Jurnal Pembelajaran Prospektif
Jurnal Pembelajaran Prospektif (JPP) is aimed at facilitating scholars, researchers, curriculum developers, educational practitioners, and teachers for publishing the original articles in the form of research paper, theory-based empirical paper, book review, and paper review. The topic areas are covering: Educational Research, Literacy works, Innovative Teaching and Learning Method, Curriculum and Material Development, Assessment, and Best Practice. Jurnal Pembelajaran Prospektif terbit 2 kali dalam setahun, yaitu bulan Februari dan Agustus.
Articles
158 Documents
Integrated Task-Based Learning: Sebuah Alternatif Teknik Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris pada SMK Permesinan
Yuliana, Y. Gatot Sutapa
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v1i1.18986
Dealing with the demands of developing job opportunities, and the importance of English language competence to meet the communication needs in the global industrial business, SMK (Senior Higher Vocational School)is expected to create medium-level “engineersâ€who are ready to work, adapt and fulfil the industries owner’s requirements. In the miniature of industrial settings the students were educated and prepared to be adopted directly by industries. Therefore, the quality, relevance of education and vocational curriculum are framed with adaptive competence in English directed in accordance with local needs and employment opportunities of the industries provided both nationally and internationally. With highly requiring the English Language Competency, industry, business, society and governent areplacing themselves as the most important factors determining the relevance judgments which are kept in the vocational education.To be skilful and communicative aremostly expected by the whole or a large part of the public to endorse the vocational readiness to be appropriate with the business world. This will also bring SMK to be economic assets that is essential, prospective,and therefore able to support the general welfare and go public.
Toefl Antara Penting Dan Frustasi: Analisis Kebijakan “Toefl†Di Universitas Tanungpura
., Uray Salam
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v2i1.27197
Salah satu kualitas lulusan tingkat sarjana yang diharapkan adalah memiliki kemampuan bahasa Inggris. Hal ini diyakini sebagai persiapan menyongsong era globalisasi dimana komunikasi antar Negara semakin mudah. Kemampuan berbahasa Inggris sebenarnya juga menjadi life-skills dan academic-skills yang akan mendukung pembangunan manusia Indonesia khususnya dalam bidang alih teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Itulah yang diharapkan oleh UNTAN dengan menerapkan kebijakan TOEFL sebagai prasyarat ujian skripsi. TOEFL yang dimaksud di dalam penelitian ini adalah sebuah tes kemampuan bahasa Inggri yang mirip TOEFL (R) milik ETS.Data diambil dari hasil TOEFL mahasiswa angkatan 2007 dan kemudian dibandingkan hasil tes mereka setelah mereka belajar selama 5 tahun di UNTAN yakni hasil mereka di tahun 2011. Selain itu 10 mahasiswa dari beberapa fakutas diinterview untuk mengetahui pendapat mereka tentan kebijakan ini. Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata mahasiswa mengalami kemunduran dalam penguasaan bahasa Inggris yang diindikasikan oleh menurunnya nilai rata-rata TOEFL mereka. Selain itu, penelitian ini juga menyingkap bahwa ternyata di Universitas ini tidak ada lingkungan yang memadai untuk berkembangnya kemampuan bahasa Inggris.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TASK-THINK-DISCUSSION BERBANTUAN GROUP WHATSAPP UNTUK MENGOPTIMALKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB MAHASISWA BARU
., Bistari Basyuni
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v3i1.34450
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sikap tanggung jawab mahasiswa baru selama perkuliahan geometri datar di semester satu. Mahasiswa baru sebagian besar masih belum mempunyai kematangan dengan gaya belajar perguruan tinggi dan masih dalam penyesuaian kehidupan kampus. Melalui penugasan yang terencana dan dimonitoring, lalu mengkondisikan mareka untuk berpikir individual maupun kelompok serta memanfaatkan media social yakni group WhasApp, maka diharapkan sikap tanggung jawab dapat dioptimalkan. Indikator tanggung jawab yang dikaji, yaitu: (1) menyerahkan tugas tepatwaktu; (2) mengerjakan sesuai petunjuk; (3) mengerjakan tugas berdasarkan hasil karya sendiri; (4) mengerjakan tugas dengan baik; (5) cocok antara kata dan perbuatan. Kajian dilakukan dengan cara membuat rencana pembelajaran, mendiskusikan pada observer sebelum pelaksanaan, pelaksanaan dengan diamati oleh dua observer, refleksi hasil pelaksanaan, dan merencanakan untuk kegiatan berikutnya sambil membenahi kelemahan kegiatan sebelumnya. Setelah dilakukan dua siklus, diperoleh 4 indikator dari 5 indikatortersebut terjadi peningkatan. Hasil yang diperoleh dari 28 mahasiswa untuk masing-masing indikator sebagai berikut. Menyerahkan tugas tepat waktu dari 93% menjadi 96%. Mengerjakan sesuai petunjuk dari 64% menjadi 79%. Mengerjakan tugas berdasarkan hasil karya sendiri dari 54% menjadi 71%. Mengerjakan tugas dengan baik dari 67% menjadi 86%. Cocok antara kata dan perbuatan dari 70% menjadi 60%.
KAJIAN TERHADAP ESENSI BAHASA DALAM KOMUNIKASI PEMBELAJARAN
., Luhur Wicaksono
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v3i2.37807
Pembelajaran merupakan kegiatan yang dirancang oleh guru agar siswa melaksanakan proses belajar. Acuan pembelajaran tidak boleh menyimpang dari kurikulum yang berlaku karena ia merupakan panduan baik bagi siswa maupun guru. Pembelajaran sebagai sebuah rantai kegiatan, harus mempertimbangkan pengetahuan awal dan kebutuhan siswa, dan harus diinformasikan kepada siswa. Pemberian informasi mengenai pembelajaran memerlukan perantaraan yaitu dengan bahasa sebagai alat komunikasi sejak jaman dahulu pada awal kehidupan manusia. Bahasa merupakan bagian penting dalam komunikasi pem-belajaran, baik dalam bentuknya yang verbal, maupun non verbal. Dalam pembelajaran, bahasa menjadi penentu keberhasilan kegiatan tersebut.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
Paulinus Samuel, Yuli Budhiarti,
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v5i1.40515
When teaching using the lecture method, students are less active in learning, after taking the scores of students' Social Studies learning outcomes, no student has scored according to the standards of maximum completeness criteria. This study aims to see whether there is an effect of learning models Examples Non Examples on Social Studies learning outcomes of fourth grade students of State Elementary School 25 Perimpah. The method used in this study is the experimental method,the type of research used is quantitative and the model used is the examples non examples model. The average student learning outcomes before being given treatment (pretest) was 46 and after being given treatment (posttest) 71.33, the value of students' social studies learning outcomes increased which means there is an influence of using the learningmodel. From the results of hypothesis testing using the T test, it is obtained thtable table that is 9.714> 2.048, then Ho is rejected and Ha is accepted. The use of non examples examples learning model has an influence on students' Social Studies learning outcomes in material recognizing the types of natural resources (NR) in SDN 25 Perimpah.
MENINGKATAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DALAM MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL MELALUI PENDEKATAN KOLABORATIF
., Slamed
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v6i1.45668
The purpose of this study was to determine: 1). How is the process of implementing a collaborative approach in an effort to improve teacher teaching skills in guiding small group discussions; 2). Whether a collaborative approach can improve teacher teaching skills in guiding small group discussions. This type of research is School Action Research. The results of the study concluded that: 1) The process of implementing a collaborative approach was carried out in 6 stages, namely: initial conversation, observation, analysis, final conversation, final analysis and discussion. 2) A collaborative approach can improve teacher teaching skills in guiding small group discussions at SMAN 2 Sintang, SMAN 1 Sepauk and SMA Sinar Kasih Sintang. This is indicated by the average value that has increased from cycle I to cycle II. The average value of teacher teaching skills in guiding SMAN small group discussions 2 Sintang increased by 17%, at SMAN 1 Sepauk increased by 16% and at SMA Sinar Kasih Sintang increased by 15%.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Induksi Magnet Melalui Model Pembelajaran Team Assisted Individualization Pada Siswa Kelas XII MIA 3 SMAN 2 Pontianak
Udzaenah, -
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v1i2.19217
This research was aimed to increase student’s achievement of XII MIA 3 students of SMA Negeri 2 Pontianak on magnetic induction materials. This research consist of 2 (two) cycles with each meeting takes time 3x45 minutes. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and analysis section.To know class management, teacher and student;s observation sheet was used.The results showed that application of cooperative learning model Team Assisted Individualization can improve student’s achievement in class XII MIA 3 SMA Negeri 2 Pontianak on magnetic induction material. It can be seen from the increase in average grade from 67.9 to 76.32 and the percentage of students who pass the test rosefrom 52.63% in the first cycle becomes 76.32% in the second cycle.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP METODE PEMBELAJARAN DOSEN
Desi Sri Astuti, Dian Shinta Sari dan
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v3i1.34445
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran dosen IKIP Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualititatif dan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh mahasiswaProgram Studi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2016-2017 yang berjumlah 395 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan randomsampling atau secara acak sehingga di peroleh sampel sebanyak 65 responden. Teknik pengumpulan data adalah, kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini dengan cara mengklasifikasi datadan menafsirkan isi data. Hasil penelitian persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran adalah bahwa metode pembelajaran yang digunakan oleh dosen dalam perkuliahan sudah variatif sehingga pelajaran dapat lebih aktif dan efektif. Dalam pelaksanaan pembelajaran seorang dosen hendaknyamemilih metode yang melibatkan secara aktif mahasiswa didalamnya sehingga pembelajaran tidak terkesan Teacher Centre.
PENGEMBANGAN PTS BERBASIS TEMA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK JARI DIVA
., Zainal .
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v4i1.37798
Permasalahan pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) yang masih dilaksanakan secara parsial berdasarkan muatan pelajaran oleh guru binaan menunjukkan ketidaksesuaian antara pelaksanaan pembelajaran dengan penilaian yang dilaksanakan. Guru kelas pada sekolah binaan mengalami kesulitan dalam pengembangan soal PTS berbasis tema. Bimbingan kelompok JARI DIVA menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan PTS Berbasis Tema. Bimbingan Kelompok JARI DIVA dilaksanakan sejak semester II tahun pelajaran 2017/2018 hingga semester II tahun pelajaran 2018/2019 terhadap guru kelas 1,2,4,dan 5 pada gugus 13,16, dan 19 Singkawang. Bimbingan kelompok JARI DIVA yang dilaksanakan melalui workshop dilanjutkan kerja mandiri kemudian dilakukan diskusi dan validasi hasil kerja mandiri terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan PTS berbasis tema, yang dibuktikan dengan pemenuhan produk kisi-kisi dan soal PTS berbasis tema oleh guru di gugus 19 Singkawang 84%, Gugus 13 Singkawang 86%, dan gugus 16 Singkawang 83%.
PROGRAM PEMBELAJARAN MADRASAH DINIYAH (MADIN) SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN AGAMA BAGI SISWA SEKOLAH UMUM
Wardi, Suhra
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpp.v4i2.40496
Human Resource Development is a key factor to achieve the progress of the country and nation. Creating quality human resources is not only in terms of intellectual intelligence, but more important is the religious intelligence. Religion teaches that there is damage on earth because of human actions. Achieving prosperity and peace for all mankind will be achieved and felt because of the balance of intellectual and religious intelligence, so that life peace is expected and avoid damage on earth. Pontianak City Government anticipates the realization of a balance of intellectual and religious intelligence throughthe establishment of the Madrasah Diniyah Takmiliyah program for public schoolstudents. The Pontianak City Government implements this program in collaboration with the Pontianak City Ministry of Religion and the Pontianak State Islamic Institute (IAIN). This policy was taken because of the lack of religious material for public school students in the national curriculum. Regional autonomy makes it possible for the Regional Head to stipulate Regional Regulations (Perda) related to strengthening religious education needed by the region in order to achieve the welfare of the community.