cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
HUBUNGAN IKLIM DENGAN KASUS DBD DI KABUPATEN TANAH DATAR DAN PADANG PARIAMAN TAHUN 2018-2022 Fachraeni, Dwi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2747

Abstract

Kabupaten Tanah Datar merupakan dataran tinggi denganjumlah kasus DBD tertinggi di Sumatera Barat tahun 2022, sedangkan Padang Pariaman merupakan dataran rendah dengankemiripan luas wilayah, kepadatan penduduk, serta tingkatpertumbuhan penduduk namun jumlah kasus lebih rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan iklim dan kasus DBD di Kabupaten Tanah Datar dan Padang Pariamantahun 2018-2022. Penelitian menggunakan desain studi ekologi. Data penelitian terdiri dari data DBD bulanan dari Dinkes Tanah Datar dan Padang Pariaman, serta data iklim dari StaklimSumatera Barat tahun 2018 hingga 2022. Analisis data meliputiunivariat, bivariat dengan korelasi Spearman, dan analisismultivariat dengan regresi linier berganda. Jumlah kasus DBD tertinggi di Tanah Datar pada Juli 2022, sedangkan di Padang Pariaman pada Desember 2019 dan Oktober 2022. Terdapathubungan suhu (p=0,0005; r=-0,440), kelembaban (p=0,015; r=0,314), dan kecepatan angin (p=0,020; r=0,299) dengan kasusDBD di Tanah Datar serta adanya hubungan curah hujan(p=0,004; r=-0,368), kecepatan angin (p=0,007; r=-0,344), dan lama penyinaran matahari (p=0,003; r=-0,383) dengan kasusDBD di Padang Pariaman. Faktor iklim dominan di Tanah Datar adalah suhu (p=0,0005) dan Padang Pariaman adalah lama penyinaran matahari (p=0,0005). Iklim yang berperan terhadapkasus DBD di Kabupaten Tanah Datar adalah suhu, kelembaban, dan kecepatan angin, sedangkan di Padang Pariaman adalahcurah hujan, kecepatan angin, dan lama penyinaran matahari. Diharapkan membuat kebijakan terkait kesiapsiagaan berbasisdata iklim dalam rangka pengendalian kasus DBD di KabupatenTanah Datar dan Padang Pariaman, terutama suhu dan lama penyinaran matahari pada Juli, Oktober, dan Desember.
Evaluasi Mendalam Sistem Surveilans HIV/AIDS Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Di Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Aprisia, Ega; Nursal, Dien Anggraini; Djafri, Defriman
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2628

Abstract

Surveilans data terkait kesehatan yang berkesinambungan dan sistematis. Tujuan dari laporan ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem surveilans HIV/AIDS di Dinas Kota Padang Panjang. Metode pengumpulan data melalui wawancara kepada pada pemegang program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kota Padang pada tanggal 20-24 Agustus 2023 menggunakan kuesioner serta observasi dokumen untuk melihat pelaksanaan pelaporan sistem surveilans dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh informasi mendalam dari informan/sumber data tentang kegiatan yang dilakukan untuk menjelaskan keadaan sebenarnya di lapangan. Subjek penelitian adalah petugas surveilans HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kota Padang, petugas HIV/AIDS Puskesmas dan Kasi Surveilans Dinas Kesehatan Kota Padang. Variabel yang dievaluasi adalah data ketenagaan, sarana prasarana, komponen system surveilans dan atribut. Hasil dalam laporan ini berdasarkan evaluasi komponen input, proses dan output terdapat permasalahan sistem surveilans HIV/AIDS di Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang yaitu Belum adanya pelatihan khusus yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang terkait Sumber Daya Manusia di masing-masing puskesmas. Kesimpulannya adalah perlu Menyelenggarakan pelatihan terutama kepada pemegang program HIV/AIDS diseluruh puskesmas guna meningkatkan kapasitas pemegang program. Disarankan bagi Dinas Kesehatan Kota agar dapat melakukan pelatihan serta bimbingan teknis terhadap petugas surveilans HIV/AIDS  puskesmas secara berkala sehingga dapat meningkatkan keterampilan petugas dalam menggambil atau mengumpulkan data.
ANALYSIS OF RECORDING AND REPORTING SYSTEM OF THE TUBERCULOSIS CONTROL PROGRAM IN PUBLIC HEALTH CENTER IN PADANG CITY Febriani, Elvira Radhiatul
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2744

Abstract

Problems in the implementation of recording and reporting of tuberculosis control programs in community health centers are still found, there are differences in the data recorded in the Tuberculosis Information System (SITB) with manual recording, which affects the quality of TB data and TB program achievement indicators. This research aims to analyze the implementation of recording and reporting of the tuberculosis program from the input, process and output aspects. This type of research is qualitative and was carried out in January-August 2023 at two health centers, namely Andalas Health Center and Pauh Health Center. Interviews were conducted with eight informants using purposive sampling technique. Recording and reporting at both health centers is carried out manually and electronically (SITB) starting from patients, laboratories and logistics. The difference found was that the recording at the Andalas Community Health Center was consistent in filling out manual and SITB forms, in contrast to the Pauh Community Health Center where there were still inconsistencies that affected the quality of the data produced. In both community health centers, incomplete data was still found. Recording is carried out every day and reporting is sent to DKK Padang in the form of monthly, quarterly and annual reports. The implementation of TB program recording and reporting at both community health centers is in accordance with implementation guidelines but is not yet optimal. It is recommended that both community health centers maximize data entry in the manual register and SITB completely.
Faktor Risiko Sosioekonomi Kejadian Kanker di Indonesia: Sebuah Studi Ekologi Shabiyya, Hukma; Djafri, Defriman; Gusti, Aria
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2756

Abstract

Kanker merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memiliki angka kejadian dan kematian yang tinggi disebabkan oleh berbagai disparitas sosial. Berbagai penelitian terdahulu telah melaporkan hubungan antara faktor sosial dengan kejadian dan/atau kematian akibat kanker. Penelitian ini adalah penelitian ekologi yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antara prevalensi kanker dengan faktor risiko sosioekonomi (indeks pendidikan, persentase kemiskinan, upah minimum provinsi (UMP), tingkat partisipasi angkatan kerja, angka melek huruf (AMH), human development index (HDI), pengetahuan akses ke rumah sakit, pengetahuan akses ke Puskesmas, konsumsi rokok setiap hari, konsumsi rokok kadang-kadang, aktivitas fisik, dan konsumsi makanan berisiko) di 34 provinsi di Indonesia. Data prevalensi kanker bersumber dari Riskesdas 2018. Analisis deskriptif, bivariat dan multivariat dilakukan dalam penelitian. Prevalensi kanker tertinggi berada di DI Yogyakarta sebesar 4,86% dan prevalensi terendah berada di Nusa Tenggara Barat sebesar 0,85%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel HDI dan pengetahuan akses ke rumah sakit berkorelas positif dengan prevalensi kanker. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya variabel persentase pengetahuan akses ke rumah sakit yang secara statistik memiliki hubungan yang signifikan dengan prevalensi kanker di Indonesia pada tahun 2018. Sedangkan HDI dan aktivitas fisik merupakan confounder terhadap hubungan antara pengetahuan akses ke rumah sakit dengan prevalensi kanker
Analisis Pelaksanaan Penemuan Kasus Tuberkulosis Di Puskesmas Kota Sawahlunto Tahun 2023 Gunawan, Muhammad Rahul
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2761

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program penanggulangan TB menggunakan bukti-bukti untuk pengambilan keputusan dan kebijakan kesehatan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di Kota Sawahlunto. Sampel terdiri dari 11 informan yang dipilih secara purposive, termasuk Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto dan beberapa puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi, dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas di Kota Sawahlunto hanya mencapai 40,38% dari target penemuan kasus TB, yang seharusnya mencapai 95%. Kendala utama meliputi ketidakcukupan dan beban kerja petugas TB yang berlebihan, kurangnya kader dan peran mereka yang tidak maksimal, ketidakmerataan peningkatan kompetensi, serta sarana prasarana yang kurang memadai dan promosi kesehatan yang belum optimal. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun penemuan kasus TB di Kota Sawahlunto telah dilakukan, masih ada tantangan signifikan terkait sumber daya manusia dan stigma masyarakat. Disarankan agar Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto meningkatkan pemenuhan SDM terkait penanggulangan TB dan puskesmas perlu meningkatkan efektivitas promosi kesehatan terkait TB
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDANGEL EKSTRAK ETANOL DAUN SISIK NAGA (Pyrrosiapiloselloides (L.) M.G. Price) Irwandi Irwandi; Diana Agustin; Astrina Yulanda
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i1.2591

Abstract

Daun Sisik Naga (Pyrrosiapiloselloides (L.) M. G. Price) diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid serta fenolik yang mempunyai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak daun sisik naga, kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda untuk mengetahui aktivitas antioksidan terbaik. Metode pengujian aktivitas antioksidan dilakukan denganmetode DPPH (1,1difenil-2-pikrihidrazil) yang diukur menggunakan Elisa Reader. Hasil penelitian diperoleh aktivitas antioksidan dari ekstrak daun sisik naga termasuk kategori lemah, dengan perolehan IC50 sebesar 485,55 µg/mL. Ekstrak etanol daun sisik naga kemudian dibuat menjadi sediaan gel dengan konsentrasi 1%, 1,5%, dan 3%. Evaluasi sediaan gel meliputi pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan stabilitas, didapatkan hasil memenuhi persyaratan gel. Hasil penelitian aktivitas antioksidan dari sediaan gel ekstrak daun sisik termasuk kategori lemah, dengan perolehan IC50 sebesar 753,0 µg/mL pada konsentrasi 1%, 703,11 µg/mL pada konsentrasi 1,5% dan 603,68 µg/mL pada konsentrasi 3%. Hasil pengujian aktivitas antioksidan baik pada ekstrak maupun gel ekstrak etanol daun sisik naga tergolong dalam kategori lemah
ANALISIS FAKTOR PENGULANGAN RADIOGRAF (REPEAT ) DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PADANG PARIAMAN mareta, santa
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2801

Abstract

On increasing efficiency in producing good radiograph results without wasting material, and time for diagnostic imaging. One of the methods that will be described is repeat analysis which aims to determine the percentage of repetition of radiographs that occur and the causes of repetition of radiographs in the Radiology Installation at RSUD. Padang Pariaman which has an impact on the radiation dose received by patients. Descriptive quantitative research design, conducted directly by observation on Computed Radiography and conventional examination patient register books. The results showed that the repetition rate of radiographs in October to December 2022 at the Radiology Installation of the Padang Pariaman Regional General Hospital was 3.1%. The factor that occurs the most repetition is the equipment factor with a repetition of 22 times with a percentage of 45.83% this repetition occurs because the image that has been exposed when scanned becomes white or there is no image of the object. The percentage of radiograph repetition rates that occur in the Radiology Installation of Padang Pariaman Hospital exceeds the standard tolerance limit set by the Indonesian Minister of Health Number 129 / Menkes / SK / II / 2008 which is ≤ 2%.Key words: Radiology, Repeat, Computed Radiography
PENGARUH PEMBERIAN MP-ASI DINI TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 6-18 BULAN DI DESA CINTA KASIH Rustiaty Rustiaty; Lili Farlikhatun
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.2172

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI merupakan proses transisi asupan dari susu (ASI) menuju makanan keluarga semi padat secara bertahap, seperti jenis, jumlah, frekuensi, maupun tekstur dan konsistensinya sampai kebutuhan bayi terpenuhi. Capaian indikator persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif sudah memenuhi target tahun 2020, yaitu sebesar 40%. Presentase bayi < 6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif di provinsi Jawa Barat mencapai 56,5%. Metode penelitian ini penelitian observasional yang bersifat analitik dengan desain atau pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini di Desa Cinta Kasih dimulai dari 4 sampai 18 November 2023, Populasi dalam penelitian ini berjumlah 68 responden dengan sampelnya 30 responden. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh pemberian MP-ASI dini dengan tumbuh kembang anak usia 6-18 bulan di Desa Cinta Kasih Tahun 2023 dengan nilai <0.017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ada pengaruh pemberian MP-ASI dini terhadap tumbuh kembang anak usia 6-18 bulan di Desa Cinta Kasih Tahun 2023. Adapun saran tenaga kesehatan diharapkan dari penelitian ini tenaga kesehatan dapat memberikan informasi mengenai MP-ASI kepada seluruh ibu yang  memiliki bayi dengan tepat dengan cara memberikan penyuluhan kepada ibu.
THE ISOLATION OF LACTIC ACID BACTERIA FROM CASSAVA TAPAI (Manihot esculenta Crantz) AND PROTEASE ENZYME ACTIVITY ASSAY Nova, Bastian; Wardi, Epi Supri; Irwandi, Irwandi; Febriani, Icha
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2910

Abstract

Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan golongan bakteri yang dapat menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas enzim protease pada BAL dari tape ubi singkong dan melakukan identifikasi secara molekuler terhadap BAL yang memiliki aktivitas enzim protease tertinggi. Terdapat 6 isolat bakteri yang berhasil diperoleh melalui tahap pemurnian dan 1 isolat bakteri asam laktat yang memiliki aktivitas enzim protease tertinggi. Uji aktivitas enzim protease BAL dilakukan menggunakan media agar yang menggandung 1% susu skim dan BAL diidentifikasi secara molekuler menggunakan gen 16s rRNA. Hasil pengujian aktivitas enzim protease  menunjukkan bahwa dari 3 isolat BAL yang diperoleh, hanya 1 isolat yang memiliki aktivitas enzim protease (zona bening) yaitu isolat kode 2 dengan diameter rata-rata 8,33 mm, sedangkan kontrol positif berdiameter 30 mm. Hasil identifikasi molekuler menunjukkan bahwa isolat tersebut memiliki homologi 100% dengan Leuconostoc messenteroides Strain 176.
DOMINASI FAKTOR DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ASAM URAT PADA MASYARAKAT USIA PRODUKTIF Arikhman, Nova; Nofra, Andeka; Huvaid, Sevilla Ukhtil; Budiman, Hary; Rahmaddian, Tosi; Alhamda, Syukra
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2977

Abstract

Penyakit rematik seperti penyakit asam urat sangat ditakuti karena menyerang persendian dan sering terjadi pada orang tua. Desa Pauh Tinggi memiliki jumlah penderita tertinggi sebanyak 54 kasus, menurut survei awal yang dilakukan di Puskesmas Pelompek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dominasi faktor determinan yang berkontribusi pada penyakit asam urat.  Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan selama periode Mei hingga Juni 2022. Jumlah populasi adalah 587 orang, dan sampelnya adalah 94 orang. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik untuk menentukan variabel yang dominan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,2% orang yang mengikuti penelitian menderita asam urat, 46,2% mengalami pola makan yang buruk, 34% tidak tahu banyak tentang subjek, 56,4% melakukan aktivitas fisik yang kurang, dan 46,2% mengalami kebiasaan istirahat yang buruk.  Ada korelasi signifikan antara kejadian penyakit asam urat dan pola makan, tingkat pengetahuan, aktivitas fisik, dan kebiasaan istirahat. Variabel yang paling dominan dalam korelasi ini adalah kebiasaan istirahat.  Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah berbagai penyakit, orang diharapkan untuk mengikuti pola makan yang sehat, memperoleh pengetahuan yang cukup, berpartisipasi dalam aktivitas fisik, dan memiliki kebiasaan istirahat yang baik.Kata kunci: Asam urat, tingkat pengetahuan, pola makan, aktivitas fisik dan kebiasaan istirahat.