cover
Contact Name
Dedy Kurniawan
Contact Email
dedykurniawan@umrah.ac.id
Phone
+62721-40171
Journal Mail Official
akuatiklestari@umrah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji Senggarang Jl. Politeknik Senggarang Telp. (0771) 4500097 ; Fax (0771) 4500097 PO BOX 155 - Tanjungpinang 29100 Website : https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/index Email : akuatiklestari@umrah.ac.id
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Akuatiklestari
ISSN : -     EISSN : 25988204     DOI : -
Akuatiklestari adalah jurnal ilmiah yang dikelola Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji yang diterbitkan secara elektronik. Akuatiklestari memiliki fokus pada isu isu Manajemen Sumberdaya Perairan seperti : biologi perikanan, ekologi perairan, pencemaran, pengkajian stok ikan, konservasi, produktivitas perairan, lingkungan perairan, ekowisata, pengolahan limbah dan pengelolaan sumberdaya
Articles 178 Documents
Kelimpahan Ikan pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang Khatimah, Khusnul; Azizah, Diana; Kurniawan, Dedy
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.6156

Abstract

Padang lamun memilki berbagai peranan dalam kehidupan ikan merupakan daerah asuhan, sebagai tempat mencari makan, dan daerah untuk mencari perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan relatif ikan di ekosistem padang lamun dan menganalisis hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling terbagi menjadi 4 stasiun yang terletak di bagian Barat, Utara, Timur, dan Selatan perairan Pulau Terkulai. Metode transek garis untuk pengambilan data lamun dan pengambilan data ikan dengan menggunakan jaring insang hanyut (gill net). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah individu ikan sebanyak 74 individu terdiri dari 12 spesies, jenis ikan yang paling banyak ditemui setiap stasiun ialah Gerres oyena, Siganus javus dan Valamugil buchananii. Struktur komunitas ikan pada daerah padang lamun di perairan Pulau Terkulai menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) di stasiun 1,2,3 dan 4 pengamatan tergolong tinggi yang berarti tingkat kestabilan komunitas tinggi, nilai indeks keseragaman (E) yang diperoleh yaitu stasiun 1 sebesar 0,95, pada stasiun 2 diperoleh sebesar 0,94 Nilai ini mendekati 1 yang berarti bahwa jumlah individu di setiap spesies hampir sama stasiun 3 sebesar 0,69 dan stasiun 4 sebesar 0,48 nilai tersebut mendekati 0 yang berarti adanya jumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau beberapa jenis. Nilai indeks domiansi (C) pada masing-masing stasiun tidak ada yang mendominasi. Kerapatan padang lamun Perairan Pulau Terkulai tertinggi ditemukan pada Stasiun I dan terendah ditemukan pada Stasiun III, dengan kondisi tutupan berada dalam kondisi sedang. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai ini memiliki hubungan positif antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan dengan tingkat hubungan sangat kuat, yang berarti semakin tinggi kerapatan lamun maka keanekaragaman ikan semakin tinggi.
Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Hanifah, Putri Nur; Zulfikar, Andi; Nugraha, Aditya Hikmat; Muzammil, Wahyu
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.5358

Abstract

Perairan Senggarang Besar merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tanjungpinang Kota memiliki sebaran lamun yang cukup luas dengan kondisi cukup beragam. Untuk menjaga agar lamun dapat tetap berperan penting bagi ekosistem perairan, perlu diketahui produktivitas dari ekosistem lamun itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun di Perairan Senggarang Besar serta menentukan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2022. Penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 30 titik yang tersebar di 3 lokasi yang memiliki sebaran lamun. Pengamatan laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun menggunakan metode pemangkasan dengan memilih 1 tegakan secara acak pada kuadran ukuran 50x50 cm dari masing-masing jenis lamun dan diamati selama 28 hari. Hasil penelitian menujukkan E. acoroides memiliki nilai laju pertumbuhan daun tertinggi dibandingkan jenis lamun lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, jenis lamun E. acoroides, T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai laju pertumbuhan daun lamun sebesar 0,55 cm/hari, 0,14 cm/hari, 0,37 cm/hari, dan 0,22 cm/hari. Jenis lamun yang memiliki nilai produksi biomassa daun tertinggi adalah E. acoroides dengan rata-rata 134,68 gbk/m2. Sedangkan T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai produksi biomassa daun lamun sebesar 72,98 gbk/m2, 1,70 gbk/m2, dan 67,59 gbk/m2. Berdasarkan analisis korelasi dan regresi linear berganda parameter yang memiliki hubungan signifikan terhadap laju pertumbuhan daun lamun pada setiap jenis adalah suhu, pH, salinitas, DO, dan TOM.
Estimasi Biomassa Permukaan dan Stok Karbon Mangrove di Perairan Estuari Dompak, Kampung Dompak Lama, Kota Tanjungpinang Lestari, Febrianti; Febriansyah, Pajri; Anggraini, Rika
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.5854

Abstract

Hutan mangrove memiliki tingkat penyerapan dan penyimpanan karbon yang tinggi, perhitungan stok karbon diperlukan untuk menghitung estimasi karbon yang tersimpan di suatu lokasi sebagai penentuan keterlibatannya dalam penurunan emisi gas rumah kaca. Studi ini bertujuan untuk mengestimasi biomassa permukaan dan stok karbon di Perairan Estuari Dompak dengan menggunakan perhitungan allometrik dari data above ground biomassa (AGB). Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2023. Metode yang digunakan dalam pengambilan data penelitian ini adalah metode tanpa pemanenan (non-destructive) menggunakan pendekatan persamaan allometrik sesuai dengan SNI (standar Nasional Indonesia) 7724:2011 yang digunakan untuk mengetahui estimasi biomassa permukaan dan stok karbon mangrove. Data yang dikumpulkan berupa pengukuran diameter batang pohon, pancang, semai dan pengukuran tinggi pohon/kayu mati rebah atau berdiri. Berdasarkan hasil perhitungan, estimasi total biomassa permukaan mangrove sebesar 220,27 ton/ha, dengan estimasi stok karbon adalah 103,53 ton/ha. Estimasi stok karbon tertinggi terdapat di stasiun 1 yang merupakan area berdekatan dengan jembatan, yaitu sebesar 44.01 ton/ha, sedangkan estimasi stok karbon terendah terdapat di stasiun 2, yaitu sebesar 22.47 ton/ha yang merupakan area berdekatan dengan pemukiman masyarakat ke arah laut.
Daftar Jenis, Potensi, dan Status Konservasi Iktiofauna Perairan Lahan Gambut Kubu Raya, Kalimantan Barat Junardi, Junardi; Riyandi, Riyandi
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7115

Abstract

Perairan gambut adalah salah satu habitat penting ikan yang sering diabaikan dan rentan terhadap gangguan seperti alih fungsi lahan, sementara itu juga merupakan habitat ikan yang memiliki nilai ekonomi dan konservasi penting, namun informasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis-jenis, potensi, dan status konservasi ikan di perairan gambut Kecamatan Rasau Jaya dan Sungai Ambawang di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ikan dikoleksi menggunakan metode aktif dengan serokan dan pasif menggunakan bubu berbentuk payung. Parameter kualitas air juga diukur selama sampling dan dibandingkan dengan baku mutu air. Data ikan dianalisis secara deskriptif mencakup tipe makan, potensi, dan status konservasinya. Hasil penelitian mendapatkan 22 jenis ikan dari 13 famili dan 4 ordo. Ordo Anabantiformes ditemukan lebih banyak dari ordo lainnya. Famili dengan jumlah jenis lebih banyak adalah Osphronemidae. Sungai Ambawang memiliki jumlah jenis ikan lebih banyak dibandingkan Rasau Jaya. Ikan-ikan yang ditemukan umumnya berupa ikan omnivora yang memiliki potensi untuk konsumsi. Ikan dengan status konservasi resiko rendah lebih banyak ditemukan, walaupun status konservasi lainnya juga ditemukan. Sungai Ambawang memiliki ikan dengan status konservasi beragam sehingga perlu menjadi prioritas  pengelolaan habitat sehingga populasi ikannya tetap lestari.
Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Terhadap Waduk Sungai Pulai di Kota Tanjungpinang Lovina, Ronaldy; Wahyudin, Wahyudin; Syakti, Agung Dhamar
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7163

Abstract

Terjadinya perubahan penggunaan lahan pada kawasan waduk dapat menurunkan fungsi hutan dalam penyerapan dan mentransfer air dan fungsi lainnya air. Tujuan penelitian adalah melakukan prediksi potensi perubahan tutupan lahan dan pengaruhnya terhadap waduk Sungai Pulai Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengukuran evapotranspirasi dengan Model Penman dan debit andalan menggunakan Model FJ Mock dengan mempertimbangkan data klimatologi dan hidrologi dan analisis spasial. Hasil perhitungan evapotranspirasi berkisar antara 2,78 mm/H hingga 4,64 mm/H dan diintegrasikan kedalam perhitungan debit andalan pada tahun 2023, dengan hasil Debit hitung antara 0,138 m3/detik s.d. 0,605 m3/detik yang dipengaruhi oleh faktor curah hujan diatas 100 mm/bulan. Pada Catchment Area (CA) seluas 409,85 Ha penggunaan lahan hutan/bervegetasi diperkirakan sebesar 172,52 Ha (42 %). Dengan luas lahan terbuka sebesar 236,17 Ha (58 %) maka diprediksi potensi penyimpanan air sebanyak 213.939 m3/tahun dan transfer air sebesar 347.057.329 liter/Tahun. Jika CA yang dapat ditumbuhi pohon besar seluas 350 Ha maka dapat diprediksi Potensi menyimpan air sebesar 315 m3/tahun dan potensi transfer air sebesar 511.000.000 liter/Tahun. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah kuratif untuk menjaga keseimbangan ekosistem sumber daya air pada waduk yaitu dengan melakukan langkah reforestasi terhadap CA yang terdegredasi. Untuk penelitian lebih lanjut agar dapat dilakukan penelitian tentang pengaruh evapotranspirasi pada setiap penggunaan lahan.
Status Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) di Perairan Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur Neka, Windra; Fattah, Mochammad; Sofiati, Dwi; Anandya, Asyifa
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7269

Abstract

Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan komoditas hasil tangkapan unggulan Banyuwangi untuk memenuhi kebutuhan skala rumahtangga dan industri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status pemanfaatan sumber daya ikan lemuru di perairan Grajagan Banyuwangi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model fox. Upaya penangkapan optimal untuk menjaga keberlanjutan stok ikan lemuru diperkirakan sebesar 269 trip per tahun. Upaya penangkapan aktual rata-rata mencapai 214 trip/tahun sehingga menunjukkan bahwa tekanan penangkapan masih di bawah batas MSY, akan tetapi mendekati kondisi biological overfishing dan terjadi economic overfishing karena melebihi EMEY sebanyak 204 trip. Volume produksi pada periode 2022–2024 secara berurutan melampaui estimasi produksi lestari yang dapat mengancam keberlanjutan stok apabila tidak dikendalikan. Tingkat pemanfaatan ikan lemuru sebesar 0,93 yang mengindikasikan fully exploited yang mendekati overexploited sehingga mengindikasikan sumber daya telah dimanfaatkan mendekati batas maksimum. Produksi rata-rata senilai 1.928.715 kg/tahun telah melebihi Jumlah Tangkap yang Diperbolehkan (JTB) senilai 1.656.465 kg/tahun sehingga pemerintah perlu melakukan pengendalian upaya penangkapan, penegakan regulasi kuota, dan menyusun strategi pengelolaan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang ikan lemuru.
Pengaruh Fosfat (PO4) Alami Tambak pada Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria verrucosa di Sulawesi Selatan Patahiruddin, Patahiruddin; Bhakti B, Fachri Kurnia
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7391

Abstract

Gracilaria verrucosa merupakan salah satu jenis rumput laut ekonomis penting yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan agar. Dalam budidayanya, pertumbuhan G. verrucosa sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, khususnya fosfat, yang berperan sebagai nutrien esensial dalam ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kadar fosfat alami yang terdapat pada substrat dan kolom air tambak terhadap laju pertumbuhan G. verrucosa di tiga wilayah budidaya yang berbeda, yaitu Kecamatan Suli dan Kecamatan Ponrang di Kabupaten Luwu, serta Kecamatan Wara Timur di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Penanaman dilakukan dengan kepadatan bibit sebesar 150 gram per meter persegi. Pengambilan data dilakukan selama satu siklus budidaya selama 45 hari, dengan empat kali pengambilan sampel pada tiga tambak representatif yang mencerminkan kondisi umum lokasi penelitian. Data yang dikumpulkan mencakup parameter lingkungan, konsentrasi fosfat alami, dan pertumbuhan biomassa rumput laut. Penelitian ini memiliki signifikansi dalam mendukung pengembangan teknologi budidaya berbasis potensi lokal, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pemahaman hubungan antara kondisi lingkungan perairan dan produktivitas G. verrucosa. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar perumusan strategi peningkatan produksi rumput laut berkelanjutan yang relevan dengan aspek sosial dan kearifan lokal di wilayah pesisir Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan tertinggi fosfat di substrat terdapat di Kecamatan Suli dengan rerata kandungan sebesar 13,24 mg/L dan laju pertumbuhan biomassa G. verrucosa juga yang tertinggi dengan rerata laju pertumbuhan sebesar 3,3 %/hari dengan padat penebaran 150 gr/m2. Kondisi ekologis tambak budidaya yang memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan biomassa G. verrucosa adalah fosfat di substrat.
Hubungan Tekstur Sedimen Terhadap Vegetasi Mangrove di Sungai Marana Desa Marannu Kecamatan Lau Kabupaten Maros Putri, Lizha Dwi Mulya; Isman, Muh; Lapong, Muhammad Imran; Fathuddin, Fathuddin; Nobu, Sutra; Furkan, Al
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7444

Abstract

Pohon mangrove merupakan tumbuhan yang ditemukan diantara pertemuan air tawar dan air asin yang dipengaruhi pasang surut air laut. Pertumbuhan mangrove dapat dipengaruhiukuran butir sedimen. Kondisi sedimen merupakan salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan zonasi mangrove. Mangrove dapat beradaptasi dan tumbuh dengan baik pada sedimen bersubsrat pasir, lumpur atau batu karang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis mangrove, komposisi jenis mangrove dan pola sebaran jenis mangrove terhadap jenis sedimen dan kandungan Bahan Organik Total (BOT) serta mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan jenis mangrove di Muara Sungai Marana, Desa Marannu, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Pengambilan data mangrove dilakukan dengan menggunakan metode transek garis lurus pada stasiun pengamatan, dimana stasiun 1 dan 3 jauh dari muara sungai sedangkan untuk stasiun 2 berdekatan langsung dengan muara sungai dan untuk pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan dengan menggunakan sediment core yang terbuat dari pipa PVC (diameter 6-7 cm dan panjang pipa sekitar 30 cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua jenis mangrove dengan jumlah komposisi jenis sebanyak 69,643% untuk Rhizophora mucronata dan 30,357% untuk jenis Avicennia marina. Nilai korelasi kerapatan mangrove dengan Bahan Organik Total (BOT) sebesar 0,1724 sedangkan nilai korelasi kerapatan mangrove dengan ukuran butir sedimen sebesar 0,0285. Pola sebaran mangrove menunjukan bahwa jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia marina ditemukan pada substrat pasir halus dan pasir sedang.
Aspek Biologi dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan yang Tertangkap Pukat Cincin di WPP RI 572 Nugraha, Ahmad; Reswara, Nandana Swadeski; Nabilah, Salwa Afra; Octoriani, Widyanti
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7561

Abstract

Selat Sunda termasuk ke dalam WPP RI 572 dan dikenal menyimpan potensi sumber daya ikan yang cukup melimpah, baik dari kelompok pelagis maupun demersal. Alat tangkap jenis pukat cincin menjadi penyumbang utama hasil produksi perikanan di wilayah Kabupaten Pandeglang. Target spesies yang ditangkap pukat cincin yaitu ikan pelagis. Tingkat eksploitasi ikan pelagis di Indonesia telah memperlihatkan indikasi penangkapan berlebih. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek biologi dan tingkat kelangsungan hidup sumber daya ikan yang tertangkap pukat cincin di WPP RI 572. Aspek biologi yang dikaji adalah rata-rata ukuran pertama kali tertangkap (Lc) dan pertama kali matang gonad (Lm).  Pengambilan contoh dilakukan dengan metode penarikan contoh acak berlapis. Ikan yang menjadi objek penelitian yaitu ikan tembang (Sardinella fimbriata), ikan kembung (Rastrelliger faughni), ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma), ikan kembung laki-laki (Rastrelliger kanagurta), ikan tongkol (Euthynnus affinis), dan ikan layang (Decapterus russelli). Rata-rata ukuran pertama kali tertangkap pada penelitian ini lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata ukuran pertama kali matang gonad (Lc < Lm). Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi perairan Selat Sunda kurang baik dan spesies ikan lebih dahulu tertangkap sebelum bereproduksi. Tingkat kelangsungan hidup ikan hasil tangkapan pukat cincin rendah. Tingkat kelangsungan hidup paling rendah adalah ikan tongkol yaitu 0,11 (betina) dan 0,18 (jantan). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai dasar pertimbangan dalam merumuskan strategi pengelolaan dan penyusunan regulasi terkait pembatasan ukuran ikan yang tertangkap.
Laju Pertumbuhan Karang Acropora pulchra (Brook, 1891) yang Ditransplantasi dengan Substrat Berbeda di Perairan Bintan Samsudin, Samsudin; Kurniawan, Dedy; Apriadi, Tri
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7566

Abstract

Desa Teluk Bakau merupakan daerah dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Di Desa Teluk Bakau juga terdapat beberapa lokasi pariwisata. Kondisi tersebut menjadikan Desa Teluk Bakau merupakan jalur lalu lintas kapal nelayan, penangkapan ikan, dan kegiatan pariwisata yang dapat memengaruhi kondisi alami terumbu karang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup karang Acropora pulchra yang ditransplantasi dengan substrat berbeda di Perairan Bintan, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai bulan Desember 2023 di Perairan Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Media transplantasi karang menggunakan substrat karang mati, substrat semen, dan substrat botol kaca. Setiap substrat terdiri dari 5 sampel karang sebagai ulangan. Pengamatan karang dilakukan setiap 7 hari sekali, dengan memonitoring pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, serta pembersihan pada media dan sampel karang. Berdasarkan hasil penelitian selama tiga bulan pengamatan didapatkan rata-rata pertumbuhan mutlak karang dengan media substrat karang mati sebesar 1,90 cm, media substrat semen sebesar 1,68 cm, dan media substrat botol kaca sebesar 1,63 cm. Laju pertumbuhan karang menggunakan media substrat karang mati sebesar 0,63 cm/bulan, media substrat semen sebesar 0,56 cm/bulan, dan media substrat botol kaca sebesar 0,54 cm/bulan. Tingkat kelangsungan hidup karang dengan media substrat karang mati sebesar 100%, media substrat semen dan media substrat botol kaca sebesar 80%.