Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar
Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar is a journal published twice a year, namely in June and December that aims to be a forum for scientific publications to pour ideas and studies complemented with the results of research related to primary school education. To achieve this, basic education journals will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to basic education, develop an education center to the elementary-school that can produce innovative, creative and original work and tested in the field of education and learning elementary School to be disseminated and implemented for improving the quality of primary-to-national education at the national, regional and international levels.
Articles
10,005 Documents
ANALISIS LARANGAN PENGGUNAAN GADGET BAGI SISWA : UPAYA GURU DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA DI SD IT
Mamkua;
Ichsan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk menumbuhkan karakter siswa melalui peraturan sekolah di sekolah dasar Islam terpadu. Jenis penelitian ini merupakan oenelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian Ini dilakukan melalui wawancara dengan empat orang informan. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah dasar Islam terpadu di kota Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya SDIT dalam menumbuhkan karakter siswa dengan cara menerapkan peraturan dan himbauan kepada wali murid untuk tidak membelikan dan memberikan gadget kepada siswa. Hal ini bertujuan agar siswa fokus dalam belajar sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS ARIAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Jati Rahmadana;
Ramanda;
M Syahran Jailani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v7i2.6649
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pemahaman konsep pelajaran Ilmu Pendidikan Alam (IPA) peserta didik masih tergolong rendah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menghasilkan modul berbasis ARIAS untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep pada materi sistem peredaran darah manusia di kelas V MIN 2 Padang Pariaman yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan Sammel dan Semmel. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu pendefenisian (define),perencanaan (design), Pengembangan (develop), Penyebaran (disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul berbasis ARIAS pada materi Sistem Peredaran Darah Manusia memenuhi kriteria sangat valid dan sangat praktis, mengacu pada hasil penilaian validator dengan rata-rata nilai validitas 86,9%, sedangkan untuk hasil penilaian praktikalitas dengan rata-rata 93,2%. Dengan demikian, dapat menunjukkan bahwa penelitian ini menghasilkan Modul berbasis ARIAS dengan kriteria valid dan praktis sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS SAINTIFIK DAN NILAI ISLAMI JENJANG SD/MI KELAS V TEMA 8 SUBTEMA 1
Ahmad Khawani;
Tria Marvida;
Jati Rahmadana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v7i2.6662
Pada proses belajar-mengajar guru tidak hanya berpedoman pada buku pembelajaran, tetapi guru juga harus mampu mengembangkan bahan ajar dengan sebaik mungkin dan semenarik mungkin guna menigkatkan potensi belajar siswa. Bagi seorang guru ataupun peserta didik bahan ajar merupakan hal terpenting dalam proses pembelajaran karena bisa dijadikan sebagai sumber pembelajaran. Penelitian dan Pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and Development. Peneliti menggunakan model ADDIE. Dari penelitian dan pengembangan yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa: Desain Bahan ajar berbasis saintifik dan nilai islami ini mengacu pada desain pengembangan model ADDIE dengan tahapan pegembangannya adalah (1) Tahap perencanaan (Planning), (2) Tahap perancangan (Design) dan (3) Tahap pengembangan (Development). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahan Ajar Berbasis Saintifik Dan Nilai Islami Jenjang SD/MI Kelas V Tema 8 Subtema 1 memenuhi kriteria sangat valid dan sangat praktis, mengacu pada hasil penilaian validator dengan rata-rata nilai validitas 86,4%, sedangkan untuk hasil penilaian praktikalitas dengan rata-rata 93,35%. Dengan demikian, dapat menunjukkan bahwa penelitian ini menghasilkan Bahan Ajar Berbasis Saintifik Dan Nilai Islami Jenjang SD/MI Kelas V Tema 8 Subtema 1 dengan kriteria valid dan praktis sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN RQA (READING QUESTION AND ANSWERING) BERBANTU LKPD UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SEKOLAH DASAR
Erna Pujiyanti;
Sumarno
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v7i2.6681
ABSTRACT The formulation of the problem in this research is how effective the study from home RQA (reading question and answering) learning model is in increasing the independence and learning outcomes of 4th grade elementary school students in Tembalang District, Semarang Regency. he approach used in this research is a quantitative approach. Using the pretest-pottest control group design. Data collection techniques using tests, and observations, normality tests, homogeneity tests, independent sampel t test and gain index calculations. he results of the study showed that the reading question and answering (RQA) learning model was effective in increasing the independence and mathematics learning outcomes of fourth grade elementary school students. This is evidenced by the results of the independent sample t test on student learning independence by obtaining a Tcount of 3.635 > Ttable 1.99962 and a significance level of 0.001 <0.05. Then test independent sample t test on student learning outcomes by obtaining a Tcount of 5.221 > T table 1.99962 and a significance level of 0.001 <0.05. These results indicate that the Reading Question and Answering (RQA) learning model is more effective in increasing the independence and learning outcomes of fourth grade students of SD Negeri Tembalang District.
PENGARUH MEDIA KANTONG BILANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN PADA SISWA KELAS III SDN 1 CAKRANEGARA TAHUN AJARAN 2022
Maulia Aniisa Sabilla;
Ida Bagus Kade Gunayasa;
Muhammad Tahir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v7i2.6682
Media kantong bilangan merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan materi penjumlahan serta nilai suatu bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kantong bilangan terhadap hasil belajar matematika materi penjumlahan pada siswa kelas III SDN 1 Cakranegara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan bentuk quasi eksperimen, dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SDN 1 Cakranegara yaitu kelas III/A, III/B dan III/C. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, dengan hasil kelas III/A sebagai kelas eksperimen dan kelas III/C sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu berupa tes tulis pre-test dan post-test mengenai materi penjumlahan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media kantong bilangan terhadap hasil belajar matematika materi penjumlahan pada siswa kelas III SDN 1 Cakranegara. Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol yang melaksanakan pembelajaran tanpa menggunakan media kantong bilangan. Nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen setelah perlakuan sebesar 82,61 dan kelas kontrol sebesar 70,00. Berdasarkan analisis dengan uji N-Gain hasil kelas kontrol adalah sebesar 0,3038 yang termasuk dalam kategori sedang dan kelas eksperimen adalah sebesar 0,7257 yang termasuk dalam kategori tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media kantong bilangan terhadap hasil belajar matematika materi penjumlahan pada siswa kelas III SDN 1 Cakranegara.
KONSTRUKSI SOSIAL GURU PADA TEMATIK KURIKULUM 2013 SD BANDA ACEH
Muhammad Nazir Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v7i2.6697
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi sosial guru kelas terhadap Kurikulum 2013, mendeskripsikan implementasi Kurikulum 2013 dan kendala pelaksanaan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran pembelajaran tematik di SD Negeri 4 Banda Aceh. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pada penerapan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran tematik serta konstruksi sosial guru kelas terhadap Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Banda Aceh sangat beragam, disebabkan adanya penyesuaian dengan pengalaman yang dialami serta adanya beberapa factor lainnya. Guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada pembelajaran tematik disesuaikan dengan karakteristik siswa pada penerapannya Kurikulum 2013 adanya berbagai kendala yang bermacam-macam. Kendala yang dihadapi antara lain mengenai keaktifan siswa, kurangnya literasi, penggunaan model dan metode pembelajaran, serta kurangnya pelatihan bagi guru untuk membantu pemahaman guru mengenai penerapan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING MELALUI APLIKASI WHATSAPP DAPAT MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA JOMBANG
Effiana Cahya Ningrum;
Andi Prastowo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v7i2.6698
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran berbasis blended learning melalui aplikasi whatsapp dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar di kota Jombang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan partisipan kelas III sejumlah 25 siswa dan informan guru mata pelajaran Matematika di kelas III . Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan model blended learning melalui aplikasi whatsapp dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa sekolah dasar di kota Jombang. Siswa yang memiliki motivasi juga berpengaruh terhadap hasil belajar yang didapatkannya. Aplikasi whatsapp digunakan guru untuk mengirim pesan teks atau pesan suara yang berisikan kalimat motivasi agar siswa memiliki semangat belajar. Pesan teks atau pesan suara dari guru dinilai efektif untuk memotivasi siswa. Selain itu, aplikasi whatsapp juga dimanfaatkan guru untuk memberikan materi pembelajaran ketika belajar di rumah. Penggunaan aplikasi whatsapp sangat menunjang pembelajaran model blended learning, dimana ketika pembelajaran daring guru dan siswa dapat memanfaatkan media whatsapp. Penggunaan aplikasi whatsapp bisa dipertimbangkan dalam pembelajaran blended learning. Kata kunci : blended learning, media whatsapp, motivasi belajar, sekolah dasar
KEMAMPUAN LITERASI BACA-TULIS SISWA KELAS 3 DI SDN 30 AMPENAN
Zikrika Nadya;
I Ketut Widiada;
Muhammad Tahir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v7i2.6701
Rendahnya literasi baca-tulis siswa terlihat dari kurangnya minat membaca siswa dilihat dari sedikitnya siswa yang berkunjung ke perpustakaan serta sedikitnya jumlah bahan bacaan dan variasi bahan bacaan yang tersedia di kelas sehingga siswa masih terbata-bata dalam membaca, bahkan beberapa masih mengeja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui tingkat kemampuan literasi baca tulis siswa kelas 3 di SDN 30 Ampenan (2) Mengetahui seberapa besarkah tingkat kemampuan literasi baca-tulis yang paling tinggi di kelas 3 SDN 30 Ampenan. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek uji coba penelitian yakni peserta didik kelas 3 di SDN 30 Ampenan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa didapatkan bahwa 64 siswa kelas 3 yang menjadi sampel penelitian sebanyak 21 orang siswa atau 32,8% siswa kemampuan literasi baca-tulisnya berada dalam kategori tinggi, dan sebanyak 29 siswa atau 45,3% siswa berada dalam kategori sedang, serta sebanyak 14 siswa atau 21,9% siswa berada dalam kategori rendah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas 3 berada dalam kategori sedang dengan persentase 45,3%.
PERAN GURU MENUMBUHKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA
Khadijah;
Muhammad Nazir Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v7i2.6710
Teachers have an important role in fostering students' literacy skills, especially class teachers who have disciplined reading activities before learning begins. However, most students do not cultivate reading activities that have been implemented by the teacher. In addition, students' writing ability is low. One of the reasons is because in learning to read and write the teacher rarely uses media to support literacy activities for class students so that students' interest in reading and writing is low. So this research is to find out the teacher's role in fostering students' literacy skills in the implementation of learning with a qualitative research type of descriptive analysis method. Subjects in the classroom teacher research with data collection carried out observations and interviews. The results of the conclusions from observations and interviews show that the teacher has shown his role as a role model, motivator, facilitator and creator in cultivating the basic literacy skills of class students
KONSEP PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR DALAM PANDANGAN FILSAFAT HUMANISME
Novalina Indriyani;
Desyandri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v7i2.6738
Penelitian ini bertujuan agar dapat memahami program kebijakan “Merdeka Belajar” yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam pandangan filsafat humanisme. Humanisme merupakan filsafat yang mengedapankan nilai-nilai kemanusiaan dan memandang bahwa manusia memiliki hak dan kebebasan dalam berfikir maupun bertindak. Ada kesamaan antara apa yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan konsep pendidikan filsafat humanisme. Penulisan artikel ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur, yang mana bersumber dari literatur ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian diperoleh konsep merdeka belajar dan filsafat humanisme menekankan aspek kebebasan, mandiri dan fleksibilitas suatu lembaga pendidikan dalam memahami kompetensi peserta didik. Peserta didik sebagai subjek pembelajaran dan kontrol dalam pembelajaran memainkan peran penting dalam penataan pembelajaran. Konsep ini memberikan kebebasan, pengalaman secara langsung, kreativitas, serta sikap dan persepsi positif tentang belajar sebagai model dasar dalam membangkitkan minat belajar peserta didik, yang pada akhirnya dapat menghasilkan keberhasilan dalam belajar dengan suasana yang membahagiakan.