cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore" : 10 Documents clear
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PESISIR KECAMATAN SUPPA, KABUPATEN PINRANG Damis -; Surianti -; Hasrianti -; A. Rini Sahni Putri; Asmidar -
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.119-124

Abstract

Penentuan lokasi budidaya rumput laut menggunakan aplikasi sistem informasi geografis di wilayah pesisir Kecamatan Suppa. Penelitian ini dilaksanakan berkisar sepuluh bulan pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kesesuain lahan pada budidaya rumput laut dengan menggunakan aplikasi ‘Sistem Informasi Geografis’. Penelitian ini memiliki karakteristik lahan sebagai penyusun kualitas lahan untuk budidaya rumput laut yaitu: tinggi gelombang, kecepatan arus, pasang surut, kedalaman, kekeruhan, suhu, salinitas, pH, nitrat dan fosfat. Penelitian ini memiliki tujuan sebagai bahan informasi dalam usaha perbaikan kualitas dan rencana pengelolaan ekosistem pesisir secara terpadu dan berkelanjutan terhadap pengambil kebijakan dalam hal ini pemerintah setempat serta memberikan gambaran tentang pentingnya budidaya rumput laut di wilayah pesisir. Adapun hasil analisis data spasial lokasi kesesuaian lahan budidaya rumput laut yang memiliki golongan sesuai ±996,63Hektar dan tidak sesuai ±361,25 Hektar oleh sebab itu sangat baik dilakukan budidaya rumput laut dengan luas wilayah sangat tinggi memungkinkan dilakukan budidaya rumput laut berbasis lingkungan. Kata kunci: kesesuaian, lahan, budidaya, rumput laut
MODIFIKASI SISTEM PEMIKAT CAHAYA KEDIP PADA BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN SIBOLGA Juni Susanti Banurea; Melani Manurung
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.125-131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan ikan karang dengan penggunaan atraktor cahaya berkedip dalam bubu dan membandingkan hasil tangkapan tanpa menggunakan cahaya berkedip. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari di perairan Labuan Angin, kecamatan Tapanuli Tengah dengan menggunakan metode eksperimen. Data dikumpulkan dari 3 unit bubu yang dipasangkan cahaya berkedip. Hasil tangkapan bubu selama penelitian berjumlah 56 ekor ikan Hasil tangkapan yang diperoleh 37 ekor ikan tertangkap menggunakan bubu lampu berkedip dan 19 ekor ikan tertangkap menggunakan bubu tanpa cahaya berkedip. Hasil analisis uji menunjukkan efek yang tidak sama konkret terhadap hasil tangkapan antara bubu menggunakan cahaya berkedip dan bubu tanpa cahaya berkedip. Kata kunci: atraktor, bubu, cahaya berkedip, ikan karang
PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN HIAS AIR LAUT DENGAN PENGGUNAAN BIOFILTER PADA SISTEM RESIRKULASI Ladestam Sitinjak; Henry Sinaga
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.133-139

Abstract

Rendahnya kualitas dan kuantitas budidaya ikan disebabkan salah satunya eksploitasi laut yang terus menerus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan biofilter pada sistem resirkulasi terhadap kualitas air yang digunakan untuk pengembangan budidaya ikan hias air laut. RAS (Recirculating Aquaculture System) merupakan teknik pengolahan air laut yang memadukan filter biologi dan fisika yang mampu meningkatkan kualitas air. Metode yang dilakukan adalah metode eksperimen dan menggunakan analisis data ANOVA (Analysis of Variant) yang disajikan dalam bentuk sidik ragam dan histogram. Kualitas air dengan sistem resirkulasi biofilter ini tergolong baik, yaitu suhu air 280C, salinitas 26 ppm dan kelulushidupan ikan hias air laut 100%. Kata kunci: biofilter, ikan hias air laut, resirkulasi, terumbu karang
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP PADA OPERASI PENANGKAPAN UDANG DI KABUPATEN PANGANDARAN SELAMA TAHUN 2015-2019 Izza Mahdiana Apriliani; Herman Hamdani; Achmad Rizal
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.141-148

Abstract

Salah satu kabupaten penghasil udang terbesar di Jawa Barat adalah Kabupaten Pangandaran. Besarnya produksi udang di perairan Kabupaten Pangandaran tidak terlepas dari produktivitas alat tangkap yang dioperasikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui produktivitas alat tangkap penangkap udang di Kabupaten Pangandaran. Riset dilaksanakan bulan Agustus-Oktober 2019. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa produksi udang mengalami fluktuasi kenaikan, jumlah produksi udang terbesar terjadi pada tahun 2017 yaitu sebesar 965.877,40 kg. Terdapat beberapa alat penangkapan ikan yang dioperasikan untuk menangkap udang di Kabupaten Pangandaran yaitu jaring bernong sebanyak 459 unit, trammel net sebanyak 315 unit, pukat pantai sebanyak 27 unit dan dogol sebanyak 25 unit. Jaring bernong yang dimaksud merupakan alat tangkap bottom gillnet karena menangkap ikan demersal. Nilai produktivitas alat tangkap paling tinggi yaitu alat tangkap dogol sebesar 4,4 kg/trip dan pukat pantai 4,4 kg/trip dan nilai produktivitas terendah yaitu pada alat tangkap trammel net sebesar 1,8 kg/trip dan jaring bernong sebesar 1,4 kg/trip. Kata kunci: alat tangkap, nelayan, Pangandaran, udang
TURBIN ANGIN MINI SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER ENERGI LISTRIK UNTUK LAMPU NAVIGASI PADA KAPAL PENANGKAP IKAN Dudi Firmansyah; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.149-158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu (siang dan malam) terhadap besarnya kecepatan angin (km/jam) di daerah penelitian, mengetahui tipe angin berdasarkan kecepatan angin (km/jam) rata-rata di daerah penelitian menurut tabel skala Beaufort, mengetahui pengaruh jumlah 3 sudu dan 6 sudu pada turbin angin terhadap kecepatan putaran per menit (rpm) alternator, mengetahui perbandingan lama waktu pengisian baterai oleh turbin angin dengan 3 sudu dan 6 sudu, mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk menghidupkan rangkaian lampu LED. Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan, yaitu melakukan uji coba turbin angin dengan 3 sudu dan 6 sudu. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan analisis lanjut. Waktu (siang dan malam) memberikan pengaruh terhadap besarnya kecepatan angin. Turbin angin dengan 6 sudu menghasilkan kecepatan (rpm) alternator lebih besar dibandingkan dengan 3 sudu. Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ampere baterai sampai penuh dengan 3 sudu yaitu 1 jam 45 menit, sedangkan dengan 6 sudu waktu yang dibutuhkan hanya 1 jam 30 menit. Energi yang dihasilkan turbin angin mini dengan 6 sudu mampu untuk menghidupkan tiga buah rangkaian lampu LED (putih, merah, dan hijau) selama 125,6 jam atau sama dengan ± 5 hari. Kata kunci: turbin angin mini
POLA MUSIM IKAN TERI (Stolephorus sp) DAN UPAYA PENANGKAPAN PAYANG DI KECAMATAN PASONGSONGAN SUMENEP, MADURA Miftahol Arifin; Zulkarnain; Wazir Mawardi; Dwi Putra Yuwandana
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.159-168

Abstract

Sumberdaya ikan teri di Kabupaten Sumenep salah satunya adalah ikan teri nasi (Stolephorus sp.) yang umumnya ditangkap menggunakan alat tangkap payang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pendugaan pola musim penangkapan teri pada alat tangkap payang teri di Pasongsongan. Pola musim penangkapan teri diambil menggunakan data sekunder dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, sedangkan keragaan alat tangkap payang teri menggunakan data primer yang diambil secara langsung dari nelayan setempat. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan menggunakan metode purposive sampling untuk mendeskripsikan keragaan alat tangkap payang teri. Sampel yang diambil sebanyak 8 perahu payang teri yang beroperasi di Kecamatan Pasongsongan. Pola musim penangkapan dihitung menggunakan metode rata-rata bergerak (moving average), sedangkan keragaan payang teri di analisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa musim penangkapan ikan teri yang baik dilakukan pada bulan Januari, Februari, Maret, Oktober, November, dan Desember ditunjukkan oleh IMP lebih dari 100%. Kata kunci: ikan teri, musim ikan teri, Pasongsongan, payang, Sumenep
KEARIFAN LOKAL MENUJU SDGs’14: STUDI KASUS LUBUK LARANGAN TEPIAN NAPAL KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Muhammad Natsir Kholis; Edwarsyah
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.169-182

Abstract

Pergeseran kualitas habitat, pencemaran dan masuknya beberapa spesies asing menyebabkan perubahan lingkungan ekologis perairan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kearifan lokal menuju SDGs’14, studi kasus kearifan lokal lubuk larangan tepian napal Sungai Batang Tebo Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli-Agustus 2019 dengan metode survei. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan teknik flag modelling Ecosystem Approach Fisheries Management (EAFM) yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal lubuk larangan tepian napal sudah mengarah ke SDGs’14 dengan kategori baik (light green flag). Sistem partisipatif, adat-istiadat dan kekeluargaan menjadi ciri khas kearifan lokal lubuk larangan dalam menjaga sumberdaya perikanan di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Kata kunci: EAFM, Muara Bungo, SDGs’14, sungai, Tanah Tumbuh
PERFORMA RENANG IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) PADA SUHU AIR YANG BERBEDA Wazir Mawardi; Novita Virlydianty; Muhammad Fedi Alfiadi Sondita; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.183-190

Abstract

Tingkah laku ikan sangat diperlukan dalam perikanan tangkap karena dapat dijadikan dasar dalam menilai dan mengembangkan metode penangkapan ikan dan alat penangkapan ikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkah laku ikan adalah suhu perairan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkah laku ikan, khususnya ketahanan renang ikan bawal pada suhu yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Agustus 2019 di laboratorium tingkah laku ikan Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini akuarium, flume tank, alat tulis, stopwatch, flash disk, kamera, tripod, scoopnet, chiller, heater, pH meter, termometer, timbangan, meteran. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kecepatan dan ketahanan renang ikan pada air dengan suhu 20°C, 27°C dan 35°C. Penelitian eksperimen diterapkan untuk melihat pengaruh suhu air terhadap ketahanan renang ikan bawal (Colossoma macropomum). Peningkatan frekuensi kibasan sirip ekor ketika ikan berenang pada air bersuhu lebih tinggi diperkirakan tidak terlalu efektif dalam meningkatkan kecepatan renang. Ketahanan renang ikan ketika berenang pada kecepatan 2-3 BL/s menurun dengan adanya peningkatan suhu. Kata kunci: ikan bawal, kecepatan renang, ketahanan renang, suhu air
PENGEMBANGAN PRODUK TERI OLAHAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI CAROCOK TARUSAN, PROVINSI SUMATERA BARAT Julia Eka Astarini; Darmawan; Rahmavinda Aulia Putri; Risti Endriani Arhatin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.191-203

Abstract

Masyarakat yang tinggal di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan mengolah ikan teri menjadi teri asin yang disebut ikan bada cuci. Ikan bada cuci yang dijual di Padang, Bukittinggi, dan Pekanbaru saat ini harganya kalah bersaing dengan produk serupa dari daerah lain. Apabila hal ini berlanjut maka masyarakat akan menderita kerugian dan bahkan kehilangan mata pencaharian. Penelitian ini bertujuan: 1) mengidentifikasi akar penyebab permasalahan harga ikan bada cuci dari Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan kalah bersaing dengan produk serupa dari daerah lain, 2) memberikan rekomendasi agar harga ikan bada cuci dari Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan dapat lebih bersaing. Metode penelitian menggunakan metode survei dan teknik pengumpulan data berupa sensus. Tujuan pertama penelitian dicapai dengan menggunakan Diagram Ishikawa. Adapun tujuan kedua dicapai dengan mengidentifikasi proses produksi ikan bada cuci dan peluang penurunan biaya produksinya secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar penyebab permasalahan harga ikan bada cuci dari Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan kalah bersaing dengan produk serupa dari daerah lain adalah kurangnya pengetahuan manajemen usaha dan modal usaha dari pengolah. Rekomendasi yang dapat diberikan agar harga ikan bada cuci dari Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan dapat bersaing antara lain adalah: 1) dari segi biaya produksi, terdapat biaya yang berpeluang untuk dikurangi yaitu harga bahan baku dan harga bahan bantu pengolahan, 2) dari segi teknis, diperlukan modernisasi peralatan pengolah dan pengering, serta 3) dari segi manajemen, diperlukan pelatihan manajemen usaha dan pengembangan pemasaran untuk pengolah. Kata kunci: Carocok Tarusan, ikan bada cuci, ikan teri, persaingan harga, proses produksi
ANALISIS KEBIJAKAN KESELAMATAN KERJA PADA KEGIATAN OBSERVASI IKAN DAN ALAT PENANGKAPAN IKAN Achmad Tan'im Makky Gemilang; Fis Purwangka; Wazir Mawardi; Akhmad Solihin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.205-213

Abstract

Aktivitas penyelaman mengandung risiko bahaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) jika pelaksanaannya menyimpang dari prosedur. Oleh karena itu diperlukan usaha preventif yakni antara lain melalui pembuatan peraturan perundang-undangan dan pengawasannya. Tujuan penulisan ini untuk mengkaji kebijakan lembaga-lembaga internasional dan sejauh mana kebijakan nasional mengatur keselamatan pada aktivitas observasi ikan dan alat tangkap. Data yang diambil adalah data pustaka atau telaah dokumen berupa kebijakan/pedoman (guidance) mengenai keselamatan kerja penyelaman dari lembaga internasional dan nasional. Penelitian awal dilaksanakan pada 2018 kemudian disempurnakan pada tahun 2021. Pengumpulan dilakukan dengan cara observasi content analysis yakni merupakan metode pengumpulan data penelitian melalui teknik observasi dan analisis terhadap isi pesan suatu dokumen. Keselamatan pada aktivitas penyelaman ilmiah pada hakekatnya untuk melindungi lingkungan dan orang-orang yang ada di tempat kerja agar terhindar dari kecelakaan. Indonesia baru memulai menerapkan beberapa aturan dan pedoman dari rekomendasi internasional sehingga dalam penerapannya masih terdapat kekosongan peraturan dan ditemukan beberapa kekurangan isi substansi dalam implementasinya. Maka Indonesia perlu melakukan pembenahan dalam kebijakan nasional mengenai keselamatan pada aktivitas selam untuk kepentingan ilmiah. Kata kunci: ikan, kebijakan, keselamatan kerja, penyelaman

Page 1 of 1 | Total Record : 10