cover
Contact Name
Dedy Kurniawan
Contact Email
dedykurniawan@umrah.ac.id
Phone
+62721-40171
Journal Mail Official
akuatiklestari@umrah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji Senggarang Jl. Politeknik Senggarang Telp. (0771) 4500097 ; Fax (0771) 4500097 PO BOX 155 - Tanjungpinang 29100 Website : https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/index Email : akuatiklestari@umrah.ac.id
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Akuatiklestari
ISSN : -     EISSN : 25988204     DOI : -
Akuatiklestari adalah jurnal ilmiah yang dikelola Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji yang diterbitkan secara elektronik. Akuatiklestari memiliki fokus pada isu isu Manajemen Sumberdaya Perairan seperti : biologi perikanan, ekologi perairan, pencemaran, pengkajian stok ikan, konservasi, produktivitas perairan, lingkungan perairan, ekowisata, pengolahan limbah dan pengelolaan sumberdaya
Articles 178 Documents
Kuantifikasi Populasi Belangkas Sebagai Dasar Strategi Konservasi di Perairan Mauk Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Pratama, Ginanjar; Prabowo, Nico Wantona; Yanuarti, Rini; Nurdin, Hery Sutrawan
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7610

Abstract

Penelitian terkait kuantifikasi terkait distribusi populasi belangkas di Utara Banten masih minim padahal dengan mengetahui spesies, jumlah, ukuran dan jenis kelamin dapat menjadi dasar ilmiah dalam mendukung strategi konservasi belangkas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kuantifikasi belangkas yang tertangkap di Perairan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Penelitian ini dilakukan selama Juli-Agustus 2025 dengan mengikuti 15 trip operasional nelayan jaring insang. Data belangkas tertangkap diidentifikasi secara morfologi untuk kemudian dianalisis berdasarkan spesiesnya terhadap ukuran Panjang total, jenis kelamin dan jumlah. Analisis Hasil penelitian diperoleh jumlah belangkas sebanyak 86% spesies Tachypleus gigas dan 14% Carcinoscorpius rotundicauda. Distribusi panjang total T. gigas berkisar antara 14,795–48,045 cm dengan frekuensi individu terbesar pada interval 16,295–33,445 cm sebanyak 27 ekor. Sementara itu, panjang total C. rotundicauda tercatat antara 16,295–33,445 cm, dengan dominasi pada interval 30,015-33,445 cm sebanyak 7 ekor. Rasio perbandingan jantan dan betina diperoleh jenis T. gigas 1:1 dan C. rotundicauda 1:7. Stadia usia jenis T. gigas didominasi oleh Jantan dewasa 46 ekor, sementara betina dewasa 6 ekor dan betina belum dewasa sebanyak 44 ekor. Jenis C. rotundicauda tertangkap diperoleh betina dewasa 13 ekor, Jantan dewasa 2 ekor dan betina belum dewasa sebanyak 2 ekor. Berdasarkan hasil studi diharapkan dapat mendukung perumusan strategi konservasi dan pengelolaan belangkas yang bersinggungan dengan aktivitas penangkapan penangkapan di wilayah pesisir.
Beban Pencemaran dan Status Mutu Air dengan Indeks Pencemaran di Sungai Umban Sari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau Putri, Malika Aprilya; Yuliati, Yuliati; Fajri, Nur El
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban pencemaran dan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran di Sungai Umban Sari pada bulan Januari sampai dengan Maret 2024 dengan metode survey lapangan. Dalam pengambilan contoh air digunakan contoh air sesaat (grab sample) dimana pengambilan sampel sebanyak tiga kali selama kurun waktu tiga bulan di tiga stasiun penelitian. Penentuan beban pencemaran dilakukan perhitungan nilai beban aktual dan beban maksimum dengan parameter yang diukur yakni TSS, BOD, COD, Nitrat dan Total Fosfat. Status mutu air digunakan indeks pencemaran terdiri 9 parameter sesuai dengan Permen LHK No 27 tahun 2021 yakni pH, DO, BOD, COD, TSS, Total Fosfat, Nitrat dan Total Coliform. Beban pencemar dan status mutu air dengan indeks pencemaran akan dibandingkan dengan baku mutu kelas 2 PPRI No 22 tahun 2021. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Sungai Umban Sari tidak lagi dapat menampung beban pencemaran BOD karena nilai beban aktual mencapai 2.914,95 kg/hari, sedangkan beban maksimum 903,31 kg/hari. Hasil analisis Status mutu air dengan nilai PI masing-masing sebesar 5,17, 5,51, dan 5,49 untuk stasiun 1, 2, dan 3, yang menunjukkan terjadinya penurunan kualitas air secara sistemik di seluruh penampang sungai yang diteliti.
Analisis Risiko Banjir Rob dan Kerentanan Pesisir di Kabupaten Kepulauan Anambas Koenawan, Chandra Joei; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7698

Abstract

Studi difokuskan pada evaluasi risiko banjir rob serta tingkat kerentanan pesisir di Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya di Kecamatan Palmatak dan Kute Siantan. Kajian bertujuan menganalisis tingkat kerentanan dan risiko banjir rob melalui pendekatan integratif yang mencakup aspek sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan, serta menyusun indeks komposit kerentanan sebagai acuan dalam perencanaan mitigasi berbasis komunitas dan strategi adaptasi multipihak. Dilakukan pada 12 desa dengan menggunakan pendekatan pemetaan sosial dan analisis spasial. Data primer diperoleh melalui survei lapangan, kuesioner, dan wawancara, sedangkan data sekunder bersumber dari BPS, BNPB, dan peta Digital Elevation Model (DEM). Analisis risiko dilakukan melalui penerapan pendekatan penilaian risiko berbasis Pedoman Umum Pengkajian Resiko Bencana, dengan mempertimbangkan aspek ancaman, kerentanan, dan kapasitas wilayah. Hasil kajian menunjukkan bahwa banjir rob merupakan ancaman paling dominan dengan skenario terburuk berupa kenaikan muka laut hingga 5–6 meter di atas kondisi normal. Kerentanan sosial tertinggi ditemukan di Desa Tebang (53,02%) dan Ladan (52,75%), sementara kerentanan fisik terbesar tercatat di Desa Piabung dan Putik (100%). Kerentanan ekonomi relatif rendah (0–10%), sedangkan kerentanan lingkungan tertinggi (100%) terdapat di Teluk Bayur, Batu Ampar, Belibak, dan Langir. Secara komposit, indeks kerentanan tertinggi berada di Desa Tebang dan Ladan (57%). Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian peta kerentanan terintegrasi yang menggabungkan aspek sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan di kawasan pulau kecil. Hasil kajian ini dapat dijadikan dasar dalam perencanaan mitigasi berbasis masyarakat serta penyusunan strategi adaptasi multipihak, termasuk pelibatan sektor swasta melalui program CSR, guna memperkuat ketahanan masyarakat pesisir terhadap ancaman banjir rob.
Distribusi Bivalvia pada Ekosistem Padang Lamun di Selatan Pulau Pengujan Kecamatan Teluk Bintan Yandri, Falmi; Ramdani, Mohd; Idris, Fadhliyah; Kurniawati, Esty; Anggraini, Rika
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7708

Abstract

Bivalvia merupakan organisme yang umumnya hidup menetap di substrat dasar perairan dalam waktu yang relatif lama, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator untuk menduga kualitas perairan. Selain itu, cangkang bivalvia sering dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan dan cinderamata yang memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2023 hingga Maret 2024 di tiga stasiun penelitian yang berlokasi di Selatan Pulau Pengujan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola sebaran bivalvia serta menganalisis keterkaitan antara sebaran dan kepadatan bivalvia dengan tutupan lamun dan parameter lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel melalui penarikan transek sepanjang 100 meter dari arah darat menuju laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran bivalvia di Selatan Pulau Pengujan memiliki indeks sebaran 0,50 yang termasuk dalam kategori pola sebaran mengelompok. Analisis PCA menunjukkan bahwa sebaran bivalvia berkorelasi positif dengan salinitas dan indeks keanekaragaman. Sementara itu, kelimpahan relative bivalvia berkorelasi positif dengan persentase tutupan lamun di lokasi penelitian.
Prevalensi dan Keragaman Penyakit Karang di Perairan Kawasan Wisata Lagoi, Pulau Bintan Pratomo, Arief; Kurniawan, Rika; Khoiriah, Nuri
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7730

Abstract

Ekosistem terumbu karang rentan akan dampak dari luar, baik faktor alami maupun antrogenik. Salah satu faktor alami, baik dari sumber biotik ataupun abiotik, adalah penyakit hewan karang. Penyakit dapat menggangu fungsi normal hewan karang seperti pertumbuhan dan reproduksi. Kawasan Wisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, terdapat tempat wisata berbasis terumbu karang dengan aktifitas nelayan lokal dan jalur transportasi laut yang tinggi. Hal tersebut dapat memicu penyakit karang di dalam kawasan ini, namun informasi terkait ini terbatas. Karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi penyakit karang di perairan kawasan ini. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 April 2025 pada ekosistem terumbu karang di Perairan Kawasan Wisata Lagoi Bintan. Diambil data tutupan karang dan tanda penyakit karang dengan metode Underwater Photo Transect. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi perairan (pH, DO, suhu, salinitas, dan kecerahan) dalam kisaran baku mutu dan kondisi tutupan karang hidup termasuk kategori sedang (38,47% - 49,25%). Penyakit karang yang ditemukan terdiri dari lima kategori penyakit karang dengan total 13 jenis penyakit, didominasi kategori Compromised Health (60,16%) dan Tissue discolouration (32,25%). Kejadian koloni karang terkena penyakit (tingkat prevalensi) antar lokasi berkisar antara 26,39% - 38,80%, tingkat prevalensi tertinggi di Perairan Pulau Rawa, sedangkan kelimpahan penyakit antar lokasi berkisar antara 15,60 – 34,64 penyakit m-2, dimana jenis penyakit Focal Bleaching-Spots, Pigmentation Response, Invertebrate Galls, dan Sediment Damage ditemukan di semua lokasi pengamatan. Berdasarkan pada uji Kruskall-Wallis, perbedaan prevalensi maupun kelimpahan penyakit antar lokasi, sangat signifikan (semua p ≤ 0.0001). Secara keseluruhan, tingkat prevalensi keragaman penyakit karang yang diamati mengindikasikan kerentanan ekosistem terumbu karang dalam kawasan ini. Meskipun demikian, penyakit karang tetap memerlukan perhatian ke depan dalam menjaga kesehatan terumbu karang dan keberlanjutannya di Perairan Kawasan Wisata Lagoi.
Performance Kualitas Air Tambak Terhadap Kondisi Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Shilman, M. Idham; Purnamawati, Purnamawati; Susanti, Romi; Redha, Akhmad Rasyid
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7702

Abstract

Budidaya udang Litopenaeus vannamei dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas air yang menentukan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa kualitas air serta hubungannya dengan pertumbuhan udang vaname pada masa pemeliharaan. Pengamatan dilakukan secara in situ dan ex situ selama 80 hari masa pemeliharaan (Day of Culture/DOC 0–80) dengan mengukur parameter fisika, kimia, dan biologi. Hasil pengukuran menunjukkan suhu berada pada kisaran optimal (29–34℃) dengan tingkat kecerahan 30 cm pada DOC 56. Parameter kimia menunjukkan pH relatif stabil (6,88–7,63) dengan kondisi ideal, sedangkan DO cenderung rendah pada DOC 28 dan DOC 64 (2,0 mg/L). Salinitas berkisar 13–14 ppt tergolong rendah, sementara alkalinitas rendah teramati pada DOC 56 (40,8 mg/L). Hardness berada pada kisaran 2.756–3.573 mg/L dan dinilai ideal. Nilai TOM (54,50–68,26 mg/L) dan TAN (0,33–0,98 mg/L) menunjukkan kondisi masih sesuai untuk budidaya. Konsentrasi nitrit masih pada kondisi ideal yaitu dibawah 1 mg/l. Namun, nilai fosfat meningkat pada DOC 56 (0,44 mg/L). Dari parameter biologi, total bakteri mencapai 45×10³ CFU/ml dengan dominasi non-Vibrio (TVC 45%), sehingga masih aman bagi pemeliharaan. Hasil sampling pertumbuhan yang dilakukan setiap 7–10 hari menunjukkan kondisi pertumbuhan yang baik, dengan ADG tertinggi pada DOC 70 sebesar 0,29 g/hari dan ABW pada DOC 80 mencapai 15,53 g. Secara keseluruhan, performa kualitas air masih mendukung pertumbuhan udang vaname meskipun terdapat beberapa parameter yang perlu diperbaiki. Untuk meningkatkan kondisi kualitas air pada tambak tersebut, sebaiknya dilakukan penambahan kincir air (PWA) menjadi minimal 8 unit untuk meningkatkan konsentrasi oksigen dan sirkulasi air di tambak. Serta, perlu dilakukan penyiphonan pada dasar tambak secara rutin dimulai pada DOC 40 hari, untuk mengurangi jumlah bahan organik pada dasar tambak.
Pertumbuhan Tahunan Karang Goniopora stokesi di Perairan Kota Makassar Hubungannya dengan Faktor Cuaca Kurniawan, Dedy; Jompa, Jamaluddin; Haris, Abdul
Akuatiklestari Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v1i1.274

Abstract

Pertumbuhan karang masif sangat tergantung pada lingkungannya. Analisis pertumbuhan tahunan karang masif telah digunakan sebagai salah satu data untuk mengetahui perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan tahunan karang Goniopora stokesi di Perairan Kota Makassar (Pulau Laelae dan Pulau Barranglompo), serta hubungan laju pertumbuhan tahunan karang dengan faktor cuaca (curah hujan, suhu udara dan lama penyinaran matahari). Sampel karang Goniopora stokesi diambil sebanyak 3 koloni di daerah yang relatif sama (reef flat) dengan jarak berdekatan, diameter berkisar ± 150 mm. Sampel karang dipotong sesuai posisi axial growth dengan ketebalan ± 5 mm, selanjutnya diekspose di bawah sinar-X. Film hasil sinar-X digunakan untuk menentukan pertumbuhan tahunan, melalui kombinasi HD dan LD bands-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan karang Goniopora stokesi di Pulau Laelae berkisar antara 8.28 ± 0.56 mm – 11.37 ± 0.27 mm dan Pulau Barranglompo berkisar antara 9.17 ± 1.19 mm – 15.87 ± 2.49 mm. Secara umum, laju pertumbuhan tahunan karang Goniopora stokesi di Perairan Kota Makassar berkisar antara 9.72 ± 1.16 mm tahun-1 –12.47 ± 2.67 mm tahun-1. Curah hujan merupakan faktor cuaca yang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan karang, sedangkan suhu udara dan lama penyinaran matahari tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan karang di Perairan Kota Makassar.
Pengaruh Laju Sedimentasi Terhadap Kerapatan Lamun di Perairan Beloreng Kelurahan Tembeling Tanjung Kabupaten Bintan Fernando, Riky; Melani, Winny Retna; Kurniawan, Dedy
Akuatiklestari Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v3i1.936

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerapatan lamun, laju sedimentasi dan pengaruh laju sedimentasi terhadap kerapatan lamun di Perairan Beloreng Kelurahan Tembeling Tanjung Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei sebanyak 30 titik menggunakan plot berukuran 1 x 1 meter dan sediment trap. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis lamun yaitu, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rontundata, Halodule uninervis, dan Halophila decipiens dengan kerapatan berkategori rapat. Laju sedimentasi dengan nilai total sebesar 0,3668 (g/cm2/hari) dengan nilai rata-rata selama sebulan yang mengalami kenaikan setiap minggunya, serta laju volume sedimentasi dengan nilai total 0,1778 (ml/cm2/hari) dan memiliki nilai rata-rata perbulan yang sama. Hasil analisis pengaruh laju sedimentasi terhadap kerapatan lamun di Perairan Beloreng Kelurahan Tembeling Tanjung Kabupaten Bintan dengan hasil 87% kerapatan lamun dipengaruhi oleh laju sedimentasi, dengan hubungan antar variabel bersifat sangat kuat.