cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 507 Documents
Perbandingan Efektivitas Kombinasi Antipsikotik Antara Klozapin-Olanzapin dengan Klozapin-Risperidon Pada Pasien Skizofrenia Nurasiyah, Nurasiyah; Endarti, Dwi; Yoga, Bambang Hasta
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.110155

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang kompleks dan sering terjadi pada fase remaja akhir hingga dewasa awal. Penanganan skizofrenia dianjurkan dengan monoterapi antipsikotik. Namun pada praktiknya penggunaan kombinasi antipsikotik lebih banyak digunakan untuk meningkatkan efektivitas terapi. Kombinasi yang umum digunakan yaitu klozapin-olanzapin dan klozapin-risperidon. Penggunaan klozapin sebagai terapi antipsikotik tambahan pada pasien skizofrenia diindikasikan untuk mengatasi gangguan tidur. Olanzapin dan Risperidon merupakan antipsikotik atipikal namun memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas terapi kombinasi klozapin-olanzapin dengan klozapin-risperidon pada pasien skizofrenia. Penelitian ini dilakukan mengikuti rancangan penelitian observasional analitik, pendekatan pengambilan data secara kohort retrospektif dengan total sampel 74 pasien. Data dikumpulkan dari rekam medik pasien terkait skor PANSS-EC dan lama rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas terapi berdasarkan penurunan skor PANSS-EC untuk klozapin-olanzapin 44.73% dan klozapin-risperidon 47.91% tidak berbeda signifikan dengan nilai p 0.520. Hasil penilaian efektivitas berdasarkan lama rawat inap dengan durasi ≤15 hari menunjukkan hasil jumlah pasien kelompok klozapin-olanzapin 37.48% dan kelompok klozapin-risperidon sebanyak 48.65% yang tidak berbeda secara signifikan dengan nilai p 0.348. Kesimpulannya, efektivitas antara klozapin-olanzapin dengan klozapin-risperidon tidak berbeda secara signifikan.
Manajemen Pengobatan Demam Tifoid Disertai Bronkopneumonia Pada Pediatrik Putri Papeo, Dizky Ramadani; Yusuf, Annisa Humaira; Bastari, Aditya Putra; Lalu, Indah Nurwahida; Unga, Rani Orelia Ambo; Hulopi, Rizki Mohamad; Rahmola, Siti Fauziyah
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.112711

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada beberapa kasus, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi pada sistem pernapasan seperti bronkopneumonia, yang memperburuk kondisi klinis pasien terutama pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi farmakologis pada pasien pediatrik dengan diagnosis demam tifoid disertai bronkopneumonia di RSUD Tombulilato, Provinsi Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional retrospektif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien anak laki-laki berusia 1 tahun 3 bulan yang dirawat pada Agustus 2024. Data diambil dari rekam medis pasien yang mencakup hasil pemeriksaan klinis, laboratorium, dan radiologi, serta regimen terapi yang diberikan selama perawatan. Hasil menunjukkan bahwa terapi kombinasi ceftriaxone dan gentamicin sebagai antibiotik utama, disertai paracetamol sebagai antipiretik dan dexamethasone sebagai antiinflamasi, efektif dalam memperbaiki kondisi klinis pasien. Gejala demam dan sesak napas membaik setelah lima hari perawatan. Evaluasi menunjukkan kesesuaian terapi dengan pedoman nasional, namun ditemukan anemia ringan yang belum mendapat intervensi spesifik. Kesimpulan dari studi ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap terapi antibiotik dan pemantauan kondisi hematologi dalam penanganan demam tifoid dengan komplikasi bronkopneumonia pada anak.
Development of green synthesis silver nanoparticle with Ocimum sanctum leaf extract: characterization and stability study Niswah, Sukma Uswatun; Kusumorini, Nindya; Martien, Ronny
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.113027

Abstract

This study aimed to synthesize, characterize, and evaluate the stability of silver nanoparticles (AgNPs) produced using Ocimum sanctum L. leaf extract through a green synthesis method. The aqueous extract of fresh basil leaves served as a natural reducing and stabilizing agent in the reduction of 1 mM silver nitrate solution at 80 °C, indicated by a color change from light yellow to brown. Phytochemical screening confirmed the presence of phenolic compounds, saponins, and flavonoids responsible for the reduction and stabilization processes. Characterization by UV–Visible spectrophotometry showed a surface plasmon resonance peak at 450 ± 4.93 nm, while particle size analysis indicated a Z-average of 85.77 ± 0.46 nm and a polydispersity index of 0.222 ± 0.003, reflecting uniform and monodisperse nanoparticles. The zeta potential of –14.23 ± 0.30 mV suggested moderate colloidal stability. After 30 days of refrigerated storage, the nanoparticles exhibited a red shift of the absorption peak, an increased particle size of 111.12 ± 1.24 nm, and a slightly higher zeta potential, indicating partial aggregation. These findings demonstrate that O. sanctum extract can effectively mediate the eco-friendly synthesis of stable silver nanoparticles, although their long-term stability is influenced by physicochemical interactions of surface biomolecules.
Evaluasi Mutu Fisikokimia, Mikrobiologi, dan Organoleptik Minuman Herbal RTD (Ready to Drink) Seronija Hastuti, Dwi; Nenchi, Galih Jelita; Wijaya, Andi
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.116948

Abstract

Seronija merupakan minuman Ready to Drink (RTD) yang mengandung beberapa tanaman herbal yaitu Serai (Cymbopogon citratus), Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia), dan Jahe (Zingiber officinale Rosc.) yang berkhasiat menurunkan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi mutu fisikokimia, mikrobiologi, dan organoleptik minuman herbal RTD (Ready to Drink) seronija berdasarkan parameter baku mutu BPOM RI 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pengujian organoleptis meliputi rasa, aroma dan warna. Uji karakteristik fisikokimia, meliputi uji cemaran logam berat Arsen (As), Timbal (Pb), Merkuri (Hg) dan Kadmium (Cd) menggunakan metode AAS. Uji mikrobiologi yang mencakup Angka Lempeng Total (ALT) dan uji Angka Kapang Khamir (AKK). Data hasil uji mikrobiologi, dianalisis dengan membandingkan data hasil dengan standar. Data hasil uji organoleptis dianalisis dengan rerata nilai kuisioner menggunakan Microsoft Excel.  Hasil pengujian cemaran logam berat Arsen (As) yaitu <0,0010 mg/L, Timbal (Pb) 0,0072 mg/L, Merkuri (Hg) <0,001 mg/L dan Kadmium (Cd) < 0,0008 mg/L. Angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir (AKK) adalah < 1 cfu/ml. Organoleptik yaitu warna 3,40, aroma 3,53, rasa 3,60, dan kenampakan keseluruhan yaitu 3,50. Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa minuman RTD Seronija memiliki karakteristik fisikokimia, mikrobiologi, dan organoleptik yang memenuhi standar keamanan pangan berdasarkan BPOM RI.
Drug – Drug Interaction of Dolutegravir and Fluconazole in HIV Patients with Oral Candidiasis – A Literature Review Fauzia, Rizqi Dinni; Izzah, Zamrotul
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.110914

Abstract

Currently, dolutegravir (with tenofovir and lamivudine or emtricitabine) is the first-line treatment of HIV/AIDS in Indonesia. Considering the 90% prevalence of oral candidiasis as an opportunistic infection in people living with HIV, fluconazole has been used to treat this infection. However, research into the potential for fluconazole drug interactions in people using dolutegravir-based therapy is still limited. Therefore, this study aimed to review published journals of drug-drug interaction between fluconazole and dolutegravir in people living with HIV/AIDS being treated for oral candidiasis. A review was conducted from official journal databases such as PubMed and Google Scholar, only for original studies from 2014 to 2024 with HIV-positive patients were included. Only two out of 313 identified articles met the inclusion criteria. Neither study specifically discussed dolutegravir-fluconazole interaction. Up until now, strong evidence regarding dolutegravir-fluconazole interaction is sufficient. The drug interaction database classified them with no interaction, which was based on a lack of data rather than certain data. Prospective pharmacokinetic studies are required to assess this interaction conclusively and ensure the safety of this common co-administration.
Pengaruh Intervensi Edukasi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi: Tinjauan Naratif Susanti, Aprilia Diah; Wahyono, Djoko; Galistiani, Githa Fungie
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.115544

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang tidak menular yang memerlukan terapi jangka Panjang, untuk mencegah terjadinya komplikasi terhadap penyakit yaitu dengan meningkatkan kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pasien hipertensi. Ketidakpatuhan dalam dalam meminum obat antihipertensi masih menjadi tantangan utama. Narrative review ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi edukasi kesehatan terhadap kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan pencarian literatur melalui database PubMed dan Google Scholar. Pemilihan artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 6 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi kesehatan berupa konseling dan edukasi oleh apoteker, pemberian leaflet, dan edukasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan jangka waktu selama    6 bulan efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi. Kesimpulannya edukasi kesehatan dapat memberikan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi menjadi lebih baik, sehingga diperlukan program edukasi kesehatan yang komunikatif guna mendukung pengelolaan hipertensi secara optimal.
REVIEW OF PHARMACOLOGY ACTIVITY JOURNAL CLABET SEEDS (Trigonella foenum graceum L) Sukoharjanti, Bintari Tri; Widodo, Gunawan Pamudji; Purwidyaningrum, Ika Ika
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.116310

Abstract

Biji klabet nama latin Trigonella foenum graecum L. Tanaman yang telah banyak diteliti mengenai manfaat dalam bagian tumbuhannya, terutama bagian biji. Tinjauan ini bertujuan memberikan informasi data ilmiah berbagai aktivitas farmakologi. Metode yang digunakan adalah literature review untuk mengetahui aktivitas farmakologi biji klabet dengan menggunakan tinjauan pustaka (literature review) Kriteria inklusi-eksklusi, search engine dan kata kunci juga ditetapkan sehingga diperoleh hasil studi yang relevan. Pada tinjauan ini data primer dikumpulkan dengan secara online, berupa jurnal nasional maupun jurnal internasional.Hasil kajian yang didapatkan dari beberapa jurnal dan sumber lainnya dapat diungkap potensi biji klabet memiliki kandungan senyawa kimia yang terdapat didalam biji klabet antara lain kuersetin (flavonoid), 4-dihidroksiisoleusin (asam amino), trigonillin (alkaloid), diosgenin (saponin). Biji klabet bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal, juga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes, antioksidan, antiinflamasi, antikanker, dan antibakteri. Kata kunci: Trigonella foenum graecum L, Aktivitas Farmakologi, Review