cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Faktor – Faktor yang Memengaruhi Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kulon Progo Anni, Anni; Yasin, Nanang Munif; Andayani, Tri Murti
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.105125

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan kadar glukosa diatas normal secara menahun. Indonesia kini menduduki peringkat kelima yang sebelumnya peringkat ketujuh dengan jumlah diabetes melitus sebanyak 19,5 juta jiwa. Edukasi merupakan salah satu bentuk pelayanan kefarmasian oleh apoteker untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pada pasien diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh edukasi dengan penambahan booklet terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien diabetes melitus di Puskesmas Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan quasi experimental design dengan metode pretest and posttest design with control group. Metode pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Penelitian ini dilakukan secara prospektif di Puskesmas Kota Surabaya pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025. Pretest dan intervensi pertama dilakukan pada mingggu ke-1 dan dua minggu berikutkan di minggu ke-3 akan dilakukan edukasi kembali untuk mengingatkan responsden, pada minggu ke-5 akan dilakukan Posttest. Instrumen yang digunakan kuesioner DKQ-24 untuk pengetahuan, kuesioner MARS-5 untuk kepatuhan. Penelitian terdiri dari 90 pasien dengan masing-masing kelompok 45 pasien. Hasil analisis deskriptif menunjukan tidak ada perbedaan antar kelompok pada data karateristik subjek (p>0.05). Hasil analisi bivariat menunjukan adanya pengaruh edukasi pada pengetahuan (p=0.000) dan kepatuhan (p=0.000) sehingga dapat disimpulkan pemberian edukasi menggunakan booklet dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2.
Efektivitas Kombinasi Terapi Prokinetik dengan Proton Pump Inhibitor (PPI) pada Pasien Dispepsia Nugroho, Nidhar Ainu Faza; Nugroho, Agung Endro; Probosuseno, Probosuseno
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.105923

Abstract

Dispepsia merupakan sekumpulan gejala yang terdiri dari gangguan postprandial, rasa cepat kenyang saat makan, atau nyeri dan ketidaknyamanan pada epigastrium. Dispepsia sering dialami di Indonesia dengan prevalensi sebesar 40-50%. Kombinasi proton pump inhibitor dengan prokinetik dinilai efektif dalam meredakan gejala dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien dispepsia. Penelitian ini berbasis studi observasional dengan rancangan cohort prospektif yang dilakukan di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan dengan teknik pengumpulan data secara consecutive sampling. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2024 hingga bulan Februari 2025. Terdapat 2 kelompok penelitian yaitu monoterapi PPI dan kombinasi PPI dengan prokinetik yang dievaluasi setelah 7 hari terapi. Penelitian ini melibatkan pasien dispepsia yang berusia minimal 18 tahun. Analisis univariat dengan analisis diskriptif menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada penyakit komorbid kedua kelompok (p = 0,007). Analisis bivariat dengan Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan perbaikan kualitas hidup pada setiap domain (p>0,05).
Studi Penggunaan Obat dan Assessment Pengobatan pada Kasus Acute Kidney Injury dan Chronic Kidney Disease di Rumah Sakit Area Makassar Pawallangi, Andi Nur'ainun Reskia; Hendrarti, Wahyu; Oktaviany, Ni Wayan; Rante, Melty; Rotinsulu, Pinkan Fabiola; Hasmira, Hasmira
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.106951

Abstract

Acute Kidney Injury (AKI) dan Gagal ginjal akut (GGK) merupakan kondisi dengan morbiditas dan mortalitas tinggi, yang membutuhkan evaluasi terapi yang tepat akibat perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik pada pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan dan kesesuaian pengobatan pasien AKI dan GGK di rumah sakit wilayah Makassar, dengan desain studi observasional deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis Januari–Desember 2022. Sebanyak 179 pasien diteliti, terdiri dari 37 pasien GGA dan 142 pasien AKI. Terapi AKI banyak melibatkan pemberian cairan (NaCl 0,9%, Ringer Laktat), diuretik, dan nutrisi seperti Nephrosteril. Sebanyak 17 pasien AKI menunjukkan perbaikan fungsi ginjal berdasarkan kadar kreatinin dan BUN. Pada pasien GGK, 90,84% menggunakan antihipertensi, terutama golongan calcium channel blocker, loop diuretik, dan ARB. Sebanyak 66 pasien mencapai target tekanan darah (<140/90 mmHg), sementara 43 lainnya tidak tercapai, kemungkinan karena faktor usia, obesitas, konsumsi alkohol, ketidakpatuhan minum obat, dan penurunan eGFR. Secara umum, terapi sudah sesuai dengan pedoman KDIGO dan JNC 8, namun evaluasi berkala dan pendekatan individual tetap dibutuhkan untuk hasil pengobatan yang optimal.
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) : Kajian In Vivo Pada Mencit Hiperkolesterol Yamin, Widia; Kamumu, Indriani; Kasim, Zainar
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.107398

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan kondisi meningkatnya kadar kolesterol dalam darah,. Kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) pada mencit hiperkolesterol dengan modifikasi peningkatan dosis. Dengan menggunakan mencit jantan yang dibuat hiperkolesterolemia menggunakan kuning telur puyuh. Setelah itu diberikan perlakuan, Kelompok kontrol negatif diberikan Na-CMC 1%, kontrol positif diberikan simvastatin sebanyak 1,3 mg, kelompok Dosis-1 diberikan kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan kulit buah naga (Hylovereus polyrhizus) sebanyak 21 mg/kg dan Dosis-2 diberikan kombinasi esktrak daun kelor (Moringa oleifra L.) dan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) sebanyak 26 mg/kg dianalisis dengan menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) pada mencit hiperkolesterol dengan peningkatan dosis mampu menurunkan kadar kolesterol. Dosis-2 (26 mg/kg BB : 1 x sehari) secara signifikan (p<0.05) lebih efektif sebagai antioksidan dalam menurunkan kadar kolesterol dibandingkan dosis 1 (21 mg/kg BB : 1 x sehari) pada mencit hiperkolesterol. Direkomendasi untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut mengenai ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan kulit buah naga terhadap mencit hiperkolesterol
In Vitro Antihypercholesterol Activity Test of Chocolate (Theobroma cacao L) Peel Kusumaningtyas, Febrianika Ayu; Kadir, Sudirman A.; Djamal, Julia Megawati; Mantali, M. Fathurrachman
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.108795

Abstract

Cholesterol is a lipid found in the blood and is not hydrolyzed, until now it has become a risk factor for Coronary Heart Disease (CHD). Reducing cholesterol levels is assisted by the use of antihypercholesterol drugs and natural medicines. The by-product of cocoa plantations (Theobroma cacao L) is skin containing secondary metabolites, including flavonoids, alkaloids, tannins and saponins. This study aims to identify the antihypercholesterol activity of cocoa fruit skin extract in vitro with the Liebermann-Burchard method using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 669nm. The test results showed that the ethanol extract of cocoa fruit skin obtained through maceration at concentrations of 10, 20, 40, 80 and 100ppm had the activity to lower cholesterol levels with an EC50 value of 67.785ppm. This activity is indicated based on the difference in color intensity of the test solution compared with control negative solution. The conclusion from the results obtained is that cocoa skin extract has activity as a natural cholesterol-lowering agent.
Analisis Kadar Logam Merkuri Pada Body Lotion yang Dijual di Pasar 45 Kota Manado Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom Supardi, Rifani Hutami; Utiarahman, Nur Ain; Sangkal, Ahlan
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.109932

Abstract

Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia, untuk mewangikan, mengubah penampilan dan melidungi serta memelihara tubuh pada kondisi yang baik terutama bagian kulit. Salah satu sediaan untuk melembabkan kulit adalah sediaan body lotion namun,  ada beberapa body lotion yang tidak terdaftar BPOM yang banyak digunakan untuk memutihkan kulit dalam waktu yang singkat salah satunya yang mengandung merkuri (Hg). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar logam merkuri (Hg) pada body lotion, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah spektrofotometri serapan atom. Dari 4 hasil pengujian  yang di dapatkan bahwa hanya 1 yang mengandung merkuri yaitu  pada sampel 3  dengan kadar 0,05(mg/kg). 
Formulasi dan Uji Aktivitas SPF Emulgel Hidrosol Rimpang Jahe Emprit (Zingiber officinale var. amarum) Sebagai Tabir Surya Putri, Vania Santika; Setiawan, Bagus; Ekasari, Natasya Putri; Pratiwi, Arum Dyah
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i3.110306

Abstract

Tanaman jahe emprit (Zingiber officinales var. amarum) merupakan tanaman herbal berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas pada kulit serta memiliki aktivitas sebagai tabir surya dalam melindungi kuli. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimental. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk formulasi dan uji aktivitas SPF sediaan emulgel, serta pengaruh variasi hidrosol rimpang jahe emprit terhadap evaluasi fisik berupa organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Variasi hidrosol dalam tiga formula yaitu hidrosol 30%, hidrosol 40%, dan hidrosol 50%. Metode yang digunakan untuk memperoleh hidrosol rimpang jahe emprit digunakan metode destilasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa emulgel homogen tidak ada partikel kasar, memiliki warna sediaan putih, bau khas jahe, tekstur lembut semi kental, nilai pH berturut-turut F1=4,88 F2=4,95 F3=4,85; daya sebar ketiga formula yaitu 1 detik, daya sebar F1=5,595 cm, F2=5,656 cm, F3=5,467 cm. Hasil dari uji hedonik ketiga formula yang paling disukai oleh panelis berdasarkan parameter warna, bau, dan tesktur adalah F2 yang menggunakan hidrosol 40%. Data hasil SPSS menggunakan uji one way anova, tidak terdapat pengaruh signifikan variasi konsentrasi hidrosol jahe emprit terhadap evaluasi fisik emulgel. Hasil dari uji aktivitas SPF emulgel menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis didapatkan hasil SPF kategori ultra dengan nilai berturut-turut F1=21,457 F2=27,953 F3=29,087.
Pengembangan dan Validasi Kuesioner untuk Mengevaluasi Persepsi dan Kecenderungan Keterlibatan Apoteker pada Peresepan Obat-obat Off label pada Pasien Obstetri dan Ginekologi Zurroh, Al Hajar Fuadatus; Cholisoh, Zakky
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025): in press
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.92157

Abstract

Penelitian terkait penggunaan obat off label di Indonesia mayoritas terfokus pada pasien pediatri daripada pasien obstetri dan ginekologi. Padahal penggunaan off label pada pasien obstetri dan ginekologi perlu mendapat perhatian khusus karena perlu memperhatikan banyak aspek kondisi pasien. Pada kondisi hamil umumnya obat-obatan dapat melintasi plasenta sehingga dapat memengaruhi kondisi janin (Wibowo et al. 2021).  Penelitian di Inggris menemukan mayoritas resep yang digunakan secara off label beresiko tinggi bagi pasien dan dokter yang meresepkan (Herring, McManus, and Weeks 2010). Kemungkinan terjadinya pravalensi tinggi terkait penggunaan obat-obat off label pada pasien obstetri dan ginekologi sehingga perlu dilakukan penelitian terkait  persepsi dan kecenderungan keterlibatan apoteker pada peresepan obat - obat off label pada pasien obstetri dan ginekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat evaluasi terhadap persepsi dan kecenderungan apoteker dalam peresepan obat-obat off label pada pasien obstetri dan ginekologi, dalam hal ini berupa kuesioner. Kuesioner  dikembangkan berdasarkan beberapa aspek yang ditemukan dalam kajian pustaka terpublikasi. Uji validitas rupa dan uji validitas konten kuesioner dilakukan dengan penilaian expert judgement, sedangkan uji validasi konstruk dilakukan dengan uji korelasi. Uji reliabilitas kuesioner dilakukan dengan menggunakan nilai Cronbach’s Alpha. Penelitian ini menghasilkan kuesioner yang terdiri dari 46 item pernyataan yang dibagi menjadi beberapa variasi. Setelah melalui beberapa uji validitas dan reliabilitas didapatkan kuesioner yang valid dan reliabel dengan nilai R Corrected item-Total Correlation > 0,200 dari masing-masing pernyataan, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,906 sehingga dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya.Kata kunci: Off label, Obstetri dan Ginekologi, Persepsi, Apoteker
Hubungan Dukungan Sosial dengan Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral (ARV) pada Pasien HIV-AIDS di Kabupaten Sleman Syam AP, Andi Riska; Widayati, Anna Wahyuni; Wiedyaningsih, Chairun
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025): in press
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.94695

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndromes (AIDS) merupakan masalah kesehatan dunia. World Health Organization (WHO) sebagai sektor kesehatan global telah menetapkan tujuan untuk mengurangi infeksi HIV tahun 2022-2030. Indonesia sendiri berupaya untuk mencapai Ending AIDS pada tahun 2030 sebagai bentuk komitmen bersama negara-negara lain di dunia. Ada beberapa kendala utama dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV). Salah satunya faktor dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan sosial dengan kepatuhan pegobatan Antiretroviral (ARV) pada pasien HIV-AIDS. Jenis penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Teknik pengumpulan sampel secara non probability sampling menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah sampel 86 responden. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial secara kuantitatif diperoleh 48,8% responden mendapat dukungan sosial tinggi, dan 51,2% mendapat dukungan sosial rendah, sedangkan dukungan sosial secara kualitatif diperoleh 64% responden merasa puas dan 36% merasa tidak puas. Kepatuhan pengobatan diperoleh 46,5% responden memiliki kepatuhan minum obat yang tinggi, dan 53,5% responden memiliki kepatuhan minum obat yang rendah. Jadi, tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial secara kuantitatif dan kualitatif terhadap kepatuhan pengobatan Antiretroviral (ARV) pada pasien HIV-AIDS di Kabupaten Sleman.
Review: Pendekatan Formulasi Sediaan SNEDDS terhadap BCS Kelas II, III, dan IV Sari, Isnia Sekar; Sulaiman, T.N. Saifullah; Laksitorini, Marlyn Dian
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025): in press
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.98040

Abstract

Latar Belakang: Self Nano-emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dengan basis lipid yang mampu membawa zat aktif sukar larut dalam air, permeabilitas dan ketersediaan hayati yang rendah. Kombinasi komponen SNEDDS merupakan campuran isotropik yang stabil dan memberikan pengaruh pada pengujian sediaan. Karakteristik fisik dan stabilitas sediaan yang baik berbanding lurus dengan pengujian in-vitro dan in-vivo, dapat diartikan bahwa zat aktif dalam sistem SNEDDS dapat meningkatkan ketersediaan hayati oral.Tujuan: Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait karakteristik fisik, ketersediaan hayati, dan stabilitas sediaan SNEDDS dengan natural oil sebagai fase minyak yang berperan secara sinergis dengan zat aktif.Metode: Penelusuran jurnal ilmiah diambil pada laman Sciencedirect, Researchgate, dan MDPI dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pencarian jurnal ilmiah dengan kata kunci diantaranya bio-active, SNEDDS, stability, bioavailability, anticancer, antiinflammation, dan antioxidant.Hasil: Jurnal ilmiah yang di-review menunjukan bahwa zat aktif berupa ekstrak hingga senyawa sintesis yang diformulasikan dalam sistem SNEDDS mampu meningkatkan ketersediaan hayati oral, stabilitas sediaan, dan karakteristik fisik.Kesimpulan: Self Nano-emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dengan komponen yang sesuai mampu meningkatkan ketersediaan hayati, mencapai target terapi yang diinginkan, dan berpotensi sebagai pilihan terapi penyakit.