cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Uji Aktivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Pada Bakteri (Salmonella Typhi, Escherichia Coli, Staphylococus Aureus, Pseudomonas Aerogenosa, dan Stapylococus Epidermidis) Sukoharjanti, Bintari Tri; Retnowati, Eko
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.104984

Abstract

Meningkatnya resistensi bakteri patogen terhadap antibiotik menjadi salah satu kendala utama dalam pengobatan infeksi, khususnya terhadap bakteri seperti Salmonella typhi, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus epidermidis. Salah satu alternatif yang dikembangkan adalah penggunaan ekstrak alami, seperti dari cacing tanah (Lumbricus rubellus), yang diketahui mengandung senyawa antibakteri seperti lumbrokinase, peptida, dan enzim proteolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol Lumbricus rubellus terhadap lima bakteri patogen menggunakan metode difusi cakram pada media Nutrient Agar (NA). Uji dilakukan dalam tiga konsentrasi (F1, F2, dan F3). Hasil menunjukkan zona hambat terbesar pada Staphylococcus aureus (16,07 mm, F2) dan Staphylococcus epidermidis (16,72 mm, F3), dikategorikan sebagai respon “kuat” dan “sedang”. Zona hambat pada Salmonella typhi berkisar antara 11,89–13,05 mm (kuat), sedangkan Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli masing-masing menunjukkan respon “sedang”. Kontrol positif cefixime terhadap Salmonella typhi menunjukkan aktivitas sangat kuat (22,80 mm). Hasil ekstrak Lumbricus rubellus memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, meskipun aktivitasnya bervariasi. Kesimpulan F3 merupakan sediaan paling potensial, dengan aktivitas sedang hingga kuat terhadap hampir semua bakteri uji, khususnya Pseudomonas aeruginosa dan S. epidermidis. Ekstrak cacing tanah memperlihatkan aktivitas kuat terhadap bakteri Gram-positif, dan aktivitas sedang terhadap Gram-negatif.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Coklat Dengan Metode DPPH Dan FRAP Ahyani, Intan Nuraini; Mahbub, Fagiyyah; Kanalung, Afrid Trifena Putri; Kusumaningtyas, Febrianika Ayu
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.106730

Abstract

Kulit coklat (Theobroma cacao L.) merupakan hasil perkebunan yang dapat dimanfaatkan karena memiliki kandungan senyawa kimia polifenol jenis flavonoid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar flavonoid total dan perbedaan nilai IC50 aktivitas antioksidan ekstrak kulit coklat melalui metode DPPH (2,2 Difenil-1-Pikrilhidrazil) dan FRAP (Ferric Reduction Antioxidant Power) diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Tahapan pada penelitian ini yaitu penyiapan bahan uji, pembuatan ekstrak, pengujian kuantitatif kadar flavonoid total, pengujian antioksidan metode DPPH dan FRAP. Hasil uji kuantitatif ekstrak kulit coklat kadar flavonoid total mendapatkan nilai 147,115 mgQE/g ekstrak, dalam setiap g/ekstrak setara dengan 147,115 mgQE. Nilai IC50 uji DPPH 3,302ppm dinyatakan sebagai antioksidan sangat kuat karena nilai IC50 kurang dari 50 ppm. Hasil uji metode FRAP 6,805 VCEAC/g ekstrak menunjukkan bahwa dalam setiap g/ektrak mampu meredam radikal bebas setara dengan 6,805 µg/mL vitamin C ekstrak.
Kajian Literatur: Efektivitas Asetilsistein Dosis Tinggi Pada Pasien PPOK Molidia, Sri Rahmat; Pramantara, Dewa Putu; Ikawati, Zullies
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.93852

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas di seluruh dunia, ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang persisten, hipersekresi mukus, stres oksidatif, dan inflamasi saluran napas. Asetilsistein memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, yang telah menunjukkan manfaat bergantung pada dosisnya. Review ini menilai efektivitas dosis tinggi dari asetilsisitein pada pasien PPOK dalam memperbaiki luaran klinis dan frekuensi eksaserbasi. Studi Randomized Control Trial (RCT) dilibatkan dalam kajian literatur ini mengikuti daftar checklist PRISMA. Hasil review dari 6 RCT menunjukkan bahwa pemberian asetilsistein dosis tinggi (>400 mg perhari) secara signifikan dapat menurunkan frekuensi eksaserbasi, memperbaiki fungsi paru (FEV1, FVC, FEV/FVC), perubahan biomarker oksidasi dan inflamasi (Malondialdehid, Glutation, Glutation Peroksida, Cystein, C-Reactive protein). Kesimpulan dari penambahan terapi asetilsistein dosis tinggi mampu menurunkan frekuensi eksaserbasi dan perbaikan klinis secara signifikan dibandingkan plasebo
Evaluasi Kuantitatif Penggunaan Antibiotik Pada Anak dengan Pneumonia di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada A., Diki Aprianto; Sari, Ika Puspita; Yasin, Nanang Munif
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.97655

Abstract

Infeksi parenkim pada paru merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit pneumonia, tepatnya dikantung kecil yang disebut alveoli. Untuk mengurangi hal itu terjadi diperlukan adanya intervensi perawatan yaitu penggunaan antibiotik sebagai salah satu terapi utama untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan antibiotik empiris dan/atau definitif pada pasien anak dengan pneumonia di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional pada pasien rawat inap yang berusia 0 hingga £18 tahun. Hasil penelitian ini diperoleh penggunaan antibiotik pasien anak dengan pneumonia periode 1 Januari hingga 31 Desember 2022 didapatkan nilai total DDD sebesar 1248,35 DDD/100 hari rawat dengan nilai DDD antibiotik tertinggi adalah gentamisin sejumlah 538,16 DDD/100 hari rawat dan nilai DDD antibiotik terendah adalah seftazidim 2,39 DDD/100 hari rawat inap. Segmen yang termasuk dalam DU 90% diantaranya gentamicin, sefiksim dan azitromisin, sefotaksim serta segmen yang temasuk dalam DU 10% diantaranya seftriakson, ampisillin, siprofloksasin, amoksisillin klavulanat, amoksisillin, amikasin, kotrimoksazol, dan seftazidim.
Evaluasi Praktek Pemilihan Obat di Rumah Sakit Umum AN NI’MAH Menggunakan Instrumen Berbasis Indikator Hidayat, Adnan Muhammad Uno J; Satibi, Satibi; Yuniarti, Endang
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.101587

Abstract

Manajemen obat dimulai dari proses seleksi yang dilakukan oleh Komite Farmasi dan Terapi atas dasar pertimbangan tertentu, kemudian dilanjutkan dengan proses pengadaan, distribusi, dan penggunaan. Proses pemilihan obat harus terlaksana dengan baik dan efektif sehingga mampu menghasilkan Formularium Rumah Sakit yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran alur pemilihan obat dan evaluasi praktek pemilihan obat yang ada di rumah sakit menggunakan instrumen berbasis indikator. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar observasi. Selanjutnya dilakukan wawancara bebas dengan para pihak yang dinilai berperan dalam proses pemilihan obat di rumah sakit untuk mempertajam hasil evaluasi praktek pemilihan obat. Hasil penelitian menunjukkan alur pemilihan obat sudah sesuai dengan pedoman penyusunan formularium yang ditetapkan oleh KEMENKES RI. Evaluasi praktek pemilihan obat masih belum berjalan optimal dilihat dari capaian indikator kualitatif adalah 19 indikator tercapai dari total 28 indikator. Pada indikator kuantitatif terdapat indikator alokasi anggaran, obat DOEN yang tersedia, kesesuaian formularium rumah sakit terhadap FORNAS, kesesuaian item pengadaan terhadap formularium rumah sakit, serta ketersediaan obat generik masih belum memenuhi standar.
An Integrated FTIR-TLC-PCA Approach for an Accurate Classification Model of Kratom Venation Rusydan, Azka Muhammad; Arifah, Mitsalina Fildzah; Lukitaningsih, Endang; Fakhrudin, Nanang
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.101780

Abstract

Kratom (M. speciosa), has a long history of traditional use for various ailments as well as for recreational purposes due to its opioid and psychoactive effects. Nowadays kratom is easily accessible via online markets, with leaf powders commonly categorized by vein color, suggesting different effects despite minimal variations in alkaloid content. To improve the identification and characterization of kratom samples, fingerprinting methods using chemometric tools are increasingly applied in food and pharmaceutical analysis. This study explores a combination of Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Thin-Layer Chromatography (TLC) densitometry data, analyzed with Principal Component Analysis (PCA), to develop a model for distinguishing kratom venation and other alkaloid-containing plants.The TLC chromatogram revealed six consistent peaks (Rf values of 0.17, 0.27, 0.42, 0.73, 0.8, and 0.9), correlating with alkaloids found in kratom. Using PCA, we combined FTIR absorbance values at selected wavenumbers with TLC chromatogram data, resulting in four principal components (PC1, PC2, PC3, and PC4) that explained 84.1%, 9.7%, 2.7%, and 2.5% of the variance, respectively. The resulting score plot demonstrated distinct clustering of samples, which was then verified with cluster analysis. The resulting analysis indicated effective differentiation between kratom vein colors and plant species. The developed FTIR-TLC-PCA model offers a promising approach for sample classification, potentially aiding quality control and authenticity verification in pharmaceutical applications.
Formulasi dan Karakterisasi Fisik Masker Mata Hidrogel Berbasis Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Larasati, Dwi; Zulfaidah, Nanda Tsalasani; Rif’at, Widhiana Putri; Daryanti, Edhita Putri
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.101786

Abstract

Lingkaran hitam di bawah mata (LHBM) adalah kondisi kulit yang ditandai dengan kegelapan pada kelopak mata bawah akibat berbagai faktor, termasuk paparan sinar UV. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan masker mata hidrogel yang terbuat dari ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L). Masker ini berfungsi sebagai penghantar antioksidan untuk kulit di bawah mata, karena kulit buah manggis kaya akan xanton yang memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak kulit buah manggis yang optimal untuk formulasi masker mata hidrogel dan mengevaluasi sifat fisiknya. Jenis penelitian ini adalah eksperimental, menggunakan ekstrak kulit buah manggis yang diperoleh melalui metode maserasi, diikuti dengan skrining fitokimia. Konsentrasi ekstrak yang diuji adalah F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (2%). Pengujian terhadap sediaan masker mata hidrogel meliputi organoleptis, pengukuran bobot dan ketebalan masker, pH, daya mengembang, elastisitas, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid, tanin, dan polifenol. Ketiga konsentrasi ekstrak (F1, F2, dan F3) dapat diformulasikan menjadi masker mata hidrogel. Masker dengan konsentrasi F2 (1%) menunjukkan sifat homogenitas, penampilan fisik, pH, daya mengembang, dan elastisitas yang baik, sehingga sebagai pilihan yang paling direkomendasikan untuk digunakan.
Analisis Bibliometrik Tren Penelitian Resistensi Antibiotik Karbapenem Pada Pengobatan Pneumonia Kasih, Nirvane Zefanya; Sukmarini, Zhafira; Nugroho, Agung Endro; Hakim, Arief Rahman
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.103900

Abstract

Pneumonia adalah suatu infeksi saluran pernapasan akut dengan insidensi tinggi.  Karbapenem merupakan salah satu jenis antibiotik golongan beta laktam yang banyak digunakan pada pengobatan pneumonia. Penggunaan antibiotik karbapenem secara tidak rasional dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik. Saat ini, banyak artikel yang diterbitkan tentang resistensi karbapenem pada pneumonia; namun, tidak ada studi bibliometrik tentang topik tersebut. Studi ini meneliti artikel yang ada menggunakan analisis bibliometrik yang berfokus pada negara, lembaga, penerbit, penulis, dokumen, dan kata kunci. Informasi bibliografi dari penelitian dan artikel konferensi yang relevan diperoleh dari basis data Scopus. Secara total, 741 artikel yang diterbitkan antara tahun 2014 dan 2024 dipilih, mencakup 4390 penulis dan 5173 kata kunci. Data dianalisis secara bibliometrik menggunakan Vosviewer 1.6.16 dan Rstudio 2024. Amerika Serikat, Metrohealth Medical Center (Amerika Serikat), Journal of Infection And Drug Resistance, dan Chen, L. (Universitas Zhejiang, China) masing-masing merupakan negara, lembaga, penerbit, dan penulis yang paling produktif. Analisis artikel berpengaruh dan co-citation network, dan keyword co-occurrence network menunjukkan kelimpahan dan keragaman makalah tentang resistensi karbapenem pada pneumonia. Temuan analisis ini dapat mendorong kolaborasi penelitian dengan menganalisis kontribusi negara, lembaga, penerbit, dan penulis. Hasil bibliometrik dikorelasikan dengan GDP negara dan menghasilkan korelasi positif terhadap tren publikasi topik terkait.
Pengaruh Edukasi Menggunakan Booklet Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Di Kota Surabaya Oktaviyah, Dayanti; Mustofa, Mustofa; Probosuseno, Probosuseno
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.103913

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan kadar glukosa diatas normal secara menahun. Indonesia kini menduduki peringkat kelima yang sebelumnya peringkat ketujuh dengan jumlah diabetes melitus sebanyak 19,5 juta jiwa. Edukasi merupakan salah satu bentuk pelayanan kefarmasian oleh apoteker untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pada pasien diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh edukasi dengan penambahan booklet terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien diabetes melitus di Puskesmas Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan quasi experimental design dengan metode pretest and posttest design with control group. Metode pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Penelitian ini dilakukan secara prospektif di Puskesmas Kota Surabaya pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025. Pretest dan intervensi pertama dilakukan pada mingggu ke-1 dan dua minggu berikutkan di minggu ke-3 akan dilakukan edukasi kembali untuk mengingatkan responsden, pada minggu ke-5 akan dilakukan Posttest. Instrumen yang digunakan kuesioner DKQ-24 untuk pengetahuan, kuesioner MARS-5 untuk kepatuhan. Penelitian terdiri dari 90 pasien dengan masing-masing kelompok 45 pasien. Hasil analisis deskriptif menunjukan tidak ada perbedaan antar kelompok pada data karateristik subjek (p>0.05). Hasil analisi bivariat menunjukan adanya pengaruh edukasi pada pengetahuan (p=0.000) dan kepatuhan (p=0.000) sehingga dapat disimpulkan pemberian edukasi menggunakan booklet dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2.
Productivity Improvement Through Lean Six Sigma In Pharmaceutical Manufacturing: A Narrative Review Alifiya, Fhahira; Chairun Wiedyaningsih, Chairun; Bondan Ardiningtyas, Bondan
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.104946

Abstract

This review examined Lean Six Sigma's (LSS) impact on pharmaceutical manufacturing productivity. Five relevant studies were identified, though targeted research in this area was limited. The studies consistently showed LSS's positive influence, highlighting its effectiveness in boosting productivity, reducing inefficiencies and waste, improving delivery, and generating cost savings. The DMAIC cycle's importance and the correlation between Six Sigma and productivity were emphasized. Lean integration (like value stream mapping) was crucial for waste elimination. One study linked lean production with sustainability. While the literature supports LSS benefits, further research is needed to explore implementation strategies and challenges. The studies confirm LSS as a powerful tool for pharmaceutical companies seeking operational optimization, quality enhancement, and productivity improvement.