cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edukasi : Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan
ISSN : 20851472     EISSN : 25794965     DOI : -
Core Subject : Education,
Edukasi is a scientific journal Faculty of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Magelang. This Journal serves as a means of dissemination of scientific research results conducted by the academicians both from internal and external. Edukasi contains research results and theoretical studies on educational issues, especially in Indonesia. Nowadays, Edukasi has been indexed in google scholar, sinta, and moraref.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
Model Dukungan Sistem untuk Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter Bhakti, Caraka Putra; Lutfiyani, Vivi; Ghiffari, Muhammad Alfarizqi Nizamuddin; Regita, Swiejti Maghfira
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1942.057 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2343

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah memberikan referensi model dukungan sistem yang mampu menguatkan pelaksanaan pendidikan karakter di Indonesia. Pendidikan merupakan unsur yang dapat menciptakan kemajuan dan peningkatan kualitas hidup suatu bangsa. Dalam penyelenggara pendidikan, pembentuk karakter dan kecakapan hidup merupakan hal yang perlu diperhatikan. Akan tetapi, saat ini berbagai peristiwa muncul dan memberikan pengaruh pada kehidupan siswa, contohnya: bullying, pergaulan bebas, kurangnya sopan santun dan lain sebagainya. Fenomena tersebut terjadi dikarenakan kurangnya karakter positif yang membantu siswa memperkokoh fondasi hidup mereka sendiri. Pendidikan karakter merupakan suatu yang urgen dalam proses pembentukan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Akan tetapi pendidikan karakter saat ini masih dikatakan belum optimal, hal ini dikarenakan sarana dan kualitas pendidik dalam memberikan pendidikan karakter. salah satu hal yang dapat mengoptimalkan pendidikan karakter adalah melalui dukungan sistem yang mana merupakan salah satu dari empat komponen layanan dalam bimbingan dan konseling dan juga sebagai bagian integral dalam keseluruhan praksis pendidikan pada setting persekolahan. Dukungan sistem merupakan kegiatan manajemen serta tata kerja infrastruktur guna memperlancar kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Dalam menguatkan pendidikan karakter, dukungan sistem ini meliputi berbagai aspek kegiatan, yaitu pengembangan jejaring (networking) (seperti bekerjasama dengan psikolog, Guru PKN, dan lain sebagainya), lalu pengembangan profesionalitas (seperti mengikuti organisasi profesi, seminar, pelatihan, workshop), pemberian konsultasi dan kolaborasi antara guru, orang tua dan pihak lainnya, serta manajemen program, riset dan pengembangan program. Melalui dukungan sistem diharapkan akan membantu guru BK dalam mengembangkan potensi dan kompetensi siswa secara spiritual, akademik, pribadi/sosial, karir yang hal ini mengarah kepada penguatan pendidikan karakter.
Membentuk Empati Siswa SMA dengan Menggunakan Pendekatan Konseling Values Clarification Prasetya, Akhmad Fajar; Gunawan, I Made Sonny
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1815.437 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2344

Abstract

Pembentukan karakter merupakan cerminan dari pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Adapun sekolah-sekolah harus menyadari bahwa pendidikan karakter merupakan penanaman tentang nilai yang harus dilakukan terhadap siswa di sekolah. Lebih lanjut pendidikan tentang nilai adalah proses menanamkan nilai-nilai tertentu dan sekaligus memberikan benih kepada siswa agar mampu menumbuhkan karakter khasnya pada saat menjalankan kehidupan. Dengan kata lain, siswa tidak hanya memahami pendidikan sebagai bentuk pengetahuan, namun juga menjadikannya sebagai bagian dari hidup dan secara sadar mereka hidup berdasarkan pada nilai moral yang baik. Dalam hal ini salah satu bentuk dari pendidikan karakter yang penting untuk dikembangkan adalah empati karena di pandang sebagai akar dari nilai-nilai moral yang paling dasar. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh konselor sekolah di dalam membantu siswa untuk meningkatkan empatinya melalaui konseling dengan menggunakan Penedekatan Values Clarification (VC). Lebih lanjut values clarification dapat digunakan dalam konseling individu atau kelompok karena merupakan pendekatan turunan dari psikologi humanistik (Kirschenbaum, 2013). Selain itu, pendekatan konseling values clarification juga menekankan pada kemampuan mendengarkan secara empatik untuk membantu konseli merefleksikan lebih dalam pemikiran dan perasaannya sendiri. Dalam hal ini values clarification, menganggap nilai sebagai bentuk keyakinan yang kuat untuk kondisi akhir atau bentuk dari perbuatan yang dapat diterima dengan baik.
Peningkatan Kedisiplian Kehadiran Masuk Sekolah melalui Konseling Individu Berbasis Studi Kasus bagi Siswa Kelas X IPS2 Semester Genap SMA Negeri 4 Magelang Tahun 2018 Budiyati, Sri
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.953 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan kehadiran masuk kelas melalui Konseling Individu berbasis studi kasus bagi siswa kelas X  IPS 2   SMA Negeri 4 Magelang Semester Genap.Tahun 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS2 SMA Negeri4 Magelang Semester Genap Tahun 2017/2018 yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi. Wawancara dan studi dukumentasi Pada penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tenik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kedisiplinan kehadiran masuk kelas pada kondisi awal rata-rata 14,4 meningkat menjadi 15,4 pada siklus I dan 16,1 pada siklus II.
Pendidikan Karakter melalui Permainan Interaktif di Kelas Ratnaningsih, Endah; Sarwanti, Sri
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.09 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2346

Abstract

Permainan merupakan aktivitas yang pada umumnya dilakukan oleh anak-anak secara natural, tanpa paksaan dan biasanya tanpa didesak oleh rasa tanggung jawab. Apabila dipahami lebih lanjut, dengan bermain banyak aspek kecrdasan anak yang terasah. Berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan di MI Ma’arif Arrosydin Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Berdasarkan hasil observasi, tidak semua aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar yang ada di MI Ma’arif Arrosydin Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap kreativitas dan kontribusi peserta dalam kegiatan ini. Kegiatan belajar mengajar berlangsung secara konvensional, misalnya pengajar memberikan contoh membaca huruf-huruf hijaiyah kemudian peserta langsung menirukan. Belum ada aktivitas yang melibatkan permainan-permainan dalam kegiatan tersebut. Proses belajar mengajar yang biasanya berlangsung secara konvensial perlu mendapat sentuhan istimewa yang akan meningkatkan ketertarikan, keterlibatan, kreativitas, keceriaan anak-anak yang menjadi peserta didik MI Ma’arif Arrosydin Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Mempertimbangkan paparan kondisi di atas, perlu adanya suatu Pemanfaatan Permainan Interaktif bagi Siswa MI Ma’arif Arrosyidin Pucang untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa di Kelas. Program ini memberikan pendampingan bagi para bagi siswa MI Ma’arif Arrosyidin Pucang untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa di Kelas dan praktek langsung dalam kegiatan permainan interaktif yang dilakukan oleh tim pengabdian UNTIDAR bekerja sama dengan pengajar/pembina MI Ma’arif Arrosyidin Pucang.
Penerapan Hidden Curriculum untuk Mengembangkan Karakter Mandiri Pada Anak Usia Dini Hartini, Sri; Nurajizah, Nuni; Nurpitasari, Emilia
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.451 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2348

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan referensi terkait beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan karakter mandiri pada anak usia dini. Anak usia dini merupakan sekelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Dalam proses perkembangan anak usia dini masih memiliki ketergantungan terhadap orang tua. Anak usia dini notabene memiliki perilaku yang belum mandiri dan belum terbiasa dijauhkan dengan orangtuanya. Hal ini akan menyebabkan anak tidak bisa mengurus dirinya sendiri, takut jika ditinggal ibunya, sulit untuk mengakui kesalahan, dan tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan. Maka dari itu, karakter mandiri sangat penting dikembangkan pada anak usia dini. Terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan karakter mandiri pada anak usia dini. Salah satunya yaitu dengan menerapkan hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi yang dilaksanakan di sekolah. Adapun strategi yang dapat diimplementasikan di sekolah untuk mengembangkan karakter mandiri pada anak usia dini diantaranya yaitu: 1) Penggunaan media edukatif. 2) Pembiasaan untuk melakukan kegiatan pembelajaran tanpa di dampingi orang tua. 3) Pemberian reward atau punishment di setiap kegiatan yang dilakukan oleh anak. 4) Toilet training.
Keterampilan Pengasuhan Keluarga dan Permasalahan Perkembangan Karakter Anak di Magelang Mashar, Riana
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3531.186 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2349

Abstract

Pengasuhan anak dewasa ini mengalami banyak tantangan terutama dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan tuntutan persaingan di sekitar anak. Orang tua perlu membekali anak dengan kekuatan iman, karakter, fisik, mental, dan akademik sekaligus. Di satu sisi, perubahan gaya hidup dan struktur sosial telah menggeser peran orang tua dalam pengasuhan terhadap anak. Waktu interaksi anak dan orang tua yang terbatas, minimnya bekal pengetahuan orang tua dalam mengembangkan keterampilan keorangtuaan (parenting skills), dan tuntutan kehidupan yang semakin kompleks memperburuk model pengasuhan orang tua modern terhadap anak. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena keluarga merupakan kunci penting pembentukan kepribadian dan keberhasilan anak di masa dewasa. 90 ibu di wilayah miskin Kabupaten Magelang dipilih untuk menjadi responden penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif fenomenologis mengenai pengasuhan keluarga dan bagaimana kondisi keluarga mempengaruhi perkembangan karakter anak. Pengumpulan data dilakukan melalui focus group discussion, wawancara, dan pengisian lembar survey. Hasil pengumpulan data kualitatif menunjukkan bahwa (1) 26% permasalahan keluarga muncul karena faktor ekonomi; (2) 26,9% orang tua belajar melalui trial and error saat mengasuh anak, orang tua lebih banyak meniru perlakuan orang tua mereka dulu dan belum benar-benar meluangkan waktu untuk belajar mengenai keterampilan pengasuhan; (3) 37% permasalahan anak yang paling dominan berkaitan dengan emosi negatif yang ditunjukkan anak; (4) semakin kompleks masalah orang tua, semakin banyak perilaku negatif anak.Pengasuhan anak dewasa ini mengalami banyak tantangan terutama dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan tuntutan persaingan di sekitar anak. Orang tua perlu membekali anak dengan kekuatan iman, karakter, fisik, mental, dan akademik sekaligus. Di satu sisi, perubahan gaya hidup dan struktur sosial telah menggeser peran orang tua dalam pengasuhan terhadap anak. Waktu interaksi anak dan orang tua yang terbatas, minimnya bekal pengetahuan orang tua dalam mengembangkan keterampilan keorangtuaan (parenting skills), dan tuntutan kehidupan yang semakin kompleks memperburuk model pengasuhan orang tua modern terhadap anak. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena keluarga merupakan kunci penting pembentukan kepribadian dan keberhasilan anak di masa dewasa. 90 ibu di wilayah miskin Kabupaten Magelang dipilih untuk menjadi responden penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif fenomenologis mengenai pengasuhan keluarga dan bagaimana kondisi keluarga mempengaruhi perkembangan karakter anak. Pengumpulan data dilakukan melalui focus group discussion, wawancara, dan pengisian lembar survey. Hasil pengumpulan data kualitatif menunjukkan bahwa (1) 26% permasalahan keluarga muncul karena faktor ekonomi; (2) 26,9% orang tua belajar melalui trial and error saat mengasuh anak, orang tua lebih banyak meniru perlakuan orang tua mereka dulu dan belum benar-benar meluangkan waktu untuk belajar mengenai keterampilan pengasuhan; (3) 37% permasalahan anak yang paling dominan berkaitan dengan emosi negatif yang ditunjukkan anak; (4) semakin kompleks masalah orang tua, semakin banyak perilaku negatif anak.
Socmed (Social Media) sebagai Sarana Implementasi Pendidikan Karakter pada Siswa Pendidikan Dasar Supriyatno, Arie; Tawil, Tawil; Subiyanto, Subiyanto
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.942 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2350

Abstract

Meningkatkan keefektifan sekolah dalam penguatan pendidikan karakter diperlukan berbagai perubahan. Perubahan yang diperlukan mencakup berbagai aspek, dari perubahan cara pandang atau mindset pada komunitas sekolah dan pihak-pihak yang berkepentingan.Penguatan pendidikan karakter yang perlu dikembangkan dan diimplementasikan pada siswa pendidikan dasar adalah pendidikan karakter keberagamaan, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, etos kerja, kemandirian, kreatif dan inovatif, visioner, kasih sayang dan kepedulian, keadilan, keikhlasan, kesederhanaan serta nilai-nilai moral lainnya yang dirasa mendukung pendidikan karakter. Sebaiknya pendidikan karakter ditanamkan sejak usia dini. Usia paling sesuai untuk menanamkan pendidikan karakter adalah usia di bawah 10 tahun. Hal itu disebabkan sifat dan karakter seseorang saat dewasa sangat dipengaruhi oleh pengalaman ketika masih anak-anak. Melalui sosial media sebagai sarana implementasi penguatan pendidikan karakterdi sekolah, diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dalam pembelajaran di sekolah.
Strengthening Character Education Through Friendly Child Education At SD Potrobangsan 1 Magelang Municipality Haryati, Sri
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3519.508 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2351

Abstract

The objective of this research is to describe the efforts in strengthening character education carried out through the implementation of child friendly education at SD Potrobangsan 1 Kota Magelang, including its obstacles and problem solving. This research is descriptive qualitative in nature. The subjects are the principle, teachers, parents, and students. The data collecting techniques are observation, interview, and documentation. The researcher implemented the interactive model of Miles and Huberman as the data analysis technique which consists of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. In validating the data, the researcher used resource and technical triangulation. The research result shows that (1) the strengthening of character education at SD Potrobangsan 1 Magelang is implemented through teacher modeling, more teacher attention to students, and habituation carried out by teachers continuously; (2) during the teaching learning process teachers are always friendly to students, always giving good advice, and preventing bad punishment in the forms of violence, and (3) forming school children friendly task force and providing its supporting facilities, i.e. child friendly library, children health centre (UKS), school canteen, water sanitation to wash students hands, wall of motivation, clean toilets, drumband extracurricular, boys scouting, wall magazine, and national days celebration. The obstacles faced by the school in implementing the program are the varied parenting patterns of the parents, the low economic condition of the parents, the lack of attention from the parents to the children, the social environment which is not condusive, and the fast development of technology. To solve the problems, the school carries out home visits and intensive communication with parents, orally and in written froms.
Peranan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dalam Pendidikan Karakter Suyitno, Suyitno
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2008.18 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2352

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dalam menumbuhkan karakter sejak dini dengan tujuan agar mampu memahami dan mengamalkan Al-Quran serta memiliki akhlakul karimah. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini dengan metode study literasi atau studi kepustakaan. Hasil dari pembahasan artikel ini menunjukkan bahwa dari 6 peran TPA sudah bisa dikatakan berperan baik dalam pendidikan karakter yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional yaitu (1) Peran TPA dalam membantu santri mengagumi dan mncintai Al-Qur’an sebagai bacaan yang istimewa (religius), (2) Peran TPA dalam membimbing santri membaca al-qur’an dengan baik dan benar (gemar membaca), (3) Peran TPA dalam mengajarkan sholat 5 waktu dengan tata cara yang benar (disiplin), (4) Peran TPA dalam membina santri menguasai hafalan sejumlah surat pendek atau ayat pilihan dan do’a sehari-hari (mandiri), (5) Peran TPA dalam mengarahkan berakhlak sosial yang baik sesuai dengan tuntunan Islam (peduli sosial), (6) Peran TPA dalam membantu santri menulis huruf Arab dengan baik dan benar (kreatif).
Media Pembelajaran Pop Up sebagai Penanaman Nilai-Nilai Karakter Firmadani, Fifit; Shalima, Irsyadi; Wulandari, Ayu
Edukasi Journal Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1571.08 KB) | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2353

Abstract

Menurunnya kualitas moral dalam kehidupan manusia Indonesia dewasa ini, terutama di kalangan siswa menuntut diselenggarakannya pendidikan karakter. Sekolah diharapkan mampu memainkan peran dan tanggung jawabnya untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik serta membantu para siswa membentuk dan membangun karakter mereka dengan nilai-nilai yang baik. Guru sebagai aktor utama di sekolah berperan penting dalam ikut serta menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Hal tersebut dapat diupayakan melalui media pembelajaran yang dapat digunakan di kelas maupun di luar kelas. Proses pembelajaran yang berkualitas ditentukan oleh beberapa faktor, salah satu di antaranya adalah keprofesionalan guru dalam menyampaikan pembelajaran melalui media pembelajaran. Pop Up sebagai media pembelajaran yang inovatif dan interaktif merupakan salah satu alternatif media pembelajaran untuk dapat menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Dengan demikian, materi dapat tersampaikan secara efektif.

Page 2 of 23 | Total Record : 223