cover
Contact Name
Dedy Kurniawan
Contact Email
dedykurniawan@umrah.ac.id
Phone
+62721-40171
Journal Mail Official
akuatiklestari@umrah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji Senggarang Jl. Politeknik Senggarang Telp. (0771) 4500097 ; Fax (0771) 4500097 PO BOX 155 - Tanjungpinang 29100 Website : https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/index Email : akuatiklestari@umrah.ac.id
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Akuatiklestari
ISSN : -     EISSN : 25988204     DOI : -
Akuatiklestari adalah jurnal ilmiah yang dikelola Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji yang diterbitkan secara elektronik. Akuatiklestari memiliki fokus pada isu isu Manajemen Sumberdaya Perairan seperti : biologi perikanan, ekologi perairan, pencemaran, pengkajian stok ikan, konservasi, produktivitas perairan, lingkungan perairan, ekowisata, pengolahan limbah dan pengelolaan sumberdaya
Articles 193 Documents
Identifikasi Molekuler dan Variasi Genetik Rumput Laut Halimeda sp. di Perairan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara Harya Bimasuci; Cecilya Novita Silaen; Astrid Fauzia Dewinta; Amanatul Fadhilah; Nur Rohim; Nurasiah Riza; Akhmad Rasyid Redha; Karla Amelia
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.7710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies Halimeda di perairan Tapanuli Tengah menggunakan pendekatan morfologi dan molekuler dengan gen plastid tufA. Sampel yang dikumpulkan dari Pantai Batu Gajah, Pantai Pandaratan, dan Pulau Pane dianalisis berdasarkan ciri morfologis dan urutan DNA. Identifikasi morfologi menunjukkan bahwa Halimeda opuntia memiliki thallus berbentuk gumpalan padat dengan segmen reniform dan holdfast tipe sprawler, sementara Halimeda gigas memiliki thallus menggantung dengan segmen silindris dan holdfast tipe rock grower. Analisis molekuler melalui BLAST mengonfirmasi bahwa sampel menunjukkan kesamaan tinggi dengan spesimen referensi di GenBank, dengan query cover 95%-100%, percent identity 99,51%-100%, dan e-value 0.0, yang menunjukkan kesesuaian urutan DNA yang signifikan. Analisis filogenetik mengungkapkan dua klade utama, satu mewakili Halimeda opuntia dan satu lagi Halimeda gigas, dengan jarak genetik yang sangat rendah (0,000-0,005) dalam setiap spesies, sementara jarak genetik antar spesies mencapai 0,127. Penelitian ini menyimpulkan bahwa spesies Halimeda di Tapanuli Tengah yang diidentifikasi adalah H. opuntia dan H. gigas. Kedua spesies ini secara genetik terpisah dan dapat diidentifikasi secara akurat menggunakan penanda molekuler tufA.
Perbandingan Pendapatan dan Hasil Tangkapan Nelayan Kecil Berdasarkan Alat Tangkap di Desa Sungai Kupah Kubu Raya Rudi Alfian; Putri Yuli Utami; Ayu Aprilia
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.7714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan profil ekonomi nelayan kecil berdasarkan jenis alat tangkap yang digunakan di Desa Sungai Kupah. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan 30 responden yang terbagi dalam tiga kelompok yaitu pengguna jaring hela dasar, pengguna rawai dan bubu ikan, serta pengguna gabungan rawai, bubu ikan, dan jaring insang. Observasi lapangan juga dilakukan untuk mengamati karakteristik nelayan, seperti usia, pengalaman kerja, dan tingkat pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan berada pada usia produktif (40–49 tahun) dengan pengalaman kerja lebih dari 15 tahun. Meskipun demikian, tingkat pendidikan mereka relatif rendah, dengan sebagian besar hanya tamat SD. Analisis ekonomi menunjukkan adanya disparitas pendapatan bersih yang signifikan. Pengguna jaring hela dasar memiliki pendapatan bersih Rp8.580.000 per bulan, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Meskipun demikian, seluruh strategi penangkapan menunjukkan Rasio Efisiensi (R/C Ratio) lebih dari 1, mengindikasikan bahwa setiap usaha layak dan efisien secara ekonomi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jenis alat tangkap berpengaruh nyata terhadap pendapatan, namun faktor usia dan pengalaman juga memberikan kontribusi terhadap kemampuan mengelola usaha. Peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan akses pasar yang lebih adil.
Keberlanjutan Ekosistem Mangrove: Kajian Tentang Persepsi, Partisipasi, dan Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Masyarakat di Kabupaten Donggala Fachri Kurnia Bhakti; Taufik Ihsan; Ici Arfanika; Yoyo Yoyo; Riswan Riswan
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.7722

Abstract

Saat ini keadaan hutan mangrove di sepanjang pesisir pantai Indonesia mengalami penurunan, sebagian besar rusak akibat aktivitas masyarakat untuk kebutuhan ekonomi. Kebutuhan dan ketergantungan sumber daya alam di kawasan pesisir yang semakin tinggi menyebabkan munculnya tekanan akibat aktivitas manusia. Upaya konservasi yang dilakukan sering kali menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi dan kepedulian masyarakat maupun stakeholder yang terkait. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat, menghitung willingness to pay (WTP), mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendorong masyarakat bersedia berpartisipasi dan berkontribusi menjaga keberadaan ekosistem mangrove. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang diberikan kepada masyarakat di sekitar kawasan ekosistem mangrove. Jumlah responden penelitian sebanyak 78 responden tersebar di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Kabonga Besar, Kabonga Kecil, dan Labuanbajo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menunjukkan tingkat persepsi masyarakat terhadap keberadaan hutan mangrove berada pada kategori positif, dengan rata-rata indeks sebesar 79,17%, sementara tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi hutan mangrove menunjukkan rata-rata indeks sebesar 80,34%, yang termasuk kategori tinggi. Nilai rata-rata kesediaan membayar (WTP) responden tercatat sebesar Rp 5.256,41 dimana total WTP yang dihimpun dari seluruh responden adalah Rp 410.000 dimana nilai ekspektasi WTP mencerminkan kecenderungan umum responden dalam menilai manfaat program konservasi. Hasil analisis jalur (path analysis) pada model regresi pertama menunjukkan bahwa variabel umur, pendidikan, dan pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap WTP masyarakat, sedangkan variabel persepsi tidak berpengaruh nyata. Hasil analisis regresi sederhana pada model kedua memperlihatkan bahwa WTP berpengaruh positif signifikan terhadap dukungan konservasi masyarakat.
Karakteristik Habitat dan Kelimpahan Kerang Dara (Anadara granosa) di Zona Intertidal Pantai Sepahat Kabupaten Bengkalis Chusnul Khotimah Arramadani; Muhammad Fauzi; Eko Prianto
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.7837

Abstract

Wilayah pesisir memiliki peranan penting sebagai habitat berbagai biota akuatik, salah satunya kerang dara (Anadara granosa) yang bernilai ekonomis tinggi dan berpotensi sebagai bioindikator lingkungan. Namun, degradasi habitat akibat abrasi pantai, pencemaran, dan kerusakan ekosistem mangrove di pesisir Kabupaten Bengkalis dapat memengaruhi kelimpahan kerang dara. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik habitat dan kelimpahan kerang dara (Anadara granosa) di zona intertidal Pantai Sepahat, Kabupaten Bengkalis. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode transek garis dan kuadrat pada tiga subzona intertidal (upper, middle, dan lower). Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, salinitas, dan pH secara in situ, sedangkan analisis fraksi sedimen dan kandungan bahan organik dilakukan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu perairan berkisar antara 31–32°C, salinitas 29–32 ppt, dan pH 6,0–6,25 yang masih sesuai untuk kehidupan A. granosa. Jenis sedimen didominasi oleh lumpur berpasir dengan kandungan bahan organik tertinggi pada zona middle. Kelimpahan tertinggi juga ditemukan pada zona middle dengan rata-rata 3,2 ind/m². Hasil analisis menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kandungan bahan organik sedimen dan kelimpahan kerang dara (r = 0,81). Hal ini mengindikasikan bahwa A. granosa lebih menyukai substrat halus yang kaya bahan organik sebagai habitat hidupnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya kerang dara dan perencanaan konservasi wilayah pesisir secara berkelanjutan di Kabupaten Bengkalis.
Studi Ekologi Teripang (Holothuria sp.) di Pulau Buku Limau Kabupaten Belitung Timur Hartoyo Notonegoro; Lizha Dwi Mulya Putri; Dwi Sara; Miko Apriansyah; Siti Zuraida Zainudin
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.7846

Abstract

Teripang merupakan biota laut yang memiliki peran ekologis penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dasar perairan serta bernilai ekonomi tinggi sebagai komoditas perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi komunitas teripang, mengkaji pola distribusinya berdasarkan karakteristik habitat, serta menilai hubungan antara parameter lingkungan dan kelimpahan teripang di perairan Pulau Buku Limau, Kabupaten Belitung Timur. Pengambilan data dilakukan pada tiga stasiun pengamatan menggunakan metode transek kuadrat berukuran 1×1 m dengan interval 10 m. Setiap individu teripang yang ditemukan diidentifikasi hingga tingkat spesies, dihitung jumlah individunya, dan diukur parameter lingkungan meliputi suhu, salinitas, pH, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, serta tipe substrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan dua spesies teripang, yaitu Holothuria atra dan Holothuria scabra, dengan total 40 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H’ = 0,50) tergolong rendah, keseragaman (E = 0,72) tinggi, dan dominansi (C = 0,68) sedang, menunjukkan komunitas yang relatif stabil dengan dominansi spesies tertentu. Pola distribusi berdasarkan indeks Morisita memperlihatkan sebaran yang cenderung seragam di ketiga stasiun, yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan yang homogen dan stabil. Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, dan substrat pasir karang menjadi faktor utama yang mendukung keberadaan dan penyebaran teripang. Secara keseluruhan, kondisi perairan Pulau Buku Limau tergolong optimal bagi kehidupan Holothuria sp. dan berpotensi mendukung pengelolaan sumber daya teripang secara berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Belitung Timur.
Potensi Stok Karbon Mangrove di Muara Sungai Kawal, Kabupaten Bintan Zulfikar Zulfikar; Majariana Krisanti; Fery Kurniawan
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.8021

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 di ekosistem mangrove Muara Sungai Kawal, Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian untuk menghitung potensi biomassa atas (AGB), biomassa bawah (BGB), nekromassa, dan karbon organik sedimen (SOC) di Muara Sungai Kawal. Empat stasiun penelitian ditetapkan secara purposive sampling berdasarkan intensitas aktivitas di sekitar kawasan. Biomassa dihitung menggunakan metode non-destruktif melalui pengukuran diameter batang (DBH) dan perhitungan alometrik SOC dianalisis berdasarkan nilai bulk density dan %C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total stok karbon ekosistem mangrove berada pada kisaran 289,24 – 645,82 ton C/ha dengan rata – rata 424,94 ton C/ha. SOC merupakan carbon pool terbesar penyumbang stok karbon total yang diikuti biomassa dan nekromassa. Stasiun 4 memiliki nilai stok karbon tertinggi karena kondisi tegakan rapat dan minim gangguan, sehingga akumulasi biomassa dan sedimen kaya bahan organik. Sebaliknya, stasiun 3 dengan nilai terendah akibat tekanan aktivitas penebangan yang mengurangi tutupan vegetasi dan menurunkan masukan bahan organik ke dalam sedimen. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa mangrove Muara Sungai Kawal memiliki potensi penyimpanan karbon signifikan dan menegaskan pentingnya perlindungan kawasan mangrove untuk mendukung mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir. 
Penentuan Status Mutu Air Sungai Petapahan Kabupaten Kampar Dengan Metode Indeks Pencemaran Dinda Muzdhaliva Alsya; Eni Sumiarsih; Adriman Adriman; Yuliati Yuliati
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.8080

Abstract

Sungai Petapahan yang terletak di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, memiliki fungsi penting sebagai sumber air untuk kebutuhan domestik, pertanian, perikanan, dan ekowisata di kawasan Hutan Adat Imbo Putui. Aktivitas masyarakat seperti perkebunan kelapa sawit, aktivitas pemanfaatan sungai secara langsung oleh masyarakat, serta pembuangan limbah domestik berpotensi menurunkan kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status mutu air Sungai Petapahan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) berdasarkan ketentuan baku mutu air Kelas II menurut PP No. 22 Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni–Juli 2025 di empat stasiun yang mewakili bagian hulu hingga hilir sungai. Parameter yang diukur meliputi suhu, pH, kekeruhan, DO, BOD₅, COD, TSS, nitrat, fosfat, dan Fecal coliform. Pengukuran dan analisis parameter kualitas air pada keempat stasiun penelitian dilakukan sebanyak 3 kali ulangan yang dilaksanakan setiap minggu. Air sampel diambil pada pagi hari hingga selesai. Pengukuran dan analisis sampel parameter kualitas air dilakukan selama tiga kali, karena telah dianggap cukup baik sebagai data representatif penilaian kualitas air sungai.  Hasil analisis menunjukkan nilai IP pada Stasiun 1 sebesar 4,22, Stasiun 2 sebesar 4,25, dan Stasiun 3 sebesar 4,39 yang termasuk kategori tercemar ringan, sedangkan Stasiun 4 memiliki nilai IP sebesar 5,55 dan tergolong tercemar sedang. Peningkatan nilai Indeks Pencemaran (IP) ke arah hilir berkaitan dengan akumulasi beban pencemar organik dan indikator pencemaran Fecal coliform di sepanjang aliran sungai. Secara keseluruhan, kualitas air Sungai Petapahan masih dapat dimanfaatkan untuk keperluan perikanan dan rekreasi air, namun diperlukan pengelolaan limbah domestik dan pemantauan berkala untuk mencegah peningkatan tingkat pencemaran.
Model Integratif Usaha Perikanan Tangkap Berbasis Ekonomi Biru di Desa Kurau Kabupaten Bangka Tengah Lizha Dwi Mulya Putri; Andi Nadia Mughsita Sani; Dewi Virgiastuti Jarir; Dareen Nadya Rema; Azizah Azizah; Dinda Mardiani Lubis
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.8153

Abstract

Penerapan konsep ekonomi biru pada sektor perikanan tangkap memerlukan model usaha yang integratif dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, serta kesiapan sosial nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model integratif usaha perikanan tangkap berbasis ekonomi biru di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, dengan menganalisis pengaruh konstruk aspek teknis, tekno-ekonomi, dan kesiapan sosial terhadap pembentukan model usaha ekonomi biru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap nelayan aktif, dengan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil evaluasi outer model menunjukkan seluruh indikator memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai outer loading >0,70 dan AVE >0,50. Analisis inner model menunjukkan bahwa aspek teknis dan kesiapan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap model usaha ekonomi biru, dengan koefisien jalur masing-masing sebesar 0,714 dan 0,706 serta nilai R-square sebesar 0,780. Sebaliknya, konstruk tekno-ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan model usaha ekonomi biru. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan penerapan ekonomi biru dalam usaha perikanan tangkap lebih ditentukan oleh kualitas teknis armada penangkapan serta kesiapan sosial dan kelembagaan nelayan dibandingkan oleh faktor ekonomi semata. Model integratif yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan usaha perikanan tangkap yang berkelanjutan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan nelayan serta kelestarian sumber daya perikanan.
Analisis Usaha Pengasapan Ikan di Teluk Prigi:  Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan dan Tingkat Kesejahteraannya Pudji Purwanti; Dwi Sofiati; Candra Adi Intyas; Mochammad Fattah; Asyifa Anandya; Ega Azzahra; Ilma Fadhilatul Aulia; Sandra Regina Aisyah
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.8189

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis usaha pengasapan ikan dalam kerangka penghidupan berkelanjutan melalui lima modal, yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam, modal finansial, modal fisik, dan modal sosial. Kelima modal penghidupan saling berinteraksi dalam mendukung keberlanjutan usaha pengasapan ikan melalui peningkatan keterampilan pelaku usaha, ketersediaan bahan baku ikan, dukungan sarana produksi, akses permodalan, serta penguatan jaringan sosial dan pemasaran, sehingga mampu memperkuat kapasitas rumah tangga dalam mempertahankan usaha dan meningkatkan kesejahteraan di kawasan Teluk Prigi. Ketersediaan kelima modal tersebut selanjutnya digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga pengasap ikan. Responden penelitian terdiri atas 49 rumah tangga pengasap ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada modal sumber daya manusia, pendidikan formal dan kesehatan menjadi prioritas rumah tangga serta dapat dibiayai dengan baik. Akses pelatihan untuk pengembangan usaha juga relatif mudah diperoleh oleh pelaku usaha. Modal sumber daya alam mendukung keberlanjutan usaha karena bahan baku ikan mudah diperoleh dari PPN Prigi. Modal finansial menunjukkan kinerja usaha yang layak berdasarkan nilai R/C rasio, BEP, dan tingkat rentabilitas. Modal sosial tergolong baik berdasarkan aspek norma sosial, kepercayaan, dan jaringan sosial sehingga mendukung pengembangan usaha secara berkelompok, termasuk dalam aspek permodalan dan pemasaran. Modal fisik turut memperkuat usaha karena lokasi sentra produksi berada pada jalur lintas selatan yang ramai dikunjungi wisatawan bahari di Teluk Prigi. Analisis tingkat kesejahteraan berdasarkan tujuh indikator kesejahteraan BPS tahun 2022 menunjukkan bahwa seluruh responden berada pada kategori kesejahteraan tinggi. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi pengembangan usaha dan kebijakan daerah, khususnya dalam penguatan pelatihan, akses permodalan, sarana produksi, dan pemasaran ikan asap sebagai produk unggulan yang mendukung ekonomi masyarakat pesisir serta daya tarik pariwisata bahari Teluk Prigi.
Karakteristik Hubungan Panjang–Berat dan Reproduksi Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) yang Didaratkan di Pelabuhan Pangkal Balam, Bangka Belitung Azizah Azizah; Nabila Nurrulhusna; Nindy Elvionita Sari; Nabil Sapitra
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.8230

Abstract

Ikan selar kuning (Selaroides leptolepis) merupakan ikan pelagis kecil yang memiliki peran penting dalam perikanan tangkap dan ketahanan pangan di perairan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan panjang–berat, performa reproduksi, serta dinamika fekunditas dan diameter telur ikan selar kuning yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pangkal Balam. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–Oktober 2025. Parameter yang diamati meliputi panjang total, bobot tubuh, nisbah kelamin, indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas, dan diameter telur. Hubungan panjang–berat dianalisis menggunakan regresi, sedangkan parameter reproduksi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan panjang–berat yang positif dan kuat, mencerminkan kondisi pertumbuhan dan fisiologis populasi yang baik. Nisbah kelamin dan nilai IKG menunjukkan variasi musiman, dengan aktivitas reproduksi tertinggi terjadi pada bulan September, diikuti fase pasca pemijahan pada bulan Oktober yang ditandai oleh penurunan dan homogenitas nilai IKG. Bobot tubuh berhubungan positif dengan fekunditas, meskipun nilai koefisien determinasi sedang menunjukkan bahwa produksi telur dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis dan lingkungan. Diameter telur relatif stabil pada kedua periode pengamatan, mengindikasikan adanya mekanisme alokasi energi reproduksi yang terkontrol serta strategi pemijahan parsial. Temuan ini memberikan dasar ilmiah penting untuk mendukung pengelolaan perikanan ikan selar kuning yang berkelanjutan di perairan Bangka Belitung.