cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) STADIUM AKHIR DI RUMAH SAKIT AULIA PEKANBARU Primadhini, Tessa Amanda; Almasdy, Dedy; A, Almahdy
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.2173

Abstract

Setiap tahun terjadi peningkatan prevalensi penyakit gagal ginjal kronik (GGK) stadium akhir atau End Stage Renal Disease (ESRD) di Indonesia, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut dan angka kejadian penyakit diabetes melitus dan hipertensi yang juga berpotensi terjadinya komplikasi penyakit lain dalam jangka panjang seperti anemia, kelainan mineral dan tulang, sehingga membutuhkan penggunaan berbagai macam obat (polifarmasi). Penggunaan obat dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama akan meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi obat yang berisiko menurunkan efektivitas terapi dan memperburuk kondisi pasien. Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, jenis obat yang digunakan, potensi interaksi obat, tingkat keparahan dan mekanisme interaksi obat pada pasien GGK stadium akhir. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan total 112 sampel yang memenuhi kriteria inklusi periode Januari dan Desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dan data dikumpulkan secara retrospektif. Analisis interaksi obat dilakukan berdasarkan software Drugs.com dan Drugbank.com dengan pengelompokan berdasarkan tingkat keparahan minor, sedang dan mayor. Hasil yang didapatkan, pasien dengan GGK sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (55,36%), rentang usia ≥65 tahun (48,21%), lama perawatan ≤7 hari (60.71%), hipertensi (51,79%), jumlah penggunaan obat 6-10 jenis ( 56.25%) dan obat yang paling banyak digunakan adalah Furosemid (6,54%). Proporsi pasien yang mengalami kejadian interaksi obat sebesar 95% dengan kejadian interaksi terbanyak 1-3 kali (56,60%) dalam waktu penggunaan obat yang bersamaan. Interaksi obat yang paling sering terjadi adalah kombinasi Furosemide dan Omeprazole (8,73%). Proporsi tingkat keparahan kelompokkan dengan kategori minor (13,32%), moderat (13,32%) dan mayor (2,4%)
PENGARUH KONSELING KELOMPOK MENGGUNAKAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY DALAM PENINGKATAN COPING ADHERENE PASIEN HIV/AIDS MENGGUNAKAN OBAT ARV DI POLIKLINIK VOLUNTARY COUNSELING TESTING Alfitri, Alfitri; Neviyarni, Neviyarni; Firman, Firman; Netrawati, Netrawati; Rihaliza, Rihaliza
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.2162

Abstract

Salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam meningkatkan coping kepatuhan adalah melalui konseling kelompok dengan Terapi Kognitif-Perilaku (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dengan CBT dalam meningkatkan tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS terhadap pengobatan ARV di Klinik Voluntary Counseling Testing. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang, dengan sampel 13 pasien HIV/AIDS dari seluruh populasi penelitian yang datang ke Poliklinik Voluntary Counseling Testing di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Tingkat kepatuhan diukur berdasarkan Kepatuhan Penanganan, Analisis Skala Kepatuhan Obat Morisky (MMAS), dan tingkat depresi. Analisis univariat digunakan untuk mengamati distribusi frekuensi setiap variabel. Uji chi-square digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara kepatuhan penanganan dan kepatuhan pasien HIV/AIDS terhadap penggunaan obat ARV. P < 0,05 menunjukkan signifikansi, dan data dianalisis menggunakan SPSS versi 21.0. Dampak dari konseling kelompok dengan CBT menunjukkan peningkatan hasil adaptif pasien untuk setiap parameter. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan penanganan meningkat menjadi 92,30% dari awal 30,76%, MMAS menunjukkan peningkatan kepatuhan menjadi 92,30% dari awal 15,38%, dan keparahan depresi pada tingkat moderat mengalami penurunan sebesar 8%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terlihat bahwa intervensi konseling kelompok dengan CBT efektif dalam meningkatkan kepatuhan pada pasien HIV/AIDS.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT JERUK GUNUNG OMEH (Citrus nobilis lour) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus PADA KULIT Niken, Niken; Yusuf, Rahmi Novita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i1.2518

Abstract

ABSTRAKStaphylococcus aureus (S.aureus) merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit infeksi paling sering terjadi. S.aureus menginfeksi jaringan ataupun alat tubuh dan dapat menimbulkan penyakit yang mempunyai tanda khas berupa peradangan, nekrosis, dan pembentukan abses pada kulit. Umumnya menangani infeksi bakteri Staphylococcus aureus ini dengan pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek negatif bagi tubuh. Salah satu upaya dalam pengendalian infeksi bakteri S.aureus yaitu dengan pemanfaatan bahan herbal. Jeruk merupakan buah yang diminati oleh masyarakat, karena aromanya menyegarkan, dapat menjadi sumber vitamin C, harga relatif murah, rasanya manis, segar, mudah didapatkan. Banyaknya masyarakat yang mengkonsusmsi jeruk mengakibatkan tingginya jumlah limbah kulit jeruk. Kulit buah jeruk biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan, serta menjadi sampah yang tidak ada manfaatnya. Selama ini pemanfaatan kulit jeruk belum dilakukan secara intensif.  Kulit jeruk mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid yang diketahui berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan metode difusi cakram kertas (Kirby-bauer). Sampel yang digunakan adalah bakteri Staphylococcus aureus.  Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 10%, 15% ,60%, 20% dan kontrol positif Amoxicilin dan kontrol negatif DMSO. Analisa data dilakukan secara statistik dengan uji One-WayAnalysis of Variance (ANOVA). Data berdistribusi normal dan homogeny. Hasil penelitian didapatkan bahwa aktifitas antibakteri ekstrak kulit jeruk gunung omeh ditunjukkan adanya daya hambat terhadap bakteri S.aureus dengan rata-rata konsentrasi 20% dengan diameter  12,3 mm (kuat), 40% diameter 13,6 mm (kuat),  60% diameter 15,2 mm (kuat), 80% diameter 16,9 mm (kuat), 100% diameter 21,4 mm (sangat kuat), kontrol positif amoxicilin 11,8 mm dan kontrol negatif 0 mm. Didapatkan hasil uji ANOVA menunjukkan nilai p= 0,000 (sig.<0,05) bahwa terdapat perbedaan signifikansi antar semua perlakuan dengan kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit jeruk gunung omeh efektif menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus, hal tersebut dikarenakan diameter zona hambat ekstrak kulit jeruk gunung omeh lebih besar dari kontrol positif Kata kunci : Infeksi kulit, Citrus nobilis lour,  Staphylococcus aureus, Antibakteri ABSTRACTStaphylococcus aureus (S.aureus) is a bacterium that causes the most common infectious disease. S. aureus infects tissues or organs and can cause disease which has characteristic signs of inflammation, necrosis, and the formation of abscesses on the skin. Generally treat this Staphylococcus aureus bacterial infection by administering antibiotics. Long-term administration of antibiotics can cause negative effects on the body. One of the efforts to control S.aureus bacterial infection is by using herbal ingredients. Orange is a fruit that people are interested in, because it has a refreshing aroma, can be a source of vitamin C, the price is relatively cheap, tastes sweet, fresh, easy to get. The large number of people who consume oranges results in a high amount of orange peel waste. Citrus peels are usually just thrown away and not used, and become waste that is of no use. So far, the utilization of orange peel has not been carried out intensively. Orange peel contains secondary metabolites such as flavonoids which are known to function as antibacterials. This research is a laboratory experiment using the paper disc diffusion method (Kirby-bauer). The sample used is Staphylococcus aureus bacteria. The concentrations used in this study were 10%, 15%, 60%, 20% and Amoxicillin positive control and DMSO negative control. Data analysis was performed statistically with the One-Way Analysis of Variance (ANOVA) test. Data is normally distributed and homogeneous. The results showed that the antibacterial activity of the Gunung Omeh orange peel extract was shown to have inhibition against S.aureus bacteria with an average concentration of 20% with a diameter of 12.3 mm (strong), 40% with a diameter of 13.6 mm (strong), 60% diameter 15.2 mm (strong), 80% diameter 16.9 mm (strong), 100% diameter 21.4 mm (very strong), amoxicillin positive control 11.8 mm and negative control 0 mm. The results of the ANOVA test showed a value of p = 0.000 (sig. <0.05) that there was a significant difference between all treatments with a positive control. It can be concluded that the mountain omeh orange peel extract is effective in inhibiting the growth of S.aureus bacteria, this is because the diameter of the inhibition zone of the mountain omeh orange peel extract is larger than the positive control. Keywords: Skin infection, Citrus nobilis lour, Staphylococcus aureus, Antibacterial
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA ANGKATAN 2021 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH Suharni, Suharni
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.2188

Abstract

Pendahuluan: Tekanan darah adalah kekuatan darah yang menekan dinding arteri dari kekuatan jantung ketika memompa darah. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah atau terjadinya hipertensi adalah obesitas. Obesitas dapat mempengaruhi tekanan darah melalui dua mekanisme, yaitu peningkatan aktivitas saraf simpatis dan retensi natrium. Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan pengukuran yang paling sederhana dan paling sering digunakan untuk mengetahui kondisi lemak dalam tubuh Tujuan : Mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tekanan darah pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik  observasional dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi terjangkau pada penelitian adalah seluruh mahasiswa Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah dengan 131 responden. Hasil : Total 131 responden yang terdiri dari laki-laki 34 orang (26%) dan perempuan 97 orang (74%). Pada penelitian ini didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik mahasiswa angkatan 2021 adalah 122 mmHg dan diastolik 80 mmHg. Nilai rata-rata indeks massa tubuh mahasiswa angkatan 2021 adalah 23,08 Kg/m2. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah.Kata kunci : Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah, Mahasiswa Kedokteran
HUBUNGAN TINGKAT KOMITMEN ORGANISASI DAN TINGKAT STRES KERJA TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PERAWAT DAN BIDAN Kader, Shaola Syafrullah; Usman, Elly; Ernawati, Tuti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.1929

Abstract

Faktor penyebab kepuasan kerja karyawan di RSIA Restu Ibu adalah komitmen pada organisasi sebesar 47% dan stres kerja sebesar 35,2%, Ini semua disebabkan karena beban kerja banyak dirasakan oleh perawat dan bidan, karena ada pertukaran manajemen sehingga tidak sempurnanya hak yang didapatkan oleh karyawan, sehingga tingginya angka turnoven sebesar 16,05%. Tujuan penelitian ini mengetahui penyebab Tingkat kepuasan kerja pada perawat dan bidan di RSIA Restu Ibu  dengan intensi variabel Tingkat Komitmen Organisasi dan Tingkat Stres Kerja  tahun 2022. Penelitian merupakan penelitian cross sectional yaitu suatu pendekatan yang sifatnya sesaat pada suatu waktu dan tidak diikuti terus-menerus dalam kurun waktu tertentu. Pengambilan informasi mengenai variabel dependen dan variabel independen dalam penelitian ini dilakukan  dengan menggunakan kuesioner terhadap 43 responden. Variabel yang diukur adalah komitmen organisasi, stress kerja dan kepuasan kerja. Analisis data menggunakan analisis korelasi dan triangulasi data. Kesimpulan, komitmen organisasi berhubungan dengan kepuasan kerja dengan nilai p sebesar 0,036 dan stres kerja berhubungan dengan kepuasan kerja dengan nilai p sebesar 0,009. Karyawan merasa perusahaan tidak memiliki banyak makna pribadi bagi mereka, kurang percaya dan loyal terhadap perusahaan, dan mereka akan meninggalkan perusahaan jika ada tawaran pekerjaan yang lebih baik.
HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN PENERAPAN PATIENT SAFETY PENGURANGAN RISIKO PASIEN JATUH DIRUANG RAWAT INAP RSI SITI RAHMAH PADANG Rikayoni Rikayoni; Rizanda Machmud; Syafrida Syafrida
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i1.2123

Abstract

Patient safety yaitu pasien bebas dari cedera yang seharusnya tidak terjadi atau bebas dari cedera yang potensial terjadi akibat pelayanan kesehatan.Risiko jatuh adalah suatu risiko untuk terjadinya suatu peristiwa di mana seorang mengalami jatuh dengan atau tanpa disaksikan oleh orang lain, tak disengaja/tak direncanakan, dengan arah jatuh ke lantai, dengan atau tanpa mencederai dirinya. Lebih dari 500.000 kejadian pasien jatuh di seluruh rumah sakit dan Kongres XII PERSI (2012) melaporkan bahwa kejadian pasien jatuh tercatat sebesar 14% di Indonesia.Hasil survey yang dilakukan masih ditemukan perawat pelaksana yang belum menerapkan patient safety.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan penerapan patient safety pengurangan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap RSI Siti Rahmah Padang.Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 55 perawat diruang rawat inap RSI Siti Rahmah Padang, diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner dan lembar observasi dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lebih dari separuh penerapan patient safety pengurangan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap RSI Siti Rahmah Padang pada kategori kurang baik (58%) dan lebih dari separuh supervisi kepala ruangan di ruang rawat inap RSI Siti Rahmah Padang pada kategori kurang baik (64%) dan ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan penerapan patient safety pengurangan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap RSI Siti Rahmah Padang dengan nilai p=0,004. Diharapkan pihak manajerial rumah sakit dapat meningkatkan peran supervisi kepala ruangannya dengan mengikutsertakan kepala ruangan pada pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan kepala ruangan dalam melakukan supervisi kepada perawat pelaksana.Kata Kunci   :Kepala ruangan, supervisi, penerapan patient safety, resiko jatuh
ISOLASI DAN UJI DAYA HAMBAT BAKTERI SIMBION SPONS TERHADAP Vibrio parahaemolyticus Febria, Fuji Astuti; Ramadhani, Novi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i1.2592

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang upaya pengendalian bakteri Vibrio parahaemolyticus patogen yang merugikan bagi kegiatan budidaya ikan, dan udang. Pengendalian secara fisik dan kimia tidak efisien, membutuhkan biaya mahal dan tidak aman bagi lingkungan. Solusi alternatif pengendalian V. parahaemolytcus secara hayati menggunakan isolat bakteri potensial penghambat pertumbuhan V. parahaemolytcus.  Tujuan penelitian adalah mengisolasi dan menguji kemampuan isolat bakteri simbion spons dalam menghambat V. parahaemolytcus, serta mengkarakterisasi isolat bakteri simbion spons yang mampu menghambat pertumbuhan V. parahaemolytcus. Penelitian menggunakan metode survei dan pengambilan sampel dilakukan secara purposiv sampling. Hasil penelitian ditemukan masing-masing dua isolate bakteri BSA1 dan BSA2 yang bersimbion dengan Aplysina aerophoba dan isolat BSX1 dan BSX2 yang bersimbion dengan spons Axinella dissimilis. Tiga dari empat isolat bakteri simbion spons terindikasi memiliki aktivitas antibiotik. Zona hambat terbesar ditemukan pada isolat BSA 1 dengan zona hambat mencapai 7,25 mm. Karakterisasi isolat bakteri simbion spons yang mampu menghambat Vibrio parahaemolyticus diperoleh satu isolat bakteri gram positif coccus dan dua isolat bakteri gram negatif coccus, serta tiga isolat bakteri bersifat positif katalase dan tiga isolat bakteri bersifat motil.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN RESILIENSI PADA PERAWAT DI RSUD dr. RASIDIN PADANG Zahra, Chairunnisa Az; Putri, Zifriyanthi Minanda; Murni, Dewi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i1.2586

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan tekanan luar biasa pada sistem kesehatan dan tenaga medis, termasuk perawat. Pengalaman ini bisa meningkatkan kepercayaan diri dan resiliensi mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan. Kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap situasi yang berubah dapat memperkuat resiliensi perawat. Resiliensi sendiri dipengaruhi oleh faktor lain, salah satunya self-efficacy. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan self-efficacy dengan resiliensi pada perawat di RSUD dr. Rasidin Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah perawat di RSUD dr. Rasidin Padang sebanyak 115 perawat, menggunakan metode proportional random sampling. Instrumen resiliensi menggunakan Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan instrumen self-efficacy menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES). Hasil penelitian didapatkan 86 (74.8%) perawat memiliki resiliensi yang tinggi dan 105 (91.3%) perawat memiliki self-efficacy yang tinggi. Hasil analisis bivariat, terdapat hubungan yang bermakna antara self-efficacy dengan resiliensi perawat di RSUD dr. Rasidin Padang (p-value <0.000). Diharapkan kepada manager keperawatan dan pihak rumah sakit menfasilitasi perawat berupa konseling bagi perawat dan lebih memperhatikan kesehatan mental perawat untuk dapat lebih meningkatkan resiliensi dan self-efficacy perawat.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN VITAMIN C PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI Noya, Fransisca; Siregar, Nilda Yulita; Sitorus, Sony Bernike Magdalena
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.1949

Abstract

Angka kejadian ketuban pecah dini di Rumah Sakit Umum Daerah Poso  pada tahun 2017 sampai 2020 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2020 ada sebanyak 154 kasus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektifitas pemberian vitamin C pada ibu hamil trimester III terhadap kejadian Ketuban Pecah Dini di Ruang KIA RSUD Poso Kabupaten Poso. Jenis penelitian yang digunakan quasy eksperimen dengan pendekatan analitik kuantitatif. Desain penelitian postest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berkunjung di Ruang KIA RSUD Poso Kabupaten Poso dari bulan Februari– September 2022. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Rerata kejadian KPD pada kelompok intervensi sebesar 1,00, sedangkan kelompok kontrol 1,87. Secara statistic terdapat perbedaan bermakna setelah perlakuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan, Pemberian Vitamin C  efektif mencegah kejadian KPD pada ibu hamil trimester III.
ISOLASI DAN PENGUJIAN ISOLAT BAKTERI DARI LIMBAH POME (PALM OIL MILL EFFLUENT) SEBAGAI AGEN DEKOLORISASI DALAM UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN Putri, Grescia Eka; Febria, Fuji Astuti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.2159

Abstract

ABSTRAKPalm Oil Mill Effluent (POME) merupakan limbah cairppabrik kelapapsawit yang dihasilkan dari pengolahanptandan buahpsegar menjadi minyak sawitykasar. Warna kecoklatan pada POME menjadi salah satu masalah yang meresahkan karena dapat mencemari badan air sehingga diperlukan upaya untuk memperbaiki kualitas air limbah cair (POME) dan mengurangi warna kecoklatan melalui dekolorisasi POME oleh bakteri indigen. Penelitian ini bertujua untuk mengisolasi bakteri indigen limbah cair POME serta menguji kemampuan isolat bakteri dalam memperbaiki kadar warna pada limbah. Penelitian ini menggunakan metode survei dan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan 11 isolat bakteri indigen dari limbah POME. Semua isolat diuji kemampuan dekolorisasi untuk penurunan warna POME. Seluruh isolat yang diujikan mampu mengurangi warna pada POME. Persentase mencapai 28,98% oleh isolat IBDP-5. Hasil karakterisasi didapatkan dua isolat bakteri gram positif berbentuk coccus yaitu (IBDP-3 dan IBDP-6), tiga isolatubakteri gramupositif berbentukpbasil yaitu (IBDP-5, IBDP-7, serta IBDP- 11), dan enam isolat bakteri gram negatif berbentuk basil yaitu (IBDP-1, IBDP-2, IBDP-4, IBDP-8, IBDP-9, IBDP-10).Keyword : Degradasi; dekolorisasi; fenol; indigenous; POME.ABSTRACTPalm Oil Mill Effluent (POME) is liquid waste from palm oil mills produced from processing fresh fruit bunches and fruit into crude palm oil. The brownish color of POME is a disturbing problem because it can pollute water bodies, so efforts are needed to improve the quality of liquid waste water (POME) and reduce the brownish color through decolorization of POME by indigenous bacteria. This research aims to isolate indigenous bacteria from POME liquid waste and test the ability of bacterial isolates to improve the color content of waste. This research uses a survey method and the sampling technique is purposive sampling. The results of the research found 11 isolates of indigenous bacteria from POME waste. All isolates were tested for decolorization ability to reduce POME color. All isolates tested were able to reduce the color of POME. The percentage reached 28.98% for the IBDP-5 isolate. The characterization results showed that there were two isolates of gram-positive bacteria in the form of coccus, namely (IBDP-3 and IBDP-6), three isolates of gram-positive bacteria in the form of bacilli, namely (IBDP-5, IBDP-7, and IBDP-11), and six isolates of gram-negative bacteria in the form of bacilli, namely (IBDP-1, IBDP-2, IBDP-4, IBDP-8, IBDP-9, IBDP-10).Keyword : Degradation; decolorization; fenol; isolation; POME (Palm Oil Mill Effluent).