cover
Contact Name
Dra. Siti Rochmiyati, M.Pd.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas.dewantara@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jl. Batikan UH.III No. 2 Tempel, Wirogunan Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Abdimas Dewantara
ISSN : 26154889     EISSN : 26158782     DOI : https://dx.doi.org/10.30738
Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang kirimkan pada Jurnal Abdimas Dewantara harus terhindar dari unsur plagiasi. Jurnal Abdimas Dewantara terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 168 Documents
Sex education, health & moral education for students in Winong Pati, Central Java Schools Sholihah, Hidayatus; Zaenurrosyid, A.
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.16277

Abstract

This dedication explores the importance of sex education, health, and moral education for santri-students in Winong Schools, Pati, Central Java. Sex education, health, and moral education play a vital role in shaping the physical, mental, and mental development of students. This devotion has important implications for improving students' understanding of sex, health, and moral values. The recommendations derived from this study can be a guide for schools, governments, and families to improve sex education, health, and moral education among santri- students at Pati Schools, Central Java. Thus, it is expected that the younger generation will become individuals more aware of health and moral behavior, as well as able to make wise decisions in their lives. This dedication uses interesting training methods, which means that the trainer delivers information and examples to the participants of the activity.  The results of dedication show that most students at Winong Pati Schools do not have adequate knowledge of sex, reproductive health, and moral education. This lack of understanding can lead to risky behaviour, such as unsafe sex, drug abuse, and asylum. The results also show that the implementation of sex education, health, and moral education in pesantren schools in Winong Pati district is still limited. Further efforts are needed to integrate these materials into the educational curriculum, as well as training teachers so that they can provide accurate and accurate information to students.
Coaching clinic strategi penulisan naskah bagi mahasiswa pascasarjana Indonesia di Taiwan Siswanto, Ibnu; Rahmawaty, Penny; Hidayati, Lina Nur; Arifin, Achmad
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.17481

Abstract

Taiwan merupakan salah satu negara yang memiliki sistem Pendidikan tinggi terbaik dan menjadi alasan bagi sekitar 5.600 mahasiswa Indonesia untuk menempuh S2 dan S3 di negara tersebut. Salah satu persyaratan kelulusan program pascasarjana di universitas khususnya Taiwan adalah publikasi pada jurnal internasional bereputasi (Terindex SCI/SSCI) yang sering menjadi kendala bagi mahasiswa pascasarjana untuk menyelesaikan studinya tepat waktu. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan manuscript coaching clinic bagi mahasiswa pascasarjana di Taiwan sehingga manuskrip dapat terbit di jurnal internasional bereputasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25-26 Agustus 2023 di Sekretariat Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) National Central University, Taiwan.  Hasil kegiatan yaitu dapat peserta menghasilkan draft manuscript dan manuscript yang akan disubmit di jurnal Internasional, dokumen kerjasama antara Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan FORMMIT, terlaksananya sosialisasi studi lanjut S2 dan S3 ke Taiwan bagi mahasiswa UNY.   Coaching clinic for manuscript writing strategy for Indonesian post-graduate students in Taiwan   Abstract: Taiwan is one of the countries that has the best higher education system and is the reason for around 5,600 Indonesian students to take Masters and Doctoral degrees in Taiwan. One of the requirements for graduating from postgraduate programs at universities in Taiwan is publication in reputable international journals (SCI/SSCI Indexed), which often becomes an obstacle for postgraduate students to complete their studies on time. Therefore, this community service activity aims to conduct a manuscript coaching clinic for postgraduate students in Taiwan so that the manuscript can be published in a reputable international journal. The activity was held on 25-26 August 2023 at the Secretariat of the Indonesian Muslim Student Forum in Taiwan (FORMMIT) at National Central University, Taiwan.  Output of the community services are participants’ manuscripts which will be submitted in international journals, cooperation documents between the Faculty of Engineering and the Faculty of Economics and Business with FORMMIT, and implementation of socialization for further Masters and Doctoral studies to Taiwan for UNY students.
Pemanfaatan limbah kulit buah durian menjadi biobriket sebagai bahan bakar alternatif terbarukan Marwanti, Endah; Ardhian, Trio; Megawati, Ida; Wardani, Kristi; Al Masjid, Akbar; Amanati, Ifitiah Ari; Nisaa’, Mutiara An; Murniati, Ira
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.17693

Abstract

Limbah menjadi permasalahan lingkungan di Indonesia.  Salah satu limbah yang berdampak bagi lingkungan adalah limbah organik. Limbah organik yang sering ditemukan adalah buah-buahan seperti limbah kulit durian. Dusun pantog wetan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo merupakan sentra penghasil buah Durian di Yogyakarta. Banyaknya penjualan buah durian, mengakibatkan menumpuknya limbah kulit buah Durian. Menumpuknya limbah kulit buah Durian berdampak pada lingkungan yang kotor dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan limbah kulit durian yang menumpuk di Dusun pantog wetan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo sebagai sentra penghasil buah durian di Yogyakarta salah satunya dengan melakukan pelatihan BRIKURAN (Briket Kulit Durian) yang bertujuan untuk mendukung dalam memberdayakan perempuan dan menambah nilai jual limbah kulit durian menjadi briket. Metode kegiatan yang akan dilakukan berupa pelatihan dan sosialisasi pembuatan bahan bakar alternatif biobriket dari limbah kulit buah durian. Hasil pelatihan ini yaitu dapat meningkatkan nilai jual limbah kulit durian sebagai alternatif bahan bakar dan memberdayakan perempuan di Dusun Pantog Wetan, Kulonprogo.   Utilization of durian fruit peel waste into biobriquettes as a renewable alternative fuel   Abstract: Waste is an environmental problem in Indonesia.  One of the wastes that has an impact on the environment is organic waste. Organic waste that is often found is fruit, such as durian skin waste. Pantog Wetan Hamlet, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo is a Durian fruit producing center in Yogyakarta. The large number of durian fruit sales has resulted in the accumulation of Durian fruit skin waste. The accumulation of Durian peel waste results in a dirty environment and emits an unpleasant odor. Therefore, to overcome the problem of durian skin waste accumulating in Pantog Wetan Hamlet, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, as a durian fruit producing center in Yogyakarta, one of the ways is by conducting BRIKURAN (Durian Skin Briquettes) training, which aims to support empowering women and adding value. selling durian skin waste into briquettes. The activity method that will be carried out is in the form of training and socialization on making alternative biobriquette fuel from durian fruit peel waste. The results of the training can increase the selling value of durian kulit waste as an alternative fuel and empower women in Pantog Wetan Hamlet, Kulonprogo. 
Penyusutan arsip untuk efektivitas dan efisiensi pengelolaan kearsipan desa Ismiyati, Ismiyati; Sholikah, Mar'atus; Handayani, Bestari Dwi; Pujiati, Amin; Tusyanah, Tusyanah; Legowo, Djoko
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.17768

Abstract

Pemerintahan desa atau kelurahan harus dapat bertanggungjawab terhadap pengelolaan informasi dalam bentuk arsip. Permasalahan kearsipan yang dihadapi oleh Kelurahan Bugangin di Kecamatan Kendal yaitu arsip dokumen belum tertib, sehingga menciptakan terjadinya penimbunan dan penumpukan dokumen yang tidak teratur dan membingungkan. Hal ini dikarenakan instansi kelurahan belum menerapkan penyusuan arsip sehingga mengakibatkan inefisiensi operasional manajemen pemerintahan kelurahan. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pengabdian tentang kegiatan penyusutan arsip sebagai upaya efisiensi dan efektifitas organisasi di Kelurahan Bugangin Kecamatan Kendal. Target pengabdian ini adalah perangkat kelurahan, dimana dihadiri oleh sembilan belas (19) orang.  Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR), dimana mengamati masalah utama yang terjadi pada mitra secara meneluruh. Dengan metode ini, keterlibatan peserta akan berperan aktif dalam keberhasilan program. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukakan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengelolan dan penyusutan arsip desa mengalami peningkatan. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi dan positif dengan dibuktikan hasil survei melalui kuesioner bahwa 63.15% materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kondisi permasalahan dan kebutuhan mitra, 52.63% materi yang disampaikan sangat mudah dipahami peserta, dan 73.68% setuju bahwa kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat. Sebagai rencana tidak lanjut untuk kegiatan pengabdian berikutnya adalah peserta membutuhkan pelatihan arsip inaktif, penyusutan arsip yang baik, benar dan mudah, pemilahan arsip dan menfasilitasi kegiatan yang bersifat keberlanjutan.   Archive depreciation for effectiveness and efficiency of village archives management   Abstract: The village or sub-district government must be responsible for managing information in the form of archives. The archival problem faced by Bugangin Village in Kendal District is that document archives are not yet orderly, resulting in irregular and confusing hoarding and stacking of documents. Apart from that, partners also do not understand the archive depreciation process, resulting in operational inefficiencies in sub-district government management. In addition, sub-districts also face difficulties in searching for documents due to a lack of systematization in archive management. Therefore, community service activities aim to increase the knowledge and skills of service participants regarding archive depreciation activities as an effort for organizational efficiency and effectiveness in Bugangin Village, Kendal District. The target of this service was sub-district officials, which was attended by nineteen (19) people. The method used in this service activity is the Participatory Action Research (PAR) approach, which thoroughly observes the main problems that occur with partners. With this method, participant involvement will play an active role in the success of the program. The results of this service activity show an increase in participants' understanding and skills in managing and organizing village archives. The enthusiasm of the participants in participating in this activity was very high and positive. It was proven by the results of a survey via questionnaire that 63.15% of the material presented was very appropriate to the problems and needs of partners, 52.63% of the material presented was very easy for participants to understand, and 73.68% agreed that this service activity was very useful. As a follow-up plan for the next service activity, participants need training on inactive archives, proper, correct, and easy archive depreciation, archive sorting, and facilitating sustainable activities.
Meningkatkan kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja Krisdiyanto, FX. Joko; Murti, Heru Astikasari Setya
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.17778

Abstract

Lulusan baru dipastikan akan menghadapi berbagai tantangan untuk kemudian memasuki dunia kerja, yang mebutuhkan keterampilan yang memadai dan sesuai dengan bidang akademiknya. Namun, meski terampil dan kompeten, saat melamar pekerjaan, pelamar biasanya melalui tiga tahap sebelum diterima. Yaitu tahap seleksi berkas, tahap psikotes dan tahap wawancara. Tak jarang kandidat yang berkualitas gagal diterima karena tidak berhasil melewati tahapan-tahapan tersebut. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan membekali para wisudawan dengan kemampuan-kemampuan yang dapat membantu mereka mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Tim pengabdi sebagai pelaksana memiliki kompetensi teoritis dan praktis untuk memberikan materi tentang proses seleksi kerja, dari menulis surat lamaran dan cv, persipan psikotes sampai dengan wawancara kerja. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode webinar dan diikuti oleh wisudawan/wisudawati program diploma tiga dan program sarjana yang di wisuda pada periode II Universitas Respati Yogyakarta. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan CV dan surat lamaran serta tips menghadapi psikotes dan wawancara dirasa sangat bermanfaat bagi lulusan baru. Hasil pengabdian ini penting untuk menstimulasi diadakannya kegiatan-kegiatan serupa untuk mempersipkan lulusan baru mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.   Improve job readiness to enter the world of work   Abstract Recent graduates are assured of facing various challenges before entering the working world, requiring adequate skills that align with their academic fields. However, despite being skilled and competent, job applicants typically undergo three stages before being accepted: the document selection stage, psychological tests, and interviews. It is not uncommon for qualified candidates to fail to be accepted due to difficulties in passing these stages. Therefore, this community service aims to equip graduates with abilities to help them prepare for the workforce. The service team possesses theoretical and practical competencies to provide materials on the job selection process, covering the writing of cover letters and resumes, preparing for psychological tests, and conducting job interviews. The community service activities are conducted through webinar methods and are attended by graduates of the Diploma Three and undergraduate programs who graduated in Period II at Universitas Respati Yogyakarta. The results indicate that training on CV and cover letter preparation, along with tips for psychological tests and interviews, is perceived as highly beneficial for new graduates. The outcomes of this community service are essential to stimulate the organization of similar activities to prepare new graduates for entering the workplace.
Penguatan agribisnis berkelanjutan komoditas durian dan kopi melalui teknologi budidaya di Desa Brongkol, Kabupaten Semarang Pujiati, Amin; Sugiantoro, Bambang; Budiman, Kholiq; Retnoningsih, Amin; Efdika, Muhamad Fadil; Izdiharsant, Almaas; Habibah, Berlian Ummu; Karmesti, Danissa Wirna; Akbar, Bintang Faisal
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.18168

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan agribisnis berkelanjutan komoditas durian dan kopi melalui teknologi budidaya di Desa Brongkol, Kabupaten Semarang. Metode pemecahan masalah dilakukan secara parsitipatif melalui aktivitas sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi, serta keberlanjutan program di wilayah Desa Brongkol. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait dengan Penguatan Agribisnis Berkelanjutan Komoditas Durian dan Kopi Melalui Teknologi Budidaya di Desa Brongkol, Kabupaten Semarang .Kegiatan pengabdian memiliki empat kegiatan utama yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Adapun mitra sasaran dalam kegiatan pengabdian ini ada dua yaitu Ajuning Tani (komoditas durian) dan Kelompok Tani Karya Bakti I (komoditas kopi Robusta). Program pengabdian ini berfokus untuk mengatasi berbagai  permasalahan yang dihadapi oleh mitra antara lain permasalahan produksi, manajemen, dan pemasaran. Dari aspek produksi, permasalahan yang dihadapi meliputi kualitas bibit rendah dan produktivitas tanaman rendah. Permasalahan dari aspek manajemen yaitu rendahnya pemahaman agroforestry yang dimiliki oleh para petani dan manajemen usaha rendah. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, kegiatan pengabdian ini memberikan solusi berupa berbagai program pelatihan meliputi pelatihan topworking dan grafting, pelatihan agroforestry berkelanjutan melalui pelatihan Good Agriculture Practice (GAP), pelatihan pembuatan pupuk dan pemupukan yang ramah lingkungan. Pelatihan dan penerapan teknologi yang dierapkan melipatkan pemerintah desa, kabupaten dan provinsi khusunya cabang dinas kehutanan III. Keterlibatan mitra sangat berperan dalam mendukung keberhasilan agribisnis berkelanjutan.   Strengthening sustainable agribusiness of durian and coffee commodities through cultivation technology in Brongkol Village, Semarang Regency   Abstract: This community service activity aims to strengthen sustainable agribusiness of durian and coffee commodities through cultivation technology in Brongkol Village, Semarang Regency. The problem-solving method is carried out in a participatory manner through socialization activities, training, technology application, mentoring, monitoring, and evaluation, as well as program sustainability in the Brongkol Village area. Community service activities are related to Strengthening Sustainable Agribusiness of Durian and Coffee Commodities Through Cultivation Technology in Brongkol Village, Semarang Regency. Community service activities have four main activities, namely socialization, training, technology application, mentoring, monitoring and evaluation. There are two target partners in this community service activity, namely Ajuning Tani (durian commodity) and Kelompok Tani Karya Bakti I (Robusta coffee commodity). This community service program focuses on overcoming various problems faced by partners, including production, management, and marketing problems. From the production aspect, the problems faced include low seed quality and low plant productivity. Problems from the management aspect are the low understanding of agroforestry owned by farmers and low business management. To overcome the existing problems, this community service activity provides solutions in the form of various training programs including topworking and grafting training, sustainable agroforestry training through Good Agriculture Practice (GAP) training, environmentally friendly fertilizer and fertilization training. Training and application of technology that is implemented folds the village, district and provincial governments, especially the III forestry service branch. The involvement of partners plays a very important role in supporting the success of sustainable agribusiness.
Inovasi teknologi produk Zingiber Sugar efektif meningkatkan kesejahteraan kelompok petani nira di Kulon Progo Pratiwi, Kurniasari; Sari, Eni Kartika; Muslim, Muhammad
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.18461

Abstract

Program PKM bertujuan memberikan pelatihan proses produksi nira menjadi produk gula kelapa dengan inovasi tambahan rempah jahe dan serai yang kaya manfaat yang dikemas praktis dengan brand Zingiber Sugar, pelatihan proses pemasaran dengan e-commerse dan pelatihan diversifikasi produk nira untuk meningkatkan kesejahteraan petani nira. Metode pelaksanaan program yaitu dengan inovasi produksi gula jawa (inovasi bentuk dan rasa), pemberian hibah mesin kristalisasi gula dan peralatan produksi, pelatihan pengemasan secara modern dengan standing pouch dan pelatihan pemasaran menggunakan e-commerce. PKM berjalan lancar, mitra berperan aktif dalam pelaksanaan program. Selain itu keterampilan mitra dalam pengolahan inovasi gula kelapa meningkat. Program PKM berhasil meningkatkan kesejahteraan petani nira, dibuktikan dengan pendapatan mitra meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan harga gula sebelum adanya program. Selain itu konsumen gula meluas keseluruh Indonesia.   Zingiber Sugar product technology innovation effectively improves the welfare of nira farmer groups in Kulon Progo   Abstract: The PKM program aims to provide training in the palm sap production process into coconut sugar products with the innovation of additional ginger and lemongrass spices that are rich in benefits that are practically packaged with the brand Zingiber Sugar, training in the marketing process with e-commerce and training in the diversification of palm sap products to improve the welfare of palm sap farmers. The method of implementing the program is through innovation in the production of Javanese sugar (innovation in shape and taste), providing grants for sugar crystallization machines and production equipment, modern packaging training with standing pouches, and marketing training using e-commerce. PKM runs smoothly, partners play an active role in implementing the program. In addition, the skills of partners in processing coconut sugar innovations have increased. The PKM program has succeeded in improving the welfare of palm sugar farmers, as evidenced by the partner's income increasing twofold compared to the price of sugar before the program. In addition, sugar consumers are expanding throughout Indonesia.
Optimasi kualitas layanan di Toko Besi BMT Al-Azka Septiari, Elisabet Dita; Pujianto, Jeanne Francoise Cen
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.19099

Abstract

BMT Al-Azka adalah koperasi syariah di Yogyakarta yang berkembang dari Koperasi Simpan Pinjam (KSU) menjadi koperasi usaha dengan membuka Toko Besi Al-Azka. Sebagai koperasi baru, pengelola mengalami tantangan mengelola toko fisik dan pemasaran sosial media untuk bertahan di perkembangan zaman yang sangat pesat ini. Oleh karena itu, Universitas Atma Jaya melaksanakan program pengabdian melalui pendampingan SCORE (Sustaining, Competitive, and Responsible Enterprises) selama tiga bulan, dari September hingga November 2024.  Metode pengabdian yang digunakan ada tiga, yaitu pelatihan, pembinaan, dan evaluasi. Hasilnya adalah terjadinya peningkatan kualitas layanan dan promosi yang dirasakan oleh karyawan dan pelanggan. Selain itu, pengelola toko kini lebih percaya diri dalam menjalankan operasional sehari-hari dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Pengabdian ini memberikan dampak positif, seperti  memudahkan pembelian barang, anggota koperasi menjadi lebih akrab, serta promosi menjadi lebih efektif. Beberapa rekomendasi kegiatan pengabdian selanjutnya untuk berfokus pada pendampingan dalam pengelolaan layanan digital, seperti pembuatan daftar harga digital, pemanfaatan Google Forms, serta penggunaan sistem POS yang lebih modern guna meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, strategi pemasaran digital dan optimalisasi media sosial juga perlu diperkuat agar toko dapat terus berkembang dan lebih siap menghadapi tantangan di era digital.   Optimizing service quality at Toko Besi BMT Al-Azka   Abstract: BMT Al-Azka is a Sharia cooperative in Yogyakarta that has developed from a Savings and Loan Cooperative (KSU) into a business cooperative by opening the Toko Besi Al-Azka. As a new cooperative, the management faces challenges in managing a physical store and social media marketing to survive in the digital era. Therefore, Universitas Atma Jaya assists the managers through SCORE (Sustaining, Competitive, and Responsible Enterprises) training for three months, from September to November 2024. Three methods are used: mentoring, training, and evaluation. The results are an increase in the quality of service and promotion felt by employees and customers, and the managers are now more confident in carrying out daily operations and are better prepared to face future challenges. This service has positive impacts, such as easier-to-purchase goods, more familiarity with cooperative members, and more effective promotions. Future activities can focus on mentoring in managing digital services, such as creating digital price lists, utilizing Google Forms, and using a more modern POS system to improve operational efficiency. Moreover, digital marketing strategies, and social media optimization also need to be strengthened so that stores can continue to grow and be better prepared to face challenges in the digital era.
Perumusan program ekonomi bagi organisasi nonprofit berbasis Asset Based Community Development Fitriana, Nita; Zuraida, Lukia
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.19299

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia dalam merumuskan program ekonomi yang berkelanjutan guna mengatasi tantangan keberlanjutan pendanaan dan ketiadaan program ekonomi yang terstruktur. Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) digunakan sebagai kerangka kerja dalam pengabdian ini, dengan langkah-langkah implementatif yang meliputi discovery, dream, design, define, dan destiny. Metode partisipatif seperti Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, observasi, dan survei diterapkan untuk memetakan lima kategori aset komunitas: sumber daya manusia, sosial, fisik, keuangan, serta sumber daya alam dan budaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meskipun PCINU Malaysia belum memiliki aset fisik dan keuangan yang kuat, mereka memiliki kekayaan aset sosial dan sumber daya manusia yang signifikan. Berdasarkan temuan ini, dirumuskan lima program ekonomi strategis yang berpotensi meningkatkan kemandirian organisasi, yaitu: jasa tour and travel, pembuatan smart-card NU, pendataan usaha warga NU, pendirian Sanggar Bimbingan, dan pembentukan Islamic Event Organizer. Pendekatan ABCD terbukti efektif dalam membantu organisasi nonprofit seperti PCINU Malaysia untuk mengenali potensi internalnya, merumuskan strategi ekonomi berbasis aset, serta meningkatkan partisipasi komunitas diaspora dalam upaya pemberdayaan dan kemandirian organisasi. Model ini dapat direplikasi untuk organisasi serupa yang berorientasi pada penguatan komunitas diaspora Indonesia di luar negeri.   Economic program formulation for a nonprofit organization based on Asset Based Community Development   Abstract: This community engagement program aimed to assist the Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia in formulating a sustainable economic program to address challenges related to uncertain funding and the absence of a structured economic plan. The Asset-Based Community Development (ABCD) approach was adopted as the framework, utilizing a five-step process: discovery, dream, design, define, and destiny. Participatory methods such as Focus Group Discussions (FGDs), in-depth interviews, observations, and surveys were employed to map five categories of community assets: human, social, physical, financial, and natural-cultural resources. The results revealed that although PCINU Malaysia lacks strong physical and financial assets, it possesses significant human and social capital. Based on these findings, five strategic economic programs were developed to enhance the organization’s independence: a tour and travel service, the creation of a Smart-Card NU + e-wallet, mapping of NU members’ businesses, the establishment of Sanggar Bimbingan (informal education centers), and the development of an Islamic Event Organizer. In conclusion, the ABCD approach proved effective in helping nonprofit organizations such as PCINU Malaysia to identify internal strengths, design asset-based economic strategies, and enhance community participation within the Indonesian diaspora. This model may be replicated by similar organizations working to empower diaspora communities abroad.
Empowering female inmates at Pontianak correctional facility through e-business training to enhance economic empowerment Patmawati, Patmawati; Waldan, Raziki; Barriyati, Barriyati
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.19349

Abstract

The stigma against female inmates presents a significant challenge to their social and economic reintegration post-incarceration. This study explores the empowerment of female inmates at the Pontianak Correctional Facility through e-business training as a means of enhancing their economic independence. The research employs a Participatory Action Research (PAR) approach, involving direct engagement with inmates to assess their needs, develop training modules, and evaluate the program’s effectiveness. The training covers fundamental e-business concepts, digital marketing strategies, financial management, and online store operations. Findings indicate that the program successfully improved participants’ digital literacy, entrepreneurial skills, and confidence in starting online businesses. Furthermore, the training contributed to reducing recidivism risks by equipping inmates with sustainable income-generating skills. Challenges such as limited access to technology and post-release business continuity were identified, emphasizing the need for continued mentorship and institutional support. This study highlights the potential of digital entrepreneurship as a reintegration strategy, advocating for broader implementation in correctional facilities.