19 di kota Binjai selain prosedur-prosedur pernikahan yang sudah diatur dalam surat edaran atau peraturan kementrian Agama lainnya. Selain itu KUA juga menerapkan model komunikasi langsung dalam memberikan informasi terkait pernikahan kepada masyarakat yang mana masyarakat datang ke lokasi kantor KUA Binjai selatan

Page 23 of 157 | Total Record : 1567