cover
Contact Name
Dra. Siti Rochmiyati, M.Pd.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas.dewantara@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jl. Batikan UH.III No. 2 Tempel, Wirogunan Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Abdimas Dewantara
ISSN : 26154889     EISSN : 26158782     DOI : https://dx.doi.org/10.30738
Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang kirimkan pada Jurnal Abdimas Dewantara harus terhindar dari unsur plagiasi. Jurnal Abdimas Dewantara terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 168 Documents
Pelatihan penggunaan Sistem Informasi Himpunan Disabilitas Muhammadiyah Andi, Tri; Syahrul, Syahrul; Fujiastuti, Ariesty; Firmansyah, Muhammad Adifa
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.19623

Abstract

Artikel ini membahas pelatihan penggunaan Sistem Informasi Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) sebagai upaya strategis dalam mendukung transformasi digital pengelolaan data penyandang disabilitas. Masalah utama yang melatarbelakangi pengembangan sistem ini adalah ketiadaan basis data terpusat yang valid dan akurat, serta keterbatasan kemampuan teknis pengurus dalam mengelola data secara digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelatihan, mengevaluasi pemahaman peserta, dan meninjau efektivitas sistem informasi HIDIMU dalam pengelolaan data berbasis komunitas. Metode pelatihan dilakukan secara partisipatif dan berbasis praktik langsung, melibatkan 15 peserta dari pengurus dan admin Himpuan Disabilitas Muhammadiyah wilayah Yogyakarta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta dalam mengoperasikan fitur sistem seperti Data Management dan User Management. Sistem ini memfasilitasi pemantauan dan rekapitulasi data secara real-time, serta mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih akurat. Namun, ditemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan aksesibilitas bagi pengguna dengan gangguan penglihatan dan keterbatasan infrastruktur internet. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan sistem informasi HIDIMU tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis individu, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan pemberdayaan komunitas. Artikel ini merekomendasikan pengembangan lanjutan sistem yang inklusif serta perluasan implementasi ke wilayah lain sebagai model praktik baik dalam pengelolaan data disabilitas berbasis teknologi.   Training on Information System usage of Muhammadiyah Disability Association   Abstract: This article discusses training on the use of the Information System of the Muhammadiyah Disability Association (HIDIMU) as a strategic effort to support the digital transformation of data management of persons with disabilities. The main problem behind the development of this system is the absence of a centralized database that is valid and accurate, as well as the limited technical capabilities of administrators in managing data digitally. This study aims to describe the training process, evaluate participants' understanding, and review the effectiveness of the HIDIMU information system in community-based data management. The training method was participatory and hands-on based, involving 15 participants from the administrators and admins of HIMPUAN DISABILITAS MUHAMMADIYAH in the Yogyakarta area. Results showed significant improvement in participants' ability to operate system features such as Data Management and User Management. The system facilitates real-time data monitoring and recapitulation, and supports a more accurate decision-making process. However, some challenges were found, such as limited accessibility for users with visual impairments and limited internet infrastructure. The conclusion of this activity shows that the HIDIMU information system training not only improves the technical capacity of individuals, but also strengthens the spirit of collaboration and community empowerment. This article recommends further development of an inclusive system and expansion of implementation to other areas as a model of good practice in technology-based disability data management.
Penguatan adaptasi teknologi bagi guru-guru sekolah dasar di Banjarmasin Jabar, Abdul; Gazali, Rahmita Yuliana; Agustina, Winda
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.19897

Abstract

Pentingnya peran teknologi dalam dunia pendidikan saat ini tidak dapat disangkal. Namun, hanya 40% guru non-TIK yang siap dengan teknologi, menurut Pustekkom Kemendikbud. Adaptasi teknologi dalam pembelajaran menjadi keharusan untuk membantu guru berinovasi dalam pengembangan media pembelajaran yang efektif. Guru-guru perlu dibekali dengan banyak kemampuan untuk mengembangkan diri, agar mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi, termasuk adaptasi teknologi. Salah satu indikator guru bisa berdaptasi dengan teknologi yang berkembang atau sedang trend di dunia pendidikan saat ini adalah ketika guru dapat melek teknologi yang diwujudkan dalam bentuk inovasi media pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru Sekolah Dasar di Banjarmasin dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Tempat pelaksanaan di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin. Waktu pelaksanaan pada 4-6 Desember 2024. Melalui pelatihan yang intensif, para guru diperkenalkan pada tiga platform populer, yaitu Google Forms, Quizizz, dan Canva. Pelatihan ini mencakup materi tentang cara membuat kuis interaktif, desain materi pembelajaran yang menarik, serta mengelola data siswa secara efektif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengoperasikan ketiga platform tersebut. Diharapkan dengan peningkatan kompetensi ini, kualitas pembelajaran di sekolah dasar dapat ditingkatkan.   Strengthening technology adaptation for elementary school teachers in Banjarmasin   Abstract: The important role of technology in the world of education today cannot be denied. However, only 40% of non-ICT teachers are ready with technology, according to the Ministry of Education and Culture's Pustekkom. Adapting technology in learning is a necessity to help teachers innovate in developing effective learning media. Teachers need to be equipped with many abilities to develop themselves, to be able to adapt to various conditions, including technological adaptation. One indicator that teachers can adapt to technology that is developing or is currently trending in the world of education is when teachers can be technologically literate, which is realized in the form of learning media innovation. This community service activity aims to increase the competency of elementary school teachers in Banjarmasin in utilizing digital technology in the learning process. The implementation location is at SDN Pelambuan 4 Banjarmasin. Implementation time is 4-6 December 2024. Through intensive training, teachers are introduced to three popular platforms, namely Google Forms, Quizizz, and Canva. This training includes material on how to create interactive quizzes, design interesting learning materials, and manage student data effectively. The evaluation results show a significant increase in teachers' knowledge and skills in operating the three platforms. It is hoped that by increasing this competency, the quality of learning in elementary schools can be improved.
Penguatan Desa Wisata Potorono Education Park (PEP) berbasis Literasi Purwanti, Siwi; Setyaningrum, Fery; Ma’rifah, Destri Ratna; Sabri, Sabri; Febrianti, Novi; As-Shalikhah, Tsaqufa Najiba
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.13915

Abstract

Potorono Education Park (PEP) adalah salah satu objek wisata baru berbasis pendidikan di Dusun Salakan, Kelurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Permasalahan yang muncul adalah pengembangan PEP baru sebatas adanya animatronik dinosaurus, belum dibarengi dengan edukasi dan literasi mengenai dinosaurus. Tujuan dari pelatihan ini adalah melakukan  sosialisasi desa wisata berbasis literasi sains kepada pengurus PEP dan pemuda-pemudi Setya Bakti. Metode yang digunakan dalam persiapan dan sosialisasi adalah ceramah dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan peserta kegiatan. Sebelum pengabdian dilaksanakan pengetahuan peserta sebesar 67,25% dan setelah pengabdian menjadi 87%. Hal itu menunjukkan bahwa pengabdian yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta. Peserta yaitu pengurus PEP dan pemuda pemudi Setyabakti menjadi meningkat pemahamannya tentang desa wisata berbasis literasi sains dan dinosaurus.   Strengthening the literacy-based Potorono Education Park (PEP) Tourism Village   Abstract: Potorono Education Park (PEP) is a new education-based tourist attraction in Salakan Hamlet, Potorono Village, Kapanewon Banguntapan, Bantul Regency. The problem that arises is that the development of PEP is only limited to the presence of animatronic dinosaurs and has not been accompanied by education and literacy about dinosaurs. This training aims to socialize scientific literacy-based tourism villages to PEP administrators and Setya Bakti youth. The methods used in the preparation and socialization are lectures and questions and answers. The result obtained is an increase in the knowledge of the activity participants. Before the service was carried out, the participants' knowledge was 67.25%, and after the service, it was 87%. This shows that the dedication carried out increased the participants' knowledge. The participants, namely the PEP board and the Setyabakti youth, increased their understanding of scientific literacy-based tourism villages and dinosaurs.
Pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi Instagram terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Al Faruqi, Muhammad Anwar Mussaddad; Ammirudin, Adam; Nur’aini, Khuzaima Dwi; At-Thaariq, Muhammad Nauval; Febriana, Poppy; Rochmaniah, Ainur
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.15625

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan wawasan literasi digital melalui media Instagram bagi pelaku UMKM Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging, Mojokerto, Jawa Timur. Pelatihan melibatkan 15 pelaku UMKM dengan berbagai produk. Metode pelaksanaan meliputi analisis, survey, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup pemahaman tentang branding, aplikasi Instagram, penggunaan Instagram bisnis, fungsi fitur Instagram, dan pemasaran produk UMKM melalui Instagram. Hasilnya, terjadi peningkatan jangkauan konsumen dan penjualan dengan strategi pemasaran dan branding yang diberikan. Pelatihan ini dilakukan oleh empat narasumber dengan sesi praktik. Pendampingan pasca-pelatihan berdasarkan kuesioner untuk bermitra. Pelatihan ini mendukung peningkatan pemahaman digital dan penerapan dalam aktivitas UMKM, khususnya branding produk.   Training and mentoring on the use of the Instagram application for Small and Medium Enterprise   Abstract: This training aims to develop the ability of digital literacy insight through Instagram media for MSME players in Kembangringgit Village, Pungging District, Mojokerto, East Java. The training involved 15 MSME players with various products. The implementation method includes analysis, survey, implementation, and evaluation. The training materials included an understanding of branding, Instagram applications, the use of Instagram business, the function of Instagram features, and marketing MSME products through Instagram. As a result, there was an increase in consumer reach and sales with the marketing and branding strategies provided. The training was conducted by four resource persons with practical sessions. Post-training assistance based on a questionnaire to partner. This training supports increased digital understanding and application in MSME activities, especially product branding.
Pelatihan penggunaan Canva dalam pembelajaran di SMP Muhammadiyah Sumbang Kusuma, Anggun Badu; Setyaningsih, Eka; Jaelani, Anton; Israhayu, Eko Sri
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.15859

Abstract

Pada saat ini kemampuan penggunaan teknologi dalam pembelajaran merupakan suatu kebutuhan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan aplikasi Canva dalam pelaksanaan pembelajaran untuk guru-guru di SMP Muhammadiyah Sumbang. Metode kegiatan ini dilakukan dengan ceramah, diskusi, tanya jawab, praktik, dan pemberian tugas. Tahapan kegiatan terdiri dari: (1) pemaparan pentingnya media teknologi dalam pembelajaran, (2) praktik pembuatan media pembelajaran menggunakan canva, dan (3) pendampingan dalam membuat media pembelajaran menggunakan canva. Luaran dari kegiatan pelatihan ini adalah kemampuan guru dalam membuat presentasi dan video pembelajaran menggunakan canva. Hasil dari pelatihan ini adalah guru mampu mengumpulkan file presentasi pembelajaran menggunakan canva. Selain itu, berdasarkan hasil angket diperoleh kesimpulan bahwa pelatihan sesuai dengan kebutuhan guru dan guru mengharapkan agar dilakukan pelatihan-pelatihan lain pada periode selanjutnya.   Training on using Canva in learning at Muhammadiyah Sumbang Middle School   Abstract: At this time, the ability to use technology in learning is necessary. This activity aims to improve teachers’ skills in using the Canva application in implementing learning for teachers at Muhammadiyah Sumbang Middle School. This activity is carried out by lectures, discussions, questions and answers, practice, and giving assignments. The stages of the training consist of (1) a presentation of the importance of technological media in learning, (2) the practice of making learning media using Canva, and (3) assistance in making learning media using Canva. The output of this training activity is the teacher’s ability to make presentations and learning videos using Canva. The result of this training is that teachers can collect learning presentation files using Canva. In addition, based on the questionnaire results, it was concluded that the movement was following the teacher’s needs, and the teacher hoped that other training would be carried out in the next period.
Pembentukan jaringan-aktor smart eco village di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Oktaviannor, Tomi; Wirawan, Rudolf; Maryono, Maryono; Al Syahrin, M Najeri; Irawan, Anugrah Septiadi; Muhammad, Mahathir; Maulana, M Azhar
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.15872

Abstract

Desa Hiyung merupakan salah satu desa yang memiliki potensi cabai terpedas di Indonesia. Meski demikian, desa Hiyung selama ini masih mengatasi beberapa persoalan secara parsial utamanya dalam peningkatan produktivitas cabe, pemasaran dan tata kelola organisasi tani. Desa dengan konsep smart eco village akan sulit berkembang apabila tidak ada dukungan eksternal, karena orang-orang di desa memiliki keterbatasan. Sementara pemerintah daerah dan pemerintah desa juga terbatas dalam memberi dukungan baik dari segi anggaran maupun SDM. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk jaringan-aktor smart ecovillage untuk memetakan tugas dan tanggung jawab klasifikasi kerja dari eco-buddies, eco-leader serta community leader yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, aktivis sosial, pemerintah dan dunia industri. Jaringan-aktor yang sudah berhasil dibentuk tergabung dalam Forum Relawan Pengabdi Bangsa yang berasal dari perguruan tinggi terdiri dari dari mahasiswa (eco buddies) dan dosen (eco-leader), serta Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa Hiyung serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tapin Tengah sebagai community leader. Jaringan aktor lainnya dari industri/aktivis/wirausaha yakni Wirasoft Foundation dan Diaspora Australia serta jaringan aktor dari masyarakat desa/UMKM desa yakni 12 Kelompok Tani Desa Hiyung. Pembentukan Jaringan-aktor Smart Eco Village Desa Hiyung dimaksudkan guna membangun jaringan informasi dan sumber daya pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan di desa Hiyung.   Establishment of a smart eco-village actor network in Hiyung Village, Central Tapin District, Tapin Regency   Abstract. Hiyung Village is one of the villages that has the potential for the hottest chilies in Indonesia. However, Hiyung village is still partially overcoming several problems, especially in increasing chili productivity, marketing, and governance of farmer organizations. Villages with the smart eco-village concept find it difficult to develop if there is no external support because the people in the village have limitations. Meanwhile, regional governments and village governments are also limited in providing support both in terms of budget and human resources. This activity aims to form a smart ecovillage actor network to map the duties and responsibilities of work classifications consisting of eco-buddies, eco-leaders, and community leaders consisting of academics, students, social activists, government, and the industrial world. The actor-network that has been successfully formed is part of the Forum Relawan Pengabdi Bangsa which comes from universities consisting of students (eco buddies) and lecturers (eco-leaders), the Regional Government, Hiyung Village Government, and the Tapin Tengah District Agricultural Extension Center (BPP) as a community leader. Another network of actors from industry/activists/entrepreneurs, namely the Wirasoft Foundation and the Australian Diaspora, as well as a network of actors from village communities/village MSMEs, namely the 12 Hiyung Village Farmer Groups. The formation of the Smart Eco Village Actor Network in Hiyung Village is intended to build a network of information and resources for economic, social, and environmental development in Hiyung Village.
Pemberdayaan pemuda melalui pelatihan sadar wisata di kawasan wisata Grojogan Watu Purbo Prasetyo, Iis; Rofiq, Akhmad; Dewi, Adin Ariyanti
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.16037

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda di Kawasan wisata Grojogan Watu Purbo yang beralamat di Desa Merdikorejo, Kepanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan melalui pelatihan sadar wisata. Metode kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan pelatihan yang mencakup penyadaran kelompok, pelatihan sadar wisata, serta ditutup dengan penggalangan komitmen para pemuda di Kawasan wisata Grojogan Watu Purbo. Hasil kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa melalui kegiatan ini dapat memberikan pemahaman bagi pemuda di Kawasan wisata Grojogan Watu Purbo terkait potensi yang dapat dikembangkan guna menunjang kegiatan wisata yang telah dijalankan. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi stimulant dalam proses pemberdayaan pemuda melalui kegiatan wisata yang dijalankan di Kawasan Grojogan Watu Purbo. Pengabdian ini berkontribusi pada pemberdayaan pemuda serta meningkatkan pemahaman Masyarakat akan potensi wilayah yang dapat menunjang kegiatan wisata yang telah berjalan. Hasil ini tentu diharapkan dapat dijadikan landasan Masyarakat secara umum di Kawasan Wisata Grojogan Watu Purbo untuk dapat mengoptimalkan potensi serta lebih mempromosikan destinasi wisata Grojogan Watu Purbo sehingga dapat memberdayakan Masyarakat khususnya para pemuda dengan beragam kegiatan yang dapat menjadi daya Tarik wisata   Youth empowerment through tourism awareness training in the Grojogan Watu Purbo tourist area   Abstract: This activity aims to empower youth in the Grojogan Watu Purbo tourist area located at Merdikorejo Village, Kepanewon Tempel, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, through tourism awareness training. The activity method uses a qualitative approach with training that includes group awareness tourism awareness training and concludes with raising the commitment of young people in the Grojogan Watu Purbo tourist area. The results of this training activity show that through this activity it can provide understanding for youth in the Grojogan Watu Purbo tourist area regarding the potential that can be developed to support the tourism activities that have been carried out. It is hoped that this training activity can be a stimulant in the process of empowering youth through tourism activities carried out in the Grojogan Watu Purbo area. This service contributes to youth empowerment and increases community understanding of the potential of the region, which can support ongoing tourism activities. It is hoped that these results can be used as a basis for the community in general in the Grojogan Watu Purbo tourist area to be able to optimize potential and further promote the Grojogan Watu Purbo tourist destination so that it can empower the community, especially young people, with various activities that can become a tourist attraction.
Desain pengembangan bangunan dan pengecekan struktur Gereja HKBP Ressort Perumnas Klender Tampubolon, Sudarno P; Napitupulu, Sally Septania; Dianty, Grace Putri; Purnomo, Candra Christianti; Kristofel, Andreas Samuel; Indry, Jessica Miracella
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.16042

Abstract

Dalam pengembangan eksisting bangunan Gereja sangatlah dibutuhkan perencanaan/ desain struktur yang matang. Hal ini menjadi dasar dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Teknik yang di adakan di Gereja HKBP Ressort Perumnas Klender. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah membantu pembuatan gambar as-built drawing 2-D, 3-D, dan pengecekan struktur dalam rangka pengembangan Gereja HKBP Ressort Perumnas Klender, dimana gambar tersebut akan digunakan oleh pihak Gereja untuk pengembangan dan perbaikan Gereja di masa yang akan datang. Metode yang digunakan dalam PkM ini adalah analisis deskriptif. Tim PkM melakukan peninjauan, pengukuran eksisting bangunan di lapangan, menggambarkannya dalam bentuk 2-D dan 3-D, dan pengecekan eksisting struktur gereja (kolom, pelat, balok) yang nantinya digunakan di dalam pengembangan bangunan baru Gereja pada daerah konsistori. Hasil dari PKM ini adalah denah eksisting Gereja dalam bentuk 2-D dan 3-D, serta analisa struktur bangunan dari segi arsitektur dan sipil.    Design development of building and structural inspection of HKBP Ressort Perumnas Klender Church   Abstract: In developing existing church buildings, careful planning/structural design is very necessary. This is one of the objectives of the Faculty of Engineering's Community Service (PKM) which is held at the HKBP Ressort Perumnas Klender Church. The activities carried out are drawing as-built drawings in 2-D and 3-D and checking the structure in the development plan for the HKBP Ressort Perumnas Klender Church, where the Church can use these drawings for the development and improvement of the Church in the future. The method used in this PKM is to inspect and measure existing buildings in the field, draw floor plans for the 1st and 2nd floors of the church, and then draw plans for the development of the church, as well as 3-D drawings. Apart from that, checks were also carried out on the existing church structures (columns, plates, beams), which would later be used in the development of new church buildings in the church consistory area. The results of this PKM are 2-dimensional and 3-dimensional church development plans as well as an analysis of the building structure from an architectural and civil perspective.
Penguatan modal sosial dalam mendukung keberlanjutan Badan Usaha Milik Desa Ayu Bagia Baha Purbadharmaja, Ida Bagus Putu; Pratiwi, Ida Ayu Meisthya; Yasa, I Made Putra
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.16176

Abstract

Badan Usaha Milik Desa Ayu Bagia Baha merupakan salah satu BUMDes yang terletak di Desa Baha Kabupaten Badung yang menjalankan jenis usaha grosir sejak 2020. Sebagai BUMDes yang baru menjalankan usahanya, maka masih banyak diperlukan perbaikan manajemen serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia maupun sumber daya modal. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada pengelola BUMDes Ayu Bagia Baha tentang pentingnya peran modal sosial dalam meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan usaha BUMDes. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, yang mana hasil dari penyuluhan tersebut ialah peningkatan pemahaman pengelola BUMDes Ayu Bagia Baha tentang arti, peranan, dan penerapan modal sosial dalam meningkatkan kinerja BUMDes, sehingga dapat meningkatkan profitabilitas, serta keberlanjutan BUMDes tersebut. Kegiatan ini juga berhasil mengedukasi pengelola BUMDes terkait pentingnya rasa memiliki dan kolaborasi dengan masyarakat sekitar sebagai modal sosial yang utama untuk mengembangkan BUMDes sehingga dapat membangun perekonomian Desa mejadi semakin kuat dan merata. Peran modal sosial terutama dalam hal meningkatkan rasa kepemilikan BUMDes, meningkatkan jaringan, dan menyelesaikan masalah yang ditemui merupakan hal yang penting dipahami oleh pengelola BUMDes maupun masyarakat Desa Baha.   Strengthening social capital in supporting the sustainability of Ayu Bagia Baha Village-Owned Enterprises   Abstract: The Ayu Bagia Baha Village-Owned Business Entity is one of the BUMDes located in Baha Village, Badung Regency which has been running a wholesale type of business since 2020. As a BUMDes that has just started running its business, there is still a lot of need for management improvements as well as increasing the competency of human resources and capital resources. The aim of this Community Service (PKM) is to provide education to the management of BUMDes Ayu Bagia Baha about the importance of the role of social capital in increasing the profitability and sustainability of BUMDes businesses. The method used is counseling, the result of which is an increase in the understanding of BUMDes Ayu Bagia Baha managers regarding the meaning, role and application of social capital in improving the performance of BUMDes, so that it can increase the profitability and sustainability of the BUMDes. This activity also succeeded in educating BUMDes managers regarding the importance of a sense of ownership and collaboration with the surrounding community as the main social capital for developing BUMDes so that they can build the village economy to become stronger and more equitable. The role of social capital, especially in terms of increasing the sense of ownership of BUMDes, improving networks, and resolving problems encountered, is something that is important for BUMDes managers and the Baha Village community to understand.
Bimbingan teknis budidaya tanaman sayuran secara hidroponik dan pembuatan pupuk kompos Ekawati, Rina; Dwicitra, Yudatama
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.16219

Abstract

Sayuran diperlukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan nutrisi akan vitamin, serat, dan mineral. Budidaya sayuran dapat dilakukan secara hidroponik yang tidak memerlukan lahan yang luas dan dapat dipanen secara berkala. Hewan ternak yang dipelihara akan menghasilkan limbah kotoran. Beberapa warga masih memiliki kendala terkait dengan pengolahan limbah kotoran ternak. Pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai pupuk kompos dapat bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan untuk pemupukan organik di lahan pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis terkait dengan budidaya tanaman sayuran secara hidroponik dan pembuatan pupuk kompos dari limbah kotoran ternak sapi. Bimbingan teknis ini dilaksanakan di Padukuhan Kajor Kulon, Kelurahan Selopamiro, Imogiri, Kabupaten Bantul. Kegiatan bimbingan teknis tersebut dilakukan dengan dua sesi, yaitu sesi materi dan praktik budidaya sayuran secara hidroponik dan pengomposan. Hasil kegiatan diperoleh bahwa budidaya sayuran secara hidroponik merupakan pengetahuan baru, terutama bagi ibu – ibu rumah tangga dan ingin melakukan hidroponik untuk menambah kebutuhan pangan akan sayuran. Pengomposan limbah kotoran ternak sapi dapat mengurangi pencemaran lingkungan serta dijadikan sebagai pupuk organik yang bermanfaat untuk lahan pertanian mereka.   Technical guidance for cultivating vegetable plants hydroponically and making compost fertilizer   Abstract: Vegetables are needed by humans to meet their nutritional needs for vitamins, fiber, and minerals. Vegetable cultivation can be done hydroponically which does not require a large area of land and can be harvested periodically. Raised livestock will produce manure waste. Some residents still have problems related to the processing of manure waste. Utilization of livestock manure waste as compost can help reduce environmental pollution and for organic fertilization on agricultural land. This community service activity aims to provide technical guidance on the hydroponic cultivation of vegetable crops and making compost from cattle manure waste. This technical guidance was carried out in Kajor Kulon hamlet, Selopamiro Village, Imogiri, Bantul Regency. The technical guidance activities were carried out with two sessions, namely material sessions and practice of hydroponic vegetable cultivation and composting. The results of the activity obtained showed that hydroponic vegetable cultivation is new knowledge, especially for housewives who want to do hydroponics to increase food needs for vegetables. Composting cow dung waste can reduce environmental pollution and be used as an organic fertilizer that is beneficial for their agricultural land.