cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : 25494899     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium Fisika di SMP Pusaka Rawaselang Taat Guswantoro; Manogari Sianturi; Faradiba Faradiba; Samuel Gideon; Septina Severina Lumbantobing; Nya Daniaty Malau; Sumiati Sumiati; Seprianus Seprianus
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2019): Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.088 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v3i1.22410

Abstract

Laboratorium merupakan sebuah sarana yang mendukung pembelajaran khususnya IPA, namun beberapa sekolah yang berada di daerah belum memiliki peralatan laboratorium yang memadahi, salah satunya adalah SMP Pusaka yang berada kecamatan Ciranjang. Pengukuran adalah salah satu materi dari pelajaran IPA, dalam melakukan pengukuran diperlukan alat ukur. Alat ukur yang sering diujikan di ujian nasional adalah jangka sorong, micrometer skrup dan multitester, tetapi alat ukur ini tidak tersedia di SMP Pusaka. Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Kristen Indonesia melakukan pengabdian kepada masyarakat ke SMP Pusaka dengan melakukan kegiatan pelatihan penggunaan alat laboratorium berupa alat ukur jangka sorong, mikrometer skrup dan multitester serta menyumbangkan alat-alat tersebut. Pelatihan dilaksanakan kepada siswa kelas 7 SMP sejumlah 29 siswa, setelah pemaparan tim melakukan pendampingan kepada siswa untuk melakukan pengukuran dan mengisi lembar kerja yang telah disediakan, kemudian diberikan kuesioner untuk mengetahui pemahaman siswa dan kesan kepada instruktur. Dari hasil kuesioner yang dijawab oleh siswa menyatakan bahwa materi pelatihan mudah dipahami, diaplikasikan dan menambah pengetahuan, secara keseluruhan materi yang diajarkan mendapatkan respon baik dengan presentase rata-rata 86,6 %. Menurut kesan para siswa pelatih dari Pendidikan Fisika UKI memberikan perhatian, pendampingan dan penyajian materi yang baik dengan persentase rata-rata 85,4 %.
Pelatihan Pengolahan Vertical Garden dan Penggunaan Alat Kesehatan Masyarakat Di Dusun Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta Siti Nurhalizah; Endah Endah; Pradini Syarifah Ramadhani; Andi Mustofa
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2020): Vol 4, no 1 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.264 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i1.34073

Abstract

AbstrakPadatnya perumahan penduduk dan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan jasmani, mengakibatkan sedikitnya masyarakat yang memiliki kebun diperkarangan mereka dan sebagian acuh terhadap kondisi kesehatan fisiknya, mengakibatkan mudahnya terserang penyakit.Tujuan dari layanan ini adalah (1) untuk meningkatkan konsep pengetahuan masyarakat tentang cara mengelola limbah dalam botol bekas dengan metode taman vertikal (2) untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara menggunakan perangkat medis. Ada aktivitas servise yang dilakukan dalam satu bulan dengan pertemuan dalam beberapa minggu. Dengan tujuan kegiatan tersebut adalah masyarakat dan ibu-ibu pengurus PKK desa Samirono. Ada aktivitas layanan yang dilakukan melalui bimbingan.Hasil layanan dijelaskan secara deskriptif kualitatif. Hasil layanan ini menunjukkan bahwa layanan berhasil. Kata kunci: pelatihan pengelolahan sampah, vertical garden, penggunaan alat-alat kesehatan Vertical Garden Processing Training and Use of Community Health Devices In Hamlet Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman, YogyakartaAbstractThere is full citizen house resulted in the small number of people here garden. In their fields while lack of concerning about physical healt, result in easily attacted by disease. The purpose of this service are (1) To improve the concept of community knowledge about how to manage waste in the used bottles with the vertical garden method (2) To increase public knowledge about how to use medical devices. There is servise activity carryed out in one mounth with on meeting in weeks. with the  aim of the activity were the community and mothers of the PKK administrators of vilage Samirono. There is service activity carried out through guidance. The result of the service are described by qualitatively descriptiviely. The results of this service indicated that service was success. Key words: waste management training, vertical garden, use of medical devices
Pelatihan Pembuatan Nata de coco di Perkebunan Kelapa Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman Wiwit Probowati; Aulia Ulfah Mu’awanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2021): Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.38 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i1.28419

Abstract

Coconut plants are very potential commodities, all parts of the coconut plant are beneficial to the needs of human life. All parts of coconuts are not wasted and can be used to produce industrial products. The partners are coconut farmers who sell peeled coconut and coconut flesh. Farmers in Margomulyo village have difficulty in handling the waste of untreated coconut water. Sometimes the coconut water causes inundated land without being used. Sometimes when the coconut water is not directly absorbed in the ground, it will cause bad odor in the environment. Therefore, the use of coconut water is a way to optimize the use of coconut fruit. The content of sucrose sugar in coconut water will be used by Acetobacter xylinum as a source of energy, as well as a carbon source to form metabolite compounds such as cellulose that form Nata de Coco. In conclusion, Nata de coco making training in Margomulyo village gave positive response for the community to establish business unit. The barrier to the implementation of this activity was that there was no solution for handling waste production of Nata de coco of which aroma was quite disturbing. Thus, the implementation of nata de coco waste treatment program will be overcomed in further implementation of community service program which will be held in the next period
ECOBRICK Sebagai Pemanfaatan Sampah Plastik di Laboratorium Biologi dan Foodcourt Universtias Negeri Yogyakarta Aditia Pramudia Sunandar; Rizki Qonitati Chandra Chahyani; Fiki Zida Farhana
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2020): Vol 4, no 2 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.999 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i2.37501

Abstract

Produksi sampah plastik saat ini sudah tidak terbendung lagi. Masyarakat semakin sulit terlepas dari penggunaan plastik. Hal tersebut tentu saja berdampak pada tercemarnya lingkungan karena limbah plastik yang menumpuk dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk terurai secara alami. Terlebih  lagi  karena  penggunaan  plastik  hampir  tidak  bisa  dikendalikan.  Plastik  juga  menjadikan  suhu  udara menjadi  lebih  panas  dari  ke  hari,  karena sifat  polimernya  yang  tidak  berpori. Pada  saat  ini,  sebagian  besar  produk  yang diproduksi tanpa memikirkan ke mana mereka akan pergi ketika dikonsumsi. .Di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta sampah plastik sangat mudah ditemukan di lingkungan Foodcourt dan Laboratorium Biologi. Dalam upaya mengurangi limbah plastik peneliti berinisiatif untuk membuat ecobrick sebagai pemanfaatan dan daur ulang limbah plastik. Ecobrick adalah salah satu usaha kreatif bagi penanganan sampah plastik. Fungsinya bukan untuk menghancurkan sampah plastik, melainkan untuk memperpanjang usia plastik-plastik tersebut dan mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna, yang bisa dipergunakan bagi  kepentingan  manusia  pada  umumnya..Dengan cara mengolah kembali limbah botol plastik menjadi barang yang bisa digunakan kembali seperti tempat sampah, kursi, dan meja serta mendukung penyadaran terhadap mahasiswa biologi untuk membuang sampah pada tempatnya sesuai arahan. Hasil penelitian ditunjukkan dengan selalu penuhnya tiga kardus sampah yang disediakan di laboratorium Biologi setiap seminggu dan mencapai angka 60%. Pemanfaata ecobrick membutuhkan bahan dasar yang cukup banyak dan peranan setiap pihak karena masih menggunakan tenaga manual namun memiliki hasil yang positif dalam mengurangi sampah plastik dilingkungan masyarakat. Kata kunci: Ecobrick, Sampah Plastik, Daur Ulang.
IbM Workshop Metode Matematika Gasing Bagi Guru SD Muhammadiyah Se Jakarta Timur Ima Mulyawati; Wiratamasari Sarwinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2020): Vol 4, no 2 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.537 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i2.37495

Abstract

AbstrakIbM pengabdian masyarakat melalui workshop metode matematika GASING bagi guru SD Muhammadiyah se Jakarta Timur. Tujuan dalam pengabdian ini adalah 1) peningkatan pemahaman tentang penjumlahan dan pengurangan; 2) peningkatan pemahaman tentang perkalian dan pembagian. Penerapan metode GASING dilaksanakan melalui empat tahapan. Tahap pertama adalah tahap persiapan, meliputi pembuatan buku modul, persiapan bahan ajar, workshett, persiapan strategi mengajar, dan koordinasi dengan pihak mitra terkait persiapan workshop. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan workshop, tahap ini diawali dengan pemberian pretest kepada para peserta, dilanjutkan dengan workshop metode matematika GASING, kemudian diakhiri dengan tahap posttest dan tahap pengisian angket kepuasan oleh peserta. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah pelatihan metode GASING dapat meningkatkan kemampuan guru-guru SD Muhammadiyah se Jakarta Timur dalam menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian. Kata kunci: Motede Matematika GASING, Workshop Matematika GASING SD. IbM Workshop on Gasing Mathematics Method for Teachers of Muhammadiyah Elementary Schools in East JakartaAbstractIbM community service through a workshop on GASING mathematics methods for Muhammadiyah elementary school teachers in East Jakarta. Aim in this service are 1) increasing understanding of addition and subtraction; 2) increasing understanding of multiplication and division. The application of the GASING method is carried out through four stages. The first stage is the preparation stage, which includes the making of a module book, preparation of teaching materials, worksheets, preparation of teaching strategies, and coordination with partners regarding preparation of workshops. The second stage is the implementation phase of the workshop, this stage begins with giving a pretest to the participants, followed by a workshop on mathematical methods GASING, then ends with the posttest stage and the stage of filling the satisfaction questionnaire by the participants. The result of community service activities is that the GASING method training can improve the ability of East Jakarta Muhammadiyah elementary school teachers to calculate addition, subtraction, multiplicatio. Keywords: GASING Mathematical Methods, GASING Elementary Mathematics Workshop.
Pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk organik dengan teknologi EM-4 di Dusun Tandon Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri Benni Setiawan; Eko Widodo; Suranto Aw
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2021): Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.178 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i1.35821

Abstract

Ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia perlu mendapat perhatian dari Perguruan Tinggi. Pasalnya, pupuk kimia dapat mengurangi kesuburan tanah. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu melatih dan mendampingi masyarakat agar beralih menggunakan pupuk organik. Pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk dirancang sebagai upaya mengurangi ketergantungan masyarakat dengan pupuk kimia. Selain itu, pelatihan dan pendampingan ini untuk mengolah potensi wilayah, dalam hal ini pupuk kandang, untuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi masyarakat. Hasil pelatihan dan pendampingan ini menunjukkan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi penting. Kemitraan ini menjadikan masyarakat semakin mandiri dan berdaya saing. Selain itu, program pelatihan dan pendampingan ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan harkat dan martabat masyarakat.The dependence of the community on chemical fertilizers needs the attention of universities. The reason is, chemical fertilizers can reduce soil fertility. Therefore, universities need to train and assist the community in switching to using organic fertilizers. Training and assistance in making fertilizers is an effort to reduce community dependence on chemical fertilizers. Also, this training and mentoring are to process the region's potential, in this case, manure, to increase the community's productivity and economy. The results of this training and mentoring show that the partnership between universities and the city is essential. This partnership makes the community more independent and competitive. Also, this training and mentoring program shows the university's commitment to improving the city's dignity.
Penanganan Masalah Lingkungan di SD Negeri Caturtunggal 7 Yuni Riyanto; Muhamad Tegar Pratama; Elisabet Griapon
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2020): Vol 4, no 1 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.893 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i1.34074

Abstract

AbstrakSDN Caturtunggal 7 merupakan sekolah negeri yang beralamat di Jl. Gambir No. 6 B Karangasem Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY. Sekolah ini berada di suatu kompleks yang letaknya cukup jauh dari jalan utama. Lingkungan sekolah ini berbatasan langsung dengan pemukiman warga tanpa adanya pagar. Aktivitas warga juga sering terlihat di dalam sekolah ini. Selain itu, di dalam sekolah juga terdapat berbagai permasalahan lingkungan yang sering dikeluhkan seperti belum tepatnya pemilahan sampah, siswa sering buang sampah sembarangan, penataan ruang parkir yang belum rapi, kurangnya kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan kamar mandi, dsb. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menerapkan dan menyebarluaskan solusi masalah lingkungan yang ada di sekolah tersebut. Solusi yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain : (1) sosialisasi mengenai cara pemilahan dan pengolahan sampah, (2) penanaman tanaman di lahan kosong, (3) pembuatan vertical garden, (4) penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan memberikan perlengkapan berupa sabun dan lap, (5) pemberian slogan ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, dan cuci tangan pakai sabun. Setelah kegiatan dilaksanakan, selanjutnya dilakukan analisis dan evaluasi sehingga diperoleh kesimpulan bahwa  permasalahan lingkungan jika ditangani secara tepat akan menghasilkan suatu karya dan inovasi yang solutif bagi masyarakat. Kata kunci: sosialisasi, masalah, lingkungan, vertical garden, cuci tangan. Handling Environmental Problems in Caturtunggal 7 Elementary School AbstractSDN Caturtunggal 7 is a public school that is located at Jl. Gambir No. 6 B Karangasem Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY. This school is located in a complex that is located quite far from the main road. The environment of this school is directly adjacent to people's housing without a fence. Citizen activities are also often seen in this school. In addition, in the school there are also various environmental problems that are often complained of such as not precisely sorting waste, students often dispose of litter, arrangement of parking spaces that are not neat, lack of student awareness to maintain the cleanliness of the bathroom, etc. The purpose of this activity is to implement and disseminate solutions to environmental problems that exist in the school. The solutions used in this activity include: (1) dissemination of how to sort and process waste, (2) planting plants on vacant land, (3) making vertical gardens, (4) applying Hand Washing with Soap (CTPS) by providing equipment in the form of soap and wipes, (5) giving slogan invitations to dispose of garbage in its place, save water, and wash hands with soap. After the activity is carried out, then analysis and evaluation are carried out so that it can be concluded that environmental problems if handled appropriately will produce a work and innovation that is solutive for the community. Key words: socialization, environment, problems, vertical garden, hand washing.
Geogebra: Media Visualisasi Grafis untuk Penyusunan Bahan Ajar Atmini Dhoruri; Eminugroho Ratna Sari; Dwi Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2021): Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.045 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i1.28782

Abstract

Menurut beberapa studi dan penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa SMP di Indonesia dilihat dari kemampuan kognitif maupun afektif masih tergolong rendah. Kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains, hasil yang dicapai siswa Indonesia jauh dari memuaskan. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa diperlukan langkah-langkah penyempurnaan secara mendasar dan konsisten serta sistematik dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika adalah dengan memanfaatkan Geogebra untuk pembelajaran Matematika. Dua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu  Kabupaten Sleman dan Bantul masing-masing memiliki kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP. Kedua MGMP memiliki permasalahan yang hampir sama atau beririsan yaitu sebagian besar guru belum terampil dalam menyusun bahan ajar matematika dengan bantuan Geogebra. Selain itu kedua MGMP juga belum mengintegrasikan teknologi komputer dalam pembelajaran Matematika. Dalam prakteknya, guru menemui kesulitan untuk memvisualisasikan konsep materi persamaan garis (berupa grafik), kesebangunan, serta bangun datar dan bangun ruang.Pelatihan Geogebra sebagai solusi masalah tersebut, diberikan kepada guru matematika se MGMP Sleman dan Bantul. Pelatihan dilakukan sebanyak 3 pertemuan untuk masing-masing MGMP. Pada awal setiap pertemuan diberikan materi sementara peserta praktek, disetiap akhir pertemuan peserta diberi tugas untuk menyusun bahan ajar. Sebagai evaluasi pelaksanaan kegiatan diberikan angket evaluasi di akhir pertemuan. Berdasarkan angket, sebanyak 100% peserta sangat antusias mengikuti kegiatan workshop Geogebra  ini. Di samping itu, sebesar 37.14% setuju dan 62.86% sangat setuju diadakan pelatihan Geogebra lanjutan. Sementara itu sebanyak 45.71% setuju dan 54.29 % sangat setuju materi workshop sesuai yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Keberadaan asisten dirasa sangat membantu, hal ini tampak dari seluruh peserta menyatakan setuju atau sangat setuju. Dari hasil tugas peserta yang dikumpulkan tercatat nilai rata-rata lebih dari 85. Hal ini menunjukkan kemampuan guru menggunakan Geogebra dalam menyiapkan bahan ajar sangat baik.
Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Produksi Ikan Asap Melalui Sistem Paparasi (Pengasapan Terintegrasi) Di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Agus M; Titik H; Oktaviani A. S; Novika W
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2020): Vol 4, no 1 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.045 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i1.34068

Abstract

AbstrakKecamatan Rowosari memiliki potensi perikanan yang sangat baik karena didukung oleh letaknya yang strategis dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Produk ikan laut ini dimanfaatkan oleh warga Desa Tambaksari yang diolah menjadi produk ikan asap. Proses pengasapan yang masih sederhana dan belum tersentuh teknologi ini sehingga kapasitas produksi yang sedikit dan kurangnya higienitas pada proses pengasapan. Proses pengasapan ikan yang memerlukan waktu 7 – 8 jam serta hasil ikan asap yang terpapar di rak terbuka membuat produk ikan yang dihasilkan kurang higienis karena lalat dapat hinggap pada ikan tersebut. Untuk itu diperlukan teknologi yang dapat meningkatkan kapasitas dan higienitas produk ikan asap yaitu dengan sistem paparasi. Dengan sistem paparasi proses pengasapan dapat ditekan hingga 3 – 4 jam serta tingkat higienitas yang lebih baik. Kata kunci: Pengasapan Ikan, TerintegrasiImprovement Of Quality And Capacity Of Asap Fish Production Through Paparation System (Integrated Finging) In Tambaksari Village, Rowosari District, Kendal Regency, Central Java AbstractRowosari District has excellent fishery potential because it is supported by its strategic location and directly adjacent to Java Sea. This marine fish product is utilized by Tambaksari villagers who processed into smoked fish products. The fogging process is still simple and untouched by this technology resulting in little production capacity and a lack of hygiene in the curing process. The process of fumigation of fish that takes 7 - 8 hours and the results of smoked fish exposed on the open shelves make fish products produced less hygienic because the flies can land on the fish. For that needed a technology that can increase the capacity and hygiene of smoked fish products with the system of paparasi. With curing process paparasi process can be pressed up to 3 - 4 hours and hygiene level better. Key words: Fish Smoking Kiln, Integration
Sosialisasi Pengurangan Penggunaan Sedotan Plastik Di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat Syahda Agustian S; Mahrifa Dwi Safitri; Aina Fauzia
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2020): Vol 4, no 2 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.871 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i2.37502

Abstract

Sedotan plastik terkandung didalamnya Polypropylene dan Polystyrene adalah salah satu alat bantu minum yang penggunaannya hanya digunakan sesaat dan akhirnya menambah jumlah limbah yang ada. Limbah sedotan plastik yang ada di lingkungan Kota Yogyakarta merupakan salah satu elemen penyebab kerusakan lingkungan yang tidak mudah terurai karena berbahan plastik dan anorganik. Langkah untuk mencapai lingkungan yang bersih dari limbah plastik terutama limbah sedotan adalah dengan mengurangi penggunaannya dengan tidak memakai atau menggunakan sedotan ramah lingkungan dan mengolah limbahnya menjadi sebuah karya atau barang yang berguna atau bernilai harganya. Dari langkah yang akan dilakukan , perlu diwujudkan karya-karya dengan bahan utama limbah sedotan plastik dan pengedukasian serta pemanfaatan limbah sedotan plastik, yang menjadi konsentrasi pada penelitian ini bertujuan dapat; alternatif langkah mengurangi kerusakan lingkungan dan mencintai lingkungan alam, sumbangsih ide kepada siswa dan masyarakat, alternatif produk fungsional bagi siswa ataupun masyarakat, pelestarian lingkungan, dan meningkatkan nilai ekonomi limbah. Metodologi yang digunakan adalah observasi, sosialisasi dan studi literatur. Hasil obseravsi menunjukan bahwa penggunaan sedotan plastik masih banyak dilingkungan sekolah dan masyarakat namun ternyata banyak siswa dan masyrakat yang sadar untu segera mengganti sedotan plastik menjadi sedotan ramah lingkungan dan tergerak hatinya untuk mengolah limbah sedotan plastik menjadi barang yang memiliki manfaat lebih.Kata kunci: sosialisasi, sedotan, plastik

Page 7 of 19 | Total Record : 186