cover
Contact Name
Dedy Kurniawan
Contact Email
dedykurniawan@umrah.ac.id
Phone
+62721-40171
Journal Mail Official
akuatiklestari@umrah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji Senggarang Jl. Politeknik Senggarang Telp. (0771) 4500097 ; Fax (0771) 4500097 PO BOX 155 - Tanjungpinang 29100 Website : https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/index Email : akuatiklestari@umrah.ac.id
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Akuatiklestari
ISSN : -     EISSN : 25988204     DOI : -
Akuatiklestari adalah jurnal ilmiah yang dikelola Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji yang diterbitkan secara elektronik. Akuatiklestari memiliki fokus pada isu isu Manajemen Sumberdaya Perairan seperti : biologi perikanan, ekologi perairan, pencemaran, pengkajian stok ikan, konservasi, produktivitas perairan, lingkungan perairan, ekowisata, pengolahan limbah dan pengelolaan sumberdaya
Articles 178 Documents
Penentuan Model Silvofishery Berkelanjutan sebagai Optimalisasi Rehabilitasi Mangrove dalam Meningkatkan Produktivitas Hasil Laut di Desa Nelayan Kecamatan Medan Belawan Daulay, Aulia Putra; Sari, Ratna; Simanjuntak, Tito Maranata; Sinulingga, Robinhot
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7224

Abstract

Silvofishey merupakan perpaduan antara hutan mangrove dan perikanan dengan memperhatikan kelestarian hutan mangrove yang pengelolaannya akan berdampak positif bagi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat. Pemanfaatan yang berlebihan akan menyebabkan fungsi hutan tidak berjalan dengan baik, terutama sebagai jasa ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model silvofishery yang tepat sebagai optimalisasi rehabilitasi mangrove agar pengelolaannya berkelanjutan. Desa Nelayan Seberang dipilih karena masyarakat dominan sebagai nelayan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga hutan mangrove baru saja direhabilitasi sehingga perlu dikelola lebih baik dalam memperoleh hasil laut yang optimal. Penelitian dimulai dengan konsep dan model silvofishery melalui nelayan, masyarakat, dan pengelola lokal. Selanjutnya, pengamatan langsung dilakukan dalam mengumpulkan data tentang kesesuaian silvofishery, kepadatan vegetasi, keanekaragaman biota dan plankton. Terakhir, penentuan model silvofishery sebagai optimalisasi rehabilitasi mangrove dalam meningkatkan produktivitas hasil laut di Desa Nelayan Seberang menggunakan analisis kesesuaian silvofishery, kepadatan vegetasi, dan keanekaragaman spesies biota dan plankton. Hasil yang didapat dari penelitian yaitu kesesuaiaan lokasi penelitian untuk silvofishery, dan model silvofishery yang tepat pada lokasi penelitian ini untuk meningkatkan hasil produktivitas hasil tangkapan nelayan di Desa Nelayan Seberang.
Pemetaan Zona Potensial Penangkapan Ikan Tongkol Berdasarkan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a Menggunakan Ocean Color di Selat Lombok Furkan, Al; Soraya, Indah; Handayani, Creani; Rizal, Lalu Samsul; Satriawan, Heri; Basuptura, Oman Bagas
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7246

Abstract

Perairan Lombok merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya ikan yang tinggi di Indonesia. Keberadaan Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) yang melintasi perairan tersebut membawa nutrien yang kaya dan beragam, menjadikannya habitat yang subur bagi kehidupan laut termasuk ikan tongkol (Euthynnus affinis). Ikan tongkol merupakan salah satu spesies ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi target utama bagi nelayan lokal di perairan Lombok. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a memainkan peranan penting dalam menentukan distribusi dan kelimpahan ikan di suatu daerah. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah mengetahui zona potensial penangkapan ikan tongkol yang berada di perairan Lombok dan efisiensi nelayan dalam melakukan operasi penangkapan ikan. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengolahan data citra meliputi suhu permukaan laut dan klorofil-a menggunakan Citra Satelit kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi liniear berganda. Berdasarkan perhitungan dengan analisa regresi linear pengaruh hasil tangkapan ikan tongkol terhadap kandungan klorofil-a diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,227 dan nilai (R2) sebesar 0,018 yang berarti bahwa hubungan antara klorofil-a dan hasil tangkapan di perairan Ampenan termasuk dalam katagori rendah dan tidak signifikan dengan nilai yg diperoleh sebesar 0,219. Sedangkan pada hasil uji regresi Suhu Permukaan Laut (SPL) diperoleh nilai koefisien determinasi (R) sebesar 0,193 artinya persentase sumbangan pengaruh variabel Suhu Permukaan Laut (SPL) hasil tangkapan termasuk dalam katagori rendah tidak berpengaruh secara signifikan dengan nilai 0,297. Hal ini dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian, antara lain faktor lingkungan, cuaca, keadaan sumberdaya dan musim penangkapan.
Struktur Komunitas Bivalvia pada Ekosistem Padang Lamun Desa Teluk Bakau Kecamatan Gunung Kijang Yandri, Falmi; Ramdani, Mohd; Kurniawati, Esty; Anggraini, Rika
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7276

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem tempat pemijahan biota dan berfungsi sebagai tempat perlindungan, mencari makan, dan habitat. Bivalvia adalah salah satu biota yang hidup di ekosistem padang lamun. Karena nilainya yang tinggi, banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai makanan. Selain itu, bivalvia biasanya hidup di substrat, sehingga sering digunakan sebagai bioindikator untuk menentukan kualitas air laut. Mengingat betapa pentingnya ekosistem padang lamun dan bivalvia, pengamatan tentang struktur komunitas bivalvia dilakukan di ekosistem padang lamun Desa Teluk Bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan struktur komunitas bivalvia di Desa Teluk Bakau. Pengamatan dilakukan dari bulan Oktober hingga Desember 2022 di pesisir Desa Teluk Bakau. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan titik stasiun berdasarkan keberadaan ekosistem padang lamun dan bivalvia. Untuk mengumpulkan sampel bivalvia, plot berukuran 1 x 1 m2 digunakan, dan panjang transek adalah 100 m ke arah laut. Pengukuran parameter dilakukan secara in situ pada saat air laut surut dan pasang. Dengan menggunakan Microsoft Excel, data yang telah dikumpulkan dianalisis. Hasil analisis struktur komunitas disajikan dalam grafik dan tabel. Hasil perhitungan kemudian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman sebesar 1,195 termasuk dalam kategori sedang, indeks keseragaman sebesar 0,441, dan indeks dominansi sebesar 0,485 termasuk dalam kategori sedang. Hasil nilai indeks menunjukkan bahwa komunitas Bivalvia di Teluk Bakau tetap stabil. Selain itu, berdasarkan baku mutu air laut bagi biota, hasil pengukuran parameter perairan masih berada di bawah batas toleransi.
Purifikasi Ekstrak Gracilaria sp. Asal Pamekasan sebagai Kandidat Senyawa Antioksidan Chandra, AB; Hafiludin, Hafiludin; FA, Hanifah; PFD, Yanti
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7380

Abstract

Rumput laut Gracilaria sp. tergolong dalam divisi thallophyta memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, steroid, dan tanin. Hasil riset terdahulu menunjukkan ekstrak kasar metanol Gracilaria sp. asal Pamekasan mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 308,19 ppm. Penelitian lain menyebutkan bahwa purifikasi ekstrak kasar Gracilaria sp. mempengaruhi aktivitas antioksidan dan keberadaan senyawa bioaktif hasil pemurnian. Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan fraksi hasil purifikasi kromatografi kolom ekstrak kasar Gracilaria sp. asal Pamekasan. Jumlah fraksi hasil purifikasi ekstrak metanol Gracilaria sp. asal Pamekasan dengan pelarut aseton:eter:n-heksana (3:2:6 v/v) dan pelarut n-heksana : etil asetat (7:3 v/v) berturut-turut diperoleh 22 fraksi dan 16 fraksi hasil kolom kromatografi. Dua fraksi terbaik hasil purifikasi dengan fase gerak aseton:eter:n-heksana yaitu fraksi 4 dan fraksi 6 dengan aktivitas antioksidan berturut-turut sebesar 223,14 ppm dan 231,64 ppm. Sedangkan dua fraksi terbaik hasil purifikasi dengan fase gerak n-heksana: etil asetat yaitu fraksi 2 dan fraksi 3 dengan aktivitas antioksidan berturut-turut sebesar 156,23 ppm dan 99,26 ppm. Hasil uji fitokimia pada fraksi aktif hasil purifikasi ekstrak Gracilaria sp. asal Pamekasan mempunyai kandungan senyawa bioaktif golongan fenol, alkaloid, saponin, triterpenoid, dan steroid. Aktivitas antioksidan pada fraksi aktif Gracilaria sp. asal Pamekasan menunjukkan aktivitas yang sangat lemah.
Struktur Komunitas Bivalvia pada Ekosistem Padang Lamun Desa Teluk Bakau Kecamatan Gunung Kijang Yandri, Falmi; Ramdani, Mohd; Kurniawati, Esty; Anggraini, Rika
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.6363

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem tempat pemijahan biota dan berfungsi sebagai tempat perlindungan, mencari makan, dan habitat. Bivalvia adalah salah satu biota yang hidup di ekosistem padang lamun. Karena nilainya yang tinggi, banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai makanan. Selain itu, bivalvia biasanya hidup di substrat, sehingga sering digunakan sebagai bioindikator untuk menentukan kualitas air laut. Mengingat betapa pentingnya ekosistem padang lamun dan bivalvia, pengamatan tentang struktur komunitas bivalvia dilakukan di ekosistem padang lamun Desa Teluk Bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan struktur komunitas bivalvia di Desa Teluk Bakau. Pengamatan dilakukan dari bulan Oktober hingga Desember 2022 di pesisir Desa Teluk Bakau. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan titik stasiun berdasarkan keberadaan ekosistem padang lamun dan bivalvia. Untuk mengumpulkan sampel bivalvia, plot berukuran 1 x 1 m2 digunakan, dan panjang transek adalah 100 m ke arah laut. Pengukuran parameter dilakukan secara in situ pada saat air laut surut dan pasang. Dengan menggunakan Microsoft Excel, data yang telah dikumpulkan untuk dianalisis. Hasil analisis struktur komunitas disajikan dalam grafik dan tabel. Hasil perhitungan kemudian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman sebesar 1,195 termasuk dalam kategori sedang, indeks keseragaman sebesar 0,441, dan indeks dominansi sebesar 0,485 termasuk dalam kategori sedang. Hasil nilai indeks menunjukkan bahwa komunitas Bivalvia di Teluk Bakau tetap stabil. Selain itu, berdasarkan baku mutu air laut bagi biota, hasil pengukuran parameter perairan masih berada di bawah batas toleransi.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Famili Chaetodontidae Serta Hubungannya dengan Tutupan Karang Hidup di Pulau Weh, Sabang Putra, Risandi Dwirama
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.6407

Abstract

Ikan karang merupakan salah satu biota laut yang sangat sensitif terhadap perubahan ekosistem terumbu karang. Oleh karena itu, ada tidaknya spesies ikan karang tertentu dapat menggambarkan kondisi terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara keanekaragaman dan kelimpahan ikan Chaetodontidae dengan tutupan karang hidup di dua belas lokasi Pulau Weh, Sabang. Metode Sensus Visual Bawah Air digunakan untuk mengumpulkan data ikan karang. Data persentase tutupan karang hidup dikumpulkan dengan menggunakan metode Transek Foto Bawah Air. Hasil penelitian menemukan total 24 spesies ikan Chaetodontidae yang mewakili empat marga dengan jumlah individu yang tercatat pada saat pengamatan sebanyak 1.041 individu. Rata-rata kategori tutupan karang hidup di Pulau Weh, Sabang dalam kondisi cukup baik (31,255%). Ikan Chaetodontidae di Pulau Weh, Sabang termasuk dalam kategori  keanekaragaman rendah dengan rata-rata indeks keanekaragaman (H) = 2,059 serta kelimpahan rata-rata Ikan Chaetodontidae sebesar 2.479 (ind/ha). Terdapat korelasi yang lemah antara jumlah jenis Chaetodontidae dengan tutupan karang hidup dan juga antara kelimpahan Chaetodontidae dengan tutupan karang Pulau Weh, Sabang dengan nilai koefisien determinasi R2 regresi linier masing-masing sebesar 0,4299 dan 0,2522.
Makrozoobentos Muara Bojong Salawe: Mengungkap Komposisi Genus dan Hubungannya dengan Ekosistem Perairan Wijayanti, Lady Ayu Sri; Herawati, Heti; Sahidin, Asep; Pratama, Gilar Budi; Maharani, Tri Annisa; Harlina, Adinda Tri; Sari, Elviana Dian Mustika; Fortuna, Resyh Indy; Nugraha, Tito Aria; Firdaus, Mochamad Ramdhan
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.6968

Abstract

Makrozoobentos berperan penting dalam siklus nutrisi perairan dan menjadi indikator kesehatan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Muara Bojong Salawe dan kemudian mengkaji kaitannya dengan kondisi lingkungan. Untuk pertama kalinya, penelitian ini dilakukan di Muara Bojong Salawe, Pangandaran, guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2024, dengan membagi 4 stasiun penelitian. Stasiun I terletak di jalur pelayaran kapal nelayan dengan substrat pecahan karang berpasir. Stasiun II di daerah padat mangrove dengan substrat berlumpur. Stasiun III berada di area bersandar kapal nelayan dengan substrat berpasir. Stasiun IV dekat restoran/pemukiman dengan substrat lumpur berpasir. Sampel makrozoobentos diambil dengan menggunakan metode plot 1 x 1 m dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, Dissolved Oxygen (DO), dan rona lingkungan. Analisis yang dilakukan meliputi indeks ekologi (kelimpahan, keragaman, dominansi, dan kemerataan) dan analisis statistik (analisis klastering dan Principal Component Analysis/PCA). Hasil penelitian mencatat bahwa parameter lingkungan di keempat stasiun mencakup suhu perairan berkisar antara 28,8°C-29,7°C, salinitas berkisar antara 19-21 ppt, pH berkisar antara 7,2-7,9, dan Dissolved oxygen (DO) berkisar antara 5,8-7,4 mg L-1. Indeks ekologi yang mencakup kepadatan total dan nilai dominansi makrozoobentos tertinggi ditemukan pada Stasiun II (200 individu/m²; 0,33). Namun, sebaliknya, indeks keragaman dan kemerataan terendah, tercatat pada Stasiun II (1,46; 0,54). Ditemukan empat genus makrozoobentos dengan kepadatan tertinggi yaitu Cerithium, Pagurus, Faunus, dan Cerithideopsilla. Hasil analisis PCA menunjukan bahwa faktor salinitas dan DO menjadi faktor yang paling memengaruhi struktur komunitas makrozoobentos di lokasi penelitian.
Strategi Pengembangan Ekowisata Bahari Pantai Sadranan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta Octoriani, Widyanti; Agry, Firdausa Putra; Erzad, Avisha Fauziah
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.6981

Abstract

Pantai Sadranan merupakan salah satu ekowisata bahari yang berlokasi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai Sadranan memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan pendapatan daerah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui potensi ekowisata, sarana dan prasarana, dan persepsi wisatawan, serta menyusun strategi pengembangan ekowisata bahari Pantai Sadranan. Informasi potensi wisata, serta sarana dan prasarana selanjutnya dapat digunakan untuk mengembangkan pengelolaan ekowisata bahari Pantai Sadranan sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat sekitar. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu tingkat kepuasan pengunjung dan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa nilai kepuasan 100% terhadap kebersihan dan fasilitas yang terdapat di Pantai Sadranan. Keindahan Pantai Sadranan memiliki nilai kepuasan 73%, dan pelayanan pengelola memiliki nilai kepuasan 87%. Indikator yang perlu diperhatikan jika melihat nilai kepuasan yang rendah yaitu penataan ruang dan akses menuju Pantai Sadranan, dimana masing-masing memiliki nilai kepuasan 43% dan 47%. Strategi yang dapat dirancang untuk pengembangan Pantai Sadranan yaitu mengadakan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat, membuat papan informasi terkait flora dan fauna di Pantai Sadranan, mengadakan pelatihan kepada pengelola terkait langkah-langkah yang harus dilakukan jika ada peringatan dini bencana alam, menghimbau wisatawan untuk menjaga lingkungan pantai dan biota, pembenahan penataan ruang secara lebih baik, memperbaiki akses menuju Pantai Sadranan, promosi melalui media sosial, dan monitoring secara berkala. Pengelolaan Pantai Sadranan yang lebih baik dapat dilakukan dengan adanya dukungan pemerintah, masyarakat sekitar dan wisatawan.
Perubahan Tutupan Lahan Mangrove pada Area Izin Hutan Tanaman Rakyat untuk Produksi Arang di Kabupaten Lingga Kepulauan Riau Andia, Bherly; Lestari, Febrianti; Raza'i, Tengku Said
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.6988

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perubahan tutupan lahan mangrove pada area izin Hutan Tanaman Rakyat (HTR) untuk Produksi Arang  selama tahun 2011 dan 2023 di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.Lokasi kajian ditetapkan pada area Izin HTR seluas 12,195 hektar yang diberikan pemerintah kepada kelompok tani hutan pada tahun 2012. Penelitian ini bertujuan mengukur deforestasi, degradasi, dan reforestasi pada area/kawasan yang memiliki izin produksi. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dipilih lokasi atau kawasan hutan mangrove yang berada dalam area izin HTR. Metode analisis menggunakan overlay peta tutupan lahan dari citra satelit tahun 2011 dan 2023 di areal izin HTR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deforestasi pada kawasan izin HTR seluas 988 hektar, degradasi 42 hektar, dan reforestasi 2,813 hektar. Berdasarkan analisis didapatkan nilai reforestasi lebih tinggi dibandingkan deforestasi dan degradasi, dapat disimpulkan bahwa pemanenan bakau melalui izin HTR tidak menyebabkan kerusakan mangrove yang signifikan.
Struktur Komunitas Kepiting (Brachyura) di Ekosistem Mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang Kusuma, Anma Hari
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.7074

Abstract

Mangrove merupakan vegetasi pesisir yang penting bagi biota laut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi dan kelimpahan kepiting (Brachyura) di ekosistem mangrove di Desa Sungai Nibung. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023 bertempat di Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang dengan transek ukuran 1x1 m2. Hasil penelitian menujukkan komposisi kepiting yang ditemukan di lokasi penelitian diantaranya yaitu Episesarma chentongense, Parasesarma lanchesteri, Tubuca Bellator dan Tubuca dussumieri. Kelimpahan kepiting (Brachyura) tertinggi adalah jenis E. chentongense (63 ind/m2) sedangkan terendah adalah T. dussumieri (18 ind/m2). Kerapatan mangrove berkisar 100-7.600 ind/Ha, jenis sedimen berupa pasir kasar dan liat halus. Parameter fisika-kimia perairan masih mendukung untuk kehidupan kepiting (Brachyura).