cover
Contact Name
Dedy Kurniawan
Contact Email
dedykurniawan@umrah.ac.id
Phone
+62721-40171
Journal Mail Official
akuatiklestari@umrah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji Senggarang Jl. Politeknik Senggarang Telp. (0771) 4500097 ; Fax (0771) 4500097 PO BOX 155 - Tanjungpinang 29100 Website : https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/index Email : akuatiklestari@umrah.ac.id
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Akuatiklestari
ISSN : -     EISSN : 25988204     DOI : -
Akuatiklestari adalah jurnal ilmiah yang dikelola Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji yang diterbitkan secara elektronik. Akuatiklestari memiliki fokus pada isu isu Manajemen Sumberdaya Perairan seperti : biologi perikanan, ekologi perairan, pencemaran, pengkajian stok ikan, konservasi, produktivitas perairan, lingkungan perairan, ekowisata, pengolahan limbah dan pengelolaan sumberdaya
Articles 178 Documents
Tingkat Resiliensi Ekosistem Mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Irwansyah, Irwansyah; Asgar, Muh Adam; Daris, Lukman; Massiseng, Andi Nur Apung; Alpiani, Alpiani; Masriah, Andi
Akuatiklestari Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i1.6396

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang berada pada area pesisir dengan fungsi ekosistem yang sangat besar dari ditinjau dari fungsi ekologi, fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Hubungan timbal balik antara ekosistem dan sosial masyarakat akan menghasilkan sebuah perubahan dan dampak terhadap ekosistem itu sendiri. Dinamika ekologi dan sosial merupakan sesuatu yang kompleks sehingga dibutuhkan pendekatan yang komprehensif dalam penanganannya. Pendekatan resiliensi ekosistem merupakan salah satu pendekatan pengelolaan ekosistem yang cukup komprehensif digunakan dalam pengelolaan ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiliensi ekosistem perairan mangrove di wilayah perairan Pallime baik secara ekologi maupun secara sosial. Analisis data dilakukan dengan menganalisa struktur komunitas ekosistem mangrove di wilayah kajian dan menghitung indeks resiliensi ekologi dan sosial dengan metode pembobotan. Struktur komunitas ekosistem mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone ditemukan 3 spesies yakni Sonneratia caseolaris, Avicennia marina dan Rhizophora mucronata dengan kondisi ekosistem mangrove tergolong sangat baik dengan rata-rata kerapatan pohon 1.940 pohon/ha, rata-rata persentase penutupan kanopi sebesar 85,96%. Tingkat resiliensi ekologi ekosistem mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone memiliki nilai 0,80 dengan kelas tingkat resiliensi ekologi “tinggi”. Tingkat resiliensi sosial ekosistem mangrove memiliki nilai sebesar 0,68 dengan kriteria resiliensi sosial “sedang”. Nilai resiliensi total (resiliensi ekologi dan sosial) ekosistem mangrove sebesar 0,74 dengan kriteria tingkat resiliensi “sedang”.
Kajian Penggunaan Lahan dan Kondisi Topografi di Sub DAS Karang Mumus, Kota Samarinda Mislan, Mislan; Khoirunisa, Nanda; Rahmiati, Rahmiati; Djayus, Djayus; Supriyanto, Supriyanto
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6397

Abstract

Kualitas Sungai Karang Mumus yang menjadi sumber keberlangsungan hidup penduduk Kota Samarinda semakin menurun. Pengalihfungsian lahan dan peningkatan pembangunan menjadi faktor utama berubahnya kondisi fisik Sungai Karang Mumus. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan dan kondisi topografi di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus. Pengidentifikasian perubahan tutupan lahan menggunakan metode supervised classification pada citra Landsat 8 OLI/TIRS pada Tahun 2018 dan Tahun 2020. Wilayah Sub DAS Karang Mumus memiliki variasi ketinggian 0 hingga 255 mdpl dengan mayoritas keadan kontur landai dan datar. Secara geologis, Formasi Aluvium, Formasi Balikpapan, Formasi Kampung Baru, dan Formasi Pulau Balang mendominasi di wilayah penelitian dengan lapisan batu pasir kuarsa yang saling beririsan dan kandungan batu bara yang tersisip pada semua formasi kecuali pada Formasi Aluvium. Tanah jenis podsolik merah kuning menjadi yang paling dominan dan rentan terhadap erosi. Analisis menunjukkan bahwa beberapa penggunaan lahan yang mengalami peningkatan adalah semak/belukar, hutan tanaman, dan pertanian lahan kering yang dicampur dengan semak. Sedangkan, penggunaan lahan untuk sawah, pertambangan, lahan terbuka, dan perkebunan mengalami penurunan. Perubahan ini mempengaruhi koefisien aliran limpasan dan kapasitas resapan air di Sub DAS Karang Mumus, meningkatkan potensi bencana banjir. Reboisasi (afforestation dan reforestation) diidentifikasi sebagai solusi untuk melestarikan daerah aliran sungai tersebut.
Pengaruh Variasi Salinitas dan Kalsium Karbonat (CaCO3) dalam Menumbuhkan Alga pada Artificial Live Rock Sembiring, Kennedi; Victoria, Kanya Claudia; Prabowo, Yoga; Suhernalis, Suhernalis
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6444

Abstract

Live rock adalah batuan hidup alami yang umumnya digunakan sebagai karang hias, habitat bagi biota serta penambah estetika pada akuarium. Eksploitasi besar-besaran live rock alam dapat mengancam kelestarian dan kestabilan ekosistem perairan. Artificial live rock adalah salah satu alternatif atau solusi untuk menggantikan live rock alami. Artificial live rock adalah batuan hidup buatan manusia yang biasanya terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti batu apung, semen dan pasir dan merupakan salah satu produk bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula dan komposisi  bahan dasar yang paling sesuai dalam membuat artificial live rock serta menganalisa pengaruh variasi kalsium karbonat dan salinitas dalam menumbuhkan alga pada artificial live rock. Eksperimen dilakukan selama 2 (dua) bulan menggunakan metode kuantitatif experimental. Variabel yang diamati antara lain laju pertumbuhan alga, observasi perubahan warna serta monitoring kualitas air (suhu, salinitas dan pH). Variasi konsentasi kalsium karbonat (CaCO3) menggunakan 5 (lima) jenis formula; 0%, 10%, 25%, 50%, dan 75%. Pengujian variasi salinitas menggunakan 3 (tiga) perlakuan; salinitas rendah (10 ppt), salinitas sedang (30 ppt) dan salinitas tinggi (50 ppt). Hasil eksperimen menunjukkan konsentrasi kalsium karbonat berpengaruh terhadap perubahan warna produk artificial live rock, semakin tinggi konsentrasi kasium karbonat, maka semakin cerah artificial live rock yang dihasilkan. Hasil eksperimen juga menunjukkan konsentrasi kalsium karbonat tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat pertumbuhan alga. Sementara itu eksperimen penggunaan variasi salinitas menunjukkan kadar salinitas memengaruhi laju pertumbuhan alga. Artificial live rock di akuarium bersalinitas 10 ppt dan 30 ppt lebih cepat ditumbuhi alga dibandingkan dengan artificial live rock di akuarium bersalinitas 50 ppt.
Analisis Indeks Ekologi Ekosistem Mangrove di Kawasan Pesisir Tanjungpiayu Kota Batam Zakia, Rahima; Lestari, Febrianti; Azizah, Diana; Raza’i, Tengku Said
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6704

Abstract

Keberadaan ekosistem mangrove di Kawasan Pesisir Tanjungpiayu memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai kawasan hijau. Meskipun kondisi ekosistem mangrove di Tanjungpiayu secara umum masih baik, beberapa area telah mengalami penurunan kualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui indeks ekologi ekosistem mangrove di Kawasan Pesisir Tanjungpiayu. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode survei dengan stasiun pengamatan yang dipilih secara purposive sampling dan pengukuran data dilakukan dengan metode transek kuadrat 10x10m. Analisis data meliputi indeks nilai penting, indeks keseragaman, indeks keanekaragaman serta indeks dominansi. Dari empat stasiun pengamatan, ditemukan dua jenis mangrove yaitu Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata, dengan nilai indeks penting tertinggi di stasiun 3 (INP 300%). Nilai dari indeks ekologi ekosistem mangrove dari empat stasiun penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman berkisar antara 0 – 0,45 (kategori rendah), indeks keseragaman berkisar antara 0 – 0,65 (kategori rendah – sedang), dan indeks dominansi berkisar antara 0,73 – 1 (kategori sedang – tinggi). Nilai Indeks keanekaragaman paling rendah ditemukan pada stasiun 3 yang hanya ditemukan satu jenis mangrove saja.
Analisis Kesesuaian Budidaya Rumput Laut Kapphapycus alvarezii di Kecamatan Moro dan Sugi Besar Kabupaten Karimun Faisal, La Ode M; Muzahar, Muzahar; Zulfikar, Andi; Ismail, Khodijah
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6825

Abstract

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki garis pantai yang meluas hingga mencapai 8.561,33 kilometer, memberikan potensi besar dalam sumber daya kelautan dan perikanan, terutama di sektor maritim. Salah satu komoditas pangan off farm yang menjanjikan untuk dikembangkan adalah rumput laut. Budidaya rumput laut menjadi peluang penghidupan berkelanjutan bagi 3,28% buruh dan nelayan di Kepri. Kabupaten Karimun telah mengembangkan industri pengolahan rumput laut dalam skala kecil khususnya jenis Kappaphycus alvarezii. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kesesuaian budidaya rumput laut Kapphapycus alvarezii di Kecamatan Moro dan Sugi Besar Kabupaten Karimun. Analisis kesesuaian menggunakan Pendekatan spasial dan Sistem Informasi Geografis (GIS) menggunakan metode Multi Criteria Analysis (MCA). Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya tujuh parameter dengan gradien skor yang memiliki signifikansi dalam area kajian. Dua parameter utama, yaitu DO dan salinitas, menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi, berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Kendala terbesar terletak pada tinggi gelombang dan posfat yang memiliki skor kurang sesuai, serta TSS yang tidak sesuai. Tingginya kekeruhan (TSS) di lokasi penelitian disebabkan oleh kedekatan dengan daratan Sumatera yang memiliki sungai-sungai besar. Kesesuaian juga didukung dengan kondisi eksisting lokasi, dukungan pemerintah dan sosial ekonomi masyarakat lokal. Karena itu pengembangan budidaya rumput laut yang efektif dan efisien dan berkelanjutan layak dipertimbangkan.
Penggunaan Underwater Light Emitting Diode (U-LED) 75 Watt Warna Hijau sebagai Alat Pengumpul Ikan pada Bagan Tancap di Perairan Kabupaten Pangkep Sahil, Muhammad Sahil Rizky bin; Kurnia, Muhammad; Nelwan, Alfa; Jaya, Ilham; Hidayat, Rahmat; Adam, Adam; Jumsurizal, Jumsurizal
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6898

Abstract

Penellitian bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis jumlah hasil tangkapan dan frekuensi kemunculan ikan serta responsivitas ikan terhadap lampu dan ketahanan lampu Underwater Light Emitting Diode (U-LED) 75 watt warna hijau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2023 dengan mengikuti satu unit bagan tancap sebanyak 30 trip. Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis hasil tangkapan selama 30 trip sebanyak 14 spesies dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 759,4 kg. Jenis ikan dominan yaitu tembang (Sardinella fimbriata), cumi-cumi (Loligo sp.), peperek (Leiognathus equulus), selar kuning (Selaroides leptolepis) dan selar como (Atule mate) dengan komposisi jenis masing-masing secara berurut 21,4%, 20,8%, 14,2%, 8,7% dan 7,3% dengan frekuensi kemunculan jenis ikan hasil tangkapan tertinggi yakni Ikan tembang dan cumi-cumi 100%, peperek dan selar kuning 83%.  Lampu Underwater LED berwarna hijau 75 watt, selama penelitian memiliki ketahanan pencahayaan dan kondisi yang baik serta mampu menarik respon ikan dari berbagai jenis. Jenis ikan yang paling responsif yaitu tembang 100%, dan cumi-cumi dengan responsivitas sebesar 97%.
Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Pantai Trikora Bintan, Kepulauan Riau Mukhlis, Mukhlis; Apdillah, Dony; Willian, Nancy; Khodijah, Khodijah; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6960

Abstract

Wisata pantai merupakan kegiatan wisata yang dilakukan untuk bersantai seperti rekreasi, berenang, berjemur dan olahraga dilingkungan pantai yang didukung fasilitas yang lengkap, nyaman dan aman serta akses yang mudah untuk dijangkau. Kabupaten Bintan khususnya pesisir timur Pulau Bintan menawarkan beragam pantai yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Sepanjang pesisir timur Pulau Bintan tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Pantai Trikora. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Pantai Trikora menegaskan bahwa lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata pantai skala massal yang paling favorit di Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesesuaian wisata pantai dengan mempertimbangkan kapasitas jumlah fasilitas sarana prasarana, kenyaman keamanan dan akses yang mudah serta jumlah pengunjung yang diperbolehkan untuk kegiatan wisata pantai di pantai Trikora Bintan. Penelitian dilakukan disepanjang pantai Trikora dengan 6 (enam) area pengamatan yaitu Pantai Atok, Pantai Jazz, Pantai Kita, Pantai Nenek, Pantai Tergok, dan Pantai Trikora 4. Analisis kesesuaian (suitability analysis) wisata menggunakan Multi Criteria Analysis (MCA) dengan kalkulasi jarak spasial (euclidian distance) untuk menentukan zona- zona spasial dan luasnya. Kemudian daya dukungnya mengunakan perhitungan Boullon’ Carrying capacity mathematical model (BCCMM). Hasil penelitian menunjukan bahwa real carrying capacity (RCC) disepanjang pantai Trikora Bintan ditinjau dari aspek kesesuaian, maka kawasan yang sangat sesuai untuk wisata pantai luas 594.412 m2 dan berenang seluas 665.800 m2. Daya dukung kawasan pantai mampu menerima kunjungan wisatawan sebanyak 433 orang setiap hari dengan 3 zona dan daya dukung untuk berenang sebanyak 12.131 orang setiap hari dengan 4 zona.
Diversitas Bivalvia di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Sartika, Mellani; Kurniawan, Dedy; Zahid, Ahmad
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.7039

Abstract

Kawasan pesisir Senggarang Besar memiliki keunikan ekosistem alam yang produktif dan mempunyai nilai ekologis dan ekonomi yang signifikan. Berdasarkan temuan observasi awal ditemukan keberadaan beberapa spesies bivalvia di Perairan Senggarang Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis, menghitung jumlah kepadatan dan indeks ekologi bivalvia di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2023 yang bertempat di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak tiga stasiun menggunakan transek kuadran 1x1 m dengan jumlah 9 transek per stasiun. Pada Perairan Senggarang Besar ditemukan 9 spesies bivalvia yang terdiri dari 5 family dan 9 genera, yaitu: Pitar floridana, Plakuna plasenta, Anomalodiscus squamosus, Anadara antiquata, Placamen chloroticum, Cyclotellina remies, Geloina expansa, Ruditapes variegatus, dan Circe tumefacta. Dari hasil ketiga stasiun jenis yang banyak ditemukan yaitu jenis Cyclotellina remies, dengan total individu yang dijumpai yaitu 8 individu. Kepadatan tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 sebesar 14.444 ind/ha, sedangkan kepadatan terendah pada Stasiun 1 sebesar 6.667 ind/ha. Kategori indeks keanekaragaman (H’) pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Sedang”. Indeks keseragaman pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Tinggi”. Indeks dominasi pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Rendah”.
Valuasi Ekonomi Sumberdaya Sungai Purba Tebat Rasau di Kabupaten Belitung Timur Bidayani, Endang; Valeriani, Devi
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.6403

Abstract

Geosite Sungai Purba Tebat Rasau di Kecamatan Simpang Renggiang Kabupaten Belitung Timur merupakan bagian dari Belitong UNESCO Global Geopark Tahun 2021. Sungai Purba Tebat Rasau memiliki biodiversitas tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menghitung valuasi ekonomi sumberdaya Sungai Purba Tebat Rasau. Metode penelitian ini adalah survei dengan teknik FGD. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Komunitas Lanun Tebat Rasau yang berjumlah 20 orang, Pemerintah Desa Lintang, Camat Renggiang, dan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Simpang Renggiang Kabupaten Belitung Timur. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data pendukung untuk menghitung nilai ekonomi kawasan menggunakan alat bantu kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data sekunder melalui studi pustaka yang relevan. Metode analisis data deskriptif eksploratif. Hasil penelitian, beragam jenis ikan lokal dan endemik bernilai ekonomi dihasilkan dari Sungai Tebat Rasau, antara lain tapah, ampong, tupok, dan tengkelesak. Nilai ekonomi sumberdaya sebesar Rp 2.906.463.343/tahun.
Kelimpahan Bivalvia pada Ekosistem Padang Lamun di Bintan Utara Hidayat, Rommy; Nugraha, Aditya Hikmat
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.6737

Abstract

Perairan Bintan Utara memiliki sebaran ekosistem lamun cukup luas dengan kondisi yang baik, serta jenis komposisi substrat pada lamun juga berbeda-beda, sehingga cocok menjadi habitat bagi bivalvia sebagai tempat mencari makan, berkembang biak, memijah dan berlindung. Hubungan bivalvia dengan lamun memiliki dampak terhadap siklus makanan, mempengaruhi keberadaan dan komposisi bivalvia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur tutupan lamun, identifikasi, dan kepadatan jenis bivalvia yang berasosiasi dalam ekosistem padang lamun di perairan Bintan Utara. Penelitian dilakukan di perairan Bintan Utara pada bulan September hingga Oktober 2022 (Tanjunguban Utara, Pantai Pengudang dan Pantai Bakau Terang). Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu GPS, transek kuadrat 50x50cm, roll meter, jangka sorong/penggaris, multitester, hand refractometer, pH meter, alat tulis, Kamera dan boots karet. Metode sampling menggunakan 3 transek dengan panjang 100m kearah laut dengan jarak antar transek yaitu 50m, dengan transek 50x50cm dimulai dari titik 0 sampai 100m dengan jarak antar frame kuadrat yaitu 10m. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu tutupan lamun, identifikasi bivalvia dan kepadatan bivalvia. Terdapat 7 jenis lamun yang ditemukan dari ketiga stasiun penelitian yaitu: Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halodule pinifolia dan Syringodium isoetifolium. Tutupan lamun tertinggi diperoleh di perairan Pantai Pengudang sebesar 48,3% dikategorikan tutupan lamun yang sedang. Ditemukan sebanyak 21 jenis bivalvia yang berada dari ketiga lokasi penelitian. Adapun jenis bivalvia yang banyak ditemukan yaitu Gafrarium pectinatum. Kepadatan bivalvia tertinggi terdapat di perairan Pantai Bakau Terang sebesar 16,24 ind/m2. Jenis bivalvia dengan kepadatan tertinggi yaitu Gafrarium pectinatum sebesar 8,24 ind/m2.