cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
TANTANGAN YANG DIHADAPI NERS FRESH GRADUATE SAAT BEKERJA PERTAMA KALI DI RUMAH SAKIT Maisa, Esthika Ariany; Nelwati, Nelwati; Putri, Zifriyanthi Minanda; Sidaria, Sidaria
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2933

Abstract

Pelayanan keperawatan terus dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik dan profesional. Instansi pelayanan berusaha memperkerjakan personil yang dapat memenuhi kriteria profesional seperti yang diharapkan, yaitu lulusan perawat profesi (ners). Seiring dengan hal ini, permasalahan lain yang muncul adalah bagaimana ners fresh graduate dengan minimal pengalaman kerja memenuhi tuntutan pekerjaan saat pertama kali bekerja. Penelitian ini bertujuan menggali tantangan lulusan ners fresh graduate saat bekerja pertama kali di rumah sakit. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dan pendekatan studi fenomenologi, perawat yang bekerja di sebuah Rumah Sakit Pemerintah di Kota Padang, Sumatera Barat, dipilih seabgai partisipan dalam penelitian ini berdasarkan teknik purposive sampling. Didapatkan enam perawat yang berlatar belakang pendidikan Ners fresh graduate yang diwawancarai mengenai pengalaman mereka bekerja pertama kali di rumah sakit dengan menggunakan metode in-depth interview. Rekaman wawancara disalin menjadi bentuk transkrip verbatim, kemudian dilakukan diektraksi menjadi kategori dan subkategori. Penelitian ini mendapatkan tiga kategori, yaitu merasakan beban peran dan tanggung jawab yang besar, masalah komunikasi dengan sejawat, dan menemukan gap antara yang dipelajari di perkuliahan dengan yang dihadapi di rumah sakit. Diharapkan manajemen keperawatan di rumah sakit dapat menguatkan program orientasi bagi ners fresh graduate agar bisa menghadapi tantangan kerja saat bekerja pertama kali di rumah sakit.
THE EFFECTIVENESS OF CHEST PHYSIOTHERAPY IN INCREASING OXYGENATION SATURATION IN PATIENTS WITH CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE AT THE WEST SUMATRA LUNG HOSPITAL Morika, Honesty Diana; Aisyah Nur, Siti; Komala Sari, Indah; Sandra, Rhona; Sakti Anggraini, Siska; Amri, Novita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2942

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan global yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan kesejahteraan pasien. Salah satu komplikasi serius dari PPOK adalah rendahnya saturasi oksigenasi, yang berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Fisioterapi dada telah diakui sebagai intervensi yang efektif dalam meningkatkan fungsi pernapasan dan saturasi oksigenasi pada pasien PPOK.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fisioterapi dada dalam meningkatkan saturasi oksigenasi pada pasien PPOK di Rumah Sakit Paru Sumatera Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi klinis acak terkontrol dengan dua kelompok. Kelompok intervensi menerima fisioterapi dada tambahan selain perawatan standar, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima perawatan standar. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan dalam penelitian ini. Saturasi oksigenasi diukur sebelum dan setelah intervensi fisioterapi dada. Intervensi fisioterapi dada terdiri dari serangkaian teknik yang ditujukan untuk meningkatkan volume udara yang masuk ke paru-paru dan meningkatkan pernapasan.Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigenasi pada kelompok intervensi meningkat secara signifikan setelah menerima fisioterapi dada, dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,750 dan p-value = 0,046. Ini menunjukkan bahwa fisioterapi dada secara signifikan meningkatkan saturasi oksigenasi pada pasien PPOK dibandingkan dengan kelompok kontrol.Kesimpulan: Fisioterapi dada terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigenasi pada pasien PPOK. Hasil penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk memasukkan fisioterapi dada sebagai bagian dari protokol perawatan rutin untuk pasien PPOK di rumah sakit. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan protokol perawatan yang lebih efektif dan memberikan wawasan tambahan bagi praktisi kesehatan mengenai peran fisioterapi dada dalam manajemen PPOK.Kata Kunci : PPOK,fisoterapi dada,saturasi oksigenasi.
Correlation Between Climate Factors and Population Density with DHF Cases in Tanah Datar Budhidharma, Dayyan Shiddiq
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2624

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that is prone to occur in tropical areas. Tanah Datar Regency is one of the districts which is almost always among all the districts in West Sumatra Province with the highest DHF cases. This study aims to determine the correlation between climate factors and population density with DHF cases that occurred in Tanah Datar District in 2014-2022. This research uses cological studies. The dependent variabels are dengue cases per month and dengue case pe sub-district per year. The independents variabels are rainfall, air humidityy, air trmperature, wind speed, and population density. The data is secondary data that collected from Tanah Datar Health Department, West Sumatra BMKG, and District Tanah Datar BPS. The data used is data for 2014-2022 peiod. The results of this study indicate that in a trend, DHF cases incrase on the rainy season and decrease o the summer. Based on the results of the analysis conducted on DHF per month on climate factors per month showed that DHF was caused by the wind speed factor (p=0,022), while other factors did not affect DHF, rainfall (p=0,575), air humidity (p=0,456), and air temperature (p=0,328). The annual population densiti has an effect on the annual DHF incidence (p=0,001). The variables that related to DHF cases in Tanah Datar Regency from 2014 to 2022 are wind speed and population density
Korelasi Antara Tingkat Prolaktin Dan Oksitosin Dengan Komposisi Mineral Air Susu Ibu (Asi) Pada Ibu Menyusui: Sebuah Studi Observasional Sari, Silvie Permata; Herayono, Febby; Arman, Eliza; Nurhasanah Amir, Ade
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2979

Abstract

This study aims to investigate the relationship between prolactin and oxytocin hormone levels with the mineral composition of breast milk in breastfeeding mothers through an observational study approach. The urgency of this study lies in the importance of understanding the hormonal factors that affect the mineral composition of breast milk, which can provide important knowledge for health practitioners in improving the quality and quantity of breast milk to support maternal and infant health. This study will use an observational study method where prolactin and oxytocin levels will be measured in the blood of breastfeeding mothers who have 3-month-old babies using the ELISA method, while the mineral composition of breast milk will be comprehensively evaluated using the AAS method. Data will be collected through direct observation and blood and breast milk sampling from mothers who have given their consent and passed the research ethics test. Statistical analysis with correlation tests will be carried out to explore the correlation between prolactin and oxytocin hormone levels with the mineral composition of breast milk. The targeted output of this study is a deeper understanding of the role of prolactin and oxytocin in the mineral composition of breast milk and identification of the relationship between these hormones and the characteristics of breast milk. The results of this study are expected to provide a stronger basis for the development of intervention strategies aimed at increasing breast milk production and maternal and infant health. In addition, the findings of this study are also expected to provide a significant contribution to the scientific literature in the field of maternal and infant health, as well as provide a basis for improving clinical practice in caring for mothers and infants during the breastfeeding period. The results of the correlation test showed that there was no significant relationship between Prolactin and Ca (Calcium) levels with a correlation coefficient of -0.314 and a p value of 0.091. However, a very strong correlation was found between Prolactin and Zn (Zinc) with a correlation coefficient of 0.601 and a p value of 0.000, indicating a significant positive relationship between the two. Meanwhile, there was no significant relationship between Oxytocin and Ca (Calcium) with a correlation coefficient of -0.091 and a p value of 0.633. Conversely, there was a moderate relationship between Oxytocin and Zn (Zinc) with a correlation coefficient of 0.457 and a p value of 0.011, indicating a significant positive correlation between the two variables. Thus, the results of this study found a significant relationship between prolactin and zinc and oxytocin and zinc, but not with calcium. The TKT of this study was 3. The research output was published in the national journal.Keywords: Hormones, Prolactin, Oxytocin, Breast milk (ASI)
DETERMINAN KEJADIAN TB ANAK :SYSTEMATIC REVIEW DETERMINANT INCIDENT CHILD’S TUBERCULOSIS : SYSTEMATIC REVIEW Pratama, Mabruri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2627

Abstract

Berdasarkan dashboard TB Indonesia yang telah diperbaharui pada tanggal 2 Januari 2024, Indonesia memiliki kasus 724.309 ternotfikasi pada tahun 2023. Sejumlah 110.881 pasien TB adalah anak-anak. Tuberkulosis pada anak menyebabkan gangguan tumbuh kembang bahkan kematian. Riwayat kontak merupakan salah satu determinan yang menjdi kunci dalam penularan tuberculosis terutama pada anak-anak. Aktifitas anak-anak tidak luput dari jangkauan orang dewasa. Strategi pencarian protokol penelitian menggunakan PRISMA. Pencarian artikel menggunakan database Pubmed, Science Direct, Sinta dengan kata kunci faktor resiko tuberkulosis, riwayat kontak dengan artikel Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada dipublikasikan selama lima ahun terakhir. Riwayat kontak penularan tuberkulosis pada anak yakni terdapat  anggota  keluarga yang  memiliki  dahak  positif  sehingga menularkan kuman kepada orang terdekatnya. Didukung dengan  penelitian yang dilakukan oleh Farida (2020) di Pamulang, terdapat  68% dari 22 anak tuberculosis memiliki riwayat kontak dengan pasien tuberkulosis lainya.Selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dianita (2022) dan Aminah (2023), ada hubungan antara kejadian Tuberkulosis pada anak dengan riwayat kontak.Tuberkulosis sangat cepat menular pada anak, dikarenakan aktifitas anak dipantau oleh orang dewasa.Berdasarkan hasil sistematik review dari tiga artikel dapat ditarik kesimpulan hubungan yang signifikan antara riwayat kontak dengan terjadinya tuberkulosis pada anak. Diharapkan orang dewasa yang terkonfirmasi tuberculosis agar menjaga interaksi dengan anak-anak
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana Lam.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KARAGENAN 2% Afrianti, Ria
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2808

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) memiliki kandungan senyawa fenol dan flavonoid yang memiliki efek sebagai antiinflamasi yang bekerja dengan cara mengatur metabolisme asam arakidonat dengan menghambat aktivitas sikloksigenase dan lipooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun bidara. Pengujian antiinflamasi dilakukan dengan uji radang telapak kaki yang diinduksi karagenan 2%, dosis ekstrak etanol daun bidara 100, 200 dan 400 mg/kgBB menggunakan alat plastimometer pada parameter setiap 30 menit selama 3 jam. Hasil Persentase inhibisi edema pada kelompok dosis 100 mg/kgBB yaitu 16,10%, kelompok 200 mg/kgBB yaitu 32,15%, kelompok dosis 400 mg/kgBB yaitu 53,90% dan kelompok pembanding yaitu 50,92%. Dari data uji statistik ANOVA dua arah menunjukkan pemberian ekstrak etanol daun bidara berpengaruh secara signifikan (p<0,05) terhadap persen edema kaki mencit. Dari hasil penelitian persentase edema didapatkan bahwa ekstrak etanol daun bidara dosis 400 mg/kgBB memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi paling baik dibandingkan dengan kelompok lainnya.
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL X KOTA JAMBI Suryani, Dini Dini
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2828

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit komplikasi seperti penyakit jantung, stroke. Salah satu penanganan hipertensi non-farmakologi dengan terapi tertawa. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Terapi Tertawa terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperiment pre test and post test design. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2024. sebanyak 361 responden dengan sampel sebanyak 40 orang. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon signed ranks test. Nilai rerata tekanan darah penderita hipertensi sebelum dilakukan terapi tertawa adalah 158,00/80,00 mmHg. Nilai rerata tekanan darah penderita hipertensi sesudah dilakukan terapi tertawa adalah 139,50/73,75 mmHg yang berarti ada pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi dengan ρ value = 0,000 < α = 0,05.Kata kunci : Terapi tertawa :penurunan tekanan darah :hipertensi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP REMAJA DI SMKN 1 KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU SADZA, AURA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2608

Abstract

Sebagian besar siswa SMKN 1 Kec. Pangkalan Koto Baru memiliki kualitas hidup yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup remaja di SMKN 1 Kec. Pangkalan Koto Baru. Metode: Penelitian kuantitatif desain cross sectional. Populasi berjumlah 507 orang dan sampel 80 orang. Teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Sebagian besar (80%) siswa di SMKN 1 Kec. Pangkalan Koto Baru memiliki kualitas hidup buruk. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan kesehatan fisik (p-value =0,034), hubungan sosial (p-value =0,019), lingkungan (p-value =0,016) terhadap kualitas hidup dan tidak terdapat hubungan kondisi psikologis (p-value =0,216) dengan kualitas hidup. Analisis multivariat, kesehatan fisik merupakan variabel yang paling berhubungan dengan kualitas hidup. (p=0,025; POR=6,383). Kesimpulan: Terdapat hubungan kesehatan fisik, hubungan sosial, dan lingkungan dengan kualitas hidup. Variabel yang paling berpengaruh adalah lingkungan, untuk itu berupaya menghindari lingkungan yang berdampak buruk pada kualitas hidup.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi terjadinya Low Back Pain pada Petani Karet di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Bungo, Provincie Jambi Rosa, Audrey Faiza
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2877

Abstract

Nyeri punggung bagian bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan rasa nyeri yang muncul pada punggung bagian bawah yang bersumber dari tulang belakang daerah spinal (punggung bawah), otot, saraf, atau struktur lainnya di sekitar daerah tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Low Back Pain pada petani di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik yang dilaksanakan di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi pada bulan Juli-Oktober 2024, dengan jumlah sampel total sampel yaitu 47 orang. Data dianalisis menggunakan data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan pada masing-masing variabel. Hasil analisis univariat didapatkan sebagian besar (85,1%) responden memiliki usia yang berisiko, lebih dari separoh (72,3%) responden memiliki masa kerja yang lama, lebih dari separoh (76,6%) responden yang memiliki postur kerja yang berisiko, dan lebih dari separoh (70,2%) responden memiliki ada keluhan low back pain. Hasil analisis bivariat ada hubungan usia dengan low back pain dengan p Value = 0,018 (p<0,05), hubungan masa kerja dengan low back pain dengan p Value = 0, 000 (p<0,05), hubungan postur kerja dengan low back pain dengan p Value = 0, 001 (p<0,05) pada petani karet di Desa Tanah Periuk Tahun 2024. Kesimpulan ada hubungan usia, masa kerja, dan postur kerja dengan low back pain pada petani karet di Desa Tanah Periuk Tahun 2024. Diperlukan program edukasi kesehatan yang berkelanjutan mengenai Low Back Pain, faktor risikonya (usia, masa kerja, postur kerja), dan cara pencegahannya. Program ini dapat melibatkan penyuluhan langsung, demonstrasi peregangan dan latihan fisik yang ergonomis, serta penggunaan media informasi seperti poster atau leaflet.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA FILM DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIGOBALEH KOTA BUKITTINGGI Dariani, Lili; Khadijah, Siti; Sefrina, Yosi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2945

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker kedua paling banyak di derita wanita Indonesia pada rentang usia 15-44 tahun. Sumatera Barat merupakan provinsi kedua di Indonesia dengan jumlah kanker serviks tertinggi yaitu 82 per 100.000 penduduk. Menyikapi permasalahan ini, pemerintah mencanangkan program deteksi dini penyakit kanker serviks salah satunya dengan melakukan skrining Inspeksi Visual Asam asetat (IVA). Usaha untuk meningkatkan kesadaran wanita agar berperan aktif dalam mengikuti program deteksi dini kanker serviks, yaitu dengan penyebarluasan informasi melalui promosi kesehatan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas promosi kesehatan dengan media film dan leaflet terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh  Kota Bukittinggi.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pre test-post test. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh  Kota Bukittinggi pada bulan Mei-September 2024. Populasi pada penelitian ini adalah semua wanita usia subur (WUS) yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh tahun 2024 sebanyak 2394 orang. Cara pemilihan sampel menggunakan Simple Random Sampling sebanyak 14 responden kelompok intervensi dengan film dan 14 responden kelompok intervensi leaflet.Hasil uji statistic pada kelompok yang menggunakan media film diperoleh P value 0.001. Sedangkan kelompok promosi kesehatan menggunakan media leaflet didapatkan nilai P value 0.004.Kesimpulan penelitian ini yaitu promosi kesehatan menggunakan media film lebih efektif dalam meningkatakan pengetahuan dibandingkan dengan media leaflet. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan promosi kesehatan menggunakan media film karena lebih efektif dari pada leaflet dalam meningkatkan pengetahuan seseorang.