cover
Contact Name
Dra. Siti Rochmiyati, M.Pd.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas.dewantara@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jl. Batikan UH.III No. 2 Tempel, Wirogunan Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Abdimas Dewantara
ISSN : 26154889     EISSN : 26158782     DOI : https://dx.doi.org/10.30738
Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang kirimkan pada Jurnal Abdimas Dewantara harus terhindar dari unsur plagiasi. Jurnal Abdimas Dewantara terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 176 Documents
Peningkatan pengetahuan terkait perlindungan sosial bagi pekerja informal di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Democratic Republic of Timor-Leste Dewi Rahayu; Tamara Adelia Nainggolan
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.21006

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja informal di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL) terhadap pentingnya perlindungan sosial. Desa Kabuna, Kabupaten Belu, dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masyarakatnya masih menghadapi berbagai kerentanan sosial dan ekonomi, seperti keterbatasan akses terhadap jaminan sosial, rendahnya literasi perlindungan sosial, serta ketidakpastian penghasilan akibat kondisi geografis dan iklim. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara dialogis dengan melibatkan 24 peserta pekerja informal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta hingga 90% terhadap pentingnya jaminan sosial seperti BPJS dan KIS, serta pemahaman terhadap risiko sosial yang mereka hadapi. Kegiatan ini juga berhasil mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengidentifikasi potensi dan solusi lokal dalam memperkuat ketahanan sosial ekonomi di wilayah perbatasan.   Knowledge improvement related to social protection for informal workers in the Indonesia-Timor Leste border region   Abstract: This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of informal workers in the border region between the Republic of Indonesia and the Democratic Republic of Timor-Leste (RI-RDTL) regarding the importance of social protection. The village of Kabuna, Belu Regency, was chosen as the location for the activity because its community still faces various social and economic vulnerabilities, such as limited access to social security, low social protection literacy, and income uncertainty due to geographical and climatic conditions. The implementation method consisted of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The socialization activity was conducted in a dialogical manner, involving 24 informal workers. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and awareness of up to 90% regarding the importance of social security such as BPJS and KIS, as well as their understanding of the social risks they face. This activity also succeeded in encouraging the community to be more active in identifying local potential and solutions to strengthen socio-economic resilience in the border region.
Stop mengetik lambat! Pelatihan situs gamifikasi untuk akselerasi typing skill Madina Boarding School Samarinda Arif Fadilah; Ade Restu Hermanto; Fadhil Ahmad Jiyad; Saltha Aulia Alpika; Tasa Salsabilah; Alief Zikrirullah; Anggita Jati Wibowo; Dzul Rachman
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.21429

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki seberapa efektif situs berbasis teknologi digital dan komponen gamifikasi meningkatkan kecepatan dan akurasi siswa di Madina Boarding School Samarinda. Pendekatan yang digunakan adalah eksperimen dasar dengan desain pra-tes dan pasca-tes menggunakan platform Monkeytype. Melalui sesi latihan terjadwal yang melibatkan penguasaan 10 jari, latihan teknik cepat dan tepat, serta pengenalan tantangan kompetitif, instruksi yang diberikan untuk membantu siswa fokus dan termotivasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan di sebagian besar kelas, terutama pada kelompok siswa tingkat menengah, dengan KPM tertinggi yang disesuaikan mencapai 54,7 di kelas VIII B. Latihan berulang, penggunaan situs digital, dan lingkungan yang kompetitif telah terbukti meningkatkan kemampuan dan keterlibatan mengetik siswa. Meskipun kelelahan menyebabkan sedikit penurunan hasil ujian akhir, temuan umum menyatakan bahwa menggabungkan latihan yang diselenggarakan dengan aspek gamifikasi merupakan strategi yang berhasil untuk meningkatkan kemampuan mengetik di sekolah. Studi ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip program pelatihan berkelanjutan akan membantu memaksimalkan pertumbuhan literasi digital siswa.   Stop typing slowly! Gamification website training to accelerate the typing skills of students at Madina Boarding School Samarinda   Abstract: The purpose of this study was to investigate the effectiveness of digital technology-based applications and gamification components in improving the speed and accuracy of students at Madina Boarding School Samarinda. The approach used was a basic experiment with a pre-test and post-test design using the Monkeytype platform. Through scheduled training sessions involving 10-finger mastery, fast and accurate technique practice, and the introduction of competitive challenges, instructions were given to help students focus and stay motivated. The results of the study showed significant improvements in most classes, especially in the intermediate student group, with the highest adjusted KPM reaching 54.7 in class VIII B. Repetitive practice, the use of digital applications, and a competitive environment have been proven to improve students' typing skills and engagement. Although fatigue caused a slight decline in final exam results, the general findings indicate that combining organized practice with gamification aspects is a successful strategy for improving typing skills in schools. This study shows that the principles of a continuous training program will help maximize students' digital literacy growth.
Pendampingan masyarakat Desa Girimulyo menuju desa tanggap bencana Fieza Azka Azkiya; Malihatun Nufus; Supriyadi Supriyadi; Poppy Ananda; Septiadi Manarul Ikhwani; Shabrina ‘Azizah; Siti Zahra
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.20629

Abstract

Indonesia merupakan daerah rawan bencana salah satunya Desa Girimulyo. Program Desa Tanggap Bencana dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana serta memastikan keamanan masyarakat dengan memberikan akses yang dapat dengan mudah dijangkau ke lokasi evakuasi. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat dilaksanakan pada 9 November 2024. Metode yang digunakan meliputi observasi kondisi wilayah, pelaksanaan sosialisasi, edukasi mitigasi bencana, serta penyusunan program kerja. Program kerja yang dirancang mencakup sosialisasi bencana longsor, pelatihan dan simulasi tanggapan bencana sebagai bentuk upaya mitigasi terhadap potensi tanah longsor di Desa Girimulyo. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara tim pengabdian, masyarakat, perangkat desa, dan BPBD Wonogiri guna memperkuat pengetahuan teknis serta keterampilan dalam menghadapi bencana. Harapannya, masyarakat menjadi lebih sigap dan peduli terhadap lingkungan dalam meminimalkan risiko bencana serta meningkatkan kewaspadaan dan membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana tanah longsor.   Community assistance in Girimulyo Village toward a disaster-responsive village   Abstract: Indonesia is a disaster-prone area, one of which is Girimulyo Village. The Disaster Response Village Program was implemented to improve community preparedness for potential disasters and ensure public safety by providing easy access to the evacuation site. The socialization and assistance to the community were implemented on November 9, 2024. The methods were observing regional conditions, implementing socialization, disaster mitigation education, and preparing work programs. The work program designed includes socialization of landslide disasters, training, and disaster response simulations as a form of mitigation efforts against potential landslides in Girimulyo Village. This activity involves collaboration between the community service team, village officials, and the Wonogiri BPBD to strengthen technical knowledge and skills in dealing with disasters. The hope is that the community will be more alert and care about the environment in minimizing disaster risks, increasing awareness, and building community resilience to landslide disasters.
Penguatan kompetensi guru melalui penyusunan modul ajar berbasis deep learning menggunakan artificial intteligence platform Ismiyati Ismiyati; Tusyanah Tusyanah; Anis Susanti; Masfufati Azizah; Hayat Widodo Assolikhin; Mar'atus Sholikah; Tegar Wisnuwardhana; Dewi Azizatul Kholqiyah; Evna Nur Rahmawati
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.20874

Abstract

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya keterbatasan pelatihan teknis dan pedagogis bagi Guru SMK di Kabupaten dan Kota Magelang serta kemampuan guru dalam merancang modul ajar berbasis deep learning masih rendah. Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini  adalah memperkuat kompetensi guru Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan modul ajar interaktif berbasis deep learning menggunakan platform Artificial Intellegence (AI). Metode yang digunakan meliputi pelatihan, praktik penyusunan modul ajar, pendampingan, dan evaluasi melalui kuesioner. Peserta kegiatan ini adalah 19 guru MPLB yang tergabung pada MGMP Kabupaten dan Kota Magelang, Jawa Tengah. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa 73.7% peserta menilai bahwa materi PkM sangat sesuai dengan kebutuhan, 63.2% peserta memahami materi dengan mudah, dan 84.2% peserta berpendapat bahwa kegiatan PkM sangat bermanfaat. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa program PkM telah berhasil meningkatkan keterampilan pedagogis, literasi digital, dan motivasi guru dalam memanfaatkan AI alam penyusunan modul ajar. Oleh karena itu, kegitan ini berkontribusi untuk mendorong guru lebih adaptif terhadap teknologi dan menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan relevan.   Enhancing teachers' competencies through the development of deep learning-based instructional modules using an artificial intelligence platform    Abstract: Situations in the field indicate that Magelang Regency and City's vocational school teachers have limited technical and pedagogical training, and their capacity to create deep learning-based lesson plans is still lacking. The main objective of this community service (PkM) activity is to strengthen teachers' competencies through training and assistance in developing teaching modules. The methods used include training, teaching module development practice, mentoring, and evaluation through questionnaires. The participants of this activity were 19 MPLB teachers who are members of the MGMP in Magelang Regency and City, Central Java. The success of this activity shows that 73.7% of participants considered the PkM material to be very relevant to their needs, 63.2% of participants found the material easy to understand, and 84.2% of participants considered the community service activity to be very useful. The results of this activity show that the community service  program has succeeded in improving teachers' pedagogical skills, digital literacy, and motivation in utilizing AI in the preparation of teaching modules. Therefore, this activity contributes to encouraging teachers to be more adaptive to technology and to deliver more creative, interactive, and relevant learning.
Pelatihan penggunaan permainan monopoli berbasis etnomatematika untuk meningkatkan motivasi belajar siswa Noor Fajriah; Asdini Sari; Muhammad Sa’duddien Khair
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.20931

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VII dan kompetensi guru di SMPN 18 Banjarmasin melalui pengembangan permainan Monopoli berbasis etnomatematika dengan konteks lingkungan lahan basah. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan lokakarya, diskusi, dan pelatihan praktis, program ini memanfaatkan 36 kartu soal matematika berkonteks lokal dan perangkat permainan Monopoli. Hasil menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa berada pada kategori "sedang" (N-Gain), dan media ini dinilai "sangat layak" oleh guru matematika dengan rata-rata 87,5, yang juga ditandai antusiasme siswa yang tinggi selama simulasi. Kesimpulannya, permainan Monopoli berbasis etnomatematika ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, menyediakan media pembelajaran inovatif, serta berhasil mengintegrasikan budaya lokal dalam pendidikan matematika.     Abstract: This community service initiative aimed to enhance mathematics learning motivation among 7th-grade students and improve teacher competency at SMPN 18 Banjarmasin, through the development of an ethnomathematics-based Monopoly game contextualized in the local wetland environment. Utilizing a Participatory Action Research (PAR) methodology that included workshops, discussions, and practical training, the program incorporated 36 locally-themed mathematics question cards and Monopoly game sets. Results indicated that student learning motivation increased to a "moderate" category (N-Gain score), and the math teachers rated the developed game media as "highly suitable" with an average score of 87.5, further evidenced by high student enthusiasm during simulations. In conclusion, this ethnomathematics-based Monopoly game proved effective in boosting learning motivation, providing an innovative teaching medium, and successfully integrating local culture into mathematics education.
Pelatihan teknik dasar produksi souvenir rohani untuk meningkatkan keterampilan dan jiwa wirausaha mahasiswa Katolik Indonesia Timur di Malang Sumarwahyudi Sumarwahyudi; E. Wara Suprihatin
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.22165

Abstract

Mahasiswa Katolik asal Indonesia Timur yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Malang umumnya berasal dari daerah dengan komunitas Katolik yang kuat dan setelah lulus cenderung kembali ke daerah asal untuk berkontribusi dalam pembangunan lokal. Namun, sebagian besar mahasiswa belum memiliki keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan sebagai usaha mandiri berbasis komunitas ketika kembali ke daerah asal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembekalan keterampilan produksi souvenir rohani sebagai salah satu alternatif pengembangan kewirausahaan kreatif berbasis nilai religius. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif (Participatory Training Method) dengan pendekatan learning by doing yang menekankan keterlibatan aktif peserta melalui edukasi, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi reflektif. Bentuk intervensi yang diberikan meliputi pelatihan pembuatan model patung devosi menggunakan plastisin atau gipsum serta pembuatan cetakan menggunakan bahan silikon RTV sebagai teknik dasar produksi souvenir rohani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dan proses produksi souvenir rohani, meningkatnya keterampilan dasar dalam pembuatan model dan cetakan, serta tumbuhnya motivasi untuk mengembangkan produk kreatif bernilai religius sebagai peluang usaha. Kegiatan ini memberikan dampak awal berupa penguatan kapasitas kreatif dan munculnya kesadaran kewirausahaan pada mahasiswa Katolik Indonesia Timur sebagai bekal untuk mengembangkan usaha berbasis komunitas ketika kembali ke daerah asal.   Training in the basic techniques of producing religious souvenirs to enhance the skills and entrepreneurial spirit of Catholic students from Eastern Indonesia in Malang   Abstract: Catholic students from Eastern Indonesia who pursue higher education in Malang come from regions such as West Nusa Tenggara (NTB), East Nusa Tenggara (NTT), Maluku, and Papua. Most originate from strong Catholic communities and tend to return to their hometowns after graduation to contribute to local development. Based on this context, this community service program was designed as training in religious souvenir production techniques to empower migrant students through creative skills development with entrepreneurial potential.  The program applied a Participatory Training method using a learning-by-doing approach, emphasizing active involvement through instruction, hands-on practice, discussion, and reflection. Training activities included model making with plasticine or gypsum and mold making using RTV silicone. The results show increased understanding of the production process, improved basic modeling and mold - making skills, and strengthened motivation for entrepreneurship based on religious creative products. This program is expected to foster creative independence and entrepreneurial spirit among Catholic students from Eastern Indonesia as preparation for returning to their home regions.