cover
Contact Name
Dra. Siti Rochmiyati, M.Pd.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas.dewantara@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jl. Batikan UH.III No. 2 Tempel, Wirogunan Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Abdimas Dewantara
ISSN : 26154889     EISSN : 26158782     DOI : https://dx.doi.org/10.30738
Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang kirimkan pada Jurnal Abdimas Dewantara harus terhindar dari unsur plagiasi. Jurnal Abdimas Dewantara terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 168 Documents
Pemberdayaan anak usia dini melalui bermain sains dalam mengembangkan kemampuan saintifik di SPS Bunga Mawar Pujianti, Yuli; Suharti, Suharti; Wijaya, Purwani Kusumawati; Mustofa, Edy
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17882

Abstract

Anak usia dini adalah masa kritis dalam perkembangan kognitif dan pengetahuan saintifik. Pengenalan sains melalui metode bermain dapat memberikan dasar yang kuat untuk keterampilan berpikir kritis dan analitis pada anak. SPS Bunga Mawar menyediakan lingkungan yang kondusif untuk mengimplementasikan program pemberdayaan ini melalui aktivitas bermain sains. Tujuan kegiatan ini  untuk pengembangan kemampuan saintifik anak usia dini melalui bermain sains. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan anak-anak, orang tua, dan guru dalam aktivitas bermain sains, seperti demonstrasi, eksperimen sederhana, dan permainan interaktif. Evaluasi program dilakukan melalui observasi dan penilaian perkembangan kemampuan saintifik anak setelah mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kemampuan saintifik anak usia dini, termasuk kemampuan mengamati, menanya, menalar, dan berkomunikasi. Simpulan dari program ini adalah bahwa bermain sains dapat menjadi metode yang efektif untuk memperkenalkan konsep-konsep saintifik kepada anak-anak sejak dini, serta program serupa direkomendasikan untuk diimplementasikan di berbagai institusi pendidikan anak usia dini di Indonesia.   Development of early childhood scientific abilities through science play at SPS Bunga Mawar   Abstract: Early childhood is a critical period in cognitive development and scientific knowledge. Introducing science through play can provide a strong foundation for children's critical and analytical thinking skills. SPS Bunga Mawar provides a conducive environment for implementing this empowerment program through science play activities. The purpose of this activity is to develop early childhood scientific abilities through science play. The method used is a participatory approach, involving children, parents, and teachers in science play activities, such as demonstrations, simple experiments, and interactive games. The program evaluation was conducted through observation and assessment of children's scientific skills development after participating in the activities. The results show that the program is efficacious in improving children's scientific skills, including the ability to observe, question, reason, and communicate. This program concludes that science play can be an effective method to introduce scientific concepts to young children, and similar programs are recommended to be implemented in various early childhood education institutions in Indonesia.
Pelatihan pembuatan simulator gempa bumi bagi guru SDN Bence 4 sebagai literasi mitigasi bencana Lukma, Hazairin Nikmatul; Yusofa, Devis; Burhani, Mohamad Imam
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17905

Abstract

Kabupaten Blitar yang terletak di wilayah selatan pulau Jawa berada pada jalur gempa teraktif di dunia, memiliki tingkat risiko gempa tinggi. Dengan kondisi ini diperlukan adanya upaya literasi mitigasi, salah satunya melalui institusi pendidikan dasar. Melalui pelatihan kepada guru, diharapkan dapat memberikan keterampilan membuat alat peraga gempa bumi sehingga menjadi literasi mitigasi siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SDN Bence 4, dengan jumlah peserta yaitu seluruh guru sebanyak 12 orang.  Kegiatan terbagi menjadi 3 tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan yang terakhir evaluasi dan monitoring. Dimulai dari persiapan, pembukaan, penyampaian materi, pelatihan, hingga evaluasi dan monitoring, peserta memberikan respon positif melalui keaktifan mereka saat kegiatan berlangsung. Setiap kelompok juga mampu membuat satu alat peraga yang dapat berfungsi dengan baik saat diujicoba. Evaluasi dan monitoring juga menunjukkan hasil yang baik, dan alat peraga telah diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Kesimpulan yang diperoleh yaitu kegiatan pelatihan dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan dapat diikuti oleh semua guru SDN Bence 4, peserta dapat membuat alat peraga sederhana sebagai literasi mitigasi gempa bumi untuk siswa, peserta cukup antusias dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali. Melalui kegiatan ini diharapkan kreativitas guru  meningkat untuk mendesain pembelajaran yang menarik, komunikatif, dan inovatif.   Training on making earthquake simulator for bence 4 primary school’s teachers as disaster mitigation literacy   Abstract: Blitar Regency, which is located in the southern region of Java’s island, is on the most active earthquake route in the world, and has a high level of earthquake risk. This condition requires mitigation literacy efforts, one of which is through basic education institutions. Through training for teachers, it is hoped that they can provide skills in making earthquake props so that they become students' mitigation literacy. The service activities were carried out at SDN Bence 4, with the total number of participants being 12 teachers.  Activities are divided into 3 main stages, namely preparation, implementation, and finally evaluation and monitoring. Starting from preparation, opening, delivery of material, and training, to evaluation and monitoring, participants gave positive responses through their activeness during the activity. Each group was also able to make a prop that could function well when tested. Evaluation and monitoring also show good results and teaching aids have been implemented in classroom learning. The conclusion obtained is that the training activities can be carried out according to the specified schedule and can be followed by all teachers at SDN Bence 4, participants can make simple teaching aids such as earthquake mitigation literacy for students, participants are quite enthusiastic and hope that similar activities can be carried out again. Through this activity, it is hoped that teacher creativity will increase to design interesting, communicative, and innovative learning.
Penyuluhan soft skill pencegahan bullying bagi Guru Bimbingan dan Konseling SMP untuk menciptakan sekolah damai Astuti, Budi; Rachmawati, Indriyana; Mumpuni, Sesya Dias; Kurniasari, Mitta
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.17993

Abstract

Perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi merupakan tiga dosa besar pendidikan yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini. Kondisi ini dapat berpengaruh pada pembentukan sekolah damai bagi peserta didik. Konsep sekolah damai yang diharapkan yaitu mampu memberikan tempat yang nyaman, aman, dan damai bagi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Guru bimbingan dan konseling perlu mengambil bagian penting dalam pembentukan sekolah damai dengan mencegah perilaku bullying di sekolah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan penyuluhan soft-skill pencegahan bullying bagi guru bimbingan dan konseling SMP untuk meningkatkan sekolah damai. Metode kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu sosialisasi, pemberian materi konseptual, dan praktik pembuatan media pencegahan bullying. Pengabdian ini dilakukan secara virtual sinkronus menggunakan zoom meeting dan offline di Dinas Pendidikan Kota Magelang. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah guru bimbingan dan konseling di Kota dan Kabupaten Magelang, sebanyak 50 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling mampu mempraktikkan pembuatan media layanan bimbingan dan konseling dalam bentuk poster untuk mencegah bullying, sehingga dapat meningkatkan sekolah damai di SMP.   Soft skill counseling on bullying prevention for junior high school guidance and counseling teachers to create peaceful schools   Abstract: Bullying, sexual violence, and intolerance are three major sins of education that are very concerning lately. This condition can affect the formation of peaceful schools for students. The concept of a peaceful school is expected to provide a comfortable, safe, and peaceful place for students to take part in learning activities at school. Guidance and counseling teachers need to take an important part in forming peaceful schools by preventing bullying behavior. The purpose of this community service is to provide soft-skill counseling on bullying prevention for junior high school guidance and counseling teachers to improve peaceful schools. The activity method is carried out through three stages, namely socialization, providing conceptual material, and practicing making bullying prevention media. This service is carried out virtually synchronously using Zoom meetings and offline at the Magelang City Education Office. The target of this service activity is guidance and counseling teachers in Magelang City and Regency, with as many as 50 students. The results of the activity show that guidance and counseling teachers can practice making guidance and counseling service media in the form of posters to prevent bullying so that they can improve peaceful schools in junior high schools.
Pelatihan pembuatan game edukasi berbasis web sebagai alternatif media pembelajaran yang fleksibel dan interaktif Mulasari, Susanti; Fortinasari, Paulina Besty; Nata, Imam Adi
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.18055

Abstract

Pelatihan pembuatan game edukasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan fleksibel melalui media game edukasi berbasis web. Kegiatan ini dilakukan di SD N Pancuranmas dan SD N Setan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dengan 20 guru yang berkomitmen meningkatkan profesionalisme dan keterampilan digital mereka.Pelatihan terdiri dari empat tahap: observasi, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Materi utama pelatihan ini adalah pembuatan game edukasi menggunakan aplikasi Wordwall. Selama enam pertemuan, peserta mengikuti sesi pemaparan, diskusi, dan praktik langsung dalam pembuatan game.Hasil dari pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan guru dalam membuat game edukasi berbasis web. Guru mampu memanfaatkan game tersebut sebagai media pembelajaran yang interaktif, yang juga berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. Pelatihan ini memberikan dampak positif, terutama dalam implementasi hasilnya pada pembelajaran di kelas, yang menjadikannya alternatif efektif untuk meningkatkan interaksi dan keterlibatan peserta didik.   Training how to create web-based education games as an alternative to flexible and interactive teaching media   Abstract: The educational game development training aims to enhance teachers' ability to utilize technology to create interactive and flexible learning through web-based educational games. This activity was conducted at SD N Pancuranmas and SD N Setan, Secang District, Magelang Regency, and involved 20 teachers who were committed to improving their professionalism and digital skills. The training was divided into four stages: observation, socialization, mentoring, and evaluation. The main material focused on creating educational games using the Wordwall application. Over six sessions, participants engaged in presentations, discussions, and hands-on practice in game development. The results showed a significant improvement in teachers' skills in developing web-based educational games. The teachers were able to use these games as interactive learning media, which also successfully increased student motivation. This training had a positive impact, especially in applying the outcomes in classroom learning, making it an effective alternative to enhance student interaction and engagement.
Pemberdayaan masyarakat Warangan melalui inovasi pangan singkong sebagai potensi lokal Noviana, Near Anggreini Hesti; Pramudita, Neha Alifia; Amalia, Putri Risqi; Yuliana, Veranisa
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.18098

Abstract

Penyelenggaraan pelatihan dalam pengolahan singkong serta branding dan pemasaran ini merupakan salah satu program pengabdian masyarakat yang dilakukan di Dusun Warangan, Desa Munggung, Pulung, Ponorogo. Tujuan adanya pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran kepada ibu-ibu di dukuh warangan akan banyaknya potensi yang ada di Dusun Warangan yang tentunya bisa dikembangkan menjadi suatu UMKM yang bisa menumbuhkan perekonomian di desa serta menambah pendapatan warga sekitar. Metode yang yang digunakan adalah metode ABCD, yaitu sebuah alternatif pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan aset berubah Sumber Daya Alam. Hasil yang diperoleh melalui pelatihan ini Ibu-Ibu memiliki minat yang besar dalam ikut serta mengembangkan aset Dusun. Selain itu masyarakat Dusun Warangan dapat pengetahuan baru tentang pemasaran digital Adanya pelatihan ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengolah singkong. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha.   Empowerment of the Warangan community through cassava food innovation as local potential   Abstract: Organizing training in cassava processing as well as branding and marketing is one of the community service programs carried out in Warangan Hamlet, Munggung Village, Pulung, and Ponorogo. The aim of this training is to provide knowledge and raise awareness among women in Warangan hamlet of the many potentials that exist in Warangan hamlet which of course can be developed into an MSME that can grow the economy in the village and increase the income of local residents. The method used is the ABCD method, which is an alternative for community empowerment using assets in the form of natural resources. The results obtained through this training are mothers who have a great interest in participating in developing Hamlet's assets. Apart from that, the people of Warangan Hamlet received new knowledge about digital marketing. This training not only improved the community's economy but also increased their knowledge and skills in processing cassava. Apart from that, this training also encourages changes in people's mindsets to be more creative and innovative in developing businesses.
Pelatihan intergrated smart farming melalui sistem aquaponik di Kebun Dakwah Muhammadiyah Erviana, Vera Yuli; Sulisworo, Dwi; Robiin, Bambang
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.18157

Abstract

Pelatihan ini bertujuan peningkatan kesejahteraan mitra Kebun Dakwah Muhammadiyah dengan pengoptimalisasian smart farming melalui sistem aquaponic berbasis IoT. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini dikaukan secara luring yang bertempat di Kebun Dakwah Muhammadiyah  terletak pada Jl. Nitikan Baru No.88 A, Sorosutan, Kec.Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Permasalahan di Kebun Dakwah Muhammadiyah dapat diatasi melalui Sosialisasi, Pelatihan integrated smart farming untuk mitra, Penerapan Teknologi intergrated Smart Farming, serta Pendampingan dan Evaluasi. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini dibuktikan dengan adanya pelatihan dan penerapan integrated smart farming yang berupa aquaponic. Pelatihan dan penerapan ini menggunakan sayuran kangkung dan ikan lele. Sayuran kangkung dipilih dikarenakan sebagai salah satu tanaman yang banyak digemari oleh Masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan lele digunakan dipilih dikarenakan sebagai salah satu komoditas ikan air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia dan peminatnya selalu meningkat setiap tahunnya.  Hal ini juga dibuktikan dengan meningkatnya pemahaman mitra untuk mengembangkan atau budidaya sayuran dengan ikan dengan waktu yang bersamaan melalui hasil rata-rata hasil skor pre-tes 5,75 dan hasil rata-rata post-test sebesar 8,95. Hal tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 3,2 poin. Oleh karena itu, pelatihan ini dapat dibuktikan bahwa penerapan integrated smart farming dapat meningkatkan kemampuan mitra dalam pengoptimalisasian smart farming melalui sistem aquaponic berbasis IoT.   Training on integrated smart farming through aquaponic system aquaponics at the Muhammadiyah Da'wah Garden   Abstract: This training aims to improve the welfare of Muhammadiyah Da'wah Farm partners by optimizing smart farming through an IoT-based aquaponic system. The method used in this community service is conducted offline at the Muhammadiyah Da'wah Garden located at Jl. Nitikan Baru No.88 A, Sorosutan, Kec.Umbulharjo, Yogyakarta City, Yogyakarta Special Region. Problems at the Muhammadiyah Da'wah Farm can be overcome through socialization, integrated smart farming training for partners, application of integrated smart farming technology, and assistance and evaluation. The results of this Community Service are evidenced by the training and application of integrated smart farming in the form of aquaponic. This training and application uses kale vegetables and catfish. Kale vegetables were chosen because they are one of the plants that are widely favored by the Indonesian people and have high economic value. Catfish is used because it is one of the freshwater fish commodities that are in great demand by the people in Indonesia and its demand always increases every year. This is also evidenced by the increased understanding of partners to develop or cultivate vegetables with fish at the same time through the average results of the pre-test score of 5.75 and the average results of the post-test of 8.95. This shows an increase of 3.2 points. Therefore, this training can prove that the application of integrated smart farming can improve partners' ability to optimize smart farming through an IoT-based aquaponic system.
Pelatihan manajemen usahatani tanaman melon dalam rumah kaca di Desa Kebakalan, Kabupaten Kebumen Wiwoho, Gunarso; Prasada, Imade Yoga; 'Abid, Awaludin
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.18175

Abstract

Teknik budidaya tanaman melon dalam rumah kaca dalam beberapa tahun terakhir banyak diadopsi oleh petani, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Giriabiyakta di Desa Kebakalan, Kebumen. Meskipun demikian, pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tentang manajemen usahatani tanaman melon dalam rumah kaca masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan manajemen usahatani tanaman melon dalam rumah kaca diperlukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Giriabiyakta. Pelatihan ini dilakukan dengan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anggota kelompok sebesar 40,69% dibandingkan sebelum pelatihan dilakukan. Selain itu, hasil pelatihan juga menunjukkan terjadinya peningkatan keterampilan anggota kelompok sebesar 40,64% dibandingkan sebelum pelatihan. Hasil tersebut mengindikasikan keberhasilan program pelatihan manajemen usahatani tanaman melon dalam rumah kaca yang diberikan kepada anggota KWT Giriabiyakta.   Melon Farming Management Training in Greenhouses in Kebakalan Village, Kebumen Regency   Abstract: In recent years, melon cultivation techniques in greenhouses have been widely adopted by farmers, especially the Giriabiyakta Women Farmers Group (KWT) in Kebakalan Village, Kebumen. However, the knowledge and skills of group members regarding melon farming management in greenhouses are still limited. Therefore, melon farming management training activities in greenhouses are needed with the aim of improving the knowledge and skills of KWT Giriabiyakta members. This training was conducted using the Participatory Action Research (PAR) method. The results of the training showed an increase in group members' knowledge by 40.69% compared to before the training was conducted. In addition, the results of the training also showed an increase in group members' skills by 40.64% compared to before the training. These results indicate the success of the melon farming management training program in greenhouses given to KWT Giriabiyakta members.
Transformasi branding UMKM Papua melalui pelatihan digital marketing dan desain label produk berbasis Canva Syarifah, Syarifah; Sabriani, Sabriani; Alvaro, Lexi
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.19098

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Distrik Walelagama, Papua Pegunungan menghadapi tantangan dalam pengembangan branding dan pemasaran produk, karena sebagian besar produk masih dipasarkan menggunakan kemasan polos tanpa label dan merek. Kondisi ini menghambat identitas produk serta mengurangi potensi pembelian ulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM dalam digital marketing melalui media sosial Instagram dan pembuatan desain label produk menggunakan aplikasi Canva. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan diberikan dalam bentuk sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta dari 22% sebelum pelatihan menjadi 94% setelah pelatihan. Selain itu, sebagian besar peserta telah mampu membuat desain label sederhana dan mempromosikan produknya secara digital. Faktor pendukung kegiatan ini adalah antusiasme dan partisipasi aktif peserta, sedangkan hambatan utama terletak pada keterbatasan jaringan internet. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi positif terhadap transformasi branding dan peningkatan daya saing UMKM lokal di era digital.   Transforming the branding of Papua’s MSMEs through digital marketing training and Canva-based product label design   Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Walelagama District, Highland Papua, face challenges in developing product branding and marketing, as most products are still sold in plain packaging without labels or brand identities. This condition limits product recognition and reduces repurchase potential. This community service program aims to enhance the capacity of MSME actors in digital marketing through Instagram and product label design using Canva. The implementation method consisted of three stages: planning, training implementation, and evaluation. The training activities combined socialization sessions, demonstrations, and hands-on practice. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding—from 22% before training to 94% afterward. Furthermore, most participants successfully created simple product labels and promoted their products online. Supporting factors included participants’ enthusiasm and active involvement, while the main obstacle was limited internet connectivity. Overall, this program contributed positively to the branding transformation and digital competitiveness of local MSMEs in the highlands of Papua.