cover
Contact Name
Muhadi
Contact Email
Muhadi
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@stikes-yrsds.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
ISSN : 24770140     EISSN : 2581219X     DOI : http://dx.doi.org/10.29241/jmk.
Core Subject : Health,
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr.Soetomo diterbitkan oleh Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo Surabaya, sejak tahun 2015. Fokusnya adalah pada pengembangan Studi Manajemen Kesehatan yang dilakukan melalui riset perpustakaan, atau penelitian lapangan. Publikasi jurnal akademik ini dimaksudkan untuk memperkaya ilmu-ilmu Manajemen Kesehatan yang telah berkembang saat ini.
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Pengetahuan, Dukungan Keluarga, dan Perawatan Diri sebagai Prediktor Pengelolaan Diri Pasien DM Annaas Budi Setyawan; Fika Veny Hapsari; Mailin Kristina
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2537

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius melalui pengelolaan diri yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pengetahuan, dukungan keluarga, dan perawatan diri sebagai prediktor pengelolaan diri pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Pasundan Samarinda. Metode penelitian menggunakan desain dengan pendekatan cross-sectional terhadap 120 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa seluruh variabel berdistribusi normal (p > 0,05), sehingga analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan multivariat regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, dukungan keluarga, dan perawatan diri secara simultan berhubungan signifikan dengan pengelolaan diri (p < 0,05). Variabel perawatan diri ditemukan sebagai prediktor paling dominan dengan nilai odds ratio sebesar 3,473, yang berarti pasien dengan perawatan diri baik memiliki peluang 3,4 kali lebih besar untuk melakukan pengelolaan diri secara efektif. Simpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan diri pasien DM sangat ditentukan oleh kemandirian dalam perawatan diri.Kata kunci: Pengelolaan diri, diabetes melitus, perawatan diri, dukungan keluarga
Transformasi Laboratorium Menuju Smart Lab: Digitalisasi Sistem Operasional dan Manajemen Laboratorium Pendidikan Abu Risal Mukhayadi; Ahmad Suhaemi Sadiqin; Moch Alief Hafizh
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2470

Abstract

Laboratorium merupakan fasilitas penunjang akademik yang vital bagi mahasiswa di STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo, namun pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala akibat sistem manual. Permasalahan seperti bentrok jadwal, inventaris yang tidak terkelola dengan baik, serta lemahnya pemantauan aktivitas menghambat efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan mengevaluasi sistem informasi berbasis web “E-Smart Lab” untuk meningkatkan efisiensi manajemen laboratorium. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model ADDIE. Sistem dikembangkan menggunakan PHP dengan framework Laravel dan basis data MySQL. Fitur utama meliputi penjadwalan real-time, manajemen inventaris digital, repositori modul, serta integrasi Single Sign-On dengan SIAKAD. Pengujian menggunakan Black Box Testing menunjukkan seluruh fitur berfungsi 100% sesuai spesifikasi tanpa error. Evaluasi pengguna melalui kuesioner Likert pada 20 responden menghasilkan skor rata-rata 4,52 (90,4%) dengan kategori sangat baik. Implementasi E-Smart Lab terbukti mengoptimalkan administrasi, mengurangi tumpang tindih jadwal, dan meningkatkan akses layanan laboratorium.
Evaluation Of Medicine Purchasing Methods At Metro Sidoarjo Hospital, Mother And Child Hospital, In Terms Of Efficiency And Medicine Availability Wizurai Hakim; Asri Asri; Mochamad Mochklas
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2517

Abstract

Drug procurement at the Mother and Child Hospital plays a strategic role in ensuring operational efficiency and the availability of essential drugs for maternal and neonatal services. This study aims to evaluate the drug procurement methods at Mother and Child Hospital Metro Hospitals Sidoarjo using internal data from 2020 to 2024, focusing on tender mechanisms, direct procurement, consignment, and procurement based on usage history. The study used a quantitative descriptive method with an ABC-VEN analysis approach, as well as measuring efficiency indicators (cost per unit of medicine and waste rate) and medicine availability (percentage of stock-outs <5%). The results showed that the tender method provided the highest level of efficiency with cost savings of 25% and drug availability reaching 98%, while procurement based on usage history was able to reduce excess stock by up to 15%. Based on these findings, it is recommended that historical drug usage data be integrated as a basis for procurement decision-making to improve efficiency and availability. This study is expected to contribute to the development of pharmaceutical management in maternity hospitals in Indonesia and to provide input for the formulation of national policies and regulations related to drug procurement.
Analysis of Fulfillment of Basic Needs of Post-Hospitalization Patients in Hospitals Based on Virginia Henderson's Theory Alfid Tri Afandi; Prestasianita Putri; Nurfika Asmaningrum
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2466

Abstract

   Post-hospitalization represents a critical transitional period in which patients must regain independence in fulfilling their basic needs. However, many experience persistent limitations after discharge due to inadequate education, lack of caregiver support, or reduced functional capacity. Guided by Virginia Henderson’s Nursing Need Theory, this study explored the fulfillment of basic needs among post-hospitalized patients and its associated factors. A cross-sectional study was conducted among 169 recently discharged adult patients from a public hospital in East Java, Indonesia. Data were collected using the Camberwell Assessment of Needs (CAN) , developed based on Henderson’s 14 fundamental needs. Independent variables included age, education, hospital length of stay, discharge education, and caregiver presence. Descriptive statistics, Chi-square tests, and multivariate logistic regression were used for data analysis. Approximately 37.9% of patients demonstrated high fulfillment of basic needs, while 25.4% had low fulfillment, particularly in hygiene, mobility, and rest domains. Logistic regression identified caregiver presence (AOR = 2.90, 95% CI = 1.70–4.95, p < 0.001) and discharge education (AOR = 2.40, 95% CI = 1.38–4.17, p = 0.002) as the strongest predictors of high need fulfillment. Higher education levels also increased likelihood (AOR = 1.60, p = 0.04), whereas age >50 years reduced it (AOR = 0.60, p = 0.03). The study confirms that discharge education and caregiver involvement significantly enhance post-hospitalization self-care independence. Nurses should integrate structured discharge teaching and caregiver training within transitional care models to ensure comprehensive fulfillment of patients’ basic needs, consistent with Henderson’s theory.Keywords: basic needs, post-hospitalization, Virginia Henderson theory, discharge education, caregiver support, nursing independence 
Literasi Digital Kesehatan: Efektivitas Platform Berbasis Website dalam Meningkatkan Perilaku Preventif HIV/AIDS pada Santri di Makassar Fatmah Afrianty Gobel; Ramdan Satra; Putri Zakira; Putri Zalsasabilah
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2535

Abstract

Situs website dapat memberikan akses yang mudah dan aman bagi remaja khususnya santri untuk edukasi, konsultasi, dan memberikan informasi komprehensif serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam pencegahan perilaku berisiko tertular HIV/AIDS di lingkungan santri. Santri merupakan remaja usia yang relatif rentan terpapar informasi dari berbagai platform media sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi menggunakan website terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan santri dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Metode penelitian quasi eksperimen dengan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Populasi adalah santri pondok Pesantren Darul Aman Gombara Kota Makassar, sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 20 orang kelompok perlakuan dan 20 orang kelompok kontrol. Kedua kelompok mengisi kuesioner pre test dan post test. Hasil penelitian memperlihatkan intervensi edukasi menggunakan website pada santri terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap, sedangkan tindakan tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Ketersediaan Dokter Terhadap Kinerja Pelayanan Kesehatan Primer Berdasarkan Indikator Kapitasi Berbasis Kinerja Yennike Tri Herawati; Nida Ardelia Rosyda; Ervina Handayani
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2550

Abstract

Ketersediaan dokter merupakan determinan penting dalam kinerja pelayanan kesehatan primer, terutama dalam skema Kapitasi Berbasis Kinerja (PBC) pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan dokter dan hubungannya dengan indikator kinerja PBC pada 50 Puskesmas di Kabupaten Jember tahun 2024. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan data sekunder kinerja dan kepegawaian. Rasio dokter terhadap peserta kapitasi dianalisis bersama tiga indikator PBC, yaitu angka kontak, rasio rujukan non-spesialistik (RRNS), dan rasio peserta penyakit kronis terkendali (RPPT). Analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan seluruh Puskesmas memiliki rasio dokter melebihi standar optimal (1:5.000), mengindikasikan kekurangan tenaga dokter. Namun, sebagian besar Puskesmas mencapai kategori aman pada indikator kinerja. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara ketersediaan dokter dengan angka kontak, RRNS, maupun RPPT. Temuan ini menunjukkan ketersediaan dokter tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja jangka pendek, namun tetap penting bagi keberlanjutan mutu pelayanan.
Subjective Norms and Perceived Ease of Use Driving Healthcare Information System Behaviour Sulistiowati Sulistiowati; Jusak Jusak; Dyan Angesti; Erwin Sutomo; Titik Lusiani
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2529

Abstract

This study investigates the adoption of Hospital Information Systems (HIS) through an extended Technology Acceptance Model (TAM), uniquely positioning user satisfaction as a mediator within a mandatory clinical setting. While traditional models emphasize satisfaction as a prerequisite for success, this research reveals a paradoxical shift at RSU Dr. Suyudi, where HIS usage is compulsory. Analyzing data through PLS-SEM, the results demonstrate that User Satisfaction plays a non-significant role in bridging system perceptions and actual usage behavior. Instead, the structural path is heavily dominated by Subjective Norms and Professional Image, which significantly drive Perceived Usefulness. Furthermore, the influence of Perceived Ease of Use and Subjective Norms on Usage Behavior remains robust. These findings indicate that in the hospital setting, professional norms and system simplicity carry much more weight than individual affective satisfaction. Theoretically, this study challenges the necessity of the satisfaction construct in mandatory digital health frameworks. Managerially, hospital administrators should pivot from superficial satisfaction metrics toward strengthening digital work cultures and streamlining user interfaces. By prioritizing professional prestige and operational ease, organizations can ensure more effective system integration in high-stakes clinical environments.
Efektivitas Model Psikoedukasi Berbasis One Health Community Upaya Preventif Kekerasan Seksual Penyandang Disabilitas Adriana Sainafat; Yohana Djurumana; Marthia Ikhlasiah; Lisma Natalia Br Sembiring
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2593

Abstract

Kekerasan seksual pada penyandang disabilitas masih menjadi masalah serius yang terabaikan dalam kebijakan perlindungan sosial. Tingginya kerantanan kelompok ini disebakan oleh karena keterbatasan akses informasi, rendahnya ketrampilan protektif, serta minimnya dukungan komunitas yang mampu memberikan perlindungan komprehennsif. Kondisi tersebut menuntut adanya model intervensi yang tidak hanya berfokus pada individu, tetapi dapat melibatkan keluarga, satuan pendidikan dan lingkungan sosial.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model psikoedukasi berbasis one health community sebagai strategi preventif terhadap kekerasan seksual pada penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pretest–posttest control group design untuk mengevaluasi efektivitas psikoedukasi berbasis One Health Community terhadap sikap, pengetahuan, dan perilaku terkait kekerasan seksual. Sampel berjumlah 50 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar. Analisis dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05.  Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan signifikan pada kelompok intervensi antara skor pre-test dan post test (P<0,05). Analisis antar kelompok juga memperlihatkan bahwa penerapan psikoedukasi berbasis One Health Community memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan tidak adanya intervensi. Dukungan komunitas terbukti memperkuat hubungan antara psikoedukasi dan peningkatan kemampuan protektif penyandang disabilitas. Kesimpulan, penelitian ini menegaskan  bahwa  model one health community efektif, sebagai strategi preventif kekerasan seksual terhadap penyandang disabilitas, sekaligus relevan sebagai dasar pengembangkan kebijakan perlindungan yang inklusif dan berkelanjutan
Effectiveness of Digital Consultation in Orthotic and Prosthetic Services: A Systematic Review Gusma, Ellysa Okky; Sunarto, Gatot; Adityasiwi, Gian Lisuari; Kristina, Hana
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2522

Abstract

Background: Orthotic and prosthetic services are an important part of rehabilitation; however, access and continuity of care are often constrained by geographical distance, workforce shortages, and administrative barriers, particularly in centralized service models. Digital consultation and telehealth offer potential solutions by streamlining workflows and enhancing patient preparedness. However, empirical evidence in O&P remains limited. Objective: This study synthesizes evidence on the implementation and effects of digital consultation in O&P, including access, continuity of care, efficiency, transparency, patient-centered outcomes, and key barriers and facilitators. Methods: A systematic review was conducted in accordance with the PRISMA Statement. Searches were performed in PubMed/MEDLINE, Scopus, Web of Science, Google Scholar, and national journal portals from January 2016 to January 2026. Two reviewers independently screened studies, extracted data, and assessed methodological quality. Narrative synthesis was applied due to heterogeneity. Results: Seven studies (2020-2026) were included (one high-quality and six moderate-quality studies). Interventions included WhatsApp-based pre-visit consultations, service-monitoring systems, telehealth via video/telephone, and mobile O&P service delivery. Digital consultation improved administrative and clinical readiness, supported access and continuity of care, enhanced efficiency and process transparency, and was associated with high levels of patient satisfaction. However, physical assessment remained necessary at specific stages of care. The main barriers included limited internet connectivity, unequal access to digital devices, workforce readiness challenges, and inadequate integration of health information systems. Conclusion: Digital consultation can enhance the O&P services when integrated into routine workflows supported by integrated information systems.
Reduksi Waste Waktu Pelayanan IGD melalui Pendekatan Lean Six Sigma: Studi Kasus RSUD Salatiga Frenky Suratman; Imas Rosidawati; Rani Restiani Widjaja
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2510

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit yang menuntut kecepatan dan ketepatan waktu dalam penanganan pasien guna menjamin keselamatan serta mutu pelayanan. Tingginya jumlah kunjungan pasien di IGD RSUD Salatiga yang tidak sebanding dengan ketersediaan tenaga kesehatan berpotensi menimbulkan inefisiensi waktu kerja, keterlambatan pelayanan, dan penurunan kualitas layanan. Kajian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan metode Six Sigma terhadap efisiensi waktu kerja tenaga kesehatan di IGD RSUD Salatiga. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain deskriptif komparatif before–after, melibatkan tenaga kesehatan yang bertugas di IGD sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi waktu pelayanan, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk membandingkan efisiensi waktu kerja sebelum dan sesudah penerapan Six Sigma, serta analisis DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) guna mengidentifikasi akar masalah dan merancang perbaikan proses. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara efisiensi waktu kerja sebelum dan sesudah penerapan Six Sigma (p<0,05). Implementasi metode ini terbukti mampu menurunkan waktu pelayanan dan meningkatkan konsistensi alur kerja di IGD. Selain itu, analisis DMAIC mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan beban kerja, alur pelayanan yang belum optimal, keterbatasan tenaga kesehatan pada jam sibuk, serta hambatan administratif merupakan faktor utama penyebab inefisiensi. Penerapan Six Sigma efektif dalam meningkatkan efisiensi waktu kerja tenaga kesehatan dan mutu pelayanan di IGD RSUD Salatiga