cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : 25494899     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 197 Documents
ECOBRICK Sebagai Pemanfaatan Sampah Plastik di Laboratorium Biologi dan Foodcourt Universtias Negeri Yogyakarta Aditia Pramudia Sunandar; Fiki Zida Farhana; Rizki Qonitati Chandra Chahyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2020): Vol 4, no 1 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.746 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i1.34071

Abstract

AbstrakInulin merupakan bahan dasar obat yang banyak terkandung dalam umbi-umbian lokal, seperti ubi kayu/singkong (Manihot esculenta), uwi (Dioscorea spp.), ubi jalar (Ipomoea batatas), dan gembili (Dioscorea esculenta L.), yang secara luas belum diupayakan untuk diproduksi secara besar-besaran. Umbi-umbian lokal umumnya hanya dijual sebagai bahan mentah yang harganya relatif murah dan tidak dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Umumnya dikonsumsi dengan cara direbus, digoreng atau diolah menjadi makanan tradisional, belum diproses menjadi produk yang lebih bermanfaat, memiliki nilai jual relatif tinggi, dan waktu penyimpanan yang relatif lebih lama. Pada kegiatan pemberdayaan masyarakat pedesaan ini telah dilakukan penyuluhan, pemberian keterampilan, dan pendampingan masyarakat dusun Krajan Wedomartani Ngemplak Sleman untuk secara mandiri mampu mengolah umbi-umbian lokal menjadi produk tepung fermentasi, tepung non fermentasi, dan ekstrak inulin. Pada kegiatan ini bahan baku yang digunakan adalah umbi singkong, uwi ungu, dan ubi jalar ungu. Proses fermentasi umbi dilakukan menggunakan jamur monascus angka atau monascus purpureus. Ekstrak inulin dilakukan dengan menggunakan pelarut alkohol. Produk tepung fermentasi dengan bahan baku umbi singkong, uwi ungu, dan ubi jalar ungu masing-masing memiliki randemen sebesar 52%, 43%, dan 40%; sedangkan ekstrak inulin memiliki randemen sesesar 7,47%, hanya saja produk inulin belum optimum bila ditinjau dari sisi warna senyawa, masih perlu dilakukan proses lanjutan untuk memperoleh produk inulin yang sesuai standar pasar. Hasi angket menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menyatakan kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, dan secara umum penyajian materi oleh tim pengabdi dapat diterima dengan mudah dan jelas oleh peserta. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa metoda penyampaian materi sesuai, artinya, secara umum metoda penyampaian materi dalam kegiatan ini dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat sasaran. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu membuka wawasan masyarakat desa untuk dapat mengolah umbi-umbian lokal, yang semula hanya dikonsumsi dengan direbus atau digoreng atau dijual mentah dengan harga realtif murah menjadi produk yang lebih bermanfaat, memiliki nilai jual relatif tinggi, dan memiliki daya simpan relatif lebih lama. Kata kunci: inulin, monascus angka, umbi-umbian lokal, membuka wawasan, masyarakat desa ECOBRICK as The Utilization of Plastic in Biology Laboratory and Foodcourt Yogyakarta State University AbstractInulin is a raw material of medicine which is contained in local tubers, such as cassava (Manihotes culenta), Dioscorea spp., sweet potato (Ipomoea batatas L.), and Dioscorea esculenta L., which is not widely strived in mass production. Local tubers commonly sold as food raw material which is relatively cheap and cannot be stored for a long time. Generally, the tubers consumed by boiling, fried or processed to traditional food. It has not processed to be more valuable product, has relatively high price, and has relatively longer the storage time. In the empowerment activity of rural community, it has been conducted counseling, providing soft skill, and community assistance in Krajan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman to independently be able producing local tubers became fermented flour, unfermented flour, and inulin extract product. In this activity, the raw material were cassava, Dioscorea alata L. syn. D. atropurpurea Roxb., and purple sweet potato (Ipomoea batatas var Ayumurasaki). Tubers fermentation process was conducted using monascus angka or monascus purpureus mold. Inulin extract was produced using alcohol solvent. Fermented flour product from cassava, Dioscorea alata L. syn. D. atropurpurea Roxb., and purple sweet potato have yield as respectively 52%, 43%, and 40%; meanwhile inulin extract has yield as 7.47%, although inulin product had not reach optimum point regarding on the color of compound. It still needs further process to gain standardized commercially inulin product. Questioners showed that mostly of the attendances stated the activity very useful, and generally the presentation from empowerment team can be delivered easily and clearly to the communities.  Mostly of the attendances stated that the method of presentation is suitable, which means generally the presentation method in this activity can be accepted easily by the communities. Mostly of the attendances stated that the activity is very helpful for them to gain the knowledge of local tubers processing, which was originally consumed only with boiled or fried or sold uncooked with the relatively cheap price to be more valuable product, has relatively high price, and has relatively longer the storage time  Key words: inulin, monascus angka, local tubers, empowerment, rural community
Pelatihan Soal Matematika Berbasis Literasi Numerasi pada Siswa SMA IT Fitrah Insani Nicky Dwi Puspaningtyas; Marchamah Ulfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2020): Vol 4, no 2 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.904 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i2.37504

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1) memberikan pengetahuan bagi siswa terkait soal-soal berbasis literasi numerasi matematika, 2) melatih keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal berbasis literasi numerasi matematika. Metode yang digunakan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan siswa dalam menyelesaikan soal berbasis literasi numerasi matematika. Pelatihan dilakukan secara virtual dengan aplikasi google classroom dan zoom. Data diperoleh dari hasil pre-test dan post-test kemudian diuji perbedaan dua rata-ratanya dengan menggunakan SPSS. Diperoleh nilai rata-rata pre-test 44,79 sedangkan rata-rata post-test 73,74. Sedangkan nilai sig.2-tailed adalah 0,0175%. Hasil pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa: 1) pemberian pelatihan soal berbasis literasi numerasi ini memberikan pengaruh yang signifikan pada hasil belajar siswa. 2) pelaksanaan pelatihan soal berbasis literasi numerasi matematika terlaksana dengan baik dan dapat dinyatakan berhasil. Kata kunci: literasi, numerasi, matematika, pelatihan
Pelatihan Penyusunan Instrumen Tes dan Analisisnya Secara Modern Bagi Guru-Guru IPA SMP Edi Istiyono; Risky Setiawan; Harun Harun
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2020): Vol 4, no 2 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.073 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i2.37499

Abstract

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini berupa pelatihan penyusunan instrumen tes bagi guru SMP mata pelajaran IPA terpilih yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman kepada guru tentang: 1) penyusunan soal berbasis High Order Thinking Skills, 2) penyusunan rancangan penilaian untuk kurikulum 2013, 3) penyusunan instrumen soal, dan 4) penganalisisan butir soal secara modern (Item Response Theory). Kegiatan PPM ini dilaksanakan dengan metode pelatihan, dilanjutkan dengan penugasan, dan pendampingan di sekolah. Kegiatan yang dilakukan terdiri atas pelatihan penyusunan rancangan penilaian dan kisi-kisi soal berbasis HOTS, pelatihan penyusunan penilaian K-13, praktik penyusunan soal, dan pelatihan analisis butir soal dengan menggunakan software ITEMAN dan Bilog MG. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah guru Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang berjumlah 30 orang.  Hasil dari kegiatan PPM ini yakni: 1) memberikan pemahaman kepada guru IPA tentang prinsip-prinsip penyusunan instrumen tes yang baik, 2) memberikan pemahaman dan pengalaman kepada guru IPA dalam menyusun konstruk instrumen tes yang baik, 3) memberikan pemahaman dan pengalaman kepada guru dalam melakukan analisis butir soal secara IRT, dan 4) memberikan pemahaman dan pengalaman kepada guru dalam menganalisis kemampuan peserta tes dengan pendekatan IRT. Kata Kunci: pelatihan, pendampingan, penyusunan soal, guru SMP
Penerapan Teknologi Pengolahan Air Minum di Desa Tegalyoso Prawatan Klaten Suyanta Suyanta; Sunarto Sunarto; Widarto Widarto
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2021): Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.764 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i1.39912

Abstract

AbstrakKegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pengolahan air sistem adsorpsi pada air sumur bagi masyarakat desa Tegalyoso. Pengabdian ini menekankan pengaplikasian teknolgi adsorpsi melalui pembuatan kolom secara sederhana. Teknologi terapan ini diharapkan diaplikasikan oleh masyarakat untuk pengolahan air sumur menjadi air baku, bahkan menjadi air minum. Pengabdian ini dirancang dalam tiga tahap. Tahap 1, perancangan, pelatihan dan pembuatan kolom adsorpsi. Tahap 2, setting dan contruksi teknologi pengolahan air. Tahap 3, uji kualitas air hasil pengolahan dan evaluasi program PPM.. Hasil kegiatan  menunjukkan bahwa teknologi pengolahan air telah berhasil dilakukan dengan produk berupa kolom adsorpsi, masyarakat telah mampu secara mandiri membuat alat pengolahan air. Efektifitas dan Efisiensi pengolahannya sangat baik. Analisis terhadap air sumur menunjukkan bahwa air setelah pengolahan lebih jernih dengan nilai pH dan TDS yang semakin kecil, kandugan bakteri E coli 0 serta kandungan logam semakin menurun sehingga air lebih aman untuk dikonsumsi berdasarkan permenkes RI N0.492/MENKES/PER/IV/2010. Pemahaman masyarakat terhadap pengolahan air menjadi meningkat sehingga kesehatan masyarakat juga meningkat. Kata Kunci: teknologi pengolahan air, kolom adsorpsi, adsorpsi, air sumur, air minum.
Peningkatan Profesionalisme Guru Matematika SMK Se-Gunungkidul Melalui Workshop Pemodelan Matematika Himmawati Puji Lestari; Hartono Hartono; Nikenasih Binatari; Emut Emut; Fitriana Yuli Saptaningtyas; Kus Prihantoso Krisnawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2020): Vol 4, no 1 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.467 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i1.34079

Abstract

AbstrakParadigma pembelajaran di sekolah menengah kejuruan sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan dunia kerja, mengacu pada standar kompetensi dunia kerja atau dunia industri misalnya kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan ini dapat ditumbuhkembangkan melalui pembelajaran matematika, khususnya pemodelan matematika. Oleh karena itu, tim pengabdi memandang perlu dilakukannya sebuah workshop untuk mewadahi guru-guru SMK dalam meningkatkan penguasaan materi tentang pemodelan matematika. Program Pengabdian Masyarakat ini, diselenggarakan dalam bentuk workshop selama 2 hari untuk (1) Menjelaskan tentang Pemodelan Matematika, (2) Menyusun model matematika dari masalah kontekstual / soal aplikasi, (3) Menyelesaikan masalah kontekstual / soal aplikasi dan (4) Media pembelajaran berbasis teknologi informasi yang dapat membantu menyelesaikan masalah kontekstual / soal aplikasi. Berdasarkan evaluasi diperoleh beberapa hal sebagai berikut: 1) Kegiatan PPM workhop Pemodelan Matematika ini telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik dan lancar; 2) Peserta mengikuti workshop dengan antusias dan memandang bahwa kegiatan ini perlu diselenggarakan; 3) Berdasarkan hasil evaluasi dari angket, pelaksanaan kegiatan workshop ini berjalan sangat baik dengan skor 4.29 dari skor maksimum 500; 4) Berdasarkan tes kemampuan pemodelan matematika, diperoleh peserta memperoleh skor rerata 7,85 dari skor maksimum 10. Kata kunci: workshop, pemodelan matematika, Geogebra, Tora Improving Professionalism of Mathematics Teacher In Gunungkidul Vocational Schools Through Mathematics Modelling WorkshopAbstractThe learning paradigm in vocational high schools should consider the needs of the world of work, referring to the competency standards of the world of work or industry such as problem solving skills and critical thinking skills. This ability can be developed through learning mathematics, especially mathematical modeling. Therefore, the service team deems it necessary to hold a workshop to facilitate vocational teachers in increasing mastery of material on mathematical modeling. This Community Service Program, held in the form of a workshop for 2 days to (1) Explain about Mathematical Modeling, (2) Develop mathematical models of contextual problems / application problems, (3) Solve contextual problems / application problems and (4) Learning media based information technology that can help solve contextual problems / application problems. Based on the evaluation, several things are obtained as follows: 1) The PPM Mathematics Modeling workhop activity has been carried out and runs well and smoothly; 2) Participants attend the workshop enthusiastically and view that this activity needs to be held; 3) Based on the evaluation results from the questionnaire, the implementation of the workshop activities went very well with a score of 4.29 from a maximum score of 500; 4) Based on tests of mathematical modeling abilities, the participants obtained an average score of 7.85 from a maximum score of 10. Key words: workshop, mathematical modelling, Geogebra, TORA
Kasus Gigitan Ular di Indonesia Maula Haqul Dafa; Slamet Suyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2021): Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.318 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i1.29343

Abstract

Ular merupakan satwa liar yang habitatnya paling dekat dengan manusia. Gigitan ular dikategorikan WHO sebagai “Neglected Tropical Disease” atau Penyakit Tropis Terabaikan dan menyumbang kematian lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia tiap tahun, sebagian besar berasal dari negara berkembang yang terletak di daerah tropis dengan penduduk padat. Kematian akibat gigitan ular disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu tingkat bisa ular yang menggigit, keadaan korban, penanganan pertama, akses ke rumah sakit yang memadai, dan ketersediaan antivenom. Penanganan pertama yang tepat ketika tergigit ular berbisa adalah dengan imobilisasi, yaitu membuat bagian tubuh yang tergigit hanya bergerak seminimal mungkin atau bahkan tidak bergerak, dan mendapatkan antivenom via infus jika sudah memasuki fase sistemik. Ketidaktahuan masyarakat mengenai penanganan pertama yang tepat dan dianjurkan serta ketidaktersediaan antivenom ular yang tepat di rumah sakit dapat meningkatkan jumlah orang yang tewas akibat gigitan ular.
ECOBRICK Sebagai Pemanfaatan Sampah Plastik di Laboratorium Biologi dan Foodcourt Universtias Negeri Yogyakarta Aditia Pramudia Sunandar; Fiki Zida Farhana; Rizki Qonitati Chandra Chahyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2020): Vol 4, no 1 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.746 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i1.34072

Abstract

AbstrakInulin merupakan bahan dasar obat yang banyak terkandung dalam umbi-umbian lokal, seperti ubi kayu/singkong (Manihot esculenta), uwi (Dioscorea spp.), ubi jalar (Ipomoea batatas), dan gembili (Dioscorea esculenta L.), yang secara luas belum diupayakan untuk diproduksi secara besar-besaran. Umbi-umbian lokal umumnya hanya dijual sebagai bahan mentah yang harganya relatif murah dan tidak dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Umumnya dikonsumsi dengan cara direbus, digoreng atau diolah menjadi makanan tradisional, belum diproses menjadi produk yang lebih bermanfaat, memiliki nilai jual relatif tinggi, dan waktu penyimpanan yang relatif lebih lama. Pada kegiatan pemberdayaan masyarakat pedesaan ini telah dilakukan penyuluhan, pemberian keterampilan, dan pendampingan masyarakat dusun Krajan Wedomartani Ngemplak Sleman untuk secara mandiri mampu mengolah umbi-umbian lokal menjadi produk tepung fermentasi, tepung non fermentasi, dan ekstrak inulin. Pada kegiatan ini bahan baku yang digunakan adalah umbi singkong, uwi ungu, dan ubi jalar ungu. Proses fermentasi umbi dilakukan menggunakan jamur monascus angka atau monascus purpureus. Ekstrak inulin dilakukan dengan menggunakan pelarut alkohol. Produk tepung fermentasi dengan bahan baku umbi singkong, uwi ungu, dan ubi jalar ungu masing-masing memiliki randemen sebesar 52%, 43%, dan 40%; sedangkan ekstrak inulin memiliki randemen sesesar 7,47%, hanya saja produk inulin belum optimum bila ditinjau dari sisi warna senyawa, masih perlu dilakukan proses lanjutan untuk memperoleh produk inulin yang sesuai standar pasar. Hasi angket menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menyatakan kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, dan secara umum penyajian materi oleh tim pengabdi dapat diterima dengan mudah dan jelas oleh peserta. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa metoda penyampaian materi sesuai, artinya, secara umum metoda penyampaian materi dalam kegiatan ini dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat sasaran. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu membuka wawasan masyarakat desa untuk dapat mengolah umbi-umbian lokal, yang semula hanya dikonsumsi dengan direbus atau digoreng atau dijual mentah dengan harga realtif murah menjadi produk yang lebih bermanfaat, memiliki nilai jual relatif tinggi, dan memiliki daya simpan relatif lebih lama. Kata kunci: inulin, monascus angka, umbi-umbian lokal, membuka wawasan, masyarakat desa ECOBRICK as The Utilization of Plastic in Biology Laboratory and Foodcourt Yogyakarta State University AbstractInulin is a raw material of medicine which is contained in local tubers, such as cassava (Manihotes culenta), Dioscorea spp., sweet potato (Ipomoea batatas L.), and Dioscorea esculenta L., which is not widely strived in mass production. Local tubers commonly sold as food raw material which is relatively cheap and cannot be stored for a long time. Generally, the tubers consumed by boiling, fried or processed to traditional food. It has not processed to be more valuable product, has relatively high price, and has relatively longer the storage time. In the empowerment activity of rural community, it has been conducted counseling, providing soft skill, and community assistance in Krajan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman to independently be able producing local tubers became fermented flour, unfermented flour, and inulin extract product. In this activity, the raw material were cassava, Dioscorea alata L. syn. D. atropurpurea Roxb., and purple sweet potato (Ipomoea batatas var Ayumurasaki). Tubers fermentation process was conducted using monascus angka or monascus purpureus mold. Inulin extract was produced using alcohol solvent. Fermented flour product from cassava, Dioscorea alata L. syn. D. atropurpurea Roxb., and purple sweet potato have yield as respectively 52%, 43%, and 40%; meanwhile inulin extract has yield as 7.47%, although inulin product had not reach optimum point regarding on the color of compound. It still needs further process to gain standardized commercially inulin product. Questioners showed that mostly of the attendances stated the activity very useful, and generally the presentation from empowerment team can be delivered easily and clearly to the communities.  Mostly of the attendances stated that the method of presentation is suitable, which means generally the presentation method in this activity can be accepted easily by the communities. Mostly of the attendances stated that the activity is very helpful for them to gain the knowledge of local tubers processing, which was originally consumed only with boiled or fried or sold uncooked with the relatively cheap price to be more valuable product, has relatively high price, and has relatively longer the storage time  Key words: inulin, monascus angka, local tubers, empowerment, rural community
Pengenalan Video Test Kit Kadmium Sebagai Media Pembelajaran Kimia bagi Guru SMK Negeri 7 Malang Zuri Rismiarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2020): Vol 4, no 2 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.329 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i2.37505

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMK Negeri 7 Malang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan kontribusi kepada mitra dalam rangka pengembangan kualitas pendidikan dan pengajaran praktikum. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan media pembelajaran kimia menggunakan video tutorial tentang penggunaan test kit kadmium yang menarik bagi guru SMK Negeri 7 Malang, memanfaatkan teknologi multimedia berbasis aplikasi powtoon dalam proses pembelajaran praktikum bagi guru SMK Negeri 7 Malang, meningkatkan minat dan ketrampilan para siswa SMK Negeri 7 Malang pada praktkum kimia analisis. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan guru Kimia SMK Negeri 7 Malang. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah media pembelajaran praktek kimia analisis dalam bentuk video tutorial test kit kadmium yang berisi tentang bahaya kadmium, cara penggunaan test kit berbasis aplikasi powtoon.Kata kunci: Kadmium, testkit, kimia, video
Pembelajaran Berbasis ICT: Pelatihan Penggunaan Software GeoGebra Sebagai Strategi Efektif Peningkatan Profesionalitas Guru Elfi Rahmadhani; Septia Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2020): Vol 4, no 2 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.998 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i2.37500

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan pembelajaran matematika berbasis ICT dengan mengenalkan dan menggunakan software Geogebra sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan profesionalitas guru. Kegiatan pengabdian ini bersifat pelatihan dan pendampingan dalam menggunakan software Geogebra. Metode yang digunakan adalah pemberian materi dan diskusi tentang software Geogebra dan cara menggunakannya, kemudian dilanjutkan dengan latihan/praktek penggunaan software tersebut dan diakhiri dengan presentasi hasil karya para guru berupa media pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi dengan para peserta diketahui bahwa para guru senang dengan adanya pelatihan penggunaan software Geogebra tersebut, karena membantu mereka dalam menyampaikan materi geometri yang pada umumnya merupakan materi yang sulit bagi siswa. Menurut mereka, penggunaan software ini dapat mengakomodir siswa yang tidak mempunyai kemampuan spatial thinking yang bagus, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima oleh seluruh siswa. Kata kunci: pembelajaran berbasis ICT, Geogebra
Pelatihan Implementasi Assessment Of Learning, Assessment For Learning Dan Assessment As Learning Pada Pembelajaran IPA SMP di MGMP Kabupaten Magelang Dadan Rosana; Eko Widodo; Wita Setianingsih; Didik Setyawarno
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2020): Vol 4, no 1 (2020)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.279 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v4i1.34080

Abstract

AbstrakKegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penilaian peserta didik sehingga dapat menerapkan otentik asesmen sebagaimana di minta di Kurikulum 2013. Penilaian konvensional cenderung dilakukan untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Dalam konteks ini, penilaian diposisikan seolah-olah sebagai kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran. Pemanfaatan penilaian bukan sekadar mengetahui pencapaian hasil belajar, justru yang lebih penting adalah bagaimana penilaian mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses belajar.Penilaian seharusnya dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu assessment of learning (penilaian akhir pembelajaran), assessment for learning (penilaian untuk pembelajaran), dan assessment as learning (penilaian sebagai pembelajaran). Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan kompetensi guru dalam bidang penilaian dapat meningkat.Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam rancangan workshop dan pendampingan mulai dari penjelasan tentang pemanfaatan Assessment of Learning, Assessment for Learning dan Assessment as Learning Pada Pembelajaran IPA SMP, melakukan validasi dan uji coba asessment di kelas pembelajaran, dan menerapkan asesmen tersebut dalam seluruh penbelajaran IPA di SMP. Evaluasi kegiatan dilaksanakan baik dari aspek proses (workshop dan pendampingan) maupun aspek produk (melakukan tes kemampuan guru menerapkan asesmen di kelas pembelajaran). Pada tahap implementasi di lapangan akan dilaksanakan dengan cara melakukan kemitraan kolaboratif dengan MGMP IPA SMP di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Kata kunci: Pelatihan guru, Assessment of Learning, Assessment for Learning, Assessment as Learning. Assessment Of Learning, Assessment For Learning And As Learning Assessment Training In Smp Learning Learning In MGMP, Magelang DistrictAbstractThis training activity aims to improve the quality of student assessment so that they can apply authentic assessments as requested in the 2013 Curriculum. Conventional assessments tend to be carried out to measure student learning outcomes. In this context, assessment is positioned as if the activity is separate from the learning process. Utilization of assessment is not just knowing the achievement of learning outcomes, rather what is more important is how assessment can improve the ability of students in the learning process. Assessment should be carried out through three approaches, namely assessment of learning (assessment of learning), assessment for learning (assessment for learning) , and assessment as learning (assessment as learning). With this training activity it is expected that teacher competency in the field of assessment can increase.These service activities are carried out in the design of workshops and mentoring starting from the explanation of the use of Assessment of Learning, Assessment for Learning and Assessment as Learning in Junior High School Science Learning, validating and testing assessments in learning classes, and implementing these assessments in all Natural Sciences learning in SMP . Evaluation of activities carried out both from the aspect of the process (workshops and mentoring) and product aspects (testing the ability of teachers to apply assessments in learning classes). At the implementation stage in the field, it will be carried out by collaborative partnership with MGMP IPA SMP in Magelang Regency, Central Java Province.Key words: Teacher training, Assessment of Learning, Assessment for Learning, Assessment as Learning

Page 9 of 20 | Total Record : 197