cover
Contact Name
Zainabur Rahmah
Contact Email
medicaljournal@uin-malang.ac.id
Phone
+6285259506000
Journal Mail Official
medicaljournal@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Jalan Ir. Soekarno No.34 Dadaprejo, Batu, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Islamic Medicine
ISSN : -     EISSN : 25500074     DOI : https://doi.org/10.18860/jim
Core Subject : Health,
Journal of Islamic Medicine is a medical journal published twice a year in March and September by the School of Medicine, Faculty of Medicine and Medical Sciences, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
ITRAKONAZOL SEBAGAI PILIHAN TERAPI PADA TINEA CAPITIS DENGAN SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS Widasmara, Dhelya; Widhiastuti, Fitriani
Journal of Islamic Medicine Vol 10, No 1 (2026): Journal of Islamic Medicine
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v10i1.36020

Abstract

Pendahuluan: Tinea kapitis adalah infeksi rambut dan kulit kepala akibat dermatofita. Kasus pada dewasa jarang ditemukan dan biasanya terkait kondisi imunodefisiensi, salah satunya Sistemik Lupus Eritematosus (SLE). Pemilihan terapi pada pasien dengan SLE perlu mempertimbangkan efektivitas terhadap patogen serta keamanan terhadap kondisi autoimun yang mendasari.Kasus:Seorang wanita 38 tahun dengan SLE yang mengeluhkan rambut patah membentuk area kebotakan disertai bintik hitam sejak satu bulan. Pemeriksaan KOH 10% dan KOH 20% pada rambut didapatkan hifa. Kultur pada media Sabouraud Dextrose Agar mengidentifikasi Trichophyton sp. Pasien diterapi itrakonazol 200 mg/hari selama empat minggu dan sampo ketokonazol 2% tiga kali seminggu. Diskusi: Pada kasus ini, itrakonazol dipilih karena efektif terhadap Trichophyton sp., dan pada pasien SLE, tidak memicu drug induced lupus. Setelah empat minggu, terjadi perbaikan klinis dan mikologis. Kesimpulan: Itrakonazol dapat menjadi pilihan terapi tinea kapitis pada pasien SLE yang disebabkan Trichophyton sp. karena memberikan perbaikan klinis dan mikologis tanpa memperburuk gejala lupus.
Climate Change and Vector-Borne Diseases in Southeast Asia: A Systematic Literature Review Akbar, Putri Wulan; Suminarti, Nur Edy; Arifani, Nisa
Journal of Islamic Medicine Vol 10, No 1 (2026): Journal of Islamic Medicine
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v10i1.41558

Abstract

 Background: Climate change contributes to the increasing risk of vector-borne diseases by altering environmental conditions that influence vector dynamics and disease transmission patterns. Southeast Asia is a region highly vulnerable to the impacts of climate change while simultaneously bearing a substantial burden of vector-borne diseases. However, scientific evidence that systematically examines the relationship between climatic variables and vector-borne diseases in this region remains limited and fragmented. Objective: This study aims to synthesize the most recent scientific evidence on the relationship between climate change and climate variability and the occurrence of vector-borne diseases in Southeast Asia. Methods: A literature search was conducted in the Scopus, EBSCOhost, and PubMed databases using combinations of keywords related to climate change and vector-borne diseases. Included studies were original research articles published in English between 2021 and 2026 and conducted in Southeast Asian countries. The selection process followed the PRISMA guidelines. Methodological quality was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tools. Data synthesis was performed narratively. Results:Seven studies met the inclusion criteria. Temperature exhibited a non-linear relationship with disease risk, whereby increases within an optimal range enhanced transmission, while extreme temperatures tended to exert a protective effect. Absolute humidity and rainfall were generally positively associated with increased incidence, although their effects depended on intensity and temporal distribution. Heatwaves and drought demonstrated delayed effects that may elevate risk, whereas extremely wet conditions showed potential to reduce transmission in certain contexts. Environmental factors also played a significant role: high urban density supported the dominance of specific vectors, and air pollutants demonstrated protective associations in several studies. Conclusion: The relationship between climate variables and vector-borne diseases is complex, non-linear, and context-specific. The integration of extreme climate indicators and environmental factors into early warning systems and area-based control strategies is essential to address the challenges posed by climate change in Southeast Asia.     
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Pada Usia 6-12 Bulan Hastuti, Apriyani Puji; Fani, Rifatul
Journal of Islamic Medicine Vol 10, No 1 (2026): Journal of Islamic Medicine
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v10i1.40360

Abstract

Latar belakang: Berat badan bayi merupakan indikator utama pertumbuhan dan status kesehatan secara keseluruhan. Pertambahan berat badan optimal selama masa bayi mencerminkan nutrisi yang memadai, fungsi metabolisme, dan kemajuan perkembangan. Pijat bayi adalah intervensi non-farmakologis yang diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan fungsi pencernaan, dan merangsang hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan, yang dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan pada bayi. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat bayi terhadap pertambahan berat badan pada bayi usia 6-12 bulan. Metode: Studi ini menggunakan desain pra- eksperimental One Group Pretest-Posttest. Sebanyak 74 bayi dipilih dari populasi 90 menggunakan pengambilan sampel berurutan. Intervensi terdiri dari pijat bayi konvensional yang diberikan delapan kali selama empat minggu. Berat badan bayi diukur sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan Uji T Berpasangan untuk menentukan pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan berat badan rata-rata bayi dari 7,1419 kg sebelum intervensi menjadi 7,5243 kg setelah intervensi. Analisis statistik menggunakan Uji T Berpasangan menunjukkan nilai p 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan peningkatan berat badan yang signifikan secara statistik setelah pijat bayi. Kesimpulan: Pijat bayi memiliki pengaruhsignifikan terhadap peningkatan berat badan pada bayi usia 6-12 bulan. Oleh karena itu,pijat bayi dapat dianggap sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif dan aman untuk mendukung pertumbuhan bayi yang optimal.
Efektivitas Pijat Oksitosin Menggunakan Esensial Oil Lavender Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di PMB Mamik Yulaikah Malang Maharani, Anggrelia Devina; Sulistiyah, Sulistiyah; Alfitri, Rosyidah
Journal of Islamic Medicine Vol 10, No 1 (2026): Journal of Islamic Medicine
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v10i1.41357

Abstract

Latar belakang:  Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alami terbaik bagi bayi karena mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal. Namun, salah satu kendala dalam pemberian ASI eksklusif adalah rendahnya produksi ASI pada ibu nifas, yang sering dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan psikologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin, khususnya dengan penggunaan esensial oil lavender yang bersifat relaksatif. Tujuan:   Menganalisis efektivitas pijat oksitosin menggunakan esensial oil lavender terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan Mamik Yulaikah Bululawang Kabupaten Malang. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian quasi experiment dengan desain pretest-posttest with control group design.  Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil :  Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI pada kedua kelompok, namun peningkatan pada kelompok intervensi lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol (p-value = 0,001 0,05). Kesimpulan:  pijat oksitosin menggunakan esensial oil lavender efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas.Kata Kunci : Aromaterapi Lavender 1, Ibu Nifas 2, Pijat Oksitosin 3, Produksi ASI 4